Keseruan Gathering & Roliling City Customer Fazio Tarakan

May 13, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

TARAKAN – Komunitas Fazio Tarakan membuktikan motor classy Yamaha tidak hanya soal gaya, tapi juga kebersamaan yang full gaspol. Kolaborasi apik antara Main Dealer Kaltimtara PT. Surya Timur Sakti Jatim dengan dealer Yamaha Sido Semi Motor dan Yamaha Sumber Jaya Sakti sukses membuat aspal Tarakan panas dengan antusiasme Customer yang luar biasa, Sabtu (9/5/2025),

Hadi, Owner Yamaha Sido Semi Motor, tidak bisa menyembunyikan kegirangannya. Gathering Fazio ini lebih dari sekadar kumpul-kumpul, tetapi silaturahmi, mempererat ikatan

“Customer Fazio Tarakan. Event kayak gini bikin kita makin solid!” ujar Hadi dengan semangat.

Ia juga membeberkan, popularitas motor Fazio di Kaltara lagi melejit. Data menunjukkan antusiasme pelanggan naik tajam.

Tidak kalah bersinar, Ainy, Owner Yamaha Sumber Jaya Sakti, ikut memuji gelombang antusiasme peserta.

“Saya benar-benar takjub melihat semangat Customer Fazio! Mereka datang dengan energi yang luar biasa, bikin acara ini hidup dan penuh warna. Ini bukti Fazio nggak cuma motor, tapi juga simbol kebersamaan. Kami bangga bisa jadi bagian dari momen ini!” ungkap Ainy dengan senyum sumringah.

Acara dimulai dengan konvoi epik dari dealer Sido Semi Moto , meluncur menuju Cafe Uphill, berhenti untuk mengambil foto di icon kota Tarakan Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekanta

“Kita targetkan 60 peserta hari ini, dan lihat sendiri semangat mereka! Selain silaturahmi, kita juga sajikan hiburan biar suasana makin geber maksimal,” seru Hadi.

Yang bikin acara ini spesial, Yamaha menggandeng Polres Tarakan untuk mengedepankan safety riding.

“Kami ajak peserta paham pentingnya berkendara aman. Plus, kita mampir di ikon kota Tarakan biar momen ini makin nempel di hati,” jelas Hadi.

Efendy, Manager Promosi Yamaha Kaltimtara, menambahkan vibe hype dengan gayanya.

“Tarakan selalu bikin kagum! Event ini nggak boleh berhenti di sini, harus lanjut! Bukan cuma

Fazio dan Filano, kita punya Maxi Series (X Max, N max, Aerox ALpha & Lexi LX) dan produk viral yang no debat (G Ultima), Efendy juga berpesan, percayakan motor impianmu pada Yamaha. Kami hadirkan selalu pengalaman menarik dan gaya hidup yang berwarna.

So, kapan kamu ikutan ngegas bareng Yamaha.

Raja Banjar Lagi Masygul

May 13, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KESULTANAN Banjar lagi masygul. Gara-gara Menteri Kebudayaan Fadli Zon menobatkan Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari sebagai Raja Kebudayaan Banjar. Memberi kesan terjadi dualisme. Soalnya orang tahu selama ini Raja Banjar adalah Sultan Haji Ir Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah, MM.

Meski Cevi disebut Raja Kebudayaan Banjar,  tugasnya tak terlalu berbeda dengan Raja Banjar yang ada. Di antaranya untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Banjar.

Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari dan istri setelah dinobatkan Menbud Fadli Zon

Suku Banjar berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan, yang dikenal sebagai Banua Banjar atau Tanah Banjar. Penduduk asli sebagian besar wilayah Kalsel adalah suku Banjar kecuali di Kabupaten Kota Baru. Saya juga berdarah Banjar dan ikut dalam kepengurusan Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT) Balikpapan yang diketuai H Redy Asmara.

Penobatan Cevi berlangsung di Keraton Majapahit Jakarta pada Selasa (6/5) lalu. Bertindak sebagai tuan rumah bukan orang sembarangan. Dia adalah Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono.

Siapa Hendro? Semua orang pasti tahu. Dia adalah jenderal TNI (purn) dengan jabatan terakhir sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Hendro juga mertua mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa. Andika menikahi putri pertama Hendro, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati.

Ada yang bertanya kenapa Hendro bisa terlibat dalam penobatan Cevi? Dia memang memegang gelar kebangsawan Banjar. Tapi gelar itu dianugerahkan oleh Kesultanan Banjar yang dipimpin Sultan Khairul Saleh. Karena itu ada yang mengusulkan agar gelar Hendro dicopot karena memfasilitasi Cevi.

Hendro sendiri berkomentar seakan Raja Banjar yang ada tidak benar. “Saya sangat ingin untuk meluruskan raja-raja yang ada di Nusantara yang dulu pernah bertakhta, keturunannya kita luruskan. Jangan keturunan yang ngarangngarang, abal-abal terus kerjanya cuma ngirim proposal ke sana ke mari. nggak bisa itu,” katanya kepada media seperti dilansir detiknews seusai penobatan.

Penobatan Cevi sebenarnya sudah diprotes.  Ada 13 Adipati dan pejabat Kesultanan Banjar berkirim surat 3 hari sebelumnya. Tapi tak digubris, acara pengukuhan yang dilakukan Menteri Fadli Zon tetap berlangsung.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon ketika melaksanakan penobatan Cevi Yusuf

“Raja Budaya bukan sekadar simbol, melainkan aktor utama dalam menjaga dan menghidupkan kekayaan budaya kita. Saya yakin Sultan Cevi Yusuf mampu membawa semangat baru bagi budaya Kalimantan,” kata sang Menteri.

Gubernur Kalsel H Muhidin juga ikut mengapresiasi penobatan Cevi. Karena berhalangan hadir dia mengirim Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Ahmad Bagiawan.

“Penobatan ini adalah tonggak sejarah penting dalam pelestarian budaya Banjar. Kami sangat menghargai upaya menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Bagiawan seperti dirilis mu4.co.id.

Dari Jakarta banyak juga tokoh penting yang datang. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tokoh pengusaha Choirul Tanjung, Prof Mahfud MD, mantan ketua MPR Bambang Soesatyo dan mantan menteri PAN Azwar Anas. Yang menarik ada pula datang Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Kalau dilihat dari yang datang, termasuk keterlibatan Pemerintah dan tokoh penting lainnya, Cevi Yusuf bukan orang sembarangan. Dia sepertinya mendapat dukungan resmi, meski orang juga tahu Raja Banjar yang ada, Sultan Khairul Saleh bukan kaleng-kaleng.

Sultan Khairul Saleh naik takhta sejak 2010. Dalam Musyawarah Tinggi Adat Banjar di tahun tersebut, Khairul Saleh sempat menolak. Tapi peserta musyawarah tetap mendesak, sehingga akhirnya dia bersedia menerima gelar pangeran dan dinobatkan sebagai Raja Banjar.

Ia dipercaya sebagai Yang Dipertuan Agung dan ketua Kerapatan Raja dan Sultan se-Borneo sejak 2013, serta menjabat ketua umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) sampai sekarang.

Sebelumnya ia pernah menjadi bupati Banjar dua periode (2005-2015). Saat ini Khairul Saleh menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PAN mewakili daerah pemilihan Kalsel. Pernah berkarier di birokrasi terutama di Dinas Pekerjaan Umum Kalsel. Mulai staf, kabid, wakil kepala dinas sampai akhirnya menjadi kepala dinas.

Khairul Saleh (61) lahir dari pasangan H Pangeran Jumeri dan Hj Kartinah. Ia merupakan salah satu keturunan dari silsilah Kesultanan Banjar di bawah Pangeran Jumri dari Pangeran

Haji Abubakar, yang merupakan putra  Pangeran Singosari bin Sultan Sulaiman dari Banjar. Kesultanan Banjar di bawah kepemimpinan Sultan Khairul Saleh sudah dikenal luas dan aktif mengabdi kepada masyarakat melalui Yayasan Sultan Adam sejak tahun 2000 hingga saat ini..

CEVI LAHIR DI CIANJUR

Cevi sendiri dilahirkan bukan di Banjar melainkan di Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tapi dia diakui merupakan keturunan Pangeran Hidayatullah dari garis ibu (matrilineal). Secara adat dan kebudayaan, Kesultanan Banjar menerapkan sistem patrilineal, yaitu silsilah keturunan dari jalur ayah.

Pangeran Hidayatullah adalah salah satu Sultan Banjar yang memerintah antara tahun 1859-1863 dan merupakan tokoh utama penentang Pemerintah Hindia Belanda. Karena itu dia bersama keluarga dan pengikutnya diasingkan oleh Belanda ke Cianjur hingga akhir hayatnya.

Sebanyak 13 Adipati Banjar tidak mengakui gelar Pangeran yang disematkan kepada Cevi. “Itu gelar buatan dia sendiri tanpa melalui prosesi adat badudus sebagaimana tradisi leluhur kita,” kata pernyataan para Adipati.

Adipati dalam Kesultanan Banjar adalah gelar tradisional untuk para pangeran atau bangsawan yang menjabat sebagai gubernur di berbagai wilayah Kesultanan Banjar.

Ke-13 Adipati yang ada di Kesultanan Banjar adalah  Adipati Kota Banjarmasin, Adipati Banjarbaru, Adipati Banjar, Adipati Tapin, Adipati Hulu Sungai Selatan, Adipati Hulu Sungai Utara, Adipati Hulu Sungai Tengah, Adipati Tabalong, Adipati Tanah Laut, Adipati Tanah Bumbu, Adipati Balangan, dan Adipati  Kotabaru.

Menurut para Adipati, mereka hanya mengakui Sultan Khairul Saleh sebagai pemimpin adat yang berhasil menghidupkan kembali marwah, sejarah, dan budaya Banjar setelah pembubaran secara sepihak oleh penjajah Belanda pada tahun 1860.

Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim yang dikenal sebagai Habib Banua mengecam keras penobatan Cevi Yusuf oleh Menteri Fadli Zon dan AM Hendropriyono. Ia menilai Fadli Zon tidak cermat termasuk Hendro yang bersikap aneh dan kontroversial.

“Cevi Yusuf kan lahir dan besar di Cianjur, berarti dia tidak berada di tengah-tengah masyarakat Banjar, jadi bagaimana mungkin dia memahami dan mengembangkan budaya Banjar?” tandas Habib Banua.

Antropolog Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Nasrullah menyebut penobatan itu bukan hanya membingungkan, tapi juga berpotensi merusak pemahaman publik tentang sejarah dan kebudayaan Banjar.

“Penobatan itu sangat membingungkan, padahal Kesultanan Banjar secara sah telah eksis kembali sejak 2010 di bawah kepemimpinan Sultan Haji Khairul Saleh,” ujarnya seperti diberitakan Banjarmasinpost.co.id.

Sejauh ini belum ada komentar dari Cevi Yusuf langsung. Mungkin dia masih menikmati kedudukan barunya sebagai Raja Kebudayaan Banjar sambil menikmati soto banjar dan mendengarkan musik panting Banjar. Kalau dia ingat dan tahu.(*)

SMSI Sumut Dorong Kapolda Beri Penghargaan untuk Tim Irwasda Poldasu Basmi Narkoba

May 13, 2025 by  
Filed under Nusantara

MEDAN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara mendorong Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, memberikan penghargaan terhadap para personel di jajarannya yang aktif ambil bagian dalam pemberantasan narkoba.

Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitupulu, meyakini jajaran Polda Sumut sampai saat ini tetap berkomitmen dalam hal pemberantasan barang haram tersebut di wilayah hukumnya.

“Kabar terbaru yang kebetulan kita ikuti bahwa ada personil dari Tim Irwasda Poldasu yang turun tangan memberantas kampung narkoba di Kabupaten Asahan, dimana sudah tiga tahun belakangan ini tidak tersentuh hukum yang diduga kuat dibekingi aparat hukum setempat. Hal ini tentu patut kita apresiasi sebagai wujud implementasi atas keinginan Bapak Kapolda membersihkan Sumut dari bahaya laten narkoba,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (10/5/2025).

Hebatnya lagi, ungkap Erris, personil yang turun hanya empat orang saja namun mampu memberangus sarang narkoba di wilayah Kisaran Kota, di mana sejak tiga tahun belakangan ini memang sudah terkenal sebagai markasnya peredaran barang haram tersebut. Bahkan kondisinya sudah sangat meresahkan masyarakat setempat.

“Kita juga mendengar kalau salah satu personil dalam Tim Irwasda itu sampai menyamar sebagai pembeli, memakai celana pendek bergaya seperti ‘acek-acek’ (orang Mandarin, Red), sehingga dari penyamaran tersebut tim tersebut akhirnya mampu memberantas kampung narkoba di sana. Juga didapati BB (barang bukti) tujuh gram sabu-sabu, dan seorang kaki tangan dari salah satu bandar besar di situ berhasil diringkus. Hal ini kami rasa patut untuk diapresiasi oleh Bapak Kapoldasu,” ujar Erris.

Lebih jauh Erris Napitupulu menyatakan, sudah selaiknya Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan mempertimbangkan para personil dari Tim Irwasda tersebut untuk menerima penghargaan atas kinerja mereka. Terlebih mereka melakukan kerja-kerja di luar bidang yang seharusnya ditangani di Itwasda.

“Yang kita pahami adalah, tupoksi Itwasda adalah bagian dari pengawasan daerah yang mungkin jauh sekali dengan bidang narkoba, namun ikut andil membantu kinerja Kapolda dalam hal pemberantasan narkoba. Karenanya kami dari SMSI Sumut ikut mendorong Bapak Kapoldasu memberikan reward terhadap jajarannya yang sudah bekerja keras membantu salah satu program  beliau, mengingat beliau pernah sampaikan bahwa Sumut sudah sangat crowded akan narkoba,” pungkasnya.

Merespons hal ini, Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan bagi setiap personel yang sudah berbuat melebih tugas pokoknya tentu yang bersangkutan bisa diajukan untuk mendapat penghargaan.

“Dan paling terpenting yang harus dipahami adalah, untuk dapat penghargaan tergantung pimpinan,” ujarnya menjawab wartawan via whatsapp, Sabtu (9/5/2025) malam.

Pihaknya juga tidak mempersoalkan bila ada dari bidang atau satuan lain di jajaran Poldasu ikut ambil bagian dari pemberantasan narkoba.

“Tidak masalah. Selagi masih dalam penegakan hukum dan terlibat dalam satgas, fine saja. Apalagi kalau tertangkap tangan, it’s oke. Namun sekali lagi, mengenai layak tidaknya menerima penghargaan semua tergantung pimpinan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sarang narkoba yang selama tiga tahun menjadi momok di Pangkalan Titi, Jalan Prof HM Yamin, Kisaran Kota, Kabupaten Asahan, akhirnya berhasil diberantas.

Operasi ini dilakukan Tim Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sumut di bawah komando Irwasda Kombes Pol Nanang Masbudi SIK MSi melalui Ketua Tim Kombes Pol Famudin SIK MH.

Aksi heroik ini terjadi sekitar dua minggu lalu dan menjadi sorotan karena tim yang diterjunkan hanya berjumlah empat personel. Meski demikian, mereka berhasil menembus wilayah yang dikenal sebagai “kampung narkoba” dan menumpas aktivitas ilegal yang selama ini merajalela.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa tujuh gram sabu-sabu. Beberapa pemakai yang panik berhamburan kabur, bahkan ada yang nekat terjun ke sungai untuk menghindari penangkapan.

Keberhasilan operasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat Asahan yang sudah lama merasa resah. Warga mengungkapkan apresiasi atas keberanian Tim Irwasda, terlebih karena selama ini upaya pemberantasan di kawasan itu diduga kuat terkendala oleh adanya “bekingan” dari oknum aparat setempat.

Tak hanya memutus peredaran, tim juga berhasil meringkus anak buah dari bandar besar yang menguasai jaringan di wilayah tersebut. Yakni Sawaludin, warga Jalan Kuini Lingkungan 1, Pangkalan Titi, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, anak buah dari bandar besar bernama Jamal. (*)

Bupati Kutai Kartanegara Apresiasi Festival Budaya Kutai Adat Lawas

May 13, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menutup rangkaian kegiatan Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” di Desa Kedang Ipil Kecamatan Kota Bangun Darat, Minggu (11/5/2025).

Penutupan festival yang berlangsung selama 4 hari itu ditandai pemukulan Gong dan Pemberian piagam penghargaan kepada kepala desa dan pemangku adat Desa Kedang Ipil oleh Bupati Edi Damansyah.

Turut mendampingi bupati dalam kesempatan tersebut: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Arianto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang juga Plt. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Aji Ali Husni, Plt. Kepala Dinas Perkim M. Aidil dan Camat Kota Bangun Darat Zulkifli, serta Anggota DPRD Kukar Budi Fahmi.

Edi Damansyah mengapresiasi dan berterimakasih kepada masyarakat Desa Kedang Ipil yang telah menjaga tradisi adat budaya secara turun temurun, sehingga budaya adat Kutai lawas “Nutuk Beham” bisa digelar dan diagendakan setiap tahun.

Ia menyebutkan Pemkab Kukar melalui strategi pembangunan Kukar Idaman 2021 – 2026 salah satunya  program Kukar Kaya Festival (KKF) yang kegiatannya memfasilitasi dan berkolaborasi antara pemerintah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan komunitas seni dengan para pemangku adat seperti festival Nutuk Beham ini.

“Kami mengucapkan terimakasih khususnya pada masyarakat, tokoh masyarakat dan pemangku adat Desa Kedang Ipil yang telah melestarikan budaya adat peninggalan nenek moyang ini” ujar Edi.

Diungkapkan, festival Budaya  Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil ini sudah masuk dalam kalender festival budaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang difasilitasi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), karena Nutuk Beham ini merupakan tradisi seni budaya peninggalan nenek moyang.

Edi Damansyah menegaskan komitmennya untuk terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang tumbuh dari masyarakat desa, termasuk ritual Nutuk Beham yang dilaksanakan oleh masyarakat Kutai Adat Lawas.

Edi berharap semua tradisi seni budaya peninggalan nenek moyang hendaknya bisa dijaga dan dilestarikan, karena itu merupakan warisan yang tidak ternilai dan merupakan kekayaan serta kearifan lokal yang memiliki pakem masing-masing.

Penutupan festival Nutuk Beham juga diisi penampilan apik dari para anggotanya komunitas seni yang menampilkan tarian kombinasi tradisional dan modern. (kk01/adv diskominfo kukar)

Rangkaian HUT Maluhu Dimeriahkan Berbagai Lomba dan Kesenian

May 13, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG– Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono membuka rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Maluhu ke 55, di Panggung Sasana Krida Bhakti Maluhu Kecamatan Tenggarong, Minggu (11/5/2025) malam.

Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro melaporkan bahwa HUT Kelurahannya yang berlangsung hingga 22 Mei mendatang diisi dengan berbagai kegiatan, diantaranya pertandingan bola voli, Playstation, memancing, burung berkicau, hingga kontes motor, dan tentunya berbagai kesenian dari paguyuban dan berbagai komunitas, serta melibatkan UMKM. Ia juga mengajak masyarakat terus mendukung kegiatan pembangunan.

Menyampaikan sambutan Bupati Edi Damansyah, Sekda mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-55 untuk  Maluhu.

“Semoga di usia yang semakin matang ini, Maluhu terus tumbuh menjadi kelurahan yang maju, guyub, dan menjadi teladan dalam membangun kebersamaan di tengah keberagaman,” ujarnya.

Ia menyambut baik tema yang diangkat pada perayaan ulang tahun ini, yaitu “Semarak HUT Maluhu 2025”. Tema ini mencerminkan semangat masyarakat Maluhu yang penuh energi, kaya budaya, dan terus bergerak maju.

Dikatakan, perayaan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, menguatkan gotong royong, dan menampilkan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas bersama.

Bupati mengapresiasi kerja keras Lurah Maluhu, seluruh panitia, serta partisipasi aktif masyarakat yang telah menyiapkan rangkaian kegiatan selama tiga pekan, mulai dari pawai budaya, syukuran tumpeng, pentas seni, hingga lomba olahraga. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa Maluhu tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga tumbuh kuat dari semangat kebersamaan dan budaya yang hidup di tengah warganya.

Diharapkan perayaan semarak HUT ke-55 ini dapat menjadi tonggak baru dan energi baru  untuk membangun semangat kebersamaan, menjaga kekompakan, mempererat persaudaraan antarwarga, dan terus membangun Maluhu yang lebih baik, lebih maju, tanpa meninggalkan akar budaya menuju pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Kukar.

Ia mengajak warga Maluhu dan sekitarnya, untuk hadir dan sukseskan bersama setiap rangkaian acara.

 

“Selamat merayakan, selamat bergembira, dan selamat membangun Maluhu! Semoga apa yang kita kerjakan mendapatkan nilai ibadah di sisi Allah SWT, membawa manfaat bagi kemajuan daerah kita, dan mewujudkan masyarakat Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berbahagia, Aamiin ya rabbal’alamin,” ujarnya. (kk04/adv diskominfo kukar)

« Previous PageNext Page »

  • vb