Konten Nikah Kemenag Ramai, Generasi Muda Disentil Soal Pernikahan

December 25, 2025 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Kementerian Agama (Kemenag) RI belakangan mencuri perhatian warganet lewat unggahan di Instagram resminya yang menyentil generasi muda agar tidak takut menikah. Konten tersebut kemudian diikuti oleh akun-akun Kemenag daerah hingga Kantor Urusan Agama (KUA) dengan gaya serupa, bahkan dikemas secara humoris.

Tak hanya di media sosial, sejumlah KUA di berbagai daerah juga disebut mulai turun langsung ke ruang publik, salah satunya di kawasan Car Free Day (CFD), untuk menyampaikan pesan ajakan menikah dengan pendekatan santai dan dekat dengan anak muda.

Respons netizen pun beragam. Sebagian besar menilai gaya komunikasi tersebut menghibur. “Gawat, Kemenag sudah mulai turun jalan buat marketing,” tulis salah satu netizen.

Komentar lain menyebut, “Tenangin diri lu para Gen Z, marketing KUA udah ugal-ugalan,” yang ramai disukai pengguna media sosial lainnya.

Fenomena ini sejalan dengan kondisi sosial yang tengah terjadi. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, mengakui adanya tren penurunan angka pernikahan, khususnya di kalangan anak muda.

“Saat ini memang terlihat tren pernikahan menurun. Banyak orang, khususnya anak muda, yang seakan-akan merasa takut untuk menikah,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Ia menjelaskan, ketakutan tersebut kerap dipicu berbagai faktor, mulai dari ketidaksiapan mental, ekonomi, hingga paparan narasi negatif tentang pernikahan di media sosial. Padahal, menurutnya, pernikahan merupakan bagian dari sunnah Rasulullah yang perlu dipahami secara matang.

“Pernikahan perlu didorong dengan kesiapan mental, ekonomi, dan pemahaman yang baik. Jangan takut menikah,” pungkasnya. (intan)

Ketika Cita-cita Tak Sampai Tujuan, Tapi Takdir Menemukan Jalan

December 25, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Tidak semua orang berjalan lurus menuju cita-citanya. Sebagian justru tiba di persimpangan yang tak pernah mereka rencanakan, lalu menetap di sana dan tumbuh. Intan Tarbiatul Wardah adalah salah satunya. Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Program Studi Manajemen semester lima ini tak pernah memasukkan profesi jurnalis dalam daftar impian hidupnya. Bahkan, dunia jurnalistik sama sekali tidak pernah ada dalam ceklis masa depannya.

Perempuan asal Bogor ini menghabiskan masa remajanya dengan mimpi yang jauh dari ruang redaksi. Ia ingin menjadi dokter, mengenakan jas putih, dan menempuh pendidikan kedokteran. Cita-cita itu tumbuh sejak sekolah menengah, sebelum arah hidupnya perlahan bergeser.

“Jujur saja, jadi jurnalis itu tidak pernah ada di bayangan hidup saya. Dulu saya ingin sekali jadi dokter, kuliah di kedokteran, pakai jas putih, dan fokus menolong orang,” ujar Intan.

Selepas SMA, Intan melanjutkan pendidikan ke Tasikmalaya dan menempuh pendidikan di salah satu pesantren. Di saat yang sama, ia tetap melanjutkan studi formal dengan berkuliah di Universitas Terbuka Bandung, mengambil Program Studi Manajemen. Dari lingkungan pesantren inilah, takdirnya mulai menemukan jalannya sendiri.

Langkah pertama Intan ke dunia jurnalistik bermula dari program santri jurnalistik yang diikuti di pesantren. Program tersebut membuka ruang baru baginya untuk mengenal dunia media sesuatu yang sebelumnya tak pernah ia rencanakan. Dari sanalah ia mulai belajar dasar-dasar jurnalistik, memahami cara kerja media, hingga menyadari bahwa informasi memiliki tanggung jawab sosial yang besar.

“Awalnya hanya ikut kegiatan saja. Tapi dari situ saya mulai paham, ternyata menyampaikan informasi itu ada etikanya, ada bebannya, dan ada dampaknya,” tuturnya.

Sejak 2022, Intan mulai aktif terjun di dunia jurnalistik. Perjalanannya tidak langsung dimulai sebagai reporter, melainkan dari peran uploader. Dari posisi itu, ia perlahan mengenal ekosistem media, mengelola konten, memahami ritme kerja redaksi, hingga belajar menulis berita secara bertahap.

“Saya belajar bahwa informasi itu bukan sekadar cepat, tapi harus benar. Di situ saya mulai merasa, jurnalisme itu berat, tapi bermakna,” katanya.

Pada tahun 2023, Intan mengambil keputusan besar, terbang ke Kalimantan Timur. Ia menetap dan bergabung sebagai jurnalis di salah satu media lokal. Lingkungan baru, wilayah liputan baru, dan tanggung jawab baru datang bersamaan. Jalur ini bukan jalur yang pernah ia gambar di masa lalu, namun ia memilih bertahan dan menjalaninya.

Fenomena seperti Intan bukanlah cerita tunggal. Di tengah realitas hari ini, profesi jurnalis kerap menjadi cita-cita yang terpinggirkan bukan karena tak penting, melainkan karena jarang disebut sebagai tujuan utama. Banyak jurnalis lahir bukan dari mimpi masa kecil, melainkan dari pertemuan antara kesempatan, kebutuhan hidup, dan panggilan nilai.

“Kalau ditanya sekarang, menyesal atau tidak tidak jadi dokter? Tidak juga,” kata Intan. “Mungkin saya tidak menyembuhkan orang lewat medis, tapi lewat berita saya berharap bisa membuka mata banyak orang.”

Hingga kini, Intan masih menetap di Kalimantan dan aktif menjalani profesi sebagai jurnalis, sembari melanjutkan studinya di Universitas Terbuka. Baginya, jurnalisme bukan sekadar pekerjaan, melainkan ruang untuk terus belajar dan memberi makna.

Tak ada rotan, akar pun jadi, bukan dalam makna keterpaksaan, tetapi sebagai simbol kemampuan manusia beradaptasi dan memberi arti pada jalan yang tersedia.

Cita-cita boleh bergeser, bahkan terpinggirkan oleh keadaan. Namun bukan berarti ia gagal. Dalam beberapa kasus, ia justru bertransformasi.

“Sekarang saya percaya, tidak semua orang bekerja sesuai cita-citanya, tapi setiap orang bisa bekerja dengan makna,” tutupnya. (*)

Benarkah Menangis Membakar Kalori?

December 25, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Menangis sering dipandang sebagai ekspresi kelemahan, tetapi sejumlah penelitian medis justru menunjukkan fenomena ini merupakan proses biologis kompleks yang memiliki efek fisiologis nyata pada tubuh manusia. Dari pembakaran energi hingga dampak terhadap hormon stres, tangisan bukan sekadar luapan emosi tanpa makna.

Menurut para ahli, setiap tetes air mata emosional melibatkan kerja tubuh yang membutuhkan energi, meski jumlahnya sangat kecil. “Air mata emosional melepaskan hormon stres dan racun lain yang terakumulasi selama stres, serta memicu produksi endorfin hormon pereda nyeri dan ‘feel-good’,” ujar Dr. William H. Frey, seorang biokimiawan yang dikutip dalam diskusi medis di Mayo Clinic Connect.

Penelitian sebelumnya yang dirangkum dalam berbagai kajian kesehatan menunjukkan, menangis secara biologis dapat membakar sekitar 1,3 kalori per menit  jumlah yang setara dengan kalori tubuh yang terbakar saat tertawa.

Dengan demikian, menangis selama 20 menit diperkirakan membakar sekitar 26 kalori. Namun, para peneliti menegaskan angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan aktivitas fisik lain seperti berjalan cepat atau olahraga rutin.

Spesialis kesehatan dari Harvard Health menyatakan, meskipun tubuh menggunakan energi saat menangis, efeknya tidak signifikan untuk dijadikan metode penurunan berat badan. Untuk mendapatkan defisit kalori yang berdampak pada berat badan, seseorang perlu menciptakan pengurangan sekitar 500 kalori per hari melalui pola makan dan aktivitas fisik yang konsisten.

Selain aspek kalori, manfaat terbesar dari tangisan justru ditemukan pada regulasi emosi dan mekanisme pemulihan stres. Para profesional kesehatan menjelaskan bahwa menangis memicu pelepasan hormon seperti oksitosin dan endorfin, yang dapat membantu meredakan stres, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan suasana hati.

“Kapan pun seseorang menangis setelah pengalaman emosional yang intens, tubuhnya tidak hanya bereaksi secara psikologis tetapi juga secara fisiologis mengaktifkan respons sistem saraf parasimpatis yang membantu tubuh kembali rileks,” tulis Harvard Health.

Tak hanya itu, air mata juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata. Air mata basal mengandung enzim lisozim, yang membantu membasmi bakteri dan menjaga kelembapan permukaan mata, fungsi yang penting bagi kesehatan visual jangka panjang.

Meskipun menangis merupakan proses alami, para psikolog dan psikiater memperingatkan agar memahami perbedaan antara ekspresi sehat dan gejala gangguan emosional. Menangis yang terlalu sering tanpa sebab yang jelas, atau disertai gejala lain seperti gangguan tidur, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, dan perasaan putus asa, bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan mental seperti depresi.

Menurut pakar kesehatan mental, jika tangisan menjadi frekuen dan mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari, penting untuk mencari dukungan profesional guna mengevaluasi kondisi emosional yang mendasarinya.

Secara ilmiah, menangis memang memicu respons tubuh yang kompleks dari pembakaran energi, perubahan hormon hingga peran dalam menjaga kesehatan mata. Namun, jumlah kalori yang terbakar terlalu kecil untuk dianggap sebagai alat penurunan berat badan. Sebaliknya, manfaat terbesar dari tangisan justru ditemukan pada aspek psikologis, membantu tubuh dan pikiran pulih dari tekanan emosional.

Para pakar kesehatan menegaskan, tangisan adalah bagian alami dari pengalaman manusia dan dapat menjadi sarana refleksi emosi serta pemulihan, bukan alat diet. (*)

Sisternet Sukses Gelar Pendampingan Perempuan di Balai Pemasyarakatan Denpasar

December 24, 2025 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Sisternet, ekosistem pemberdayaan perempuan dari PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART), memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui dua inisiatif utama. Sisternet SheInspire di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Denpasar pada 18–19 Desember 2025, serta pembukaan pendaftaran Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026 (KMP 2026) yang mengusung tema Go Export untuk memperluas peluang womenpreneurs Indonesia menuju pasar internasional.

Perencana Ahli Muda, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Setiorini, menyampaikan, “Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memandang program SheInspire Denpasar sebagai ruang aman yang penting bagi perempuan klien pemasyarakatan untuk memulai kembali hidupnya secara bermartabat. Upaya pemulihan pasca-lapas tidak cukup berhenti pada pendampingan psikososial, tetapi perlu dilengkapi dengan penguatan kapasitas, kepercayaan diri, serta akses terhadap keterampilan dan peluang ekonomi agar mereka dapat berdaya dan terlindungi dari berbagai risiko kerentanan.”

“Kami mengapresiasi kolaborasi Sisternet/XLSMART bersama Balai Pemasyarakatan Denpasar yang menghadirkan pembinaan praktis, mulai dari keterampilan, kewirausahaan, hingga literasi keuangan, sebagai bekal reintegrasi sosial yang lebih kuat. KemenPPPA mendukung inisiatif lintas pihak seperti ini agar semakin banyak perempuan pasca-lapas memiliki jalan untuk bangkit, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi positif bagi keluarga serta komunitasnya”, jelas Setiorini lebih jauh.

Sementara itu, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program She Inspire sebagai bentuk sinergi strategis dalam upaya pemberdayaan klien pemasyarakatan perempuan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana penguatan kapasitas, kepercayaan diri, serta kemandirian klien melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar berkomitmen untuk terus mendukung program yang mendorong reintegrasi sosial klien secara produktif, mandiri, dan berdaya guna di tengah masyarakat.

Program Sisternet SheInspire merupakan respons atas tantangan reintegrasi sosial perempuan pasca-lapas, terutama terkait kepercayaan diri, akses ekonomi, dan keberlanjutan hidup mandiri. Berlangsung secara offline pada 18–19 Desember 2025 di Balai Pemasyarakatan Denpasar, program ini menyasar sekitar 50 peserta klien pemasyarakatan perempuan yang telah atau akan selesai menjalani masa pembinaan. Peserta dipilih melalui kurasi dan rekomendasi Bapas.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, “Melalui pendekatan yang menggabungkan peningkatan kapasitas, pendampingan, dan ekosistem dukungan, Sisternet menargetkan lahirnya lebih banyak perempuan pelaku usaha yang siap berkembang berkelanjutan, sekaligus membuka ruang aman dan produktif bagi perempuan yang sedang mempersiapkan reintegrasi sosial pasca-lapas agar mampu membangun hidup mandiri.”

Merza Fachys mengatakan, SheInspireDenpasar dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pihak, yaitu Sisternet sebagai perancang program, penyusun kurikulum, fasilitator, serta pendukung literasi digital dan kewirausahaan. Kemudian KemenPPPA RI yang memberikan dukungan kebijakan serta perspektif perlindungan dan pemberdayaan perempuan, Sementara Balai Pemasyarakatan Denpasar yang memfasilitasi peserta, lokasi, serta pendampingan klien pemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan mencakup opening ceremony, sesi kelas mental health, kelas keterampilan tangan (handcraft) dengan output produk sederhana bernilai jual, kelas baking untuk memperkuat pemahaman dasar produksi dan peluang usaha kuliner, serta kelas kewirausahaan yang membekali peserta dengan mindset usaha, pengelolaan keuangan dasar, dan rencana tindak lanjut. Dengan kombinasi praktik dan materi pembinaan, peserta diharapkan memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan praktis, rencana usaha sederhana, serta kesiapan untuk mandiri. Total penerima manfaat program SheInspire sebanyak lebih dari 1.000 perempuan Indonesia, yang sudah berjalan dari Desember 2024 – Desember 2025 dan pendampingan dilanjutkan di tahun 2026 dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.

Program Inkubasi untuk menyiapkan UMKM Perempuan siap go export, pendaftaran melalui Aplikasi Sisternet terbaru.

Saat ini Aplikasi Sisternet hadir dengan fitur baru, tampilan lebih nyaman, dan mudah di akses. Perempuan Indonesia mendapatkan ribuan konten digital melalui fitur DigiHer; Ai Assistant untuk mendapatkan beragam informasi; Acara Sister untuk dapat mengikuti event seru secara gratis; dan fitur Kompetisi, salah satunya untuk mengikuti Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026 (KMP 2026) yang merupakan program kompetisi sekaligus inkubasi bisnis bagi womenpreneurs Indonesia yang telah menjalankan usaha dan ingin naik kelas. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas bisnis perempuan melalui pendampingan, literasi keuangan, strategi pemasaran, serta akses modal agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan dan siap menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

Tahun 2026, KMP menghadirkan sejumlah penguatan dibanding periode sebelumnya. Salah satu pembeda utama adalah pendekatan yang lebih komprehensif melalui sesi advisory intensif bersama mentor dan praktisi bisnis untuk finalis. Selain itu, tema Go Export ditekankan untuk mendorong kesiapan usaha perempuan menuju pasar internasional, sekaligus memperkuat fondasi bisnis melalui kurikulum yang lebih aplikatif, mulai dari strategi finansial, legalitas, hingga market expansion.

Merza Fachys menambahkan, KMP 2026 juga memberikan perhatian pada aspek keberlanjutan dan dampak sosial, sehingga pertumbuhan bisnis diharapkan berjalan seiring dengan kontribusi positif bagi lingkungan dan komunitas.

KMP 2026 diselenggarakan oleh Sisternet bekerja sama dengan FUZZ sebagai mitra komunikasi dan aktivasi digital. Sebagai bagian dari mekanisme publikasi, transparansi informasi, dan engagement komunitas, peserta diwajibkan menjadi member di aplikasi Sisternetdan terdaftar menjadi anggota FUZZ.

Pada KMP 2026, total hadiah modal usaha yang diperebutkan sebesar Rp200.000.000. Hadiah akan dibagikan kepada beberapa pemenang terpilih, sementara jumlah pemenang serta pembagian nominal per pemenang akan diumumkan secara resmi pada tahap final.

Pendaftaran KMP 2026 dibuka hingga Februari2026. Rangkaian program direncanakan berlangsung sebagai berikut:

  • Pendaftaran dan submitprofil bisnis: hingga 15 Februari2026
  • Seleksi administrasi dan kurasi awal: Februari 2026
  • Pembinaan dan mentoringfinalis:Maret 2026
  • Pitching grand final: April 2026

Timeline dapat disesuaikan dengan kebutuhan program dan akan diinformasikan melalui kanal resmi Sisternet.

KMP 2026 menetapkan syarat utama untuk memastikan peserta sudah operasional dan siap dikembangkan secara profesional, sehingga modal dan pendampingan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan. Persyaratan tersebut meliputi perempuan WNI dan memiliki e-KTP, usaha telah berjalan minimal 1 tahun serta aktif di akun bisnis Instagram, memiliki NPWP dan NIB/P-IRT sesuai jenis usaha, dan memiliki omzet aktif.

Untuk mengikuti KMP 2026, peserta perlu mengunduh dan registrasi di aplikasi Sisternet, mengisi form pendaftaran resmi KMP 2026, mengunggah konten partisipasi (twibbon/fitur kompetisi), serta membagikan IG Story dengan menandai akun resmi Sisternet dan FUZZ. Tautan pendaftaran akan dirilis melalui aplikasi Sisternet dan media sosial Sisternet.

Dalam proses seleksi, peserta akan dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain model bisnis dan keberlanjutan, inovasi produk/jasa, manajemen finansial, strategi pemasaran, dampak sosial, serta kemampuan presentasi/pitching. Kurasi dan penilaian dilakukan oleh juri independen yang terdiri dari praktisi bisnis, akademisi, dan perwakilan ekosistem kewirausahaan.

Sebagai ketentuan transparansi, keputusan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Materi yang dikirimkan menjadi tanggung jawab peserta, sementara penyelenggara berhak menggunakan materi untuk kepentingan publikasi program. Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu, dan karyawan penyelenggara serta mitra tidak diperkenankan mengikuti kompetisi.

Sisternet juga menegaskan bahwa seluruh materi komunikasi akan diseragamkan menggunakan penamaan “Kompetisi Modal Pintar Sisternet 2026” dan hashtag #KMP2026. (*)

 

Bupati Kukar Resmikan Jembatan Kedaton Agung Pendamping Jembatan Besi Tenggarong

December 24, 2025 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr Aulia Rahman Basri melakukan peresmian Jembatan Pendamping Besi II yang berada di Kawasan Jalan Mayjend Panjaitan dan Jalan Kartini Tenggarong, Selasa (23/12/2025).

Acara peresmian jembatan ditandai dengan upacara adat tempong tawar oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji M Arifin serta pemecahan kendi yang merupakan awal yang baru . Acara selanjutnya adalah pemotongan pita serta pelepasan burung merpati sebagai simbol telah sukses dan selesainya Pembangunan Jembatan Pendamping Besi 2 yang diberi nama “Jembatan Kedaton Agung” dengan harapan membawa keberkahan untuk Kutai Kartanegara serta dilanjutkan dengan penandatangan prasasti.

Jembatan pendamping yang baru akan difungsikan sebagai jalur utama kendaraan dengan sistem dua arah. Sementara itu, pada sisi kiri dan kanan jembatan disiapkan fasilitas khusus bagi pejalan kaki.

Dengan difungsikannya jembatan pendamping tersebut, Jembatan Besi lama tidak lagi digunakan untuk lalu lintas kendaraan bermotor. Jembatan tersebut ke depan hanya diperuntukkan bagi pengguna sepeda dan pejalan kaki.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri berharap dengan peresmian jembatan pendamping besi 2 yang diberi nama Jembatan Kedaton Agung ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta memperkuat infrastruktur strategis di wilayah Tenggarong. (kk03).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1101750
    Users Today : 2548
    Users Yesterday : 4121
    This Year : 38260
    Total Users : 1101750
    Total views : 10785243
    Who's Online : 59
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-09