Bintang Tiga dari Mulawarman

July 18, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MENYAMBUT HUT ke-64,  Kodam VI/Mulawarman dipimpin Pangdam baru. Mayjen TNI Tri Budi Utomo resmi menerima tongkat komando  dari Mayjen TNI Teguh Pujo Rumekso menyusul acara serah terima jabatan yang berlangsung di Mabesad Jakarta, Jumat (15/7) disaksikan langsung Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Dalam gelombang mutasi besar yang dilakukan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pekan lalu, Teguh termasuk barisan perwira tinggi yang bergeser. Dia    dipromosikan  mengemban jabatan bintang tiga sebagai  sekretaris Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Sesmenko Polhukam menggantikan Letjen TNI Mulyo Aji.

Tidak saja Teguh, ada satu lagi alumnus Kodam VI/Mulawarman yang juga mendapat tambahan satu bintang. Sama-sama menjadi letjen. Yaitu Mayjen TNI Richard Horja Tampubolon (53). Pangdam XVI/Pattimura ini dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Irjenad). Meski sudah bertugas di Ambon, Richard cukup akrab  dan terbilang  belum lama meninggalkan Kodam VI/Mulawarman. Dia pernah bertugas sebagai Danrindam (2016) dan  kepala staf Kodam (Kasdam) 2018-2019.

Richard abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1992. Selama ini banyak menghabiskan waktunya di satuan elite Kopassus.  Dia kenyang dengan berbagai penugasan di antaranya di Timtim dan Ambon. Pembebasan sandera dari Abu Sayyaf. Juga ketika pasukannya menyisir markas FPI di Tanah Abang.

Karier istimewanya ketika dia menjadi Dankoopsus (2020). Dia memegang tongkat komando  tertinggi pasukan khusus gabungan yang terdiri dari Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Kopaskhas TNI AU (sekarang kembali disebut Kopasgat TNI AU)

Sedang Teguh, meski tidak sampai setahun bertugas sebagai Pangdam,  dia sudah beberapa kali menduduki jabatan di lingkungan Kodam VI/Mulawarman. Dia pernah menjadi Dandim 0904/Tanah Grogot, Kabupaten Paser (2009-2010). Pernah menjadi Asisten Operasi Kasdam VI/Mlw (2011-2014) dan Kasdam VI/Mulawarman (2017-2018) sebelum digantikan Richard.

Di luar lingkungan Kodam, Teguh pernah bertugas di antaranya sebagai Wadan Grup B Paspampres, Pejabat Utama Biro Pengamanan Setmilpres, Pamen Denma Mabesad, Danrem 172/Praja Wira Yakthi, wakil komandan Pussenif Kodiklatad, Danpussenif serta  Danpuspenerbad.

Teguh abituren Akademi Militer (Akmil) tahun 1991. Ia lulusan terbaik yang meraih  penghargaan Adhi Makayasa. Dan  juga pernah memperoleh kehormatan menjadi komandan upacara pengibaran bendera Merah Putih pada HUT ke-69 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2014.

Pengganti Teguh juga dari lingkungan Istana. Mayjen TNI Tri Budi Utomo, lahir di Surakarta, 6 Februari 1971.  Dia sebelumnya menjabat komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Sepertinya Presiden perlu jenderal dari lingkungan Istana berkaitan dengan pengamanan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim.

Tri merupakan lulusan Akmil tahun 1994 dari kecabangan infanteri (Kopassus). Dari Komandan batalyon, asisten personil sampai Wadanjen Kopassus. Juga pernah menjadi Komandan Grup A Paspampres lanjut Danrem 052/Wijayakrama.

Meski tidak lama menjadi Pangdam, Teguh dianggap sukses menjalankan tugasnya. Bekerja sama dengan  Polda Kaltim, Teguh berhasil melaksanakan pengamanan terhadap Jokowi yang beberapa kali meninjau lokasi IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Puncaknya ketika Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi berkemah di IKN setelah menyatukan air dan tanah yang dibawa 34 gubernur se-Indonesia pada pertengahan Maret lalu.

Untuk menyamakan persepsi dalam pengamanan IKN, Teguh secara khusus melaksanakan apel di lokasi IKN dengan mengumpulkan 100 komandan satuan di lingkungan Kodam VI/Mulawarman. “Apel ini sengaja digelar di Titik Nol IKN agar para Dansat mengetahui secara persis lokasi IKN berikut masalahnya, yang bakal mulai dibangun,”  kata Teguh.

Banyak pihak yang memperkirakan karier Teguh, yang lahir di Medan, 20 April 1968 bakal terus moncer. Setelah Sesmenko Polhukam mendampingi Menko Polhukam Prof Mahfud MD, bisa jadi kelak dia kembali lagi ke jabatan tinggi TNI. Seperti juga Richard Horja Tampubolon, yang akan menggantikan Letjen TNI Rudianto.

“Beliau-beliau memang orang hebat di jajaran TNI. Kita bangga karena beliau pernah bertugas di Kodam ini. Beliau sangat menginspirasi kami,” kata seorang perwira Kodam VI/Mulawarman kepada saya.

Ketika  masih bertugas sebagai wali kota Balikpapan, saya sempat beberapa kali bertemu Richard dan Teguh. Keduanya memang menunjukkan profil pimpinan TNI yang tangguh, profesional, dan punya visi ke depan bagi Bangsa dan Negara.

PERNAH PANGLIMA TNI

Kodam VI/Mulawarman dibentuk 19 Juli 1958. Usianya sama dengan usia saya. Tahun 1984 Kodam ini direorganisasi menjadi satu ke Kodam VI/Tanjungpura. Markasnya tetap di Balikpapan. Tapi tahun 2010 ada likuidasi, dipecah dua lagi.   Kembali Kodam VI/Mulawarman dengan markas tetap  di Balikpapan dan Kodam XII/Tanjungpura di Pontianak, Kalbar.

Kodam VI/Mulawarman selain Kaltim, juga membawahkan Kalsel dan Kalimantan Utara. Dengan usianya yang ke-64, Kodam VI/Mulawarman sudah 38 kali mengalami penggantian Pangdam, mulai Pangdam pertama Kol Inf Hartojo sampai Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

Yang menarik ada beberapa Pangdam VI/Mulawarman yang mencapai karier puncak sebagai pimpinan TNI. Dari bintang satu dan dua ke jenderal penuh. Di antaranya Jenderal TNI Soemitro, Pangdam ke-3 (1964-1965) dan Jenderal TNI Feisal Tanjung, Pangdam ke-13 (1985-1988).

Soemitro pernah menjadi wakil panglima ABRI dan Pangkopkamtib tahun 1973. Dia sangat populer waktu itu. Sedang  Feisal Tanjung pernah menjadi panglima ABRI (1993-1998) dan Menko Bidang Politik dan Keamanan (1998-1999) pada masa transisi dari Orde Baru ke Reformasi.

Ketika koran Kaltim Post terbit pertama kali dengan nama ManuntunG pada 5 Januari 1988, Pangdam Feisal Tanjung sempat memberikan sambutan pertama di koran tersebut. Saya waktu itu masih bertugas menjadi Redpel ManuntunG di Samarinda.

Dari catatan sejarah Kodam, ada 10 Pangdam VI/Mulawarman sebelumnya, yang juga sempat naik ke bintang tiga. Mereka adalah  GH Mantik,  Moergito,  Henri Santoso,  I Gede Awet Sara,  ZA Maulani,  Moetojib,  Zainuri Hasyim,  Hadi Waluyo,  Erwin Sudjono,  dan Subekti.

Banyak yang berharap ada satu jenderal lagi dari jajaran Kodam VI/Mulawarman, yang bisa terus menanjak. Dia adalah Brigjen TNI Dendi Suryadi, yang saat ini menjadi komandan Korem 091/Aji Suryanata Natakesuma (ASN) di Samarinda. Maklum dia adalah putra asli Kaltim, yang saat ini memangku jabatan bintang satu.

Dendi  kelahiran Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, 10 September 1968. Ia lulusan Akmil 1993 dari Kecabangan Infanteri. Sebelum menjadi Danrem 091/ASN, Dendi menjabat sebagai Kasrem 043/Garuda Hitam.

Akhir Januari lalu, ada jenderal bintang tiga kelahiran Samarinda yang baru purnatugas. Dia adalah Marsekal Madya TNI (Purn) Tatang Harlyansyah, SE MM (58) dengan jabatan terakhir komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan  dan Latihan Angkatan Udara (Dankodiklatau).

Ayahnya Drs Harjito, guru saya di SMEA Pembina (SMK 1) Samarinda. Bahkan rumahnya tak jauh dari rumah saya di kompleks Prefab, dekat kantor PWI Kaltim. Jadi saya terbilang akrab dengan keluarganya.

Ketika Tatang menjadi Danlanud di Balikpapan, saya masih sempat bertemu dalam kedinasan. Waktu itu saya masih menjadi wakil wali kota mendampingi Wali Kota Imdaad Hamid. Dia sempat membawa Pak Imdaad terbang dengan F-16, tapi saya rada takut.

Tatang yang memiliki call sign penerbang “Phyton” memang jago mengawaki F-16. Pada tahun 2010 dia mendapatkan 2.000 jam terbang bersama F-16. Bahkan dia termasuk anggota Tim Aerobatik F-16 yang waktu itu dipersiapkan menjelang Indonesia Air Show 1996.

Setelah sama-sama purnatugas saya belum sempat bertemu Tatang lagi. Saya berharap dia bisa pulang ke Samarinda. Barangkali ada Tatang-Tatang baru yang bisa mengikuti jejaknya. Biar nanti pilot F-16, yang menjaga udara IKN adalah anak-anak putra Kaltim sendiri. Pasti hebat dan tambah biru langitnya.(*)

Pekan Olahraga RW 12 Permata Regency Awali Peringatan Kemerdekaan ke-77

July 18, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

MALANG – Gelaran Pekan Olahraga Permata Regency lingkungan RW 12 Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang mengawali rangkaian peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, berlangsung di lapangan Volley RW 22, Minggu ( 17/7/2022).

Ketua Panitia penyelenggara Sisworo dalam laporannya menyebutkan, kegiatan pekan olahraga ini sebagai upaya meningkatkan silahturohmi antar warga yang hampir 2 tahun terkendala pandemi covid-19.

“Momentum peringatan hari kemerdekaan ke-77 ini merupakan pesta rakyat dalam meluapkan rasa syukur atas kemerdekaan ini, dengan menggelar 10 kegiatan 8 diantaranya lomba antar RT,” ungkapnya.

Gelaran puncak kegiatan dijadwalkan pada 21 Agustus 2022, dengan menggelar jalan sehat keluarga, bazar dan hiburan sekaligus pembagian hadiah lomba.

“Hadiah utama gerak jalan keluarga berupa satu unit sepeda motor matic ” ungkap Sisworo.

Ketua RW 12 Faisol Effendi saat membuka pelaksanaan pekan olahraga melakukan pelepasan balon merah putih ke udara. Ia berharap balon merah putih yang melambung ke udara,membawa makna  warga RW 12 semakin jaya seiring berkembangnya Indonesia.

Pembukaan pekan olahraga RW 12 dimeriahkan dengan parade kontingen dari masing-masing RT, mulai RT.01 hingga RT.08. Dengan iringan korps musik dari Batalyon Kesehatan ( Yonkes ) 2/Divif 2 Kostrad.

Ketua BPD desa Ngijo Kecamatan Karangploso Gator Hari menyampaikan, kemerdekaan Indonesia tinggal menghitung hari. Seperti pada umumnya, euforia masyarakat menyambut hari kemerdekaan terbilang tinggi. Hal-hal semacam perlombaan, memasang bendera hingga yang paling sakral adalah upacara bendera.

“Namun di balik semua kegiatan tersebut bisa  memahami arti sebuah kemerdekaan bangsa Indonesia itu sendiri. Tidak hanya ikut merayakan, makna penting dari kemerdekaan Indonesia.,” kata Gatot.

Dikatakan, makna proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak perjuangan bangsa  Indonesia mengusir penjajah untuk mendapatkan hak sebagai bangsa yang merdeka dan tidak ditindas oleh bangsa dan negara lain serta memiliki kedudukan yang sederajat dengan bangsa dan negara lain di dunia ini.

“Saya bangga dengan warga Permata regency RW 12 yang mengawali menyelenggarakan perayaan kemerdekaan ini.sebagai bukti menghargai perjuangan para pahlawan dalam menggapai kemerdekaan yang kita nikmati saat ini, ” tandas Gatot. (buang supeno)

Peningkatan Covid-19 Masih Terjadi

July 17, 2022 by  
Filed under Berita

Gubernur Kaltim Isran Noor

SAMARINDA – Peningkatan kasus positif Covid-19 masih terjadi hingga hari ini. Meski pemerintah banyak memberikan pelonggaran dalam aktivitas masyarakat dan pemerintahan,  semua pihak diminta tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Kasus positif Covid-19 terus meningkat, meski yang sembuh juga banyak,” kata Gubernur Isran Noor dalam kapasitas sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Sabtu (16/7/2022).

Isran Noor berharap, mencermati lonjakan kasus dalam beberapa minggu belakangan ini, maka pelonggaran yang diberikan pemerintah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat hendaknya juga diimbangi dengan kedisiplinan mematuhi prokes.

“Ketika semua lalai, kemudian kasus positif melonjak drastis, maka hampir bisa dipastikan pemerintah akan mulai melakukan pembatasan untuk mencegah kian meluasnya sebaran Covid-19,” kata Isran Noor.

Menurut Isran, jika pembatasan kembali dilakukan, maka semua akan rugi. Maka pilihannya, akan lebih baik mencegah semua hal buruk itu terjadi, ketimbang melalaikan dan lantas merugi di kemudian hari.

Rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim per Sabtu 16 Juli 2022 menyebutkan ada tambahan 17 kasus positif. Di sisi lain jumlah yang dinyatakan sembuh sebanyak 19 kasus atau terdapat penurunan 2 pasien dalam perawatan menjadi 130 kasus.

Tambahan kasus positif berasal dari Balikpapan 8 kasus, Bontang 4 kasus, Samarinda 2 kasus, Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Berau masing-masing 1 kasus. (sam)

Polsek Pujon Patroli Dialogis dan Penyemprotan Disinfektan

July 17, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU–  Polsek Pujon melaksanakan patroli dialogis dan penyemprotan disinfektan pada kandang ternak di Dusun Gesingan RT.03 RW.08 Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Sabtu (16/7/2022).

Kapolres Batu AKBP Oscar Syamsuddin melalui Kapolsek Pujon AKP Purwanto Sigit Raharjo menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk monitoring dan memberikan imbauan kepada peternak di tingkat Desa.

Patroli dialogis jajaran anggota Polsek Pujon bersama tim gabungan dilakukan ke pemilik kandang sapi milik H. Umbara di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon.

Kapolsek Pujon AKP Purwanto Sigit Raharjo  membenarkan  anggotanya terus melakukan patroli secara dialogis ke para peternak sapi, sesuai perintah Kapolres Batu.

“Dalam patroli tersebut, hasil yang didapat hewan ternak sapi perah dalam keadaan sehat tanpa ada ciri-ciri gejala PMK. Petugas juga memberikan himbauan agar selalu menjaga kebersihan hewan dan kandang ternak,” kata Purwanto.

AKP Purwanto mengimbau pemilik ternak Jika menemukan ciri-ciri Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternaknya agar segera langsung melaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan petugas PPL dari Dinas Pertanian dan Peternakan serta agar segera memisahkan hewan yang sakit (karantina) dengan hewan yang sehat.

“Menjaga kebersihan kandang dan pakan untuk mencegah hewan ternak tertular penyakit. Juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan di kandang, serta tidak melakukan mobilitas sapi yang keluar dan masuk ke Desa, dan tidak perlu panik apabila ada ternak sapi terjangkit PMK,” pungkasnya. (buang supeno)

Jaksa Agung Launching Tiga Buku

July 17, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU– Kepala Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Batu melalui juru bicara Kejari Edy Sutomo merilis kegiatan Jaksa Agung  Burhanuddin dalam melaunching 3 bukunya masing-masing berjudul Prof. Dr. ST. Burhanuddin Mengubah Paradigma Keadilan Langkah Restorative Justice Kejaksaan,  Keadilan Restoratif Dalam Bingkai Hati Nurani dan Jaksa Agung RI ST Burhanuddin Dalam Pemberitaan (Tajam Ke Atas, Humanis Ke Bawah),  di Lantai 10 Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Jum’at (15/7/2022).

Acara ini dihadiri  Wakil Jaksa Agung Dr. Sunarta, Ketua Komisi Kejaksaan RI Dr. Barita Simanjuntak, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Tony T. Spontana, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, Asisten Umum Jaksa Agung Kuntadi, Asisten Khusus Jaksa Agung Hendro Dewanto, serta Pejabat Eselon II, Eselon III, dan Eselon IV di lingkungan Kejaksaan Agung.

Selain itu, hadir secara virtual melalui zoom meeting yaitu Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri beserta jajaran.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung menyampaikan Puspenkum Kejaksaan Agung berkontribusi dalam menghadirkan 3 (tiga) sumber literasi, serta berharap hal ini menjadi sebuah tonggak kebangkitan bersama. Melalui karya-karya ini, diharapkan memberikan warna serta motivasi bagi seluruh pihak untuk berkarya lebih baik dan lebih banyak lagi.

Ketua Komisi Kejaksaan RI Barita Simanjuntak mendapat kehormatan untuk menyampaikan prakata dalam acara launching 3 buku ini menyampaikan acara ini sungguh luar biasa karena biasanya Jaksa hadir di persidangan dan mengendalikan penuntutan, memberikan masukan dan bidang-bidang lain.

Namun hari ini, hadir dalam ruang ilmiah dan praktisi sebab pada hakekatnya keadilan itu tidak hanya ada di buku seperti apa yang disampaikan oleh Jaksa Agung namun juga ada di hati nurani tapi implementasinya di dalam pelaksanaan tugas, dan kali ini diangkat dalam karya akademis.

“Itu membuat produktivitas dari Jaksa Agung tentunya yang didorong oleh pemberitaan positif akan membantu masyarakat memahami seutuhnya apa hal yang dilakukan oleh Kejaksaan RI.

” Pada saat ini, kita diperhadapkan pada satu kebanggaan. Kalau dulu kepala kita setengah tegap berdiri, sekarang kita sudah bisa angkat dada karena kinerja baik Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Burhanuddin,” ujar Ketua Komisi Kejaksaan RI.

Ketua Komisi Kejaksaan RI juga mengapresiasi Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) kejaksaan Agung yang sangat produktif dimana Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) aktif memberikan informasi kepada Komisi Kejaksaan RI sehingga mendapatkan  berita langsung dari tangan pertama.

Oleh karenanya, edukasi publik yang dilakukan oleh Kejaksaan RI dan dukungan (support) oleh komisi dapat berjalan dan bersinergi dengan baik.

Terkait dengan keadilan restoratif (restorative justice), salah satu benang merah adalah menghadirkan restorative justice yang dimaknai oleh perspektif pandangan-pandangan para pemikir teknokrat Barat bisa didaratkan dalam konteks ke-Indonesiaan dan kearifan lokal. Lebih sulit lagi, dalam konteks penegakan hukum, bisa didaratkan oleh Kejaksaan RI dengan baik.

“Jaksa Agung ini adalah humanisnya Indonesia dalam rangka penegakan hukum. Rakyat kecil bisa merasakan kehadiran Negara, tetapi hukum bisa tegak. Ini dua arus sangat sulit dipertemukan. Hanya pemain lama, pemain kawakan, dan memiliki jam terbang tinggi yang bisa mensinergikan itu,” ujar Ketua Komisi Kejaksaan RI.

Sementara Jaksa Agung menyampaikan keberhasilan dan prestasi Kejaksaan RI tidak lepas dari peran Komisi Kejaksaan RI dikarenakan kekompakan antar kedua instansi dalam hal-hal yangpositif, dan selalu mendapat dukungan terutama dari Ketua Komisi Kejaksaan RI.

Kepercayaan masyarakat yang terus meningkat merupakan hasil kinerja seluruh teman-teman yaitu Wakil Jaksa Agung, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI serta seluruh pihak.

“Saya hanya mengkoordinasikan dan berharap survei-survei berikutnya kita akan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Hal terpenting bagi saya dalam kegiatan launching buku adalah men-trigger teman-teman semua dikala waktu sempit dan padat dalam pekerjaan, kita masih berusaha merilis buku. Saya harap hasil pelaksanaan kerja, rencana kerja ke depan, dan semua hal yang kita kehendaki untuk keberhasilan Kejaksaan dapat ditulis dalam buku,” ujar Jaksa Agung.

Dalam kesempatan ini juga, Jaksa Agung mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman�teman bahwa selama menjabat seluruh pihak semakin solid, kompak dan saling mengingatkan.

“Saya jauh dari sempurna, tetapi dengan kekompakan dan solidaritas kita bisa bekerja sama dengan baik,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung menyampaikan bahwa buku pertama dengan judul Prof. Dr. ST. Burhanuddin Mengubah Paradigma Keadilan Langkah Restorative Justice Kejaksaan, dapat dipertanggung jawabkan saat dikukuhkan gelar Profesor.

Lalu buku kedua dengan judul Keadilan Restoratif Dalam Bingkai Hati Nurani, mengambil tema besar restorative justice karena masyarakat melihat bahwa restorative justice yang dilakukan oleh Kejaksaan merupakan yang sangat diterima masyarakat karena pola yang digunakan dan memiliki dasar untuk melakukan restorative justice.

“Kita ingin membumikan lagi bahwa restorative justice yang tepat adalah yang dilakukan oleh Kejaksaan. UNODC memberikan penghargaan bahwa restorative justice paling tepat adalah yang dilakukan oleh Kejaksaan dan akan dijadikan contoh kepada negara-negara yangtergabung dalam UNODC,” ujar Jaksa Agung. (buang supeno/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb