Puisi ISEI Perry Warjiyo

August 26, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Tim ISEI Balikpapan bersama pengamat ekonomi cantik Dr Avilliani, yang juga pengurus ISEI Pusat

SAYA meninggalkan Semarang lebih awal. Meski Sidang Pleno XXII dan Seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) masih tersisa satu hari lagi. Jumat subuh saya sudah meluncur ke Yogyakarta untuk selanjutnya naik pesawat Lion ke Balikpapan dari Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo.

Peserta dari Balikpapan masih ada dua orang. Sekjen ISEI Balikpapan Dr Didik  Hadiyatno dari Uniba dan Ibu Hety Devita. Saya terpaksa pulang lebih dulu karena harus mempersiapkan peluncuran buku saya, “Bukan Pak Wali Lagi” di Kopi Rumah Mantan, Sabtu (27/8) malam.

Ada seratus undangan sudah siap datang. Mudah-mudahan Pak Gubernur Isran Noor berkenan hadir. Saya juga mengundang pecatur nasional Chelsie Monica, model dunia Laras, dan pelatih kepala Timnas U-16 Bima Sakti. Semuanya anak Balikpapan. Tapi yang sudah pasti datang, Chelsie. MC-nya seru juga, Ranny Rach, presenter TV yang pernah menjadi None Jakarta Selatan.

Buku saya itu tebalnya 412 halaman, memuat 64 tulisan saya selama beberapa bulan terakhir. Sengaja 64 karena itu bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke-64, tepat 27 Agustus 2022. Kalau tidak salah, malam minggu ada show Noah dan BCL di Stadion Batakan dan HDCI di pantai BSB. Saya bilang itu sekalian merayakan ulang tahun saya.

Yang membuat saya agak gelisah, persis saat peluncuran buku saya itu, tim kesayangan saya di Liga Inggris, Manchester United tengah bertarung dengan Southampton. Suer saya sangat berharap MU menang. Biar ini juga jadi kado manis buat saya. Setelah sebelumnya MU memecundangi Liverpool 2-1.

Meski hanya dua hari mengikuti acara di Hotel Gumaya,  saya merasakan ISEI memang menunjukkan kelasnya sebagai organisasi yang mewadahi para sarjana ekonomi di Indonesia. ISEI itu “ABG” yang solid, kata Ketua Umum ISEI Pusat Perry Warjiyo. Itu terjadi sejak Ketua ISEI pertama, Prof Soemitro Djojohadikusumo. Kombinasi dari para sarjana ekonomi di kampus atau akademisi, businessman atau pengusaha dan government atau mereka yang berkarier di pemerintahan.

Ketua Bidang I ISEI Anggito Abimanyu menyerahkan ISEI Index kepada Ketua Umum ISEI Pusat Perry Warjiyo

Perry yang juga gubernur Bank Indonesia itu, didaulat membuka acara sidang. Lalu ada sambutan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan pengarahan secara virtual dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Perry sangat bersemangat, apalagi dalam Sidang Pleno XXII di Kota Lumpia ini, dihadirkan juga para istri atau ibu-ibu ketua ISEI se-Indonesia. Bersama Gubernur Ganjar, dia sempat mengulas betapa pentingnya peranan para istri.

Wapres minta seluruh pihak mewaspadai sejumlah rintangan yang kemungkinan akan dihadapi Indonesia di masa depan, salah satunya kenaikan inflasi karena kenaikan harga energi dan pangan di seluruh dunia.

“Harga pangan dan energi terus melonjak, sehingga memengaruhi kenaikan harga di dalam negeri,” katanya dari Istana Wapres di Jakarta.

Sebelumnya Perry Warjiyo menyatakan, kerjasama antardaerah menjadi solusi penting dalam pengendalian inflasi. Ia menuturkan dunia saat ini sedang mengalami risiko stagnasi. Oleh karena itu, pengendalian harga perlu dilakukan dengan kebijakan back to basic.

Sementara Gubernur Ganjar berharap ISEI memberikan masukan dan terobosan, yang tidak biasa-biasa saja kepada pemerintah termasuk pemerintah daerah. “Rekomendasi dan terobosan ISEI ditunggu banyak orang, terutama terkait upaya pemulihan ekonomi dan cara-cara mengatasi inflasi di tengah situasi dunia yang sedang tidak biasa,” katanya bersemangat.

Tampil sebagai pembicara dalam seminar ISEI, di antaranya Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Ia mengakui risiko perekonomian saat ini bergeser dari pandemi Covid ke gejolak ekonomi global. Tapi kinerja perekonomian Indonesia masih cukup baik meski kita harus tetap waspada.

Dikatakannya, proyeksi pertumbuhan ekonomi global dikoreksi cukup dalam, termasuk di negara besar seperti di AS, Tiongkok, dan Eropa. Revisi dilakukan akibat kenaikan harga energi dan pangan serta supply-demand mismatch yang persisten.

“Tapi kita bersyukur perekonomian Indonesia menguat. Sudah berkali-kali disebut 5,4 persen. Trend-nya naik. Inflasi ya naik juga, tetapi kenaikan itu masih terkontrol di bawah 5 persen,” kata Wamenkeu.

Yang agak kencang berbicara tentang pemulihan ekonomi adalah Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. Ia melihat ada yang salah dalam menghadapi badai ekonomi yang terjadi sekarang. Banyak negara menampilkan bank sentral dalam menghadapi badai yang terjadi, padahal musuhnya lain kelas dan jenis, sehingga tidak terlalu tepat. Seharusnya yang dilakukan lebih dari itu, di antaranya kerjasama semua pihak termasuk Pemerintah dan pemerintah daerah.

REKOMENDASI ISEI

Dalam Sidang Pleno ISEI  yang diikuti 56 ketua ISEI seluruh Indonesia itu, Perry Warjiyo mengawalinya dengan pembacaan puisi. “Selama pandemi saya banyak membuat puisi,” katanya bak penyair terkenal. Salah satunya berjudul “Kita Semua Keluarga.” Cukup bersahaja. “Pandemi mengingatkan kita semua keluarga. Saling menolong dalam kebajikan dan takwa. Pandemi tidak mengenal status atau jabatan.”  Inilah sebagian bait puisinya.

Agenda sidang pleno membahas beberapa agenda penting. Di antaranya laporan ketua umum dan ketua cabang, rekomendasi ISEI, penyerahan hasil pemetaan ekonomi daerah dalam ISEI Index dan penetapan tuan rumah Sidang Pleno XXIII ISEI.

Bersama beberapa ketua ISEI dan Kepala Perwakilan BI Jakarta Suharman Tabrani (paling kanan) dan Kepala BI Makassar Causa Iman Karana (ketiga dari kiri).

Dengan suara bulat, peserta sidang memilih Kota Bengkulu sebagai tuan rumah tahun depan. “Ya kita bergantian, setelah Tengah, ya Barat. Nanti Timur lagi,” kata Ketua Bidang I ISEI Pusat Anggito Abimanyu. Dia juga menyerahkan secara resmi hasil ISEI Index, yang dihimpun dari seluruh cabang.

Deputi Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, yang juga ketua Bidang II Kajian dan Perumusan Kebijakan Pengurus ISEI Pusat menyampaikan hasil kajiannya kepada Perry Warjiyo. Ia mengatakan ISEI memiliki tiga peran dalam mendukung akselerasi pemulihan ekonomi di era digital.

Pertama, memahami isu terkini serta berbagai inisiatif yang ditempuh otoritas secara global. Kedua, memberikan dukungan terhadap penguatan regulatory reform. Ketiga, bersama-sama memanfaatkan potensi digital untuk meningkatkan intermediasi dari jasa keuangan ke sektor potensial. Termasuk pemasaran produk-produk UMKM kepada pasar global.

Dalam seminar internasional kemarin, saya bertemu kembali dengan dua mantan kepala Perwakilan BI Balikpapan, Suharman Tabrani dan Causa Iman Karana, yang sekarang menjadi kepala Perwakilan BI di Jakarta dan Makassar. Saya juga kaget ada staf Hotel Gumaya, Rizal Murdiansah ternyata pernah bekerja di Hotel Four Points Balikpapan.

Perry Warjiyo memuji hasil yang dicapai dalam Sidang Pleno XXII di Semarang. Begitu juga dalam pelaksanaan seminar yang bertema “Peran ISEI Memperkuat Sinergi untuk Menjaga Stabilitas dan Mendorong Momentum Pemulihan Ekonomi yang Inklusif di Era Digital.” Makanya dalam acara jamuan makan malam di Lawang Sewu, dia habis-habisan mengeluarkan kemampuannya di bidang tarik suara. Semua bergoyang lagi dengan lagu “kebangsaannya” karya Rhoma Irama, ‘Terajana.” Yang tak kalah serunya penampilan tuan rumah, Ketua ISEI Semarang Dr Suharnomo, yang juga dekan FEB Universitas Diponegoro.

Saya sendiri bersama Ketua ISEI Kaltim Dr Aji Sofyan Effendi dan Usman Sanusi, yang datang bersama istri asyik menikmati es buah durian. Mereka sempat tanya kepada saya lokasi Sate 29 yang saya bilang enak. “Lokasinya di Kota Lama,” kata saya. Selain itu, saya juga sudah singgah di Rumah Lumpia Mbak Lien di Gang Grejen, Jl. Pemuda 1. “Wah, lumpia semarang memang luar biasa.” Itu saja komentar saya. Silakan datang sendiri.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

KONI dan All Star Kubar Gelar Seleksi U-21 Menuju Porprov Berau

August 26, 2022 by  
Filed under Sepakbola

SENDAWAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar dibantu All Star Kubar telah melakukan seleksi U-21 dan menjaring 70 anak dari 400 peserta yang melakukan selekksi.

Ketua Umum KONI Kubar Tobias Kainama menyampaikan, saat digelar kejuaraan U-21 lalu sekaligus merupakan seleksi pemain.

yang akan mewakili Kutai Barat pada ajang Pekan Olahraga Provinsi di Berau bulan November mendatang.

“Saat ini KONI sudah menjaring sebanyak 70 pemain yang diambil dari seluruh Kampung dan Kecamatan yang ada di Kutai Barat,” kata Tobias, Kamis (25/8/2022).

Sepanjang kegiatan seleksi pemain sepakbola, Tobias menegaskan setiap pemain harus bermain sportif dan mengalurkan kemampuan terbaik yang konsisten dan bisa meyakinkan panitia seleksi.

Ketua umum KONI Kubar Tobias Kainama

Dijelaskan, pada pertengahan bulan Sebtember akan disusutkan menjadi 22 pemain saja yang akan mewakili Kabupaten Kutai Barat di Porprov Berau.

“Dalam kesempatan ini, kami dari KONI selalu punya pesan yang sama buat peserra khususnya bahwa di lapangan ini kita datang untuk bermain sepakbola. Bukan yang lain.

Tobias berpesan kepada panitia dan wasit agar tegas jika ada pemain yang melakukan tindakan tidak sportif .

“Jika tidak mau main sepakbola dan hanya mau banting-bantingan nanti saya arahkan kecabor yang sesuai,” tegasnya. (Arf)

Mengolah Limbah Tali Kapal Menjadi Lebih “Berumur Panjang”

August 25, 2022 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Seorang pekerja pemintalan tali daur ulang di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, sedang mengurai dan memisahkan tali-tali limbah untuk dipintal ulang.

Posisi geografis Provinsi Kalimantan Timur  yang berbatasan laut dengan beberapa provinsi lain di Pulau Sulawesi, menjadikan Selat Sulawesi ramai dilayari kapal-kapal niaga maupun kapal penumpang berukuran besar.

Di Kalimantan Timur (Kaltim) sejak beberapa dekade telah menjadi daerah industri. Sebut saja Kota Balikpapan yang telah menemukan sumber minyak pertama tahun 1897 yang diberi nama Sumur Mathilda oleh kolonial Belanda.

Setelah kemerdekaan, di masa Orde Baru, Kota Bontang yang langsung berhadapan dengan laut Sulawesi, ditemukan sumber minyak dan gas (migas) dengan cadangan sangat besar. Pemerintah kemudian membangun kilang migas dan berbagai produk turunannya seperti pabrik pupuk maupun  Liquefied Petroleum Gas atau LPG.

Sejak tahun 2000-an, saat booming “emas hitam” batubara, ratusan kapal besar berlayar ke perairan Kaltim mulai dari muara Sungai Mahakam di Samarinda, perairan Kecamatan Muara Badak, perairan Bontang dan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur hingga ke utara di perairan Kabupaten Berau.

Dari ribuan unit kapal besar dan super besar tersebut, ternyata ada ancaman tersembunyi bagi lingkungan berupa limbah tali kapal yang apabila dibuang ke laut akan dapat merusak ekosistem laut dan perairan pantai.

Menurut  Sahabuddin (52), seorang pengrajin limbah tali bekas kapal asal Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat tiga jenis unsur yang terdapat di dalam sebuah tali kapal besar yaitu bahan sutra, plastik sintetis dan gabungan keduanya.

“Bahan plastik ini yang sangat berbahaya karena tidak dapat diurai oleh alam. Jadi limbah tali kapal ini sebagian tidak dapat diuraikan dan sebagian lagi dari bahan sutera relatif dapat terurai. Namun biasanya tali kapal bekas ini juga mengandung bekas minyak pelumas yang tidak baik bagi lingkungan,” ujarnya.

Sahabuddin menjadi satu-satunya warga di Kecamatan Muara Badak yang mendapatkan bantuan dari PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), karena telah memulai usaha pengolahan limbah tali bekas dari kapal-kapal besar.

Ternyata, dibalik kesusahan dan kesempitan hidup, setiap individu akan berusaha untuk survive untuk kelangsungan hidupnya. Begitulah yang ditunjukkan oleh sosok Sahabuddin, yang sebelum 2020 adalah salah satu karyawan kontrak di PHSS.

Sahabuddin, pemilik usaha tali daur ualng tengah memeriksa bahan baku usahanya yang diap untuk diurai dan dipintal ulang menjadi tali yang berukuran lebih kecil.

Disaat kontrak kerjanya berakhir, dan tidak diperpanjang bertepatan dengan awal pandemi Covid-19, dirinya terkena pemutusan hubungan kontrak kerja sehingga tidak dapat melanjutkan pekerjaan sebagai main power atau penyedia jasa tenaga kerja sebelum PT PHSS, yaitu PT Virginia Indonesia Company (Vico Indonesia).

Berbekal tabungan yang dimiliki, lelaki asal Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polmas, Sulawesi Barat ini menyempatkan pulang kampung di Sulawesi Barat. Karena ia ingat jika ada usaha pemintalan tali bekas serupa yang dikerjakan sebagian warga desa.

“Saya sengaja pulang kampung karena  ingat di kampung saya ada pengrajin tali bekas. Saya mencoba belajar bagaimana caranya karena saya melihat peluang pengolahan tali bekas ini terbuka lebar di tempat tinggal saya di Muara Badak,” ujarnya mengingat-ingat awal usahanya.

Dengan mengajak dua orang pekerja dari kampung halamannya, Sahabuddin membuka usaha  pemintalan ulang tali tambang kapal yang sudah tidak terpakai untuk didaur ulang menjadi tali pengikat rumpon atau bagan ikan di lautan.

Ia melihat peluang ini karena di kecamatan tersebut banyak pengumpul tali bekas tambang kapal yang dibeli pengepul. Biasanya satu kilogram tali bekas ini dibelinya antara Rp 8.000 hingga Rp 10.000, tergantung dari kerusakannya. Satu tali dapat mencapai 100-an kilogram.

Tali-tali ini kemudian dipotong menjadi beberapa bagian sepanjang 20 meter untuk diurai, dipisah-pisahkan. Untaian yang terlihat baru dan mulus tanpa lecet gesekan, nantinya akan menjadi “kulit” luar tali. Sedangkan bagian yang kotor karena pelumas akan menjadi inti tali. Dari pengalaman dan keahlian para pekerja, tali-tali ini dipintal ulang agar kembali menjadi tali “setengah baru”.

“Setengah baru karena ini sebenarnya tali bekas. Namun, masih dapat dipakai oleh para nelayan untuk mengikat rumpon ikan dan pengikat bagan di tengah laut,” jelasnya.

Setiap tali yang dibeli, diurai kembali dan dipintal ulang menggunakan peralatan sederhana seperti bor listrik untuk mengurai dan memintal tali. Dari pengalaman dan inovasinya,  Sahabuddin juga menciptakan  satu alat sederhana yang sudah didaftarkan untuk dapat dipatenkan.

Alat berupa tiang kayu yang diberi dinamo mesin ini berfungsi memintal untaian tali sepanjang ratusan meter. Alat ini rencananya akan dipatenkan karena tidak terdapat pada proses pemintalan ulang tali tambang sejenisnya di seluruh Indonesia.

Sahabuddin kini mempekerjakan delapan orang tenaga kerja setempat yang umumnya adalah ibu-ibu rumah tangga. Setiap pekerja diupah sebesar Rp 80 ribu per harinya atau  Rp 2,4 juta per bulan jika tidak ada libur kerja. Pekerja dibagi dalam dua shift yaitu dari pukul 8 pagi hingga 13 siang dan dilanjut dari pukul 13 hingga pukul 5 sore.

Setiap gulungan tali tambang bekas ini mula-mula diurai dan disatukan kembali dengan ukuran panjang 20 meter dan diameter 20 inchi.  Setiap tali yang dipintal ulang juga harus diatur agar mengandung serat sutera, nilon dan kombinasi sutra-nilon.

Lelaki yang memiliki motto hidup ”bagaimana memberdayakan orang lain disekitarnya ” ini, telah memiliki pasar tetap  di Kota Bontang, yang memang geografisnya berhadapan langsung dengan laut Sulawesi.

Bantuan PHSS di tahun 2020 dan 2021, berupa bantuan bahan baku dan bangunan kerja sepanjang 120 meter serta bantuan peralatan lainnya, untuk mempercepat pekerjaan.

Dalam hitungannya,  lelaki yang kini memiliki teman di Facebook sebanyak 4,3 ribu orang, usahanya  mampu memproduksi kurang lebih 300 roll tali bekas yang masih memiliki masa pakai untuk beberapa keperluan.

Sebagai usaha yang inovatif, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) sangat mengapresiasi ide usaha yang memang tidak pernah ada sebelumnya. Apalagi limbah tali dari kapal-kapal besar di Kecamatan Muara Badak dan sekitarnya, sangat berlimpah.

Head of Comrel and CID PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Elis Fauziah.

Sementara itu, Head of Comrel and CID PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, Elis Fauziah, menjelaskan jika bantuan usaha pemintalan limbah tali kapal ini adalah program unggulan dari PHSS  dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Muara Badak.

Menurut Elis, ada beberapa program unggulan yang menjadi fokus kegiatan PHSS, diantaranya usaha peternakan ulat maggot, dan water system treatment atau lebih dikenal masyarakat dengan nama Pamsimas atau Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

Usaha pemintalan tali daur ulang ini adalah salah satu program unggulan Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) karena usaha ini memanfaatkan limbah yang tidak berguna lagi pabi pemilik kapal besar namun masih dapat dimanfaatkan untuk nelayan slake kecil dan menengah.

“Alhamdulillahnya usaha bapak-ibu di sini telah membuahkan hasil dengan memiliki pasar yang bisa dibilang permanen karena suplay nya terus diminta oleh pembeli terhadap usaha ini,” ujar Ellis.

Ibarat kata pepatah, usaha pemintalan tali ini gayung bersambut karena sejalan dengan komitmen PHSS untuk program pengembangan masyarakat yang mencari ide-ide khas dan inovatif dari masyarakat.

Apalagi pasar dari penjualan tali tambang daur ulang ini dapat dikatakan permanen karena pasarnya masih terbuka luas di seluruh Kaltim dan tidak menutup kemungkinan ke luar daerah.

“Kami dari sisi anggaran selalu dievaluasi  sesuai dengan kebutuhan secara bertahap kepada kelompok misalnya di tahun pertama diberikan bantuan fasilitasnya. Bahkan kami akan fasilitasi mesin karya Pak Sahabuddin  ke Kementerian Hukum dan HAM untuk didaftarkan hak patennya,” ucapnya.

Elis berharap usaha ini dapat menyerap tenaga kerja sekitar yang lebih banyak lagi. Berbagai cara promosi dan penjualan dilakukan agar tali “setengah baru” ini masih memiliki nilai lebih panjang untuk digunakan,  daripada harus dibuang dan menjadi bahan perusak lingkungan.(Penulis : Yuliawan Andrianto)

 

Kadis Kominfo Kaltim Bicara Soal Keamanan Informasi dan Siber

August 25, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Muhammad Faisal

BALIKPAPAN – Pentingnya pengelolaan persandian dan keamanan siber dari ancaman cyber crime dan penyalahgunaan data, telah diinstruksikan langsung Presiden Joko Widodo sejak tahun 2019 lalu.

“Saat ini penyelenggaraan persandian untuk menjaga keamanan informasi memang menjadi hal yang sangat penting mengingat maraknya risiko cyber crime pada era digitalisasi informasi seperti sekarang,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Faisal, saat menjadi  narasumber dalam kegiatan Internalisasi Sistem Sandi Polda Kaltim di Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan, Kamis (25/8/2022).

Dikatakan Faisal, Dalam penilaian National Cyber Security Index (NCSI) kapasitas keamanan siber Indonesia berada dalam kategori yang kurang baik. Dengan skor nilai 38,96 persen yang berada di bawah rata-rata global.

Untuk itu, Indonesia perlu memperkuat kapasitas keamananan siber. Dimulai dari regulasi dalam Undang – Undang (UU).  Kemudian dalam praktiknya, juga diperlukan kompetensi di bidang persandian dan siber di setiap instansi untuk menjaga keamanan data internal. Termasuk di instansi Kepolisian Daerah (Polda).

“Kemanan siber menjadi perhatian kita semua, karena dampaknya besar. Misalnya saja di bidang ekonomi digital. Kalau kemananan siber bermasalah, aktivitas digital marketing terganggu, pelaku e-commerce kita terancam rugi. Padahal mereka lah penopang ekonomi kita selama pandemi.” Kata Faisal saat memaparkan materi dengan tema Perkembangan Teknologi Keamanan Informasi dalam Mendukung Fungsi Persandian.

Faisal menjelaskan, dalam struktur internal perangkat daerah, bidang persandian dulunya dipegang oleh Biro Umum Setdaprov Kaltim. Kemudian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merevisi strukturisasi pemerintahan daerah. Sehingga persandian masuk menjadi seksi di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kaltim.

Dalam amanah UU Nomor 23 Tahun 2014,  statistik dan persandian juga menjadi urusan wajib non pelayanan dasar yang menjadi kewenangan pemerintah.

“Artinya, persandian sudah mendapat ruang bagus di pemerintah karena dianggap penting. Ini perubahan mindset.  Ke depan, persandian dan siber akan kita naikkan sebagai sebuah bidang,” ungkap mantan Kadis Kebudayaan, Pariwisata dan Kominfo Kita Samarinda ini.

Menurut Faisal, sebaik apa pun infrastruktur telekomunikasi, jaringan, atau pun command center tidak akan berguna tanpa keamanan siber yang memadai.

“Apapun yg kita bangun, sia – sia tanpa keamanan siber. Apalagi kalau sampai data bocor,” imbuhnya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengesahkan UU Keamanan Siber dan Perlindungan Data Pribadi agar maturasi keamanan siber di Indonesia lebih terjaga. (KRV/adv/diskominfo kaltim)

Laila Fatihah Apresiasi Inovasi Pembayaran Pajak Pemkot Samarinda

August 25, 2022 by  
Filed under DPRD Kaltim

Laila Fatihah

SAMARINDA – Anggota komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Laila Fatihah mengapresiasi kegiatan Launching Pembayaran Pajak Secara Non Tunai Melalui Virtual Account dan QRIS (Quick Response Indonesian Standard) di Hotel Mercure, Kamis (25/8/2022).

Laila Fatihah mengatakan, DPRD Kota Samarinda akan selalu memberikan dukungan terkait Inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Dengan inovasi yang dilakukan, Laila berharap tidak ada lagi alasan masyarakat dalam pembayaran pajak.

“Kami selalu memberikan apresiasi khususnya kepada Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kota Samarinda melalui Bankaltimtara sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembayaran pajak melalui virtual akun dan QRIS,” ucapnya.

Laila Fatihah mengatakan, proses pelaksanaan pembayaran pajak yang dilakukan dalam era digitalisasi akan mendapatkan tanggapan pro dan kontra. Masyarakat yang belum terbiasa akan mendapatkan kesulitan. Namun, dengan sosialisasi yang terus dilakukan pemerintah daerah laila fatihah yakin masyarakat akan merasakan manfaat dan kemudahan pelaksanaan pembayaran pajak non tunai.

Dalam kegiatan Launching pembayaran pajak, Kepala Bappenda Kota Samarinda Hermanus Barus mengatakan, Pemkot samarinda terus melakukan Inovasi dalam pelayanan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang efektif dan efisien. Kolaborasi yang dilakukan Pemkot Samarinda dengan Bankaltimtara dalam pelayanan pembayaran pajak diharapkan dapat meningkatkan PAD Kota Samarinda.

Direktur Operasional Bankaltimtara Siti Aisyah pada kesempatan yang sama juga memastikan, program pembayaran pajak secara non tuniai menjadi prioritas pelayanan dalam sistem elektronik yang dilengkapi dengan aplikasi dalam memudahkan masyarakat dengan berbagai fitur.

“Pembayaran melalui QRIS menjadi salah satu cara yang paling berhasil dilakukan, sehingga dengan adanya inovasi masyarakat dapat merasakan manfaat kemudahan dalam pembayaran pajak” Pungkasnya. (Ria)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1110974
    Users Today : 3034
    Users Yesterday : 4305
    This Year : 47484
    Total Users : 1110974
    Total views : 10856708
    Who's Online : 64
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-11