Air Mahakam di Water Bali

May 27, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DI TENGAH ketegangan Pilkada, Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun (AH) masih sempat terbang ke Bali. Dia salah seorang kepala daerah yang diundang bicara air di World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali. Tentu sangat istimewa dan membanggakan.

WWF dibuka Presiden Jokowi, Senin (20/5) lalu. Berlangsung seminggu. Sekarang sudah selesai. Ada 2.500 peserta dari 48 negara di Asia Pasifik yang hadir. Forum ini diprakarsai oleh World Water Council (WWC) dalam rangka mengatasi isu-isu air global.

WWF Bali yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, para ahli dan pemerhati air berbagai negara,  membahas konservasi air, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam.

Andi Harun ketika memaparkan pengelolaan air minum di kotanya

Beberapa wali kota di Indonesia diminta bicara dalam sharing season. Selain Andi Harun, juga Wali Kota Gorontalo Marten Taha dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto.

Danny adalah salah seorang dari 4 wakil Indonesia yang masuk dalam delegasi United Cities and Local Government Asia-Pasific (UCLG-ASPAC) di WWF Bali. Dia bicara Instansi Pengelola Air Limbah (IPAL) Losari yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi.

IPAL Losari bertujuan mengubah air limbah menjadi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kapasitas pengelolaan air limbahnya sebanyak 16 ribu meter kubik per hari, yang mengcover lima kecamatan di Kota Makassar.

Wali kota Gorontalo Marten Taha juga bicara pengelolaan air di kotanya. Dia mengakui pengelolaan air di beberapa negara di Asia Pasifik jauh lebih modern dibanding Indonesia. Air bakunya tidak saja dari danau atau sungai, tetapi juga melakukan penyulingan air laut. “Kita belum sampai ke sana, karena teknologi dan biayanya masih mahal,” katanya.

Sebelum berakhir masa jabatan saya, 2021, saya masih sering bersama-sama Danny dan Marten. Soalnya sama-sama pengurus APEKSI. Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia. Saya dengar Danny maju ke Pilgub Sulsel 2024. Begtu juga Marten ke Pilgub Gorontalo.

Penampilan Andi Harun tentu menarik perhatian. Maklum dia memimpin salah satu kota di dunia yang mempunyai sumber air yang besar dari sungai. Sungai Mahakam yang membelah kota Samarinda, selama ini menjadi sumber utama air bersih untuk 861 ribu warganya. Juga untuk penduduk di hulunya.

Panjang Sungai Mahakam 920 km. Nomor dua terpanjang di Indonesia. Mengalir mulai Mahakam Hulu (Mahulu), Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar) sampai kota Samarinda. Mulai dulu, Mahakam telah menjadi sumber air yang vital, potensi perikanan yang melimpah, dan jalur transportasi yang amat penting.

Dalam sebuah versi sejarah, penamaan Mahakam berasal dari nama Muara Kaman, yang terkenal sebagai pusat Kerajaan Kutai Martadipura.  Versi lain mengartikan Mahakam terdiri dari kata “maha” dan “kama.” Maha itu besar dan kama berarti cinta. Jadi Mahakam adalah penjelmaan cinta yang besar. Karena itu ada yang bilang, sekali minum air Mahakam, pasti jadi kerinduan untuk kembali.

Bertahun-tahun Mahakam juga menjadi saksi eksploitasi hutan dan tambang di Kaltim. Di tahun 70-an alur Mahakam penuh dengan rakit kayu gelondongan. Sekarang, ratusan ponton tiap hari melintas membawa batu bara.

Di tahun 70-an, saya masih sering berenang di Sungai Mahakam. Termasuk di Sungai Karang Mumus, cabang Mahakam di Samarinda. Di situ mandi sekalian BAB. Di atas jamban terapung. Terkadang cari batang kayu yang lepas dari ponton. Airnya masih jernih, tidak seperti sekarang kumuh dan pekat.

Akibat pembukaan hutan dan penambangan serta makin meningkatnya populasi penduduk, belakangan Sungai Mahakam memang menghadapi persoalan. Proses pendangkalan terus terjadi dibarengi dengan penurunan kualitas dan terjadinya pencemaran.

PROPOSAL 1 TRILIUN

Andi Harun tampil di hari ke-4. Dimoderatori Sekjen UCLG-ASPAC, Bernadia Irwati Tjandradewi, selama 30 menit dia bicara tentang air secara global termasuk pengelolaan air di kotanya dengan tema: “Best Practice Kota Samarinda dalam Menjaga Sumber Air dan Meningkatkan Pelayanan Air Bersih kepada Masyarakat.”

Dia mengungkapkan, pengelolaan air di Kota Samarinda adalah upaya kompleks yang memerlukan kerjasama dengan fokus pada tiga pilar utama, yaitu orang, tempat, dan proses.

Kolaborasi antarlembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta dan masyarakat lokal menjadi sangat esensial untuk mengatasi berbagai tantangan dan mencapai keamanan air yang berkelanjutan bagi seluruh penduduk.

Kerjasama dengan sektor swasta sangat diperlukan mencakup investasi dalam infrastruktur air bersih serta program-program corporate social responsibility (CSR), yang berfokus pada konservasi sumber air dan peningkatan akses air bersih.

Andi Harun juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga pemanfaatan sumber air secara bijaksana. Program edukasi ini menyasar ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sekolah hingga komunitas lokal.

“Kami percaya bahwa edukasi adalah kunci untuk perubahan jangka panjang. Melalui berbagai program edukasi, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Samarinda memiliki pengetahuan dan kesadaran yang tinggi mengenai pentingnya dalam menjaga sumber air,” tandasnya.

Dalam bagian lain dia juga menekankan soal pengelolaan air yang lestari. “Teknologi pengelolaan air yang kami gunakan memungkinkan kita untuk memanfaatkan  sumber daya air dengan lebih bijak, mengurangi pemborosan dan memastikan bahwa air bersih tersedia untuk seluruh masyarakat,”  jelasnya.

Memanfaatkan forum WWF, Wali Kota Andi Harun secara khusus membawa dan menawarkan proposal investasi air di kotanya bernilai Rp1 triliun. “Ini saya tawarkan ke berbagai pihak terutama swasta dalam rangka meningkatkan akses air bersih 100 persen untuk warga kota,” jelasnya.

Saat ini produksi air bersih yang dilakukan PDAM dengan 18 instalasi pengelolaan baru mampu memenuhi kebutuhan 80 persen penduduk. Jadi masih ada 20 persen lagi yang belum mendapat akses air bersih secara baik. Padahal akses air bersih merupakan hak dasar yang harus dipenuhi negara untuk setiap warganya.

“Kita sudah siapkan skemanya. Kalau dapat 1T insyaallah yang 20 persen bisa terselesaikan. Kita siap kerjasama, 50 persen dari PDAM dan 50 persen lagi dari swasta. Tapi jangan APBD semua,” kata Andi Harun berusaha meyakinkan.

WWF di Bali juga sangat baik dampaknya untuk Kota Balikpapan. Maklum warga Kota Beriman saat ini lagi kencang-kencangnya berteriak soal kelangkaan air yang sudah dialami cukup lama. Baru beberapa hari ini turun hujan. Semua berdoa agar waduk Manggar dan Teritip terisi penuh.

Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga yang membawahkan Universitas Mulia, Dr Agung Sakti Pribadi menyatakan, pihaknya akan menggelar diskusi Forum Air Balikpapan dalam rangka mencari solusi mengatasi kelangkaan air di kota ini. “Kita memang terinspirasi dari WWF Bali, karena air memang sudah menjadi masalah dunia dan global,” jelasnya.

Beberapa pengamat mengatakan, selain suplainya terbatas,  air minum yang dikonsumsi warga Indonesia sudah lebih mahal dibanding dengan harga bahan bakar minyak atau BBM. Anehnya sudah dianggap normal. Padahal negara mestinya menyediakan air bersih dengan harga terjangkau untuk rakyatnya.

Seorang warga Telindung bernama Hasan kirim WA ke saya. Dia bilang air bersih bukan air mata. Tapi nyatanya untuk mendapatkan air bersih yang lancar dan murah, kita sepertinya harus menitikkan air mata.

Karena ini lagi musim Pilkada, ada juga yang bilang air menjadi isu yang sensitif. Berkat air seseorang bisa jadi kepala daerah, tapi gara-gara air bisa juga membuat calon terjungkal atau tidak dipilih kembali. Silakan warga menentukan pilihannya.(*)

Ketua PWI Kaltim Ingatkan Bahaya Obesitas Informasi

May 26, 2024 by  
Filed under Balikpapan

BALIKPAPAN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kaltim Abdurrahman Amin mengingatkan kepada generasi muda tersebut terhadap bahaya obesitas informasi.

“Obesitas informasi maksudnya adalah ketika kita banyak mengonsumsi informasi yang sebenarnya tidak kita perlukan. Tapi karena dalam sehari kita selalu mengakses media sosial selama berjam-jam, sehingga informasi-informasi tersebut dapat dengan mudah masuk dalam memori,” kata Rahman ketika menjadi pembicara utama pelatihan jurnalistik tingkat dasar kader muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDDI) di Masjid Luhur Bairuha (MLB), Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Bairuha, Balikpapan, Sabtu (25/5/2024).

Sebanyak 172 kader muda LDDI yang datang dari berbagai daerah berkumpul mendapat pembekalan dari Abdurrahman Amin yang juga menjadi pemimpin redaksi (pemred) surat kabar harian Samarinda Pos.

Dijelaskan Rahman, akibat dari bahaya obesitas informasi ini adalah lahirnya generasi overthinking. Lambat laun, fenomena ini melahirkan banyak penyakit-penyakit mental. “Persis kalau kita banyak makan. Badan jadi berlemak dan rentan penyakit. Begitu juga kalau kita banyak menerima informasi. Memori jadi penuh dan bikin banyak pikiran. Ujung-ujungnya sakit mental,” lanjut Rahman.

Di era media sosial hal tersebut lumrah terjadi. Ini karena setiap orang kini bisa memproduksi informasi. Masalahnya, informasi yang dihasilkan individu-individu tersebut tidak jelas metode dan motifnya. Hal ini berbeda dengan informasi yang disajikan media berbasis pers atau yang dihasilkan oleh wartawan.

Berita yang dihasilkan wartawan sudah pasti melalui metodelogi dan standar bisa dipertanggungjawabkan. Wartawan juga memiliki tanggung jawab terhadap publik, untuk memastikan setiap informasi yang disajikan tersebut memang benar-benar penting dan diperlukan oleh masyarakat. “Bukan informasi yang sekadar mengejar sensasi. Tapi kalau ada media berbasis pers yang ikut menyebarkan informasi tidak penting, berarti kualitas wartawannya yang harus diperbaiki,” ungkapnya.

Sampai di sini, lanjut Rahman, profesi seorang wartawan sebenarnya masih sangat relevan diperlukan oleh masyarakat. Karena itu, jika wartawan tidak memiliki keinginan untuk terus mengupgrade kemampuannya, maka setiap karya yang dihasilkannya sudah pasti tidak akan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Karena kalau wartawan hanya sekadar memindahkan informasi di lapangan dalam sebuah laporan, rasa-rasanya kita tidak perlu lagi dengan wartawan. Karena semua informasi kini tersedia di media sosial,” ungkap Rahman lagi.

Karena itu, lanjut mantan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kaltim ini, media berbasis pers yang beritanya dihasilkan oleh wartawan memiliki tiga fungsi. Pertama adalah fungsi informasi; kedua fungsi edukasi dan ketiga fungsi pengawas jalannya kekuasaan. “Kalau sekadar mengejar fungsi informasi, media konvensional sudah pasti tertinggal. Jadi media berbasis pers harus mampu menggali informasi dari sudut pandang yang lain. Dari sudut pandang pengetahuan, sehingga mampu memberikan informasi yang dalam dan jernih terhadap satu isu yang diangkat,” ungkap Rahman lagi.

Wakil Ketua DPW LDII Kaltim, H Imam S Lutfi yang mengawali pertemuan tersebut menjelaskan detail kegiatan itu. Kata Imam, dari 172 peserta pelatihan jurnalistik dasar tersebut, 25 orang di antaranya berasal dari berbagai daerah. “Di antaranya dari Kaltara, Kalsel, Kalteng dan Sulsel. Bisa dibilang seKalimantan (kecuali Kalbar) dan Sulawesi. Sisanya dari LDII  kabupaten/kota se-Katlim,” ungkapnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda LDII menjadi jurnalis muda dan memperkuat jejaring komunikasi. Sehingga diharapkan, jurnalis muda LDII mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa, negara, agama dan khususnya dalam pembangunan Kaltim untuk Nusantara.

“Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama dua hari sejak Sabtu hingga Minggu (26/5/2024). Setiap peserta dibagi ke dalam beberapa kelas. Ada yang di pelatihan jurnalistik tulis, jurnalistik televisi dan jurnalistik media sosial serta desain,” tambah Imam didampingi ketua SC Prof. Dr. Ir. Hm Krishna Purnawan Candra, MS, dan  Ketua OC Laode Benny, SH.

Turut dalam kegiatan ini sejumlah unsur pengurus, Ketua DPP LDII Rully Kuswahyudi, Ketua Ponpes Bairuha H Munawar, Ketua DPD LDII Balikpapan H. Hery Fatamsyah dan Sekteratis LDII Kaltim Wildan Taufik. (*)

Dendi Suryadi Jadi Contoh Kesuksesan Putra Daerah Asal Kukar

May 26, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG– Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Kalimantan Timur bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kaltim gelar Talk Show yang menghadirkan narasumber Brigadir Jenderal TNI Dendi Suryadi, staff khusus Kasad TNI Angkatan Darat Republik Indonesia di Hotel Grand Fatma Tenggarong pada Minggu (26/5/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Dendi Suryadi dikenalkan sebagai putra daerah Kutai Kartanegara pertama yang berhasil meraih karir jabatan Jenderal bintang satu pertama berdarah Kutai. Dendi juga  menjabat Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma Kalimantan Timur.

Dendi dalam kesempatan tersebut menceritakan, proses meraih sebuah kesuksesan tidak ada yang mudah, dan semua melalui proses yang membutuhkan komitmen dan semangat yang tinggi.

“Tidak ada yang kebetulan dalam proses perjalanan hidup, semua atas kehendak dan kekuasaan Allah. Pastinya harus melakukan terbaik dalam bentuk ikhtiar, dan harus kuat secara fisik, akademik, dan religi,” ucapnya.

Alumni akademi militer magelang dari kecabangan Infanteri ini menambahkan, dalam mewujudkan masyarakat produktif menuju kutai kartanegara yang maju, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dirasa penting untuk terus ditingkatkan. Dia menjelaskan, dalam kaitan SDM, yang juga penting diperhatikan adalah ketersediaan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

“Dalam mewujudkan masyarakat maju, harus ada kolaborasi bersama untuk menciptakan kemanan menuju kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” tambahnya

Dendi menjelaskan, dengan daerah yang aman maka masyarakat akan merasa nyaman. Ketika kenyamanan di daerah sudah di dapatkan, maka masyarakat akan dapat lebih produktif dan maju baik dalam karir maupun kualitas SDM yang dimiliki.

Hadir sebagai ketua panitia acara, Setia Budi sekaligus Ketua KKB kaltim , mengatakan acara Talk Show ini bertujuan mengajak masyarakat yang hadir dari perwakilan masyarakat Kukar untuk berdiskusi dan mendorong kehadiran putra putri daerah dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap, hadirnya putra daerah asli Kalimantan yang mampu menjadi pemimpin bahkan Kepala Daerah yang mampu membangun Kukar, sehingga acara hari ini menjadi ruang komunikasi publik dalam forum diskusi publik,” ucapnya.

Selain itu, hadir pula Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim Bakri Hadi, yang mengatakan kegiatan Talk Show yang menghadirkan Jendral pertama asal Kukar dapat menjadi motivasi masyarakat untuk dapat lebih percaya diri, dia menyampaikan sangat mengapresiasi narasumber sekaligus motivator yang hadir dengan prestasi yang dimiliki, peserta diharap dapat dengan terus menggali gagasan dan kepemimpinan dan pengalaman Dendi Suryadi untuk kemajuan Kukar.

“Hari ini juga menjadi ajang silaturahmi dalam membangun daerah, maka kita harus bersama bergotong royong. Sehingga yang sulit akan menjadi mudah. Dan kita akan dapat terus ada di barisan yang tidak terpisahkan dalam pembangunan,” pungkasnya.(Ria)

Dinas Sosial Kaltim Tuntaskan Droping 6 Ribu Paket Logistik Korban Bencana Banjir Mahulu

May 26, 2024 by  
Filed under Berita

SAMARINDA — Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial Kaltim menuntaskan droping 6 ribu paket logistik bagi korban bencana banjir di Kabupaten Mahakam Ulu. Sebanyak 4.500 paket kembali dikirim melalui jalur sungai menggunakan kapal pengangkut barang melengkapi kekurangan pengiriman 1.500 paket yang lebih dulu dikirim pada 16 Mei 2024.

“Kita menuntaskan kekurangannya 6 ribu paket yang akan disalurkan bagi korban bencana banjir di Mahulu,” kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak melalui Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Akhmad Rasyidi saat melepas keberangkatan 4.500 paket logistik, di Pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda, Minggu (26/5/2024).

Proses pengiriman barang bantuan logistik dimaksud dilakukan berkoordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, BPBD Samarinda, Babinsa Sungai Kunjang, dan Dinas Sosial Mahulu.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim sebagai koordinator penanggulangan bencana mengerahkan setta ikut memantau dan menugaskan tim membantu droping logistik bantuan dari Gudang Dinas Sosial ke Pelabuhan.

“Saya juga ikut bersama staf dan beberapa relawan TAGANA Samarinda mengawal pengiriman barang menggunakan kapal penumpang. Semoga perjalan lancar dan logistik yang kita bawa tersalurkan tepat sasaran dan tepat jumlah , sehingga bermanfaat meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Andi Muhammad Ishak.

Dijelaskan, total bantuan yang diberikan sebanyak 6 ribu paket sembako dengan total anggaran Rp.2,4 miliar. Adapun rincian barang yang disalurkan berupa Beras @ 5 kg sebanyak 6 ribu sak, gula pasir 6 ribu kg, cornet @ 189 grm sebanyak 6 ribu kaleng, kue kaleng @ 450 grm sebanyak 6. Ribu kaleng, mie instan 6 ribu dos, minyak goreng 6 ribu liter dan susu kental 6 ribu kaleng.

Penyalurannya dilakukan dalam dua tahap yakni sebanyak 1.500 paket pada 16 Mei 2024 bersamaan barang bersumber APBN di Gudang Dinsos Kaltim (Tenda Keluarga portabel 10 unit, Family Kid 150 paket Kids Ware 150 paket, Kasur busa 150 buah dan selimut 150 buah dengan total anggaran Rp. 273.375,000,-) dan 4.500 paket pada 26 Mei 2024.

Droping logistik dilakukan Pemprov Kaltim sebagai pelaksanaan amanat Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 2018 tentang Standar Pelayanan Dasar pada pelayanan minimal bidang sosial di daerah provinsi dan di daerah kabupaten/kota.

Pada pasal 10 menyebutkan provinsi memiliki kewenangan menyediakan bantuan logistik bagi korban bencana antara 51 – 100 orang baik berupa pemenuhan kebutuhan dasar permakanan, sandang, tempat penungsian, penanganan khusus kelompok rentan, dan layanan dukungan psikososial sesuai pasal 15 ayat 2.

Sejalan dengan itu Pemerintah Kabupaten/Kota dalam penanganan bencana memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana di wilayahnya, sehingga sesuai kewenangan dalam penerapan standar pelayanan minimal Pemerintah Provinsi wajib hadir memberikan bantuan.

“Apabila bantuan tidak diberikan dikhawatirkan korban bencana tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya karena tidak memiliki kemampuan memenuhi secara mandiri akibat tertimpa musibah bencana,” tandasnya. (AM)

Gelaran Internasional KTT WWF Ke-10 di Bali Selesai, PLN Sukses Kawal Kelistrikan Tanpa Kedip

May 26, 2024 by  
Filed under Berita

Suasana pengisian satu mobil listrik yang mengawal delegasi KTT WWF dengan layanan EV Charger dan personel PLN di area Nusa Dua, Bali.

NUSA DUA – PT PLN (Persero) sukses menghadirkan listrik yang andal dan tanpa kedip sepanjang Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 yang digelar sejak 18 hingga 25 Mei 2024 di Bali. Hal ini kembali menjadi capaian bagi Perseroan yang selalu berkomitmen mendukung tiap gelaran kenegaraan di tanah air.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang membantu kesuksesan ajang tersebut.

“Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja sama yang baik antara pemerintah Republik Indonesia dan semua pihak. Sinergitas dan kontribusi seluruh pihak harus terus terjalin untuk menuntaskan isu perubahan iklim dunia,” kata Menteri Basuki Hadimuljono dalam Upacara Penutupan KTT WWF ke-10 di Bali pada Jumat (24/5).

Dalam kesempatan yang sama, President of World Water Council, Loic Fauchon merasa kagum melihat Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tiga tahunan ini.

Antusiasme para personel PLN dalam menjaga keandalan listrik selama gelaran KTT WWF di Bali.

“Indonesia adalah ibukota air dunia dan Bali adalah pusat dari dunia selama seminggu ini. Teman-teman Indonesia, terima kasih dalam mempersiapkan forum ini dengan baik dan penuh keramahan. Terima kasih dan sekali lagi terima kasih,” kata Loic.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengaku bersyukur sekaligus bangga karena pihaknya dapat turut berkontribusi atas kesuksesan gelaran internasional KTT WWF ke-10 di Bali.

“Alhamdulillah, Indonesia kembali sukses di mata dunia dan PLN juga kembali sukses mengawal keandalan listrik yang tanpa kedip di gelaran internasional KTT WWF di Bali,” ucap Darmawan.

Dirinya menjelaskan dalam menghadirkan pasokan listrik yang tanpa kedip sepanjang gelaran KTT WWF ke-10 di Bali, pihaknya menetapkan masa siaga kelistrikan selama 10 hari penuh yakni sejak 15 hingga 25 Mei 2024. Selama masa siaga tersebut, PLN menerjunkan 1.160 personel yang mengawal kelancaran pasokan listrik. Selain itu, PLN juga menyiagakan sejumlah infrastruktur untuk pengamanan kelistrikan berlapis yang meliputi 55 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 17 Unit Gardu Bergerak (UGB) dan 19 unit Genset.

Tidak hanya pasokan listrik, PLN juga menyiagakan 104 personel yang bersiaga pada 52 unit  EV Charger agar dapat sigap melayani 670 unit kendaraan listrik yang digunakan oleh para delegasi maupun panitia.

“Seperti gelaran KTT G20 di Bali dan KTT ASEAN di Labuan Bajo sebelumnya, mobilisasi para delegasi dan panitia KTT WWF juga full menggunakan kendaraan listrik. Tentu saja, hal tersebut selaras dengan upaya kami dalam mengakselerasi ekosistem Electric Vehicle (EV). Oleh karena itu, kami juga full support melalui penyediaan personel yang siaga di tiap EV Charger,” pungkas Darmawan.

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Abdul Salam Nganro turut bangga atas kesuksesan Internasional KTT WWF yang diselenggarakan di Bali.

“Tidak hanya pada penggelaran KTT WWF ini saja, PLN akan terus berkomitmen untuk mengawal keandalan pasokan listrik untuk masyarakat di seluruh nusantara,” ungkap Salam.(**)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1112200
    Users Today : 4260
    Users Yesterday : 4305
    This Year : 48710
    Total Users : 1112200
    Total views : 10870736
    Who's Online : 69
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-11