Darurat Penghulu Nikah

September 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PEKAN lalu saya banyak menghadiri undangan resepsi pernikahan. Bahkan hari Sabtu (9/9) sampai larut malam. Apalagi saya sempat terjebak macet luar biasa ketika menghadiri pelantikan Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP) di Hotel Platinum. Saya bingung mengatur waktu, padahal ada 5 undangan perkawinan.

Salah satu undangan istimewa  datang dari Bos Kepiting Dandito, Pak Rudy Setiawan. Dia menggelar resepsi pernikahan anaknya di Hotel Novotel. Mulai pukul 13.00 sampai 17.00. Saya benar-benar datang di injury time, hanya tinggal beberapa menit acara bakal berakhir.

Syukur masih sempat. “Alhamdulillah Pak Rizal dan Ibu Arita bisa datang,” kata Pak Rudy  didampingi istrinya, Yuli Setyowati. Putra keduanya, Dandy Aviadien Putra, S.Tr Ds menikahi dr Karina Fitrah Amanda, putri ketiga Ir H Ali Sugiono, M.Sc, MM dan Ibu Hj Gahara Maryati, B.Sc.

Pernikahan mereka berlangsung di Jakarta, 2 September sekalian resepsi untuk sanak kerabat di sana terutama dari keluarga mempelai putri. Baru seminggu kemudian di Balikpapan. “Kami terima kasih semua berjalan lancar,” kata Dandy, yang menyandang gelar sarjana terapan desain.

Dari Novotel saya lanjut ke Grand Tjokro Balikpapan. Di sini ada dua undangan. Salah satunya dari tokoh PDIP, Damuri SH dan istri, Herni Elsafitri. Putranya, Suhaidy Romand, ST menikah dengan Dwi Pratiwi S.Tr.Farm, putri Nurlahi dan Ibu Hj Ratna.  Saya sempat bertemu Ketua dan mantan Ketua PCNU KH Muslih Umar dan KH Muhlasin.

Hari Senin saya nyeberang ke Penajam Paser Utara (PPU). Menghadiri undangan resepsi pernikahan Putra Pramudya Sukmana (putra dari H Sukmanario SE dan Hj Husrina Husain) dengan Mutmainnah R, SH (putri Raup Muin dan Hj Halimah).

Undangan yang datang melimpah. Maklum Pak Raup adalah wakil ketua 1 DPRD PPU. Saya datang bersama anggota DPRD Kaltim Adam Sinte dan Andi Harahap. Mereka bersama istri. Juga pengusaha dan Ketua KKP H Abdul Hakim Rauf dan istrinya, Hj Yusdiana Hakim. Sempat bertemu juga dengan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Dia sempat menyanyikan dua lagu dan berpantun. Banyak yang memberi apresiasi dan applaus.

Saya senang juga masih banyak yang mengenal saya sebagai mantan wali Kota Balikpapan. Malahan ada yang minta menjadi tim sukses buat saya, yang lagi nyaleg menjadi anggota DPR RI. “Pak Rizal harus sukses menjadi wakil kami di Senayan,” kata Syarifudin, warga Penajam.

Tradisi merayakan pernikahan di PPU sama dengan di Kabupaten Paser. Umumnya digelar hari kerja. Karena di hari libur, Sabtu dan Minggu umumnya banyak yang bepergian. Ada yang berangkat ke Banjarmasin atau ke Balikpapan. Malah sebagian pekerja di PPU rumahnya di Balikpapan. “Kami tiap hari pulang pergi Penajam-Balikpapan, jadi kalau Sabtu-Minggu ya tidak nyeberang,” katanya begitu.

SERING TERLAMBAT

Saya sering menghadiri undangan perkawinan yang acaranya  molor. Undangan pukul 10.00 biasanya baru dimulakan pukul 11.00. Bahkan ada yang sampai pukul 12.00. Salah satu penyebabnya, karena acara akad nikah  dalam sehari. Jadi terlambat satu, ya berlanjut ke urutan berikutnya. Padahal di KUA hanya ada satu penghulu, yang umumnya dirangkap kepala KUA sendiri.

Sudah penghulunya kurang, warga juga tak suka menikah di kantor KUA pada hari kerja. Padahal Kemenag mengampanyekan nikah di KUA. Gratis dan tepat waktu. Mereka maunya pernikahan dirangkai dengan acara resepsi, yang digelar pada hari libur, Sabtu atau Minggu. Jadinya kepala KUA kewalahan dalam mengatur waktu.

“Dilihat dari kebutuhan bisa dibilang saat ini kami memang darurat penghulu,” ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin seperti dikutip Amanah ummat.co, belum lama ini.

Dia menyebutkan dengan jumlah pernikahan mencapai 1,7 juta pasangan setahun, maka dibutuhkan sekitar 16.263 tenaga fungsional penghulu. Tapi yang tersedia saat ini hanya 9.054 orang. Jadi masih kurang 7.000-an. Itupun jumlahnya yang ada makin menyusut. “Hingga tahun 2027 nanti masih ada 2.383 yang pensiun, jadi makin berkurang lagi,” jelasnya.

Menurut Zainal, kondisi ini memang cukup memprihatinkan. Beberapa penghulu bahkan ada yang harus melayani lebih dari satu KUA kecamatan. Selain pensiun,  juga banyak penghulu yang wafat terutama pada saat pandemi Covid-19 yang lalu.

Kemenag sudah mengajukan permohonan tambahan tenaga fungsional penghulu melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Tahun 2023 ini sudah ada 950 yang diterima.  “Tahun depan akan ada lagi.  Yang berminat silakan mempersiapkan diri,” kata Zainal.

H Maman Saputra, wartawan yang pernah dua periode menjadi ketua Washilah P3N Balikpapan mengungkapkan, krisis penghulu terjadi gara-gara penghulu di setiap kelurahan dihapus oleh Menteri Agama. Lalu yang berhak menikahkan hanya Kepala KUA saja, jadi sudah pasti kewalahan.

Washilah P3N adalah wadah silaturahmi penghulu pencatat nikah. Istilahnya semacam organisasi persatuan penghulu. P3N boleh dibilang penghulu swasta karena mereka bukan PNS. Tapi dia boleh menikahkan pasangan dan melakukan pencatatan untuk mendapatkan buku nikah dari KUA.

Untuk mengatasi kelangkaan penghulu, Maman mengusulkan agar peraturan lama dikembalikan, di mana tiap kelurahan ada petugas penghulu anggota P3N. “Dulu malah di Kelurahan Sepinggan, Damai, Karang Rejo, Gunung Sari Ilir, dan Muara Rapak, petugas penghulunya sampai dua orang,” tuturnya.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Balikpapan H Masrivani, S.Ag (sekarang Kasubag TU) dan Kepala KUA Balikpapan Kota H Mustafiin, S.Ag mengakui kekurangan tenaga penghulu juga terjadi di Balikpapan. Di kota ini hanya ada 9  petugas, 6 orang di antaranya merangkap sebagai kepala KUA.

Jumlah itu tentu saja tidak sebanding dengan kebutuhan. Apalagi jumlah perkawinan di Balikpapan hampir mencapai 5.000 setahunnya. Pihaknya pernah berupaya mempertahankan tenaga P3N yang ada, tapi Pusat tidak menyetujui. “Ya solusinya harus mau menikah di Kantor KUA di hari kerja sambil menunggu tambahan penghulu baru,” kata mereka.

Berkaitan dengan acara perkawinan, dua mantu saya juga sering terlibat. Ayi dan Shindy. Maklum mereka berprofesi sebagai perias wajah (make-up artist atau MUA) dan penyedia baju pengantin. Ayi dengan benderanya Adeva dan Shindy, Bidury Beauty. Tak jarang sejak subuh mereka sudah harus bertugas agar pengantin siap sebelum acara mulai. “Yang paling berat pergantian baju setelah acara nikah menuju resepsi. Perlu cepat karena tak jarang undangan sudah datang,” kata mereka. Apalagi kalau acara nikahannya terlambat.(*)

Siswa SMPN 1 Sangatta Selatan Kunjungi Dispusip Kutai Timur

September 14, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA — Siswa SMP Negeri 1 Sangatta Selatan  berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutai Timur, jumlah siswa dan siswi SMPN 1 Sangatta Selatan yang datang ke Dispusip sebanyak 8 orang dan 1 orang guru pendamping, Rabu (13/9/2023)

Kepala SMP Negeri 1 Sangatta Selatan, Juliansyah mengatakan tujuan pembimbing membawa siswa dan siswi SMPN 1 Sangatta Selatan ini ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutai Timur untuk membiasakan anak-anak mengenal dan menumbuhkan minat dalam membaca buku.

Kegiatan  kunjungan edukasi siswa ini dimaksudkan menambah wawasan dan pematangan materi pembelajaran di bidang pendidikan, dalam kunjungan ini mereka dapat mempelajari bagaimana cara penataan, pengolahan pustaka yang dilakukan di Dispusip Kutai Timur baik secara teori maupun praktek.

Siswa dan siswi SMPN 1 Sangatta Selatan melakukan kunjungan edukasi ke Perpustakaan umum yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutai Timur. Kunjungan edukasi ini bertujuan untuk memperkenalkan perpustakaan umum sekaligus menumbuh kembangkan minat baca siswa dengan berbagai koleksi yang tersedia.

Ada juga materi presentasi mengenai motivasi untuk siswa. Setelah itu, barulah peserta diajak berkeliling dan memasuki ruangan yang ada.  Di ruangan perpustakaan umum, peserta juga diajak untuk menulis cerita.

“Kali ini beberapa siswa kita yang berkunjung. Sebelumnya kami mendapat kunjungan bus Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim pada Februari lalu di halaman sekolah,” ungkap Juliansyah.

Ia mengatakan dengan kunjungan bus Perpustakaan Keliling itu agar dapat membantu menimbulkan niat membaca bagi para siswa. “Sama halnya dengan kunjungan anak-anak ke Perpustakaan Umum Kutim ini,” ungkapnya seraya menyebutkan kunjungan bus perpustakaan keliling itu membawa sekitar 500 eksemplar buku dari bermacam jenis buku seperti fiksi, enseklopedi, biografi dan lainnya.(adv dpk kaltim)

Diskarpus Paser Fasilitasi Kunjungan Siswa

September 14, 2023 by  
Filed under Paser

TANAH GROGOT – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Paser kembali memfasilitasi kegiatan kunjungan atau Outdoor Learning School di Perpustakaan Daerah Paser yang berlokasi di Jalan Kesuma Bangsa Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Kunjungan dilakukan SDN 012 Tanah Grogot. Para siswa membaca buku yang tersedia di perpustakaan kemudian mereviewnya melalui tulisan, Rabu (13/9/2023).

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Paser, Yusuf Sumako   mengungkapkan, tujuan dari pelayanan kegiatan kunjungan sekolah tersebut untuk memperkenalkan perpustakaan sejak dini kepada anak-anak. Diharapkan minat baca anak-anak semakin bertumbuh dan tidak hilang tergerus zaman yang semakin canggih.

“Ini tujuannya itu khususnya untuk anak-anak usia dini untuk memperkenalkan secara dini ke perpustakaan supaya minat baca anak anak tidak hilang,” ujarnya.

Dilain pihak, Guru SDN 012, Muhammad Nasrullah mengatakan kegiatan kunjungan atau outdoor learning school di perpustakaan sangat membantu bagi guru dan para siswa mendapatkan ilmu.

Menurutnya ini akan membantu anak-anak untuk bisa memperkaya literasi mereka sejak  dini. Apalagi dengan kemajuan teknologi saat ini literasi semakin tidak digemari.Kegiatan ini memperkaya literasi terutama untuk anak-anak.

“Zaman sekarang literasi sangat kurang dan semoga  lebih baik lagi untuk generasi di sekolah khususnya di SDN 012,” pungkasnya.(adv dpk kaltim)

Diskarpus Paser Sosialisasi Program TPBIS 

September 14, 2023 by  
Filed under Paser

TANAH GROGOT – Sosialisasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial atau TPBIS dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Paser di Kecamatan Paser Belengkong,  Rabu (13/9/2023).

Sosialisasi program TPBIS ini merupakan upaya meningkatkan pembudayaan Gemar Membaca. Dimana program ini menjadi salah satu upaya terwujudnya visi Pemerintah Kabupaten Paser yaitu Paser MAS (Maju Adil dan sejahterah).

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Paser, Hj Ningsih mengatakan program TPBIS dari Perpustakaan Nasional itu bertujuan agar layanan perpustakaan memberi dampak luas kepada masyarakat.

“Harapannya semakin banyak yang mengikuti kegiatan Perpustakaan,” katanya.

Salah satu contohnya adalah kegiatan Tahsin Perpustakaan Paser yang diikuti oleh kalangan Ibu-ibu. Selain itu Perpustakaan Paser juga memperluas jangkauan program TPBIS-nya agar dapat menarik anak-anak. Dengan mengadakan kegiatan mendongeng di Ruang Baca Anak secara rutin.

“Terus kita ada tambahan itu untuk mendongeng di ruang baca anak. Jadi untuk tahun ini kita anggarkan juga per sekali dongeng itu Rp150 ribu,” ungkapnya.

Menurutnya, Perpustakaan seharusnya merupakan tempat segala macam informasi. Jadi, pihaknya harus selalu berbenah untuk memberikan layanan terbaik agar pengunjung atau masyarakat luas bisa mendapatkan kepuasan dari layanan perpustakaan. (adv dpk kaltm)

DPRD Gelar Paripurna Nota Penjelasan Wali Kota Balikpapan

September 13, 2023 by  
Filed under Balikpapan

BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud, SE, ME menyampaikan Nota Penjelasan Atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Balikpapan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Balikpapan Kota, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (13/9/2023).

Rapat Paripurna Wali Kota menyampaikan tentang APBD Kota Balikpaoan Tahun 2024, APBD-P Tahun Anggaran 2023, Pemberian Insentif dan Pemberian Kemudahan Investasi, Sistem Kesehatan Daerah dan Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2012 tentang pembentukan Kecamatan Kota dalam wilayah Balikpapan.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Balikpapan H. Abdulloh, S. Sos selaku pimpinan sidang mengatakan. Tahapan selanjutnya adalah APBD-P yang waktunya sangat mepet. Setelah ini akan kita tindaklanjuti Pandangan Umum Fraksi, Kamis (14/9/2023).

Masih menurut Abdulloh,  Rabu (20/9/2023) sudah ada pendapat akhir dari Fraksi yang dilanjutkan penandatanganan bersama atau kesepakatan dari RAPBD menjadi APBD-P Tahun Anggaran 2023.

Abdulloh menambahkan, bahwa di APBD-P tidak boleh ada silva, jadi silva dapat kita upayakan semaksimal mungkin menjadi zerro. Karena APBD-P perubahan melanjutkan APBD murni di Tahun Anggaran 2023.

“Dalam APBD-P tidak boleh ada silpa. Jadi semaksimal mungkin kita upayakan menjadi zerro,” tegasnya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb