Tomohon Tetap Teratas di Kelas A, Kota Batu Ambil Alih Kelas B

November 27, 2022 by  
Filed under Olahraga

SOLO – Tim Kota Tomohon tancap gas untuk tetap menduduki posisi teratas pada nomor pertandingan kelas A  dan Kota Batu  mengambil alih pimpinan Kelas B pada Kejurnas Bridge ke-58 di Kota Surakarta.  Setelah memainkan 11 sesi di Kelas A, Kota Tomohon berhasil mengumpulkan nilai 132.22 VP, disusul Kota Bitung ditempat kedua dengan 126.32 VP. Peringkat 3-8  Kelas A sebagai berikut: (3) Jakarta Selatan 102.24 VP, (4) Jakarta Pusat 95.57 VP, (5) Kabupaten Pesisir Selatan 90.07 VP, (6) Kota Bandung 89.08 VP, (7) Kota Semarang 88.23 VP, (8) Kota Surabaya 71.59 VP.

Sementara pada nomor pertandingan Kelas B Kota malang mengambil alih pimpinan dari Kabupaten Grobogan dan berhasil mengumpulkan 127.37 VP disusul Kabupaten Sidoarjo dengan 120.80 VP. Posisi 3-6 selanjutnya: (3) Kota Palu 116.15 VP, (4) Kabupaten Grobogan 108.74 VP, (5) Kabupaten Karawang 105.20 VP, dan (6) Kabupaten Ketapang 100.83 VP.

Di kelompok Putri Jakarta Utara masih memimpin dengan nilai 125.32 VP disusul Kabupaten Kendal Jawa Tengah 119.82 VP dan Jatim115.12 VP. Untuk kelompok Senior Jakarta Timur memimpin dengan 101.83 disusul ditempat kedua Kota Semarang dengan 66.83 VP.

Sementara itu pada nomor Mix Tim  Jakarta Utara di puncak pimpinan dengan 144.66 VP disusul oleh Kabupaten Grobogan 51 VP di peringkat dua, dan Kota Palembang di posisi tiga dengan 97.08 VP.

Dalam Kejurnas ini juga dipertandingkan nomor kelompok Umur U21, U26, U31 dan Girl. Pada Kelompok U21 Tim Kendal Jawa Tengah terus memimpin dengan 101.83 VP disusul Smala BC Padang Pariaman dengan 120.33 VP dan UNEJ KING Jember 115.52 VP. Pada Kelompok U26 Palembang ambil alih klasemen dengan 158.99 VP ditempat kedua IF ITS Surabaya 142.03 VP, dan Jatim 26 dengan 133.31 VP.

Sementara itu pada kelompok U31 Unpad Antares mengambil alih pimpinan dengan nilai 128.47 VP VP disusul Unpad Rawrrrrrr 120.56 VP dan Ungaran Pride turun ke posisi 3 dengan 116.63 VP. Sedangkan untuk Kelompok Girl ditempati DIY di peringkat 1 dengan 104.67 VP disusul UNEJ Girl 104.61 VP, dan Sleman Girls 91.32 VP.(bert)

Guru, Pinjol, dan Benjol

November 26, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

CUCU saya Defa dan Dafin malas-malasan bangun pagi. Ketika pagi-pagi saya menemui mereka Jumat (25/11)  lalu, keduanya baru bangun mendengar saya datang. Saat disuruh mandi, mereka dorong-dorongan. “Abang aja yang duluan mandi,” kata Afin. “Enak aja, giliran Afin yang duluan, ‘kan kemarin Abang,” kata Defa.

Mereka memang lagi santai. Semua sekolah diliburkan. “Hari ini hari guru, Kai, gurunya upacara,” kata keduanya hampir serentak. Memang kalau guru upacara serentak, anak-anak tak sekolah. Maklum tidak ada yang menjaga dan mengajar.

Hari Guru memang ditetapkan diperingati setiap tanggal 25 November sekaligus hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejarahnya merujuk kepada Kongres Guru Indonesia di Surakarta, 24-25 November 1945.

Dalam kongres yang mempertemukan berbagai organisasi guru yang ada waktu itu, maka lahirlah PGRI. Karena itu, melalui Keputusan Presiden No 78 Tahun 1994, ditetapkan juga sebagai Hari Guru Nasional untuk mendukung perjuangan guru di Indonesia.

Mengutip pgri.0r.id, jauh sebelum proklamasi kemerdekaan sebenarnya sudah ada organisasi perjuangan guru-guru. Setidaknya pada tahun 1912 ada yang namanya Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Lalu menyusul kemudian Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Ambachtsschool (PGAS) serta berbagai organisasi guru berbasis keagamaan dan kebangsaan seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV) dan Katolieke Onderwijsbond (KOB).

Semua organisasi itu akhirnya bersatu di dalam organisasi gabungan, PGRI. Karena itu, PGRI menjadi salah satu organisasi profesi dengan jumlah anggota terbesar. Bayangkan angkanya mencapai 3,3 juta orang. Hampir sama dengan jumlah penduduk Kaltim. Belum lagi guru honor yang jumlahnya di atas satu juta orang.

Meski PGRI nonpartai, toh  menjelang perhelatan demokrasi tahun 2024  PGRI termasuk kue manis yang jadi rebutan. Calon presiden, parpol, dan politisi berusaha meraup suara sebanyak-banyaknya dari para guru. Janji manis bertaburan, tapi nasib guru sejauh ini belum terangkat dengan baik.

Saya jadi teringat waktu saya masih menjadi wali kota. Saya selalu menjadi inspektur upacara peringatan Hari Guru Nasional. Acara apa pun saya tinggalkan termasuk berangkat ke luar daerah. Kecuali ada hal yang mendesak dan tidak bisa ditinggalkan. Karena itu saya punya koleksi baju batik guru hampir 10 lembar. Baju yang didesain warna hitam putih itu ditaburi logo PGRI. Saya pakai setiap menjadi irup hari guru.

Ada tiga hal mengapa saya harus selalu menghadiri upacara hari guru. Pertama, saya menyadari betul peranan guru membangun kualitas anak bangsa. Kedua, saya menghargai betul pengabdian para guru sekalipun dia guru honor dengan gaji kecil tapi tidak pernah kendur mengajari anak-anak kita. Dan ketiga, ayah saya juga seorang guru. Guru SD.

Ayah saya, Suhaimi Effendi di tahun 60-an menjadi guru di Gunung Malang, Samboja. Malah sempat menjadi kepala sekolah. Lalu pindah jadi guru di SDN Tjong Hwa Tjong Hwe Samarinda, yang belakangan jadi kompleks pertokoan Pinang Babaris dan ganti lagi menjadi  lokasi Hotel Ibis dan Mercure. Kemudian sekolahnya tergusur ke SD 028 di Jl Aminah Syukur.

Sebagai guru senior, ayah saya juga aktif menjadi pengurus PGRI Samarinda. Sampai akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD. Satu angkatan dengan mantan gubernur Awang Faroek Ishak. Dulu Pak Awang sempat menjadi ketua PGRI Kaltim, yang ikut mengantarnya berkarier di arena politik.

Ayah saya bilang, guru adalah medan pengabdian yang abadi. Dia sangat mencintai profesi yang mulia itu. Sampai akhir hayatnya.

KAPAN MERDEKANYA?

Dari Senayan, saya mendengar suara lirih penyanyi cantik Krisdayanti (KD) menyambut Hari Guru Nasional tahun 2022. “Masih ada guru yang bergaji Rp300 ribu sebulan. Itu guru honor ada di sekitar kita. Ada yang tinggal di lingkungan sekolah, di bagian toilet, sesuatu yang tidak pantas kita berikan kepada para guru,” kata anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi pendidikan dan kesehatan ini.

KD berharap Pemerintah ke depannya bisa memberikan kesejahteraan yang sepantasnya bagi guru. Sebab para guru termasuk guru honorer dengan kondisi kesejahteraan yang terbatas, masih dapat memberikan yang terbaik untuk anak didiknya.

Lebih jelas lagi, seperti  yang diungkapkan Satriwan Salim, koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). “Pemerintah ingkar penanganan janji. Presiden Jokowi harus turun tangan menuntaskan karut marut nasib guru di Tanah Air,” katanya seperti dilansir medcom.id.

Manurut Satriwan, kesejahteraan guru khususnya guru honorer masih jauh panggang dari api. Padahal negara berutang besar dari mereka. Indonesia saat ini mengalami darurat kekurangan guru ASN, dan itu diisi atau diselamatkan dengan kehadiran tenaga guru honorer.

Tahun 2021 Indonesia membutuhkan satu juta guru ASN PPPK secara nasional. Tapi sialnya, hanya 293.860 guru yang lulus dan dapat formasi dari Pemda. Lebih mengenaskan lagi, sebanyak 193 ribu lebih guru lulus tes PPPK namun tak mendapatkan formasi hingga November ini.

“Janji Mendikbudristek dan Menpan RB akan mengangkat 1 juta guru ASN PPPK tinggal janji saja. Para guru honor seolah di-‘ghosting’ Pemerintah. Nasib 193 ribu guru itu terombang-ambing dengan kacaunya seleksi PPPK. Belum lagi guru madrasah swasta yang tak bisa ikut, terkesan diskriminatif,” kata Satriwan.

Program ASN PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja)  adalah mereka yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu. Paling singkat satu tahun dan bisa diperpanjang. Yang boleh ikut seleksi berusia antara 20 sampai 59 tahun.

Selain masih riuh tahap pengangkatannya, kesejahteraan guru honor pun dirasakan sangat miris. Mereka masih menerima gaji di bawah UMP/UMK daerah. Masih banyak yang menerima antara 500 ribu sampai satu juta rupiah per bulan. Padahal berdasarkan UU No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial lainnya.

Akibat kesejahteraan yang minim itu, kini terungkap bahwa  banyak guru menjadi korban praktik pinjaman online (pinjol) ilegal. Hal itu diungkapkan Friderica Widyasari, anggota Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen mengutip hasil riset No Limit Indonesia.

“Berdasarkan demografi, 42 persen yang terjerat pinjol ilegal adalah guru. Mungkin karena mereka butuh uang untuk kepeluan hidup mendesak dan kebetulan ada dana pinjol yang bisa cair lebih  cepat,” kata Widyasari.

Pinjol ilegal memang manis di awal,  benjol di masa penagihan. Selain bunganya tinggi mereka tak segan-segan mengancam dan mempermalukan si peminjam. Itu baru saja juga dialami 311 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), yang terjerat pinjol bernilai miliaran rupiah.

Urusan kesejahteraan guru ini juga mengusik aktivitas Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia harus menghadapi demo ribuan guru yang menolak dihapuskannya tambahan insentif guru Rp700 ribu per bulan dari APBD. Doktor ilmu hukum alumnus UMI Makassar itu harus menghadapi  situasi yang dilematis, sebab  secara aturan dianggap double anggaran. “Demi Allah saya ingin insentif tetap ada, bahkan kalau bisa ditinggikan,” katanya.

Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim mengakui ada yang belum lancar dalam proses pengangkatan guru honorer. “Saya tidak menutup mata memang masih banyak hal yang harus disempurnakan. Karena itu kita harus gotong royong agar target kita satu juta guru diangkat sebagai ASN PPPK dapat segera terwujud,” begitu kata Mas Nadiem di bagian akhir sambutannya menyambut Hari Guru Nasional 2022.

Banyak guru honorer menilai sambutan Mas Menteri itu terasa hambar. Malah lebih terkesan basa-basi tanpa diwarnai semangat untuk segera menuntaskannya. “Kalau cuma begitu komentarnya, kapan guru honorer merdeka? Percuma layar Merdeka Belajar dibentangkan,” tandas mereka. Dirgahayu Hari Guru Nasional 2022. Terima kasih, guruku, meski belum bisa tersenyum lebar.(*)

RS Mata Pemprov Kaltim Serius Dongkrak Kapasitas SDM

November 26, 2022 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Rumah Sakit Mata Provinsi (RSMP) Kalimantan Timur, terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada di lingkungan rumah sakit mata satu-satunya di Kaltim ini. Seperti terlihat Kamis (24/11) siang tadi, bertempat di salah satu ruangan rumah sakit tersebut, digelar pelatihan pengembangan kapasitas dengan menghadirkan narasumber dari Semesta Academy Samarinda.

“Kami sudah bekerja sama dengan Semesta Academy sejak tahun lalu. Semoga saja, upaya peningkatan kapasitas ini mendapat respons yang baik dari seluruh jajaran di rumah sakit ini,” sebut Direktur RS Mata Provinsi Kaltim, drg. Shanty Sintessa Wulaningrum, M. Kes.

Dikatakan Shanty, meski sudah berbuat banyak, namun tidak mudah untuk membuat rumah sakit mata ini semakin dikenal warga Kaltim. Karena itu, ia berharap, ketika nanti rumah sakit ini menempati gedung baru di Jalan M Yamin Samarinda, bisa semakin maksimal dan makin dikenal dalam memberikan layanan kesehatan mata pada masyarakat.

“Sebelum menempati gedung baru, SDM juga harus dipersiapkan maksimal,” sebut Shanty. Tentu saja, di gedung baru nanti, tuntutan kinerja semakin meningkat, seiring dengan upaya meningkatkan kualitas layanan. Dalam upaya itu pula, rumah sakit ini pun sedang mempersiapkan penilaian akreditasi rumah sakit, agar sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, narasumber dari Semesta Academy yang memberikan materi dalam pelatihan tersebut adalah Endro S. Efendi, SE., CHt., CT., CPS., M.CEHt. Praktisi teknologi pikiran ini, memberikan materi perlunya setiap individu mengembangkan kapasitas dirinya.

“Hal yang sangat penting diperlukan dalam setiap unit kerja adalah adanya penghargaan atau pujian. Hasil penelitian membuktikan, karyawan yang diberikan pujian, jauh lebih berkembang ketimbang yang selalu diberikan kritikan,” bebernya.

Endro pun mengajak, agar setiap karyawan bisa memiliki performa yang meningkat, setiap atasan sebaiknya lebih fokus pada kelebihan yang dimiliki stafnya. “Siapa pun tidak akan suka dikritik serta dibanding-bandingkan. Mari fokus pada kelebihan setiap tim. Supaya kinerjanya bisa terus didorong semakin meningkat,” bebernya.

Selain memberikan berbagai materi tentang pengembangan kapasitas, Endro pun sempat mengajak peserta pelatihan melakukan relaksasi. Meski baru pertama kali dilakukan, namun beberapa peserta mengaku sangat nyaman saat menjalani relaksasi tersebut.

“Agar kerja tetap sehat dan semangat, salah satunya boleh rutin melakukan relaksasi. Ini penting untuk menetralkan emosi yang kurang positif, bisa mengistirahatkan tubuh dan pikiran, dan siap bekerja lebih baik,” pungkasnya. (*)

Polres Paser Ngobras bersama Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama di Desa Kerang

November 26, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER-Dalam upaya menjaga kondusifitas Kamtibmas jelang Pilkades serentak yang bakal dilaksanakan pada 30 November 2022, Polres Paser yang dipimpin AKBP Kade Budiyarta, S.I.K, melaksanakan ngopi bareng ngobrolin kamtibmas (Ngobras) bersama Tokoh Masyarakat  dan Tokoh Agama, di Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Jumat  (26/11/2022) siang.

Hadir pada acara tersebut Kabagops Kompol Mochammad Rezsa, Kabaglog  AKP Hendro Wibowo, Kasat Lantas AKP Hary Purnomo, Kasihumas AKP Kamin, Kasi Propam Iptu Ramli, Kapolsek Batu Engau AKP Suradi, Danramil Batu Engau Kapten Inf Agus Wahyu Rejeki, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Desa Kerang  Kecamatan Batu Engau.

Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta mengharapkan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama serta masyarakat agar dapat mewujudkan Pilkades yang damai dan kondusif khususnya di Desa Kerang  dan umumnya di kecamatan Batu Engau.

“Kami meminta kepada semua lapisan masyarakat khususnya di Desa Kerang agar dapat bersama-sama dengan Polri untuk menjaga situasi yang harmonis dan kondusif jelang pelaksanaan Pilkades mendatang,”  kata Kapolres Paser  disela-sela kegiatan.

Kapolres melanjutkan, apabila masyarakat mendapat informasi apapun dapat segera disampaikan langsung kepadanya atau pun ke Kapolsek Batu Engau.

“Bisa langsung sampaikan ke saya bisa juga langsung ke Kapolsek batu, nomor telepon pribadi sebagaimana yang sudah terpasang di belakang Mobil Kedai Kopi Presisi,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor ke Polres Paser apabila terjadi gangguan kamtibmas di daerahnya. Terdapat panggilan darurat yang telah disediakan Polres Paser yakni 110 baik itu melalui Polsek atau Polres Paser dapat segera merespon.

“Jadi apabila melihat atau mengalami kesusahan maupun tindak pidana silahkan menelepon 110 dan akan segera kita tindak lanjuti (Quick Respon),” pungkasnya.  (tom)

Stand Up Indo Paser Rayakan Anniversary

November 26, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Komunitas Komika yang tergabung di Stand Up Indo Paser, mengadakan anniversary ke 5 Tahun dengan tajuk meriahkan Paser dengan Tawa,bertempat di Ballroom Rigari Coffee, Jumat,(25/11/2022) malam

Dalam acara tersebut terlihat Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah turut hadir dalam acara tersebut, hal tersebut merupakan bentuk dukungan Pemkab Paser kepada para pelaku seni yang ada di Paser salah satunya komunitas Stand Up Indo Paser.

Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf, mengucapkan selamat kepada stand up Indo Paser atas hari jadinya ke 5 tahun ini, semoga lebih eksis lagi kedepannya. Dengan ulang tahunnya ke 5 tahun ini, ia berharap komunitas stand up indo Paser selalu dapat menjadi wadah para komika Paser untuk semakin berkembang.

“Para komika untuk lebih sering open mic agar mampu mewarnai dan bersaing di kancah nasional,” kata Masitah yang juga merupakan pembina komunitas Stand Up Indo Paser usai kegiatan.

Masitah melanjutkan, untuk para komika di Paser diharapkan  juga terus menambah wawasan materi, agar kedepan lahir komika-komika berpotensi di Paser. Stand Up juga merupakan salah satu inovasi dari ekonomi kreatif tentunya Pemkab Paser khususnya ia pribadi selalu berada di garis depan dalam mendukung para pelaku seni di Paser.

“Bagaimanapun juga potensi seni di Paser harus kita tingkatkan selalu kedepannya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Stand Up Indo Paser, Saleh mengaku sangat senang atas perkembangan Stand Up Indo Paser dari tahun ke tahun terutama di anniversary ke 5 Tahun, pasalnya pada acara tersebut dihadiri pejabat Pemkab yakni Wakil Bupati Paser serta para penonton yang cukup banyak.

“Saya pribadi sangat senang di anniversary ke 5 ini, dam saya ucapkan terimakasih kepada Pemkab Paser dalam hal ini ibu wakil bupati yang selalu mendukung Stand Up Indo Paser sampai dengan saat ini,” ujar Saleh.

Ia berharap kepada para komika Paser yang tergabung dalam Stand Up Indo Paser, kedepan komika asal Paser dapat juga menjadi komika nasional.

“Setidaknya dari 13 anggota di komunita 2 sampai 3 lah yang dapat menjadi komika nasional,” pungkasnya. (yun/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1092762
    Users Today : 1343
    Users Yesterday : 4297
    This Year : 29272
    Total Users : 1092762
    Total views : 10702747
    Who's Online : 76
    Your IP Address : 216.73.216.88
    Server Time : 2026-01-07