Haji Karmin Laonggeng

August 24, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

H Karmin menerima penghargaan APINDO Award dari Gubernur Kaltim diwakili Kadisnaker Ronzani

KETIKA  masih menjadi wali kota, saya agak kaget ketika dilapori Haji Karmin Laonggeng, SE terpilih sebagai ketua Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) masa bakti 2019-2024. Saya tidak begitu mengenal tokoh ini. Juga tidak tahu banyak aktivitas keseniannya. Tapi belakangan saya baru tahu ternyata Haji Karmin, panggilan akrabnya, punya komitmen yang tinggi memajukan DKB. Dia memang pelaku seni, pengusaha, dan politisi.

Sebagai gebrakan awal kepengurusannya, Haji Karmin menggelar Balikpapan Manuntung Art Festival. Itu arena yang menampilkan seni budaya Balikpapan dan Kaltim. Sangat sukses. Bahkan dia bertindak sebagai produser ketika memanggungkan Putri Ronggeng, yang banyak dipuji.

Tokoh kelahiran Rappang, Sulsel ini baru saja berulang tahun ke-60, tanggal 10 Agustus lalu. Menikah dengan Hajjah Wiyatin, dia dianugerahi 2 anak.  Penampilannya terbilang kalem, tapi orang tahu dia pekerja keras dan mempunyai semangat memajukan dan menyejahterakan orang banyak. “Bekerja penuh sukacita, itu motto hidup saya,” kata Haji Karmin

Sayang saya tidak bisa hadir pada acara syukuran sekaligus pengajian di kediamannya di kompleks Balikpapan Baru, Sabtu (13/8) lalu. Haji Karmin rutin mengundang KH Ahmad Sanusi Ibrahim dari Tabalong,  Kalsel, yang akrab dipanggil Guru Jaro.

Ketika saya hadir dalam pengajian sebelumnya bersama mantan ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong (ABS), Guru Jaro senang sekali. Sebelumnya kami sudah akrab dengan kiai yang sangat kharismatik  ini. “ABS dan Pak Rizal sudah lama saya kenal,” kata Guru Jaro. Bahkan Guru masih ingat suara ABS yang begitu lantang ketika memberikan sambutan.

Haji Karmin sendiri ternyata sangat mendalami masalah agama. Sangat lancar mengutip berbagai ayat Alquran. Pengetahuan keagamaannya terbilang dalam. Saya sempat kaget ketika diundang peresmian Masjid Al Ghafur di Jalan Telaga Mas, Batakan, beberapa waktu lalu. Masjid bernilai Rp 5 miliar lebih itu, ternyata pembangunannya sepenuhnya dibiayai oleh Haji Karmin. “Ini amanah keluarga,” katanya merendah.

Ketua Masjid Al Ghafur, Mukiran, SPd, MM mengaku kaget ada seorang pengusaha yang begitu perhatian membangun rumah Allah. “Kami warga di sini seperti mendapat anugerah hidayah bisa memiliki masjid sebagus ini. Kami hanya bisa berdoa agar Haji Karmin selalu dijaga Allah, panjang umur dan terus dimurahkan rezekinya,” kata mantan ketua PGRI ini.

Pada Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah, Juli lalu, Haji Karmin banyak melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Salah seekor sapi kurbannya diserahkan kepada panitia kurban Masjid Agung At Taqwa, di mana saya sebagai ketua umum. “Berkurban perintah Allah kepada kita untuk berbagi dengan orang di sekeliling kita yang tidak mampu,” jelasnya.

H Karmin bersama timnya di ARCO Group

Kedermawanan Haji Karmin ini tidak terlepas dari perkembangan usahanya yang terus maju. Di bawah bendera ARCO Group (PT Abadi Raya Commerce), Haji Karmin mengembangkan usaha di bidang catering, cleaning service, jasa pengamanan (security) sampai pengadaan sembako. ARCO melayani kebutuhan berbagai usaha pertambangan, minyak, dan batu bara serta  lainnya di wilayah Kalimantan. Tidak kurang 3.000  pekerjanya. Sangat banyak.

LAYAK DI PILKADA

Haji Karmin sepertinya punya persahabatan yang dalam dengan ABS. Berkat dukungan ABS  dia menjadi ketua DKB. ABS ketika menjadi ketua dewan memang banyak memberikan perhatian terhadap kiprah DKB. Selain dia juga seniman, pengarang dan pembaca puisi yang unik.

Mereka sempat bersama-sama mengawal Partai Berkarya (Beringin Karya) Kaltim, yang sekarang di DPP-nya diketuai Mayjen TNI (purn) Muchdi  Purwoprandjono (PR). Muchdi pernah menjadi Pangdam VI/Mulawarman masa bakti 1997-1998. Kabarnya Muchdi juga punya usaha di daerah ini dalam bidang pertambangan dan perkebunan.

Ketika ABS kembali ke Golkar, Haji Karmin tetap konsisten mengawal partai ini. Sekarang dia menjadi ketua DPW Partai Berkarya Kaltim. “Insyaallah Partai Berkarya lolos verifikasi KPU dan punya wakil di parlemen,” katanya bersemangat.

Saya belum tahu apakah Haji Karmin mencalonkan diri sebagai wakil rakyat atau tidak. Tapi beberapa pendukungnya mengusulkan agar Haji Karmin di Pemilu serentak tahun 2024, ikut mewarnai. Bisa di pemilihan gubernur atau wagub Kaltim, bisa juga di pemilihan wali kota Balikpapan. “Ketokohan dan kemampuan beliau sangat layak menjadi pemimpin kita di masa depan,” kata Pak Dullah, seorang pedagang di Pandan Sari.

Dalam acara APINDO Award di Hotel Platinum, Minggu (21/8) malam, Haji Karmin terpilih sebagai salah seorang tokoh pengusaha yang mendapat penghargaan. “Kiprahnya di dunia usaha sangat baik, hubungannya dengan APINDO dan pekerja juga harmonis. Karena itu dia sangat layak kita beri penghargaan,” kata Ketua APINDO Kaltim, Slamet Brotosiswoyo.

Saya yang juga mendapat penghargaan yang sama memberi ucapan selamat kepada Haji Karmin. “Insyaallah saya akan menghadiri launching buku Pak Rizal ‘Bukan Pak Wali Lagi.’ Selamat dengan bukunya, luar biasa,” katanya. Selamat ulang tahun Pak Haji. Maju dan terus berkarya.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan senior Kalimantan Timur.

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Waspada Penipuan Meminta Sejumlah Uang

August 24, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

TANA PASER– Modus penipuan dengan menggunakan nama dan identitas sejumlah pejabat di Kabupaten Paser kembali terjadi. Kali ini identitas Kanit 3 Subdit 3 Ditreskrimsus Polda Kaltim AKP Supriyadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Paser, digunakan oleh orang yang tak bertanggungjawab dengan melakukan penipuan dan meminta sejumlah uang.

Saat dikonfirmasi AKP Supriyadi mengatakan, tindakan tersebut dilakukan oleh orang lain yang tidak diketahui. Ia menegaskan hal tersebut bukanlah dirinya.

“Saya menerima laporan dari rekanan, katanya ada yang mengaku saya dan coba meminta sejumlah uang pada masyarakat. Yang saya ketahui orang tak bertanggungjawab ini menghubungi salah pengusaha BBM di Kabupaten Paser,” ucap AKP Supriyadi. Selasa (23/8/2022) malam.

Dalam screenshot chat WA yang diterima AKP Supriyadi dari rekannya diketahui Nomor WA orang Tak Bertanggungjawab tersebut. Yakni, 082169406824, selain itu juga terdapat rekening BRI dengan nomor rekening 208301018702503 An. Briptu Pol Muhammad Yanuar Wicaksono.

“Kami harap masyarakat bisa terhindar dari modus penipuan. Jika mendapatkan hal seperti ini, jangan mudah percaya. Jika ada warga Kabupaten Paser yang sudah menjadi korban, segera laporkan saja ke pihak kepolisian. Supaya bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (yun)

Polres Batu Buka Gerai Vaksin Presisi

August 24, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Polres Batu terus meningkatkan upaya penanganan pandemi Covid-19 di wilayah hukum Polres Batu melalui ‘Gerai Vaksin Presisi’. Dibuka setiap hari di Mapolres Batu bagi masyarakat yang akan vaksin dosis 1, 2 dan 3 (Booster), Rabu (24/8/22).

Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin melalui Kasi Humas Iptu Ivandi Yudistiro menyampaikan, hingga saat ini pihaknya berupaya optimal untuk meningkatkan capaian pelaksanaan vaksin bagi masyarakat, khususnya warga Kota Batu. Sasaran vaksin kepada masyarakat umum, remaja maupun orang tua lanjut usia.

“Dengan Vaksinasi Covid -19 pada masyarakat umum ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap bahaya Penyebaran dan Penularan virus Covid -19. Makanya kita terus menghimbau masyarakat agar bisa mendaftarkan diri untuk di vaksin di Mapolres Batu,” kata Ivandi.

Dibutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat, sebagai upaya meningkatkan percepatan vaksinasi di wilayah hukum Polres Batu.

“Kami berharap kepada warga yang sudah menerima vaksin agar turut menyampaikan informasi kepada keluarga, sahabat dan tetangga sekitar tentang pentingnya vaksinasi, dan informasikan juga ke media sosial bahwa ada ‘Gerai Vaksin Presisi’ di Mapolres Batu yang selalu terbuka bagi masyarakat untuk vaksin,” ucap Kasi Humas Polres Batu.

Ivandi juga mengingatkan kepada masyarakat yang sudah di vaksin agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. ( Buang Supeno)

Berkat Pamsimas, Baju Sekolah yang Kekuningan Kini Putih Cemerlang

August 24, 2022 by  
Filed under Profil

Kualitas air Pamsimas Desa Saliki milik BUMDes Mekar Sejati setelah “dipecah” dengan cara aerasi bertingkat.

Seperti pada daerah pesisir umumnya di Kalimantan, lapisan bawah tanah memiliki sedimentasi lumpur yang berasal dari tumbuhan yang lapuk ribuan tahun yang lalu. Tumbuhan yang telah terjebak di dalam tanah ini menimbulkan bau tak sedap pada air. Selain itu kualitas air yang memiliki zat besi tinggi, warna airnya kuning kecokelatan.

Masyarakat Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, misalnya, telah merasakan air baku mereka yang tidak layak untuk digunakan mencuci pakaian apalagi untuk dikonsumsi.

“Kalau dahulu, anak-anak sekolah dari Desa Saliki ini dapat dibedakan dengan baju anak sekolah lainnya di Muara Badak. Karena baju putih kami warnanya sedikit kekuningan,” ujar Maria (41)  tertawa mengenang masa kecilnya saat bersekolah.

Wanita yang kini telah menjabat sebagai Kepala Sekolah di SDN 002 Desa Saliki menceritakan, orang tuanya dahulu harus menampung air sumur  mereka dan dijernihkan dengan “obat air”. Jika endapan telah turun ke dasar bak penampungan, barulah air tersebut dapat digunakan.  Itupun jika digunakan pada kain berwarna putih, lama-kelamaan baju akan menjadi kuning kecokelatan. Kandungan minyak dan zat besi yang tinggi terlihat manakala permukaan air terlihat seperti  ada “lapisan pelangi”

“Jadi bak yang diberi obat air tidak  dapat langsung dipakai. Masih perlu waktu 1-2 hari untuk diendapkan. Jadi orang tua kita dulu harus memiliki bak penampungan yang banyak,” kenangnya.

Obat air yang dimaksud Maria adalah zat kimia bernama Aluminium sulfat yang memang dapat mengikat partikel-partikel kotor dalam air karena bersifat koagulan. Masyarakat umum mengenalnya dengan nama tawas atau istilah mereka “obat air”.

Kini, Maria dan keluarga merasakan manfaat keberadaan Pamsimas ini. Diakuinya saat ini pun ia memiliki dua bak penampungan besar yang setiap hari diisi dengan layanan air Pamsimas ini.  Kini Maria hanya perlu menyiapkan uang sebesar Rp 22 ribu hingga Rp 25 ribu untuk pemakaiannya selama sebulan.

“Setelah adanya fasilitas Pamsimas ini, anak-anak sekarang tidak lagi memiliki baju seragam berwarna kuning kecokelatan seperti kami dulu sekolah. Bahkan seragam anak-anak kini lebih putih dan cemerlang,” ujar Maria kembali tertawa.

Ketua BUMDes Mekar Sejati, Mansyur Amhas, menunjukkan bagaimana sistem injeksi penjernih air dengan beberapa kimia, diantaranya zat kaporit, penghilang kadar zat besi dan pembunuh kuman yang berbahaya bagi tubuh.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah memberikan banyak bantuan untuk pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Hingga tahun 2022, tercatat ada 46 Pamsimas yang tersebar di puluhan desa, termasuk di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, yang  diresmikan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah pada tahun 2018.

Kabupaten yang memiliki luas wilayah 27.267,10 Kilometer persegi (Km2) ini, memiliki 18 kecamatan. Kecamatan yang berada di pedalaman yaitu Kecamatan Loa Janan, Loa Kulu, Muara Muntai, Muara Wis, Kota Bangun, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Muara Kaman, Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang.  Sementara itu, beberapa kecamatan yang berada di pesisir yaitu Samboja, Sanga Sanga, Muara Jawa, Anggana,  Muara Badak, dan Marangkayu.

Kabupaten yang berada di pedalaman umumnya memiliki sumber daya alam batu bara dan bahan galian lainnya sedangkan kecamatan yang berada di pesisir umumnya banyak ditemukan kandungan minyak dan gas.

Menurut data Sensus Penduduk tahun 2020 Badan Pusat Statistik  Provinsi Kaltim, jumlah penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 734.485 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan, 44 kelurahan dan 193 desa.

Cerita pendirian Pamsimas di desa Saliki, dituturkan oleh Kepala Desa Saliki Kecamatan Muara Badak, Saliansyah. Menurutnya, pada tahun 2016 dimulailah pengusulan pembangunan instalasi air bersih ini.  Dengan bantuan dari perusahaan saat itu VICO Indonesia sebesar Rp 208 juta untuk pembangunan pagar, bak penampungan, tower air, pompa, serta beberapa penyaring (filter) air.

Masyarakat penerima manfaat Pamsimas dikenakan retribusi air sesuai kubikasi pemakaian, yakni 1 – 10 meter kubik  sebesar Rp 2.500,- per meter kubik dan minimal pemakaian adalah 10 meter kubik atau Rp 25.000 perbulan. Kemudian jika pemakaian lebih dari 10 meter kubik maka kubik ke 11 dan seterusnya dikenakan retribusi sebesar Rp 3.500,- per meter kubik.

“Pamsimas Badak Mekar kini telah bisa mendiri bahkan bisa berkontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Desa Saliki. Pada tahun 2021 keuntungan Pamsimas Badak Mekar mencapai Rp 120 juta dan disetorkan sebagai PAD Desa Saliki sebesar Rp 24 juta,” jelasnya.

Menurunya, target Pamsimas ke depan adalah meningkatkan kapasitas air bersih dengan menambah sumur volume air bor dan menambah bak penampungan. Sehingga diharapkan dapat menambah kapasitas sambungan air dan jam distribusi air yang saat ini hanya 5 jam per hari, menjadi minimal 12 jam.

Selanjutnya, ujar Saliansyah, akan dilakukan replikasi program Pamsimas ini ke wilayah lain yang belum mendapatkan air bersih yakni di wilayah RT 5 dan 6 di lapangan Nilam dalam desa yang sama.

Sementara itu, Ketua BUMDdes Mekar Sejati,  Mansyur Amhas menjelaskan sejak pertama kali beroperasi, kapasitas Pamsimas ini telah mampu melayani hingga 400 rumah atau sekitar lebih dari 2 ribu jiwa.

Namun seiring dengan berjalannya waktu,  Pamsimas ini juga sudah harus melalui berbagai tahapan perawatan dan peningkatan peralatan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih luas ke masyarakat.

Tingginya pemakaian masyarakat, sehingga pengelola memberlakukan dua jam operasi yaitu pada pukul 07.00-10.00 dan pukul 16.00-18.00. “Air yang kita proses setelah pukul 10.00 akan kita gunakan untuk operasional pada sore harinya, begitu seterusnya. Air proses malam untuk digunakan pada siang harinya,” jelas Mansyur.

Dengan kedalaman sumur bor 120 meter, diakui Mansyur jika air yang dihasilkan tidak dapat langsung diminum karena fasilitas Pamsimas ini hanya fasilitas air bersih, bukan untuk konsumsi langsung.  Apalagi kondisi air tanah di desa ini, masih bercampur dengan zat besi yang tinggi, mengandung sedikit minyak dan rasa yang sedikit berbau dan payau.

Diakuinya, untuk menjadikan air yang wilayahnya dekat dengan pesisir pantai ini layak dipakai, haruslah diperlakukan sedikit ekstra. Menara air setinggi 10 meter menjadi penanda jika air di sekitar Pamsimas masih berbau khas rawa-rawa.

Dengan menara yang memiliki empat kali penyaringan ini , air yang masih berbau “dipecah” oleh oksigen dengan sistem aerasi. Kemudian air dialirkan ke bak-bak penampungan dengan pencampuran beberapa bahan  kimia seperti kaporit (Calcium hypochlorite) untuk membunuh kuman, larutan  penjernih dan bahan kimia lainnya untuk menghilangkan kadar zat besi air.

Menurut Mansyur, kualitas air Pamsimas mereka setiap tahunnya dilakukan uji kelayakan agar air yang dihasilkan dapat digunakan sebagai air bersih dan dapat digunakan sebagai air minum bagi warga, melalui proses perebusan.

‘Dari Pamsimas ini kami juga memiliki usaha depot air minum isi ulang melalui proses ionisasi dan inframerah sehingga dari pemeriksaan laboratorium depot kami dinyatakan layak sebagai air minum isi ulang yang dapat langsung tanpa dimasak,” ujar Mansyur bangga.

Pamsimas yang diresmikan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah tahun 2018 ini telah menghabiskan dana sebesar Rp 356.635.667 juta, diantaranya  berasal dari dana APBN Rp 245 juta dan dana APBDes sebesar Rp 38 juta.

Head of Comrel and CID PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Elis Fauziah.

Menanggapi keberadaan Pamsimas di area kerjanya,  Head of Comrel and CID PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Elis Fauziah mengatakan ada beberapa program binaan PHSS di wilayah Kecamatan Muara Badak, diantaranya  usaha pemintalan tali bekas, usaha peternakan ulat maggot dan Pamsimas di Desa Saliki ini.

“Program Water Supply System (WSS) di Desa Saliki ini merupakan program kolaborasi dari program perusahaan, pemerintah kabupaten dan masyarakat melalui BUMDes Mekar Sejati Desa Saliki sebagai pengelola air bersih,” ujarnya.

Dijelaskan Elis, pada 2016 PHSS membantu pembangunan bak penampungan, pagar beton keliling, dan peningkatan water system treatment yang lebih baik lagi.

Diakuinya, bantuan yang  telah diberikan oleh Pertamina masih belum besar dengan apa yang telah  diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat. “Terpenting adalah apa yang telah kami diberikan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya merendah.

Ditambahkan Elis, untuk tahap selanjutnya adalah replikasi program WSS di lapangan Nilam yakni untuk wilayah RT 5 dan 6 yang masih masuk dalam wilayah administratif Desa Saliki.  Strategi pendampingan nantinya, ujar Elis akan  menggunakan metode pendekatan partisipatif yakni perencanaan program menggunakan metode button up planning.

“Dimulai dengan melakukan survey social mapping, musyawarah rencana kerja, perencanaan strategis (renstra) dengan mengangkat potensi lokal sesuai karakter masing-masing tempat,” jelasnya.

Ada empat  bidang program corporate social responsibility (CSR) yang akan dan telah direalisasikan oleh PHSS yaitu pengelolaan bank sampah untuk program lingkungan, penyediaan air bersih, pendirian rumah literasi di Kecamatan Samboja yang merupakan program Pendidikan  dan Penyediaan Klinik Kesehatan Berjalan (mobile) serta bantuan modal usaha UMKM untuk bidang ekonomi.

Bahkan penyediaan air bersih bagi desa ini, PHSS berhasil meraih dua penghargaan Kategori Gold untuk aspek Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat pada “Indonesia CSR Awards 2020” yang diadakan pada 6 November 2020.

Kedua penghargaan tersebut diberikan kepada PT Pertamina Hulu Sanga Sanga  untuk Program Water Supply System (WSS) di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak dan Program Rumah Literasi Kreatif (Rulika) Bunga Kertas di Desa Beringin Agung, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.

Indonesia CSR Awards 2020 merupakan ajang penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Sebagai salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia, PHSS berkomitmen untuk memastikan perusahaan dapat terus menghasilkan migas bagi Indonesia secara selamat dan berkelanjutan, serta menjalankan program-program CSR yang menghasilkan manfaat yang signifikan terhadap masyarakat,” ucap Ellis.(Penulis : Yuliawan Andrianto).

Penyaluran Dana Desa dan BLT Capai 66,82 Persen

August 24, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

Anwar Sanusi

SAMARINDA –Penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2022 per tanggal 22 Agustus 2022 mencapai 66,88 persen atau senilai Rp508 miliar dari anggaran sebesar Rp760,29 miliar.

“Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim terus memantau progres penyaluran Dana Desa dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2022,” Kepala DPMPD Kaltim Anwar Sanusi melalui Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Sri Wartini didampingi Pejabat Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Isnawati, Selasa (23/8/2022).

Dirincikan, sebesar Rp322,39 miliar telah tersalur untuk Dana Desa Reguler dan Rp185,61 miliar untuk penyaluran BLT Dana Desa.

Progresnya disebut akan terus bergerak karena tercatat dari 841 desa se Kaltim sudah 100 persen atau seluruhnya sudah uploud data APD Desa.

Diakui angka penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa dan BLT dimaksud secara persentase sudah cukup baik untuk provinsi se Kalimantan. Paling tinggi Provinsi Kalimantan Selatan dengan presentasi 73,87 persen yang kemudian disusul Provinsi Kaltim dengan persentase 66,88 persen.

Secara nasional progres penyalurannya 64,90 persen atau senilai Rp44,13 triliun dengan rincian DD Reguler 41,28 persen atau senilai Rp28,07 triliun dan BLT Desa 23,62 persen.

“Data APB Desa telah masuk sejumlah 74.937 desa dan yang telah dianggarkan penggunaannya sebanyak Rp57,22 triliun sesuai kewenangan desa,”katanya.

Rinciannya Kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional Rp29,24 triliun, Kegiatan Program Prioritas Nasional Rp16,53 triliun. Kegiatan Mitigasi Penanganan Bencana Alam dan Non-Alam Rp2,43 triliun dan Kegiatan Prioritas Lainnya Rp 9,01 triliun,”sebutnya merinci.

Lainnya, BLT Desa telah tersalur ke 7.288.902 KPM di 72.981 desa. KPM terbanyak yang menerima BLT Desa merupakan KPM Penerima JPS APBN/APBD yang sudah dihentikan.

Kemudian Dana Desa untuk mendukung program ketahanan pangan nabati dan hewani telah teranggarkan sebesar Rp8,87 triliun atau 13,05 persen. Dana Desa untuk kegiatan Desa Aman COVID-19 telah teranggarkan sebesar Rp1.93 triliun atau 2,84 persen.

“Untuk amanat pelaksanaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) ada sebanyak 662.329 pekerja yang terdiri atas 588.862 laki-laki dan 73.467 perempuan. Pekerja PKTD TA 2022 paling banyak berasal dari keluarga miskin, yakni sebanyak 281.473 pekerja,”katanya.(AM)

« Previous PageNext Page »

  • vb