Dukung Kemandirian Pesantren di Indramayu, PDC Meresmikan Rumah Produksi Pengolahan Tempe

September 2, 2025 by  
Filed under Nusantara

JAWA BARAT – PT Patra Drilling Contractor (PDC) meresmikan rumah produksi tempe di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025).

Pendirian rumah produksi tempe ini bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PDC bertajuk “Tempesantren” yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal sejak 8 Juli 2025 silam.

Selain pembangunan rumah produksi tempe, dalam program Tempesantren, PDC memberikan pelatihan teknis produksi tempe secara higienis dan manajemen usaha bagi santri dan warga sekitar.

Peresmian rumah produksi tempe dihadiri Direktur Keuangan PDC Fitra Adriza, Corporate Secretary PDC Ani Aryani, Ast. Man Food & Lodging Services PDC Febriyanti Lestari, dan Kabag Kesra Pemkab Indramayu, H. Riko Atang Hasbudi, serta Perwakilan camat Kroya.

Dalam sambutannya Fitra menyampaikan, “Melalui program Tempesantren, PDC mendorong pengembangan usaha ekonomi produktif untuk terwujudnya pesantren yang mandiri, berdaya, dan memberdayakan.”

Target program ini pesantren bisa meningkatkan pendapatan dari produksi tempe, yang kini diproduksi dengan peralatan yang lebih baik dan metode yang lebih higienis. Target lainnya, pesantren bisa memberdayakan santri dan masyarakat sekitar di rumah produksi tempe.

Di tempat yang sama, H. Riko Atang Hasbudi, mewakili pemerintah kabupaten Indramayu, mengucapkan terima kasih pada PDC atas program TJSL kepada Ponpes Tarbiyatul Ath’fal.

“Ini membangun kebersamaan mewujudkan pesantren dinamis yang berorientasi ekonomi kerakyatan dalam jalur keagamaan, yang selama ini tidak semuanya bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah,” ucapnya.

Senada dengan Kabag Kesra, pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal, KH. Amin Royani mengucapkan terima kasih pada PDC atas program tempesantren yang dilaksanakan.

Pengasuh ponpes itu menerangkan bahwa ia telah merintis dan mengelola pembuatan tempe sejak sembilan tahun yang lalu. Produksi tempe dijalani pesantren untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat mengandalkan pihak lain.

“Alhamdullilah, produksi tempe masih terus berjalan baik, ditambah lagi sekarang mendapatkan dukungan,” urainya.

Selain pembangunan rumah produksi tempet, PDC juga memberikan berbagai sarana dan prasarana produksi tempe, seperti bak perendam kacang kedelai, panci pengukus, mesin mixer, mesin spiner untuk mengeringkan kedelai, hingga plastik kemasan serta pembuatan  sertifikasi halal.

Sesuai pelatihan yang telah dilaksanakan, produksi tempe Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal dipastikan telah memenuhi persyaratan dan lolos quality control (QC) serta tersertifikat halal.

Program Tempesantren sejalan dengan pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), di antaranya SDGs poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan poin 10 tentang berkurangnya kesenjangan.*

Semarak FOMO  Diikuti Puluhan Peserta Dirangkai dengan Workshop dan City Touring

September 2, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA– Setelah sebelumnya sukses menggelar Fazzio Hybrid Movement (FOMO) di Samarinda bulan July 2025. Kali ini Yamaha kembali menggeber event serupa juga di Samarinda tepatnya 31 Agustus 2025.

Event garapan PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku main dealer Yamaha Kaltimtara tersebut menyasar anak-anak muda khususnya Gen Z.

Melibatkan Yamaha lover yang merupakan Gen Z pecinta Fazzio, event untuk kedua kalinya ini berpusat di Café Tigris Samarinda.

“Agenda ini merupakan agenda yang kedua FOMO alias Fazzio Hybrid Movement Yang sebelumnya pernah kami gelar juga di Samarinda. Sasarannya sudah tentu Gen Z owner Yamaha Fazzio,” ujar Manajer Operasional PT STSJ Main Dealer Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi.

Meski lebih fokus kepada pengguna Yamaha Fazzio, FOMO ini juga terbuka buat pengguna Merk Lain Selain Yamaha.

“Karena itu, untuk event kali ini total peserta ada sekitar 40, dengan rincian peserta Fazzio 32 motor, dan sisanya peserta merek lain selain Yamaha  ada 8 motor,” terangnya.

Yang menarik dari Fazzio Hybrid Movement (Fomo) ini, panitia juga memberikan Workshop GRATIS kepada all peserta tujuan nya untuk  menambah skill dan keahlian mereka apabila hendak berwirausaha.

Dalam workshop gratis tersebut peserta diajarkan cara membuat Chunky Bag, dan Decoration Cake semuan

“Alhamdulillah peserta workshop gratis dalam gelaran Yamaha Fazzio Hybrid Movement kali ini cukup antusias. Karena panitia juga memberikan tambahan souvenir menarik  khusus konsumen Fazzio,” terang Efendy.

Masih dalam rangkaian kegiatan Fazzio Hybrid Movement, panitia juga menggelar city touring yang diiukuti para peserta khusus konsumen Fazzio.

Untuk city touring panitia mengambil titik start dari dealer Sentral Yamaha Samarinda menyusuri  Jalan Protokol Samarinda & Check Point di icon kota yakni Taman Samarendah.

“Acara ini (Fazzio Hybrid Movement) akan menjadi agenda yang rutin dibuat di area Kaltim tunggu kehadiran Fomo di kota kota yang lain di Kaltim, tentunya dengan  workshop yang berbeda. Jadi buat seluruh konsumen Yamaha tunggu saja, kami akan selalu siapkan event menarik,” tutup Efendy Ariadi. (*)

Mahasiswa Aliansi Mahakam Sampaikan 11 Tuntutan

September 2, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Aksi unjuk rasa kembali mewarnai halaman Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (1/9/25).

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Timur Menggugat (Mahakam) memadati kawasan tersebut sejak pukul 13:00 WITA untuk menyuarakan 11 tuntutan kepada wakil rakyat di daerah.

Dalam orasinya, mahasiswa menegaskan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus protes terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Mereka membawa spanduk, poster, serta pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi secara bergantian di atas mobil komando.

Adapun 11 tuntutan yang disuarakan Aliansi Mahakam meliputi: menolak RUU KUHAP, menghapus tunjangan mewah DPR, serta mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, RUU PPRT, dan RUU Masyarakat Adat. Selain itu, mahasiswa juga meminta peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, serta perbaikan kualitas pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terpencil, dan terluar).

Tuntutan lainnya adalah menolak pemutihan dosa pemerintah, mencabut undang-undang yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, menghentikan tindakan represif terhadap gerakan rakyat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar pro terhadap kepentingan masyarakat. Mahasiswa juga menuntut dihentikannya praktik oligarki politik dan demokrasi semu, penegakan supremasi hukum yang adil, serta penghentian kejahatan ekologis dan praktik pertambangan yang merusak lingkungan.

“Kami hadir di sini untuk mengingatkan DPRD Kaltim agar tidak tinggal diam. Aspirasi rakyat harus diperjuangkan, bukan dibiarkan tenggelam oleh kepentingan politik dan kekuasaan,” tegas salah satu orator dalam aksinya.

Di lokasi, aparat kepolisian tampak berjaga ketat mengawal jalannya demonstrasi. Pengamanan dipasang di depan pintu gerbang DPRD untuk mencegah potensi gesekan antara massa dan aparat.

Hingga sore hari, massa masih bertahan di sekitar gedung DPRD sambil melanjutkan orasi dan menyanyikan yel-yel perjuangan. (yud)

Aksi Aliansi Mahakam di DPRD Kaltim Memanas, Massa Tolak Dialog Terbatas

September 2, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Samarinda – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahakam menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (1/9/25).

Aksi tersebut disambut sejumlah anggota DPRD Kaltim, antara lain Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud, Subandi, Abdul Gias, dan Guntur. Dalam kesempatan itu, Hasanuddin menyampaikan, pihaknya tengah menyiapkan mekanisme resmi agar menindak lanjuti aspirasi mahasiswa.

“Kami lagi diskusikan kepada beberapa teman-teman perwakilan menulis apa aspirasi atau tuntutan yang mau disampaikan kepada Dewan. Semua akan ditandatangani hari ini bersama Kapolda mewakili yudikatif, gubernur mewakili eksekutif, dan Ketua DPRD mewakili legislatif,” ujar Hasanuddin di hadapan massa aksi.

Ia menambahkan, salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah Undang-Undang Perampasan Aset.

“Itu masuk dalam perjanjian kami yang akan kami tandatangani nanti,” tegasnya.

Hasanuddin kemudian mengajak perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas dan organisasi untuk berdialog di dalam gedung DPRD. Namun, ajakan tersebut ditolak koordinator lapangan (korlap) aksi. Mereka menegaskan, prinsip kebersamaan membuat mahasiswa menolak jika hanya sebagian yang diperbolehkan masuk.

Kendati demikian, kapasitas ruang rapat DPRD tidak memungkinkan menampung seluruh massa aksi. Kondisi ini membuat upaya dialog antara mahasiswa dan DPRD berjalan buntu.

Ketegangan semakin meningkat ketika mahasiswa kecewa lantaran Gubernur Kaltim tak kunjung hadir di Gedung DPRD. Massa menilai ketidak hadiran gubernur sebagai bentuk kurangnya komitmen pemerintah mendengar langsung aspirasi rakyat.

Suasana aksi sempat memanas hingga terjadi lemparan botol ke arah gedung DPRD. Namun, ketegangan berangsur mereda saat adzan Ashar berkumandang. Mahasiswa kembali menenangkan diri, meski tetap bertahan menyuarakan tuntutan mereka di depan Gedung DPRD Kaltim. (yud)

Ribuan Mahasiswa dan Warga Padati DPRD Kaltim

September 2, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Ribuan mahasiswa bersama elemen masyarakat tumpah ruah memenuhi kawasan depan Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan Teuku Umar, Samarinda. Senin (1/9/2025).

Aksi ini menjadi salah satu unjuk rasa terbesar di Ibu Kota Provinsi Kaltim sepanjang tahun 2025, dengan tuntutan yang beragam dari berbagai kelompok massa.

Sejak pagi hari, massa mulai berdatangan dari berbagai titik di Samarinda. Mereka datang dengan menggunakan kendaraan roda dua, hingga truk terbuka. Sepanjang jalan menuju DPRD Kaltim terlihat padat iring-iringan massa aksi yang membawa spanduk, poster, dan pengeras suara.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menegaskan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat.

“Kami turun ke jalan karena suara rakyat harus didengar. DPRD Kaltim sebagai wakil rakyat wajib menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Sementara itu, elemen masyarakat yang bergabung pada aksi ini juga menyuarakan keresahan yang sama. Mereka menilai kebijakan di sektor ekonomi dan lingkungan perlu mendapat perhatian serius.

“Masyarakat Kaltim sedang menghadapi banyak persoalan. Kami datang ke sini agar aspirasi ini benar-benar sampai ke telinga para wakil rakyat,” ujar salah satu peserta aksi.

Di lokasi, aparat kepolisian bersama personel TNI terlihat berjaga ketat. Ratusan petugas ditempatkan di sekitar gedung DPRD agar memastikan jalannya aksi berlangsung tertib. Polisi juga menutup sebagian akses jalan menuju lokasi aksi untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Aksi ini menjadi cerminan semangat demokrasi di Kaltim tetap hidup. Mahasiswa dan masyarakat bersatu menunjukkan kepedulian terhadap arah kebijakan. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb