Wali Kota Khatib,  Pejabat Kukar Tes Ngaji

June 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MENARIK juga kalau pejabat atau tokoh jadi khatib. Ada warna lain yang didapat jamaah. Pada salat Iduladha, Senin (17/6) kemarin, ada sejumlah tokoh di Kaltim naik mimbar. Jamaah menyimak khotbahnya dengan saksama. Sangat berisi dan memberi inspirasi.

Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun (AH) misalnya,  jadi khatib salat Iduladha di Kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) di Jalan Juanda. Mantan wagub Hadi Mulyadi jadi khatib di Masjid Nurul Hidayah, Jl Sentosa Samarinda. Sedang di Balikpapan, mantan rektor Uniba Dr H Rendi Ismail yang sekarang jadi ketua yayasan menjadi khatib di perumahan Wika.

Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi khatib salat Iduladha 1445 Hijriah.

Andi Harun sudah beberapa kali jadi khatib. Pada salat Idulfitri 1442 Hijriah, dia juga menjadi khatib di Masjid Agung Pelita Samarinda (MAPS). AH sampai meneteskan air mata ketika pada khotbah kedua saat memimpin pembacaan doa.

Tema khotbah Iduladha 1445 Hijriah yang dibawakan AH adalah : “Implementasi Iduladha Melalui Pengorbanan, Kemanusiaan dan Akar Kemajuan Peradaban.”

Menurutnya, Iduladha mengingatkan umat Islam tentang suatu aspek fundamental dalam praktik keimanan setiap muslim, yaitu ibadah kurban atau pengorbanan.

Dia membuka kembali kisah di balik peristiwa Iduladha yang penuh makna. Mulai kisah Siti Sarah dan Siti Hajar, pengorbanan Nabi Ismail bersama sang ayah, Nabi Ibrahim sampai perintah berkurban yang wajib dilaksanakan umat Islam.

Andi Harun berharap, khutbah Iduladha yang disampaikannya dapat menginspirasi warga kota terutama umat Islam untuk memaknai Iduladha tidak sekadar ritual, tetapi sebagai momentum untuk meneguhkan keimanan, meningkatkan solidaritas sosial serta menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang mendasari kemajuan peradaban.

Uraian yang hampir sama juga disampaikan oleh Hadi Mulyadi. Mantan Wagub ini sudah tinggi jam terbangnya. Selain khatib di Kaltim, dia pernah menjadi khatib salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, akhir Oktober 2021. Yang mengundang imam besar Masjid Istiqlal, Prof KH  Nasaruddin Umar, yang juga ketua harian badan pengelola masjid megah tersebut. Rasanya itu baru pertama kali ada orang Kaltim menjadi khatib di masjid negara. Sebab, hanya ulama atau dai tertentu saja yang bisa naik mimbar di sana.

Istiqlal disebut masjid terbesar di Asia Tenggara dan masjid terbesar keenam di dunia dengan kapasitas jamaah 200 ribu orang. Dibangun pada zaman Presiden Soekarno dengan arsiteknya Friedrich Silaban. Istiqlal itu artinya kemerdekaan. Memang dibangun dalam rangka  memperingati kemerdekaan Indonesia.

Selain jadi khatib, Hadi Mulyadi juga punya keahlian khusus dalam urusan penyembelihan hewan kurban. Dia seorang penjagal yang sangat menguasai tata cara penyembelihan. Itu dilakukannya sejak tahun 2000 sampai sekarang. Kemarin, ada 16 sapi dan 1 ekor kambing yang disembelih lewat tangannya. “Tahun lalu malah sampai 30 ekor sapi,” katanya.

Yang juga langganan jadi khatib adalah mantan wagub Kaltim Dr KH Farid Wadjdy. Maklum latar belakangnya memang seorang ulama. Apalagi beliau sekarang adalah rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur serta ketua umum Islamic Center dan ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda.

Sebenarnya mantan gubernur Kaltim Dr H Isran Noor juga punya kemampuan menjadi khatib. Pengetahuan agama dan bacaan Alquran-nya juga fasih.  Acara tahlilan untuk mendoakan almarhumah Ibu Norbaiti selalu dipimpin langsung oleh Isran. Termasuk salat maghrib dan isya. Dalam perjalanan hidupnya, Isran pernah mengajar tulisan Arab di sekolah di kampungnya, Sangkulirang, Kutim.

Ketua DPD PDIP Kaltim H Safaruddin ketika masih menjadi kapolda Kaltim juga sering naik mimbar. Pak Jenderal yang satu ini juga cukup luas ilmu agamanya. Saya pernah mengikuti khotbah Jumatnya. Sangat khas dan kental aksennya sebagai orang Bugis.

Saya salat Iduladha di lapangan Sport Center Balikpapan Baru bersama cucu saya, Defa dan Dafin, Senin kemarin. Tak jauh dari saya ada Pak H Asril Bijaksana, pembina Majelis Taklim Miftahul Jannah. Dia pensiunan pejabat Pertamina yang sekarang mengambil S3 tafsir Alquran. Saya salah satu jamaah yang hadir jika ada pengajian di rumahnya.

Pak Asril kaget dikiranya saya yang menjadi khatib. Ustaznya mirip saya. Berkumis.  Padahal yang naik mimbar adalah KH Athian Ali Muhammad, Lc, MA, ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) Bandung. Dia dikenal juga sebagai ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat.

WAJIB BACA ALQURAN

Ada kejutan baru menyangkut kebijakan Bupati Kutai Kartanegara H Edi Damansyah. Dia mensyaratkan setiap staf yang ingin mendapat promosi jabatan di Pemkab Kukar, maka salah satu syaratnya adalah diuji kemampuan membaca Alquran.

Syarat itu dia utarakan ketika mengadakan safari subuh ke-247 di Langgar Ar-Rahman, RT 3, Kecamatan Kembang Janggut, Sabtu (11/5) bulan lalu. “Setiap yang ingin ikut seleksi jabatan harus kita tes kemampuan baca Alquran-nya.  Apa masih di tingkat iqro atau sudah Alquran. Tidak usah malu, yang penting mau belajar,” jelasnya.

Banyak yang mengira rencana itu masih sebatas wacana. Tahu-tahunya sudah mulai diterapkan. Sebanyak 34 orang yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Kukar terlebih dahulu mengikuti tes kemampuan baca Alquran.

JPTP setara pejabat Eselon IIB, yang menduduki kursi kepala dinas. Atau pejabat administrator setara Eselon IIIA atau sedang menduduki jenjang jabatan fungsional Ahli Madya bagi pejabat fungsional tertentu.

Acara dibuka langsung oleh Edi Damansyah di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Selasa (18/6) lalu. “Tes ini bagian dari program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang sudah kita canangkan sejak 2021 lalu menyusul ditetapkan Perdanya,” kata Bupati.

GEMA memberi dampak positif bagi Kukar. Selain umat Islamnya makin fasih membaca Alquran, tapi juga membawa harum nama baik Kukar. Daerah ini sudah lima kali berturut-turut menjadi juara umum MTQ Tingkat Provinsi Kaltim.

Ketika mengikuti sejumlah pejabat yang mengikuti tes, Bupati berkesimpulan ada calon pejabat yang sudah fasih membaca Alquran, ada yang belum, bahkan ada yang baru mau belajar. “Tapi saya senang mereka mau mengikuti. Insya Allah Kukar makin berkah,” begitu katanya dengan bangga.

“Ya ini tes paling berat, saya sampai keringat dingin,” kata seorang calon bercerita. Tapi calon lainnya mendukung kebijakan Edi Damansyah. “Alhamdulillah, justru ini  membawa berkah buat saya,” katanya tersenyum.

Persyaratan baca Alquran sudah lama berlaku di Negeri Serambi Makkah, Provinsi Aceh. Malah kelasnya sudah meningkat. Tidak saja berlaku bagi pejabat dan calon kepala daerah, tetapi juga bagi calon anggota legislatif (bacaleg). Jika tidak mampu, maka bacaleg tersebut tidak bisa ditetapkan sebagai calon.

Dasar hukum uji baca Alquran di Aceh berpedoman pada Qanun Aceh No 3 Tahun 2008 tentang partai politik lokal peserta pemilu DPR Aceh dan DPR Kabupaten/Kota di Aceh. Ini diberlakukan sejak Pileg 2019.

Menurut Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP/KPU) Aceh, kewajiban mampu baca Alquran hanya berlaku untuk bacaleg DPR provinsi dan DPR kabupaten/kota. Sedang DPR RI dan bacaleg nonmuslim tidak.

Boleh juga kalau Bupati Kukar usul ke KPU, tes baca Alquran juga diwajibkan kepada calon peserta Pilkada dan Pileg yang beragama Islam. Biar GEMA Kukar lebih bergema lagi.(*)

PWI Kaltim Berbagi Daging Kurban Pertama untuk Wartawan Sepuh dan Janda Istri Mendiang Wartawan

June 19, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Wartawan senior Ibrahim Konong di kediamannya di Perumahan Bengkuring. Konong yang sudah berusia 84 tahun dijuluki wartawan tiga zaman di Kaltim menerima bingkisan daging kurban.

SAMARINDA – Kesejahteraan anggota menjadi salah satu prioritas utama dalam visi-misi Abdurrahman Amin, sejak pencalonan hingga terpilih dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, April lalu. Mengawali komitmennya itu, bertepatan dengan perayaan Iduladha 1445 Hijriah, Selasa (18/6), PWI Kaltim melaksanakan prosesi kurban yang kemudian dagingnya disalurkan ke para wartawan yang terdaftar sebagai anggota dari organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.

Bertempat di halaman kantornya di Jalan Biola Preevab Samarinda, bertepatan di hari kedua Iduladha, PWI berkesempatan menunaikan salah satu ibadah sunah kurban, dengan menyembelih masing-masing seekor sapi dan kambing. Hewan yang dikurbankan yaitu kambing sumbangan dari salah satu pengurus PWI Kaltim, Munanto. Sementara, untuk sapi merupakan bantuan yang diberikan Ketua DPD Golkar Kaltim H Rudy Mas’ud.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) kami bisa melaksanakan salah satu ibadah untuk melakukan kurban. Kegiatan ini memang sudah diniatkan, agar bisa berbagi ke semua anggota PWI Kaltim, khususnya mereka yang sudah sepuh,” ucap Ketua PWI Kaltim yang akrab disapa Rahman tersebut.

Usai melaksanakan penyembelihan, Rahman didampingi Ketua Dewan Kehormatan Intoniswan dan Sekretaris PWI Kaltim Achmad Shahab, menyalurkan langsung daging kurban dengan menyambangi kediaman beberapa wartawan-wartawan sepuh dan juga janda-janda isteri dari para senior kuli tinta di Kota Tepian. Salah satunya adalah wartawan tiga zaman, Ibrahim Konong yang kini sudah berusia 84 tahun.

Selanjutnya, daging hewan kurban itu juga diberikan kepada janda istri mendiang Bintoro di kediamannya di Perumahan PWI, Jalan Kadrie Oening, Samarinda Ulu. Almarhum Bintoro merupakan wartawan Kaltim yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro Koran Harian Tribun Kaltim dan Sekretaris PWI Kaltim periode 2004-2009.

“Karena memang niat kami yang utama adalah untuk wartawan sepuh yang sudah tidak produktif dan juga isteri-isteri mendiang senior-senior kami. Baru kemudian untuk para anggota,” jelas Rahman.

Mewakili Ketua DPD Golkar Kaltim Rudy Mas’ud, Ketua DPD Golkar Samarinda Nidya Listiyono menyerahkan secara simbolis paket daging kurban kepada Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin.

Terkait sapi bantuan dari Rudy Mas’ud, Rahman menyebut hal ini sebagai bentuk sinergitas yang ingin ia bangun dengan semua pihak. Bahwa, menurutnya, sebagai organisasi yang membawahi profesi kewartawanan, sinergitas dengan seluruh elemen dan stakeholder di masyarakat adalah hal yang harus dijaga dan dirawat.

“Tentunya kami sangat berterima kasih dengan bantuan dari Ketua DPD Golkar Kaltim H Rudy Mas’ud yang disampaikan melalui Ketua DPD Golkar Samarinda, Kanda Nidya Listiyono,” ucap Rahman.

Mewakili Rudy Mas’ud yang tengah melaksanakan ibadah haji, Nidya Listiyono menyebut penyerahan sapi kurban ini merupakan wujud apresiasi Golkar Kaltim terhadap PWI Kaltim. Yang mana hal itu diharapkan bisa menjadi manfaat dan amal ibadah bersama dan menjadi berkah untuk semua.

“Tentu ini adalah wujud sinergitas kami dengan teman-teman media, khususnya di PWI Kaltim. Bahwa ketua kami, Bapak Rudy Mas’ud begitu sangat memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada rekan-rekan wartawan dalam menjalankan profesinya,” tutur pria yang akrab disapa Tio tersebut. (*/nha)

PT Karyanusa Ekadaya dan PT Subur Abadi Plantations Berikan Bantuan Hewan Kurban di Desa Benua Puhun

June 18, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KUTAI KARTANEGARA – Hari Raya Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban atau Lebaran Haji, adalah salah satu hari raya besar dalam agama Islam. Idul Adha dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah, bulan terakhir dalam penanggalan Islam, dan berlangsung selama empat hari. Idul Adha jatuh pada hari ke-10 setelah hari Arafah, yaitu hari ketika para jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, yang merupakan puncak dari ibadah haji.

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 H, PT Karyanusa Ekadaya (KED) dan PT Subur Abadi Plantations (SAP), mengadakan kegiatan pemberian bantuan hewan qurban di Desa Benua Puhun, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara PT KED-SAP dengan masyarakat serta antar umat beragama di Desa Benua Puhun.

Acara ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari internal perusahaan, termasuk Doli Bahrein Janagori Nasution Community Development Officer (CDO) PT KED, Hadi Kristian Community Development Officer (CDO) PT SAP, dan Sarifuddin Kepala Pelabuhan PT KED. Dari pihak eksternal, hadir H. Ardinansyah Kepala Desa Benua Puhun dan M. Yusuf Kasi Pemerintahan.

“Kami mewakili manajemen PT KED dan PT SAP mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H. Pada kesempatan ini, kami ingin menyalurkan bantuan hewan qurban berupa sapi kepada masyarakat Desa Benua Puhun. Semoga hewan qurban yang telah disalurkan ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Desa Benua Puhun,” ujar Doli Bahrein Janagori Nasution pada Jumat lalu (14/06/24).

Menurutnya, ini adalah waktu bagi umat Islam untuk merenungkan makna dari pengorbanan dan menunjukkan rasa syukur melalui tindakan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Ardinansyah Kepala Desa Benua Puhun, menyatakan terima kasihnya atas perhatian dan bantuan dari manajemen PT KED dan PT SAP.

“Saya mewakili masyarakat Desa Benua Puhun, mengucapkan terima kasih atas perhatian serta bantuannya kepada manajemen PT KED dan PT SAP yang sudah berpartisipasi dalam memberikan hewan qurban berupa sapi. Hewan qurban tersebut nantinya akan kami salurkan kepada masyarakat kami di Desa Benua Puhun,” kata H. Ardinansyah.

Ardinansyah juga menambahkan jika hewan qurban yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Benua Puhun untuk dapat melaksanakan hari besar umat Muslim yaitu Idul Adha 1445 H.

Dalam penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh CDO PT KED dan PT SAP dan disalurkan kepada masyarakat Desa Benua Puhun maupun masyarakat yang membutuhkan.

Dengan adanya penyaluran bantuan hewan qurban di Desa Benua Puhun, kami berharap qurban ini bukan hanya sekedar perayaan saja, tetapi harus memiliki makna dibaliknya yaitu makna keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama tanpa membeda-bedakan. Sehingga semangat untuk terus berbagi dan menumbuhkan rasa kepedulian dapat terus terjalin.” ujar Hadi Kristian, menyampaikan harapannya. (*/adv)

Telkomsel Sambungkan Senyuman di Momen Iduladha 1445 Hijriah

June 18, 2024 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

JAKARTA – Memperingati Iduladha 1445 H, Telkomsel kembali melangsungkan program Corporate Social Responsibility (CSR) ‘Sambungkan Senyuman’. Program ini bertujuan menghadirkan kebersamaan yang penuh keberkahan dengan berbagi manfaat kepada 43.000 anggota masyarakat yang membutuhkan di lebih dari 600 lokasi di seluruh Indonesia. Penyerahan bantuan, yang meliputi 103 ekor sapi dan 607 ekor domba/kambing sebagai hewan kurban, dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat dari seluruh Indonesia di Jakarta, pada Jumat (14/6/2024).

Untuk mendistribusikan hewan kurban dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, pada tahun ini pengadaan hewan kurban dilakukan melalui sejumlah aksi kolaboratif bersama para mitra strategis Telkomsel, lembaga sosial terpercaya Dompet Dhuafa, platform connected commerce sekaligus portofolio dari Telkomsel Ventures startup Evermos, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari kalangan peternak lokal. Selain itu, Telkomsel juga mendistribusikan hewan kurban yang berasal dari sumbangan karyawan Telkomsel melalui komunitas kerohanian Islam, Majelis Telkomsel Taqwa (MTT). Telkomsel pun telah melakukan pengecekan untuk memastikan seluruh hewan ternak dalam kondisi sehat dan bebas penyakit, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Iduladha 1445 H. Memaknai momen yang menjadi pengingat untuk terus bersyukur dan berbagi, Telkomsel hadir berbagi kebermanfaatan kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia, salah satunya melalui distribusi hewan kurban.

“Di momen Iduladha kali ini, Telkomsel berupaya menjangkau lebih banyak penerima manfaat melalui kolaborasi bersama mitra strategis untuk bergotong royong menyediakan dan mendistribusikan hewan kurban,” kata Indra.

Keseluruhan bantuan hewan kurban akan disalurkan ke lebih dari 600 titik di berbagai pelosok wilayah Indonesia, yang meliputi pemukiman masyarakat di sekitar kantor, aset, dan infrastruktur operasional Telkomsel, lingkungan masjid, rumah sakit, pesantren, panti asuhan dan yayasan penyandang disabilitas, lokasi terdampak bencana alam, serta wilayah dengan prevalensi stunting di atas rata-rata.

Distribusi hewan kurban dalam bentuk daging kurban potong dan makanan siap saji, seperti lunch box dan rendang, dilakukan dengan menggandeng UMKM lokal setempat. Konsep sharing economy ini memungkinkan berbagai elemen masyarakat berpartisipasi dan merasakan manfaat program bantuan hewan kurban pada momen Iduladha 1445 H.

“Semoga kita semua dapat menunaikan ibadah Iduladha tahun ini dengan sehat wal’afiat dan penuh dengan kebersamaan dan keberkahan. Ke depan, Telkomsel akan terus hadir dengan program ‘Sambungkan Senyuman’ untuk menebar kebaikan dan kebahagiaan, mendukung kehidupan yang lebih baik, dan mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” tutup Indra. (**)

Rocky Gerung Meramal Masa Depan Kaltim

June 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ROCKY GERUNG “menyerbu” Balikpapan.  Dia tampil di dua tempat. Kamis (13/6) malam atau malam Jumat yang penuh berkah dia ngoceh di Café Sappo (CS), Balikpapan Barat dan besoknya, dua jam sebelum salat Jumat dia berbicara di Kampus Universitas Balikpapan (Uniba).

Penyelenggara diskusi di CS adalah Forum Diskusi AKAL SEHAT Indonesia dan Asosiasi Media Siber Indonesia. Temanya: “Meramal Masa Depan Kaltim” (Dari Perspektif Keberadaan IKN, Perkebunan dan Industri Sawit, Serta Kelimpahan Bioenergi).

Selain Rocky Gerung, tampil juga sebagai pembicara Dr Syukri M Nur (pakar energi terbarukan-bioenergi) dan Darmono Taniwiryono, Ph.D (ketua umum Masyarakat Ilmiah Perkelapasawitan Indonesia) dengan host Dikki Akhmar, ketua Forum Diskusi Akal Sehat Indonesia.

Dr Syukri dan Darmono  bukan orang sembarangan. Kepakarannya di bidang bioenergi dan perkelapasawitan tidak diragukan lagi. Tapi undangan yang datang seperti terhipnotis dengan kemampuan Rocky mengolah kata dalam bahasa filsafat. Seakan hujatan yang dia lontarkan adalah nyanyian merdu yang didendangkan Putri Isnari, pedangdut asal Kampung Baru.

Rocky Gerung di Kampus Universitas Balikpapan

Tak jauh dari tempat Rocky berbicara adalah kediaman awal Putri. Dia sudah disunting Abdul Aziz, putra pengusaha tambang dan konstruksi Haji Alwi Dondang dengan uang panai Rp2 miliar. Hebatnya sang ayah mertua  punya istri tiga, yang masih muda-muda dan hidup rukun. Agak beda dengan Rocky Gerung, yang konon belum beristri sama sekali.

Meski Putri Isnari tidak bernyanyi di Café Sappo, tapi sempat ada dosen wanita bernama Isnawati yang ikut ngoceh di depan Rocky Gerung. Dia mempersoalkan nasib Balikpapan sebagai kota penyangga, yang sekarang ini berhadapan dengan sejumlah masalah seperti air, jalan dan infrastruktur lainnya.

“Balikpapan belum siap untuk mendukung proyek besar seperti IKN. Apalagi di sana dilakukan pembukaan hutan, sehingga kita mengalami panas yang luar biasa,” ucapnya lantang.

Sementara di Uniba, sang pakar filsafat dan pengamat politik ini tampil didampingi Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan Ketua Dewan Pembina Dr Rendi Ismail. Rocky bicara IKN lagi dengan tema: “Progres Pembangunan IKN dan Dampaknya terhadap Kaltim dan Indonesia.”

Namanya Rocky, apalagi yang dibahas soal IKN, pasti dari mulutnya keluar kata dan kalimat yang menusuk dan pedas. Di mata dan di mulutnya IKN dianggap bermasalah dan bakal mendatangkan sesuatu, yang merugikan bangsa di masa mendatang terutama dari aspek pembiayaan dan lingkungan.

Menurut Rocky, wajar saja kalau sampai sekarang IKN belum mendapatkan investor asing seperti yang disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Karena IKN itu hanyalah ambisi seorang Presiden Jokowi untuk meninggalkan legacy pada akhir masa pemerintahannya.

Dia menunjuk bukti dari sikap para duta besar berbagai negara di Jakarta. Mereka digambarkan Rocky mengetahui keadaan sesungguhnya, sehingga tidak mau memindahkan kantor ke IKN. “Bahkan Kedutaan Besar Amerika di Jakarta lebih diperbesar lagi sekarang,” jelasnya.

TAK ADA APA-APANYA

Ketika berbicara IKN di Uniba, Rocky Gerung seakan kena batunya. Soalnya sebagian pandangannya dibantah oleh Rektor Uniba Dr Isradi Zainal. Kebetulan Isradi hampir tiap minggu datang ke lokasi IKN, sehingga dia tahu betul apa yang terjadi di sana.

Menurut Isradi, data yang diungkap Rocky Gerung tentang IKN tidak terlalu valid.  “Menurut saya datanya tidak up to date, karena dia belum pernah ke sana. Jadi terkait IKN, Rocky Gerung tidak ada apa-apanya,” tegasnya.

Lalu dia membahas satu per satu apa yang diungkapkan Rocky Gerung. Misalnya soal sumber air yang dipakai di IKN. Rocky menyebut mempergunakan air tanah, padahal yang sebenarnya adalah air permukaan seperti di Waduk Sepaku Semoi.

Begitu juga soal data lahan 8.000 hektare di IKN yang disebutkan bermasalah. Menurut Isradi, data di lapangan angkanya hanya sekitar 2.086 hektare.

Isradi juga meluruskan  soal tidak adanya investor di IKN. Padahal di sana sudah enam kali dilakukan groundbreaking.

Isradi menegaskan bahwa pembangunan IKN telah melalui berbagai kajian dan persiapan yang matang. Jadi pernyataan bahwa AMDAL baru dibuat setelah keputusan politik pemindahan IKN tidak sepenuhnya benar.

Ada pandangan Rocky Gerung yang menggoda ketika menyinggung pembiayaan IKN, yang tidak mungkin seluruhnya didukung APBN. Dia mengaitkan dengan maraknya judi online, yang bisa menghasilkan Rp 327 triliun. Hampir sama dengan kebutuhan dana IKN Rp450 triliun. “Kalau begitu legalkan saja judi online untuk dipakai buat investasi IKN,” ujarnya sambil menegaskan bahwa maraknya judi online karena ekonomi kita tidak bertumbuh sebagaimana mestinya.

Rocky Gerung sudah dua kali ke kampus Uniba. Tapi mahasiswa dan sivitas kampus tetap semangat menyambutnya.  Dia juga sempat singgah di kantor redaksi Tribun, di Jl Indrakila, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Di situ dia ngoceh lagi soal IKN, yang disiarkan melalui kanal Youtube TribunKaltim.co dan Facebook Tribun Kaltim Official. Ada yang usul namanya ditambah menjadi Rocky “IKN” Gerung.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb