Perumdam Tirta Kencana Kuras IPA Pulau Atas

February 18, 2025 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda menjadwalkan pengurasan WTP dan bak reservoir,  Rabu (19/2/2025)

Staf Kesekretariatan dan Humas Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda Taufik menyampaikan pekerjaan tersebut dimulai pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita.

“Dampak kegiatan ini layanan distribusi ke pelanggan akan mengalami gangguan,” kata Taufik.

Wilayah terdampak jalur IPA Pulau Atas antara lain Jalan Telkom, Jalan Olah Bebaya, Jalan Menang, Jalan Sekolahan, Jalan Tatako, Jalan Mas Aji, Jalan S Sulaiman, Jalan Pelita 5, Jalan Pelabuhan, Jalan Poros Samarinda – Anggana, Jalan Marga Bakti, JalanTri Dharma serta Jalan Kenangan dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur IPA tersebut untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi terganggu,” terang Taufik.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya layanan. Kegiatan pengurasan ini bertujuan untuk menjaga kualitas agar kejernihan produksi air bersih selalu tetap terjaga. Untuk info dan pelaporan bisa hubungi contact center hotline 0541-2088100 atau Chat WA 0811553536 (*/w)

HPN 2025 Kalsel : Buku, Puisi dan Ziarah Para Wali

February 18, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Hery Farmansyah (Wakil Direktur Anugerah PWI Pusat)

BERSYUKUR dan berterima kasih.  Hanya dua kata tersebut rasanya yang layak diungkapkan atas kesuksesan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Kalimantan Selatan dengan segala rangkaian kegiatan yang “membumikan”  PWI dibawah kepemimpinan Hendry Ch Bangun sebagai Ketua Umum dan M Iqbal Irsyad sebagai sebagai Sekjen.

Bersyukur kesuksesan HPN 2025 Kalsel atas Karunia Allah SWT semata dengan berkah Bumi Lambung Mangkurat sebagai Bumi para Wali dan Berterima kasih karena bisa bersama para wartawan hebat yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pers tanah air.

Ditengah kompleksitas yang tinggi, dengan gaya kepemimpinan yang khas, pria yang akrab disapa Bang Hendry ini,  mendapat dukungan penuh dari tim solid dibawah komando Bang Raja Pane sebagai Panglima (Ketua Panitia Pusat) didampingi  dua “Smiling General” M Sarwani sebagai Sekretaris dan H M Nasir sebagai Bendahara dan  Panitia Daerah yang luar biasa dibawah Komando Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie dan Toto Fachrudin sebagai Sekretaris PWI Kalsel yang mengkoordinir semua panitia daerah.

Sejumlah rangkaian kegiatan HPN 2025 Kalsel dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai harapan, seperti Jalan Bersama dari titik 0 dan Pembagian Bibit Sayur untuk Ketahanan Pangan yang diikuti ribuan warga yang tidak hanya dari Banjarmasin tapi juga daerah sekitar.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Pemeritah Provinsi Kalsel melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Plh Sekda Kalsel), Muhammad Syarifuddin, “Dengan kolaborasi ini, kita berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,”sampai sekda.

Melalui HPN 2025 juga menyumbang pemikiran-pemikiran kolektif melalui Diskusi Adinegoro & Pelatihan Pers Kampus dari Adinegoro yang melibatkan mahasiswa dan akademisi di Universitas Lambung Mangkurat. Seminar Nasional “Pers Mendorong Terwujudnya Ketahanan Pangan Nusantara”, Media Sustainability di Era Kecerdasan Buatan dan “Ekonomi Pancasila Prabowonomics” dengan narasumber TOP.  Salah satunya Dahlan Iskan.

Kita dapat merasakan kesuksesan perayaan puncak HPN 2025  di Ibukota Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru, 09 Februari 2025, dengan venue yang luas dan refresentatif dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon mewakili Presiden RI serta dipadati 3000-an orang yang terdiri dari unsur Pengurus PWI 30 Provinsi, wartawan dan keluarga, Forkopimda Kalsel dan jajarannya serta sejumlah tamu undangan penting lainnya.

 

Buku HPN 2025 “Bumi Lambung Mangkurat Dalam Genggaman”

Salah satu tradisi HPN panitia menerbitkan beberapa buku sebagai “Mahkota” para wartawan.  Dan tahun ini karena keterbatasan waktu hanya menerbitkan satu buku sebagai oleh-oleh HPN 2025 Kalsel. Sama seperti HPN 2024,  Saya turut serta dalam tim buku untuk HPN di Jakarta.  Setelah absen lama pernah menjadi tim buku HPN 2012 di Jambi.

Dalam catatannya, Ketua Tim Buku HPN 2025 Kalsel A.R Loebis menyampaikan Persiapan menerbitkan buku ini, relatif cepat, hanya sekitar dua bulan, sehingga butuh kerja ekstra keras dan tim sregep yang bisa dengan cepat menjalin cerita dan yang paling utama memiliki waktu luang.

Ada dua penulis dari Jakarta, saya dan Djunaedi Tjunti Agus, yang merangkap sebagai editor, kemudian rekan Eka Putra dari Pakanbaru dan Hery Farmansyah dari Jambi.

Penulis lain berasal dari tuan rumah Kalimantan Selatan. Nama mereka adalah: Jamaluddin, Muhammad Syarafuddin, Jainal Mutaqien, Rizal Dahfi Rizki, Shella, Fara Sela, Hani, Aya Sugianto (fotografer), Jumain.

Malam Puisi Untuk Seribu Sungai di Bumi Lambung Mangkurat

Sejak dibuka pendaftaran untuk mengikuti baca puisi Hari Pers Nasiona (HPN) 2025 Kalsel, dengan penuh percaya diri saya mendaftarkan diri untuk turut meramaikan salah satu kegiatan pavorit saya setiap mengikuti rangkaian dari HPN ke HPN lainnya.

Sebagai bentuk apresiasi untuk para penyair tanah air, di setiap media yang kami Kelola jaringan “Asri Media Network” memberikan ruang khusus untuk publikasi  karya puisi.  Dan di sumateradaily.com ada redaktur khusus seorang penyair Saidiy Poe yang mengelola karya puisi yang dikirim ke redaksi.

Secara khusus saya minta kepada Saidy Poe untuk membuatkan saya satu puisi “Bhineka Tunggal Ika, Masih Adakah?” untuk saya bacakan pada malam puisi untuk Seribu Sungai di Bumi Lambung Mangkurat”

Tapi malam puisi yang digawangi Beny Benke di Kalsel bersama 25 penyair wartawan tanah air itu ternyata area “Killing Zone” bagi saya karena mereka yang tampil malam itu benar-benar para wartawan penyair yang luar biasa. Kepercayaan diri saya langsung “melorot”.

Di antara nama-nama para peserta baca puisi itu tercatat Rita Sri Hastuti, Umi Sjarifah, Heryanto Aseng dari Jakarta, Hery Farmansyah dari Jambi, Idris Pasaribu dari Sumatera Utara dan penyair tuan tumah Ratna Sari, Rini Muliana, Rahmi Indah Wati, Raudah Anisya, Mariana, Salmah Nina Megasari Rini Dewi Masmuda, Suroto, dan lainnya.

“Saya kirim wartawan penyair Kalsel yang top-top” tutur Ketua PWI Kalsel bang Zainal Helmi saat ngobrol dan saya cerita kondisi malam puisi tersebut.

 

Ziarah Para Wali

Salah satu daya tarik dan berkah tanah Kalsel adalah keberadaan para ulama yang diyakini masyarakat banjar sebagai Wali Allah yang tersebar di Bumi Lambung Mangkurat tersebut.

Dalam tradisi masyarakat Banjarmasin ada tradisi menziarahi para wali di Kalsel yang dikenal sebagai empat pilar utama; Al Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim atau dikenal Syech Basiri di Sungai Lulut. Dari sang ulama ada pembelajaran utama bagaimana keramatnya seorang ibu, dan mengajarkan tata ekonomi serta syiar Islam yang bermukim di Sungai Lulut.

Sultan Suriansyah merupakan raja Kerajaan Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Dan dari syiar yang terus dilakukan sang Sultan, masyarakat Banjarmasin menjadi mayoritas beragama Islam.

Al-Alimul Al-Allamah Al-Arif Billah Asy-Syaikh Muhammad dikenal dengan nama Datu Kalampayan. Beliau yang menanamkan nilai-nilai tauhid yang kuat dan fiqih Mazhab Syafii.

Muhammad Zaini Abdul Ghani atau lebih populer dengan sebutan Guru Sekumpul atau Guru Ijai.  Beliau ini merupakan magnit Kalsel Paling Populer sebagai ulama yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan penuh gotong royong serta peduli pada sesame melalui keutamaan ibadah sedekah.

Hanya saja urut-urutan ziarah ke para wali tersebut tidak dapat dilakukan sebagaimana tradisinya, terpaksa dilakukan secara acak karena menyesuaikan dengan mengikuti kegiatan utama rangkaian kegiatan HPN 2025 di Kalsel. Dimulai ziarah perdana sejak menapaki kaki di Kalsel ke Datu Kelampayan, Mesjid Sultan Suriansyah, Tuan Guru Sekumpul Martapura dan Syech Basiri di Sungai Lutut.

Bersyukur dan berterima kasih sajalah untuk semua kesuksesan HPN 2025 di Banjarmasin Kalsel (*)

Jambi, 18 Februari 2025.

LPTQ Kaltim Kafilah Tingkat Nasional di Kendari

February 18, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BALIKPAPAN – Menjelang pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist ke 28 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada  Bulan Oktober 2025 yang  akan datang, LPTQ Kaltim sudah melakukan Training Center atau Pemusatan Pelatihan tahap kesatu. Pelatihan berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan tanggal 20 Februari 2025, di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Dasmiah,  yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Biro Kesra Setda Prov. Kaltim, melaporkan, jumlah peserta TC kali ini sebanyak 54 orang. Diambil dari hasil terbaik 1, 2 dan 3 dari masing-masing cabang dan golongan yang telah dilaksanakan pada Bulan Januari yang lalu di Balikpapan.

Dasmiah mengatakan, hasil akhir nanti yang akan dikirim ke STQH di Kendari, belum tentu yang juara 1 hasil seleksi awal, tapi tergantung nanti hasil akhir selama mengikuti beberapa kali TC.

Sementara itu, Ustadz Hajarul Akbar, selaku Koordinator Pelatih menyampaikan, jumlah pelatih untuk tahap pertama sebanyak 10 orang. Pada Bulan Ramadgan nanti tetap dilakukan pelatihan, namun dengan metode daring (online).

Kegiatan TC tahap pertama dibuka oleh Sri Wahyuni, Sekda Prov. Kaltim, mewakili Pj. Gubernur Kalimantan Timur.

Ia mengingatkan, walaupun Tahun 2024, Kaltim menjadi juara umum pada MTQ Nasional ke-30, tetapi tantangan yang pertama adalah apakah prestasi di STQH juga mampu ditorehkan oleh Kafilah Kaltim. “Mempertahankan prestasi itu kebih sulit daripada meraih sebuah prestasi”, akunya.

Pada bagian lain, Sri Wahyuni, yang juga sebagai Ketua LPTQ Kaltim, mengingatkan kepada jajaran pengurus LPTQ Kabupaten/Kota, agar melakukan pembinaan yang setara, sebagaimana dilakukan oleh LPTQ Kaltim. “Jalin komunikasi yang baik dengan Sekda Kabupaten/Kota, sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mendapatkan dukungan anggaran,” pungkas Sri Wahyuni.

Sekda  Kaltim, Sri Wahyuni ketika melakukan acara penglepasan peserta MTQ Internasional mengharapkan doa dan dukungan  warga Kaltim dan seluruh masyarakat Indonesia, agar Mohammad Haikal Ghifari ini dapat meraih prestasi terbaik dan membanggakan pada ajang MTQ Internasional.

Jauhar Efendi, selaku Wakil Ketua III LPTQ Kaltim, menyampaikan kepada media ini, bahwa pada kegiatan Pembukaan TC Tahap pertama ini juga dilakukan kegiatan penglepasan Mohammad Haikal Ghifari peserta MTQ Internasional di Brunei Darussalam, Cabang Tafsir Bahasa Arab, yang akan berlaga pada tanggal 13-15 Bulan Maret 2025. Mohammad Haikal Ghifari asal Kota Balikpapan bukan hanya mewakili Kaltim, tapi sekaligus mewakili Negara Indonesia. (**)

Surata dan Pringgondani

February 18, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kaget tiap hari libur ribuan warga Balikpapan dan tamu luar singgah ke Taman Pringgondani. Itu bukan taman wisata religi dan pertapaan yang ada di kaki Gunung Lawu Blumbang Tawangmangu, Jateng, tetapi kawasan taman wisata dan kebun penelitian agronomi yang dibangun Dr Surata di Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan Timur.

Dr Surata adalah mantan kepala sekolah dan lurah pada era saya jadi wali kota. Pelan-pelan dia membangun Taman Pringgondani di atas lahan seluas 2 hektare sejak 2006. Di sana dia tanami ratusan bahkan ribuan pohon berbagai jenis terutama pohon khas Kalimantan seperti ulin, meranti, bengkirai, dan gaharu. Selain itu ada pohon asam jawa dan asam kuranji, pohon durian, cempedak, dan lai. Banyak lagi jenis lainnya.

Pak Maman dan istri beli jambu bol di Pasar Tumpah Pringgondani

Ternyata usahanya itu berhasil. Taman itu tumbuh dan berkembang, apalagi tiap hari ibur Sabtu dan Minggu dia buka Pasar Tumpah yang memfasilitasi 150 UMKM di Teritip berjualan berbagai jenis makanan dan minuman di sela-sela pohon yang ditanam. Juga ada yang jual buah dan sayur-sayuran  hasil tanaman petani setempat.

Ada 9 ribuan pengunjung datang sehari. Sekitar seribu kendaraan yang masuk ke sana. Itu menunjukkan warga kota dan tamu sudah tahu ada Taman Wisata Pringgondani yang menarik dan patut dikunjungi. Taman itu diresmikan Wali Kota Rahmad Mas’ud menjelang HUT ke-127 Kota Balikpapan tahun 2024 lalu.

Maklum Dr Surata berdarah Jawa, maka taman itu dia seting bernuansa Jawa. Semua petugas dan pelaku usaha di sana mengenakan baju lurik Jawa. Yang pria mengenakan blangkon dan yang wanita menggunakan topi caping.

Surata juga membuka kios baju Jawa di sana. Yang menjaga dan mengusahakan adalah istrinya, Ibu Sumiyati. “Biar yang mau menggunakan busana Jawa tidak repot mencarinya,” kata lelaki kelahiran Ngawi, Jatim, 25 Mei 1964 ini.

Sebagian makanan yang dijajakan UMKM juga khas Jawa seperti pecel, lupis, getuk,  mendoan, dan jamu. Tapi ada juga yang jualan makanan khas Bugis dan Banjar. Saya kaget ada yang jualan kapurung dan papeda. Termasuk soto banjar, yang menjadi makanan favorit saya. Uniknya sang penjual tetap menggunakan busana Jawa.

Sayur-sayurannya yang dijajakan juga khas. Di situ ada genjer, daun kelor, pakis dan kelakai. Ada yang tahu kelakai? Boleh dibilang sejenis pakis merah. Nama ilmiahnya Stenochlaena  palustris. Konon berasal dari Kalteng. Saya suka. Kelakai bermanfaat untuk mencegah kekurangan darah (anemia), membuat menstruasi teratur, antidiare serta pereda demam. Juga meningkatkan produksi ASI bagi ibu yang lagi menyusui.

Uniknya belanja di Pasar Tumpah Pringgondani tidak bisa menggunakan uang kertas atau koin. Tapi ditukar dulu dengan uang kayu yang disediakan pengelola. Jika masih tersisa bisa ditukar kembali di loket.

Saya datang ke Taman Pringgondani bersama Ibu Sri Asril, pengusaha yang juga ketua perkumpulan Sahabat Kecil dan pengajian Miftahul Jannah. Ditemani Pak Andi Mappapuli, mantan ketua LPM Teritip. Pak Surata langsung yang menyambut bersama direktur pengelola taman itu, Mariana.

“Pak Rizal sudah lama tidak ke sini, pohon ulin yang ditanam Pak Rizal tetap tumbuh dan terus kami pelihara,” kata Pak Surata bersemangat menyambut saya.

Masuk ke Taman Pringgondani, pengunjung dikenai tarif masuk Rp6 ribu per orang. Jika wisatawan asing Rp10 ribu. “Itu untuk biaya kebersihan dan petugas,” kata Mariana.

Waktu saya jadi wali kota saya sempat meresmikan Pendopo Awa Mangkuruku di Taman Pringgondani sambil menanam pohon ulin di sana.

Pohon ulin (Eusideroxylon zwageri) adalah pohon endemik Kalimantan yang berumur ratusan tahun. Ada juga yang menyebutnya kayu besi karena daya tahannya sangat kuat untuk konstruksi bangunan. Tapi sudah hampir punah, karena itu ulin termasuk pohon yang dilindungi. Sayangnya pencurian kayu ulin tetap marak sampai saat ini.

DIJAMU MAKAN DURIAN

Pak Surata sempat menjamu saya dengan menyediakan buah manggis dan durian. Ada juga lai durian, hasil perkawinan pohon durian dan lai. Itu buah buruan saya. Sangat jarang. Lai buah khas Kalimantan. Nama latinnya menyinggung nama Kutai yaitu Durio kutejensis.

Sebelumnya saya makan pecel punten. Ada sayur bunga daun turi. Enak sekali. Daun turi (Sesbania grandiflora) bermanfaat untuk mengobati gangguan pencernaan.  Masyarakat Yunani kabarnya juga menggunakan daun turi untuk hal yang sama.  Air seduhan bunga turi juga bagus untuk mengatasi radang usus.

Andi Puli yang akrab kami panggil Pak Kumis sempat membelikan saya jambu bol atau jambu jamaika. Warnanya merah menyala. Di rumah saya buat rujak dengan cucu saya Defa. Wah, Defa bilang, luar biasa rasanya.

Bu Sri suka sekali ketika diajak ke pendopo Awa Mangkuruku Pringgondani. Di situ ada sejumlah anak-anak yang menampilkan beberapa tarian. Mereka anak-anak  warga setempat yang dilatih Bu Diana dan Kumdatus dari Perkumpulan Dayak Meratus. Bu Sri sempat menyanyi beberapa lagu Jawa, yang memang menjadi hobinya. Anak-anak langsung ikut bergoyang. Ramai sekali. Apalagi sehabis nyanyi, Bu Sri ikut nyawer untuk anak-anak penari.

Menurut Mariana, pihaknya perlu mendapat dukungan Pemkot Balikpapan agar jalan masuk ke Taman Pringgondani bisa mulus. Selain itu Dinas Perhubungan bisa mendukung agar Taksi No 7 yang beroperasi di Balikpapan Timur bisa masuk sampai ke lokasi taman. Jadi mereka yang tidak punya kendaraan pribadi tetap bisa mengunjungi Taman Pringgondani.

Beberapa program menarik tengah dikembangkan di Taman Pringgondani. Di antaranya mereka lagi mengajak investor yang mau ikut membangun fasilitas glamping dengan sistem bagi hasil. “Investasi rumah glampingnya Rp100 juta per unit. Silakan yang berminat, kita kontrak selama 8 tahun,” kata Mariana.

Gadis penjual jajanan Jawa di depan jualannya

Selain itu ada program adopsi pohon. Atau menjadi wali pohon selama 10 tahun. Caranya kita membayar iuran sebesar Rp85 ribu sebulan. Nanti pohonnya dipelihara oleh staf Taman Pringgondani. Sang wali mendapat sertifikat dan bisa memonitor pohonnya lewat online. “Dengan cara ini kita ikut menyumbang program penurunan emisi karbon yang sudah menjadi kesepakatan dunia termasuk Indonesia,” kata Surata.

Kaltim adalah provinsi pertama di Indonesia yang mendapat dana karbon dari Bank Dunia sebesar Rp130 miliar di tahun 2024.  Itu berkat kesediaan Kaltim memelihara hutannya, tidak semuanya dibabat untuk kebutuhan kayu, perkebunan kelapa sawit dan penambangan batu bara. Secara keseluruhan total dana karbon yang akan diterima mencapai 110 juta US dolar.

Selama di Taman Pringgondani, saya banyak bertemu warga kota. Mereka mendaulat saya foto bersama. “Tetap kita panggil Pak Wali ya Pak?” kata mereka bersemangat. Ada seorang nenek yang titip salam kepada Bunda Arita. Saya bilang ibu lagi umrah.

Saya sempat bertemu Pak Maman bersama istri dan 2 anaknya. Itu pasangan Bugis-Banjar. Sempat membuka warung Sehati di Balikpapan Baru. Teman saya main gaple juga. Ternyata suka juga datang ke Taman Pringgondani. “Asyik ke tempat ini bersama keluarga. Murah dan menarik,” katanya penuh keceriaan. Lebaran nanti pasti orang berjubel ke sana. Cucu saya juga sudah order. Mudah-mudahan duriannya masih ada. Kalau tidak minimal  rambai, buah terakhir musim buah.(*)

Fitur-Fitur Canggih yang Dukung Pengalaman Touring Semakin Nyaman & Menyenangkan

February 18, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

 JAKARTA – Touring dengan sepeda motor saat ini tengah menjadi salah satu aktivitas adventure yang tengah popular. Selain performa mesin motor yang prima, aktivitas touring pun dapat berjalan semakin nyaman berkat fitur-fitur canggih dan inovatif yang dapat mengakomodir berbagai kebutuhan para bikers dalam menembus berbagai medan touring.

Melihat hal itu, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. pun konsisten menghadirkan berbagai fitur canggih & inovatif ke dalam berbagai varian produk unggulannya, yang mampu mendukung serta mewujudkan kenyamanan berkendara para pengguna setia Yamaha yang hobi lakoni touring jarak jauh.

“Aktivitas touring saat ini sudah menjadi salah satu agenda yang banyak diminati oleh para bike enthusiast. Melihat tren ini, kami pun menyadari bahwa kenyamanan dalam melakoni touring ditunjang melalui fitur-fitur yang terdapat pada motor. Atas itu, kami pun mencoba menghadirkan berbagai fitur yang canggih & inovatif pada berbagai segi, mulai dari teknologi YECVT pada varian MAXi Yamaha (NMAX “TURBO” & AEROX ALPHA “TURBO”), fitur pengereman berbasis ABS, dan Traction Control System. Melalui inovasi ini, kami harap dapat semakin mendukung kenyamanan berkendara pengguna untuk dapat terus geber maksimal menembus berbagai medan touring,” ungkap Rifki Maulana, Manager PR, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

YECVT

Yamaha Electric Continuously Variable Transmission (YECVT) adalah salah satu teknologi terkini yang dihadirkan oleh Yamaha Indonesia pada line-up MAXi Yamaha, seperti NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA “TURBO” yang mampu memberikan sensasi berkendara ala “TURBO” dan sangat cocok untuk mendukung kebutuhan touring ataupun riding harian. Teknologi YECVT dapat diaktifkan secara instan melalui fitur Y-Shift yang terdapat pada bagian kiri stang motor.

Melalui teknologi ini, para bikers dimungkinkan untuk bisa mendapatkan performa akselerasi secara instan, yang sangat pas digunakan saat melewati jalur-jalur yang menanjak atau pun untuk menyalip kendaraan yang ada di depan. Selain akselerasi, para bikers juga dimungkinkan untuk mengaktifkan performa deselerasi pada motor layaknya engine brake yang sangat cocok digunakan untuk melewati turunan atau saat melibas tikungan dan jalan-jalan yang berkelok.

Untuk mengaktifkannya, para bikers hanya perlu menekan tombol Y-Shift secara gradual hingga ke titik terkuat yang terbagi ke dalam tiga tingkatan (1: Low, 2: Medium, 3: High) untuk bisa mendapatkan performa akselerasi maupun deselerasi yang diinginkan. Selain itu, para bikers juga bisa mendapatkan 2 fitur berkendara, yakni T-Mode (Town Commuting) dan S-Mode (Sport Mode).

ABS-Based Braking Features

Pada sektor pengereman, Yamaha terus memberikan berbagai update terkini yang semakin mampu meningkatkan performa dan stabilitas para bikers saat melakukan touring. Saat ini, produk-produk unggulan Yamaha seperti NMAX “TURBO”, AEROX ALPHA, New MT-25 & R25, dan lainnya sudah menggunakan fitur pengereman berbasis Anti-Lock Braking System (ABS).

Melalui fitur ABS, para bikers dimungkinkan untuk mendapatkan performa pengereman yang jauh lebih optimal dan mencegah motor tergelincir di jalan licin saat melakukan pengereman secara mendadak. Berkat sistem sensorik yang dapat mendeteksi kecepatan roda dan mengirimkan sinyal ke unit control ABS, para bikers kini hanya perlu menarik tuas rem secara halus untuk dapat mengaktifkan fitur ABS saat touring dan mencegah motor kehilangan control-nya.

Traction Control System (TCS)

Medan dan kondisi touring yang tidak sepenuhnya mulus, seperti jalan berlubang, bergelombang, semi-gravel, jalanan licin, dan lainnya tentu menjadi tantangan besar. Melihat kondisi itu, Yamaha pun juga memberikan fitur Traction Control System (TCS) pada berbagai produk unggulannya mulai dari XMAX 250*, NMAX “TURBO”, AEROX ALPHA, dan berbagai produk unggulan lainnya.

Fitur yang dapat diandalkan para bikers saat touring ini dapat aktif secara otomatis saat para bikers melewati berbagai medan jalan yang tidak mulus. Mengandalkan sistem komputer yang terintegrasi dengan mesin motor, mampu mencegah ban depan dan belakang agar tidak kehilangan traksi (selip) dan memberikan kendali maksimal saat motor sedang berakselerasi di permukaan jalan yang bergelombang, berpasir, semi-gravel, maupun jalan basah akibat guyuran hujan.

Untuk brosis yang ingin tahu informasi produk terbaru Yamaha dan semua kegiatannya yang seru, yuk cek selengkapnya dengan cara mengunjungi langsung website resmi Yamaha Indonesia di www.yamaha-motor.co.id, atau bisa juga berkunjung ke dealer resmi Yamaha Indonesia terdekat di kotamu!

Program Miliarder Yamaha

Yamaha kembali mengadakan Program Miliarder 2025, membuka kesempatan kepada setiap pembeli sepeda motor Yamaha untuk mendapatkan uang tunai 1 miliar rupiah tanpa dipotong pajak.

Bagi setiap konsumen yang membeli motor Yamaha periode 11 Oktober s/d 30 Juni 2025 akan mendapatkan 1 nomor undian dan berlaku kelipatan. Seluruh pengundian akan dilaksanakan di bulan Juli 2025. Informasi terkait partisipasi dalam program undian bisa dicek di My Yamaha Motor.

*Hanya tersedia dalam varian tertentu

« Previous PageNext Page »

  • vb