Musisi Kaltim Diajak Ciptakan Karya Orisinal di Era Digital

June 27, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Awang Khalik, mengajak para musisi daerah agar terus berinovasi dan menghasilkan karya orisinal. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses penciptaan dan distribusi karya musik.

“Musisi Kaltim harus update dengan kemajuan teknologi, menggunakan digitalisasi, baik dalam pembuatan maupun promosi karya,” ujar Awang saat diwawancarai vivaborneo.com, Kamis (26/6/2025).

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Awang Khalik

Ia menekankan pentingnya pemahaman tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk proses pendaftaran lagu melalui lembaga intelektual, publisher, atau agregator digital.

“Jangan sampai hanya menyanyikan lagu orang lain terus,” katanya.

Awang mencontohkan model pengembangan musik seperti di Bandung, di mana banyak musisi seperti Peterpan (sekarang Noah) tumbuh dari panggung-panggung kecil di kafe. Ia berharap hal serupa dapat berkembang di Samarinda, mendorong musisi lokal untuk menampilkan karya sendiri, bukan sekadar membawakan lagu populer.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pentingnya pendampingan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang musik. Salah satunya dengan program sertifikasi, seperti yang telah dilakukan untuk bidang aransemen lagu.

“Kami kemarin sudah melakukan sertifikasi untuk membuat aransemen lagu. Beberapa asesor juga dari Samarinda. Teman-teman yang sudah berpengalaman seperti Mas David Jalung dan Mas Jondry bisa jadi mentor,” tambahnya.

Awang juga mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas musik. Menurutnya, anak-anak sekolah memiliki potensi besar, namun belum banyak yang mendapat ruang agar berkembang. Ia mengusulkan agar sebelum festival atau lomba musik digelar, diberikan workshop sebagai wadah edukasi dan pembinaan.

“Mungkin sebelum ada perlombaan, ada workshop dulu supaya ekspektasi kita tercapai. Jangan sampai anak-anak berkarya tanpa arahan,” katanya.

Dirinya menyampaikan harapan agar musisi Kaltim bangga dengan karya sendiri dan mampu menembus pasar nasional. Ia juga menyebut pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung subsektor musik dalam peta jalan ekonomi kreatif Kalimantan Timur. (yud/adv diskominfo kaltim)

Hari Musik Jadi Jalan Berkarya dan Berdaya

June 27, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — UPTD Taman Budaya Kalimantan Timur di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim menggelar peringatan Hari Musik Sedunia, Kamis (26/6/2025). Kegiatan ini dibuka Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Awang Khalik, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem musik dan seni daerah.

Acara tersebut diikuti sekitar 12 sanggar seni dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Plt Kepala UPTD Taman Budaya sekaligus Ketua Panitia, Moh. Hardiansyah, mengapresiasi antusiasme komunitas seni yang hadir dan terlibat.

“Saya juga terima kasih kepada teman-teman yang berusaha mengadakan acara ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Awang Khalik menyoroti pentingnya mendorong para pelaku seni untuk lebih serius dalam mengelola karya mereka, terutama dari sisi perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI).

“Banyak karya dari hobi menjadi ‘cuan’ itu artinya menghasilkan uang,” ungkapnya.

Awang menegaskan, pemerintah daerah siap mendampingi proses legalitas karya, baik melalui Dinas Pariwisata, Disperindag, maupun Brida. Ia menjelaskan, pihaknya memiliki kuota pendaftaran HKI yang cukup besar.

“Dinas Pariwisata punya kuota sekitar 60. Kalau satu karya hak cipta sekitar Rp500 ribu, bisa sampai 120 grub yang terbantukan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan musik pengiring tarian atau sound effect, agar tidak terkena penalti karena pelanggaran hak cipta.

Dirinya menekankan, seluruh kegiatan seni budaya yang digagas pemerintah selalu melibatkan komunitas sebagai pelaku utama, sementara pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator.

“Kekuatan kita, setiap kegiatan selalu melibatkan komunitas. Kita hanya sebagai memfasilitasi saja,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, pemerintah akan mengatur kembali program-program untuk 2026 dengan tetap mengedepankan partisipasi komunitas, dan membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku seni tampil dalam event besar seperti Borneo International Festival.

“Kita sering dapat kritikan, kenapa kasih itu-itu aja. Kita buka Webtoon agar semuanya bisa tampil di FB. Keterbukaan ini penting dalam hal pembinaannya,” tuturnya.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pelajar SMA yang menunjukkan semangat kreatif. Awang berharap sistem pembelajaran yang lebih merdeka dapat membentuk karakter pelajar yang berbudaya namun tetap inovatif.

“Mereka masih mempunyai ide-ide cemerlang. Maka dengan itu mungkin sudah berubah cara belajar. Kita belajar merdeka untuk dijadikan sebagai budaya. Ya boleh apa saja, asal jangan meninggalkan budaya warisan,” pungkasnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

Cegah Stunting, Kader Kesehatan Desa Bakungan Bergerak Jemput Bola

June 27, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Kutai Kartanegara – Ketika sebagian besar program kesehatan anak bergantung pada kunjungan rutin ke posyandu, Desa Bakungan di Kecamatan Loa Janan mengambil langkah berbeda. Mengandalkan semangat kolaborasi komunitas, para kader kesehatan di desa ini kini aktif mendatangi rumah warga demi menjangkau balita yang selama ini tak terdata dalam sistem pemantauan gizi.

Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah

Langkah ini muncul dari kesadaran sistem berbasis kunjungan ke posyandu menyisakan celah. Banyak anak yang seharusnya mendapat perhatian kesehatan justru luput dari pantauan karena tidak dibawa ke posyandu secara rutin oleh orang tuanya.

“Kalau hanya menunggu di posyandu, kita kehilangan banyak data. Anak-anak yang tidak datang bisa jadi justru yang paling butuh bantuan,” ujar Kepala Desa Bakungan, Arlusdiansyah, saat dikonfirmasi, Kamis (26/6/2025).

Melalui pendekatan jemput bola, para kader yang tergabung dalam tim posyandu menyambangi rumah-rumah warga. Mereka mencatat identitas balita, mengukur tinggi dan berat badan, serta mencatat kondisi gizi berdasarkan standar kesehatan.

Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki basis data, tetapi juga menjadi media edukasi langsung kepada keluarga terkait pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Inisiatif ini lahir dari keterbatasan yang dihadapi desa. Dari lima posyandu balita yang ada, hanya dua memiliki bangunan sendiri. Sisanya masih menumpang di fasilitas umum yang tidak selalu memadai untuk menggelar layanan berkala.

Kondisi tersebut ikut memengaruhi minat warga dalam memanfaatkan layanan posyandu. Tak sedikit ibu yang enggan datang karena alasan kenyamanan, jarak, atau bahkan kurangnya informasi.

Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kukar per Maret 2025 mencatat prevalensi stunting sebesar 18,7 persen, setara dengan sekitar 12 ribu balita.

Melihat kondisi ini, Arlusdiansyah berharap pola jemput bola dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. “Kita tidak bisa lagi menunggu. Harus aktif cari tahu, siapa yang belum terlayani,” tegasnya. (tan/adv diskominfo kukar)

Pemprov Kaltim Siap Bersinergi Bersama Mahasiswa

June 27, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA — Kalangan mahasiswa mendapat pengakuan penting sebagai elemen strategis pembangunan bangsa dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XI Forum Nasional Sosial Masyarakat (Fornassosmas) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia yang digelar di Universitas Mulawarman, Kamis (26/6/2025).

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang membuka acara tersebut, menyampaikan, mahasiswa memiliki peran besar tidak hanya mengawal kebijakan, tetapi juga memberi solusi.

“Kita harapkan BEM tidak hanya dikenal karena demonstrasinya, tetapi juga karena kontribusinya lewat penelitian, kajian, dan program nyata yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.

Mukernas ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia agar memperkuat jaringan advokasi sosial, menyusun arah gerakan, serta memberikan masukan terhadap isu pembangunan daerah dan nasional.

Seno Aji menegaskan, Pemprov Kaltim terbuka terhadap kolaborasi dan sinergi bersama dunia kampus, demi menghasilkan kebijakan yang lebih responsif.

“Saya percaya peran mahasiswa ke depan sangat strategis. Mereka bisa menjadi mitra pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat,” jelasnya.

Dengan potensi intelektual dan semangat idealisme yang dimiliki, mahasiswa diharapkan mampu menyumbangkan gagasan kritis namun tetap solutif. Forum seperti Mukernas Fornassosmas dinilai penting untuk mengubah gerakan mahasiswa dari yang reaktif menjadi lebih konstruktif.

“Kalau Mukernas ini berjalan dengan baik, maka akan muncul gagasan-gagasan segar yang bisa menjadi bagian dari pembangunan, baik untuk Kalimantan Timur maupun Indonesia secara luas,” tutupnya.

Mukernas XI Fornassosmas ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar melahirkan rumusan kerja nyata yang bisa diimplementasikan dan berdampak langsung di masyarakat. (yud/adv diskominfo kaltim)

“The Best” Bankaltimtara

June 27, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA kebanggaan khusus duduk bersama Dirut Bankaltimtara Muhammad Yamin. Apalagi itu terjadi di ajang  22nd Banking Service Excellence Awards (BSEA) 2025 yang digelar Infobank dan Marketing Research Indonesia (MRI) di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (24/6) lalu.

Soalnya Yamin bersama Bankaltimtara dua nama yang termasuk dalam catatan tinta emas Infobank dan MRI. Sudah 22 tahun lembaga itu meneropong kinerja perbankan termasuk bank pembangunan daerah di seluruh Indonesia. Hasilnya, Bankaltimtara termasuk bank daerah yang selalu berkinerja bagus.

Suasana diskusi ekonomi Infobank membahas ketidakpastian global

Infobank adalah nama majalah bulanan yang diterbitkan pada tahun 1979 oleh PT Infobank Digital Inisiatif Asia. Fokus pemberitaannya mengupas masalah ekonomi terutama perbankan. Sedang MRI adalah lembaga riset yang khusus bergerak di riset pemasaran dan menyediakan layanan studi sindikasi dan pemasaran.

Kedua lembaga ini, Infobank dan MRI bekerja sama melakukan survei kualitas layanan perbankan. Lalu mereka menuangkannya dengan pemberian penghargaan yang diberi label BSEA. Menariknya, mereka survei ke lapangan secara diam-diam. “Saya sendiri tidak tahu kapan mereka melakukan survei di Bankaltimtara,” kata Yamin.

Para pemimpin bank sangat terhormat menerima penghargaan BSEA. Sekaligus menjadi bukti dan alat ukur sejauh mana tingkat kualitas pelayanan yang dilakukan oleh bank dalam memuaskan nasabahnya.

“Ada sekitar 1.500 kali kunjungan dan 34 ribu transaksi kami amati untuk menentukan bank-bank mana saja yang berhak menyandang gelar terbaik dalam memberikan pelayanan prima,” kata Dirut MRI Harry Puspito.

Bersama wartawan yang meliput di Shangri-La Hotel Jakarta

Dia menyebut kantor bank terutama kantor cabang saat ini mengalami tranformasi yang sangat pesat. Transaksi manual sudah sangat berkurang karena bergeser ke transaksi digital. Karena itu staf di front office juga harus mampu menjadi pembimbing bagi nasabah dalam menggunakan transaksi digital. Suasana kantor pelayanan juga berubah menjadi lebih modern dan nyaman.

Yang menarik acara pemberian penghargaan BSEA ke-22 ditandai juga dengan diskusi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dua pembicara hebat ditampilkan. Yaitu Prof Dr Muliaman Hadad dan Dr Mukhamad Misbakhun.

Prof Muliaman adalah kepala Badan Pengelola (BP) Investasi Danantara. Sebelumnya pernah menjadi ketua Dewan Komisioner OJK dan Deputi Bank Indonesia. Sedang Misbakhun saat ini menjadi ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan, moneter dan jasa keuangan. Dia wakil rakyat dari Fraksi Golkar.  Sebelumnya pernah menjadi pegawai Ditjen Pajak dan kader KPS. Misbakhun populer ketika dia menjadi salah satu inisiator pansus Century.

Kedua orang ini menyoroti perekonomian nasional akibat dari ketidakpastian global. Terutama dengan adanya kebijakan Presiden AS Donald Trump menyusul terjadinya perang Iran-Israel. Jika harga minyak sampai melonjak, sudah pasti perekonomian terpukul berat. APBN juga bakal megap-megap dan dunia usaha pun kurang prospektif.

Menghadapi situasi ini, Prof Muliaman menyarankan kita harus memiliki agility. Yaitu ketangkasan atau kecakapan untuk menyesuaikan diri. Mulai strategic agility, operational agility, cultural & human agility, technological agility, customer & market agility sampai financial agility.

Sedang Misbakhun meminta pemerintah tetap fokus dalam menjalankan APBN 2025. “Tetap ekspansif, terarah, dan terukur,” tandasnya.

DUA PENGHARGAAN

Pada ajang BSEA 2025, Bankaltimtara menerima dua penghargaan, yaitu The Best Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2020-2024) dan The 2nd Best Region Bank in Excellence Website.

Bayangkan kurang apa hebatnya pelayanan di Bankaltimtara. Selama 5 tahun berturut-turut (2020-2024) mampu menyabet penghargaan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. “Pelayanan memang menjadi kekuatan kita dalam menjaring dan melayani nasabah,” kata Yamin.

Yang menarik penghargaan untuk Bankaltimtara diserahkan oleh Prof Muliaman bersama Chairman Infobank Media Group Eko B Supriyanto serta disaksikan Ketua Komisi XI Dr Misbakhun dan Dirut MRI Harry Puspito.

“Selamat atas prestasi yang luar biasa dari Bankaltimtara. Terus meningkatkan kinerja dan karya,” kata Prof Muliaman sembari menyerahkan trofi.

Yamin mengaku bangga atas penghargaan tersebut. “Hasil kerja keras kita tidak sia-sia. Kualitas kinerja Bankaltimtara tidak kalah dengan bank-bank daerah lainnya termasuk dalam penerapan digitalisasi,” katanya setelah menerima penghargaan.

Jabatan direktur utama dipegang M Yamin sejak tahun 2020 menggantikan Zainuddin Fanani. Dia memiliki pengalaman yang panjang di bank milik Pemprov Kaltim dan Kaltara itu. Pernah menjadi pemimpin cabang di Kukar dan Balikpapan, kepala Divisi Kredit sampai direktur Operasional. Dia alumnus Sekolah Staf dan Pimpinan Bank (Sespimbank) LPPI Jakarta dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mulawarman (Unmul).

Banyak prestasi yang diraih Yamin dan Bankaltimtara di penghargaan BSEA di tahun-tahun sebelumnya. Dari catatan Dale Amazone, staf Humas Bankaltimtara, sudah belasan awards dipajang di Kantor Pusat Bankaltimtara di Jl Jenderal Sudirman 33, Samarinda Kota.

Sementara itu, dalam ajang TOP BUMD Awards 2025 yang digelar Majalah TopBusiness bekerjasama dengan Institut Ototomi Daerah (i-OTDA), Bankaltimtara juga meraih dua penghargaan.

Selain penghargaan TOP BUMD Awards 2025 # Bintang 5, juga Yamin dianugerahi sebagai TOP CEO BUMD 2025. Bersamaan itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang dinobatkan sebagai TOP Pembina BUMD 2025.

Bankaltimtara juga meraih penghargaan dengan predikat  “gold” untuk kategori “Well Implementation Control (WIC)” pada Awarding Ceremony Indonesia Operations Banking Summit (IOBS) di Swissotel PIK Avenue’ Jakarta, 27-28 Mei lalu.

WIC diberikan  kepada bank atau tim operasional bank yang telah berhasil dalam menerapkan sistem pengendalian internal yang efektif, efisien dan sesuai dengan regulasi dalam lingkup industri perbankan di Indonesia.

Dengan berbagai pencapaian ini, Bankaltimtara semakin mengukuhkan posisinya sebagai bank pembangunan daerah yang berdaya saing tinggi dan punya komitmen kuat dalam memajukan perekonomian daerah.

Apalagi posisi modal Bankaltimtara saat ini sudah mencapai Rp7,5 triliun. Dengan posisi modal sebesar itu, menjadikan Bankaltimtara sebagai bank dengan modal inti tertinggi di antara bank pembangunan daerah se-Indonesia versi Bisnis.com. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1091282
    Users Today : 4160
    Users Yesterday : 5223
    This Year : 27792
    Total Users : 1091282
    Total views : 10692295
    Who's Online : 59
    Your IP Address : 216.73.216.88
    Server Time : 2026-01-06