Laskar Gepak Gelar Turnamen Catur se-Kalimantan, Hadiah Puluhan Juta

June 28, 2025 by  
Filed under Olahraga

Rapat koordinasi panitia turnamen catur HUT LaskarGepak

SAMARINDA – DPP Lintas Karya Gerakan Pemuda Kalimantan (Laskar Gepak) akan menggelar turnamen catur tingkat junior dan senior se-Kalimantan pada 27 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati hari ulang tahun ke-6 Laskar Gepak. Panitia telah mematangkan persiapan, melalui rapat koordinasi di Cafe Kompak, Jalan Biola, Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota, Jumat (27/6/25).

Ketua Umum Laskar Gepak, Eddy Ngo, menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjaring bibit-bibit muda berbakat di bidang olahraga catur.

“Kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah mencari bibit-bibit atlet catur berbakat di Kaltim. Semoga dari sini lahir atlet-atlet andal yang bisa mengharumkan nama daerah,” ujar Eddy.

Turnamen akan diadakan di Wahana Spark Mal Lembuswana, Samarinda, dengan total hadiah mencapai Rp10.250.000. Pertandingan akan menggunakan sistem Swiss 7 babak, dengan waktu berpikir 10 menit ditambah 5 detik per langkah. Panitia juga menyediakan perangkat catur dan jam, serta menggunakan peraturan terbaru dari FIDE (Federasi Catur Internasional).

Peserta yang ingin mengikuti turnamen ini, cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp50 ribu. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Yuli di nomor WhatsApp 0817-7008-3281.

Ratu Magdalena, Penasehat Laskar Gepak, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi awal dari kontribusi nyata organisasi dunia olahraga.

“Ini acara pertama kami di bidang olahraga. Semoga berjalan lancar dan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya pecatur muda,” ujarnya.

Turnamen ini diharapkan dapat menarik minat pecatur dari berbagai daerah di Kalimantan dan sekaligus menjadi ajang silaturahmi serta adu strategi bagi para pecinta olahraga asah otak tersebut. (yud)

Ampalam dan Nasi Katok dari Brunei

June 28, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEORANG teman baru saja tiba dari Brunei. Dia kaget di sana ada jual buah ampalam. Padahal dia juga baru dari Banjarmasin. Sempat beli ampalam di pasar terapung. Selain ampalam dia juga sempat membeli buah kuini. Saya suka dengan kedua buah tersebut.

Buah ampalam dijual Rp10  ribu sekilo di Banjarmasin. Sedang di Brunei 3 dolar Brunei. Sekitar Rp50 ribu. Maklum di Brunei orangnya kaya-kaya. Tiga dolar terbilang murah.

Ampalam yang dijual di pasar Brunei

Beberapa hari ini ampalam dan kuini itu saya bawa ke mana-mana. Masuk ke dalam mobil. Bau ampalam tidak terlalu menyengat, tapi kuini aromanya sangat tajam. Ada yang tidak suka dengan baunya. Tapi suer saya suka dengan aroma buah kuini. Pengharum alami ketimbang beli pengharum kaleng.

Ampalam dan kuini terbilang jenis mangga asli dari Kalimantan. Dari hutan tropis. Wajar kalau pohonnya tumbuh selain di Kalimantan bagian wilayah Indonesia, juga di Kalimantan (Borneo) yang masuk wilayah Malaysia dan Brunei Darussalam.

Ampalam disebut mangga pari karena buahnya kecil-kecil. Orang Banjar menyebutnya hampalam. Tapi orang Malaysia bilang empelam atau empelem. Di Thailand disebut mamuang kaleng. Sedang di Filipina disebut apali. Nama botanis ampalam cukup menarik, Mangifera laurina.

Ampalam sudah jarang ditemukan di Kaltim. Apalagi di Balikpapan. Tapi di Kalsel masih banyak. Generasi milenial sudah pasti tidak terlalu kenal dengan ampalam. Buah ampalam cenderung masam, tapi kalau masak citarasanya menarik karena ada manisnya.

Buah ampalam muda sangat nyaman dibuat pemasam sambal. Jauh lebih enak dibanding mangga muda. Ada juga yang dibuat rujak atau manisan. Tapi kalau sudah masak enak di-emut dengan kecap manis dan cabai. Ampalam termasuk jenis buah berserat.

Suasana di Gadong Night Market Brunei yang relatif lebih ramai

Kuini atau kuweni nama ilmiahnya Mangifera odorata. Tuh, ada odor alias baunya. Karakternya antara mangga dan bacang. Di Sabah buah itu disebut huani atau wani. Sedangkan di Filipina dinamai uani atau juani. “Orang Bugis menyebutnya mangga macang,” kata Ketua BPD  Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan Adam Sinte ketika saya beri sebuah kemarin.

Buah kuini agak unik. Walaupun kulitnya mulus,  di dalamnya bisa ada piranya. Yang dimaksud pira adalah ulat. Padahal jenis mangga lain juga manis, tapi tidak ada ulatnya. Mungkin ulat masuk ke dalam karena aromanya.

Pohon ampalam dan pohon kuini sama-sama tinggi. Di atas 20 meter. Tapi buahnya banyak. Bisa ratusan bahkan ribuan biji. Waktu kecil saya suka melempari dengan potongan kayu. Jatuh ke tanah, saya bikin rujak dengan teman-teman. Bumbunya cukup garam dan lombok.

KOTANYA SANGAT SEPI

Wisatawan Indonesia termasuk dari Balikpapan kaget. Ternyata ibu kota Brunei, Bandar Seri Begawan relatif sepi. Populasi penduduknya cuma sekitar 400 ribu orang. Separuh penduduk Balikpapan. Tapi luas wilayah Brunei 5.765 kilometer persegi, 10 kali lebih besar dari Balikpapan.

Jangankan di jalan, di mal pun juga sepi. Orang Brunei kalau shopping ke Kuala Lumpur atau Singapura. Brunei secara ketat menjalankan syariat Islam. Jadi jangan berharap  ada tempat hiburan malam di kota ini termasuk karaoke. Merokok juga dilarang.

Mengutip Wikipedia, Brunei disebut memilik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura. Sehingga negeri  ini diklasifikasikan sebagai negara maju.

Menurut IMF, Brunei memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Di sana lumayan sulit mencari transportasi umum. Maklum orang Brunei rata-rata memiliki mobil. Bukan satu, tapi 3 sampai 5 unit. Rasio kepemilikan kendaraan di Brunei tertinggi di negara ASEAN, yaitu sekitar 997,8 kendaraan per 1.000 penduduk.

Rajanya saja, Sultan Hassanal Bolkiah yang sudah naik takhta sejak 57 tahun silam memiliki koleksi mobil mewah mencapai 7.000 unit. Mulai Rolls-Royce, Ferrari, Bentley sampai jenis lainnya. Ada beberapa mobil berlapis emas. Total nilai mobilnya mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar  Rp82 triliun lebih. Bayangkan 3 kali lebih besar dari APBD Kaltim.

Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas. Ada yang bilang kalau dulu Kaltim juga “merdeka,” niscaya kayanya sama dengan Brunei bahkan bisa lebih.

Warga Brunei tidak dikenai pungutan pajak PPh dan PPN. Warga hanya diwajibkan menyumbang 5 persen dari pendapatannya ke dana tabungan yang dikelola negara.

Pesawat Royal Brunei terbang kembali ke Balikpapan. Berangkat tiap Rabu malam. Sedang dari Brunei tiap Sabtu dinihari. Jarak penerbangan sangat dekat, hanya ditempuh sekitar 90 menit. Harga tiketnya bervariasi antara Rp1,5 juta sampai Rp2 juta. Dari Balikpapan, Royal Brunei juga terbang ke Singapura.

Ada travel di Balikpapan menawarkan paket wisata ke Brunei. Berangkat Rabu pulang Sabtu. Harga paketnya sekitar Rp6 juta. Pelancong dibawa jalan-jalan di antaranya mengunjungi Pantai Jerudong, Gadong Night Market, Jumatan di Masjid Omar Ali Saifuddin, menikmati kampung air seperti di Marga Sari, Balikpapan Barat sampai melihat Istana Nurul Iman, kediaman  Sultan Hassanal Bolkiah beserta keluarganya.

Istana Nurul Iman menyandang gelar sebagai istana terbesar di dunia  menurut Guinness Book of World’s Records. Dibangun di atas lahan seluas 50 hektare dengan biaya sekitar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun. Bangunan istana tersebut berisi sebanyak 1.788 kamar. Bayangkan butuh waktu berapa hari untuk mengelilinginya.

Sedang Jerudong Park adalah taman hiburan terbesar di Asia Tenggara. Dibangun oleh pemerintah Kerajaan Brunei pada tahun 1994 juga dengan dana sekitar 1 miliar dolar AS.

Menurut para wisatawan, hanya di Gadong Night Market, suasana cukup ramai. Sebagian besar pengunjung berbelanja berbagai makanan, minuman, dan buah-buahan. Termasuk Ampalam. Bahasa yang digunakan di situ bisa Melayu, bisa juga Inggris.

Makanan terkenal di negeri ini namanya “Nasi Katok.” Katok itu artinya ketuk. Berawal dari orang yang mau membeli ditandai dengan mengetuk pintu warung si penjual. Jadi disebut nasi katok. Isinya tidak terlalu beragam. Hanya nasi dengan lauk ayam goreng dan sambal. Harganya 1 dolar 20 sen. Tapi sekarang ada nasi katok kambing. Harganya 3 dolar Brunei. Berarti hampir Rp50 ribu. Kabarnya kalau sudah makan nasi katok, tidurnya bisa bermimpi jadi Raja Brunei. Apa betul? Silakan tidur dan bermimpi dulu.(*)

Program Pembangunan Manusia Berkualitas dari Patra Drilling Contractor Raih Dua Penghargaan di Ajang TJSL & CSR Award 2025

June 28, 2025 by  
Filed under Nusantara

PT Patra Drilling Contractor (PDC), anak perusahaan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), menorehkan prestasi baru atas pelaksanaan program Pelatihan dan Pemagangan Housekeeping dan Food and Beverage (FnB) di Solo, Jawa Tengah.

Program yang menjadi bagian Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan ini meraih dua penghargaan di ajang TJSL & CSR Award 2025 yang dihelat BUMN Track. Penghargaan PDC raih dari kategori Anak Perusahaan BUMN, pilar Ekonomi dan pilar Sosial. Keduanya dengan peringkat Gold.

Penghargaan diterima Direktur Keuangan PT Patra Drilling Contractor Fitra Adriza di malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/6/2025).

“Dua penghargaan Gold ini menjadi penanda bahwa program TJSL yang PDC lakukan sudah tepat sasaran dan memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar kegiatan operasional perusahaan,” jelas Fitra.

Program yang sejalan dengan SDG poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan ini dilaksanakan selama tiga bulan diawali dengan pembekalan, pemahaman materi, hingga ke tahap magang selama beberapa minggu.

Untuk pelaksanaannya PDC bekerja sama dengan Swiss-Belhotel selaku tempat dilaksanakannya pelatihan dan magang juga perusahaan perhotelan yang mengeluarkan sertifikat bagi peserta setelah menyelesaikan program.

Coporate Secretary PT Patra Drilling Contractor Ani Aryani menjelaskan, dari total 19 peserta yang mengikuti program di Solo, empat orang telah bekerja terkait dengan FnB, sisanya bekerja di bidang yang berbeda-beda.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi yang kami nantikan atas program-program TJSL yang telah kami laksanakan. Di sisi lain, keberhasilan penerima manfaat menjalani kualitas hidup yang lebih baik setelah mengikuti program TJSL perusahaan menjadi afirmasi tersendiri bagi kami,” urai Ani.

Sebelum di Solo, program yang sama juga telah dilangsungkan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pertengahan Desember 2023 silam.

Fitra menambahkan, pencapaian yang diperoleh PDC dari satu program ini tentunya masih bisa dimaksimalkan lagi ke depannya. Bentuk program juga harus bisa dielaborasi dan divariasikan agar lebih banyak orang yang menerima manfaatnya.

“Tentunya dengan pertimbangan bahwa tidak hanya memberikan manfaat bagi stakeholder, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang dapat menjamin keberlanjutan bisnis dan operasional perusahaan,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, PDC berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat mewujudkan pembangunan manusia yang berdaya dan berkualitas untuk kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.*

Desa Bakungan Suarakan Kebutuhan Posyandu yang Layak

June 27, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Kutai Kartanegara – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap tingginya angka kematian ibu di Kalimantan Timur, pemerintah desa turut angkat suara. Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah, menyampaikan minimnya sarana layanan kesehatan dasar di tingkat desa menjadi salah satu persoalan mendasar yang selama ini terabaikan.

Desa Bakungan, yang berada di wilayah Kukar, saat ini memiliki lima posyandu balita, namun hanya dua di antaranya yang memiliki gedung sendiri. Sisanya masih menggunakan tempat pinjaman, yang berdampak pada kualitas dan kenyamanan layanan.

“Pelayanan kesehatan tidak bisa maksimal kalau masih menumpang. Ibu-ibu datang, tapi ruang tunggunya sempit, balita tidak punya ruang bermain,” jelas Arlusdiansyah saat dijumpai di kantornya, Kamis (26/6/2025).

Menurutnya, kehadiran posyandu bukan hanya soal keberadaan tenaga kesehatan, tapi juga soal rasa aman dan nyaman bagi ibu hamil serta balita yang datang memeriksakan kondisi mereka secara berkala. Ia menambahkan, bangunan yang layak akan mendorong partisipasi aktif warga dan membantu mendeteksi risiko kehamilan lebih dini.

“Kalau tempatnya bagus dan lengkap, warga akan rajin datang,” ujarnya.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan, hingga Mei 2025 terdapat 26 kasus kematian ibu di seluruh provinsi, dengan Kutai Kartanegara dan Samarinda mencatat angka tertinggi, masing-masing enam kasus. Sebagian besar kematian disebabkan komplikasi non-obstetrik (42%), disusul hipertensi dalam kehamilan dan nifas (38%), serta perdarahan obstetrik (12%). (tan/adv diskominfo kukar)

Disdik Kaltim Non Aktifkan Kepala SMAN 10 Samarinda

June 27, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur menonaktifkan Kepala SMAN 10 Samarinda, Fathur Rachim, dari jabatannya. Keputusan ini diambil menyusul keterlambatan dalam menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkekuatan hukum tetap terkait lokasi kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa kelas X tahun ajaran 2025/2026.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyatakan langkah tersebut diambil karena Fathur dinilai tidak menunjukkan itikad baik serta bersikap tidak kooperatif dalam menjalankan amanat hukum. Ia bahkan disebut-sebut memperlambat proses relokasi KBM dari Kampus B ke Kampus A, yang berlokasi di Jalan HAM Rifaddin, Samarinda Seberang.

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin

“Kami hanya ingin memastikan pelaksanaan putusan MA berjalan sesuai aturan. Tahun ajaran baru nanti, seluruh siswa kelas X wajib mengikuti proses belajar di Kampus A SMAN 10,” ujar Armin melalui pesan singkat, Kamis (26/6/2025).

Armin menegaskan, terdapat dua putusan MA yang secara tegas memperkuat penempatan KBM di Kampus A. Oleh karena itu, keputusan ini bukanlah langkah sepihak dari pemerintah daerah, melainkan bentuk kepatuhan terhadap supremasi hukum.

Penilaian terhadap Fathur menunjukkan tidak adanya langkah proaktif dari pihak sekolah dalam merespons perintah pengadilan. Ketidakaktifan inilah yang menjadi dasar utama bagi Pemprov Kaltim untuk mengambil tindakan tegas melalui penonaktifan jabatan kepala sekolah. (tan/adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1075542
    Users Today : 3937
    Users Yesterday : 4022
    This Year : 12052
    Total Users : 1075542
    Total views : 10587825
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-03