Tempe Loh Sumber Sukses Menembus Pasar Nasional

April 9, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Tempe kini menjelma menjadi komoditas berdaya saing nasional. Produk lokal yang dulunya hanya dijajakan di pasar tradisional itu, kini merambah platform digital dan e-commerce, bahkan menembus pasar ibu kota.

Keberhasilan ini diraih tidak mudah. Diawali sinergi antara warga, pemerintah desa, perusahaan mitra seperti PT Multi Harapan Utama (MHU), serta pendampingan instansi terkait. Mengantarkan UMKM tempe dari Desa Loh Sumber Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami transformasi besar, baik dari sisi produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

“Kami memulai dari nol. Tapi setelah pelatihan dan dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam digital marketing dan branding produk, akhirnya kami bisa menjual ke luar daerah, termasuk ke Jakarta,” ungkap Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, Selasa (8/4/2025).

Salah satu pencapaian paling membanggakan adalah pengiriman 1.000 bungkus keripik tempe ke Jakarta, yang menjadi bukti bahwa inovasi dan semangat gotong royong warga bisa menciptakan nilai ekonomi nyata.

Tak hanya itu, geliat UMKM juga didorong oleh peran aktif ibu-ibu desa yang tergabung dalam kelompok PKK. Mereka tak hanya memproduksi, tetapi juga mengelola kemasan, promosi, hingga pengiriman, menjadikan produk tempe Loh Sumber tampil lebih profesional dan diminati pasar.

“Kami ingin menjadikan UMKM sebagai wajah baru ekonomi desa. Tidak hanya soal tempe, tapi juga bagaimana kami memanfaatkan teknologi untuk tumbuh bersama,” tambah Sukirno.

Dengan semangat inovasi, digitalisasi, dan pemberdayaan komunitas, Desa Loh Sumber kini tak hanya dikenal sebagai sentra tempe, tetapi juga sebagai contoh sukses transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal.

“Produk kami membawa identitas desa. Kami ingin dikenal bukan hanya karena tempenya, tapi juga karena cara kami berinovasi,” pungkas Sukirno. (Adv diskominfno kukar)

Inflasi Kaltim Meningkat Seiring Dengan Berakhirnya Kebijakan Diskon Tarif Listrik

April 9, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Tekanan Inflasi Kalimantan Timur pada Maret tahun 2025 mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kalimantan Timur pada periode Maret 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 2,02% (mtm), atau mengalami inflasi tahunan dan tahun kalender masing-masing sebesar 1,36% (yoy) dan 0,75% (ytd).

“Meski mengalami kenaikkan inflasi kaltim masih di dalam koridor target inflasi nasional,” kata

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur Budi Widihartanto melalui press release yang disampaikan ke media ini, Selasa (8/4/2025)

Dijelaskan, inflasi IHK Kaltim pada periode ini meningkat seiring berakhirnya diskon 50% untuk tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya hingga 2.200 VA yang berlaku pada bulan Januari-Februari. Selain itu, inflasi juga didorong oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau karena permintaan pada HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2025.

“Hal ini mencerminkan kondisi ekonomi yang tetap stabil dan terkendali di tengah dinamika global,” kata Budi Widihartanto.

Dikatakan, inflasi Kalimantan Timur periode Maret 2025 utamanya disumbangkan oleh kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar 1,32% (mtm). Inflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan oleh kenaikan tarif listrik akibat berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik. Selain itu, peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut menjadi penyumbang inflasi dengan andil inflasi sebesar 0,64% (mtm).  pada periode Maret 2025, akibat peningkatan permintaan dan konsumsi masyarakat pada momen HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2025. Peningkatan permintaan tersebut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di antaranya, cabai rawit, ikan layang, udang basah, dan bawang merah.

Upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terus dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi di Provinsi Kaltim oleh TPID se-Kaltim. Untuk memastikan ketersediaan pasokan terus melakukan produksi pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani melalui berbagai program antara lain mekanisasi pertanian, bantuan pupuk, bantuan sarana dan prasarana tani kepada kelompok tani di wilayah Kalimantan Timur.

Salah satu upaya untuk menjaga keterjangkauan harga selama Ramadhan adalah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) nasional yang dilaksanakan secara serentak di kantor pos kabupaten/kota se-Indonesia pada 1 – 29 Maret 2025. Selain itu, GPM pada bulan maret tercatat kurang lebih dilakukan pada 150 titik lokasi di seluruh kabupaten/kota Kalimantan Timur.

Untuk mendukung kelancaran distribusi telah dilakukan upaya untuk mendukung Fasilitasi Distribusi Pangan kepada Poktan dan KWT pada kegiatan GPM dengan komoditas pangan mencakup aneka cabai dan sayur mayur. Komunikasi antar TPID Se-Kaltim terus dilakukan melalui rapat koordinasi untuk mengambil langkah konkret, upaya pengendalian ekspektasi masyarakat melalui Ulama Peduli Inflasi, mensosialisasikan diversifikasi pangan dalam rangka mendukung penguatan ketahanan pangan di kalimantan timur dan peningkatan kesejahteraan petani serta keluarga serta terus melakukan imbauan belanja bijak.

Ke depan, TPID Provinsi Kaltim akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program pengendalian inflasi melalui strategi 4K, serta mendorong realisasi investasi private sektor bisa tumbuh lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kaltim yang tinggi dan berkelanjutan serta inflasi kalimantan timur yang rendah dan stabil. (**)

Ketua Umum PWI Pusat Apresiasi Program Rumah Subsidi Untuk Wartawan

April 9, 2025 by  
Filed under Berita

JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman  Maruarar Sirait mengalokasikan 1.000 rumah subsidi untuk wartawan.  Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun yang menilai program tersebut sangat dibutuhkan para wartawan yang belum memiliki rumah.

Menurut Hendry, dari sekitar 100 ribu wartawan di Indonesia, lebih dari separuh belum memiliki rumah.

“Saya kira, lebih dari 50 persen wartawan belum punya rumah sendiri,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dalam pertemuan dengan Menteri Maruarar Sirait, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafidz, Kepala BPS Amalia A. Widyasanti, pimpinan Tapera, dan Direktur BTN, di Kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

Pada kesempatan itu, ditandatangani nota kesepahaman antara Kementerian PKP, Komdigi, dan BPS tentang program ini.

Rumah subsidi tersebut ditujukan bagi wartawan yang belum memiliki rumah pribadi dan berpenghasilan di bawah Rp8 juta, atau Rp13 juta bagi yang sudah menikah di wilayah Jabodetabek.

Keunggulan program ini antara lain bebas PPN, BPTB, dan PGB. Uang muka hanya 1 persen, dengan harga maksimal Rp185 juta untuk wilayah Jabodetabek dan Rp165 juta di luar wilayah itu. Skema cicilan hingga 20 tahun, dengan bunga tetap 5 persen dan angsuran antara Rp950 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan.

Sebelumnya, program rumah subsidi telah diberikan kepada tenaga kesehatan, nelayan, dan guru. Minggu depan, program serupa akan menyasar tenaga kerja migran.

Menteri Maruarar Sirait mengingatkan agar wartawan tetap menjaga integritas dan profesionalisme. “Program ini bukan untuk membungkam kritik. Wartawan tetap harus memberitakan kebenaran dan menjalankan fungsi kontrol sosial,” tegasnya.

Menteri Komdigi Meutya Hafidz juga menyambut baik program ini. Ia berharap kuotanya bisa ditambah. “Kebutuhan rumah untuk wartawan jelas lebih dari 1.000 unit,” ujarnya.

Dalam diskusi yang digelar sebelum penandatanganan MoU, Maruarar memberi target agar 100 rumah pertama bisa diserahkan pada 6 Mei mendatang. “Pesan Presiden Prabowo jelas: kerja cepat. Jadi BTN, Tapera, Komdigi, dan BPS harus gerak cepat,” katanya.

BPS akan memastikan penerima rumah subsidi ini terdata jelas secara by name dan by address. Adapun untuk wartawan, penerima bantuan harus memiliki sertifikat kompetensi.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Fifi Alyeda Yahya, menyatakan akan bekerja sama dengan konstituen Dewan Pers untuk menyiapkan data wartawan yang berhak menerima rumah subsidi. (**)

Keberadaan UMKM di Kukar Berkembang Baik

April 9, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapresiasi program Kukar Idaman (Inovatif Berdaya Saing dan Mandiri), terkait ekonomi dan pemberdayaan berjalan baik. Salah satu indikatornya keberadaan UMKM yang berkembang dengan baik dan naik kelas. Capaian ini merupakan komitmen Pemkab Kukar melalui instansi terkait dan tentunya peran masyarakat yang terhimpun dalam komunitas- komunitas

“Masyarakat dan komunitas ini komitmennya memang tinggi sehingga ada tekad yang sama makanya ikon Tenggarong ini bisa tumbuh berkembang,” kata Edi Damansyah pada acara silaturahmi dan Halal bi Halal bersama Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Wirausaha Muda, Ekonomi Kreatif, dan Organisasi Kepemudaan di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Selasa (8/4/25) malam.

Edi juga memastikan program itu berjalan terkait infrastruktur dan pendidikan pelatihan dan pembiayaannya. Contohnya di kawasan jalan Kartanegara dan titik nol Tenggarong yang menjadi ruang publik dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha yang telah berjalan baik.

Menurutnya, perputaran ekonomi dari titik-titik titik ikon tersebut juga sangat memuaskan, termasuk pajak yang dibayarkan para pelaku usaha.

Artinya kolaborasi antara Pemkab dengan para pelaku usaha dan komunitas berjalan baik dan memberikan hasil signifikan bagi pengembangan UMKM di Kukar. Di kecamatan juga bergerak akan hal ini, Ia juga memerintahkan Camat memberikan ruang untuk UMKM.

Edi berharap hal tersebut terus terjaga, dari capaian itu tidak boleh berpuas diri, disadari bahwa ruang yang disiapkan belum dapat menampung secara keseluruhan. Maka Ia minta kesadaran pelaku usaha agar mengikuti prosedur, mengikuti tata kelola agar kondisi lokasi ikon tersebut nyaman, sehingga terus banyak orang yang datang. Bahkan ruang publik yang menjadi ikon Tenggarong telah diakui pengunjung dari luar Kukar.

“Pertahankan, pelihara keberhasilan ini, tanggapi dengan baik kritikan publik, lakukan evaluasi agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Edi berharap UMKM yang mengisi ikon tersebut agar tekun, misalnya yang jualan jajak (kue) tradisional agar konsisten dengan meningkatkan kualitasnya.

Pemkab mendorong melalui instansi terkait untuk mendukung kemajuan masyarakat Kukar, baik itu bidang ekonomi kreatif dan keterampilan ketenagakerjaan, hingga sektor pertanian dalam arti luas yang didukung dengan manajemen dan teknologi yang maju, hingga permodalan melalui Kredit Kukar Idaman tanpa agunan tanpa bunga. Juga memantau melalui instansi terkait program yang dijalankan tersebut, sehingga diketahui titik lemahnya untuk dievaluasi.

Untuk penyandang disabilitas juga tentunya tak luput dari perhatian Pemkab Kukar dan akan terus bersama warga berkebutuhan khusus. “Salah satu contohnya saya mendorong cleaning service di kantor kantor agar melibatkan mereka, dan memang terbukti bisa bekerja dengan baik,” katanya.

Kemudian Edi mengajak kepada pemuda/komunitas masyarakat untuk terus menjadi garda terdepan dalam mengawal perubahan. Jadilah mitra kritis sekaligus kolaboratif bagi pemerintah. Karena Kukar membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi, berani mencoba, dan berani bertanggung jawab.

“Mari kita jaga semangat kebersamaan ini dengan tidak menjadikan perbedaan sebagai sekat, tetapi justru menjadi kekuatan perekat, kita bangun Odah Etam Kutai Kartanegara ini sebagai daerah yang ramah bagi pelaku usaha, terbuka bagi ide-ide muda, dan subur bagi tumbuhnya kreativitas,” ajaknya. (kk04/adv diskominfo kukar)

Teras Kota Bangun Ulu Jadi Ruang Kreatif Generasi Muda

April 8, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

KUKAR – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, meresmikan Pelataran (Teras) Kota Bangun Ulu di Kecamatan Kota Bangun pada Senin (7/4/2025). Kawasan ini diharapkan menjadi ikon baru bagi anak muda untuk berkumpul dan beraktivitas.

Plt. Camat Kota Bangun, Abdul Karim, menyebut pembangunan teras ini sangat dinantikan masyarakat. Lokasi yang sebelumnya hanya lapangan rumput liar di depan dermaga, kini berubah menjadi ruang publik yang lebih bermanfaat.

Menurut Karim, keberhasilan pembangunan ini berkat kolaborasi antara Pemkab Kukar dan Pemerintah Kecamatan. “Kunci utamanya adalah komunikasi yang baik dengan semua pihak,” ujarnya.

Bupati Edi Damansyah mengapresiasi penyelesaian proyek ini, yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Pembiayaannya bersumber dari Dinas Perhubungan melalui anggaran kegiatan kecamatan.

“Pemanfaatan teras ini harus dikelola dengan baik oleh Pemdes Kota Bangun Ulu melalui BUMDes,” tegas Edi. Saat ini, sejumlah pedagang UMKM sudah beroperasi di kawasan tersebut, dengan pemasukan yang disetorkan ke kas desa.

Edi menambahkan, Teras Kota Bangun Ulu menjadi bukti perkembangan ekonomi di Zona Ulu. “Sektor perkebunan, kehutanan, dan jasa tumbuh pesat di sini,” jelasnya.

Ia berharap kawasan ini tidak hanya menjadi tempat nongkrong, tapi juga ruang produktif bagi UMKM dan kreativitas pemuda. “Komunitas lokal harus diberi ruang untuk berkarya,” pesannya.

Selain itu, Edi meminta agar teras ini dimanfaatkan untuk pelestarian seni budaya. “Fasilitasi kelompok seni dengan peralatan dan pelatihan melalui program Kukar Idaman,” ucapnya.

Penghijauan juga menjadi perhatian. “Jaga kebersihan, tanami tanaman agar lebih asri, dan rawat fasilitas umum di sini,” imbau Edi.

Dengan peresmian ini, Teras Kota Bangun Ulu diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus pendorong ekonomi kreatif di Kecamatan Kota Bangun.(adv/diskominfo-kukar)

« Previous PageNext Page »

  • vb