Jasa Raharja Lakukan Safety Riding di PT Bina Pertiwi

September 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Jasa Raharja Cabang Samarinda bersama dengan Honda melaksanakan sosialisasi Safety Riding di PT Bina Pertiwi, Selasa (23/9/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi kepada komunitas motor sebagai contoh baik keselamatan dalam berkendara. Jasa Raharja Cabang Samarinda melalui Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Rivaldi menjelaskan mengenai tugas pokok Jasa Raharja serta digitalisasi dan kemudahan yang disediakan Jasa Raharja dalam melayani masyarakat.

Rivaldi menyampaikan pentingnya untuk menjaga keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Ia juga menjelaskan informasi terkait peran dan tanggung jawab Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan kepada korban kecelakaan lalu lintas, serta pentingnya kepatuhan terhadap aturan berkendara demi keselamatan bersama.

Melalui kegiatan ini Jasa Raharja berharap dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam berkendara yang aman dan nyaman di jalan raya, sehingga dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas. (*)

Wildan Taufiq Raih Peringkat Pertama PKA Angkatan 12 BPSDM Kaltim

September 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Samarinda – Sebanyak 40 orang peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang tergabung dalam Angkatan XII, Rabu (24/9/2025).

Pelatihan selain berasal dari para pejabat eselon III atau pejabat administrator dari lingkup Pemerintah Provinsi Kaltim, juga berasal dari Pemerintah Kabupaten/Kota se Kaltim. Pelatihan selama 105 hari atau tiga setengah bulan dilakukan secara blanded learning (sistem pembelajaran campuran), yaitu secara daring (dalam jaringan) atau online dan secara klasikal (tatap muka atau luring/luar jaringan atau offline). Ada yang dilakukan secara mandiri, jadi peserta bisa belajar secara mandiri melalui modul yang disediakan Panitia Penyelenggara secara online.

Ada juga proses pembelajaran dengan metode synchronous, di mana peserta pelatihan dengan fasilitator widyaiswara bertemu dalam ruang pembelajaran secara daring. Fasilitator menyampaikan materi secara singkat yang dikemas atau dikelompokkan dalam Agenda I, II, III, dan Agenda IV. Usai penyampaian materi, peserta diberikan penugasan, baik secara individu, maupun kelompok. Peserta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dan diberikan waktu penyelesaian memanfaatkan jadwal asynchronous secara terjadwal dan diwajibkan juga melakukan absensi secara online. Peserta yang terlambat melakukan presensi, di dasboard, langsung menunjukkan warna merah. Ini juga merupakan bagian penegakan disiplin PNS selama mengikuti pelatihan secara daring.

Kepala Bidang Pelatihan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDM Kaltim, Rina Kusharyanti selaku Ketua Panitia melaporkan, bahwa pembelajaran PKA Angkatan XII yang dimulai dari tanggal 5 Juni sampai dengan 24 September 2025 itu setara dengan 908 jam pelajaran (JP). Kurikulum meliputi Agenda I tentang Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme; Agenda II tentang Kepemimpinan Kinerja; Agenda III tentang Manajemen Kinerja; dan Agenda IV tentang Aktualisasi Kepemimpinan Kinerja.

”Peserta sebanyak 40 orang. Berasal dari lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 13 orang, Pemkot Bontang 6 orang, Balikpapan 1 orang, Mahakam Ulu 4 orang, Kutai Timur 5 orang, Penajam Paser Utara 3 orang, dan utusan dari Pemkab Kutai Kartanegara sebanyak 4 orang. Sedangkan yang tidak lulus sebanyak 3 orang,” pungkas Rina Kusharyati.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, pada saat memberikan sambutan penutupan, memberikan apresiasi atas keseriusan peserta selama mengikuti program pelatihan.

”Saya menekankan pentingnya peran para pejabat administrator dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dan inovatif,” tandas Nina Dewi.

Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama, yang juga sebagai salah satu coach melaporkan, Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, sebelum mengakhiri sambutan menyampaikan nama peserta yang memperoleh peringkat pertama, yaitu Wildan Taufik, dari Kesbangpol Kaltim. Sedangkan peringkat kedua sampai peringkat kelima, berturut-turut atas nama Indra Nopika Wijaya, dari Pemkot Bontang, Rini Wahyuni, dari Bontang, Saipul Mujahidin dari Kabupaten Paser, dan Muhammad Takwin, dari Pemerintah Kota Bontang. (mje)

Bupati Kukar Ingin OPD Lakukan Government Marketing

September 24, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

‎TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri membuka dan menyerahkan penghargaan Pekan Inovasi dan Kreativitas Kabupaten Kukar tahun 2025, di ruang Serbaguna Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, Selasa (23/9/2025).

‎‎Kegiatan bertema “Inovasi dan kreativitas untuk akselerasi pencapaian Kukar Idaman Terbaik” juga turut dihadir Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Ahyani Fadianur Diani, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Kukar.

‎‎Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kukar Maman Setiawan dalam laporannya mengatakan kegiatan pekan inovasi dan kreativitas tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan apresiasi penghargaan dan motivasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelompok masyarakat maupun perorangan dalam berinovasi guna memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat.

‎‎Ditambahkannya, kegiatan tersebut juga sebagai langkah dalam menginventarisasi inovasi dan kreativitas yang nantinya akan di daftarkan pada Kemenkumham sebagai hak kekayaan intelektual. serta menyiapkan inovasi yang nantinya diikutsertakan dalam kompetisi inovasi nasional.

‎‎”Kegiatan ini juga dimaksudkan guna memberikan poin angka kredit bagi para inovator dan keberlanjutan inovasi,” ujar Maman.

‎‎Sementara itu, dr. Aulia Rahman Basri dalam arahannya menyambut baik kegiatan pekan inovasi dan kreativitas daerah yang terus terjaga dan terawat dengan baik di Kabupaten Kukar.

‎‎Mengapa dirinya sangat menyambut baik kegiatan tersebut, karena menurutnya situasi saat ini mengharuskan agar terus berinovasi dan berkreatifitas guna mengikuti perkembangan teknologi dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada.

‎‎”Saya menyambut baik kegiatan ini, saya berharap inovasi-inovasi yang dilaksanakan itu benar-benar maupun laksana sehingga ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat Kukar, ” ujar dr. Aulia.

‎‎Lebih lanjut, berkenan dengan menjaga inovasi tersebut bisa terus berlanjut, dirinya beranggapan bahwa hal tersebut tidak hanya berada di Dinas Brida semata, namun bagaimana seluruh stakeholder yang ada ikut berpartisipasi bersama dalam melestarikan dan menjaga budaya inovasi tersebut.

‎‎Aulia menambahkan, guna memberikan semangat kepada seluruh stakeholder dalam menjaga budaya inovasi tersebut, kedepan akan dibuat kebijakan terkait reward kepada para inovator, sehingga hal tersebut menurutnya akan memicu setiap individu dan perangkat daerah untuk berlomba-lomba dalam menciptakan inovasi terbaik dalam memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat.

‎‎”Menurut hemat saya, dan ini akan kita bingkai dalam rangkaian kebijakan untuk kawan-kawan inovator ini harus diberikan reward yang semestinya, ” ujarnya.

‎‎Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengapresiasi terkait indeks inovasi Kabupaten Kukar yang telah mencapai 62 persen, dimana hal tersebut menurutnya telah melebihi target yang diinginkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

‎‎Lebih lanjut, berkenan dengan telah banyaknya inovasi yang tercipta sehingga hal tersebut menandakan bahwa pemerintah telah bekerja dan berkinerja.  namun menurutnya hal tersebut tidak berhenti sampai disitu semata, namun bagaimana setiap kepala organisasi perangkat daerah bisa melakukan Goverment marketing, yaitu upaya dari pihak organisasi perangkat daerah dalam memberikan informasi publik, layanan, produk, dan inisiatif kepada masyarakat terkait apa yang telah dilaksanakan, dan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

‎‎”Yang harus disampaikan ke publik adalah kerja dan kinerja kita, bukan orangnya, akan tetapi apa yang sudah kita lakukan, capaian-capaian apa yang sudah kita lakukan, itulah yang disampaikan kepada publik, ” ucapnya.

‎‎Diakhir arahannya, Aulia berharap inovasi dan kreativitas tersebut kedepan bisa menjadi budaya organisasi di perangkat daerah yang ada di Pemerintahan Kabupaten Kukar.

‎‎Sebagai informasi,kegiatan diakhir dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para inovator, kelompok masyarakat dan OPD dilingkungan Pemkab Kukar oleh Bupati Kukar.( kk07).

Kementerian Kebudayaan Kembali Gelar Program Anugerah Kebudayaan Indonesia

September 24, 2025 by  
Filed under Berita

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan RI kembali akan menyelenggarakan program Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada individu, komunitas, dan lembaga yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam memajukan kebudayaan nasional. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, memimpin langsung Rapat Persiapan Tim Penilai Penghargaan Menteri dalam rangka Anugerah Kebudayaan Indonesia di Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 23 September yang menjadi penanda dimulainya proses penjurian untuk 12 kategori penghargaan AKI tahun ini.

Membuka diskusi, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyampaikan laporan terkait pelaksanaan program AKI Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk konkret komitmen pemerintah dalam mendukung pelaku budaya yang selama ini telah bekerja secara konsisten dan berdedikasi tinggi bagi kemajuan kebudayaan Indonesia.

Dirjen Ahmad Mahendra juga secara resmi mengumumkan 12 kategori penghargaan yang akan dinilai pada tahun ini, yaitu Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Lembaga Asing dan Perorangan Asing, Anak, Media, Pemerintah Daerah, Museum, Taman Budaya, Masyarakat Adat, Anjungan Daerah Taman Mini Indonesia Indah, dan Sastra.

Sementara itu, dalam arahannya, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan bahwa penyelenggaraan Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan amanat konstitusi, khususnya Pasal 32 UUD 1945, yang menegaskan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

“Apresiasi terhadap pelaku budaya bukan hanya tentang penghormatan simbolik, tapi juga bentuk komitmen negara dalam menjaga kesinambungan warisan budaya dari generasi ke generasi,” ujar Menbud Fadli. Ia menekankan pentingnya akselerasi dalam pemajuan kebudayaan, terlebih sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga tersendiri yang tidak lagi menjadi bagian dari kementerian pendidikan atau riset.

Pada kesempatan ini, Menbud Fadli turut mengapresiasi kehadiran dan partisipasi para penilai yang berasal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, pejabat publik, hingga tokoh media. Menurutnya, keberagaman latar belakang para juri atau penilai akan memperkuat kredibilitas proses seleksi yang tengah berlangsung.

Menbud Fadli juga menyoroti pentingnya penghargaan terhadap maestro budaya, terutama mereka yang telah mendedikasikan hidupnya pada seni tradisi. “Penetapan maestro harus dilakukan dengan hati-hati. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi komitmen negara seumur hidup,” tegasnya.

 

Tidak hanya itu, Menbud Fadli juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah memperluas cakupan penghargaan dengan menambahkan beberapa kategori baru seperti Museum, Taman Budaya, Media, dan Anjungan Daerah TMII. Ia berharap, penghargaan ini dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk lebih aktif menghidupkan ruang-ruang kebudayaan di wilayahnya.

“Anjungan daerah di TMII adalah miniatur Indonesia. Kita harap daerah-daerah semakin terpacu memperbaiki fisik bangunan dan menghidupkan kegiatan budayanya. Begitu juga dengan museum-museum di daerah yang sering kali punya koleksi luar biasa,” ujar Menbud Fadli.

Penganugerahan AKI Tahun 2025 akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan digelar pada Oktober 2025, mencakup kategori Media, Lembaga Asing, Pemerintah Daerah, Museum, Taman Budaya, dan Anjungan Daerah TMII. Sementara itu, tahap kedua direncanakan berlangsung pada Desember 2025, yang akan menganugerahkan penghargaan untuk kategori Maestro Seni Tradisi, Masyarakat Adat, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Anak, serta Sastra.

Rapat Persiapan Tim Penilai Penghargaan Menteri dalam rangka AKI 2025 yang berlangsung secara luring dan daring ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal  Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik; Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati; Wakil Rektor Universitas Bakrie, Tri Andika; jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan, serta jajaran tim penilai AKI 2025.

Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam proses seleksi untuk bekerja secara jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab. Menbud Fadli berharap AKI 2025 dapat memperluas makna apresiasi budaya dan menjadi bagian dari ekosistem besar dalam membangun Cultural and Creative Industry (CCI) yang berkelanjutan.

“Kalau bukan kita yang mengapresiasi para pelaku budaya, siapa lagi? Mari kita jadikan Anugerah Kebudayaan Indonesia ini sebagai panggung penghormatan dan regenerasi bagi kebudayaan nasional kita,” tutupnya. (**)

Berlisensi Nasional, Wasit Wawan Novianto Dua Kali Sukses Pimpin Laga Final Piala Direksi Pupuk Kaltim

September 24, 2025 by  
Filed under Sepakbola

BONTANG – Keberhasilan laga Final Piala Direksi Pupuk Kaltim 2025 tak lepas dari peran wasit berpengalaman Wawan Novianto. Pasalnya, pria kelahiran madiun 10 November 1982 itu sudah kedua kalinya dipercaya dalam turnamen antar kelurahan se Bontang tepatnya di tahun 2024 dan 2025.

Wawan mengaku bangga dan berterima kasih atas kepercayaan panitia dalam menunjuk dirinya untuk memimpin final antara Kelurahan Tanjung Laut dan Loktuan. Ditonton ribuan pecinta sepak bola di Bontang,kata dia membuat dirinya termotivasi untuk tampil yang terbaik selama memimpin.

“Tentunya bangga dipercaya pimpin final yang kedua kalinya,”terangnya kepada media ini Rabu (24/09/2025).

Pria berlicensi C1 Nasional Askot Bontang itu menyebut sudah terbiasa dengan suasana pertandingan yang penuh dengan tekanan. Tercatat, berbagai ajang sudah dia pimpin mulai Liga 3 Asprov, Suratin Asprov,Porprov dan berbagai turnamen lainnya.

“Semua turnamen di Bontang sudah pernah kami pimpin. Jadi banyak pengalaman sudah kami terima,’’ucapnya.

Dirinya pun berharap dalam setiap turnamen di Bontang untuk memperhatikan kelengkapan perangkat pertandingan. Termasuk disediakannnya TV untuk memonitoring jalannya pertandingan. Mengingat sering terjadi mis dalam mengambil keputusan.

“Termasuk penentuan keputusan. Turnamen Direksi Pupuk Kaltim sudah baik. Semoga bisa ditingkatkan lagi. Bagi semua pecinta bola di Bontang dukung tim tanpa  saling melukai,”tutupnya.

Sebagai informasi, dalam laga final wasit Askot Bontang menurunkan 6 perangkat pertandingan yakni Wasit tengah Wawan Novianto,Asisten Wasit 1,2 Yudha  dan Risky Asisten Wasit Bantu 1 dan 2 Irfan capten dan Rafli . Kemudian dibantu Wasit Cadangan Wahyu. (wan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1107579
    Users Today : 3944
    Users Yesterday : 4433
    This Year : 44089
    Total Users : 1107579
    Total views : 10831705
    Who's Online : 56
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-10