Kominfo Pentas Teater Sandima di Samarinda Festival

March 13, 2023 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) turut memeriahkan pangung hiburan Samarinda Festival yang berada di halaman Gedung Olah Raga (GOR) Segiri Jalan Kesuma Bangsa Samarinda dengan menampilkan pementasan teater tradisional khas kota ini yang biasa disebut dengan Sandima atau Sandiwara Mamanda, Minggu (12/03/2023)

Selama 60 menit, kelompok seni tradisi  Sandima Forum Aktualisasi Seni Tradisional (Format) Kalimantan Timur pimpinan Elansyah Jamhari. mengangkat judul “Probebaya Bikin Bahagia.  Alur ceritanya menyuguhkan drama soal kehidupan masyarakat dengan aneka permasalahannya. Mulai dari soal jaminan kesehatan, penertiban pedagang, hingga mengenai bantuan serta pembinaan pemerintah pada UKM.

Suguhan teater tradisional ini cukup menarik perhatian masyarakat yang sore tadi berkunjung ke arena Samarinda Festival, sehingga waktu pementasan satu jam tidak terasa berakhir. Apalagi dengan didukung oleh ekting para pemain yang rata-rata sudah senior dalam dunia teater membuat pesan-pesan Probebaya yang diangkat dalam pementasan mereka bisa tersampaikan dengan sukses.

Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Diskominfo Kota Samarinda, Syamsul Anwar, menyampaikan dukungannya pada pelestarian seni Sandima ini. Apalagi menurutnya Sandima merupakan sarana tradisional yang sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat.

Diskominfo sebagai OPD yang menangani hal-hal yang berhubungan dengan komunikasi dan informasi tidak hanya menggunakan media-media digital dalam melaksanakan tugas dan fungsinya namun juga sarana tradisional. Hal ini selain untuk melestarikan budaya lokal, juga memberikan berbagai pencerahan kepada masyarakat lewat media yang lebih mudah untuk dicerna bahkan dinikmati.

Menurut Ketua Format Kaltim, Elansyah Jamhari, kehadiran mereka di acara ini adalah dalam rangka turut memeriahkan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kota dan Pemerintah Kota Samarinda tahu 2023 ini. Sebagai pegiat budaya, Elansyah dan para tokoh teater tradisi ini mengaku sangat senang bisa dilibatkan Pemerintah kota melalui Diskominfo untuk turut berpartisipasi menyampaikan pesan-pesan Pembangunan khususnya Probebaya.

“Apalagi Program Probebaya ini benar-benar menyentuh langsung dengan kehidupan masyarakat,” ujar Elansyah.

Hal senada diungkapkan oleh Pimpinan Sandima, Muhammad Nurrohim. Pegawai di Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda yang juga praktisi seni ini berpendapat dalan rangka mewujudkan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban, maka pembinaan kebudayaan adalah salah satu hal yang sangat penting.

Pembinaan bidang kebudayaan hingga saat ini tampaknya terus dilakukan oleh Pemerintah Kota. Dengan perhatian yang besar ini, tentu harapan mewukudkan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban akan semakin nyata.

Sandima atau Sandiwara Mamanda merupakan salah satu kearifan lokal yang tumbuh dan berkembangan di Samarinda. Saat ini masin banyak masyarakat yang tidak tahu, sehingga menyangka bahwa Sandima itu sama dengan kesenian Mamanda yang ada di Kalimantan Selatan. Padahal menurut salah seorang pendiri kelompok Sandima Format Abdillah, bagi yang mengetahui pakem asli Mamanda pasti akan bisa melihat pakem Sandima sangat berbeda.

“Memang sekilas mirip, padahal mulai dari kostum, musik, hingga tata cara pementasan kami (Sandima Format.red) memiliki pakem yang berbeda dengan Mamanda,” jelas Abdillah.

Menurut dia  perumpamaannya seperti Karate, Kungfu atau Silat, yang mana orang yang tidak mengerti ilmu bela diri mungkin menganggap semuanya sama saja. Padahal jelas-jelas gerak dan jurusnya sangat berbeda.

Beberapa tokoh Format yang sempat diwawancarai Kominfonews menjelaskan bahwa Kesenian Sandima Format Kaltim ini sudah mengakomodir tradisi maupun bahasa dari beraneka suku dan etnis yang ada di Kota Samarinda. Baik yang memang suku asli Kalimantan maupun suku luar kalimantan yang telah lama bermukim di bumi Mulawarman. (MAF/DW/Adv)

Isran “Presiden IKN”

March 13, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Isran bersama peserta Sidang Tahunan Himpuni

NAMA Gubernur Kaltim Dr Isran Noor, M.Si semakin membahana di forum Sidang Tahunan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri  Indonesia (Himpuni), yang berlangsung di kampus Universitas Mulawarman (Unmul) Gunung Kelua Samarinda, Sabtu (11/3). Sebagian peserta menyebutnya sebagai “Presiden IKN.”

Sejak jamuan makan malam di Pendopo Odah Etam hingga pembukaan sidang tahunan, Isran dengan lancar dan meyakinkan menjelaskan proses sampai diputuskannya lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim.

Isran  tidak mengklaim seakan IKN untuk kepentingan Kaltim semata. “Tidak, keputusan Bapak Presiden Jokowi yang menetapkan lokasi IKN di daerah ini untuk Bangsa Indonesia secara keseluruhan,” tandasnya.

Dia menjelaskan, bahwa gagasan memindahkan ibu kota sudah ada sejak Presiden Soekarno. Berlanjut ke Presiden Soeharto dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tapi baru bisa diputuskan pada era Presiden Jokowi. Selain untuk mengurangi beban Jakarta, juga dimaksudkan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan. Sekaligus mengubah pandangan pembangunan yang terkesan  Jawasentris menjadi Indonesiasentris.

Karena  gigihnya Isran menjelaskan soal IKN, sehingga sebagian peserta sidang tahun Himpuni memanggilnya “Presiden IKN.” Sebutan itu terasa pas apalagi tahun 2024 dilakukan Pemilu serentak, yang salah satu agendanya adalah Pilpres. “Sangat pas kalau IKN-nya di Kaltim, maka presiden atau wapresnya juga berasal dari Kaltim,” kata seorang peserta.

Ketua Panitia Dr Rusman Ya’cub bersama peserta Sidang Tahunan Himpuni di Titik Nol IKN

Gagasan mendorong Isran menjadi capres atau cawapres sebelumnya juga dilontarkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof  Jamaluddin Jompa (JJ). Ketika Isran memberikan kuliah umum di kampus Unhas Makassar, JJ selain menyatakan dukungannya terhadap pembangunan IKN, juga mendorong Isran menjadi capres dari wilayah Timur. “Ini harapan kita untuk perimbangan,” tandasnya.

Isran yang juga ketua umum IKA Unmul berpendapat wajar jika semua pihak termasuk Himpuni juga ikut berkontribusi terhadap kelangsungan nasib bangsa di masa depan termasuk dalam menyambut Pemilu serentak, yang di antaranya melaksanakan pemilihan presiden dan wapres. “Tentu kita berharap banyak calon yang diajukan, karena menyangkut nasib Bangsa di masa depan. Masa cuma ditentukan oleh segelintir orang,” tambahnya.

Di depan peserta sidang tahunan Himpuni, Isran mengaku senang karena semua anggota Himpuni memberikan dukungan kepada IKN. Hal itu diaminkan oleh Akhmad Muqowan, ketua umum IKA Undip, yang juga anggota Presidium Himpuni. “Kita melaksanakan sidang tahun di daerah ini sebagai bukti bahwa Himpuni mendukung IKN. Bahkan kami juga datang ke lokasi IKN,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Sidang Tahunan Himpuni seperti dijelaskan Ketua Presidium Sutopo Kristanto, diikuti tidak kurang 43 pengurus Ikatan Alumni (IKA) PTN se-Indonesia. Di antaranya IKA UI, IPB, Unpad, ITS, Kagama, Unila, Unsri, Unhas, UNS, UNJ, UT, Unsoed, USU, Universitas Andalas, Universitas Udayana, Universitas Trunojoyo Madura dan Universitas Mulawarman (Unmul) sebagai tuan rumah.

“Kita harus membangun sinergi dalam menyambut IKN terutama dalam penyediaan tenaga sumber daya manusia berkualitas,” kata Rektor Unmul Dr Abdunnur. Unmul sendiri baru saja menandatangani MOU dengan Otorita IKN. Dan itu kerjasama pertama Otorita dengan masyarakat kampus secara resmi.

TETAP WASPADA

Prof Dodik Ridho Nurrochmat, guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) mendukung pembangunan IKN di wilayah Kaltim. Tapi dia mengingatkan, meskipun Kalimantan tidak berpotensi gempa, akan tetapi membangun ibu kota dengan konsep forest city tetap harus waspada dan berhati-hati.

Misalnya yang berkaitan dengan kelangsungan hidup primata dan satwa di dalamnya. Jika rantai pasokan makanan tidak terjaga dengan baik, tidak tertutup kemungkinan satwa-satwa tersebut masuk ke dalam kota. “Itu dialami sendiri oleh IPB dan beberapa daerah yang pernah diserbu kawanan monyet liar,” katanya pada acara panel diskusi bertema “Tantangan Membangun Hutan Kota IKN” di sela sidang tahunan Himpuni.

Dodik yang juga wakil Rektor IPB ini juga menyoroti lapisan tanah di Kalimantan yang dipenuhi dengan deposit batu bara. Dia mengingatkan potensi kebakaran hutan yang merembet ke lapisan batu bara, sangat mungkin terjadi. Dan itu bisa membahayakan gedung dan bangunan di atasnya. Karena itu perlu dilakukan antisipasi sedini mungkin.

Sementara itu,  Prof Bagong Suyanto, guru besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya lebih banyak menyoroti masalah sosial dan lingkungan, yang harus mendapat perhatian serius terutama bagi daerah sekitar lokasi IKN di Kecamatan Sepaku dan Kaltim.

“Masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kaltim  boleh bahagia dengan adanya IKN. Tetapi tidak akan dapat apa-apa jika tidak ada kebijakan dari pemerintah pusat yang  memberikan porsi atau jatah yang memadai kepada masyarakat lokal,” tandas Bagong, yang juga dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair.

Ia juga mengingatkan jika para pejabat yang berkantor di IKN tidak memiliki empati terhadap masyarakat lokal, maka tak ada iklim baru yang bisa diharapkan dari IKN. Bahkan nasibnya akan sama dengan yang dialami DKI Jaya.

Pandangan Prof Bagong banyak direspon peserta diskusi terutama dari Kaltim. Misalnya keterlibatan kader dan tenaga dari masyarakat lokal dalam pembangunan IKN, yang belum maksimal. Demikian juga perhatian terhadap daerah penyangga dan dunia usaha. Saya juga mengusulkan agar dalam revisi UU IKN, Wakil Kepala Otorita IKN ditambah satu mewakili Kaltim.

Silvia Halim, deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN menyambut baik berbagai masukan untuk suksesnya pembangunan IKN. Berkaitan dengan masalah lingkungan dan sosial budaya, Presiden Jokowi secara khusus mengangkat putra Kaltim sebagai deputi, agar bisa melakukan pendekatan dan pemecahan masalah lebih cermat.

Kedua deputi itu adalah Dr Myrna Asnawati Safitri  pada Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam serta Alimuddin sebagai deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat.

Menurut Silvia, tahapan pembangunan IKN pada saat ini berjalan lancar dan sesuai target Presiden Jokowi pada tanggal 17 Agustus 2024 sudah bisa dimanfaatkan untuk Upacara HUT RI ke-78. Tapi dia mengingatkan bahwa tahapan pembangunan IKN masih panjang. “Kami menganggap 17 Agustus 2024 itu sebagai one day, hari pertama IKN secara resmi berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, dari hasil sidang tahunan Himpuni, dihasilkan empat rekomendasi terutama berkaitan dengan IKN. Di antaranya soal perlunya harmonisasi UU IKN dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Otorita IKN. Selain itu, Himpuni menekankan arah dan orientasi IKN  harus mampu memperkecil kesenjangan daerah, ketertinggalan, kemiskinan, pengangguran dan aspek sosiologi dan ekologi.

Himpuni juga memberikan perhatian terhadap nasib tenaga honorer di pemerintahan. Himpuni minta tenaga honorer tetap dipertahankan dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemda dan Pemerintah Pusat. Ini sejalan dengan perjuangan Gubernur Isran Noor, yang juga sebagai ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Ketua Panitia Rusman Ya’cub dan sekretaris Wahyudi Manaff mengaku semua agenda Sidang Tahunan Himpuni di Samarinda berjalan lancar. Termasuk menyusuri Sungai Mahakam dan meninjau Titik Nol Nusantara di Sepaku. Gubernur Isran juga mengapresiasi sejumlah rekomendasi Himpuni.(*)

Pj Walikota Batu Nyemplung Kali

March 12, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU –  PJ. Walikota Batu Aries Agung Paewei bersama masyarakat nyemplung kali melakukan kerja bakti. Kegiatan yang diberi nama “Saber Pungli “ (Sapu Bersih Nyemplung Kali) ini dilakukan di Kali Wunut dan Kali Tulus lingkungan RW 03, Kelurahan Temas Kecamatan Batu, Minggu (12/3/2023).

Menurut Lurah Temas Adi Santoso, kegiatan ini merupakan yang kedua. Sebelumnya telah dilakukan Walikota Batu Dewanti Rumpoko pada tahun 2022 dan saat ini PJ Walikota. Langkah Pemkot Batu melakukan Saber Pungli untuk untuk menjaga kelestarian sumber air yang ada di kedua kali Wunut dan kali Tulus.  Kedua kali ini sangat vital menunjang kebutuhan air bagi masyarakat Temas. Selain untuk mengairi persawahan juga dipergunakan untuk mandi, cuci serta kebutuhan air minum yang dikelola  Hipam (himpunan penduduk pemakai air minum).

“Adanya kegiatan saberpungli di kedua Sungai yakni Kali Tulus dan Wunut yang menyimpan sumber mata air, bersih dari sampah dan endapan lumpur. Karena masyarakat sangat mengharapkan sumber mata air itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari “ jelas Adi Suyono yang dihubungi melalui saluran seluler.

Disebutkan, kegiatan ini merupakan pemberdayaan masyarakat, dimana sekitar seratusan warga ikut melakukan kerja bakti yang dimulai dengan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai, seperti mencabut rumput, daun, hingga semak belukar.

Lurah Temas,menyebutkan pembersihan ini di lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber air dan memotivasi warga yang tinggal diatas sungai untuk berperilaku tidak membuang sampah langsung ke Sungai baik yang ada di Kali Tulus maupun Kali  Wunut.

Adi mengungkapkan kawasan yang ada di atas sungai ada 2 jalur yaitu di Jalan Diponegoro dan Jalan Patimura (Batos  dan Imanuel . Disamping itu Lingkungan RW 11 atau Genting.

Ia bersyukur kegiatan ini mampu membersihkan kondisi Sungai sejauh 1 Km di Kali Wunut dan setengah Kilometer di Kali Tulus, semoga langkah konservasi mata air dan normalisasi sungai bersih akan berhasil. Bahkan masyarakat dan penggerak lingkungan Kelurahan Temas akan menjadikan Kali Tulus sebagai sungai tematik dan lokasi atraksi seni budaya dan kearifan lokal Kelurahan Temas guna melestarikan kebudayaan

“Kami menyiapkan tim yang akan mempersiapkan sungai ini menjadi sungai tematik, ada gambaran untuk biopori dan budidaya ikan,” paparnya

Dengan mengubah kali menjadi sungai tematik sebagai upaya yang dilakukan oleh masyarakat dapat menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Program giat kali ini adalah menjadikan sungai ini sebagai kebanggaan warga Temas dan masyarakat Kota Batu. Ketika sungai bersih, tertata, maka lingkungan akan nyaman,” pungkasnya.

Saber Pungli (Sapu Bersih Nyemplung Kali) yang dilaksanakan di Mata Air Wunut dan  Kali Tulus RW 03, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu melibatkan semua pihak seperti PJ Wali Kota Batu,  Tim Saber Pungli,  BPBD, PUPR, DLH, Poltekad, Polres,  Lurah dan ketua RW Se-Temas ,Babinsa Temas, FPRB Temas, Linmas Temas, Jasa Tirta, Babinkantibmas, Relawan, PKK Temas,  Forum Anak Temas,  Pokdarwis, Karang Taruna, Ketua Lembaga Adat Temas serta Warga kelurahan Temas.  (Bs)

Bupati PPU Sampaikan Apreasiasi Tercapainya Suasana Kondusif

March 12, 2023 by  
Filed under PPU

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Hamdam menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi pemerintah daerah kepada DPRD PPU yang telah mendorong terbangunnya suasana kondusif di daerah ini.

Hal tersebut disampaikan Hamdam di hadapan Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-21 di Gedung Paripurna DPRD Sabtu (11/03/2023).

Dikatakan Hamdam, tema HUT kali ini, “Sukses Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara Sejahtera” yang mengandung makna, pemerintah dan rakyat PPU berusaha berjuang membangun secara nyata sebagai daerah Serambi Nusantara yang hasilnya sebesar-besarnya untuk rakyat PPU,

“Serambi Nusantara dan juga telah mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara di sebagian wilayah bumi Benuo Taka,” ungkap Hamdam.

Menurut Hamdam, dalam suasana yang aman, tenteram, damai dan demokratis inilah semua dapat melaksanakan tahapan pembangunan Daerah dengan sebaik-baiknya. Tentu dalam perjalanannya sudah banyak terukir prestasi dan sejarah di Bumi Benuo Taka. Di usia ke 21 ini, apabila dibandingkan kondisi sekarang dengan Kabupaten PPU tentunya telah banyak terjadi perubahan dan pembangunan.

“Tetapi kita pun tidak bisa puas diri dan menutup mata, bahwa masih banyak hal-hal yang perlu mendapat sentuhan lebih dalam lagi, atau merumuskan program baru yang berkesesuaian dengan aspirasi dan kondisi kekinian yang ada,” jelasnya

Orang nomor satu di PPU ini juga mengajak agar berkomitmen untuk berkontribusi membangun dan terus bekerja serta berkarya bagi Bangsa dan Negara, dengan turut mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Karena Kabupaten PPU menjadi Serambi Nusantara adalah sebuah anugerah bagi masyarakat Benoa Taka yang harus didukung oleh semua komponen masyarakat.

“Raihlah kesempatan yang sudah di depan mata dan manfaatkanlah peluang yang tersedia sehingga kita dapat berkontribusi positif terhadap munculnya peradaban baru melalui Ibu Kota Nusantara,” pungkasnya. (DiskominfoPPU/adv)

Perumdam Kuras IPA Pulau Atas

March 12, 2023 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda menjadwalkan pengurasan bak sedimen dan flokulator  Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulau Atas, Selasa (14/03/2023)

Asisten Manager Kesekretariatan dan Humas Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda Sendya Ibanez menyampaikan pengurasan dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.

“Pengurasan ini merupakan pemeliharaan rutin instalasi bak sedimen sudah menjadi agenda di IPA Pulau Atas,” kata Sendya Ibanez.

Wilayah terdampak jalur IPA Pulau Atas antara lain Jalan Telkom, Jalan Olah Bebaya, Jalan Menang, Jalan Sekolahan, Jalan Tatako, Jalan Mas Aji, Jalan S Sulaiman, Jalan Pelita 5, Jalan Pelabuhan, Jalan Poros Samarinda – Anggana, Jalan Marga Bakti, JalanTri Dharma serta Jalan Kenangan dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur IPA tersebut untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi terganggu,” terang Sendya Ibanez

Sendya Ibanez juga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya layanan. Kegiatan pengurasan ini bertujuan untuk menjaga kualitas agar kejernihan produksi air bersih selalu tetap terjaga. Untuk info dan pelaporan bisa hubungi contact center hotline 0541-2088100 atau Chat WA 0811553536 (*/w)

« Previous PageNext Page »

  • vb