Ermy Kullit di HUT Sultan

February 10, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA penyanyi lejen tarik suara di Kaltim, Minggu (9/2) kemarin. Ermy Kullit menyanyi di acara Kaseh Selamat ke-74 Sultan Kutai Drs Adji Muhammad Arifin, M.Si di Tenggarong dan Titi Dj menyanyi di acara resepsi pernikahan Muhammad Rizki Syahputra, SH (Rizki) dengan Raisha Kamila Yasmin, SH (Yasmin) di Hotel Novotel Balikpapan.

Ermy penyanyi jazz asal Manado. Usianya sudah 69 tahun (13 Mei 1955). Berkarier sejak tahun 1973 dengan menelurkan tidak kurang 20 album. Salah satu lagunya yang sangat terkenal adalah “Kasih” ciptaan Richard Kyoto dan “Pasrah” ciptaan Ryan Kyoto.

Dr Meiliana bersama Sultan Arifin dan permaisuri Hj Sulastri AZ

Saya menyukai lagu Kasih. Sebagian saya masih hafal dengan liriknya. “Kasih, dengarlah hatiku berkata. Aku cinta kepada dirimu, sayang.” Ketika lagu itu dinyanyikan Ermy tahun 1986, saya baru berusia 28 tahun. Masih kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Teman  seangkatan dengan Sultan Arifin.

Rupanya Sultan dan permaisuri Hj Sulastri AZ bergelar Adji Raden Puspa Kencana juga menyukai suara dan lagu-lagu Ermy. Kabarnya yang mengundang Ibu Yunita, Kopi Johny Balikpapan. Sudah tiga kali Ermy menyanyi di HUT Sultan. “Saya dengar Ermy memanggil Sultan dengan sebutan Ayah,” kata Bu Mei.

Selain Ermy, Bu Yunita juga mengawal kedatangan pengacara terkenal dan bergaya mewah, Hotman Paris Hutapea. Hotman baru saja gaduh dengan pengacara Razman Nasution di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Sampai ada pengacara yang naik ke atas meja sidang.

“Kita doakan Sultan sampai 100 tahun, tapi tetap semangat seperti umur 30 tahun,” kata Hotman memberikan ucapan selamat seraya bercanda.  Lalu jari Sultan ikut bergoyang seperti diperagakan Hotman, yang memamerkan cincin berlian bernilai miliaran rupiah.

Sedang Titi Dj agak lebih muda dari Ermy. Dia penyanyi asal Jakarta berusia 58 tahun. Dikenal selain sebagai penyanyi, tetapi juga penulis lagu, produser rekaman dan model. Ia adalah salah satu diva pop dan tergabung dalam kelompok 3 diva yang beranggotakan Krisdayanti dan Ruth Sahanaya.

Titi cukup banyak menyanyi di depan pengantin dan undangan. Di antaranya “Bahasa Kalbu.” Ada juga “Ekspresi, Sang Dewi, Takkan Ada cinta yang Lain, Jangan Berhenti Mencintaiku, Can’t Take My Eyes dan Semua Jadi Satu.”

Saya tak sempat datang di acara Sultan. Tahun lalu saya hadir di sana. “Sultan dan Bu Mei tanya kita,” kata H Syahbudin Noor A, bubuhan Kutai yang menjadi staf perusahaan batu bara Gunung Bayan. Dia akrab dengan Sultan dan selalu datang di acara Kaseh Selamat Sultan atau HUT Sultan.

Bu Mei atau Dr Meiliana, mantan Pj Sekdaprov Kaltim memang hadir. “Aku agak terlambat datang, tapi sempat ikut bernyanyi  bersama Sultan dan kerabat Kraton merayakan syukuran ulang tahun beliau,” katanya penuh ceria.

Sultan Arifin tidak dilahirkan di Tenggarong. Tapi di kota Wassenaar, Provinsi Zuid-Holanda, Belanda 9 Februari 1951 ketika orang tuanya Aji Muhammad Salehuddin dan Ratu Permaisuri Aji Ratu Aida tengah berada di Negeri Kincir Angin saat itu.

Sultan Adji Muhammad Arifin menjadi sultan ke-21 Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dia dinobatkan pada 15 Desember 2018 menyusul mangkatnya sang ayah, Adji Muhammad Salehuddin II.

UNDANGAN RT DAN DOKTER

Ada empat acara yang saya hadiri di Balikpapan, kemarin. Mulai undangan pengajian di rumah Bu Sri Asril di Balikpapan Baru (BB), undangan Milad Bu Hidayat di Km 3,5, undangan resepsi perkawinan anak Ketua RT 34 Batu Ampar Mat Wito sampai resepsi pernikahan Rizki, putra pertama Ir Dudi Mahmud-dr Hj Andi Hasnawati Sp.OG, M.Kes dengan Yasin, putri pertama Lestianto Teguh Basuki dan Dian Indriyani, SE di Novotel.

Saat menghadiri acara resepsi di Batu Ampar, hujan lebat. Saya sempat berbasah ria bersama Pak Zen yang mendampingi saya. Sang mempelai senang sekali. “Terima kasih Bapak berkenan hadir,” kata kedua mempelai, Aditya Kurniawan dan Cahaya Maudy Purnama Santy.

Dari sana saya ke Novotel. Wah suasananya sangat warna-warni dan meriah. Kebanyakan para wanitanya menggunakan baju bodo. Maklum keluarga mempelai pria, Rizki berdarah Sulawesi Selatan. Sebagian juga kalangan kesehatan. Karena ada Bu Andi Hasnawati, dokter spesialis kandungan di RSUD Beriman.

Saya sempat disambut dr Dio (dr Andi Sri Juliarty R, M.Kes) , mantan kepala DKK yang sekarang jadi Asisten 3 di Pemkot Balikpapan. Dia bersama Dra Alwiati, Apt, kepala dinas sekarang dan sekretaris Dra Hasnah Haerani, M.Kes. Mereka tampak cantik mengenakan baju bodo berwarna kuning. Kebetulan juga ada Rektor Uniba Dr Isradi Zainal bersama istrinya Dr Andi Surayya Mappangile. Tadinya saya mau barengan dengan Ketua KKSS Balikpapan Ir Adam Sinte.

Saya sempat duduk satu meja dengan para dokter dan tim manajemen RS Siloam Balikpapan. Ada direkturnya masih muda, dr Kevin Chrisanta Budiyatno, MARS. Saya baru mengenalnya. Soalnya bukan wali kota lagi. Malah saya didaulat ikut berfoto bersama pengantin. “Bilang aja Pak Rizal dari keluarga Siloam,” kata mereka tertawa.

Ketika Titi Dj menyanyi saya belum datang. Banyak undangan yang senang dia bisa ikut menghibur acara perkawinan Rizki dan Yasin. “Dia tetap cantik dan suaranya bagus,” kata seorang undangan. Titi juga mengenakan baju bodo berwarna hijau emerald.

Saya didaulat MC lejen Mas Danie Hasan memberikan ucapan selamat. Saya bilang karena kedua mempelai memiliki gelar sarjana hukum (SH), jadi saya kutip komentar seorang ahli hukum tentang pernikahan. “Pernikahan yang sejati itu ibarat vonis hakim yang sudah inkrah. Tidak ada kasasi dan peninjauan kembali (PK). Karena sesungguhnya pernikahan itu mulia, hanya bisa terpisahkan lewat maut saja,” begitu katanya. Aamiin.(*)

Sukseskan Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang dan Pontianak, Telkomsel Pastikan Jaringan Broadband dan Layanan Berkualitas

February 10, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

Singkawang & Pontianak– Telkomsel, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan jaringan dan layanan broadband berkualitas untuk mendukung kelancaran perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang dan kota Pontianak, Kalimantan Barat yang puncaknya digelar pada 12 Februari 2025.

Perayaan Cap Go Meh —yang pada 2024 lalu mencatatkan lebih dari 1,6 juta wisatawan yang berkunjung ke Singkawang— tahun ini didukung oleh Telkomsel dengan menghadirkan 2 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), 21 unit iMacro, 4 unit massive MIMO, tambahan 5 BTS 4G baru, serta pengoptimalan jaringan 4G di 180 existing site guna memastikan kelancaran komunikasi dan memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat.

Telkomsel juga telah melakukan upaya penguatan dan optimalisasi kapasitas, serta kualitas jaringan di seluruh venue utama dan pendukung acara, seperti Kantor Walikota Singkawang, panggung kehormatan, Stadion Kridasana, Bandara Pangmilang, Altar, Pekong Tua, Vihara Thai Pak Kung, lokasi bazar kuliner, rute pawai, dan beberapa tempat penginapan di Kota Singkawang serta di Jalan Diponegoro dan Gajah Mada Pontianak, Bandara Supadio, beberapa tempat penginapan di Kota Pontianak, dan area strategis lainnya di dua kota tersebut.

Dari sisi produk, Telkomsel menghadirkan Paket Spesial Cap Go Meh mulai tanggal 5 hingga 13 Februari 2025 dengan kuota 8 GB hanya 8 ribu rupiah yang berlaku selama 8 hari khusus bagi pelanggan Prabayar Telkomsel dengan kriteria tertentu yang pembeliannya dilakukan di kota Singkawang. Pelanggan hanya dapat melakukan pembelian sebanyak satu kali melalui *363*50# dan aplikasi MyTelkomsel dengan jumlah transaksi pelanggan terbatas setiap harinya.

Vice President Area Network Operations Pamasuka Telkomsel, Aris Setyo Utomo, menyampaikan, Telkomsel berkomitmen mendukung kesuksesan Cap Go Meh di Singkawang dan Pontianak dengan memastikan optimalisasi jaringan broadband serta ketersediaan produk dan layanan unggulan.

“Kami memprioritaskan kualitas jaringan demi kenyamanan pelanggan dan wisatawan lokal maupun mancanegara dalam menikmati akses komunikasi yang lancar, sehingga turut memperkuat citra pariwisata Indonesia di tingkat global. Kami berharap dukungan Telkomsel dapat menyukseskan perayaan ini serta mendorong ekosistem digital guna meningkatkan industri pariwisata di Kalimantan Barat secara khusus dan memperkuat ekosistem digital dan pariwisata nasional,” kata Aris.

Ragam upaya yang dilakukan Telkomsel di Perayaan Cap Go Meh kali ini sekaligus dukungan terhadap pemerintah, karena termasuk dalam salah satu agenda kalender event nasional Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2025 dari dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempromosikan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisatawan, pemberdayaan potensi lokal, serta memberikan dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. (**)

Peringati HPN 2025, Moment Bersatunya Masyarakat Pers, Kembali Pada Hakikat Pers Indonesia

February 10, 2025 by  
Filed under Nusantara

CILEGON – Peringatan Hari Pers Nasional 2025 yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jurnalis Boarding School (JBS), Cilegon, Minggu (9/2/2025). Acara dihadiri Wamensos RI, Agus Jabo Priyono, Jenderal Eden, Sekjen SMSI, Ketua PRSSNI Provinsi Banten, aktivis PII, PHRI dan Lurah Telaga beserta Rt-nya.

Ketua Umum SMSI sekaligus tokoh pers Banten, Firdaus, pada kesempatan itu menyampaikan sejarah perjalan pers di indonesia. Bahkan menyoroti dinamika terjadinya pelaksanaan Hari Pers Nasional yang digelar di dua tempat berbeda yakni Riau dan Kalimantan Selatan.

Karena itu menurutnya, moment HPN ini, adalah moment untuk menyatukan kembali tekad masyarakat pers untuk kembali ke rakyat. Di mana perlu dibangun kembali gotong royong untuk mencapai kesetaraan sosial. Kesetaraan sosial itu tidak akan pernah wujud jika semua elemen masyarakat tidak terlibat di dalamnya.

“Untuk itu SMS sebagai organisasi pers mencoba merekatkan masyarakat pers, seperti forum pemred, milenial siber media, dan wartawannya, untuk kembali ke masyarakat. Kembali pada hakikat daripada pers indonesia, yaitu pers perjuangan,” ujar Firdaus.

Dikatakan Firdaus, 9 Februari merupakan cikal bakal pertama kali Republik Indonesia memiliki persatuan masyarakat pers yang lahir di Solo. Di mana masyarakat pers saat itu hidup dan menghidupi diri untuk kepentingan publik atau masyarakat.

“Artinya hari ini, jika pers dikuasai konglomerasi, kita harus membalik dari mulai titik nol. Kembali berjuang dari tengah-tengah masyarakat. Dan sebagai simbol, simbol pers kembali masyarakat,” ucapnya.

Firdaus menerangkan, sebagai contoh,  SMSI pada tahun 2021 telah membangun jalan sepanjang 750 meter yang telah diserahkan ke pemerintah Kota Serang atas kerjasama dengan Kemensos.

“Hari ini, kita coba mendorong, pemberdayaan, revitalisasi sungai yang panjangnya 2 kilo, bekerja sama lagi dengan Kemensos. Dengan harapan menghidupkan efek dari hidupnya sungai itu. Nanti akan ada efeknya, seperti hidupnya pariwisata dan lain-lain.” tambahnya.

Untuk menyatukan hubungan ini kata Firdaus, Wamensos Agus Jabo menyatukan dalam bentuk sinergi, dan menginfirasi nama Taman Firdaus, taman yang ada pertama kali sepanjang sejarah di Desa Talaga dan ditengahnya mengalir sungai Gus Ipul, sebagai sungai kehidupan masyarakat. Diharapkan akan ada perekonomian yang timbul disana.

Taman Firdaus dan sungai Gus Ipul tersebut, mampu menjadi pengungkit bergeraknya ekonomi tempat di mana sungai tersebut berada. Selain itu, untuk menyentuh dan menggerakkan kepala desa yang masih muda, akan tetapi memiliki visi ke depan.

 

Karena itu Firdaus berharap, sinergi yang awalnya digagas dengan nama Gus Ipul dan Taman Firdaus, dan ada Pagar Jenderal Firman, dapat menjadi simbol yang berkelanjutan.

Sementara itu dalam momen pertemuan sebelumnya  antara Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, dan  Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, pria yang  akrab disapa Gusmen ini menegaskan bahwa, Kemensos siap bersinergi dengan SMSI dalam upaya memperjuangkan kesetaraan sosial di tengah masyarakat.

“Sinergitas antara Kementerian Sosial dan SMSI sangat penting dalam mendorong kesetaraan sosial dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ucap Mensos.

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Mensos juga berpean agar  SMSI terus bergerak untuk masyarakat, dan masyarakat akan mengenang yang dilakukan SMSI. (**)

Puncak HPN 2025 Banjarmasin, Pers Bukan Hanya Mengabarkan tapi Mengawal Kebijakan

February 9, 2025 by  
Filed under Nusantara

BANJARMASIN – Acara Puncak Hari Puncak Hari Pers Nasional ( HPN) 2025, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (9/2/2025) berlangsung hangat dan meriah.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan sambutan dalam Acara Puncak HPN 2025 Banjarmasin, Kalsel.

Fadli Zon mengatakan peran pers sangat penting dalam kehidupan karena pers penjaga memori kolektif bangsa. Ia menyebutkan pers yang baik, adalah pers yang mengajar dan mendidik, bukan hanya mengabarkan.

Fadli Zon mengajak insan pers merenungkan kembali peran pers dalam menjaga kedaulatan bangsa, dan penjaga ketahanan sosial. Pers punya peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan. Bukan hanya mengabarkan, tapi mengawal kebijakan, dan mengawasi transparansi dalam sektor vital dan pangan.

“Tanpa jurnalisme berbasis data, masyarakat bisa terjebak dalam disinformasi,” ujar Fadli Zon.

Setelah memberi sambutan, Menteri Fadli Zon mendapat buku Bumi Lambung Mangkurat yang diserahkan oleh Plh Sekda Kalsel. Menteri Fadli Zon pun memberikan buku tentang Pewayangan kepada tuan rumah Kalsel.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan PWI ingin kembali ke jati diri untuk aktif menjaga kedaulatan bangsa. PWI merah putih dan NKRI harga mati.

Pers harus menjaga kedaulatan bangsa merupakan warisan yang diturunkan para pendahulu berdasarkan keputusan Kongres PWI Pertama, 9 Februari 1946 di Solo.

Salah satunya adalah mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto. Dukungan ini, lanjut Hendry Ch Bangun bukan berarti mengekor.

“Kita tidak mengekor, tapi melayangkan kritik dengan memberi solusi untuk mencari kebaikan,” ujar Hendry Ch Bangun.

Hendry juga mengatakan jurnalis lahir bukan hanya bicara jurnalistik di atas meja. Akan tetapi menjaga kedaulatan bangsa yang ujungnya kemandirian khususnya dari impor pangan.

“Kami juga terus memperbaiki internal dengan meningkatkan kualitas wartawan salah satunya uji kompetensi,” ujarnya.

 

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plh Sekda Muhammad Syarifuddin mengatakan Pemprov Kalimantan Selatan berkomitmen mendukung pers bertanggung jawab dan kegiatan seperti HPN dan Porwarnas.

Kalsel menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas masing-masing dua kali.

“Kami siap kerja bersama dan merangkul semua, ujar Muhammad Syarifuddin.

Hadir dalam acara tersebut Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha; Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan; Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan  Umum, Roy Rizal Anwar, Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Anton Charlian, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie.

Selain itu, hadir juga Ketua PWI Provinsi, Kabupaten/Kota dari ujung barat Aceh sampai Papua Selatan. (**)

Pers Tidak Bisa Pisah dengan Kebudayaan

February 9, 2025 by  
Filed under Nusantara

BANJARMASIN – Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir dalam malam Gala Dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2025).

Fadli Zon mengatakan Pers tidak bisa dipisahkan dengan kebudayaan, literasi dan narasi yang sangat erat dengan kebudayaan. Tokoh pers  kebanyakan tokoh budayawan juga dalam sejarahnya. Ia menyebutkan nama tokoh pers yang dikenal, mulai Rosihan Anwar, Jamaluddin Adinegoro yang pada umumnya selain seorang penulis, jurnalis, dan tokoh pers. Pada umumnya mereka budayawan yang mencintai budaya Indonesia.

“Sejarah Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan lisan dan aksara, syair dan seruan tulisan dan keberanian. Dan juga berbagai prasasti kerajaan dan berita perjuangan dalam pers nasional. Kata-kata selalu menjadi nyawa dalam peradaban kita,”ujar Fadli Zon.

Fadli Zon membocorkan kalau dirinya pun mantan wartawan yang merintis profesi jurnalis sejak duduk di bangku kelas tiga SMA. Bahkan, karier dunia penulisan ini sempat menjadi redaktur majalah sastra Horison selama 20 tahun.

“Saya pernah menjadi bagian dunia jurnalistik sejak masih siswa SMA dan mahasiswa, kemudian setelah lulus perguruan tinggi,”ujarnya.

Ia menyebutkan pers yang bebas yang bertanggung jawab adalah cahaya bagi bangsa. Namun dalam dunia dinamis ini, di mana kebenaran makin kabur dalam riuh disinformasi dan algoritma. “Kita dihadapkan dengan pertanyaan bagaimana kata-kata tetap menjadi penuntun kebenaran. Bagaimana pers menjadi penjaga Nurani bangsa,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin mengatakan pers memiliki peran sangat strategis sebagai pengawal kebijakan dalam menyampaikan informasi akurat serta bergerak kesadaran publik akan pentingnya kedaulatan pangan.

Gubernur juga menyoroti Tema HPN 2025 “Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa sebagai isu yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.

“Ketahanan Pangan bukan persoalan ketersediaan pangan, tapi bagaimana memastikan keberlanjutan retribusi yang merta dan keterjangkauan masyarakat,” ujar H Muhidin.

Malam Gala Dinner HPN 2025 Banjarmasin ini dihadiri oleh Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Dr Ir Roy Rizaldi Anwar, yang sebelumnya menjabat Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan juga tokoh pers Dahlan Iskan.

Hadir juga Dewan Penasehat PWI Pusat Anton Charlian, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, Ketua PWI Kalsel Zainall Hilmie dan Ketua PWI Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh  Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).

Sebelum memberikan sambutan Menteri Kebudayaan Fadli Zon didampingi Gubernur Kalsel H Muhidin dan Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun memberikan penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Puisi. M Roni menjadi pemenang Lomba Puisi yang berlangsung di Wetland Square, Banjarmasin, Kalsel, Jumat (7/2/2025) malam. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb