Kritik Emir Moeis Soal Vonis 3 Tahun 6 Bulan Hasto Kristiyanto

July 26, 2025 by  
Filed under Nusantara

Politikus senior PDI Perjuangan, Izedrik Emir Moeis

SAMARINDA – Politikus senior PDI Perjuangan, Izedrik Emir Moeis menyampaikan kritik keras terkait vonis 3 tahun 6 bulan yang dijatuhkan kepada Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta, Jumat 25 Juli 2025. Emir menilai proses hukum yang menjerat Hasto sarat dengan politisasi.

“Saya merasa sedih, kecewa, dan prihatin sekali. Karena ternyata hukum serta tata kenegaraan di Republik ini sudah demikian kacaunya. Seseorang bisa dihukum atas dasar persamaan politik atau menjadi terjadilah yang namanya politisasi hukum,” ungkapnya.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tersebut, mengutarakan bahwa kasus yang menjerat Hasto tidak berkaitan dengan kerugian negara, namun dibawa ke ranah korupsi.

“Contohnya Tom Lembong yang tidak merugikan uang negara, hanya kebijakan, dan Hasto Kristiyanto yang tidak ada satu sen pun merugikan negara. Masalahnya adalah masalah politik. Kok dibawa ke ranah korupsi,” tegasnya.

Dirinya pun menyoroti kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang dinilainya cenderung mencari kasus kecil, sementara kasus besar justru ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

“KPK hanya cari yang kecil-kecil sehingga nyata betul ini menjadi organ politik. Ini yang saya sedihkan, menjadi organ politik ini jauh lebih buruk daripada zaman Orde Baru dulu,” lanjutnya.

Pria kelahiran Jakarta, 27 Agustus 1950 tersebut turut mempertanyakan keberanian dari hakim yang bertugas, telah menjatuhkan vonis dengan mengatasnamakan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Astagfirullah, kok berani-beraninya ya membawa nama Allah untuk menghukum orang yang atas dasar pesanan politik,” ungkapnya.

Emir menilai KPK seharusnya menjadi lembaga independen, bukan alat kepentingan politik.

“KPK cukup baik sebagai satu organ. Cuma pengemudinya, supirnya, atau the man behind the gun ini yang seringkali melakukan perundingan-perundingan politik dengan pihak-pihak penguasa atau pihak-pihak yang bisa menguntungkan,” katanya.

Dirinya pun mendesak DPR RI untuk turun tangan melakukan evaluasi serius.

“Sudah waktunya DPR turun tangan lagi. Kalau begini terus lebih baik enggak usah ada (KPK),” pungkasnya. (*)

SMSI Sematkan Anugerah Pin Emas Kepada Jaksa Agung RI ST Burhanuddin

July 26, 2025 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Konvensi Nasional bertajuk “Sinergi dalam Membangun dan Menegakkan Supremasi Hukum Menuju Indonesia Emas 2045”, di The Jayakarta Hotel, Jakarta, 25 Juli 2025.

Pada momen tersebut, SMSI sebagai organisasi  star up media siber terbesar di dunia versi Menteri Pariwisata RI dan Museum Rekor Indonesia (MURI), turut memberikan anugerah Sahabat Pers dan Pin Emas kepada puluhan tokoh nasional.

Penerima Anugerah Sahabat Pers SMSI 2025, diantaranya, Rino Afrino, Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia, Muhammad Adnan Yasin, Dewan Redaksi Majalah TERAS, AKBP Nantalena Eko Cahyono, Kapolres Kabupaten Bungo, Polda Jambi, Provinsi Jambi, Fajar Syah Putra, Kejari Kota Medan diwakili oleh Dapot Dariarma, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Medan, Afni Carolina, M.H.Kajari Lampung Selatan, serta  . Iswanto, MH Kepala Kejaksaan Tinggi Banten yang  diwakili Jefri Penanging Makapedua, Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Banten.

Sementara Anugerah Pin Emas disematkan kepada H. ST Burhanuddin, yang diwakili  Anang Supriatna selaku Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum ) Kejaksaan RI sekaligus tampil sebagai keynote speaker.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus juga turut memberikan apresiasi dan berterimakasih kepada para mitra SMSI yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

“Terimakasih kepada semua  mitra  yang telah mendukung Konvensi Nasional SMSI 25 Juli 2025,  BRI, Bank BJB,  Bank BJB Syariah, Bank Banten, Pertamina Hulu Indonesia dan juga dukungan dari Polri dan Kejaksaan,” ucapnya.

Untuk diketahui, konvensi nasional SMSI kali ini, juga dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional LKBH SMSI yang sebelumya telah dilantik. (*)

Insan Mulia A ke Final Sumber Agung Cup

July 26, 2025 by  
Filed under Sepakbola

Tim Insan Mulia A (foto Syahril)

BATU PUTIH – Tim Insan Mulia A benar-benar membuktikan dirinya sebagai tim yang patut diperhitungkan di wilayah Berau Pesisir. Ini setelah dibuktikan di laga semifinal turnamen sepakbola Sumber Agung Cup Jum’at (25/7/25). Tim kuat ‘langganan trofi ‘ juara sekelas Pestan Jaya Kampung Giring – giring sukses disingkirkan melalui drama adu pinalti skor 4-2 (0-0).

Dengan hasil ini Insan Mulia A berhak ke final, sambil menunggu calon lawannya  yang juga bertanding hari ini  Sabtu(26/7/25) antara Talisayan Putra versus Pantai Harapan. “Ya, siapa pemenang antara Talisayan Putra atau Pantai Harapan ini, akan menghadapi Insan Mulia A  yang lebih dulu lolos ke final,” sebut ketua panitia , M  Jupri kepada Viva Borneo.

Tim Pestan Jaya (foto Syahril)

Kembali ke permainan, di babak pertama pertandingan 2×35 menit yang dipimpin wasit Hardiansyah , Pestan Jaya lebih mendominasi permainan. Beberapa peluang pemain Pestan Jaya, Enda, Arsal, Joko  dan lainnya tercipta namun selalu gagal menghasilkan gol. Merasa dalam tekanan lawan, Insan Mulia A tak tinggal diam. Iyen, Reynold, Ferry, Aris, Irvan  tetap  berusaha  fokus menghalau setiap serangan Pestan Jaya. Sesekali dalam kesempatan. Insan Mulia A melakukan serangan balik berbahaya. Sayangnya, hingga babak pertama berakhir skor 0-0 !tidak berubah.

Di babak kedua, Insan Mulia A lakukan perombakan strategi dan menarik keluar beberapa pemainnya. Usaha itu berhasil, kini giliran Insan Mulia A yang ambil peran menyerang. Menit 50 Insan Mulia A punya peluang ciptakan gol lewat strikernya Ferry.  Lagi-lagi peluang terbuang percuma setelah Ferry yang tinggal berhadapan dengan Adit, penjaga gawang Pestan Jaya tendangannya terlalu pelan dan berhasil diantidipasi dengan sempurna Adit. Skor 0-0 pun bertahan hingga usianya babak kedua.

Menentukan pemenang menuju final harus dilakukan tendangan adu pinalti. 4 penendang Insan Mulia A, Aris  Iyen. Rizal dan Baso Arfan sukses laksanakan tugas dengan baik. Sedangkan Pestan Jaya dari 4 penenandangnya,  2 pemain yaitu  Joko dan Andi berhasil cetak gol, sementara 2 penendangnya Fikri dan Arsal gagal eksekusi pinalti.

Skor 4-2 kemenangan Insan Mulia A itupun disambut antusias ratusan suporternya yang jauh-jauh datang  dari Talisyaan untuk.berikan dukungan. Pertandingan semifinal kedua  Sabtu (26/7/25) pukul 16.00 WITA pertemukan Talisayan Putra  dari Kecamatan Talisyaan versus Pantai Harapan dari Kecamatan Biduk-biduk.(yoi)

Tari Kolosal Yayasan Gubang Semarakkan Opening Ceremony EBIFF 2025

July 26, 2025 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Opening Ceremony East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 berlangsung meriah di Stadion Kadrie Oening, Samarinda. Jumat malam (25/7/25).

Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian datang dari Yayasan Gubang yang mempersembahkan tarian kolosal bertema budaya lokal Kalimantan Timur.

Tarian yang melibatkan puluhan penari ini menampilkan harmoni antara gerakan tradisional dan elemen teatrikal yang mengangkat kearifan lokal. Penampilan kolosal tersebut menjadi pembuka yang megah, sekaligus menggambarkan kekayaan budaya Borneo di hadapan para tamu undangan dan peserta festival dari berbagai daerah dan mancanegara.

Tari kolosal Yayasan Gubang berhasil menghidupkan suasana stadion yang dipenuhi penonton. Iringan musik etnik dan tata cahaya panggung yang memukau turut memperkuat nuansa budaya yang ditampilkan pada pertunjukan berdurasi sekitar 30 menit itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan, pertunjukan pembuka ini merupakan simbol dari semangat masyarakat Kaltim menyambut para tamu dari luar daerah dan luar negeri.

“EBIFF adalah ajang pertukaran budaya internasional, dan penampilan ini menunjukkan bahwa kita siap menjadi tuan rumah yang hangat dan membanggakan,” ujarnya.

EBIFF 2025 sendiri diikuti delegasi dari lima negara tetangga dan daerah di Indonesia. Festival ini akan berlangsung hingga 29 Juli, menghadirkan kirab budaya, pentas seni, lokakarya, hingga pameran UMKM.

Tari kolosal Yayasan Gubang menjadi bukti, seni tradisional masih relevan dan dapat dikemas dengan menarik untuk khalayak luas. Penampilan ini pun mendapat sambutan meriah dari penonton dan menjadi pembuka yang memikat serangkaian agenda budaya EBIFF 2025. (yud)

Opening Ceremony EBIFF 2025 Tampilkan Diplomasi Budaya Multikultural di Bumi Etam

July 26, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA– Perhelatan akbar East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 resmi dibuka dengan meriah, opening ceremony ini diwarnai penampilan memukau dari para peserta EBIFF yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan lima negara sahabat—Korea Selatan, Polandia, India, Rusia, dan Rumania. Acara ini bertempat di Stadion Kadrie Oening, Samarinda. Jumat malam (25/7/2025).

Setiap delegasi menampilkan kekayaan budaya mereka melalui tarian, musik tradisional dan busana khas. Ribuan penonton yang memadati stadion larut dalam semangat persahabatan dan kemeriahan lintas budaya.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan, EBIFF bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga sebagai jembatan diplomasi antar bangsa.

“EBIFF bukan hanya tentang budaya, tetapi juga ruang dialog antar bangsa dan momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah ke panggung global,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kalimantan Timur adalah miniatur Indonesia yang sesungguhnya—tempat berbagai etnis dan budaya tumbuh berdampingan. Mulai dari suku Kutai, Banjar, Bugis, Jawa, hingga budaya modern, semuanya berbaur menjadi kekuatan multikulturalisme yang hidup.

“Multikulturalisme bukan hanya semboyan, tetapi kenyataan yang hidup di Kalimantan Timur,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya festival ini agar mendorong penguatan ekonomi kreatif daerah. Ia menilai EBIFF mampu membuka peluang kerja baru bagi anak muda, memperkuat eksistensi UMKM berbasis budaya, serta menempatkan Kalimantan Timur sebagai pusat kebudayaan dan peradaban baru Indonesia, terlebih dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, peserta, panitia, serta pihak-pihak yang terlibat menyukseskan acara. Ia mengajak masyarakat Kalimantan Timur ikut ambil bagian merayakan keberagaman dan menjaga warisan budaya.

 

“Semoga EBIFF terus berkembang dan menjadi festival budaya yang mendunia,” pungkasnya.  (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1460831
    Users Today : 2437
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 397341
    Total Users : 1460831
    Total views : 12864525
    Who's Online : 54
    Your IP Address : 216.73.216.84
    Server Time : 2026-03-11