Dispusip Berau Gelar Pelatihan Komputer Dasar

August 11, 2023 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Berau terus melakukan kegiatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Hal ini sebagai wujud transformasi dalam memfasilitasi kebutuhan pemustakanya melalui Pelatihan langsung kepada pemustaka untuk meningkatkan kualitas hidup.

Kegiatan TPBIS yang baru ini dilaksanakan adalah Pelatihan Komputer Dasar dengan materi Microsoft Power Point dan Pemanfaatan Google Drive yang dilaksanakan di ruang Multimedia Dispusip Berau selama dua hari mulai tanggal 09-10 Agustus 2023.

“Pelatihan ini diminati tidak hanya oleh masyarakat umum saja, dari ASN dan pelajar juga ada yang mengikuti. Mereka sangat antusias,” ucap kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau Yudha Budisantosa.

Bahkan lanjutnya, para peserta minta akan terus dilakukan pelatihan semacam ini demi meningkatkan skill mereka sehingga bisa pula menjadi nilai plus bagi mereka dalam meningkatan pendapatan.

Pelatihan ini menghadirkan marasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Edi Wahyu Widodo ahli programmer dan web desain.

“Harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan akan literasi digital masyarakat dengan materi menarik yang tentu saja dibutuhkan oleh para peserta,” ungkapnya.

Ia mengajak untuk pantau terus memantau media sosial Dispusip Kabupaten Berau untuk mengetahui kegiatan atau pelatihan apalagi yang akan diadakan selanjutnya.

“Kami juga menerima saran dan usulan dari para pemustaka terkait pelatihan apa yang bisa dilaksanakan lagi. Mari bersama kita sukseskan program TPBIS,” pungkas Yudha.(adv-dpk kaltim)

Polres Baru Tinjau Sistem Pengelolaan Sampah TPS3R

August 11, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU– Persoalan persampahan di kota wisata Batu yang viral membuat Jajaran Polres Batu berinisiatif untuk turut serta mengambil bagian dalam memecahkan persoalan yang menyebabkan PJ. Walikota Batu hingga harus berkantor di TPA Tlekung dalam masa sebulan untuk bisa mengatasi TPA Tlekung.

Wakapolres Batu Kompol Al-Jauza  bersama Kasat Intelkam dan Kapolsek Bumiaji melakukan peninjauan ke Desa Sumbergondo yang dianggap mampu menangani  sampah dengan pola Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R). Produksi sampah desa dikelola. sendiri tanpa mengirimkan ke TPA Tlekung.

Wakapolres Batu Kompol Al-Jauza dengan seksama dan serius mendengarkan penjelasan Kades Sumbergondo Hadi Purwanto dalam pengelolaan sampah. Diakui, kedatangannya ke Sumbergondo ingin melihat kemampuan desa Sumbergondo dalam mengelolah sampah warrganya secara mandiri tanpa mengirimkan ke TPA.

“Kedatangan kami ke desa Sumbergondo ke lokasi pembakaran ( Incenerator ) dan Komposting dikandung maksud salah satunya kita ingin melihat secara langsung bagaimana proses penanganan sampah dan pengolahaannya untuk kita serap dan kita edukasi ke desa lainnya khususnya Batu. Paling tidak sampah dapat dikelolah secara mandiri seperti Sumbergondo ini dengan membuat incenerator “ Jelas Wakapolres di lokasi Incenerator Dusun Segundu Sengon, Kamis (10/8/2023).

Kades Sumbergondo Hadi Purwanto menjelaskan desanya mempunyai 4 incenerator di dua dusun yaitu dusun Sengundu Sengon dan Dusun Tegalsari serta Bank Sampah Induk (bank sampah Integrasi)  yang menampung sampah satu desa yang sebelumnya sudah melalui pemilahan di bank sampah pengumpul di tingkat lingkungan( Rt ), sebanyak 17 unit.

Kompol Al-Jauza menyebutkan Polres Batu akan menerapkan pola pengelolaan sampah yang ada di Polres seperti di desa Sumbergondo.

“Paling tidak sampah di Polres Batu yang selama ini kerjasama dengan DLH akan kita kelolah sendiri. Salah satu sisi kita sudah mempunyai program bank sampah, dimana sampah sebelum dimusnakan dilakukan pemilahan mana yang bisa manfaatkan bernilai ekonomi dan mana yang harus dibakar serta mana dijadikan kompos,“ tandas  Al-Jauza.

Wakapolres Batu juga menyebutkan kemungkinan program lainnya yang akan dilaksanakan dengan membuat tempat pengelolaan sampah disalah satu desa. Melalui program CSR Polres Batu.

“Program CSR Polres Batu ini akan menempatkan pusat pengelolaan sampah dengan pola TPS3R dan yang memanfaatkan tidak hanya Polres tetapi masyarakat  boleh mengirimkan sampahnya, namun semuanya akan menjadi kajian di jajaran Polres Batu. Mana yang terbaik akan kita lakukan demi membantu mengatasi persampahan di Kota Batu untuk lebih baik dan kondusifitas masyarakat lebih meningkat,“ katanya. (Buang Supeno)

Sekda Kukar Sebut Inflasi Terkendali

August 11, 2023 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono mennyebutkan Inflasi di daerahnya terkendali. Hal tersebut disampaikan saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara virtual di ruang vidcon kantor Bupati, Kamis (10/8/2023).

Rakornas dengan tema peran Pemda dan dukungan APBD dalam pengendalian inflasi di daerah itu diikuti seluruh TPID propinsi, kabupaten dan kota dibuka Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah III Dr. Hj. Erliani Budi Lestari.

Selaku ketua TPID Kukar, ia mengungkapkan tingkat inflasi nasional secara umum terkendali dan relatif menurun di angka 3,5 persen dari semula 5,7 persen. Kabupaten Kukar sendiri juga telah terjadi penurunan yang bagus dan menunjukkan tren yang positif, dalam artian disatu sisi menganggarkan untuk penanggulangan inflasi disisi lain anggaran yang dialokasikan tidak membuat naiknya inflasi atau inflasi terkendali.

“Sejauh ini inflasi kita masih terkendali, bahkan terjadi penurunan” sebutnya

Ditambahkannya dalam pengendalian inflasi selain menganggarkan di masing – masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kita juga menggunakan BTT dan penggunaan juga sudah maksimal” pungkasnya.

Hadir Kadis ketahan pangan Sutikno, Kabag perekonomian Haryo Martani, perwakilan BPKAD, Bappeda, dan OPD terkait lainnya. (kk01).

Kiki di Samping Prof Rhenald

August 11, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Kiki dan Prof Rhenald Kasali di LUCA

ADA anak muda sempat duduk di samping Prof Rhenald Kasali. Gayanya keren. Mereka sempat berbincang akrab. Itu terjadi di LUCA Brunch & Dine, tempat makan siang dan kongko-kongko yang unik di Jl Jenderal  Sudirman 325, samping Hotel Whiz Prime.

Anak muda itu adalah Anintrias Rizki Nugraha, yang akrab disapa Kiki. Dia sang pemilik atau owner LUCA Brunch & Dine. Dia salah satu entrepreneur atau pengusaha muda Balikpapan, yang punya prospek cerah. Maklum dia didukung seabrek kapasitas, yang belum tentu dimiliki semua orang.

Kiki lahir di Balikpapan, di awal (tanggal 3) Desember 1992. Sembilan hari sebelum peristiwa gempa bumi dahsyat disertai tsunami di lepas Pantai Flores, yang menewaskan tidak kurang 2.100 jiwa penduduk.

Dia si bungsu dari 3 bersaudara, keluarga pasangan Dr Sabri Ramdhani dan Ibu Anita Indira. Sabri dikenal sebagai salah satu pengusaha senior  Balikpapan, bahkan Kaltim. Dia pernah aktif sebagai pengurus Kadin Kota  dan dirut Perusda MBS milik Pemprov Kaltim.

Sabri dan Anita lama mengembangkan Apotek dan Klinik Kanida Farma. Belakangan dia banyak fokus di kapal penyeberangan atau feri. Ada satu kapal ferinya beroperasi di penyeberangan Kariangau-Penajam, PPU bernama KMP Bintang Balikpapan. Selain KMP Samudera Indonesia, KMP Muchlisa dan KMP Kineret.

Dengan latar belakang sang orang tua, wajar kalau Kiki tumbuh dengan darah pengusaha juga. Apalagi latar  pendidikannya sangat menunjang. Dia sempat studi cukup lama di negeri yang dikenal sebagai pusat perdagangan dunia.

Selepas mengenyam pendidikan di SMP Patra Dharma, dia langsung terbang ke Singapura. SMA-nya di sana. Lalu melanjutkan ke Raffles Design Institute, salah satu institusi pendidikan swasta terbaik di Negeri Singa.

Selain di Singapura, Raffles juga memiliki 18 kampus dan universitas yang tersebar di 10 negara termasuk di Jakarta. Mereka fokus  pada ilmu desain, yang menawarkan jenjang pendidikan sarjana dan pascasarjana.

Kiki mengambil jurusan interior design di Raffles. “Itu memang hobi dan bakat saya,” katanya. “Selain di LUCA, saya tetap berjuang untuk mengembangkan bisnis interior design yang memang menjadi disiplin saya,” kata penggemar olahraga tenis dan cross fit ini.

Kiki ketika menerima penghargaan Wirausaha Muda Berprestasi Tahun 2018

Kiki bertekad mengembangkan LUCA menjadi yang terbaik dan terdepan menyajikan menu signature terbaik yang ada di kota Balikpapan. “Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) kita harus siap dan bisa menunjukkan kualitas yang terbaik,” kata anak muda yang tingginya 180 cm ini.

Bagi tamu yang datang ke LUCA, Kiki merekomendasikan beberapa menu. Di antaranya Fire and Pepper Chicken with Fries, Double Dips (snack platter) dan Garlic Parmesan Chicken Wings. “Untuk ngopinya,  ada Iced Long Black dan Iced Salted Caramel Macchiato,” tambahnya.

Menurut Kiki, LUCA itu dari bahasa Latin yang berarti  pembawa cahaya atau penerang. Pada abad pertengahan, Luca adalah nama populer di Italia dan bagian Eropa lainnya. Itu juga merupakan nama populer di Kekaisaran Bizantium dan nama anak laki-laki sebagai tanda keberuntungan dan perlindungan. “Maunya saya LUCA Brunch & Dine berkembang seperti itu,” katanya bangga.

Atas bakat dan prestasinya, Kiki pernah menerima penghargaan sebagai Wirausaha Muda Berprestasi Balikpapan Tahun 2018. Setahun kemudian dia juga menerima penghargaan yang sama dari Gubernur Kaltim Dr Isran Noor.

SUDAH DUA KALI

Prof Rhenald Kasali, yang kita kenal sebagai akademisi, praktisi bisnis dan motivator terkenal itu, sudah dua kali ngopi di LUCA. “Asyik dan menyenangkan,” kata guru besar UI, yang dikenal juga sebagai penggagas “Rumah Perubahan.”

Ngopi terakhir ketika berlangsung acara “Ngobrol Santai Balikpapan with Rhenald Kasali” yang berlangsung Kamis (3/8) lalu. Acaranya dadakan, tapi banyak yang datang termasuk Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, Ketua IWAPI Kaltim Erna Gaffar dan Yuli Shinta, pengusaha muda Jefri Yova, Ken, Adi dan Arul, Natalia, dan Jessica  serta Bunda Arita, istri saya.

Kebetulan Prof Rhenald sohib Sabri. Mereka sama-sama alumnus kampus perjuangan Universitas Indonesia. Prof Rhenald kuliah di Fakultas Ekonomi, sedang Sabri di Fakultas Farmasi. Itu sebabnya dia sempat bergerak di bisnis apotek.

Sabri sempat menjadi ketua Ikatan Alumni UI ((ILUNI) Kaltim masa bakti 2015-2018. Ketika pelantikannya saya sempat hadir sebagai wali Kota Balikpapan. Yang melantik Ketua Umum ILUNI Pusat Chandra Motik, adik kandung wanita pengusaha  terkenal Dewi Motik.

Kiki mengaku senang bisa jumpa Prof Rhenald Kasali. Apalagi sang guru besar ilmu manajemen ini mau singgah dan berbincang dengan entrepreneur muda Balikpapan di LUCA. “Beliau banyak menginspirasi kita sebagai anak muda,” jelasnya.

Prof Rhenald banyak menulis buku dan best seller tentang bisnis. Ada 40 lebih bukunya. Sangat baik dibaca anak muda yang mau menjadi pengusaha hebat. Di antara bukunya ada yang berjudul  “Wirausaha Muda Mandiri, Baper, Re-Code Your Change DNA dan  Strawberry Generation.”

Ada beberapa tips yang sering disampaikan Prof Rhenald kepada anak muda. Misalnya soal branding dan trust. “Anak-anak muda harus belajar bahwa tidak semua yang disampaikan dunia internet adalah benar. Branding adalah sesuatu yang penting. Tapi harus berasal dari keunikan diri dan kekuatan yang dibangun dari dalam. Bukan contoh trend di internet,” katanya.

Hal yang sama juga menyangkut soal trust. Anak muda harus membangun kepercayaan atas dirinya. “Trust itu emas, justru itu yang harus dibangun anak-anak muda. Jadilah orang yang dipercaya, itu gelar terpenting yang harus dimiliki,” kata Prof Renald Kasali meyakinkan.(*)

Pembuatan Apel Manalagi Strudel Pecahkan Rekor MURI

August 11, 2023 by  
Filed under Wisata

BATU– Mewarnai peringatan Hari Kemerdekaan ke 78 Republik Indonesi, Kota Batu kembali memecahkan rekor MURI ( Museum Rekor Indonesia ).

Ketua BPC PHRI Batu Sujud Hariadi mengungkapkan pecahnya rekor MURI ini dilakukan pihak PHRI Batu kerjasama dengan Duta Petani Milineal dan Kementrian Pertanian dengan membuat Apel Strudel sepanjang 780 meter. Pemecahan rekor MURI dilaksanakan berbarengan dengan penyelenggaraan event tahunan Batu Street Food Festival (BSFF) tahun 2023 yang dilaksanakan di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Jumat ( 11/8/2023).

“BSFF tahun ini akan menghadirkan Apel Manalagi Strudel sepanjang 780 meter, salah satu jajanan jenis pastry yang biasa menjadi oleh-oleh Khas Batu. Sesuai peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 78, Insyallah akan masuk Rekor MURI 2023 ”  Ungkap Sujud Hariadi  kantornya di Taman Rekreasi Selecta Batu, Kamis ( 10/8/2023 ).

Ketua BPC PHRI Batu, Sujud Pribadi mengatakan, Apel Manalagi Strudel sepanjang 780 meter tersebut dibuat dari bahan sebanyak 500 kilogram buah apel dan 400 kilogram tepung dan telur. Khusus bahan buah Apel yang dijadikan selai, diperoleh dari Petani Milenial Kota Batu Angga asal Bumiaji. Sementara bahan lainnya merupakan sumbangan dari beberapa hotel anggota PHRI Batu.

“Bahan-bahan itu diolah untuk menjadi menjadi strudel dan dijajar sepanjang 780 meter untuk memecahkan Rekor MURI,” jelas Sujud.

Disebutkan, dipilihnya pembuatan manalagi strudel sepanjang 780 meter ini, dikarenakan Kota Batu dikenal sejak lama dengan sebutan Kota Apel. Apel Manalagi yang dipilih sebagai bahan selai untuk Strudel karena apel Manalagi manis dan enak  menjadi andalan Kota Batu, harapannya masyarakat bisa memanfaatkan wisata petik apel.

Sedangkan angka 780 meter diperoleh dari angka usia kemerdekaan RI ke-78 tahun. BSFF sendiri biasanya menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Batu, namun kali ini dijadikan satu rangkaian dengan HUT RI Ke-78.

BPC PHRI Kota Batu ingin berkontribusi untuk menyelamatkan dan melestarikan Apel Kota Batu. Yakni dengan mempopulerkan kembali apel kepada warga kota Batu dan wisatawan melalui pemecahan Rekor MURI 780M Manalagi Strudel. Pelaksanaan kali ini BSFF kali ini dimajukan untuk menghindari musim hujan.

“Tahun lalu pelaksanaan BSFF juga sempat mundur karena adanya tragedi Kanjuruhan,” lanjutnya.

Pastry berlapis yang menggunakan bahan Apel, buah kebanggaan kota Batu ini akan disajikan untuk dinilai oleh Museum Rekor Indonesia dalam acara yang dilaksanakan oleh Disparta Kota Batu bekerja sama dengan PHRI Kota Batu. Pembuatan Apel Strudel terpanjang ini dibuat secara gotongroyong dengan melibatkan banyak pihak mulai hotel, sekolah dan dinas.

“Apel.strudel ini dibuat di hotel Aston, SMKN 1 Batu, hotel el Royal, Tristar Culinary School Batu. Dibuat oleh Chef hotel, siswa SMKN 1 Batu, siswa Tristar dan alumni pelatihan bakery binaan Disnaker kota Batu,” ujar Sujud menyebut sedikitnya sekitar  100 orang terlibat dalam proses memasak strudle apel ini.

Selesai penilaian dari ekor MURI Apel Strudel 780 meter akan dibagikan kepada para veteran kota Batu, panti asuhan se kota Batu, masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di acara Batu Street Food Festival ke 6 ini.

Batu Streed Food Festival tahun ini berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya. Se;ain ada pemecahan rekor MURI, ada juga Eco Green festival, bekerja sama dengan Polistic untuk mengelola sampah

“Kami edukasi pengunjung untuk memilah sampah organik dan non organik dengan menyediakan sampah warna putih dan hitam, serta meminimalisir penggunaan sampah plastik dan stereofoam,” tambahnya.

Lebih menarik lagi semua pembayaran diterapkan non tunai, lewat Cashless payment, semua pembayaran dan transaksi menggunakan Brizzi, decit,kartu kredit dan Qris.

“Tahun ini kita juga mengundang warung/kuliner legenda kota Batu sebagai bintang tamu seperti Rawon Djamiah, Warung Sidiq, Pos Ketan total ada 10 kuliner legenda Batu yang akan kami undang sebagai bintang tamu tenant,” tandas Sujud.

Selain itu panitia juga melibatkan petani bunga dan buah untuk pengisi tenant sebagai bentuk support ke UMKM dan pertanian asli Kota batu. (Buang Supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb