Konsumsi Listrik Kendaraan EV di SPKLU Terus Cetak Rekor, Dirut PLN: Meningkat 500% Sepanjang Nataru

January 6, 2025 by  
Filed under Nusantara

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) berinteraksi dengan salah satu pengguna SPKLU dari penyedia angkutan massal di One Stop EV Charging Station di Surapati, Bandung, Jawa Barat

JAKARTA – PT PLN (Persero) terus mencatat rekor lonjakan konsumsi energi kendaraan listrik selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Lonjakan ini tercermin melalui konsumsi listrik pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang meningkat 500 persen pada saat ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Jumlah kendaraan listrik yang mudik meningkat 300 persen, atau tiga kali lipat. Sedangkan jumlah konsumsi listrik di SPKLU meningkat lebih dari lima kali lipat. Ini merupakan lonjakan yang luar biasa,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo ketika hendak memimpin teleconference kesiapan kelistrikan nasional menjelang pergantian tahun bersama seluruh unit PLN se-Indonesia, subholding, dan anak perusahaan yang dipusatkan di PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya pada Selasa, (31/12).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyapa pengguna kendaraan listrik yang sedang melakukan pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 519A Ruas Tol Solo-Ngawi, Jawa Tengah

Pada periode Nataru tahun lalu, konsumsi listrik di SPKLU mencapai 139.335 kilowatt hour (kWh), sedangkan pada saat ini melonjak menjadi 706.579 kWh atau lebih dari 500%. Tidak hanya itu, lonjakan juga terjadi pada jumlah transaksi di SPKLU yang meningkat dari 6.712 kali transaksi pada Nataru tahun sebelumnya menjadi 29.237 pada periode saat ini atau melonjak lebih dari 430%.

“Pada Nataru sebelumnya, jumlah kendaraan listrik yang digunakan untuk mudik sekitar 2.800 unit. Tahun ini, jumlahnya diperkirakan melonjak menjadi lebih dari 7.500 hingga 8.000 unit. Alhamdulillah , sejauh ini belum ada laporan kendaraan listrik yang kehabisan daya di tengah perjalanan,” tambah Darmawan.

Sebelumnya, PLN telah memproyeksikan peningkatan jumlah pemudik pengguna kendaraan listrik dan mengambil langkah antisipatif dengan terus menambah SPKLU menjadi 3.069 unit yang tersebar pada 2.906 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Khusus di jalur utama mudik Trans Jawa-Sumatra, PLN juga menyediakan 500 unit SPKLU di 297 lokasi. Dengan jarak antar SPKLU yang optimal, sekitar 23 kilometer, pemudik dapat dengan mudah mengakses fasilitas pengisian daya.

“Walaupun terjadi peningkatan signifikan, sejauh ini tidak ada laporan antrean panjang di SPKLU selama periode Nataru. Hal ini berkat peningkatan jumlah SPKLU di jalur Trans Jawa-Sumatra dari 64 unit menjadi 500 unit di lokasi-lokasi strategis, khususnya di rest area,” jelas Darmawan.

PLN memastikan perjalanan para pemudik kendaraan listrik berjalan lancar dengan kehadiran infrastruktur SPKLU maupun infrastruktur digital. Melalui fitur trip planner pada aplikasi PLN Mobile, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU terdekat dan merencanakan perjalanannya dengan lebih baik tanpa perlu khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan.

Selain itu, sebanyak 6.000 petugas PLN juga bersiaga pada tiap SPKLU di seluruh Tanah Air untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama periode libur Nataru. Dukungan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi seluruh pengguna kendaraan listrik.

“Kami berharap para pemudik, khususnya pengguna kendaraan listrik, dapat sampai tujuan dengan selamat dan nyaman. PLN akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung perjalanan yang lancar bagi semua masyarakat,” pungkas Darmawan.

Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro menyampaikan dukungannya terhadap langkah PLN dalam menghadirkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang andal selama periode Nataru.

“Dengan adanya peningkatan konsumsi listrik yang signifikan di SPKLU, kami terus memastikan pasokan listrik di Kalimantan tetap andal dan aman, langkah ini juga sejalan dengan visi PLN untuk mendorong transformasi energi berkelanjutan,” jelas Salam. (**)

Sukses Amankan Kelistrikan Natal, Dirut PLN Pimpin Siaga Pergantian Tahun

January 6, 2025 by  
Filed under Nusantara

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (depan tengah) didampingi seluruh jajaran Direksi PLN dan Direktur Utama Subholding PLN memonitor secara real time posko-posko siaga kelistrikan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memastikan keamanan pasokan listrik Tahun Baru 2025.

JAKARTA – Setelah berhasil mengamankan sistem kelistrikan saat periode Natal 2024, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo kembali turun langsung untuk mengawal keandalan pasokan listrik saat pergantian Tahun Baru 2025.

Darmawan menyampaikan bahwa beban listrik nasional pada malam pergantian tahun adalah sekitar 39 gigawatt (GW). Dengan daya mampu pasok seluruh pembangkit mencapai 52 GW, maka masih ada cadangan daya sekitar 33% atau setara dengan 13 GW.

”Kami bersyukur, pasokan listrik di malam pergantian tahun ini dalam kondisi aman. Ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menjalankan arahan Pemerintah dalam memberikan layanan kelistrikan yang prima bagi masyarakat, khususnya di momen spesial seperti malam pergantian tahun,” ujar Darmawan saat melakukan teleconference kesiapan kelistrikan nasional menjelang pergantian tahun bersama seluruh unit PLN se-Indonesia, subholding, dan anak perusahaan yang dipusatkan di PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya pada Selasa, (31/12/2024).

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo (kiri) didampingi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) memonitor keandalan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali pada momen Nataru di PLN UIP2B,

Untuk mengamankan pasokan di malam tahun baru 2025, lanjut Darmawan, PLN mengerahkan sebanyak 81.591 personel siaga yang tersebar di 4.336 posko di seluruh Indonesia. Para personel tersebut dibekali peralatan lengkap, meliputi 1.792 unit genset, 735 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.282 Unit Gardu Bergerak (UGB), 370 unit crane, dan 179 Unit Kabel Bergerak (UKB).

”Khusus untuk malam tahun baru, seluruh pasukan PLN saat ini dalam kondisi siaga di seantero Indonesia. Pada malam ini, tentu saja kami juga terus mengawal pasokan listrik di pusat-pusat keramaian, sehingga alhamdulillah perayaan tahun baru 2025 bisa berjalan dengan lancar,” sebut Darmawan.

Selanjutnya, guna menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di pergantian tahun, PLN juga telah melakukan beberapa langkah antisipatif melalui assessment dan maintenance di seluruh lini operasi. PLN juga memastikan setiap potensi gangguan dapat direspons secara cepat bersamaan dengan protokol anti blackout.

”Semuanya dalam kondisi yang prima dan juga optimal. Seluruh maintenance sudah kami lakukan sebelumnya. Sehingga sepanjang masa Siaga Nataru tidak ada kegiatan maintenance. Kemudian juga kami memastikan sistem distribusi dan sistem pelayanan pelanggan tetap berlangsung dengan baik,” kata Darmawan.

Selain itu, untuk memastikan kelancaran berbagai aktivitas di periode Siaga Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang berakhir pada 8 Januari, pihaknya akan terus melakukan monitoring secara realtime seluruh sistem kelistrikan.

“Harapan kami adalah dalam liburan Natal dan tahun baru ini, saudara-saudara kita bisa menikmati liburnya dengan nyaman dan bisa menikmati waktu yang penuh dengan kebahagiaan dengan keluarga. Nanti pada saat kembali ke rumah masing-masing juga bisa berjalan dengan lancar,” pungkas Darmawan.

Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro mengungkapkan apresiasinya terhadap seluruh tim yang telah bekerja keras memastikan keandalan pasokan listrik selama masa Siaga Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antar Unit Pelaksana di UIP3B Kalimantan yang telah menjalankan berbagai persiapan selama Siaga Nataru, melalui upaya bersama, kami mampu menjaga pasokan listrik tetap andal termasuk di pusat-pusat keramaian selama malam pergantian tahun,” tuturnya. (**)

Mendadak ke Labuan Bajo

January 6, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEHARI setelah tahun baru, saya mendadak ke Labuan Bajo. Saya terbang dari Sepinggan ke Jakarta naik pesawat Super Air Jet, baru naik Batik Air menuju Labuan Bajo. Sebenarnya saya lagi takut naik pesawat. Soalnya cuaca lagi tidak bersahabat. Apalagi ada beberapa pesawat jatuh. Ciut juga nyali saya. Tapi lantaran kepingin lihat keindahan daerah ini termasuk komodonya, saya beranikan terbang. Syukur alhamdulillah semua berjalan lancar.

Yang mengajak ke sana teman saya, Pak Andi Mappapuli, mantan ketua LPM Teritip. Orang lebih akrab memanggilnya Pak Kumis karena kumisnya memang cukup tebal. Dia ingin menemui keluarganya di sana yang sudah puluhan tahun tidak berjumpa. “Ya saya datang untuk menemui saudara saya,” katanya begitu.

Saudara yang dimaksud Pak Kumis ternyata keluarga Ibu Naima, kakak kandungnya. Dia tinggal di Labuan Bajo di Kampung Air sejak tahun 60-an. Masih hutan dan sepi. Dia datang bersama  suaminya dengan perahu layar. Sekarang sudah beranak pinak. Punya 7 anak dan belasan cucu. Salah satu putranya, H Aziz, ustaz dan pernah menjadi anggota DPRD setempat.

H Naima gembira sekali bisa bertemu sang adik. Kami dijamu makan di rumahnya, yang kebetulan di samping hotel tempat kami menginap. Ada kue cucur juga. Bahkan pulang disangui setoples kopi asli Manggarai plus sebotol madu. Baik sekali.

Kapal pinisi tempat turis bermalam di Labuan Bajo

Kami menginap di Flamingo Ceria, hotel bintang 3 di Jalan Reklamasi Pantai. Hotelnya terbilang baru, persis di depan Waterfront City Marina Labuan Bajo. Jadi mudah sekali akses ke kapal atau speedboat. Dari kamar, saya sudah bisa menyaksikan Labuan Baju yang indah dan penuh pesona.

Ada yang bilang Labuan Bajo itu adalah sepetak surga tersembunyi di wilayah Indonesia Bagian Timur. Tadinya saya bertanya-tanya: Apa iya? Soalnya saya belum pernah ke sana. Walaupun nama Labuan Bajo sudah sering disebut di berbagai media sosial dan tayangan TV.

Labuan itu berasal dari kata labuhan atau pelabuhan. Sedang Bajo adalah adalah orang-orang berasal dari suku Bajo dan Bugis Sulawesi Selatan, yang suka merantau dan mendiami pesisir. Pekerjaan mereka nelayan. Sejak itu daerah ini akrab disebut Labuan Bajo.

Labuan Bajo antara laut dan bukit yang indah

Luas Labuan Bajo hanya 13,79 kilometer persegi. Penduduknya sekitar 7 ribu jiwa. Sebagian besar adalah orang Manggarai. Tapi di pesisirnya ditinggali orang Sulawesi. Mereka hidup rukun. Orang Manggarai rata-rata beragama Katolik, sedang orang Sulawesi beragama Islam. “Tapi kita hidup rukun di sini,” kata Aziz.

Saya jadi teringat banyak pastor dan suster asal NTT bertugas di berbagai daerah termasuk di Kaltim dan Balikpapan. Malah ada pastor asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bernama Pater Amans Laka, yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Argentina.

Labuan Bajo tadinya hanya kelurahan kecil. Tapi sekarang menjadi ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bupatinya Edistasius Endi, orang setempat dari Partai NasDem. Bersama wakilnya, dr Yualianus Weng terpilih kembali dalam Pilbup 2024. Tapi mereka masih menghadapi gugatan ke MK.

Karena tadinya kelurahan, maka sebagian jalan-jalan di Labuan Bajo tidak terlalu lebar. Malah ada  juga yang belum mendapat penerangan jalan. Tapi masyarakatnya mulai berkembang maju. Soalnya mulai banyak berinteraksi dengan turis asing. “Sepertinya masih perlu waktu, sektor pariwisata belum memberi dampak besar untuk kita,” kata Aziz.

DAERAH SERIBU SUNSET

Di era Presiden Jokowi, Labuan Bajo dipacu menjadi salah satu tujuan wisata terbaik. Karena itu Labuan Bajo telah ditetapkan sebagai salah satu dari 5 destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Sebagai penunjang telah dibangun berbagai fasilitas. Bandaranya yang diberi nama Bandara Komodo sudah dipoles dan ditetapkan sebagai bandara internasional. Air Asia sudah membuka rute Labuan Bajo langsung Kuala Lumpur. Penerbangan domestik terbesar dari Bali, Surabaya dan Jakarta.

Pelabuhan lautnya juga sudah ditata apik. Dilengkapi pelabuhan feri. Maklum berperan penting melayani kapal-kapal yang mengangkut para turis. Di Labuan Bajo banyak sekali kapal-kapal pinisi. Ada ratusan. Fasilitas ini melayani trip bermalam di kapal sambil singgah ke berbagai gugusan pulau yang menawan. Wisatawan tentu sangat suka. Sayang saya tak sempat menikmati karena terbatasnya waktu.

Ada ratusan pulau di Labuan Bajo. Tapi paket wisata merekomendasikan ada 10 pulau yang sangat menarik dan harus dikunjungi wisatawan. Mulai Pulau Bidadari, Pulau Komodo, Pulau Rinca,  Pulau Padar, Pulau Kelor, Pulau Kalong, Pulau Kanawa, Pulau Koaba, Pulau Taka Makassar, sampai Pulau Kukusan.

Pulau Komodo dan Pulau Rinca adalah rumah besar untuk kadal raksasa yang dikenal dunia dengan sebutan komodo (Varanus komodoensis). Ini   hewan purba yang hanya ada satu-satunya di dunia. Soal komodo saya akan bercerita dalam tulisan berikutnya.

Jokowi juga membangun Golo Mori Convention Center (GMCC) di kaki bukit Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo. Fasilitas eksklusif  itu dipakai pada KTT ke-42 ASEAN, 9-11 Mei 2003. View-nya sangat menarik karena berhadapan langsung dengan Pulau Rinca, bagian dari kawasan Taman Nasional Komodo. Sesekali ada juga komodo melintas di Golo Mari.

Saya sempat berkunjung ke sana. Sekitar 30 menit dari kota Labuan Bajo. Jalannya meliuk-liuk di kaki bukit. Tapi mulus dibangun oleh PUPR. Sayang belum ada hotel dan fasilitas lain. Meski sudah ada beberapa papan nama hotel-hotel besar dari Jakarta yang akan berinvestasi.

Jadi jika tak ada acara meeting, GMCC terasa sangat sepi. “GMCC di bawah pengelolaan InJourney. Kita lagi menyiapkan festival jazz di sini,” kata  Ari Soplanit, general manager GMCC ketika bertemu saya.

InJourney atau Indonesia Journey adalah BUMN yang membawahkan PT Angkasa Pura I dan II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur dan PT Sarinah.

Saya mendarat di Bandara  Internasional Komodo sore hari. Alhamdulillah bisa menikmati pemandangan langit senja. Kata warga, suasana seperti ini lebih dahsyat lagi jika kita naik ke Bukit Cinta, Puncak Amelia dan Puncak Silvia. Karena keindahan senjanya, Labuan Bajo juga dijuluki “Daerah Seribu Sunset.”

Topografi Labuan Bajo berbukit-bukit. Jadi banyak pemandangan menarik bisa dilihat dari atas bukit. Kotanya memang sangat menarik dan menakjubkan.

Dunia bawah laut di sekitar Labuan Bajo juga merupakan salah satu yang terbaik di dunia.  Ada banyak spot penyelaman dengan terumbu karang yang masih alami dan dipenuhi oleh berbagai jenis ikan tropis, penyu, manta ray (pari raksasa) dan bahkan hiu.

Para turis memilih ikan di lapak milik warga

Di malam hari saya sempat singgah di Kampung Ujung. Di sini tempat turis berburu makanan laut (seafood) dengan berbagai jenis ikan yang segar. Ikannya boleh pilih sendiri, mulai kakap, kerapu. bawal, cumi, kepiting sampai udang lobster.

Ikannya dijual di kios atau lapak milik warga. Harganya juga relatif terjangkau. Setelah ikannya dipilih kita ditawari jenis masakannya. Mau digoreng, dimasak kuah atau dibakar. Lalu tempat makannya duduk di bawah payung yang dibangun memanjang oleh Kementerian PUPR sambil merasakan semilir angin laut.

Berburu durian di Kampung Ujung

Kampung Ujung juga disemarakkan dengan para penjual durian. Ini salah satu tujuan utama saya kalau datang ke suatu daerah. Berburu durian. Para turis bule juga ramai memilih durian. Harganya bervariasi antara 50 ribu sampai 150 ribu rupiah per buah. Tergantung besar kecilnya. Saya melahap sampai dua buah. Kata penjualnya, ini asli durian lokal. Rasanya memang menggoda. Tapi pulang ke hotel kepala saya nyut..nyut.(*)

SMK Negeri 1 Sendawar Bersama PT. PAMA BEK dan Kodim 0912/kbr Lakukan Pelatihan Susbintalsik

January 5, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK Negeri 1 Melak) Sendawar, bersama Perusahaan PT Pamapersada Nusantara distrik Bharinto Ekatama (BEK) dan Kodim 0912/Kbr melaksanakan pelatihan Kursus Bimbingan Mental dan Fisik (Susbintalsik) di SMK Negeri 1 Melak, Sendawar, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Rabu (11/12/2024).

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sendawar, M. Noor Tazeli mengatakan, kegiatan Susbintalsik berkolaborasi dengan PT. PAMA BEK dan Kodim 0912/kbr sangat baik sekali terhadap pembekalan siswa. Sekolah diminta bermitra dengan industri untuk pengembangan bidang pendidikan kejuruan.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap CSR PT. PAMA dan juga Kodim 0912/kbr ini,” ujarnya.

Ia berharap, pengembangan industri ini sangat penting sekali bagi pembekalan siswa, guru tamu dan juga pelatihan mental dan fisik sehingga kurikulum bisa diselaraskan dangan kebutuhan dan dunia kerja.

Ia juga berharap kepada perusahaan perusahaan lain yang beroperasi di Kubar bisa bekerjasama seperti PT PAMA dengan sekolah sekolah SMK yang ada Kubar. Ia juga menginginkan PT. PAMA bisa mengajak subcontnya untuk bergabung ke SMK yang ada di Kubar memajukan pendidikan di Kutai Barat ini.

“Dulu pernah PT. PAMA membantu sekolah dalam proses rekruitmen dari alumni SMK maupun alumni sekolah lainnya bersama Disnaker,” ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa kegiatan bintalsik ini sebenarnya pihak sekolahan terkesan mendahului, dengan harapan anak anak bisa mempunyai sertifikat, dan ketika anak anak masuk ke perusahaan sudah mengerti bagaimana kinerja dari perusahaan mulai dari kedisiplinan serta etitut etika nya.

“Ada beberapa anak yang lulus tes di perusahaan PT. BEK dan di terima sebagai karyawan,”ungkapnya.

Sementara itu Dandim 0912/kbr, Letkol. CZI Eko Handoyo, melalui Kepala Staf Kodim (Kasdim)  Mayor Inf. Agung Phudi Riyadi mengatakan, kegiatan Bintalsik bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam berpikir mengambil tindakan secara cepat dan tepat, melatih kesadaran dalam bertindak untuk mengambil suatu keputusan serta untuk meningkatkan kedisiplinan. Selain itu juga menanamkan rasa tanggung jawab, serta menanamkan karakter menjalankan suatu pekerjaan yang akan dihadapkan kedepan.

Ia menyebut, adapun penekanan dalam pelatihan ini tentang karakter sehari-hari sebagai tunas bangsa yang akan disiapkan untuk masa depan. Selain kecerdasan kecerdasan otak yang diutamakan, diperlukan karakter individu yang baik sehingga akan lebih berdampak positif terhadap lingkungan serta diri sendiri.

“Kami tidak tutup mata dengan dunia pendidikan sekarang  sehingga akan menyisipkan materi bela negara yang mengacu pada cinta tanah air dan jiwa nasionalisme,”ungkapnya.

Ia berharap kepada anggota Bintalsik untuk tetap menjaga Kekompakan serta keiklasan dengan mengikuti tata cara serta aturan yang berlakuberlaku.

“Saya selaku Kepala Staf Kodim 0912/Kbr serta selaku Wakil Penanggung Jawab Latihan berharap tercapainya dan terwujudnya bertambah ilmu pengetahuan, kedisiplinan dan kebersamaan dalam rangka mempersiapkan diri untuk melaksanakan Prakerin serta terwujudnya semangat bela negara dangan terpeliharanya moralitas generasi muda tangguh dan mandiri,”ungkapnya, seraya membuka pelatihan Susbintalsik.

CSR Section head  PT. PAMA BEK Arif Setyo Nugroho  mengatakan, kegiatan susbintalsik di SMK Negeri 1 ini merupakan salah satu program dari sekolah SMKN 1.  SR PT. PAMA BEK mendukung dan menunjang dunia pendidikan,  berkolaborasi dengan Kodim 0912/kbr. Dukungan CSR PAMA BEK ini sudah berjalan di SMK Negeri 1 ini, mulai dari karyawan mengajar dan juga salah satunya susbintalsik.

“Susbintalsik ini dilakukan di sekolah kejuruan, agar siswa mempunyai bekal sebelum melakukan kegiatan kerja lapangan (PKL),”ungkapnya.

Ia menyebut,hal ini dilakukan untuk membentuk kedisiplinan dan mental siswa dalam memasuki areal perusahaan dan dunia kerja.

“Sehingga siswa bisa lebih cepat dan tanggap ketika di areal dunia kerja,” bebernya.(arf).

Inflasi Kaltim Rendah dan Stabil

January 4, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Inflasi Kalimantan Timur tetap terkendali di tengah momentum HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru), Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalimantan Timur pada periode Desember 2024 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm). Angka ini lebih rendah dari inflasi nasional yaitu sebesar 0,44%(mtm).

“Hal ini sejalan dengan IHK secara tahunan dan tahun berjalan Kaltim yang rendah dan stabil yaitu sebesar 1,47% (yoy),” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Budi Widihartanto melalui siaran pers, Jumat (3/1/2025).

Disampaikan Widihartanto, secara keseluruhan baik tahunan maupun bulanan,inflasi Kalimantan Timur berada pada posisi yang rendah dan stabil sehingga memberikan peluang untuk pertumbuhan konsumsi yang lebih tinggi yang dapat menjadi motor penggerak peningkatan aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.

Inflasi Kaltim periode Desember 2024 utamanya disumbangkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,38% (mtm). Inflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan keterbatasan pasokan komoditas perikanan dan sayuran akibat faktor cuaca yakni curah hujan dan gelombang yang tinggi. Selain itu, peningkatan harga bawang merah terjadi seiring dengan berakhirnya masa panen di daerah sentra Jawa Timur, serta peningkatan permintaan menjelang HBKN Nataru. Kenaikan inflasi lebih lanjut ditahan deflasi kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,10% (mtm) menahan laju inflasi Kaltim yang lebih tinggi.

 

“Deflasi tarif angkutan udara sesuai dengan kebijakan pemerintah; penurunan tarif angkutan udara menjelang HBKN, menjadi faktor utama penyebab kondisi tersebut, jelasnya.

Upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi di Provinsi Kaltim oleh TPID se-Kaltim. Guna memastikan ketersediaan pasokan terus melakukan produksi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai program antara lain mekanisasi pertanian, bantuan pupuk, bantuan sarana dan prasarana tani kepada kelompok tani di wilayah Kalimantan Timur. Upaya untuk menjaga keterjangkauan harga dengan melakukan monitoring dan stabilisasi untuk komoditas-komoditas tertentu yang berpotensi sebagai penyumbang inflasi.

Untuk Kelancaran distribusi,TPID terus mendorong peningkatan kualitas konektivitas antar daerah dan jalan tani pada sentra-sentra pangan Kalimantan Timur. Sebagai penguatan komunikasi efektif, komunikasi antar TPID Se-Kaltim terus dilakukan melalui rapat koordinasi untuk mengambil langkah konkret, High Level Meeting oleh TPID Kutai Timur, mensosialisasikan diversifikasipangan dalam rangka mendukung penguatan ketahanan pangan di kalimantan timur dan peningkatan kesejahteraan petani serta keluarga.

Disampaikan Budi Widihartanto ke depan,TPID Provinsi Kaltim akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program pengendalian inflasi melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif)untuk inflasi kalimantan timur yang rendah dan stabil serta mendukung pertumbuhan ekonomi kaltim yang tinggi dan berkelanjutan. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1115352
    Users Today : 2829
    Users Yesterday : 4582
    This Year : 51861
    Total Users : 1115352
    Total views : 10891848
    Who's Online : 111
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-12