Nursobah: Membicarakan APBD Menelaah Demokrasi

November 26, 2022 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD ) adalah anggaran yang dimiliki rakyat. Dikelola oleh pemerintah dalam kesetaraan hubungan eksekutif dan Legislatif. Eksekutif sebagai pelaksana perda atau peraturan daerah atas penetapan yang sudah dilakukan oleh DPRD.

Nursobah

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Samarinda, Nursobah dalam rilis yang diterima media ini pada Jumat (25/11/2022).  DPRD merupakan lembaga independen dan otonom yang berfungsi 3 hal. Yaitu pembuatan peraturan daerah atau legislasi. Pengontrol kebijakan eksekutif atau controlling dalam fungsi pengawasan dan selama pembahasan anggaran pendapatan dan belanja menjalankan fungsi budgeting atau penganggaran.

“Pertanyaannya. Sejauh mana fungsi itu berjalan atau tidak. Atau malah berada dalam kontrol pihak lain. Dalam tripatrit kekuasaan. Jika salah satu pihak menjadi pengatur anggaran dan juga eksekutor sekaligus menghakimi demokrasi. Maka. Benarlah penulis dan pengamat demokrasi yang menulis kegelisan di Amerika dalam bukunya tahun 2016,” terangnya

Nursobah menyampaikan, benarkah demokrasi mati. Atau mati suri. Tidak juga. Depok sebagai tempat masa remaja saya tinggal berada dalam kesetaraan demokrasi antara eksekutif legislatif. Sehingga salah satu anggota parlemennya naik ke atas meja saat dihari  paipurna Merupakan kenyataan sejarah tak terlupakan. Silahkan lihat berita beberapa waktu lalu. APBD nyaris Deadlock.

“Makasar sebagai kota maju di wilayah timur. Sempat digantikan PLT walikota. APBD yang besar dan komunikasi yang nyaris buntu. Tapi demokrasi terus berjalan seiring antara eksekutif dan legislatif berjalan clear dan saling menghargai dalam postur bicara yang sama tentang nasib demokrasi untuk contoh masa depan anak bangsa yang sedang melihat dan menonton seniornya memperlakukan demokrasi bukan monokrasi,” sebutnya

Dia menambahkan, adapun Berau sebagai kabupaten terjauh dari ibukota Kaltim. Cukup adem dan terus sinergi antara kepala daerah dan lembaga dewan perwakilan rakyat.  Kata kunci dalam demokrasi adalah kesetaraan dan kesejajaran. Tak ada satu sama lain yang berhasrat menguasai atau mengelabui. Kecuali anggota dewan perwakilannya tak berpengetahuan dan selalu keep silience. Maka akan berlaku sikap kegelisahan dan cap bahwa democracy is Die

“Bagaimana di Samarinda, saya tak tahu sebab memang nyaris tak terdengar meski saya bersebelahan di Badan Musyawarah DPRD kota Samarinda. Saya juga nyaris tak melihat ada kegaduhan suara wakil rakyat pemilik suara sah di ibukota Kaltim. Saya juga nyaris berpikir bahwa lembaga wakil rakyat selalu dalam kesenyapan ruang bicara,” tutupnya. (Adv)

Progres Terowongan Selili Diharapkan Tetap Sesuai Target

November 26, 2022 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Pembangunan Terowongan Selili digadang-gadang akan menjadi jawaban untuk menuntaskan kemacetan di ruas jalan menuju Kecamatan Sambutan. Proyek tersebut pun mendapat restu pemerintah pusat untuk dikerjakan dengan pembiayaan Kontrak Tahun Jamak atau Multi Years Contract (MYC) hingga 2024 mendatang.

Novan Syahronny Pasie

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Novan Syahronie menyebutkan, pihaknya berharap agar Pemkot Samarinda bisa memastikan seluruh progress pembangunan terowongan bisa berjalan sesuai dengan jadwal dan target yang sudah dipasang.

“Tahun ini, apa yang jadi target untuk diselesaikan itu harus tercapai. Supaya tidak mengganggu jalannya pekerjaan di tahun-tahun selanjutnya,” tegas Novan Jumat (25/11/2022)

Dia memahami benar, bahwa dengan mekanisme MYC, mega proyek yang akan menghabiskan dana ratusan miliar tersebut tak akan selesai tahun ini. Namun dia tetap mengingatkan, agar Pemkot Samarinda bisa menuntaskan seluruh urusan yang sudah seharusnya selesai pada tahun ini.

“Misalnya pembebasan lahan masyarakat yang terdampak proyek tersebut. Tahun ini targetnya apa, pendataan, urusan administrasi? Nah itu harus dipastikan selesai,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengaku sudah mendengar laporan dari instansi terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarida. Dari hasil pertemuannya tersebut, diketahui ada masyarakat yang masih belum sepakat dengan nilai appraisal yang diberikan Pemkot Samarinda untuk sejumlah lahan mereka yang akan terdampak proyek tersebut.

Namun disebutkan Novan, Dinas PUPR Samarinda berjanji untuk lekas menuntaskan urusan tersebut. Sehingga dia optimis, sebelum tahun berganti, perkara tersebut akan selesai. Sembari menunggu penyelesaian urusan dengan pihak yang berlum bersepakat, Novan mengatakan bahwa, Pemkot Samarinda parallel menuntaskan urusan lahan di segmen lain. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pembebasan lahan.

“Karena kerjanya juga baru mulai baru-baru ini. Jadi kami masih bisa memahami, tapi tidak memberikan pemakluman ya,” pungkasnya. (Adv)

PWI Jabar Juara Umum Porwanas XIII

November 26, 2022 by  
Filed under Berita

MALANG – Kontingen PWI jawa Barat tampil sebagai juara umum pada ajang Pekan Olahraga Wartrawan Nasional (Porwanas) XIII di Kota Malang Jawa Timur.

Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO), PWI Jawa Timur, yang juga selaku ketua Panitia Porwanas XIII 2022, M. Erwin menyampaikan Jawa Barat tampil sebagai juara umum dengan perolehan 10 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Tuan rumah Jawa Timur berada di peringkat kedua dengan 7 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Sementara di peringkat ketiga, Kalteng meraih 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Penutupan Pekan Olahraga Wartawan Nasional ( Porwanas ) XIII di Malang, Jawa Timur, dilakukan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, ditandai pemadaman obor di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Jum’at, (25/11/2022) malam.

Atal mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah bersedia menjadi tuan rumah Porwanas, sehingga Malang Raya dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan Porwanas 2022 yang berlangsung 21 – 25 Nopember 2022.

“Saya sangat berterima kasih terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya kepada Ibu Khofifah Indar Prawangsa selaku Gubernur serta teman – teman, termasuk juga dengan Pemerintah Daerahnya, karena pelaksanaan Porwanas ini tidaklah mudah, pada awalnya hajat Porwanas XIII tahun 2022 ini, akan dilaksanakan di Surabaya, namun terakhir final dialihkan ke Malang Raya, yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, Kabupaten Malang,” ungkap Atal.

Atal menyebutkan kepanitiaan dalam bekerja tidaklah mudah, tidak terbayang seperti kerumitan transportasi para peserta di sini, namun pada kenyataannya bisa dilakukan dengan baik, dibuktikan bahwa semua para peserta bisa happy.

“Ajang Porwanas harus terus kita pelihara, sebagai ajang silaturahmi antar sesama kalangan insan wartawan, karena itu saya berharap terhadap Seksi Wartawan Olah Raga ( SIWO ) PWI agar selalu dapat mengevaluasi setiap selesai pelaksanaan Porwanas, Saya sudah perintahkan SIWO untuk mengevaluasi secara menyeluruh, baik menyangkut penyelenggaraan, pertandingan maupun kesiapan dari para peserta,” tegas Atal.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur Pulung Kausar, mewakili Gubernur Jawa Timur, menghatur permohonan maaf bila terdapat dalam pelaksanaan Porwanas, banyak terdapat kekurangan dan bahkan kurang maksimal.

“Ibu Gubernur, berpesan untuk meminta maaf jika dalam pelaksanaannya belum mencapai maksimal, dan sebaliknya atas nama pemerintah provinsi Jawa Timur, sangat  menyambut baik atas adanya pelaksanaan Porwanas, dan juga mengucapkan selamat terhadap para pemenang dari 10 cabang olah raga yang dipertandingkan, yang intinya siapapun pemenangnya, itu tetap Persatuan Wartawan Indonesia,” tegas Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jawa Timur ini.

Acara seremonial penutupan digelar di gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, dihadiri Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, dan Forkopimda Malang Raya. (Buang Supeno)

Pohon Jadi Mas Kawin

November 26, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SALAH satu acara menarik dalam rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali adalah saat Presiden Jokowi mengajak para pemimpin dunia menanam pohon mangrove di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai.

Ratusan wartawan dari mancanegara termasuk “wartawan dadakan” Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ikut berebut mengabadikan peristiwa tersebut. Maklum kegiatan ini merupakan objek menarik kamera. Jarang pemimpin dunia melakukannya. Bahkan mungkin ada yang baru pertama kali memegang cangkul.

Kita saksikan dari layar TV, betapa cerianya para pemimpin dunia menanam mangrove. Termasuk Presiden AS Joe Biden, PM India Narendra Modi, PM Italia Giorgia Meloni, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Direktur Pelaksana WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur IMF Kristalina Georgieva hingga Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann.

“Ini wujud konkret Indonesia dalam menyikapi perubahan iklim. Sebagai negara pemilik hutan mangrove terluas di dunia, yaitu 3,3 juta hektare, Indonesia ingin berkontribusi kepada perubahan iklim dengan serius,” ungkap Presiden Jokowi.

Jokowi menjelaskan, Tahura Ngurah Rai merupakan sebuah contoh kesuksesan restorasi ekosistem mangrove yang dilakukan Indonesia. Kawasan seluas 1.300 hektare tersebut sebelumnya adalah area tambak ikan yang tergerus abrasi, namun kini sudah berubah menjadi rumah bagi 33 spesies mangrove dan 300 ragam fauna.

Hutan mangrove atau hutan bakau juga ada di Kaltim  termasuk di Balikpapan. Bahkan menjadi salah satu kawasan terbesar di Indonesia. Tahun 2018 tercatat luasnya 244.437,22 hektare.  Sebagian ada di Delta Mahakam. Luasnya 113.503,77 hektare dengan tutupan lahan (vegetasi) sebesar  37,73 persen. Meskipun terus dilakukan rehabilitasi dan penanaman, luasan mangrove cenderung menyusut karena pesatnya kegiatan ekonomi masyarakat, mulai pembukaan hutan untuk pertambakan ikan, pelabuhan, dan aktivitas lainnya.

Sekalipun ada yang mengkritik,  penanaman yang dilakukan pemimpin dunia G-20 di Bali sangat menginspirasi warga di bumi. Menanam pohon bukan sekadar acara seremonial, melainkan sudah menjadi wajib hukumnya bagi  semua orang. Karena itu dunia menetapkan 21 November adalah Hari Pohon Sedunia (World Tree Day). Sedang Indonesia melalui Keppres No 24 Tahun 2008, yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menetapkan 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) sekaligus selama Desember ditetapkan sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN).

Sebelumnya ada juga Gerakan Hari Sejuta Pohon Sedunia yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Januari. Di Indonesia, gerakan ini pertama kali dicanangkan Presiden Soeharto tanggal 10 Januari 1993. Soeharto waktu itu menginstruksikan tiap provinsi menanam minimal satu juta pohon.

Pada era Presiden SBY, menandai HMPI dicanangkan Gerakan 1 Miliar Pohon. Tiap orang diminta menanam 5 pohon. Dengan penduduk sekitar 200 juta orang, maka Indonesia tiap  tahun bisa menyumbang satu miliar pohon kepada dunia.

Rasanya pada era kepemimpinan saya selaku wali kota, Balikpapan dua kali meraih penghargaan menanam pohon terbanyak di tingkat kota se-Indonesia. Di antaranya saya menerima langsung penghargaan itu dari Presiden SBY waktu penanaman di kawasan hutan kota Bandara Soekarno-Hatta, 28 November 2012.

Waktu acara HMPI tahun 2014 di Wonogiri, Jateng,  pada awal kepemimpinan Presiden Jokowi, dia minta agar kegiatan menanam pohon tidak lagi terlalu seremonial. “Acara simbolis harus dihentikan, yang penting praktiknya. Tanam dan pelihara,” tandasnya.

Jokowi juga mencanangkan konsep pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kaltim adalah kota di dalam hutan (forest city) . Dia sudah menyiapkan kebun persemaian di Mentawir seluas 120 hektare untuk memproduksi 15 juta batang pohon per tahun. Semua akan ditanam di lokasi IKN.

Menurut Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Prof Siti Nurbaya, mereka akan menanam jenis pohon endemik Kalimantan seperti belangeran (Shorea balangeran), kapur (Dryobalanops sp.) dan sejenisnya. Juga jenis pohon multipurpose tree species untuk naungan dan sumber pakan satwa seperti jengkol (Archidendron pauciflorum), rambai (Baccaurea motleyana), mangga (Mangifera indica), dan nyawai (Ficus wariegata).

AYO KERJA DAN TANAM

Hari Pohon Sedunia digagas Julius Sterling Morton, seorang pencinta alam dari Amerika Serikat, yang hidup pada tahun 1832-1902. Dia bersama istrinya, Caroline Joy French pindah dari Michigan ke Nebraska, suatu wilayah permukiman yang baru terbentuk tanpa  pepohonan. Tandus.

Dia mendorong warga untuk menanam pohon sehingga wilayahnya tidak gersang lagi. Bahkan pada 10 April 1872, dia mengusulkan semua orang menyisihkan waktunya sehari penuh untuk menanam pohon. Itulah yang menginspirasi ditetapkannya Hari Pohon Sedunia 21 November, yang pertama kali dilaksanakan di Spanyol dengan sebutan Arbor Day atau Hari Pohon.

Tujuan dilaksanakannya Hari Pohon Sedunia adalah untuk membangkitkan kesadaran kita tentang pentingnya menjaga dan memelihara pohon. Tegaknya ribuan pohon sangat disadari bisa memerangi pemanasan global, mencegah banjir, tanah longsor, tempat hidup fauna dan membuat iklim mikro yang sehat.

Tema HMPI 2022 ini adalah “Ayo Kerja, Tanam dan Pelihara Pohon untuk Hidup yang Lebih Baik.” Maksudnya semangat kerja kita terus membara sambil terus menanam dan memelihara pohon untuk kehidupan yang lebih baik.

Saya jadi teringat peristiwa ketika saya menikahkan putri saya. Saya minta salah satu mas kawinnya dua pohon mangga, yang waktu itu ditanam di halaman belakang Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center. Biar buahnya jadi buah kebahagiaan buat mereka dan siapa saja, yang memakannya.

Saya menyarankan warga setiap ada peristiwa kehidupan seperti pernikahan, ulang tahun, kenaikan pangkat, promosi, kenaikan kelas dan lulus sekolah ditandai dengan menanam pohon. Setidaknya di bulan Desember, yang sudah ditetapkan sebagai bulan menanam. Ayo menanam untuk kehidupan yang lebih baik. Juga menjadi amal jariyah yang bisa membuat kita masuk surga. Taman surga niscaya penuh pepohonan.(*)

*) Rizal Effendi

– Wartawan Senior Kalimantan Timur

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Fashion Show Pesona Samarinda Persembahan Dekranasda Tampil di Sarasehan Istri Wali Kota

November 26, 2022 by  
Filed under Samarinda

JAMBI – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nasional (Dekranasda) kota Samarinda Hj Rinda Wahyuni Andi Harun terus berkomitmen dalam mengangkat produk kerajinan lokal dan seni budaya yang kali ini dalam event skala nasional Sarasehan Istri Wali Kota Se-Indonesia APEKSI tahun 2022 yang digelar 23 hingga 25 November di BW Luxury Hotel,  kota Jambi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi APEKSI. Melalui sarasehan ini, tidak hanya membangun silaturahmi, disini kita bisa saling sharing informasi, program dan memantapkan kegiatan yang sudah terlaksana di daerah masing-masing,” ucap Rinda yang juga ketua TP PKK kota Samarinda ini.

Dalam sarasehan ini, Samarinda mendapatkan kesempatan istimewa dalam memperkenalkan produk kerajinan, kesenian dan budaya lokal melalui kemasan fashion show bertajuk Pesona Samarinda dengan tema Indigenous flora fauna of borneo yang mampu memukau isteri wali kota se Indonesia.

Fashion show ini ingin memperkenalkan kota Samarinda dengan menampilkan “warna warni” kota Samarinda mulai objek wisata, seni budaya dan berbagai kerajinan lewat layar LED diiringi musik sampe.

Para model disini memperagakan busana karya desainer Kinanti Couture mengangkat Sarung Samarinda dan ecotik alias Ecoprint batik bermotif ikan pesut mahakam dan ukiran dayak. (dw)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1097713
    Users Today : 2632
    Users Yesterday : 3662
    This Year : 34223
    Total Users : 1097713
    Total views : 10748422
    Who's Online : 93
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-08