Kejati Kaltim Dampingi PLN Tangani Sengketa Hukum Ketenagalistrikan

January 10, 2026 by  
Filed under Berita

Penandatanganan Dokumen Perjanjian Kerja Sama antara PT. PLN UID Kaltim Kaltara dengan Kejaksaan Negeri se Kaltim

‎BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara serta PT PLN UIP Kalimantan Bagian Timur menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kejaksaan Negeri se-Kalimantan Timur terkait koordinasi pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PLN Hub Balikpapan, Jumat (9/1/2026).

‎Penandatanganan PKS dirangkaikan dengan paparan penerangan hukum oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Supardi kepada jajaran manajemen PT PLN (Persero) di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Paparan tersebut menekankan optimalisasi peran Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam pendampingan penyelesaian permasalahan hukum, baik secara litigasi maupun nonlitigasi.

‎Kajati Kaltim menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi para pihak serta meningkatkan efektivitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

‎“Di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama negara atau pemerintah,” ujar Supardi.

‎Menurutnya, instansi pemerintah, termasuk BUMN seperti PT PLN, dapat memanfaatkan JPN untuk bantuan hukum, pertimbangan hukum, pelayanan hukum, penegakan hukum, serta tindakan hukum lainnya.

‎Supardi menegaskan, PT PLN sebagai BUMN strategis yang berperan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Ibu Kota Nusantara (IKN), memiliki kepentingan hukum yang besar sehingga membutuhkan pendampingan hukum yang profesional, akuntabel, dan berlandaskan kepastian hukum.

‎Melalui PKS ini, Kejaksaan diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum maksimal bagi PT PLN, termasuk dalam menjaga aset dan infrastruktur ketenagalistrikan. Ke depan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemberian Surat Kuasa Khusus kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur untuk penyelesaian potensi sengketa secara optimal.

‎Kegiatan ini dihadiri General Manager PT PLN UID Kaltimra Muchammad Chaliq Fadli, General Manager PT PLN UIP Kalimantan Bagian Timur Basuki Widodo, General Manager PT PLN UIP3B Riko Ramadhano Budiawan, Senior Regional Manager PT PLN ICON Yusuf Hadiyanto, para Asisten Kejati Kaltim, seluruh Kepala Kejaksaan Negeri se-Kalimantan Timur beserta jajaran, serta Kabag Tata Usaha Kejati Kaltim.*

Gen Z dan Tren Soft Saving, Menabung Santai di Era Modern

January 10, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Generasi Z kini tengah mengubah cara pandang terhadap tabungan dan pengelolaan keuangan dengan mengadopsi tren baru yang dikenal sebagai soft saving. Berbeda dengan menabung secara konvensional yang kerap menekankan target besar di masa depan, soft saving menekankan keseimbangan antara kebutuhan finansial saat ini dan pemenuhan kualitas hidup.

Menurut studi yang dimuat dalam Prosperity Index oleh Intuit, tiga dari empat Gen Z memilih kualitas hidup yang lebih baik sekarang dibandingkan uang ekstra di bank. Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam cara generasi ini memandang uang dan masa depan.

Apa Itu Soft Saving?

Istilah soft saving merujuk pada cara menabung yang lebih fleksibel dan tanpa tekanan target besar. Gen Z menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara konsisten, lalu menggunakan sebagian pendapatannya untuk pengalaman hidup, kesehatan mental, atau pengembangan diri bukan hanya menimbun tabungan untuk masa pensiun atau tujuan jangka panjang semata.

Pengertian ini sejalan dengan fenomena soft life, gaya hidup yang fokus pada kenyamanan, kesejahteraan emosional, dan mengurangi stres finansial sikap yang kerap menjadi perbincangan di media sosial.

Hasil Prosperity Index Study menunjukkan mayoritas Gen Z lebih memilih pengalaman hidup dan keseimbangan ketimbang menyimpan dana besar untuk masa depan.  Data dari survei lain juga menunjukkan tingkat menabung untuk pensiun di kalangan Gen Z lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya, meskipun mereka tetap menyisihkan sebagian pendapatan mereka.

Menurut Intuit, 73% Gen Z lebih memilih kualitas hidup kini daripada menambah uang di rekening bank mereka. Selain itu, 66% dari generasi ini mengatakan mereka ragu akan memiliki cukup uang untuk pensiun di masa mendatang.

Pandangan serupa juga datang dari kalangan Gen Z yang menjalani fase transisi menuju kemandirian finansial. Di tengah tuntutan ekonomi dan keinginan untuk tetap mengembangkan diri, sebagian anak muda memilih cara menabung yang lebih lentur dan realistis. Salah satunya disampaikan Ruri, seorang Gen Z yang kini mulai menata keuangan pribadinya dengan pendekatan soft saving.

“Bagi saya, menabung bukan berarti harus besar sejak awal. Saya ingin bisa ikut kursus, traveling minimal sekali setahun, dan juga tetap punya tabungan darurat. Soft saving membantu saya merasa tidak tertekan secara finansial sekaligus tetap menikmati hidup,” ujar Ruri.

Menurut Ruri, soft saving membantunya menetapkan prioritas yang realistis, “Kalau terlalu memaksa diri menyetop semua keinginan demi target tabungan yang tinggi, justru saya stres dan kehabisan motivasi,” pungkasnya. (intan)

Gen Z dan Work-Life Balance, Menyeimbangkan Hidup di Era Baru Kerja

January 10, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Bagi generasi Z, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan bukan sekadar istilah manis di brosur perusahaan melainkan prioritas utama dalam memilih dan menjalani pekerjaan. Studi akademik di berbagai lembaga menunjukkan, generasi yang kini berusia 18–28 tahun memiliki pandangan dan kebutuhan yang berbeda dari generasi sebelumnya terkait dunia kerja.

Menurut penelitian di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, work-life balance berpengaruh positif dan signifikan sebesar 44,3% terhadap kepuasan kerja di kalangan Gen Z yang bekerja di perusahaan startup di Bekasi.

Hasil ini menunjukkan semakin baik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan Gen Z  yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan mental karyawan.

Kajian lain yang dikumpulkan melalui tinjauan pustaka juga menegaskan, Gen Z jauh lebih menghargai keseimbangan tersebut daripada sekadar gaji besar: kemampuan untuk bersantai, berinteraksi dengan keluarga, dan mengejar hobi terbukti membantu mengurangi stres serta meningkatkan motivasi.

Selain itu, survei global oleh Randstad menempatkan work-life balance sebagai prioritas teratas di atas gaji dalam keputusan memilih pekerjaan sebuah tren yang lebih kuat dirasakan di kalangan Gen Z dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.

Harapan dan narasi Gen Z tentang work-life balance juga tampak dalam suara langsung dari angkatan kerja ini.

“Saya ingin kerja yang fleksibel agar punya waktu berkualitas dengan keluarga dan teman, bukan hanya mengejar angka di laporan kerja,” ujar Laras, 24 tahun pekerja creative di Samarinda.

“Banyak teman saya rela mengambil pekerjaan dengan gaji lebih kecil asal jamnya bisa diatur fleksibel. Saya percaya hidup itu lebih dari sekadar bekerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore,” tambah nya.

Narasi ini mencerminkan nilai yang berkembang, Gen Z bekerja untuk hidup bukan hidup hanya untuk bekerja.

Dalam praktiknya, perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang menghargai keseimbangan hidup pribadi dan profesional umumnya melihat keuntungan berupa peningkatan kepuasan kerja dan loyalitas pekerja muda. (intan)

Pekan Raya Kaltim 2026 Warnai Hari Jadi Provinsi

January 10, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Timur diwarnai dengan dibukanya Pekan Raya Kaltim (PRK) 2026 di kawasan GOR Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Jumat (9/1/2026).

PRK 2026 merupakan pameran pembangunan yang menghadirkan UMKM, layanan publik, serta program unggulan pemerintah daerah. Ini menjadi salah sarana bagi pemerintah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk melihat pelayanan dan potensi daerah,” kata Gubernur kaltim Rudy Mas’ud.

Gubernur juga melakukan peninjauan ke sejumlah stan, termasuk sektor perbankan, UMKM, dan layanan kesehatan. Menurutnya, keterlibatan berbagai instansi dalam PRK menunjukkan upaya kolaboratif dalam pembangunan daerah.

“Kita ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah secara langsung, termasuk dalam pelayanan dasar,” ujarnya.

Melalui PRK 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap momentum peringatan HUT ke-69 ini dapat memperkuat peran UMKM, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah. (*)

Rayakan HUT ke 69, Komitmen Sukses Menuju Generasi Emas

January 10, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur genap berusia 69 tahun. Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 provinsi ini ditandai pelaksanaan upacara di Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Jumat (9/1/2026).

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud sebagai inspektur upacara (Irup) menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi melanjutkan pembangunan daerah melalui visi besar Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas, yakni Kalimantan Timur yang maju perekonomiannya, unggul sumber daya manusianya, berkeadilan, serta berkelanjutan lingkungannya.

“Visi tersebut kami jabarkan melalui misi penguatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan,” ujar Rudy Mas’ud.

Rudy menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi, melainkan dari sejauh mana pembangunan tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara adil dan merata.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT Provinsi tahun 2026 sebagai penguat tekad untuk terus bekerja dengan integritas, melayani dengan hati, serta membangun Kalimantan Timur dengan semangat keadilan dan keberlanjutan.

“Dirgahayu ke-69 Provinsi Kalimantan Timur. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, melimpahkan rahmat-Nya kepada Bumi Etam, membiarkan kemakmuran mengalir deras seperti Sungai Mahakam, serta mengikat hati kita dalam simpul persatuan yang tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, dan tak tergerus oleh zaman,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan sebanyak 21 penghargaan Arindama kepada 10 kabupaten/kota. Penghargaan tersebut mencakup kategori pelayanan publik, pembangunan ekonomi, serta camat berprestasi terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusi dalam pembangunan daerah.

Upacara puncak peringatan HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Timur tahun ini juga dimeriahkan dengan penampilan tarian massal yang melibatkan sekitar 560 siswa-siswi dari berbagai sekolah. (praba)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1188840
    Users Today : 4539
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 125350
    Total Users : 1188840
    Total views : 11299739
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23