Kaltim Terpilih Gelar Pelatihan ToT Pemantapan Nilai Kebangsaan

April 19, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Sri Wahyuni

SAMARINDA – Provinsi Kaltim akan menjadi salah satu provinsi terpilih dalam pelaksanaan Pelatihan untuk Pelatih Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Dosen, Guru, Widyaiswara dan TNI/Polri.

Pelatihan yang akan diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI itu akan berlangsung selama 11 hari, yakni pada 20-30 Juni 2022.

“Kami menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah yang menjadi target pelatihan ini. Sebagai mitra IKN kami tentu memerlukan pemantapan nilai-nilai kebangsaaan ini. Karena IKN kita adalah nusantara,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat memimpin Rapat Koordinasi dalam rangka Pelaksanaan Pelatihan untuk Pelatih Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Dosen, Guru, Widyaiswara dan TNI/Pori di Ruang Rapat Sekda Provinsi Kaltim, Selasa (19/4/2022).

Kaltim kata Sri Wahyuni sangat membutuhkan pengajar dan penyampai yang kompeten untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para alumni pelatihan ini nantinya sangat diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan itu dan menyebarluaskannya di lingkungan sekolah, kampus dan diklat-diklat pemerintahan maupun swasta.

“Kami sangat berharap transformasi yang efektif dan efisien dari para peserta pelatihan ini di lingkungan masing-masing nantinya,” harap Sri Wahyuni.

Mengingat kompleksitas tantangan masa kini dan masa mendatang, Sri Wahyuni berharap agar pelatihan ini bisa terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. “Saya berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini,” seru Sri Wahyuni.

Sementara itu, Kasubdit Pembinaan Peserta Lemhannas RI Kolonel Iyan Mulyana menjelaskan pelatihan akan digelar di salah satu hotel di Kota Balikpapan. Peserta pelatihan ini diharapkan 30 dosen, 40 guru (SMA/SMP) dan 30 widyaiswara/TNI/Polri.

“Pendidikan minimal para calon peserta minimal S1 dan perwira menengah untuk TNI/Polri,” kata Iyan Mulyana.

Para peserta akan diberikan pemahaman tentang materi dasar, materi utama dan materi penunjang. Sedangkan pembelajaran akan dilakukan melalui ceramah, diskusi, pembinaan peserta, praktik mengajar dan outbound (di SPN Balikpapan).

Di antara pemateri adalah Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto untuk materi pengantar pimpinan dan Gubernur Kaltim Isran Noor untuk materi kearifan lokal.

“Mereka akan menjadi kepanjangan tangan Lemhannas untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat,” imbuh Iyan Mulyana.

Pendaftaran peserta pelatihan ini akan dilakukan satu pintu melalui Badan Kesbangpol Kaltim. Peserta diperkirakan berasal dari Balikpapan, Samarinda dan PPU.

Rapat juga dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Sufian Agus dan Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi. (sam/adv/kominfo kaltim)

WA Kartini Jalanan

April 19, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Ustazah Ummu Hidayah, S Ag (kerudung merah) bersama murid-muridnya

HARI Kamis, 21 April 2022 kita memperingati hari kelahiran Ibu Kartini, pahlawan emansipasi wanita Indonesia. Tahun ini kita memperingatinya dalam suasana bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Kartini juga dari keluarga Muslim. Kartini yang nama lengkapnya Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat ternyata tidak saja memperjuangkan hak-hak kaum wanita, tetapi juga gigih dalam melaksanakan syiar Islam.

“Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu,” kata Kartini, yang dilahirkan di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. Pemahaman yang mendalam soal agama sepertinya turun dari ibunya bernama MA Ngasirah, anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Jepara. Sedang ayah Kartini, Raden Mas Sosroningrat, putra Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati Jepara. Karena itu Kartini bisa mengenyam pendidikan di Europese Lagere School (ELS) dan sempat belajar bahasa Belanda.

Saat mendalami masalah agama, Kartini yang bersuamikan Kanjeng Raden Mas (KRM) Adipati Singgih Djojo Adiningrat juga mempertanyakan mengapa laki-laki dapat berpoligami. Dan mengapa Kitab Suci itu harus dibaca dan dihapal tanpa perlu kewajiban untuk memahaminya.

Sepanjang perjuangannya, Kartini terkenal dengan kumpulan surat-suratnya yang ditujukan kepada sahabat penanya, yang kemudian disusun oleh Mr JH Abendanon, direktur Departemen Pendidikan Agama dan Kerajinan Pemerintah Hindia Belanda menjadi sebuah buku berjudul Door Duisternis tot Licht,Gedachten van RA Kartini.Kemudian buku itu diterjemahkan oleh Armijn Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Setidaknya ada tiga surat Kartini yang mengumandangkan syiar Islam. Ketika dia mengirim surat kepada Ny van Kol, 21 Juli 1902, Kartini menulis sepertiini:  “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang agama Islam patut disukai.”

Dalam surat lain yang ditulis Kartini kepada Ny Abendanon, 25 Agustus 1903, malah dia menyinggung puasa dan bulan Ramadan serta ketidaksukaanya kakinya dicium meski dia dari keluarga ningrat. “Ya Allah, alangkah malangnya; saya akan sampai di sana pada waktu puasa-Lebaran-tahun baru, pada saat-saat keramaian yang biasa terjadi setiap tahun sedang memuncak. Sudah saya katakan, saya tidak suka kaki saya dicium. Tidak pernah saya izinkan orang berbuat demikian pada saya. Yang saya kehendaki kasih saying dalam hati sanubari mereka, bukan tata cara lahiriah.”

Satu lagi surat Kartini kepada NyAbendanon pada 12 Desember 1903 yang menggambarkan kekuatan Allah berkaitan soal musibah. “Tidak,ia tidak mempunyai ilmu, tidak mempunyai jimat, tidak juga mempunyai senjata sakti. Kalaupun rumahnya tidak ikut terbakar, itu dikarenakan dia mempunyai Allah saja.”

Ustaz Dr Drs Sartono, MM dari Kantor Kementerian Agama Balikpapan melihat apa yang disampaikan Kartini dalam surat-suratnya, meski secara tekstual tidak ada dalil yang disampaikan, namun secara esensi ajaran Islam dan materi dakwah disampaikan oleh Kartini sangat berarti pada masa itu. “Metode mengirim surat ini seperti dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika menyurati Raja Romawi,” kata Sartono.

Ketua Yayasan Sosial dan Dakwah Al Farohi Balikpapan Ustazah Ummu Hidayah, S Ag mengaku bangga Kartini yang dilahirkan di tengah-tengah masyarakat Jepara yang kuat keislamannya begitu gigih memperjuangkan kaum wanita bebas dari belenggu keterbatasan gerak dan kiprah kaum wanita pada saat itu.

Kartini memiliki kecerdasan yang mungkin tidak dimiliki oleh teman-teman sebayanya pada masa itu, kata Ummu, alumnus Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Karena Kartini sudah berani mengusulkan agar Alquran diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa, yang bertujuan untuk memudahkan orang awam agar lebih paham pada isi kandungan Alquran.

“Akhirnya usulan Kartini diterima dan jadilah tafsirAlquran yang bernama Faid Ar Rohmanfii. Tafsir Al Quran karangan KH Sholeh Darat, guru ngaji Ibu Kartini,” kata Ustazah Ummu, yang yayasannya mendirikan TK Islam Plus, MI Plus Tahfidz dan Pesantren D’Lansia Tombo Ati.

Ibu Kartini meninggal dalam usia masih muda 24 tahun setelah melahirkan anak pertamanya, Soesalit Djojoadhiningrat pada tanggal 13 September 1904.  Jenazahnya dikebumikan di Desa Bulu, KabupatenRembang. Tapi jasa-jasanya tetap dikenang sepanjang masa. Surat Kartini kepada Prof Anton danistri, 4 Oktober 1901 berisi semangat Kartini untuk kemajuan wanita Indonesia. “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang besar sekali baik bagi kaum wanita yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya:menjadi ibu pendidik manusia yang pertama-tama.”

MENYAPU JALAN

Di sela-sela menjelang kita memperingati Hari Kartini, saya teringat ada seorang penyapu jalan di Balikpapan yang juga bernamaKartini. Wanitaberusia 50 tahun ini mengaku bangga karena namanya sama dengan nama pahlawan pejuang emansipasi wanita Indonesia. “Sepertinya ibu saya sengaja memakai nama Ibu Kartini karena kebanggaan dan penghormatan Ibu kepada wanita Jepara itu,” kata Kartini, penyapu jalan yang bertugas di Jalan Letjen R Soeprapto, Balikpapan Barat.

Rizal Efdendi dan Kartini penyapu jalan di Balikpapan

Kartini yang mempunyai dua anak hasil perkawinannya dengan Suparman ini, sudah 17 tahun bertugas sebagai penyapu jalan. “Sejak Bapak jadi wali kota saya sudah jadi penyapu jalan, apalagi suami saya sekarang sudah tidak bekerja,” katanya kepada saya. Suami Kartini dulu seorang security ,tapi sudah 7 tahun dirumahkan. Mengisi waktunya, Suparman mengajari anak-anak tetangga belaja rmengaji.

Sekarang Kartini menghidupi suami dan dua anaknya dengan gaji yang diterimanya sebesar Rp 2,2 juta lebih sebulan. Tapi anak saya yang tertua berusia 32 tahun sudah berkeluarga dan mempunyai dua anak. “Anak saya yang satu lagi akan menikah 15 Mei, Bapak hadirya,” kata wanita bersaudara enam ini. Kartini anak keempat dan adiknya yang nomor 5 juga bekerja sebagai penyapu jalan.

Banyak suka duka dialami Kartini dalam menjalani pekerjaannya. “Saya pernah kejatuhan dahan pohon,” kata Kartini, yang tinggal di Jalan Wolter Monginsidi RT 29. Tapi semua dijalaninya dengan tabah. Ia juga pernah bertugas 3 tahun di Jalan MT Haryono.

Dikatakannya, pada bulan Ramadan ini produksi sampah rumah tangga meningkat. Begitu juga kekotoran di jalan bertambah karena banyak kendaraan yang melintas. Karena itu dia berharap peralatan kerja bisa ditingkatkan Pemkot seperti sapu, serok,dan gerobak.

Tadi malam seusai salat tarawih saya menerimapesan whatsapp (WA) dari Kartini. “Selamat memperingati Hari Kartini, ya Pak. Kartini adalah pahlawan emansipasi untuk wanita Indonesia. Seperti saya ini, Pak, bekerja membantu perekonomian keluarga, yang penting kita bahagia,” katanya.@@@@@

Isran Raih Penghargaan Terinovatif Keterbukaan Informasi Publik

April 19, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Isran Noor menerima Tribun Kaltim Award yang diserahkan Manajer Produksi Tribun Kaltim Fransina Luhukay

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor meraih Tribun Kaltim Awards dengan dinobatkan sebagai Kepala Daerah Terinovasi dalam Keterbukaan Informasi Publik. Penghargaan berupa plakat ini diserahkan Manajer Produksi Tribun Kaltim Fransina Luhukay di ruang kerja Gubernur Kaltim, Kamis (14/4/2022),

“Penghargaan ini diberikan kepada Pemprov Kaltim karena terus melaksanakan keterbukaan informasi public secara baik dan konsisten, agar masyarakat lebih mudah dan cepat mengetahui perkembangan pembangunan daerah,” ucap Fransina sebelum menyerahkan plakat kepada Gubernur Kaltim.

Apalagi lanjutnya, secara nasional dua tahun ini Pemerintah Provinsi Kaltim selalu masuk sepuluh besar di kategori Informatif untuk Keterbukaan Informasi Publik hasil penilaian Komisi Informasi Pusat,

“Peringkat Pemprov Kaltim juga meningkat dari ranking delapan nasional kategori Informatif di tahun 2020 menjadi peringkat ketujuh nasional di tahun 2021, jadi sangat wajar juga untuk mendukung penilaian kami,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kaltim Isran Noor mengucapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diberikan ini,

“Saya merasa bersyukur atas apresiasi mengenai keterbukaan informasi publik Pemprov Kaltim, hal ini tentunya berkat kerja keras seluruh perangkat daerah dalam melaksanakannya, dengan leading sector nya di Diskominfo Kaltim,” ungkap Isran Noor.

Selebihnya memang sudah keharusan bagi kami selalu terbuka sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 8 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan sudah ada pula Peraturan Daerah nya,

“Terima kasih support dan penghargaannya,” lanjut Isran sambil tersenyum khasnya. (adv/kominfo kaltim)

Sinergi Mendukung Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Laut Arafura

April 19, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Laut Arafura adalah salah satu wilayah perairan di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya ikan yang melimpah, terutama untuk perikanan laut dalam, seperti kakap. Untuk mendukung keberlangsungannya, diperlukan implementasi kegiatan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Upaya yang dilakukan diantaranya melalui pendekatan ekosistem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) dan program peningkatan perikanan atau Fisheries Improvement Project (FIP). Hal ini menjadi topik bahasan di acara “Sosialisasi Capaian Kajian dan Implementasi Kegiatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) dan Fisheries Improvement Project (FIP) Perikanan Kakap Merah di Laut Arafura” pada Kamis, (14/4/2022).

Sejak 2020, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menjadi mitra the United Nations Development Program (UNDP) untuk program The Arafura and Timor Seas Ecosystem Action Program-2 (ATSEA-2) .Program ini antara lain bertujuan mendukung Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan perikanan di Laut Arafura melalui pelaksanaan rencana aksi EAFM, jejaring kemitraan FIP dengan sektor swasta dalam pengelolaan perikanan secara berkelanjutan, dan  bermuara pada sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC).

Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Yayan Hikmayani dalam menjelaskan, Laut Arafura yang masuk dalam wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718 adalah salah satu perairan dengan produktivitas perikanan tertinggi di Indonesia yang harus dikelola secara berkelanjutan.

“Untuk itu, jejaring yang telah terbentuk melalui program ini agar terus dioptimalkan, sehingga terbangun kerja sama yang baik antara pemangku kepentingan terkait, termasuk dengan pelaku usaha, dalam mengimplementasikan kegiatan perikanan berkelanjutan di WPP 718,” katanya

Program ini bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), instansi pemerintah daerah, pelabuhan perikanan, EAFM Learning Center, dan pemangku kepentingan FIP terkait perikanan kakap merah di wilayah sasaran kegiatan. Pada 2020 dan 2021, YKAN telah membantu KKP melaksanakan kajian, identifikasi, dan implementasi rencana aksi EAFM dan FIP.

“WPP 718 ini sangat strategis dan akan menjadi benchmark bagi WPP yang lain. Oleh karena itu, hasil kajian yang dilakukan oleh YKAN akan sangat membantu kami dalam penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan,” jelas Koordinator Sumber Daya Ikan, Laut Pedalaman, Teritorial, dan Perairan Kepulauan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ferry Sutyawan.

Pelibatan sektor usaha dalam mendukung perikanan berkelanjutan juga sangat penting, yang dikembangkan melalui skema kemitraan FIP.Salah satu upaya utama dalam skema kemitraan FIP yang dibangun adalah dengan untuk membatasi ukuran ikan tangkapan.

“Kami mengajak para pelaku usaha memperhatikan batas ukuran penangkapan juga penggunaan alat tangkap. Kesemuanya ini untuk mendukung ketersediaan stok ikan dan terhindar dari penangkapan berlebih. Selain itu, upaya penyadartahuan kepada masyarakat dan sistem ketertelusuran perikanan juga harus terus ditingkatkan,” papar Small-Scale Fisheries Manager YKAN Nandana Godjali.

DIsebutkan, dari hasil kajian YKAN, tantangan dari pengelolaan perikanan di Laut Arafura adalah menjaga pengelolaan laut dan pesisir dapat senantiasa berkelanjutan. Kemajuan pembangunan sering mengabaikan habitat penting seperti terumbu karang, lamun, dan mangrove.

“Selain itu, persoalan sampah plastik juga harus segera dicari solusinya. Karena akan mengancam kelestarian sektor perikanan. Melalui program ini, kami bersama para mitra telah melakukan berbagai upaya, seperti peningkatan kapasitas kepada para mitra, kajian ilmiah, penyadartahuan, dan tata kelola,” pungkas Sustainable Fisheries Senior Manager YKAN Glaudy Perdanahardja. (*)

Nuzulul Qur’an  Momen Tepat Tingkatkan Imtaq

April 19, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Peringatan Nuzurul Qur’an di.Masjid Roudhotul Amni.Polres Batu

BATU – Polres Batu menggelar peringatan Nuzulul Qu’ran yang bertempat di Masjid Roudhotul Amni Polres Batu , Selasa ( 19/4/2022)

Peringatan Nuzulul Quran di Polres Batu kali ini mengambil tema “Dengan Hikmah Nuzulul Quran Kita gapai Ketaqwaan Melalui Peningkatan Kepedulian Sosial Menuju Polri Presisi”.

Ustadz Ahmad Munir Kholis, dalam ceramahnya mengungkapkan pertama kali Alquran diturunkan kepada Rasulullah merupakan momentum perubahan besar yang terjadi bagi kehidupan manusia. Sebab, peristiwa tersebut merupakan awal mula dikeluarkannya manusia dari zaman kegelapan menuju zaman petunjuk.

Alquran juga merupakan aturan yang membawa manusia ke dalam kehidupan dengan peradaban yang tinggi. Sebagai contoh, bagaimana Alquran mengajarkan konsep ketuhanan dengan sangat jelas. Begitu pun aturan kehidupan yang detail membuat kehidupan manusia lebih tertata.

Oleh karena itu Ustadz Ahmad Munir Kholis mengajak ummat  untuk menjadikan Al-qur’an sebagai sumber inspirasi yang diaplikasikan kedalaman kehidupan sehari-hari.

Disebutkan salah satu hikmah Nuzulul Quran yakni sebagai tanda syukur atas rahmat dan karunia Allah kepada umat manusia dengan diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa Nuzulul Quran erat hubungannya dengan Lailatul Qadar, yaitu malam penuh kemuliaan dan berkah pada bulan Ramadan. Dalam Kesempatan tersebut, Waka Pores Batu, Kompol Iswahab menekankan tentang pentingnya Al-qur’an dalam kehidupan setiap pribadi muslim.

“Al-qur’an adalah pedoman Moral yang menjadi landasan dan dasar dalam setiap kita melangkah dan dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari,” tutur Kompol Iswahab

Waka Polres Batu menyebutkan  salah satu hikmah dari peringatan Nuzulul Quran adalah setiap ummat untuk selalu belajar dan belajar agar menjadi lebih baik

“Banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dari peringatan Nuzulul Quran, yang salah satunya adalah meningkatkan kepedulian sosial apalagi dengan situasi seperti saat ini yaitu dimana pandemi Covid-19 masih belum berakhir, kita dituntut untuk lebih peka dan lebih perduli terhadap lingkungan di sekitar kita,” ujar Kompol Iswahab.  (Buang Supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb