Universitas Moestopo Gelar Program PKM untuk Tekan Stunting di Bogor

September 30, 2025 by  
Filed under Nusantara

Jakarta – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai kontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional penurunan stunting. Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan PKM Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini digelar sejak Juli hingga November 2025 di Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Kegiatan dilakukan melalui kerja sama dengan Kelompok Masyarakat Desa (Pokmas) untuk memberikan penyuluhan seputar komunikasi lingkungan yang berkaitan erat dengan pencegahan stunting. Desa Sukaresmi sendiri masih menghadapi persoalan gizi kronis dan sanitasi yang belum memadai, yang berkontribusi pada tingginya angka stunting.

Selain penyuluhan kesehatan, kaum perempuan yang tergabung dalam Pokmas juga dibekali literasi digital. Tujuannya agar mereka mampu menyaring informasi kesehatan dari hoaks sekaligus menciptakan konten edukatif tentang gizi dan pemanfaatan bahan pangan lokal.

Ketua tim PKM, Dr. Eni Kardi Wiyati, menegaskan bahwa komunikasi memegang peranan penting dalam perubahan perilaku masyarakat. “Melalui komunikasi yang tepat, kesadaran dapat ditingkatkan, pola hidup lebih sehat bisa tercipta, dan lingkungan tumbuh kembang anak menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kepala Desa Sukaresmi, Yaya Sunarya, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, sebagian warga masih beranggapan anak yang aktif bermain pasti sehat, padahal indikator pertumbuhan juga harus dilihat dari tinggi dan berat badan. Ia berharap program ini mampu mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dan sanitasi lingkungan.

Sebagai inovasi tambahan, tim PKM memperkenalkan aplikasi digital bernama E-Lingkus POKMAS Sukaresmi. Aplikasi ini dirancang sebagai media informasi sekaligus alat bantu dalam pengambilan keputusan terkait layanan kesehatan, promosi gizi, dan pencegahan penyakit. Kehadiran aplikasi tersebut juga mengisi kekosongan karena desa Sukaresmi belum memiliki situs resmi untuk publikasi informasi.

Ketua Pokmas Sukaresmi, Kusnadi Rusdiana, menyatakan penggunaan aplikasi dan website desa sangat membantu warga dalam mengakses informasi sekaligus meningkatkan keterampilan digital masyarakat.

Rangkaian kegiatan PKM ini meliputi pelatihan literasi digital, pengelolaan informasi kesehatan lingkungan, hingga pendampingan dalam mengelola website desa. Tim Universitas Moestopo yang digawangi oleh Eni Kardi Wiyati, Dwi Ajeng Widarini, Herlin Sukmarini, bersama para mahasiswa, berharap program ini dapat meninggalkan dampak berkelanjutan dalam upaya menurunkan stunting sekaligus memperkuat konsep Kampus Berdampak. (*)

FAZZIO Hybrid Movement (FOMO) di Balikpapan Diramaikan dengan Workshop,Gathering & Riding Bareng

September 30, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

BALIKPAPAN – Setelah sukses digelar di Samarinda, event Fazzio Hybrid Movement (FOMO) kini hadir di Kota Balikpapan. Kegiatan yang diadakan oleh PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku main dealer Yamaha Kaltimtara ini menyasar anak muda, khususnya Generasi Z khususnya pecinta motor Yamaha Fazzio. Dan juga yang Istimewa Brand lain selaian Yamaha bisa ikut Serta juga dan GRATIS.

Acara yang digelar pada Minggu, (28/9/2025) ini diawali dengan kegiatan Riding Bareng/ Roling Cit, mengambil start dari Yamaha Sentral, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, dan berakhir di Hitman Heritage Mercier Patisserie, Jalan Letkol Pol. H. Asnawi Arbain, Balikpapan.

“Agenda ini merupakan yang pertama kalinya kami gelar di Balikpapan dengan tajuk FOMO atau Fazzio Hybrid Movement. Sebelumnya event serupa sudah sukses diadakan di Samarinda. Sasaran utama kami adalah Gen Z owner Yamaha Fazzio,” ujar Asisten Manajer Promosi PT STSJ Main Dealer Yamaha Kalimantan, Efendy Ariadi.

Meski berfokus pada pengguna Yamaha Fazzio, Efendy menegaskan bahwa kegiatan ini juga terbuka untuk pengguna motor Merk Lain

“Pesertanya tidak hanya dari Yamaha. Ada juga peserta dari berbagai merek lain. Total peserta kali ini sekitar 32 motor, terdiri dari 17 pengguna Fazzio dan 15 pengguna motor merk lain,” jelasnya.

Menariknya, FOMO kali ini tidak hanya berisi kegiatan riding, tetapi juga dirangkai dengan Gathering dan Workshop Gratis. Yamaha berkolaborasi dengan Faimo untuk mengadakan pelatihan kreatif seperti pembuatan Chunky Bag dan dekorasi kue (Decoration Cake).

“Alhamdulillah, peserta workshop sangat antusias. Kami juga menyiapkan souvenir menarik khusus untuk konsumen Fazzio,” tambah Efendy.

Selain itu, panitia juga memberikan free package khusus bagi pengguna Fazzio serta berbagai souvenir menarik lainnya.

“Acara Fazzio Hybrid Movement ini akan menjadi agenda rutin di wilayah Kaltim, dengan variasi workshop yang berbeda di setiap kota. Jadi, untuk seluruh konsumen Yamaha, tunggu event menarik berikutnya,” tutup Efendy Ariadi. (*)

Sertifikat Tanah Ulayat Jadi Penjaga Warisan Budaya Masyarakat Adat

September 30, 2025 by  
Filed under Nusantara

Sumba Timur – Di tengah derasnya arus perubahan zaman, masyarakat Desa Tandula Jangga, Kabupaten Sumba Timur, memilih untuk menjaga warisan leluhur mereka. Perbukitan yang luas, kuda-kuda berlarian, serta rumah berpuncak atau Uma Mbatangu jadi pemandangan sehari-hari masyarakat Desa Tandula Jangga.

Meski hidup di tengah budaya yang kental, mereka tetap butuh pengakuan agar keberadaan mereka sah di mata hukum. Untuk itulah penting bagi mereka menyertifikatkan tanah ulayatnya. Staf Khusus Bidang Reforma Agraria pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Rezka Oktoberia, menegaskan sertifikasi tanah ulayat adalah langkah penting agar adat tidak hilang ditelan waktu.

“Pendaftaran tanah ulayat ini bukan untuk mengambil alih, tetapi untuk memastikan hak-hak masyarakat hukum adat tetap lestari. Negara hadir agar warisan tanah leluhur tidak hilang, tidak diklaim pihak luar, dan tetap menjadi identitas budaya masyarakat adat,” ujarnya saat menyosialisasikan soal Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Sumba Timur pada pertengahan September 2025 lalu.

Hasil verifikasi awal Kementerian ATR/BPN menunjukkan terdapat 822,3 hektare tanah ulayat di Desa Tandula Jangga yang dinyatakan clear and clean dan siap didaftarkan. Bagi masyarakat adat, sertifikat bukan hanya soal kepastian hukum, tetapi juga jaminan bahwa tanah yang diwariskan turun-temurun akan tetap berada di tangan mereka.

Program ini merupakan bagian dari Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) yang tahun 2025 dilaksanakan di delapan provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur. Di Sumba Timur, pendaftaran tanah ulayat dipandang penting bukan hanya untuk kepastian hak, tetapi juga untuk menjaga eksistensi adat.

Rezka Oktoberia menekankan, hukum adat dan hukum nasional kini dapat berjalan beriringan. Sertipikat tanah ulayat jadi pengikat yang memastikan tanah tidak sekadar simbol budaya, namun memiliki perlindungan sah di mata negara.

“Kita ingin memastikan tanah ulayat tetap menjadi milik masyarakat adat, menjadi bagian dari identitas, dan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Sertifikat adalah bukti sah negara melindungi adat itu sendiri,” pungkas Rezka Oktoberia. (JM)

FIFGROUP Hadirkan Promo, Hiburan, dan Santunan Anak Yatim di Spektra Meriah

September 29, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA — Gelaran Spektra Meriah 2025 yang diinisiasi PT FIFGROUP tidak hanya menghadirkan pameran elektronik, gadget, dan furnitur, tetapi juga memberi sentuhan sosial. Pada opening ceremony di Samarinda Central Plaza (SCP) jalan Pulau Irian, Samarinda, Senin (29/9/25).

FIFGROUP menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) berupa santunan kepada lima panti asuhan di Kota Samarinda dengan total bantuan mencapai Rp36 juta.

Marketing Head MPF Area KaltimTara, Fajar Ramadhan, menjelaskan penyaluran ini merupakan bagian dari kepedulian perusahaan kepada masyarakat, khususnya anak yatim.

“Total 36 juta kita salurkan hari ini, ini adalah dana CSR yang kami wujudkan dalam bentuk santunan anak yatim,” jelasnya.

Santunan tersebut diserahkan kepada Panti Asuhan Ibnu Hanin, Ruhamaa, Fisabilillah, Khoirul Amal, serta Aisiyah Al-Wadaturrahmah.

Perwakilan Panti Asuhan Fisabilillah, Evi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut.

“Terima kasih untuk FIF Group Kaltim,” sebut Evi.

Selain penyaluran CSR, Spektra Meriah 2025 juga menampilkan berbagai kegiatan hiburan, mulai dari lomba bayi merangkak, lomba mewarnai, modern dance, hingga fashion show anak tingkat TK. Event ini berlangsung sepekan, 29 September hingga 5 Oktober 2025, dengan berbagai tenant seperti Surya Phone untuk produk gadget, Nuansa untuk elektronik, dan Gria Samarinda untuk furnitur.

Fajar menambahkan, animo masyarakat terhadap produk pembiayaan FIFGROUP di sektor elektronik dan gadget tetap tinggi meski sempat ada koreksi pasar.

“Memang ada sedikit koreksi tahun ini, tapi secara keseluruhan masih terbilang stabil. Omzet kredit di store rekanan kami tetap tinggi,” katanya.

Opening ceremony Spektra Meriah 2025 ditandai dengan pemotongan pita oleh Area Head FIFGROUP KaltimTara, Mukhtar Khudori, bersama Branch Head Samarinda, Azhari Ahmad, dan Fajar Ramadhan. Acara turut dihadiri perwakilan panti asuhan, media, serta tamu undangan. (yud)

DLH Samarinda Janji Telusuri Pembuangan Limbah yang Rugikan Petani

September 29, 2025 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Dugaan pembuangan limbah ilegal di kawasan Sempaja Utara menimbulkan keresahan warga. Limbah yang mencemari sumber air ladang, kolam, hingga rumah warga sejak Mei 2025 itu disebut tidak sesuai aturan karena berada di luar titik pembuangan resmi milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda.

Plt. DLH Kota Samarinda, Suwarso, menegaskan, pihaknya tidak mengetahui adanya aktivitas pembuangan limbah di kawasan tersebut.

“DLH hanya tahu tempat pembuangan ada di TPA Sambutan untuk TPA akhirnya, kalau TPS-nya kan sudah ditentukan pada titik-titik tertentu,” ujarnya saat dihubungi, Senin (29/09/25).

Menurut Suwarso, setiap pembuangan limbah di luar TPS atau TPST yang telah ditentukan masuk kategori ilegal.

“Jika tidak ada TPS atau TPST yang disiapkan, berarti itu ilegal,” tambahnya.

Suwarso berjanji akan menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran yang berdampak pada warga. “Kami akan segera menindaklanjuti hal ini untuk menemukan solusi yang tepat,” pungkasnya.

Sementara itu, warga RT 035, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, telah merasakan langsung dampak pencemaran tersebut. Arbani, petani sayur setempat, mengaku kesulitan mengairi tanaman karena air menjadi beracun.

“Kegiatan pembuangan limbah ini membuat sumber pengairan kami menjadi beracun dan tidak bisa digunakan,” ungkapnya saat ditemui di ladangnya, Minggu (28/09/25).

Keluhan serupa disampaikan petani lain, Tukiyono. Tanaman terong yang ia rawat mati akibat air yang terkontaminasi. “Sayang sekali, padahal sudah mulai berbuah,” jelasnya sembari menggemburkan tanah.

Menurut Tukiyono, kerugian bukan hanya dialami petani. “Banyak ikan mati di kolam depan, dan ada warga yang mengalami penyakit kulit,” ucapnya.

Warga mengaku sudah melaporkan masalah ini kepada pihak RT, namun hanya janji yang mereka terima. “Hanya janji yang kami dapat, namun kegiatan pembuangan limbah tetap berlangsung,” kata Tukiyono dengan nada kecewa.

Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar sumber pengairan yang menjadi tumpuan ladang, kolam, dan rumah warga bisa kembali digunakan tanpa rasa khawatir. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1070605
    Users Today : 3022
    Users Yesterday : 4093
    This Year : 7115
    Total Users : 1070605
    Total views : 10543225
    Who's Online : 31
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-02