Polres Kubar Ringkus Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

May 10, 2024 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT–Sat Narkoba, Polres Kutai Barat kembali meringkus pelaku penyalahgunaan narkotika. Kali ini, satu tersangka berhasil berinisial DHP (27 tahun) ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu.

Kapolres Kubar AKBP Kade Budiyarta melalui Kasat Resnarkoba AKP Wawan Guanawan mengatakan Sat Resnarkoba menangkap pelaku di pinggir jalan Kp. Belempung Ulaq Kecamatan Barong Tongkok  Kabupaten Kutai Barat, Rabu (8/5/2024).

Awalnya , anggota Opsnal Sat Resnarkoba memperoleh informasi sering terjadi transaksi narkotika jenis sabu-sabu di sekitaran Kp. Belempung Ulaq dan selanjutnya dilakukan penyelidikan.

Tersangka kemudian terlihat melintasi menuju ke Kp. Belempung Ulaq. Kemudian petugas melihat tersangka mengambil sesuatu di pinggir jalan. Selanjutnya petugas melakukan usaha penangkapan Tersangka DHP terlihat menjatuhkan sesuatu dan saat dilakukan pemeriksaan.  Benda yang dijatuhkan tersebut berupa satu buah bekas minuman botol Cleo warna putih. Setelah diperiksa di samping plastik botol merk Cleo terdapat  satu poket narkotika yang diduga jenis sabu-sabu yang dibungkus plastik klip warna putih. Tersangka satu poket narkotika yang diduga jenis sabu-sabu tersebut adalah miliknya.  DHP (27) mengaku mendapatkan dari seseorang bernama Sdr, L  dengan cara membeli,

Barang bukti yang diamankan berupa  satu narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,3 Gr, satu lembar platik klip ukuran Kecil, satu bekas kotak rokok sampoerna warna putih hijau, satu buah korek api, satu buah bekas botol air mineral merk Cleo, satu lembar bekas tissue, satu buah pipet kaca, satu buah alat sedot warna pink, satu buah celana pendek warna coklat, dan satu unit HP Merk OPPO A57 Warna Biru

Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Kutai Barat guna untuk dilakukan proses hukum/penyidikan lebih lanjut. (**)

Milad Bu Mei  dan Pak Hadi

May 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MILADNYA sama-sama Kamis (9/5) kemarin. Punya hobi yang sama. Menyanyi di tempat apa saja. Tidak satu lagu. Paling kurang satu album. Tidak jarang mereka nyanyi bersama. Kalau kebetulan bertemu di tempat dan acara yang sama. Itulah Dr Hj Meiliana, SE, MM yang akrab dipanggil Bu Mei dan Pak Hadi, alias H Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si.

Salam cuan bersama Pak Isran

Bu Mei, mantan Pj Sekprov Kaltim. Dilahirkan di Samarinda, 9 Mei 1959. Jadi usianya sekarang persis 65 tahun. Lebih muda setahun dari saya. Tapi semangatnya tak pernah kendur. Selalu ada di mana-mana. Dia masih mendapat tugas selaku ketua Tim Pelaksana Percepatan Kerjasama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua.

Sebelum Pileg kemarin, Bu Mei juga sempat menjadi komisaris utama PT Jamkrida Kaltim, BUMN penjaminan kredit milik Pemprov Kaltim. Dia juga masih aktif sebagai ketua Ikatan  Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan ketua Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kaltim.

“Demi kepentingan orang banyak dan bermanfaat, saya siap mengabdi. Hidup ini memang harus diisi dengan hal-hal yang berguna untuk kepentingan yang membawa berkah,” katanya bersemangat.

Bu Mei dan saya sama-sama kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Dia sempat menjadi ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul. Tugas itu saya lanjutkan sekarang. Tapi Bu Mei masih menjadi pengurus IKA Unmul. Kebetulan saat ini ketuanya Pak Isran Noor, mantan gubernur Kaltim.

Buah perkawinannya dengan Gusti Suhadsyah, mereka dikaruniai dua putri. Dua-duanya dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unmul. Sekarang lagi mengambil spesialis. Sang suami lebih dulu dipanggil Yang Mahakuasa. “Hari ini saya mau ziarah ke makam orang tua dan suami,” kata Bu Mei.

Dalam perjalanan kariernya, Bu Mei sempat juga menduduki kursi kepala daerah. Dia pernah menjadi Plt Wali Kota Samarinda selama 3 bulan di akhir 2015. Lalu menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Kaltim selama 2 hari di akhir masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak.

Sedang Pak Hadi, siapa juga yang tak kenal. Dia adalah mantan wakil gubernur (Wagub) Kaltim mendampingi Pak Isran. Dia juga dilahirkan di Samarinda, 9 Mei 1968. Jadi usianya 56 tahun, lebih muda 9 tahun dari Bu Mei.

Pak Hadi sekarang ketua Partai Gelora Kaltim. Sebelumnya berkiprah di PKS dan sempat menjadi anggota DPR RI dan wakil ketua DPRD Kaltim. Dia alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Salah satu putra daerah terbaik, yang memiliki perjalanan karier yang moncer.

Hebatnya Pak Hadi, selain suka menyanyi juga aktif sebagai penceramah agama atau pendakwah. Tak jarang dia diundang menjadi khatib salat Jumat atau khatib salat Idulfitri dan Iduladha. Dia pernah menjadi pengajar Pondok Pesantren Darul Aman Ujung Pandang dan pengajar SMU Muhammadiyah Samarinda.

Dia menikah dengan Erni Makmur dan mereka dikaruniai 5 anak.  Uniknya, salah seorang putranya, Muhammad Al Fatih aktif dalam berbagai aksi mahasiswa dan berani mengkritik berbagai kebijakan pemerintah termasuk Pemprov Kaltim, yang dinilai tidak sejalan dengan amanah rakyat.

Sekarang Pak Hadi lagi sibuk-sibuknya. Dia kembali mendampingi Pak Isran untuk mengikuti kontestasi Pilgub Kaltim yang digelar 27 November mendatang. Sebagai petahana, mereka optimis bisa memenangi kembali perebutan kursi Kaltim-1 dan Kaltim-2 periode 2024-2029.

“Ya saya siap terus mendampingi Pak Isran untuk menuntaskan misi Kaltim Berdaulat jilid-2, demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Kaltim,” ucapnya.

SAMBEL GORENG IKAN ASIN

Saya tidak sempat bertemu langsung dengan Pak Hadi. Ucapan selamat saya kirim lewat WA. Semoga tetap sehat dan sukses tetap memimpin Kaltim bersama Pak Isran. “Tks atas doa dan perhatiannya. Doa yang sama untuk kita semua. Aamiin.” Wass@HM56.

Acara HUT di rumah Bu Mei sangat ramai. Dia tinggal di Griya Tepian Lestari (Karpotek) Blok GG No 02, Sungai Kunjang. Tak jauh dari kediaman pribadi Pak Isran.

Dalam undangan acara digelar mulai pukul 14.00 siang. Tapi tak disangka, kata Bu Mei, Pj Gubernur Akmal Malik sempat singgah di rumahnya pagi hari. “Saya mau ke Balikpapan, jadi saya singgah di sini dulu. Selamat milad Bu Mei, sehat dan sukses selalu,” kata Pak Akmal.

Dari Balikpapan saya berangkat sekitar  pukul 14.00. Ditemani  Pak Andi Mappapuli, ketua LPM Teritip. Sampai di rumah Bu Mei sekitar pukul 15.30. Wah, undangan begitu ramai terutama ibu-ibu. “Ini melebihi acara perkawinan,” kata Pak Andi.

Tak lama datang Pak Isran. Gayanya santai. “Ini burung jalak,” katanya bercanda. Ibu-ibu langsung berkerumunan. Apalagi kalau bukan berebut selfie. Semua ingin mendukung Pak Isran, yang lagi fokus di Pilgub Kaltim.

Sampai saat ini Isran-Hadi belum memutuskan jalur apa yang ditempuh mereka dalam pendaftaran Pilgub nanti. Apakah jalur independen atau perseorangan atau menggunakan perahu partai. Tapi dua-duanya sangat memungkinkan. Relawannya sudah mengumpulkan 300 ribu surat dukungan melebihi batas persyaratan. Tapi mereka juga tetap mendaftar di beberapa partai.

Di rumah Bu Mei, Pak Isran langsung makan. Dia mengambil nasi, sayur santan waluh (labu) dan jagung. Lalu sambal goreng iwak asin dan ampal jagung. Sepertinya sambal gorengnya buatan Bu Mei sendiri. Soalnya dia memang pandai memasak. Pak Isran sampai minta tambah lagi.

Saya melahap martabak dan kari daging sapi. Enak sekali. Lalu minuman penutupnya cendol atau dawet kata orang. Pak Isran masih menambah makanan ringan. Yaitu yang disebut jajanan pasar, getuk, cenil dan “kawan-kawannya.”

Hampir pukul 18.00 kita baru pulang. Pak Isran menikmati suara kompak Bu Mei dan gengnya, Ganbatte yang terus menyanyi seakan sampai kiamat. Ada sekali di sela sahabatnya saya Om Buyung, yang juga suka menyanyi. Lagu Koes Plus. Maklum kita hidup di zaman itu.

Ketika saya dan Pak Isran didaulat menyanyi, Pak Isran langsung menyela. “Jangan suara yang bagus-bagus yang nyanyi, biar suara yang ‘jelek-jelek’ saja yang terus menyanyi,” katanya tertawa lepas.

Begitu  pulang saya disangui Bu Mei kue ultah dan sambal goreng ikan asin. “Titip untuk si gemoy,” katanya. Si Gemoy yang dia maksud adalah cucu saya Si Dafin, yang baru sembuh dari cacar air dan demam berdarah (DBD).

Selamat milad Bu Mei dan Pak Hadi. Karena keduanya “penyanyi,” maka saya kutip kata bijak John Lenon, penyanyi legendaris dari The Beatles, Inggris. “Hitunglah umurmu dari jumlah teman, bukan tahun. Hitunglah hidupmu dari senyum bukan air mata.”(*)

Logo MTQ Tingkat Nasional di Launching di Tanggerang

May 10, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TANGGERANG – Peresmian  atau launching penggunaan logo Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXX Tahun 2024 menandai dimulainya publikasi penyelanggaraan MTQ Tingkat Nasional di Kalimantan Timur.

Acara launching logo MTQ Nasional dilakukan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mewakili Pj. Gubernur Kaltim bersama Dirjen Bimas Islam, dilakukan sebelum acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di Tangerang (9/5/2024).

Launching diawali dengan kesenian Tarsul, yaitu kesenian berupa nyanyian tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Kutai. Kesenian ini dilakukan dengan cara bertutur atau lisan. Disampaikan oleh Nova Abelia, yang difasilitasi EO Seraung Exotic Kaltim.

Selanjutnya ditampilkan Tari Jepen Muslim Bulik Madam, yang dibawakan 5 orang penari dari  Sanggar Tari AW  Balikpapan, pimpinan Sumarwi. Di akhir tarian, para penari membentangkan spanduk yang bertuliskan, “Sukseskan MTQ Nasional XXX

Peserta Rakernas LPTQ kemudian disuguhkan video sayembara dan pengumuman lomba logo MTQ Tingkat Nasional yang diikuti oleh para talenta muda yang penuh kreativitas, dengan mengumpulkan 239 karya terbaik dari seluruh penjuru Indonesia. Video tersebut berdurasi 2 menit 30 detik.

Video kedua, penayangan tentang kesiapan Kaltim sebagai Tuan Rumah MTQ Tingkat Nasional XXX yang akan digelar pada tanggal 6 – 16 September 2024. Video tersebut berdurasi 3 menit 42 detik.

Acara launching logo MTQ Tingkat Nasional ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka Logo MTQ Tingkat Nasional XXX dari Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni kepada Ketua LPTQ Nasional, Kamaruddin Amin. (MJE)

Rakernas LPTQ, Kaltim Siap Gelar MTQ 2024

May 10, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Sri Wahyuni

TANGGERANG – Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni menyatakan Kaltim telah siap menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional yang akan digelar September 202 4 mendatang.

Dikatakan Sri Wahyuni, sebenarnya Kaltim menyiapkan diri untuk menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Nasional pada Tahun 2026 yang akan datang. Hal tersebut bertepatan dengan setengah abad sebagai tuan rumah yang pertama, pada tahun 1976.

“Namun, berkah IKN, penunjukan tuan rumah penyelenggara MTQ tingkat nasional dimajukan pada Bulan September Tahun 2024,” ujar Sri Wahyuni pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) di Tangerang (9/5/2024).

Kegiatan Rakernas ini dibuka Ketua LPTQ Nasional, Kamaruddin Amin, yang juga menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang.

Rakernas diikuti oleh jajaran Pengurus LPTQ Provinsi seluruh Indonesia dan jajaran Pengurus LPTQ Nasional,   Kakanwil Kementerian Agama, Kepala Biro Kesra, Kabid Bimbingan Masyarakat Islam pada Kanwil Kementerian Agama se Indonesia berlangsung hingga tanggal 11 Mei 2024.

Turut hadir mendampingi Sekda Kaltim, Kakanwil Kementerian Agama, Abdul Kholik, Kepala Biro Kesra, Dasmiah, Ketua III LPTQ Kaltim, Jauhar Efendi, Kabid Bimas Islam, Maslekhan, dan Prof. Bambang Iswanto, Bidang Perhakiman LPTQ  Kaltim. (MJE)

Dukung Dunia Pendidikan, Kelas Khusus Yamaha Diresmikan di SMK Kusuma Negara Kertosono

May 9, 2024 by  
Filed under Nusantara

Komitmen PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam memajukan pendidikan vokasi khususnya dunia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara aktif dan konsisten terus dilakukan. Program “SMK Binaan Yamaha” adalah bukti nyata kontribusi Yamaha kepada masyarakat Indonesia. Lebih dari 3.500 lulusan SMK telah mendapat pelatihan teknologi otomotif Yamaha melalui program ini.

Kesuksesan program “SMK Binaan Yamaha” menjadi dasar dibukanya Kelas Khusus Yamaha di 54 SMK di Indonesia. Kelas Khusus Yamaha memiliki kompetensi keahlian Teknik Bisnis Sepeda Motor. Baru-baru ini dilakukan pada Selasa 7 Mei 2024, PT. YIMM meresmikan Kelas Khusus Yamaha yang kini sudah terdapat pada SMK Kusuma Negara Kertosono di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dengan demikian SMK Kusuma Negara Kertosono sudah menggunakan kurikulum yang tersinkronisasi dengan Yamaha.

Pada program ini, Yamaha memberikan kurikulum, sarana dan prasana teknologi otomotif kepada SMK untuk diajarkan kepada siswa-siswi Kelas Khusus Yamaha. Melalui pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh Yamaha diharapkan terjadi sinergi antara kurikulum yang diberikan di SMK dengan kebutuhan di industri nyata.

Acara peresmian Kelas Khusus Yamaha SMK Kusuma Negara Kertosono dihadiri oleh Kadis Pendidikan dan Kebuyaan Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Dr. Aries Agung Paewai, S.STP, M.M, PJ Bupati Kabupaten Nganjuk yang diwakili oleh Sri Handoko Taruna, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur wilayah Nganjuk yang diwakili oleh Dra. Evi Dwi Widajanti, M.M, mantan Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA, Sekolah Mitra Yamaha se-DDS Madiun Kediri, perwakilan dealer Yamaha se-Kabupaten Nganjuk, Kepala SMA-SMK se-Kabupaten Nganjuk serta mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) lainnya.

”Program SMK Binaan Yamaha sebagai bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 hingga saat ini. Program ini untuk mempersiapkan siswa dan siswi SMK siap pakai di dunia kerja dan kewirausahaan, melalui standarisasi kurikulum Teknik Sepeda Motor sesuai kurikulum Yamaha Technical Academy. Ini selaras dengan perkembangan industri sepeda motor terkini dan mengacu pada Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang saat ini sedang disusun, sehingga mampu mengurangi kesenjangan dunia pendidikan dan dunia industri,” jelas Hendra, Manager Education PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Pihak SMK Kusuma Negara Kertosono menanggapi positif dibukanya Kelas Khusus Yamaha. ”Dengan adanya Kelas Khusus Yamaha, kami berharap SMK bisa menghasilkan lulusan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing, bukan hanya lulusan yang siap kerja tetapi juga berkualitas dan siap berwirausaha. Kelas Khusus Yamaha ini bukan sekedar menjadikan siswa memiliki kompetensi di bidangnya, tetapi juga menjadikan siswa bisa berprestasi dengan akademik dan menjadikan siswa memiliki pendidikan karakter sesuai dengan tuntutan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI),” jelas Prof. Dr. Sumarji, SP.MP, Kepala Sekolah SMK Kusuma Negara Kertosono.

Untuk wilayah Jawa Timur khususnya wilayah kerja DDS Madiun Kediri, Yamaha telah bekerjasama dengan 17 SMK Binaan dan hingga saat ini mempunyai 4 SMK Kelas Khusus Yamaha :

1.SMK Pemkab Ponorogo

2.SMK Kertanegara Kediri

3.SMK N 1 Kebonsari Madiun

4.SMK Kusuma Negara Kertosono

Dengan program SMK Binaan Yamaha diharapkan bisa menghasilkan lulusan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, bukan hanya lulusan yang siap kerja tetapi juga siap berwirausaha seperti yang sudah diamanatkan Instruksi Presiden No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb