Di Usianya Yang Belia, PLN UIP3B Kalimantan berhasil raih 33 Penghargaan di Tahun 2024

January 9, 2025 by  
Filed under Nusantara

PLN UIP3B Kalimantan berhasil memborong 8 penghargaan dalam ajang Corporate Communication Award 2024

PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan  yang usianya menginjak 2 (dua) tahun sejak bertranformasi dari sebelumnya Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan pada tanggal 1 Januari 2023, berhasil mencatatkan raihan 33 penghargaan di tahun 2024.

Abdul Salam Nganro, General Manager PLN UIP3B Kalimantan menuturkan bahwa di usianya yang belia, PLN UIP3B Kalimantan mampu unjuk gigi di antara unit-unit PLN lainnya yang terlebih dahulu fokus menjalankan proses bisnis penyaluran dan pengaturan beban.

“Alhamdulilah capaian ini tak terlepas dari DNA pejuang para insan PLN UIP3B Kalimantan yang pantang menyerah dalam segala tantangan” jelas Salam.

Lebih lanjut Salam menjelaskan bahwa sejak bertransformasi, PLN UIP3B Kalimantan mampu meraih 8 (delapan) penghargaan di berbagai ajang tahun 2023.

PLN UIP3B Kalimantan berhasil memenangkan 5 penghargaan dalam ajang Culture Festival 2024 PT PLN (Persero) yang diselenggarakan di Auditorium Kantor Pusat PT PLN (Persero), Jakarta

“Hal tersebut menjadi penyemangat kami untuk terus berinovasi sehingga mampu mendapatkan penghargaan dan pengakuan yang lebih baik di tahun 2024” pungkasnya.

PLN UIP3B Kalimantan mampu mengawali tahun 2024, dengan meraih 3 (tiga) prestasi dari ajang Town Hall Meeting PT PLN (Persero) dan Workshop Achiving.

Nama PLN UIP3B Kalimantan kembali menggema dalam ajang Corporate Communication Award 2024 (21/2/2024) sebagai Best of The Best Communication Cluster B PT PLN (Persero), setelah berhasil memborong 7 (tujuh) penghargaan di berbagai kategori.

Pada bulan yang sama PLN UIP3B Kalimantan juga mendapatkan penghargaan Zero Kecelakaan Instalasi dari ajang Safety Town Hall Meeting dan Penurunan Gangguan Trafo Terbaik Tahun 2023 pada ajang Rapat Kerja Triwulan 1 Tahun 2024 Direktorat Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero).

Tak kalah membanggakan pada ajang Culture Festival 2024 mampu memborong 5 (lima) penghargaan berkat implementasi budaya perusahaan di kategori Next Customer Is Our Customer dan Budaya Safety.

Dan secara berturut-turut mendapatkan 10 penghargaan tingkat nasional di lingkungan kerja PT PLN (Persero) berkat inovasi dan kinerja yang meningkat di tahun 2023 hingga 2024.

Penghargaan di luar lingkungan PT PLN (Persero) pun mampu diraih di ajang SNI Award 2024, Indonesian SDGs Award (ISDA) 2024 dan 3 penghargaan di Innovative Government Award (IGA) tahun 2024.

Program Journalist Award 2023 PLN UIP3B Kalimantan pun mampu mengantarkan PT PLN (Persero) meraih penghargaan Peringkat 3 (tiga) Media Relations pada ajang BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS) 2024.

Kegemilangan PLN UIP3B Kalimantan meraih penghargaan di berbagai ajang menjadi suntikan semangat para pejuang keandalan Kalimantan untuk terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, serta mendukung tercapainya visi PLN Menjadi Perusahaan Global Top 500 dan Nomor 1 Pilihan Pelanggan untuk Solusi Energi. (**)

Kerja Sama XL Axiata – Alita Salurkan Perangkat “JAGATARA” di Kalimantan

January 8, 2025 by  
Filed under Kesehatan

JAGATARA memiliki kemampuan deteksi pintar, berupa sebuah platform yang menggabungkan teknologi dan analisa terhadap faktor potensi penyakit stroke.

PONTIANAK –  PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) “XL Axiata Peduli” berkolaborasi dengan Alita Praya Mitra (Alita) bersama menangkal penyakit stroke dengan menyalurkan perangkat JAGATARA (Jiwa Raga Sehat Sejahtera). Penyaluran perangkat berwujud smartwatch yang dipakai di tangan pasien tersebut dilakukan di Kota Pontianak dan Banjarmasin, Selasa (7/1/2025). Terdapat puluhan unit perangkat JAGATARA dibagikan untuk masyarakat melalui Klinik dr. Johan Molana, Kota Pontianak, Kalimantan Barat dan UPT Puskesmas Sungai Tabuk 3, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Caretaker XL Axiata Kalimantan Area, Sarroso Dwi Panggah mengatakan, melalui program kolaborasi ini, XL Axiata bersama Alita secara nyata turut berkontribusi dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan penyakit stroke yang banyak diderita masyarakat secara luas. JAGATARA tidak hanya sebatas perangkat dan solusi, tetapi juga sebuah gerakan sosial, mengajak masyarakat untuk peduli dengan kesehatan.

“Diharapkan JAGATARA bisa menjadi salah satu solusi yang bisa bermanfaat untuk menekan dan menurunkan angka kasus stroke di Indonesia, termasuk di Pontianak dan Banjarmasin,” kata Sarroso.

JAGATARA memiliki kemampuan deteksi pintar, berupa sebuah platform yang menggabungkan teknologi dan analisa terhadap faktor potensi penyakit stroke. Melalui JAGATARA, pengguna tidak hanya memiliki akses ke informasi kesehatan mereka sendiri, tetapi juga mendapatkan kemudahan akses ke layanan kesehatan yang lebih luas. Perangkat tersebut memiliki fitur-fitur pengukuran tekanan darah, detak jantung, kadar oksigen, langkah kaki dan jarak tempuh dengan menggunakan smart wearable device sebagai alat ukur yang disambungkan ke aplikasi JAGATARA pada ponsel melalui bluetooth.

dr. Johan Molana mengucapkan terima kasih atas perhatian XL Axiata dan Alita kepada masyarakat dengan memberikan program XL Axiata Peduli penyakit stroke melalui solusi JAGATARA, berupa jam pintar untuk memantau kesehatan. Diharapkan perangkat ini dapat membantu masyarakat di Pontianak dalam mendeteksi risiko penyakit stroke, mengingat trend kasus penyakit ini terus meningkat setiap tahunnya.

Saat ini solusi JAGATARA telah diproduksi ratusan unit untuk dapat dimanfaatkan oleh pasien dengan resiko stroke yang menggunakan layanan kesehatan di berbagai kota di Indonesia. Ke depan, solusi JAGATARA ini juga akan diimplementasikan di kota lainnya di Kalimantan. (**)

Lai Durian dari Tanjung

January 8, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kaget beli durian di Jl MT Haryono Balikpapan, Senin (6/1) sore. Saya kira semuanya durian. Ternyata di antaranya ada jenis lai durian. Sepintas tak ada bedanya, karena kulitnya sama kehijau-hijauan. “Tapi itu lai durian,” kata Haji Arsyad, sang penjual meyakinkan saya.

Haji Arsyad sudah lama kenal saya. Sejak saya masih menjabat wali kota. Dia selalu memberi dukungan politik kepada saya. “Maju terus Pak Wali, saya siap mendukung,” katanya bersemangat setiap bertemu.

Haji Arsyad bersama saya dengan lai duriannya yang dijualnya di Jl MT Haryono Balikpapan

Beberapa hari ini ribuan durian lagi menyerbu Balikpapan. Bisa jadi juga kota lainnya di Kaltim termasuk Samarinda. Diangkut puluhan truk. Menurut Pak Haji Arsyad, durian itu datangnya dari Tanjung, Kalimantan Selatan (Kalsel). Tanjung selama ini memang dikenal sebagai lumbungnya buah-buahan, yang banyak menyuplai ke Kaltim.

Buah durian banyak ditanam warga Tanjung terutama di Desa Bintang Ara, Kecamatan Bintang Ara. Mulai durian biasa sampai hasil persilangan. Di antaranya durian murung king, silanjung, kamundai, mahrawin dan lainnya. Yang menjadi primadona adalah kamundai karena rasanya yang gurih dan legit.

Tanjung adalah ibu kota Kabupaten Tabalong. Terletak di tepi Sungai Tabalong dan berjarak 232 kilometer dari Banjarmasin. Tapi lebih dekat ke Kabupaten Paser, Kaltim. Jaraknya sekitar 136,9 kilometer. Ditempuh 3 jam 36 menit lewat jalan trans Kalimantan.

Ingat Tanjung ingat Guru Jaro atau KH Anwar Sanusi, yang sering ceramah di Kaltim. Guru Jaro dari Tanjung. Di sana ada pondok pesantrennya bernama Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa. Sangat terkenal. Banyak pejabat, tokoh terkenal termasuk gubernur dan bupati yang datang ke pondok Guru Jaro.

Penyanyi dan penggubah lagu lejen yang kini berusia 87 tahun, Titiek Puspa juga kelahiran Tanjung. Nama aslinya dari kampung adalah Hj Sudarwati. Ayahnya Tugeno Puspowidjojo orang Jawa, tapi ibunya Siti Mariam sepertinya asli Banjar Tanjung.

Saya surprise dengan lai durian Tanjung yang dijual Haji Arsyad. Menurut saya, itu varietas baru. Hasil perkawinan silang buah lai dengan durian yang cukup sukses. Saya sudah lama tahu ada lai durian, tapi baru sekali ini saya melihat kulitnya tak jauh beda dengan durian biasa. Hanya bentuknya cenderung lonjong tidak bulat.

Dagingnya lumayan tebal. Warnanya lebih mirip buah lai, cenderung kuning. Rasa dan aromanya juga khas dan manis, maklum hasil perkawinan antara lai dan durian.

Lai durian dari Tanjung, Kalsel yang banyak dijual di Kaltim.

Buah lai asli disebut orang durian khas Kalimantan. Karena itu nama latinnya atau nama ilmiahnya adalah Durio Kutejensis. Memberi indikasi berasal dari Kutai. Ada yang menyebut buah lai adalah durian kuning, karena kulit dan dagingnya berwarna kuning.  Ada juga yang menyebut Pampakin atau Pampaken.

Dari hasil penelitian, buah lai memberi manfaat untuk kesehatan. Mulai atasi  insomnia, lancarkan pencernaan, menjaga kesehatan kulit hingga membantu mencegah kanker. Buah lai tergolong dalam buah yang rendah alkohol dan tidak mengandung kolesterol.

Ketika saya masih wali Kota Balikpapan, saya pernah menghadiahi Duta Besar India di Jakarta buah lai. Saya juga pernah menanam bibit lai dalam acara penanaman bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Kampus Unair.

Senin kemarin, lai durian dijual Rp100 ribu per 3 buah. Sebelumnya Rp50 ribu per buah. Sama dengan harga durian biasa. Karena buahnya tidak terlalu besar sehingga harganya tidak terlalu mahal.

Saya teringat ada penggalan pantun terkait lai durian. Bunyinya begini: “Lai durian, siapa lalai kedudian.” Kedudian itu bahasa Banjar. Artinya terlambat atau tertinggal.

ANEKA DURIAN HUTAN

Ketika makan malam bersama Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sebelum acara Wartawan Legend Bedapatan 3, akhir tahun 2024 lalu, saya dan Syafril Teha Noer (STN) sempat berdiskusi tentang buah langka di Kalimantan, khususnya Kaltim.

Saya angkat jempol untuk Bung STN, wartawan yang juga seniman. Lantaran di rumahnya ada dua pohon kuini atau kuweni (Mangifera odorata) yang sudah besar dan berbuah. Itu mangga asli Kalimantan. Sekarang cenderung punah karena kalah dengan kemanisan dan kepopuleran mangga, yang sekarang ini merajai pasar buah. Apalagi hampir di setiap rumah orang menanam mangga.

Seorang pembeli durian memperlihatkan durian merah yang disebut tabelak.(Ist)

Pohon kuini berbuah banyak. Saya beberapa kali dikirimi Bung STN. Banyak yang tanya itu jenis buah apa. Ke mana-mana saya bawa dalam mobil. Sekalian jadi pengharum, meski cucu saya Dafin tidak terlalu suka.

Ketika bertemu Pj Gubernur, saya banyak bercerita tentang durian hutan Kalimantan, yang terancam punah. Maklum tak terdengar ada upaya budi daya yang intensif dari Balai Litbang Dinas Perkebunan atau Pertanian.

Syukur buah lai sudah dikembangkan. Malah sudah ada jenis bibit unggul yang diperjualbelikan. Tapi jenis lainnya saya tidak pernah mendengar terutama karantungan dan lahung. Tapi saya lihat ada juga yang sudah jual bibitnya, meski tidak banyak yang berminat. Mungkin nilai ekonominya tidak sebagus durian biasa atau durian cangkokan.

Lahung dalam bahasa ilmiahnya disebut Durio dulcis. Rata-rata bentuknya bulat, tapi kulitnya cukup menarik karena berwarna merah maron dengan duri yang tajam. Daging buahnya berwarna kuning dan memiliki aroma sangat yang khas.

Ada yang bilang lahung sebagai buah khas suku Dayak. Namanya merangang. Soalnya pohon lahung banyak tumbuh di tengah hutan, di mana suku Dayak dulu banyak bermukim dan bercocok tanam atau berburu. Lahung tak bisa dibuka seperti durian. Jadi langsung dibelah dua. Sayang dagingnya agak tipis. Tapi ada yang bilang lahung paling manis di antara semua jenis durian.

Saya agak bingung. Dalam bahasa Banjar, lahung juga punya pengertian lain yang negatif. Lahung dimaknai sebagai profesi kurang baik yaitu semacam PSK. Coba berani mengatai perempuan lahung, kita bisa dikejar sampai ke lobang buaya.

Berbeda dengan lahung, sedang karantungan berwarna hijau seperti durian. Orang Kutai menyebutnya kertongan. Hanya durinya lebih panjang dan tidak terlalu tajam. Posturnya tidak terlalu besar. Warna dagingnya putih kekuningan, tapi rasanya tidak terlalu manis. Karantungan atau durian daun ini bahasa ilmiahnya disebut Durio oxleyanus.

Mirip karantungan tapi lebih kecil lagi yaitu Terotong alias Kelawit.  Ada juga yang menyebutnya Kuroyiat. Disebut durian mini karena size-nya yang memang kecil. Warna kulitnya juga hijau. Tidak bergas seperti kita makan durian biasa, terutama saat bersendawa.

Satu lagi durian hutan yang hampir punah sama sekali yaitu Tabelak (Durio graveolens). Durinya panjang seperti karantungan. Tapi warnanya macam-macam. Ada yang hijau, kuning, cokelat atau merah. Namun yang unik, buahnya tetap sama berwarna merah.

Tabelak disebut durian merah karena dagingnya yang berwarna merah. Tekstur dagingnya halus, lembut, manis, tapi kering. Baunya tidak terlalu tajam. Karena itu orang Kalimantan menyebut durian merah ini adalah tabelak atau sukang.

Pohon durian alam termasuk lahung, karantungan dan tabelak umumnya tinggi antara 25 sampai 40 meter. Beda dengan pohon lai relatif rendah dengan cabang melebar ke samping. Mirip pohon manggis. Saya sama sekali tidak berani dan tidak bisa menaiki pohon durian alam. Paling banter menunggu buahnya jatuh.

Dinas Pertanian Kutai Kartanegara (Kukar) pernah merilis, sedikitnya ada 18 atau 19 jenis durian tumbuh di hutan Kaltim. “Semuanya masih bisa ditemukan di hutan-hutan,” kata Agus, yang bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian Loa Janan, Kukar seperti diberitakan Liputan 6 beberapa waktu lalu.

Sepulang dari Labuan Bajo, perut saya agak nggak beres. Rasanya mules dan badan meriang. “Itu kebanyakan makan durian,” kata Dr Meiliana, mantan Pj Sekdaprov Kaltim menggoda saya lewat WA. Rupanya dia membaca tulisan saya, yang sempat melahap 2 buah durian sebelum bertualang ke Pulau Komodo.(*)

Legenda Orah dan Komodo

January 7, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TUJUAN utama wisatawan ke Labuan Bajo tentu ingin melihat kadal raksasa yang disebut komodo. Termasuk saya, meski agak waswas terbang ke sana, Kamis (2/1) di saat cuaca lagi tidak bersahabat. Nama latin hewan tersebut adalah Varanus komodoensis.

Semua orang tentu heran dan takjub bagaimana mungkin jenis binatang purba ini masih hidup sampai sekarang. Dan bagaimana mungkin adanya cuma di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tak akan ditemukan di belahan dunia  manapun.

Bersama Pak Andi Mappapuli di belakang komodo dragon di Pulau Rinca

Setidaknya ada 5 pulau di sekitar Labuan Bajo yang dihuni sang komodo. Selain di Pulau Komodo sendiri, juga ada di Pulau Rinca, Pulau Padar, Gili Motang, dan Nusa Kode. Kawasan itu masuk dalam Taman Nasional Komodo yang sudah ditetapkan UNESCO menjadi Situs Warisan Dunia dan juga masuk ke dalam 7 keajaiban dunia.

Situs Warisan Dunia adalah sebutan untuk tempat-tempat di bumi yang memiliki nilai universal luar biasa bagi umat manusia, telah tercantum dalam Daftar Warisan Dunia untuk dilindungi agar dapat diapresiasi dan dinikmati oleh generasi mendatang.

Piramida Mesir, Taj Mahal India, Grand Canyon di AS, Acropolis di Yunani, Candi Borobudur, Situs Manusia Purba Sangiran dan Sistem Pertanian Subak sudah lebih dulu ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.

Dari beberapa pulau yang dihuni komodo, populasi terbesar ada di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Itu rumah terbesar binatang tersebut. Ada 3.000-an komodo di kedua pulau tersebut. Cukup banyak. Ada kecenderungan tiap tahun bertambah dari hasil perkawinan.

Pulau Komodo dan pulau di sekitarnya berada di sebelah timur Pulau Sumbawa setelah Selat Sape yang memisahkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Provinsi NTT.

Saya datang ke sana menggunakan speedboat. Hari Jumat, 3 Januari 2025. Berangkat dari dermaga di Waterfront City Marina Labuan Bajo. Waktu tempuhnya sekitar satu sampai dua jam. Sebagian wisatawan menumpang perahu pinisi sekaligus bermalam di perahu tradisional suku Bugis-Makassar itu. Mereka singgah-singgah di beberapa pulau, selain melihat komodo juga menikmati berbagai keindahan alam mulai bermain di pantai, snorkling sampai menyaksikan sunset.

Di Pulau Komodo wisatawan atau pengunjung bisa datang ke pinck beach. Pantai unik dengan pasir berwarna merah muda yang langka di dunia. Pulau Padar, tempat favorit untuk trekking dengan pemandangan yang indah. Atau ke Manta Point, spot snorkling terbaik untuk melihat pari manta raksasa.

Jika kita singgah di Pulau Rinca kita bisa melihat strawberry rock stone atau batu karang stroberi. Diberi nama seperti itu karena bentuk gugusan karang di sana berwarna merah muda. Warga setempat menyebutnya Nasi Purung, yang berarti pulau terbakar.

Selain komodo, di pulau-pulau itu juga berkeliaran Kakatua Sulphures berjambul kuning, yang diklaim hanya ada di sana. Ada juga hewan lain seperti rusa, kerbau liar, kuda liar, monyet, ular dan burung maleo. Sebagian jadi mangsa komodo. Pengunjung dilarang memberi makanan kepada komodo. Selain berbahaya juga bisa membuat komodo malas mencari makan secara alamiah.

Burung maleo (Macrocephalon maleo) terancam punah dan termasuk satwa yang dilindungi. Uniknya, sarang bertelur yang dibuatnya dari unggukan tanah juga dimanfaatkan komodo untuk hal yang sama. Telur Komodo ada 30-an. Kalau menetas, anak komodo tinggal di pohon. Untuk pengamanan, sebab tak jarang komodo dewasa menjadikan anak-anak komodo itu sebagai mangsa. Itulah sebabnya sampai anak-anak komodo itu sudah agak besar baru turun ke tanah.

Ketika saya berada di Pulau Rinca, saya diajak petugas bernama Jeki sampai ke sarang komodo. Jeki membawa sebatang tongkat yang ujungnya bercabang untuk memburu komodo jika datang menyerang. Komodo jarang berkelompok dan termasuk binatang pemalas. Tak banyak bergerak.

Saya beruntung bisa berfoto dengan seekor komodo. Sempat ditegur Jeki jangan terlalu dekat. Menurut Jeki, ada petugas bernama Main sempat diserang komodo. Syukur bisa diselamatkan dan bisa kembali bertugas setelah mendapat perawatan intensif.

MIRIP DENGAN BIAWAK

Komodo dikenal sebagai hewan endemik Indonesia. Panjangnya sekitar 3 meter dengan berat sekitar 150 kilogram. Hewan ini masih ada ikatan keluarga dengan biawak yang sering kita jumpai. Makanya sepintas sangat mirip. Walaupun ukurannya sangat beda. Biawak lebih kecil.

Biawak juga tidak beracun dan tidak tergolong hewan buas. Beda dengan komodo yang memiliki kelenjar air liur yang dipenuhi bakteri menghasilkan racun yang dapat menyebabkan pendarahan, pembekuan darah, dan syok pada mangsanya.

Biawak sering ada di sekitar rumah saya di Balikpapan Regency. Itu katanya biawak air, yang nama latinnya Varanus salvator. Memang banyak di Asia Tenggara. Makanannya macam-macam mulai tupai, tikus, reptilia kecil termasuk ular, katak, ikan dan kepiting. Terkadang juga mencuri telur buaya atau telur kura-kura.

Kenapa komodo hanya hidup di NTT?  Karena komodo membutuhkan habitat dengan iklim savana tropis, vegetasi rendah dan sumber makanan seperti rusa timor. Itu hanya ada di NTT. Pulau-pulau di luar NTT, seperti Bali dan Jawa memiliki ekosistem yang berbeda sehingga kurang cocok untuk kelangsungan hidup komodo.

Di pulau-pulau lain seperti Sumatera atau Kalimantan terdapat predator besar seperti harimau, buaya atau gajah. Itu menjadi kompetitor komodo, sehingga bisa mengganggu kelangsungan hidup komodo.

Warga setempat menyebut komodo dengan nama “Orah.” Mengutip dari Indonesia Juara,  nama Orah berasal dari legenda anak kembar seorang Putri Naga dan lelaki bernama Moja.

Singkat cerita, mereka menikah dan memiliki anak kembar. Namun salah satunya bukan manusia tapi berwujud seekor kadal besar. Yang kadal diberi nama Orah, sedang yang berwujud manusia dipanggil Gerong.

Ketika lagi berburu Gerong sempat ingin membunuh sang kadal. Tapi akhirnya dia hidup rukun berdampingan setelah diberitahu sang ibu, Putri Naga bahwa sang kadal adalah saudaranya.

Ada yang menulis bahwa komodo berasal dari Australia, yang bermigrasi ke NTT. Hewan tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1910 oleh orang Eropa. Lalu dibuat jurnal ilmiah oleh Peter Ouwens, direktur Museum Zoologi Bogor pada tahun 1912 setelah menerima foto dan kulit komodo dari Letnan Steyn van Hensbroek asal Belanda.

Adalah W Douglas Bourden yang memberi nama komodo dragon setelah melakukan ekspedisi ke Pulau Komodo di tahun 1926. Sang penjelajah ini berhasil membawa 12 ekor komodo yang diawetkan dan 2 dalam keadaan hidup.

Saya dan Pak Andi Mappapuli sempat mendarat di Pulau Kelor.  Di sini kita menyaksikan pemandangan menarik. Pantainya yang dilapisi pasir putih dan bersih membuat turis mancanegara suka mandi dan berjemur di sini. Para turis wanita tampil berbikini ria. Asyik. Tidak terasa air kelapa yang saya hirup cepat masuk di kerongkongan. Lega rasanya. Ahhhh.(*)

Diskon Listrik Januari Mulai Berlaku, Masyarakat Tak Perlu Buru-Buru, Beli Token Bisa Sepanjang Bulan

January 7, 2025 by  
Filed under Nusantara

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kiri) saat memaparkan terkait diskon tarif listrik 50% untuk rumah tangga dengan daya listrik 2.200 VA ke bawah pada periode Januari hingga Februari 2025 pada agenda konferensi pers bertajuk “Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan” yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, pada 16 Desember 2024.

JAKARTA – PT PLN (Persero) memastikan paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik 50% bagi pelanggan daya 2.200 Volt Ampere (VA) ke bawah sudah dapat dinikmati sejak 1 Januari 2025. Sesuai penetapan Pemerintah, program ini akan diberlakukan hingga Februari 2025, untuk itu pelanggan PLN, khususnya prabayar yang ingin melakukan pembelian token listrik tidak perlu terburu buru karena diskon masih akan berlaku sepanjang bulan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menerangkan bahwa potongan tarif listrik 50% dapat dinikmati secara otomatis dan tanpa mekanisme yang berbelit  bagi mereka yang tergolong daya tersebut.

Ilustrasi petugas PLN sedang melayani pelanggan rumah tangga.

”Kami menginformasikan bahwa paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik 50% bagi pelanggan PLN daya 2.200 VA ke bawah sudah bisa dinikmati mulai 1 Januari 2025. Kami juga memastikan dengan sistem layanan pelanggan yang sudah terdigitalisasi, pelanggan dapat dengan mudah untuk menikmati program ini tanpa perlu ada proses registrasi maupun mekanisme berbelit,” jelas Darmawan.

Sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024 tentang Pemberian Diskon Biaya Listrik Untuk Konsumen Rumah Tangga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), pemberian diskon 50% diberikan kepada pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA yang berlaku selama dua bulan yaitu Januari dan Februari 2025.

Pada pelaksanaannya, untuk pelanggan pascabayar potongan tarif 50% berlaku otomatis ketika pelanggan melakukan pembayaran tagihan listrik untuk pemakaian periode Januari dan periode Februari 2025. Sementara bagi pelanggan prabayar cukup membeli setengah (50%) dari biasanya untuk mendapatkan energi (kWh) yang sama di manapun.

“Untuk pelanggan pascabayar, nominal tagihan bulanan akan secara otomatis dikurangi 50% pada saat bayar listrik. Sedangkan untuk pelanggan prabayar, potongan 50% akan langsung didapatkan saat pelanggan membeli token listrik, baik itu di PLN Mobile, di ritel-ritel, di agen, dan di manapun,” jabar Darmawan.

Purwaningsih (58) warga Jakarta Selatan pelanggan 1.300 VA mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil menikmati paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik tersebut. Baginya program ini sangat bermanfaat terutama untuk meringankan beban belanja rumah tangga.

“Kebijakan ini sangat bermanfaat untuk kami. Diskon tarif listrik 50% bisa menghemat anggaran belanja rumah tangga,” kata Purwaningsih.

Senada dan Purwaningsih, Yusuf (43) asal Bandung bersyukur bisa langsung mendapatkan potongan token sebesar 50 persen di hari pertama diberlakukannya program pemerintah ini.

“Saya tadi beli token 100 ribu (Rupiah) dan langsung mendapatkan jumlah token (kWh) seharga 200 ribu, jadi cukup beli token setengah dari biasanya, dapat kWh yang sama, prosesnya sangat mudah dan tidak ribet,” pungkas Yusuf.

Ditemui pada kesempatan terpisah, Abdul Salam Nganro selaku General Manager PLN UIP3B Kalimantan mengatakan bahwa program diskon tarif listrik 50% ini adalah wujud nyata kepedulian PLN terhadap kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya program ini, kami berharap pelanggan PLN khususnya di Kalimantan merasakan manfaat langsung berupa penghematan biaya listrik tanpa harus melalui proses yang rumit serta dapat dengan mudah memanfaatkan diskon ini tanpa kendala, baik untuk pembelian token listrik prabayar maupun pembayaran tagihan pascabayar,” ungkapnya. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1114346
    Users Today : 1824
    Users Yesterday : 4582
    This Year : 50856
    Total Users : 1114346
    Total views : 10883243
    Who's Online : 70
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-12