Tim Monster Energy Yamaha MotoGP Memasuki Era V4, Launching Livery 2026 di Indonesia

January 24, 2026 by  
Filed under Olahraga

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 resmi meluncur dalam event spektakuler di Jakarta pada 21 Januari 2026, menandai dimulainya era V4. Dalam acara tersebut diperkenalkan skema warna tim dan menampilkan YZR-M1 yang didesain ulang sepenuhnya.

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP mengawali era baru bagi Yamaha dengan antusiasme besar dari industri motorsport, media dan fans. Event peluncuran tim juga merupakan bagian dari 3S Dealer Meeting PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang merupakan pertemuan tahunan dealer Yamaha dari seluruh Indonesia yang digelar di hotel Intercontinental Jakarta.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Motofumi Shitara selaku President and Representative Director Yamaha Motor Company, President Director & CEO PT YIMM Dyonisius Beti dan Vice President Director PT YIMM Takeshita Naotaka.

Merupakan kesempatan sempurna bagi tim Monster Energy Yamaha MotoGP untuk memperkenalkan line up 2026 dan sekaligus meluncurkan M1 2026 yang serba baru, termasuk livery yang diperbarui.

Takahiro Sumi, General Manager, Motor Sports Development Division Yamaha Motor Co., Ltd. & President of Yamaha Motor Racing, dan Paolo Pavesio Managing Director of Yamaha Motor Racing & Team Principal of Monster Energy Yamaha MotoGP, menyoroti pencapaian luar biasa dalam mengembangkan YZR-M1 bertenaga V4 baru secara paralel dengan balapan pada tahun 2025, sebuah tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di era MotoGP modern. Untuk mencapai target ambisius tersebut, mereka juga menggarisbawahi pentingnya penyelarasan yang mulus antara Jepang dan Italia serta penciptaan lingkungan di mana para spesialis yang berasal dari berbagai latar belakang dapat mengeluarkan kinerja dengan maksimal.

Massimo Meregalli, Sport Manager of Yamaha Motor Racing & Team Director of Monster Energy Yamaha MotoGP, menambahkan fokus di tahun 2026 adalah memaksimalkan performa dan membangun konsistensi pada setiap pekan sambil membiasakan diri dengan mesin baru, dengan hasil positif yang diharapkan akan menyusul dari penguasaan dasar-dasar yang tepat.

Spirit persatuan dan tujuan bersama ini meluas melampaui Yamaha Family sampai kepada kemitraan jangka panjang Yamaha. Sepanjang tahun 2026, tim Monster Energy Yamaha MotoGP sekali lagi dapat mengandalkan dukungan penuh dari sponsor utama tim, Monster Energy Company. Aliansi global Yamaha dengan Monster Energy dibangun di atas visi bersama tentang balap sebagai cara unik untuk mengkomunikasikan kepada penggemar di seluruh dunia semangat tantangan yang menghubungkan kedua perusahaan. Hubungan yang kuat ini, yang dimulai lebih dari satu dekade lalu, mencakup sebagian besar upaya Yamaha racing dari MXGP hingga SX sampai MotoGP dan tercermin dalam branding claw (cakar) Monster yang ikonik yang pada tahun 2026 kembali tampil menonjol pada logo tim, seragam, dan motor.

Pada event launching tersebut, selain management juga tentunya hadir rider tim factory Fabio Quartararo dan Alex Rins bergabung di atas panggung dimana kedua pembalap itu yang memperkenalkan motor YZR-M1 Monster Energy Yamaha MotoGP. Duo rekan satu tim itu tampak sangat senang apalagi dengan antusiasme semua yang hadir dalam acara tersebut dan telah diperkenalkannya M1 baru. Mereka berbagi pemikiran tentang uji coba pramusim 2026 dan harapan mereka untuk musim mendatang.

Livery motor Monster Energy Yamaha MotoGP 2026 mempertahankan karakteristik tema kamuflase yang khas, tetapi desainnya diperbarui dengan lebih banyak warna biru dan putih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, logo penting baru muncul di M1 yaitu logo mitra logistik resmi yang baru, DP World, penyedia logistik global dan operator pelabuhan/terminal yang berkantor pusat di Dubai, mempekerjakan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia dan menangani sekitar 10% perdagangan kontainer dunia. Kemitraan baru ini akan diluncurkan secara resmi di Dubai dalam acara khusus yang rencananya akan diadakan pada 26 Januari.

Fabio Quartararo meraih gelar juara dunia pada tahun 2021 bersama Yamaha. Dia tetap menjadi favorit penggemar berkat bakat uniknya serta kepribadiannya yang ramah. Namun, begitu helmnya dilepas, pria Prancis yang menawan ini berubah menjadi “iblis” kecepatan, dan hasratnya untuk sukses tidak pernah sebesar ini. Dia menghabiskan awal tahun 2026 dengan berlatih tanpa henti dan siap menghadapi musim padat mendatang dengan bantuan kepala kru Diego Gubellini.

Lalu Alex Rins yang melakukan debutnya bersama Yamaha pada tahun 2024, tetap menjadi aset kunci bagi tim Monster Energy Yamaha MotoGP pada tahun 2026. Dia bertekad untuk segera mendapatkan kepercayaan diri dengan YZR-M1 2026 barunya dan mendorongnya hingga batas maksimal untuk mengembalikan Yamaha ke posisi terdepan, didukung oleh kepala kru David Muñoz.

Musim MotoGP mendatang akan menjadi musim yang intens, saat ini diproyeksikan akan terdiri dari 22 seri GP dan 44 balapan, dengan akhir pekan balapan MotoGP menampilkan MotoGP sprint di hari Sabtu dan MotoGP race Minggu.

Pada kesempatan ini tim Monster Energy Yamaha MotoGP mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada banyak sponsor resmi dan mitra resmi yang telah lama mendukung dan antusias terhadap balap Grand Prix sepeda motor.

Takahiro Sumi
General Manager, Motor Sports Development Division, Yamaha Motor Co., Ltd. & President of Yamaha Motor Racing

Tahun 2026 menandai dimulainya era V4 Yamaha, dan ini merupakan babak yang menarik tetapi membutuhkan disiplin, data, dan dedikasi dari semua pihak yang terlibat yaitu factory kami di Jepang, Yamaha Motor Racing di Italia, tim factory, dan tim test kami. Pengembangan paralel tiga platform tahun lalu memberi kami fondasi untuk tahun ini, sehingga kami sekarang dapat fokus pada pengembangan M1 2026 yang ditenagai oleh mesin V4 baru sambil terus mengerjakan prototype 2027.

Kami telah melihat tanda-tanda yang menggembirakan dengan adanya peningkatan stabilitas pengereman, potensi akselerasi yang lebih baik, dan feeling yang lebih konsisten dalam jangka panjang. Kesuksesan di awal musim tidak hanya akan diukur berdasarkan hasil, setiap lap menambah pengetahuan yang akan mendorong kami maju. Fokus kami untuk tahun 2026 berpusat pada percepatan pengembangan dan memastikan integrasi yang mulus antara desain, pengujian, dan balapan. Kami berupaya untuk terus mendapatkan momentum, hasilnya akan mengikuti.

Fabio Quartararo
Rider, Monster Energy Yamaha MotoGP

Saya siap untuk mulai balapan lagi ! Peluncuran tim selalu menjadi momen dimana energi dan antusiasme untuk musim baru meningkat, dan Anda tidak bisa meminta penonton yang lebih baik dan lebih mendukung daripada penggemar Indonesia. Sangat menyenangkan untuk memulai babak baru ini. Mesin V4 adalah perubahan besar, dan saya tidak sabar untuk merasakan bagaimana performanya di lintasan. Saya rasa para penggemar dan media juga sangat penasaran. Saya telah berlatih keras sepanjang musim dingin, jadi saya siap memberikan yang terbaik. Indonesia adalah tempat yang sempurna untuk memulai karena para penggemar di sini luar biasa. Seperti biasa, saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk membuat mereka bangga !

Alex Rins
Rider, Monster Energy Yamaha MotoGP

Pertama-tama, selalu menyenangkan mengunjungi Indonesia. Para penggemar di sini benar-benar istimewa. Tahun lalu saya mendapatkan momentum di akhir musim, dengan GP Indonesia mungkin menjadi akhir pekan terbaik dari semuanya. Memulai musim dengan perkenalan tim di Jakarta, saya merasa sangat termotivasi. Saya ingin membawa energi yang saya dapatkan dari peluncuran hari ini bersama para penggemar ke musim 2026. Motor baru memberi kami lebih banyak peluang pengembangan, dan itu juga sangat memotivasi. Akan ada banyak pekerjaan di depan kami, tetapi saya tidak sabar. Saya telah bekerja keras selama musim liburan untuk siap sejak tes pertama. Ini adalah era baru bagi Yamaha, dan saya senang menjadi bagian darinya.

“Harmoni” HUT Kota Ke-129

January 23, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan istri, Hj Nurlena Rahmad bersama Wakil Wali Kota Bagus Susetyo dan istri, Hj Siti Kotijah.

KOTA BALIKPAPAN merayakan hari jadinya ke-129. Tepatnya Selasa, 10 Februari 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak perayaan ditandai dengan upacara.

Hanya saja tahun ini upacara kembali digelar di halaman Balai Kota tidak di BSCC Dome karena alasan efisiensi. Jadi tidak besar-besaran. Sangat sederhana.

Ada suasana berbeda di hari jadi tahun ini. Wali Kota Rahmad Mas’ud (RM) tidak sendirian lagi.

Sudah ada Wakil Wali Kota yaitu Bagus Susetyo. Bagus sekarang jadi Ketua DPC Gerindra Balikpapan. Partainya Presiden Prabowo Subianto.

Meski Wawali sudah ada, tapi sekretaris daerah kota (Sekdakot) definitif masih kosong menyusul “digesernya” Muhaimin menjadi Ketua Bappeda Kaltim, akhir Desember 2025. Sebagai pengganti sementara ditunjuk Agus Budi Prasetyo, yang sebelumnya adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Status Agus sebagai penjabat (Pj). Setingkat di atas pelaksana tugas (Plt). Biasanya Pj waktu tugasnya bisa lebih panjang dan punya kewenangan seperti pejabat definitif. Dia bertugas sampai menunggu terpilihnya Sekdakot definitif. Saya dengar belum ada tanda-tanda seleksi dilaksanakan. Sayang Agus tahun depan sudah pensiun. Padahal kapasitasnya cukup. Punya pengalaman jadi Kepala Bappeda.

Walau hampir setahun menjadi Wawali, Bagus masih belum bisa menempati rumah dinas. Dia masih disewakan di kompleks The Hils. Rumah dinas Wawali di Jl ARS Muhammad baru tahun ini direnovasi.
Ketua panitia HUT tahun ini adalah Asisten III dr Andi Sri Juliarty atau akrab dipanggil dr Dio. Tahun lalu dia juga. Mungkin supaya efisien. Kabarnya anggaran HUT hanya ratusan juta saja. Dulu sampai di atas Rp5 miliar. Jadi undangan terbatas dan tidak ada cinderamata atau buah tangan.

Tema yang ditetapkan “Harmoni Menuju Kota Global.” Ini sejalan dengan visi “Balikpapan Kota Global, Nyaman untuk Semua dalam Bingkai Madinatul Iman.”

Karena alasan efisiensi, maka kegiatan HUT dipusatkan di kecamatan termasuk syukuran. Tapi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, DPRD tetap menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pidato wali kota. Sekaligus pemberian penghargaan kepada warga yang berjasa dan berprestasi. Kabarnya jumlah penerima penghargaan dikurangi. Hanya 20 orang saja. Mereka hanya diberi dana tanpa pin emas.

Sementara itu dalam rangkaian upacara, Wali Kota menyerahkan panji keberhasilan pembangunan kepada para kepala dinas/badan yang diperoleh dari Pemprov Kaltim.

Pada upacara HUT ke-69 Pemprov Kaltim, 10 Januari 2026, Balikpapan memperoleh 7 panji terbaik I ditambah 1 Arindama Utama, 2 penghargaan Terbaik II dan 4 Terbaik III. Selain itu Camat Balikpapan Barat Erwin, SE meraih penghargaan sebagai Camat Berprestasi III.

Ke-7 penghargaan terbaik I itu adalah Bidang Pendidikan, Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Bidang Lingkungan Hidup, Bidang Pembangunan Investasi Daerah, Bidang Perhubungan serta Bidang Pembangunan Komunikasi & Informatika. Sedang Arindama Utama diraih oleh Bidang Pelayanan Publik.

Dibanding tahun 2025, sepertinya panji yang diperoleh Balikpapan menyusut. Katanya karena ada beberapa bidang tidak dilombakan lagi. Tahun 2025 Balikpapan memperoleh 17 Arindama. Tapi Balikpapan masih menjadi kota terbanyak meraih penghargaan.

MAKIN DIPERCANTIK
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud punya semangat mempercantik kota. Sejumlah taman dibenahi melalui program CSR beberapa perusahaan. Trotoar di tata ada kursinya. Ada tugu atau monumen. Yang unik tugu perahu pinisi di mulut jalan Stadion Batakan.

Sementara jembatan dan jalan dipasangi lampu PJU atau lampu hias yang cantik. Jembatan Manggar misalnya, jadi seperti jembatan seribu lampu. Sayang ada yang tewas tersengat listrik gara-gara memancing di sana, akhir tahun lalu.

Sekarang ini di sepanjang Jl A Yani juga dipasangi PJU hias. Tapi di lokasi itu banyak kabel telepon dan optik yang tergantung semrawut. Jadi kalau siang sangat tak nyaman dipandang mata. Mudah-mudahan kesemrawutan kabel itu bisa dibenahi. Biar lebih cantik lampunya.

Ada yang menyorot soal PJU ini. Terkesan berlebihan. Jaraknya sangat rapat. Kabarnya dananya cukup besar. Selain PJU hias, ada juga yang menyoroti pemasangan PJUTS (Tenaga Surya).

Jalan MT Haryono juga makin cantik dan lebar. Kawasan sekitar jembatan PDAM sampai depan Telkom kalau malam hari luar biasa. Hanya saja kalau hujan lebat, laut pasang, maka banjirnya dari beler melebar. Di situ pernah ada proyek DAS Ampal yang menghabiskan biaya Rp136 miliar. Sempat heboh karena pekerjaannya tidak begitu lancar.
Hampir tiap sudut kota sekarang juga dipasangi fasilitas videotron. Maksudnya baik untuk mengirim pesan pembangunan lebih efektif. Tapi biaya pemeliharaannya cukup besar.

Saya dengar Wawali Bagus Susetyo sangat memperhatikan masalah ini. Tapi dia terlihat dia lebih kalem. Bagus juga sifatnya.
Saya belum tahu apa ada proyek pembangunan yang diresmikan pada HUT ke-129. Tapi catatan saya ada PR berat yang harus diselesaikan Pemkot yaitu proyek pembangunan kembali Rumah Sakit Sayang Ibu, Balikpapan Barat yang mangkrak. Di lapangan ada sejumlah material teronggok.

Proyek senilai Rp106 miliar itu terseok-seok, mulai urusan pembebasan lahan sampai kualitas kontraktornya. Nama kontraktor pelaksana adalah PT Ardi Tekindo Perkasa. Kabarnya dari Surabaya.

Proyek ini mulai dikerjakan tahun 2025. Tapi sampai akhir tahun progresnya hanya 20 persen. Menurut Baharuddin Daeng Lala, anggota Dewan dari Fraksi Nasdem, Pemkot sudah memutus kontraknya. Jadi akan ditender ulang.

Tapi ada juga rencana Dewan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Wakil Ketua Komisi III, Halili Adinegara minta dilakukan audit dulu sebelum dilelang ulang. “Penjelasan dari Inspektorat dan BPK menjadi hal yang sangat krusial,” katanya seperti diberitakan Seputarfakta.com. Ada pihak yang melaporkan kasus RSUD Balikpapan Barat ini ke Kejaksaan Tinggi Kaltim.

Sepertinya gara-gara mangkraknya RSUD Sayang Ibu, rencana pembangunan RSUD Type C di Balikpapan Timur dengan biaya Rp273,27 miliar juga ditunda. Selain juga ada kaitan dengan keuangan Pemkot yang seret karena adanya kebijakan efisiensi dan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD).

Masalah lain yang dihadapi warga kota sampai saat ini adalah keterbatasan air PDAM, kemacetan lalu lintas di berbagai titik, banjir dan antre BBM serta gas subsidi.

Meski terbilang masih lama, banyak juga warga kota sudah bicara siapa calon wali kota Balikpapan selanjutnya. Soalnya RM sudah dua kali. Jadi pasti ganti pada tahun 2029 atau 2030.

Dari isu yang beredar, ada 3 skenario yang mungkin dilakukan RM. Pertama, RM akan mengajukan istrinya, Hj Nurlena Rahmad sebagai calon penggantinya. Kedua, RM tukar tempat dengan kakak kandungnya, Hasanuddin Mas’ud (HAMAS) yang sekarang jadi Ketua DPRD Kaltim. Ketiga, RM merekomendasi Abdulloh, mantan Ketua DPRD Balikpapan yang sekarang jadi Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim. Abdulloh juga dari Golkar dan besar pendukungnya.

Sementara di luar lingkaran RM, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo sangat diperhitungkan. Soalnya dia dari Partai Gerindra. Sepanjang Prabowo masih bercokol, Bagus sangat berpeluang naik kelas menjadi calon Wali Kota Balikpapan yang kuat dan bagus.
Ada dua nama lain yang juga berembus. Yaitu H Karmin Laonggeng dan H Abdul Hakim Rauf. Karmin adalah pengusaha yang juga Ketua MPW Partai Berkarya Kaltim. Tapi kabarnya dia didorong-dorong untuk menjadi Ketua DPC Demokrat Balikpapan untuk memuluskan pencalonannya di Pilwali. Hanya saja kursi Demokrat di Dewan hanya satu.

Sedang H Hakim saat ini Ketua DPC Partai Nasdem. Istrinya Hj Yusdiana Hakim menjadi Ketua Fraksi Nasdem DPRD Balikpapan. Anggota fraksi ada 7. No 2 terbanyak setelah Golkar. Hakim pernah menjadi calon wakil wali kota ketika berpasangan dengan Andi Burhanuddin Solong (ABS) pada Pilwali Balikpapan 2015.

Hampir tidak ada even khusus memeriahkan HUT ke-129 Kota Balikpapan. Tapi kabarnya pertandingan Golf Wali Kota Cup tetap digelar. Tadinya lapangan yang dipakai sesuai brosur awal di lapangan Royal Mahligai Golf & Country Kariangau. Sekalian acara soft launching.
Ada yang menyebut Royal Mahligai disingkat RM, yang juga berarti Rahmad Mas’ud. Lapangan itu kabarnya memang milik RM pribadi. RM Golf juga membuka fasilitas latihan atau driving di Grand City.

Kabar terakhir saya dengar turnamen Golf Wali Kota Cup dipindahkan lagi ke Pertamina Gunung Bakaran. Mungkin karena pertimbangan fasilitas lapangan RM Golf baru bisa bermain untuk 9 hole. Padahal peserta cukup banyak. Hadiah hole in one-nya mobil Pajero Sport.

Tiap peserta dipungut Rp1,8 juta. Khusus junior Rp1 juta.
Selain golf, ada juga Paddle Wali Kota Cup. Diselenggarakan oleh HIPMI Balikpapan yang diketuai Adam Dustin Bhakti.  Di saat ultah kota, saya terpikir nasib Persiba. Saat ini terancam turun lagi ke Liga 3. Sembilan kali berlaga di Liga 2 Pegadaian Championship, tak satu pun meraih kemenangan. Nasibnya di ujung tanduk. Mudah-mudahan ada dewa penyelamat. Supaya bisa memberi kado manis untuk HUT Kota.

Sekarang kita ucapkan Dirgahayu Kota Balikpapan ke-129. Saya lahir di kota ini dan sempat memimpin selama 15 tahun. Karena itu saya tak pernah berhenti mencintai Balikpapan.(*)

ESDM Kaltim Dorong Energi Bersih dan Percepatan Listrik Desa

January 23, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur, Serba-Serbi

SAMARINDA – Upaya menghadirkan akses listrik bagi puluhan ribu warga Kalimantan Timur kini menjadi prioritas utama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim. Seiring menyusutnya kewenangan di sektor mineral dan batu bara, ESDM Kaltim mengarahkan fokus pada percepatan elektrifikasi desa dan pengembangan energi bersih.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menjelaskan, sebagian besar kewenangan minerba telah dialihkan ke pemerintah pusat. Adapun kewenangan yang masih berada di daerah hanya sebatas penerbitan izin galian C dan silika.

“Kalau tugas utama yang ada di RPJMD itu ada dua. Pertama soal rasio elektrifikasi, karena masih ada sekitar 66 ribu penduduk atau sekitar 65 ribu kepala keluarga yang belum menikmati listrik. Kedua adalah bauran energi, yaitu pengalihan dari energi fosil ke energi non-fosil,” ujar Bambang, Jumat (23/1/26).

Ia menyebutkan, peran ESDM Kaltim di sektor minerba kini bersifat terbatas dan hanya sebagai tugas pendukung. Bahkan hingga saat ini belum ada kewajiban reklamasi yang ditangani langsung pemerintah provinsi, sementara dokumen rencana kerja dan anggaran biaya (RKB) masih dalam proses.

Terkait elektrifikasi desa, Bambang mengungkapkan bahwa sejak awal masa jabatan Gubernur Kalimantan Timur, terdapat 109 desa yang belum teraliri listrik. Dalam kurun waktu satu tahun, sebanyak 36 desa telah berhasil dialiri listrik, sehingga tersisa 73 desa yang masih menjadi target penyelesaian.

“Daerah-daerah yang belum teraliri listrik umumnya berada di wilayah terpencil seperti Kabupaten Paser, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, serta Mahakam Ulu. Kondisi paling berat memang di Mahakam Ulu karena keterbatasan akses jalan,” jelasnya.

Menurut Bambang, keterbatasan infrastruktur jalan menjadi kendala utama masuknya jaringan PLN ke desa-desa tersebut. Pasalnya, pembangunan jaringan listrik membutuhkan akses badan jalan yang memadai.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan skema pra-PLN melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), baik terpusat maupun komunal, untuk memastikan masyarakat tetap dapat menikmati listrik.

“Kami menyiapkan kondisi pra-PLN seperti PLTS terpusat dan PLTS komunal. Ini sangat membantu masyarakat, terutama yang sebelumnya hanya mengandalkan lampu minyak atau genset yang menyala terbatas,” katanya.

Dengan keberadaan PLTS komunal, Bambang menyebut masyarakat kini dapat menikmati listrik selama 24 jam. Sistem tersebut menggunakan panel surya (solar cell) yang dihibahkan pemerintah dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Kalau dulu pakai genset, iurannya bisa sampai Rp300 ribu per bulan per rumah. Sekarang dengan PLTS komunal, warga hanya membayar sekitar Rp50 ribu per bulan untuk biaya kebersihan dan penjaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski ke depan terdapat keterbatasan anggaran pembangunan, ESDM Kaltim tetap akan mendorong koordinasi dengan PLN agar program listrik desa dapat terus berlanjut dan pemerataan energi di seluruh wilayah Kalimantan Timur dapat terwujud. (yud)

Dana Jamrek Dikelola Pusat, Daerah Tak Bisa Campur Tangan

January 23, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur, Serba-Serbi

SAMARINDA – Meski aktivitas pertambangan dan dampak lingkungannya berada di wilayah Kalimantan Timur, pemerintah daerah kini tidak lagi memiliki kewenangan atas pelaksanaan reklamasi tambang. Hal tersebut menyusul pengalihan pengelolaan jaminan reklamasi (jamrek) ke pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menjelaskan, seluruh dana jaminan reklamasi disetor ke pemerintah pusat. Apabila perusahaan tambang tidak melaksanakan kewajiban reklamasi, kewenangan untuk mencairkan dana jamrek serta menunjuk pihak ketiga pelaksana reklamasi juga berada di tangan pemerintah pusat.

“Jaminan reklamasi itu larinya tetap ke pusat. Jadi yang berhak menunjuk pihak ketiga apabila reklamasi tidak dilakukan juga pemerintah pusat,” ujar Bambang, Jumat (23/1/26).

Ia menegaskan, kebijakan tersebut membuat pemerintah daerah tidak lagi memiliki kewenangan langsung pada pelaksanaan reklamasi tambang, meskipun aktivitas pertambangan dan dampak lingkungannya berada di wilayah daerah.

“Masih banyak yang menganggap ini tugas ESDM Kaltim, padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 kewenangan itu sudah tidak ada lagi di daerah dan seluruhnya berpindah ke pusat,” jelasnya.

Ia menilai, kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam kebijakan strategis pengelolaan pertambangan. Menurutnya, secara substansi kebijakan tersebut penting, namun dalam aspek penatausahaan belum berpihak kepada daerah.

“Tambangnya ada di daerah, dampak lingkungannya di daerah, tapi kewenangan pengawasannya tidak ada di daerah. Ini yang menjadi persoalan,” katanya.

Ia mengungkapkan, keterbatasan kewenangan pemerintah daerah dalam pembinaan dan pengawasan pertambangan juga telah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal tersebut disampaikan saat Wakil Gubernur Kalimantan Timur menerima laporan hasil pemeriksaan BPK terkait isu lingkungan.

Selain itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur turut menyoroti keterbatasan kewenangan tersebut. Dalam evaluasinya, BPKP menilai minimnya peran pemerintah daerah berdampak pada tidak optimalnya pengawasan lingkungan di sektor pertambangan, khususnya tambang batu bara.

“Kewenangan yang terbatas itu mengakibatkan pengawasan lingkungan tidak bisa dioptimalkan dengan baik,” pungkas Bambang. (yud)

ESDM Kaltim Tegaskan Reklamasi Tambang Bukan Kewenangan Daerah

January 23, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Aksi penyampaian aspirasi mahasiswa terkait persoalan reklamasi dan lubang bekas tambang mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur meluruskan posisi kewenangan pemerintah daerah dalam sektor pertambangan batu bara, yang sejak 2020 telah sepenuhnya beralih ke pemerintah pusat.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menyampaikan hal tersebut menanggapi aksi penyampaian aspirasi sekitar 100 mahasiswa yang digelar pada 21 Januari 2026 lalu. Pada aksi tersebut, mahasiswa menyoroti persoalan reklamasi tambang dan menyatakan Kalimantan Timur dalam kondisi darurat tambang.

“Pada saat mereka menyampaikan aspirasinya, baru diketahui bahwa kewenangan perizinan, pembinaan, dan pengawasan pertambangan batu bara sudah tidak lagi di Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Bambang, Kamis (22/1/26).

Ia menjelaskan, berdasarkan regulasi tersebut, seluruh kewenangan pertambangan berada di pemerintah pusat dan dilaksanakan melalui Inspektur Tambang. Bahkan, menurutnya, pemerintah provinsi tidak dapat secara langsung menurunkan Inspektur Tambang ke lapangan tanpa adanya surat penugasan dari pemerintah pusat.

“Kalau kami meminta Inspektur Tambang turun, harus bersurat ke pemerintah pusat. Kalau sudah ditugaskan baru mereka bisa turun. Jadi tidak bisa reaksional,” jelasnya.

Dirinya mengakui keterbatasan jumlah Inspektur Tambang serta sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor pengawasan yang belum optimal, terutama dengan luas wilayah Kalimantan Timur yang sangat besar. Hal tersebut, kata dia, turut membuka ruang diskusi yang lebih objektif antara pemerintah dan mahasiswa.

“Diskusi kemarin membuka semua wawasan. Selama ini narasi di media sosial menyebut ESDM diam atau melakukan pembiaran. Padahal secara kewenangan, itu memang bukan lagi di daerah,” tegasnya.

Terkait tuntutan mahasiswa mengenai data deforestasi akibat pertambangan, revegetasi, dan reklamasi, ia menyebutkan, data tersebut tidak berada di pemerintah provinsi.

“Kalau kewenangannya tidak ada di sini, otoritasnya tidak ada di sini, pembiayaannya tidak ada di sini, datanya juga pasti tidak ada di sini,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah provinsi tetap turun ke lapangan apabila terjadi dampak langsung terhadap masyarakat, seperti bencana longsor akibat aktivitas tambang. Namun langkah tersebut sebatas memastikan perlindungan masyarakat dan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami turun memastikan kondisi masyarakat, lalu mengoordinasikan ke Inspektur Tambang untuk mitigasi. Tapi kami tidak bisa mengeksekusi,” katanya.

Dirinya juga menyoroti persoalan jaminan reklamasi (jamrek) yang seluruh dananya berada di pemerintah pusat. Jika perusahaan tambang tidak melakukan reklamasi, penunjukan pihak ketiga untuk pelaksanaan reklamasi juga menjadi kewenangan pusat.

Ia menilai kebijakan sentralisasi kewenangan pertambangan ini menimbulkan ketimpangan, karena aktivitas tambang dan dampak lingkungannya berada di daerah, sementara kewenangan pengawasan tidak.

“Kebijakan ini strategis, tapi penatausahaannya belum berpihak kepada daerah,” ujarnya.

Menurut Bambang, keterbatasan kewenangan daerah dalam pengawasan tambang juga disoroti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan pemeriksaan, termasuk oleh BPKP Provinsi Kalimantan Timur.

“Ini juga disampaikan Pak Wakil Gubernur saat menerima laporan BPK, bahwa kewenangan daerah sangat terbatas dalam pembinaan dan pengawasan tambang batu bara, dan itu berdampak pada pengawasan lingkungan,” pungkasnya. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1469204
    Users Today : 2178
    Users Yesterday : 3989
    This Year : 405714
    Total Users : 1469204
    Total views : 12942691
    Who's Online : 33
    Your IP Address : 216.73.216.222
    Server Time : 2026-03-13