Pilwali Balikpapan Mandek?

June 5, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PETA calon Pilwali Balikpapan 2024 terasa agak mandek. Bakal calon yang menantang petahana, Wali Kota Rahmad Mas’ud (RM) agak lambat berproses. Ada kesan agak mandek. Jadi sampai sekarang belum jelas pasangan mana yang bakal jadi penantang.

Beberapa nama yang cukup intensif bergerak memang ada. Di antaranya M Sa’bani (mantan Sekprov Kaltim), drg Syukri Wahid (mantan anggota DPRD Balikpapan), Bagus Susetyo (ketua Fraksi Gerindra DPRD Kaltim), Syaima Alaydrus (putri bupati Kota Baru) dan Hj Nurliah Kadir (ketua LPM Manggar Baru).

Kelima nama ini rajin melakukan sosialisasi dan silaturahim. Baik kepada sejumlah partai maupun tokoh masyarakat. Balihonya juga banyak dipasang di berbagai sudut kota.

Selain itu, ada nama Haji Ahmad Basir (HAB), ketua Nasdem Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle (wakil ketua DPRD Balikpapan), Yaser Arafat (ketua Kadin), Dr Rendi Ismail (ketua Yayasan Uniba),  Hj Wahidah (anggota DPRD dari PKS), Eddy Tarmo (anggota DPRD Kaltim) dan beberapa nama lainnya.

Joy Nashar bersama Mayasusi ketika mendaftar ke KPU

Hasil perolehan kursi DPRD Balikpapan, hanya Golkar yang bisa mengusung langsung.  Partai berlambang pohon beringin ini meraup 16 kursi, lebih dari 9 yang dipersyaratkan. Partai lainnya harus koalisi, mulai NasDem (7), Gerindra (6), PDIP (4), PKB (4), PKS (3), PPP (2), Hanura (2), serta Partai Demokrat (1).

Meski partai sudah cukup,  RM masih mendaftar di beberapa partai. Sehingga ada yang menduga, RM punya rencana ingin mengulang Pilwali 2020. Meraup semua partai dan lawannya “Kotak Kosong.” Tapi ada juga yang memperkirakan dia lebih condong menciptakan calon boneka.

Tapi siapa yang menjadi pendamping RM, sampai sekarang juga belum ada tanda-tanda mengerucut. Nama yang beredar seperti ditulis sebelumnya adalah Abdulloh (ketua DPRD Balikpapan), Muhaimin (sekretaris Kota), Heru Bambang (mantan Wawali) dan Risti Utami Dewi Nataris (istri almarhumah Thohari Aziz) serta Sabaruddin Panrecalle (wakil ketua DPRD Balikpapan).

Kabarnya RM baru menentukan wakilnya setelah pulang haji dan rapat keluarga. Bocoran dari timnya juga belum ada informasi yang sudah A1. Tapi kali ini pertimbangannya lebih ringan, karena siapapun orangnya tidak akan menjadi pesaing RM di kemudian hari. Karena RM memasuki masa jabatan yang kedua atau terakhir.

Banyak pihak melihat RM sangat berpeluang mempertahankan jabatannya. Punya kemampuan logistik dan jaringan yang kuat. Di tengah kesuksesannya menjadi tuan rumah Rakernas Apeksi, ada juga yang tergelitik dengan ucapan Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono.

Ketua DPC PDIP Balikpapan itu menyinggung biaya Rakernas Rp16 miliar yang diambil dari APBD Balikpapan, yang dia kaitkan dengan kelangkaan air yang dirasakan warga kota. Tapi ada juga yang menyindir Budiono karena dia ikut meloloskan anggaran tersebut ketika dilakukan pembahasan di Dewan.

Ketika meresmikan Bendungan Sepaku Semoi di Kawasan IKN, Selasa (4/6) yang mempunyai daya tampung 16 juta meter kubik air, Presiden Jokowi ada menyinggung sebagian airnya, tidak saja untuk IKN, tetapi ada juga dikirim ke Balikpapan.

MENUNGGU KURSI NASDEM

Nama dan baliho Ketua NasDem HAB belakangan lebih banyak beredar di Penajam Paser Utara (PPU). Sepertinya dia memberi isyarat lebih condong maju di Pilbup PPU. Dia akan menjadi pendamping mantan bupati PPU, Hamdam Pongrewa.

Hamdam yang sebelumnya wakil bupati akhirnya ditetapkan sebagai bupati PPU, akhir Desember 2022, menyusul  kasus yang mengadang sang bupati, Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Hamdam, tokoh kelahiran Palopo, Sulsel, dikenal sebagai bupati yang lurus dan bersahaja.

Jika HAB ke PPU, siapa yang mengambil 7 kursi NasDem di Balikpapan?  Secara resmi masih menunggu proses yang berlangsung di DPP NasDem. Kabarnya sejumlah nama akan dipanggil ke Jakarta untuk mengetahui kapasitas dan tingkat kepopuleran mereka masing-masing.

Nama-nama seperti Sa’bani, Syukri Wahid, Bagus Susetyo, Yaser Arafat dan Syaima sangat mungkin merebutnya. DPP NasDem akan melakukan seleksi seobjektif mungkin. Apalagi partai ini  dikenal sebagai partai tanpa mahar.

NasDem ada kemungkinan melakukan survei. Hasil survei menjadi salah satu pertimbangan bagi DPP untuk menentukan siapa calon yang paling diunggulkan. Tidak saja calon internal, tetapi juga calon dari luar.

Ada bisikan sayup-sayup yang menyebutkan bisa saja terjadi kejutan.  Kursi NasDem direbut RM. Melalui pendekatan DPP Golkar dan Airlangga bisa saja Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh jadi cair. Meski RM tidak mendaftar di NasDem Balikpapan.

Syaima bersama orang tuanya, Bupati Kotabaru, Kalsel, H Sayed Jafar Al-Idrus terus bergerak. Di tengah kesibukannya merayakan HUT ke-74 Kotabaru, Sayed Jafar masih sempat berhubungan dengan sejumlah partai. Bahkan dia mengundang beberapa nama datang ke Kotabaru untuk menjajaki kemungkinan berpasangan dengan Syaima.

Saya dengar yang sempat datang ke sana adalah Syukri Wahid. Dia politisi Partai Gelora, yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi PKS. Syukri sangat berpengalaman dan namanya sempat masuk bursa pada Pilwali-Pilwali sebelumnya.

Meskipun masih muda, nama Syaima cepat dikenal publik karena kapasitas dan kepopuleran ayahnya. Sayed Jafar.  Meski kelahiran Kotabaru,  dia dikenal sebagai warga  Kampung Baru, Balikpapan Barat sampai sekarang.

Sayed Jafar sebentar lagi mengakhiri masa tugasnya yang kedua sebagai bupati Kotabaru. Karena itu dia mendorong istrinya, Hj Fatma Idiana untuk mengikuti Pilbup Kotabaru 2024. Selain juga mendorong putri sulungnya, Syaima mengikuti Pilwali Balikpapan.

Sementara itu, Bagus Susetyo mengklaim kursi Partai Gerindra kemungkinan besar diberikan kepada dirinya. Dia lagi menunggu keputusan dari Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto, yang juga adalah calon presiden terpilih.

“Mohon doanya, saya lagi berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari DPP,” kata Bagus, yang juga adalah ketua DPD REI Kaltim. Organisasi yang mewadahi para pengembang perumahan dan real estate.

Bagus adalah alumnus Fakultas Teknik Sipil UGM, yang kaya pengalaman. Sebelum terjun ke dunia politik, dia pernah bekerja di Jakarta, Madiun Jatim, Banjarmasin, Tarakan, Bengkulu sampai Bontang dan Samarinda.

Nurliah Kadir (NK) gigih juga mencari peluang. Balihonya terpasang di mana-mana dengan tagline “Si Cahaya dari Timur” dan “Istri Nelayan.” Suaminya, Syamsu Alam yang akrab dipanggil Anchu, adalah tokoh yang kerap menggalang nelayan di Pantai Manggar.

Menurut Anchu, istrinya punya semangat untuk membangun Balikpapan. Dalam Pileg 2024, Nurliah adalah caleg Golkar dari Balikpapan Timur.  Sekarang dia mendaftar di PKS, NasDem dan Demokrat. “Pilihannya calon wakil wali kota, tapi tidak tertutup kemungkinan lebih dari itu,” jelasnya.

Saya tidak mengikuti ada beberapa nama yang sempat muncul di media sosial. Di antaranya Mayasusi Likovitasari dan Joy Nashar. Mayasusi katanya mengincar kursi cawawali Balikpapan. Dia seorang notaris. Tapi saya tidak tahu dia mendaftar di mana.

Joy Nashar juga bikin sensasi. Ada salah satu foto sosialisasinya tampil dengan Marissa Haque (61), artis tahun 80-an kelahiran Balikpapan. Dia istri roker Ikang Fawzi. Dia juga politisi dan mantan anggota DPR.  Rasanya sudah bergelar profesor. Marissa mengajar di Universitas Trisakti dan Indonesia Banking School.

Belakangan Joy dan Mayasusi mendaftar di jalur perseorangan atau independen. Tapi kabarnya ditolak KPU karena tidak mencukupi persyaratan.  Menarik juga semangat Joy Nashar, pemilik STMIK Borneo Internasional Balikpapan ini. Bikin kita jadi penasaran ke mana nyasarnya.(*)

Sebanyak 26 Desa Di Kabupaten Paser Dapat Layanan Internet

June 5, 2024 by  
Filed under Paser

TANA PASER –Sebanyak 26 desa di Kabupaten Paser akhirnya mendapat layanan internet dari Pemerintah Daerah. Kepastian itu diperoleh saat kegiatan peresmian layanan internet desa di ruang rapat Command Center komplek perkantoran KM 5 Tanah Grogot, Rabu (5/6/2024).

Peresmian ini melibatkan para camat dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, General Manager PT. Indonesia Comnet Plus diwakili Senior Manager SBU Regional Kalimantan Arif Rahmatin, Acount Manager PT. Indonesia Comnet Plus Indriani Engineer Aktivasi PT. Indonesia Comnet Plus Hebdy Vilandika, serta perwakilan beberapa perangkat daerah.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfostaper), Arief Rahman, membacakan Berbagai Bupati Paser. Dalam sambutannya, Bupati Paser Fahmi Fadli menyebut, Pemkab Paser berupaya membangun desa menjadi mandiri sebagai tindaklanjut dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014.

“Desa yang cerdas adalah desa yang mengikuti perkembangan jaman dan mampu mandiri namun tetap menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong dan spritualisme yang menjadi kekuatan nilai lokal,” kata Bupati Fahmi Fadli.

Dikatakan, informasi dan komunikasi sebagai salah satu sektor prioritas dalam penggunaan dana desa yang diprioritaskan untuk dapat mendorong pencapaian SDG’s Desa. Hal tersebut serupa Konsep Desa Cerdas dalam upaya mewujudkan 6 pilar desa cerdas, landasan utamanya adalah keterlibatan pemangku kepentingan dan membangun jejaring kemitraan.

“Alhamdulillah pagi ini kita semua patut bersyukur, karena 26 (Dua Puluh Enam) Desa di Kabupaten Paser telah mendapatkan layanan internet desa yang merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Paser dengan PT. Indonesia Comnet Plus. Hal ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Paser dalam upaya mendorong agar tidak ada lagi daerah blank spot komunikasi di Kabupaten Paser,” terang Bupati.

Bupati Fahmi mengapresiasi Diskominfostaper yang telah menginisiasi kegiatan ini dan berharap terus melakukan inovasi dengan pendekatan teknologi terkini termasuk pemanfaatan teknologi Low Earth Orbit (LEO) guna mengatasi berbagai kendala dalam penyediaan akses internet dan telekomunikasi di desa-desa di Kabupaten Paser.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Desa dan Duta Digital Desa yang telah melakukan pendampingan desa dalam peningkatan literasi masyarakat digital,” ujarnya.

Bupati Fahmi berpesan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dan cerdas dalam mengelola informasi. Jangan sampai terjadi hal-hal seperti peribahasa “Jarimu Harimaumu”, atau menjadi penyebar berita hoax.

“Jika tidak diketahui kebenarannya maka tidak perlu ikut menyebarkan. Manfaatkan internet desa dengan hal-hal yang positif-positif saja, misalnya promosi potensi pariwisata desa bapak/ibu sekalian,” pungkasnya.( ADV)

DKISP Kabupaten Paser Bentuk Media Center Kecamatan

June 5, 2024 by  
Filed under Paser

TANA PASER-Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser membentuk Media Center di 10 kecamatan sebagai upaya memperluas informasi.

Menindaklanjuti itu,digelar rapat membahas pembentukan Media Center Kecamatan, di Ruang Command Center Kompleks Perkantoran Kilometer 5 Tanah Grogot, Rabu (5/6/2024).

Rapat dipimpin Kepala DKISP Paser Arief Rahman, dan dihadiri camat dan perwakilan 10 kecamatan. Arief Rahman mengatakan, pembentukan Media Center Kecamatan penting bagi Pemerintahan Kecamatan guna mendukung penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

“Kita sudah punya platform media center, bisa dimanfaatkan sebagai wadah penyebarluasan informasi,” kata Arief Rahman.

Media Center, kata Arief, berperan sebagai humas pemerintah kecamatan yang menginformasikan kegiatan pemerintah maupun kegiatan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

Arief berharap para camat dapat menjamin dengan baik terbentuknya media center ini sehingga kegiatan penyebarluasan informasi dapat berjalan dengan baik.

“Agar diketahui apa yang sudah dilakukan pemerintah kecamatan dapat secara luas oleh masyarakat. Begitu juga potensi wisata, ekonomi, dan kegiatan sosial dan budaya di masyarakat, juga diinformasikan secara luas,” ujarnya.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfostaper, Asnan Lathief menambahkan, setelah pertemuan ini para camat diharap dapat menunjuk stafnya untuk mengelola Media Center Kecamatan.

“Setelah ditunjuk agar dibuatkan Surat Keputusan (SK) untuk kemudian kami latih mengelola Media Center,” kata Asnan.

Pengelola Media Center, lanjut Asnan, bertugas menghimpun, mengelola informasi melalui pembuatan berita yang bersumber dari kegiatan Pemerintahan Kecamatan dan kegiatan masyarakat.

Sub Koordinator Media Publik, Ropi’i menambahkan, Media Center berfungsi seperti pewartanya pemerintah di kecamatan, yang melakukan peliputan dan menuangkan laporannya dalam bentuk berita.

“Tidak harus menunggu sarana perlengkapan media center dulu, yang penting ada handphone dan jaringan internet sudah bisa mengirim berita,” ujarnya.

Para pengelola Media Center kecamatan nantinya akan diberikan pelatihan teknis dasar penulisan berita.

Dari 10 kecamatan, sebelumnya sudah ada satu kecamatan yang memiliki Media Center Kecamatan yakni Kecamatan Muara Komam.

“kedepan 9 kecamatan lain bisa terbentuk Media Center agar informasi dari kecamatan dapat disebarluaskan kepada masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

Kukar Komitmen Tingkatkan Penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik

June 5, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen untuk mewujudkan tata Kelola Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), sebagai salah satu strategi dalam mewujudkan visi dan misi daerah. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam program dedikasi Kukar Idaman Digitalisasi Pelayanan Publik (DISAPA).

Melalui SPBE diharapkan dapat meningkatkan kualitas kualitas layanan publik, mempercepat proses perizinan dan pelayanan publik, mempercepat proses perizinan dan pelayanan public serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

“Sebagai ketua SPBE saya berkomitmen untuk meningkatkan penerapan SPBE dengan mengambil beberapa kebijakan, seperti perlunya road map SPBE Kukar, petunjuk teknis (Juknis) SPBE dan pelatihan SPBE bagi ASN,” kata Sekda Kukar Sunggono pada saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), dengan tema ”Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) diLingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara”, diRuang Rapat Inspektorat Kabupaten Kukar, Selasa (4/6/2024).

Berpedoman kepada Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang baik dan mempercepat pencapaian tujuan nasional.

Dalam penerapan SPBE, Kukar saat ini tengah bergerak dari tahap awal menuju tahapan menengah dalam system digital layanan publik di pemerintahan. Hal tersebut ditandai dengan beberapa indicator, seperti belum semua layanan publik yang tersedia secara elektronik, infrastruktur TIK yang belum memadai dibeberapa wilayah kecamatan, kapasitas SDM yang perlu terus ditingkatkan dan perlunya sosialisasi SPBE secara massif kepada masyarakat.

Dalam rangka mewujudkan SPBE secara optimal, diperlukan upaya yang sungguh – sungguh dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, oleh karena itu FGD ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi semua pihak dalam mewujudkan SPBE di Kukar.

Melalui FGD tersebut Ia berharap dapat diperoleh masukan yang konstruktif dari para narasumber, pembahas dan seluruh peserta untuk merumuskan strategi dan langkah – langkah yang tepat dalam mewujudkan SPBE di Kukar.

“Saya harap ini menjadi wadah untuk membangun sinergi dan kolaborasi antar stakeholder dalam mewujudkan SPBE yang efektif dan efisien,” harapnya.

Sementara Inspektur Kukar H Heriansyah mengatakan FGD SPBE yang diadakan dengan mengundang OPD terkait guna menindaklanjuti Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018, Dimana Pemkab Kukar akan diberikan sebuah penilaian terkait kematangan maturitas dalam hal penyelenggaraan system pemerintahan berbasis elektronik. Kukar sudah banyak sekali yang membuat system hanya dari sebuah system ini perlu suatu platform yang sama sehingga semua system diharapkan bisa berintegrasi dengan baik.

Selama ini memang di Pemkab Kukar banyak membangun sistem – sistem terutama diOPD tapi tidak terkoordinir dengan baik, tidak satu platform sehingga Ketika diintegrasikan kesatu sistem ke sistem lain tidak bisa tersambung dengan baik. Dengan adanya FGD SPBE ini diharapkan adanya Solusi ke depan bisa menyatukan sistem dalam satu platform yang bisa mengintegrasikan antar sistem satu dengan yang lain. (kk06)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kukar Gelar Parenting Bunda PAUD

June 5, 2024 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kutai Kartanegara Maslianawati Edi Damansyah, melakukan parenting bagi bunda-bunda PAUD Kecamatan dan Desa Se Kecamatan Kota Bangun, Selasa (4/6/2024) di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Kota Bangun.

Dengan mengusung tema “Fasilitasi PAUD- Holistik Integratif dalam rangka Pengentasan Stunting dan Penguatan Taransisi PAUD Ke SD yang menyenangkan”, kegiatan tersebut diikuti oleh Bunda PAUD kecamatan dan desa serta para guru paud, guru SD dan juga orang tua murid.

Dalam arahannya Bunda PAUD Kukar Maslianawati Edi Damansyah mengatakan bahwa salah satu tugas Bunda paud adalah melakukan pembinaan, pendampingan dan pengawasan terhadap layanan PAUD di wilayahnya.

“Bunda PAUD harus menjemput bola untuk datang langsung ke PAUD di wilayahnya dan melakukan monitoring, jangan menunggu undangan baru datang ke PAUD,” ungkapnya.

Bunda PAUD juga harus melakukan koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas lintas program dan sektor terkait dalam pembinaan layanan PAUD.

“Jika sering melakukan monitoring maka akan mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan mudah melakukan kordinasi bila terjadi masalah karena paham yang terjadi, tetapi jika tidak mengerti apa yang ada di lapangan maka akan lambat penanganannya seperti masalah stunting yang saat ini mulai turun di Kutai Kartanegara,” imbuhnya.

Maslianawati juga menegaskan bahwa Jabatan Bunda PAUD yang disematkan itu bukan hanya jabatan saja tetapi fungsi dan tugasnya harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Ada Fungsi dan tugas yang harus dijalankan oleh Bunda PAUD , bahkan peran Bunda PAUD sangat lah strategis dalam membantu, mendampingi serta terlibat dalam mewujudkan Paud yang berkualitas diwilayahnya”tegas Maslianawati.

Selain itu juga ia meminta kepada seluruh Bunda PAUD untuk bisa melakukan pendampingan, koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas lintas program dan sektor terkait dalam pembinaan layanan PAUD dan juga membuat pertemuan berkala dengan guru -guru paud dan juga orang tua murid.

Hadir pada kegiatan ini  Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maria Ester, Camat Kota Bangun Mawardi bersama bunda PAUD Kota Bangun dan Camat Kota Bangun Darat Julkifli bersama Bunda PAUD Kota Bangun Darat. (kk08)

« Previous PageNext Page »

  • vb