Banjir Sungai Marah Rendam Dua Desa di Kutai Timur, PT SAP Salurkan Bantuan

January 20, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

Kutai Timur, Kaltim — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Marah selama berhari-hari memicu banjir besar di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur.

Luapan air sungai merendam permukiman warga di Desa Marah Haloq dan Desa Lung Melah. Dua desa yang berada di bantaran sungai ini menjadi wilayah terdampak paling parah.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari menjadi terhambat.

Merespons situasi darurat itu, PT Subur Abadi Plantations (SAP), perusahaan perkebunan kelapa sawit grup Astra Agro Lestari, menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Bantuan disalurkan kepada warga di kedua desa dengan melibatkan pemerintah desa, aparat kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat.

Distribusi bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Marah.

“Kami mewakili masyarakat Desa Marah Haloq menyampaikan terima kasih kepada PT SAP atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat kami yang terdampak bencana banjir. Bantuan kebutuhan pokok yang diberikan ini sangat membantu kami dalam meringankan beban masyarakat,” ungkap Kepala Desa Marah Haloq, Gusti Mandala, mengapresiasi langkah cepat perusahaan.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Lung Melah, Simon Peres. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warga di tengah kondisi sulit akibat bencana.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Lung Melah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Subur Abadi Plantations atas bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat kami yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat membantu warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi sulit,” ujarnya.

Menurut Simon, bantuan tersebut mencerminkan kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat desa di sekitar wilayah operasional.

“Kami berharap hubungan dan kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin demi menyejahterakan masyarakat Desa Lung Melah,” tambahnya.

Banjir yang melanda Desa Marah Haloq dan Lung Melah terjadi akibat meningkatnya debit Sungai Marah yang melampaui kapasitas daya tampungnya. Letak geografis kedua desa yang berada di sepanjang bantaran sungai membuat wilayah tersebut sedikit rentan ketika curah hujan tinggi terjadi di kawasan hulu.

Administratur PT SAP, Abdus Syukur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi situasi darurat bencana di sekitar wilayah operasional.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat, khususnya di Desa Marah Haloq dan Lung Melah. Kami berharap bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan,” ujar Abdus Syukur.

Ia menegaskan, PT SAP berkomitmen untuk terus hadir dan bekerjasama dengan pemerintah desa serta masyarakat, tidak hanya dalam situasi normal tetapi juga saat terjadi kondisi darurat.

“Perusahaan berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan mendukung pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut, turut hadir pemerintah desa, Babinsa, tokoh pemuda, serta jajaran manajemen PT SAP. Kegiatan ini menjadi cermin dari upaya bersama dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, PT Subur Abadi Plantations menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif mendukung ketahanan sosial masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak bencana alam, sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan yang diusung perusahaan.(*)

Ada Akmal di “Deboekit” Manggar

January 20, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Peserta Festival Dayung di kawasan Deboekit, Sungai Manggar Balikpapan.

HEBAT juga naluri bisnis Pak Akmal Malik. Meski dia pejabat di pemerintahan, tapi mampu melakukan investasi miliaran rupiah. Kebetulan investasi besar itu dia pilih lokasinya di Kaltim.

Pak Akmal Malik yang saya maksud adalah Prof Dr Akmal Malik, M.Si, pejabat eselon I Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang pernah bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim selama satu setengah tahun.

Saat itu dia mengisi kekosongan jabatan Gubernur Kaltim definitif, setelah Isran Noor berakhir masa tugasnya 30 September 2023. Akmal kembali ke Jakarta setelah Rudy Mas’ud dilantik menjadi gubernur baru sejak 20 Februari 2025. Sebelumnya dia juga pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Akmal akrab dengan keluarga Bani Mas’ud. Mungkin sejak dia berada di Sulbar, daerah asal keluarga Mas’ud. Apalagi Hasanuddin Mas’ud yang sekarang Ketua DPRD Kaltim pernah mengikuti kontestasi Pilgub Sulbar. Juga anggota DPRD Kaltim, Syahariah Mas’ud pernah menjadi anggota DPRD Sulbar.

Jabatan definitif Akmal di Jakarta adalah Dirjen Otonomi Daerah (Otda). Tapi sejak 14 Januari lalu dia dirotasi menjadi Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum). Jabatan lamanya sekarang dipegang Cheka Virgowansyah, yang pernah menjadi Pj Wali Kota Palembang dan Tasikmalaya.

Meski sudah kembali ke Jakarta, Akmal sepertinya bakal sering ke Kaltim terutama Balikpapan. Pertengahan Desember tahun 2025 lalu dia me-launching “Deboekit Riverside Resort (DRR),” sebuah destinasi wisata baru yang menggabungkan rekreasi dan edukasi berbasis lingkungan.

Kabarnya itu milik Akmal. Ada juga yang bilang dia bekerjasama dengan investor lain. Akmal sepertinya tertarik di bisnis wisata. Ketika dia bertugas di Kaltim, dia melihat potensi alam yang sangat menarik. Dia kawinkan dengan kegemarannya berolahraga air terutama Stand Up Paddle (SUP). Lalu lahirnya DRR.

Akmal kelahiran Pulau Punjung, Sumatera Barat. Orang Padang dikenal sebagai salah satu suku perantau, yang punya naluri tinggi di bidang bisnis atau usaha.

Ada nama Aisyah Akmal di tim pengelola Deboekit. Kalau dilihat nama sepertinya ada hubungannya dengan Akmal Malik. Ada yang menyebut Aisyah adalah putri Akmal.

Sumber lain menyebutkan, Akmal juga punya lahan dan resort di pulau wisata Maratua, Kabupaten Berau. Maratua dikenal seperti “Maldive”-nya Indonesia. Sangat potensial bisa menarik para wisatawan dari mancanegara. Akmal pernah menggelar acara Maratua Run. Sukses dan ramai diikuti pelari dan wisawatan dari berbagai penjuru.

Banyak yang memuji Akmal punya perhatian besar memajukan Kaltim terutama dari industri pariwisatanya. Tapi ada juga yang sedikit mengkritisi dia. Baru sekitar satu setengah tahun tinggal di Kaltim, sudah punya aset dan investasi bernilai tidak kecil.

Ketika dia menjabat Pj Gubernur Kaltim, sempat juga tercium aroma tidak biasa. Mulai urusan mutasi dan rotasi, pencairan dana penyertaan modal Bankaltimtara sampai kerjasama dan dukungan kepada perguruan tinggi yang menganugerahkannya gelar guru besar.

FESTIVAL DAYUNG MANGGAR
Lokasi Deboekit di tepi Sungai Manggar, Jl Al Amin No 67, Balikpapan Timur. Berdiri di atas lahan seluas sekitar 2 hektare. Sangat alami apalagi dikelilingi hutan mangrove yang memesona. Di situ juga sering muncul bekantan (Nasalis larvatus), yang menjadi primata khas Kalimantan.

Menurut Direktur Deboekit Devi Indah Noviarini, DRR dikembangkan sebagai kawasan wisata terintegrasi yang memadukan fasilitas penginapan, aktivitas olahraga air, edukasi lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Tersedia 22 unit kamar yang terdiri dari tipe hotel dan vila dengan tarif antara Rp800 ribu hingga Rp3,5 juta. Lalu beragam fasilitas pendukung wisata alam dan olahraga air. Kita bisa main paddling, menyusur sungai, bergaya dengan jetski atau menikmati Sungai Manggar dan panorama matahari tenggelam dengan naik kapal wisata.

Para tamu atau wisatawan juga bisa menikmati suasana yang khas. Makan di restoran terapung, santai di kafe apung sampai menikmati spa apung. Ada 50 menu kuliner Nusantara yang menjadi pilihan, terutama menikmati ikan laut dan kepiting.

Di situ ada tambak yang bisa ditiru nelayan tambak lainnya. Akmal mengembangkan pengelolaan tambak dengan sistem silvofishery. Sistem ini menggabungkan budidaya perikanan dengan penanaman mangrove, sehingga pakan ikan berasal dari ekosistem alami tanpa menggunakan bahan kimia. “Ini langkah terobosan yang efektif,” katanya.

Launching DRR ditandai juga dengan digelarnya Festival Dayung Manggar. Kebetulan Akmal adalah Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Stand Up Paddle (SUP), olahraga dayung sambil berdiri yang semakin populer di Indonesia. Ada ratusan peserta dari berbagai negara ikut berlomba.

Selain lomba dayung, digelar juga Deboekit Trail Run 2025 dengan 500 peserta. Mereka menempuh jarak 5 kilometer. Berlangsung meriah dan amat menantang.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) dan saudara kandungnya Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM) memuji kehadiran Deboekit yang dinilai sangat menginspirasi dan memberikan kontribusi yang kuat untuk memajukan industri pariwisata dan pengelolaan lingkungan yang lestari.

Menurut HARUM, konsep wisata edukasi memiliki nilai ekonomi tambahan karena tidak hanya menarik kunjungan wisata, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi masyarakat.
Dia juga memuji keberadaan ekosistem mangrove di sekitar Deboekit. “Mangrovenya masih terjaga dengan baik. Jika dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan, maka DRR bisa berkembang tanpa merusak ekosistem,” jelasnya.

Wali Kota RM senang Akmal membangun Deboekit di Balikpapan. Karena memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota wisata. Apalagi kota ini menjadi penyandang utama Ibu Kota Nusantara. Ada kabar, lahan Deboekit sebagian dukungan RM secara pribadi. Kebetulan lokasinya berdampingan dengan lahan milik RM.

Saya belum sempat masuk ke kawasan Deboekit. Sebelum dibuka 12 Desember 2025 lalu, saya sempat singgah di tempat pemancingan teman di samping Deboekit. Saya lihat Deboekit memang menarik. Minggu kemarin, ada satu keluarga pagi-pagi ke sana. Cuma saya kaget kok cepat pulang. “Panas,” katanya.(*)

Merawat Empati Jurnalisme di Tengah Gempuran AI

January 19, 2026 by  
Filed under Opini

Refleksi HPN 2026
Oleh: Dr. Bagus Sudarmanto, S.Sos., M.Si.

Perubahan dunia jurnalistik Indonesia datang bersamaan dengan krisis yang belum sepenuhnya pulih. Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja, penutupan media lokal, dan melemahnya daya tawar redaksi, kecerdasan buatan (AI) hadir sebagai teknologi yang menjanjikan efisiensi sekaligus memicu kecemasan. Mesin AI kini tidak lagi sekadar membantu kerja jurnalistik, tetapi mulai ikut memproduksi berita dengan skala dan kecepatan yang sulit disaingi manusia.

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru di tingkat global. Sejak awal 2010-an, kantor berita seperti Associated Press telah menggunakan sistem otomatis untuk menulis laporan keuangan dan olahraga berbasis data.

Matt Carlson (2015) menyebut praktik ini sebagai automated journalism, fase awal ketika algoritma mulai mengambil alih sebagian fungsi penulisan berita. Namun dalam konteks Indonesia jauh lebih kompleks. AI masuk ketika ekosistem media sedang rapuh secara ekonomi, tertekan secara politik, dan terdisrupsi oleh platform digital.

Krisis tersebut memiliki akar panjang. Runtuhnya model bisnis media cetak dan migrasi iklan ke platform digital membuat redaksi kehilangan posisi dominan sebagai penjaga gerbang informasi. Jay Rosen (2008) menandai runtuhnya gatekeeping tradisional, sementara Axel Bruns (2018) menggambarkan era gatewatching, ketika jurnalis lebih sering memantau dan mengikuti arus informasi yang telah dibentuk algoritma.

Dalam praktik media Indonesia, pergeseran ini tampak jelas di linimasa media sosial, tempat isu viral kerap lebih menentukan agenda pemberitaan dibandingkan pertimbangan editorial.

Masalahnya, algoritma tidak bekerja atas dasar kepentingan publik, melainkan atas dasar keterlibatan dan klik. Nick Davies (2008) sejak lama memperingatkan bahaya churnalism, yaitu jurnalisme instan yang miskin verifikasi akibat tekanan ekonomi redaksi. Dalam praktik media Indonesia, gejala ini muncul melalui berita salin-tempel, judul sensasional, dan produksi konten berbasis tren tanpa pendalaman.

Kehadiran AI berpotensi mempercepat pola tersebut—bukan selalu karena niat buruk, melainkan karena tuntutan kecepatan dan efisiensi.

Di sisi lain, AI juga menawarkan solusi pragmatis. Redaksi yang kekurangan sumber daya dapat memanfaatkan AI untuk analisis data, penelusuran dokumen, hingga peringkasan isu kompleks. Namun Nicholas Diakopoulos (2019) mengingatkan bahwa algoritma tidak pernah netral. Setiap sistem AI membawa bias dari data, desain, dan kepentingan yang membentuknya. Dalam konteks Indonesia, bias semacam ini menjadi berbahaya ketika bersinggungan dengan isu politik, identitas, dan konflik sosial.

Risiko lain yang kian nyata adalah disinformasi visual dan audio. Chesney dan Citron (2019) memperingatkan bahwa teknologi deepfake berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap bukti digital. Dalam konteks Indonesia, dengan literasi media yang belum merata dan polarisasi politik yang kuat, manipulasi berbasis AI dapat memperdalam krisis kepercayaan terhadap media arus utama.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan jurnalisme Indonesia bukan sekadar soal adaptasi teknologi, melainkan soal orientasi dan bentuk praktik jurnalistik. Genre jurnalistik lama —sebutlah straight news, feature, maupun liputan seremonial — tidak lagi cukup untuk menghadapi banjir konten otomatis. Indonesia saat ini berada pada titik negosiasi yang krusial.

Karena itu, gagasan tentang genre baru yang tidak menyerahkan kerja jurnalistik kepada mesin, tetapi menempatkan AI sebagai alat bantu dalam jurnalisme data, investigasi, dan verifikasi mendalam. Lewis, Guzman, dan Schmidt (2019) menegaskan bahwa kolaborasi manusia dan mesin paling efektif ketika AI menangani pengolahan data, sementara jurnalis bertanggung jawab atas interpretasi, konteks, dan implikasi sosial berita.

Genre baru ini juga berarti menjadikan verifikasi sebagai identitas utama media. Lucas Graves dan Rasmus Kleis Nielsen (2016) menekankan bahwa jurnalisme verifikasi bukan sekadar teknik, melainkan posisi moral di tengah ekosistem informasi yang rapuh. Dalam situasi maraknya hoaks, manipulasi politik, dan konten AI generatif, verifikasi perlu diperlakukan sebagai produk jurnalistik itu sendiri.

Karena itu, jurnalisme Indonesia perlu kembali menegaskan sisi yang tidak dapat direplikasi mesin, yakni empati terhadap warga, keberpihakan pada kelompok rentan, dan keberanian mengawasi kekuasaan. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2014) mengingatkan bahwa loyalitas utama jurnalisme adalah kepada warga negara, bukan kepada teknologi, pasar, atau algoritma.

AI dapat menulis berita. Namun teknologi tersebut tidak memahami ketimpangan sosial, tidak merasakan dampak kebijakan publik, dan tidak memikul tanggung jawab etis. Jika jurnalisme Indonesia hanya mengejar efisiensi teknologi, praktik jurnalistik berisiko berubah menjadi pabrik konten yang hidup secara teknis, tetapi mati secara substantif.

Di titik inilah Hari Pers Nasional 2026 seharusnya mengambil peran lebih dari sekadar perayaan. HPN 2026 perlu menjadi momentum refleksi kolektif untuk merumuskan arah jurnalisme Indonesia di era kecerdasan buatan. Jika jurnalisme Indonesia mampu merumuskan genre baru yang sadar teknologi, kuat secara etika, dan peka terhadap konteks sosial, maka AI tidak akan menjadi ancaman eksistensial.

Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi alat untuk memperkuat fungsi jurnalisme sebagai ruang kritik, refleksi, dan pembentuk nalar publik di tengah demokrasi yang terus diuji.

Penulis adalah Dosen Kriminologi FISIP UI, Dewan Redaksi keadilan.id, dan Pengurus PWI Jaya

Menguatkan Ruang Ibadah, Anak Usaha Astra Agro Bangun Kenyamanan Bersama Warga

January 19, 2026 by  
Filed under Nusantara

KUTAI TIMUR – Keberadaan rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat di Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Halaman rumah ibadah memiliki peran penting sebagai area pendukung berbagai kegiatan sosial yang melibatkan banyak warga, sehingga kondisi dan kelayakannya menjadi faktor penunjang kenyamanan bersama.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro), yakni PT Subur Abadi Plantations (SAP) dan PT Karyanusa Ekadaya (KED), memberikan dukungan peningkatan fasilitas rumah ibadah di Desa Lung Melah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penimbunan dan pemerataan halaman gereja untuk menciptakan area yang lebih aman, rapi, dan nyaman digunakan masyarakat.

“Penimbunan halaman gereja yang dilakukan dengan dukungan PT KED dan PT SAP untuk pengangkutan material sangat membantu masyarakat. Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi perusahaan terhadap pembangunan sosial dan kegiatan keagamaan di Desa Lung Melah,” ujar Kepala Desa Lung Melah, Simon Peres.

Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang diberikan oleh perusahaan, seraya menilai bahwa dukungan dunia usaha terhadap fasilitas sosial memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa. Menurutnya, kehadiran perusahaan melalui bantuan yang bersifat langsung seperti ini tidak hanya membantu peningkatan sarana, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan warga sekitar.

Perbaikan fasilitas ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kelancaran aktivitas sosial dan kemasyarakatan di desa. Dengan kondisi halaman yang lebih stabil dan tertata, berbagai kegiatan yang melibatkan banyak warga diharapkan dapat berlangsung lebih tertib serta memberikan rasa aman.

Community Development Officer (CDO) PT Karyanusa Ekadaya, Syukron, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial.

“Dukungan peningkatan fasilitas rumah ibadah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya yang memiliki nilai kebersamaan dan manfaat luas bagi masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan lebih nyaman dan aman, serta memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.

Perusahaan berharap hubungan baik yang selama ini terjalin dengan masyarakat desa dapat terus terjaga. Melalui berbagai program tanggung jawab sosial, PT SAP dan PT KED berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata yang selaras dengan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional, sejalan dengan moto Astra Agro, “Prosper with The Nation” (Sejahtera Bersama Bangsa). (*)

Yamaha Luncurkan Promo “It’s a New Year” Cara Mudah Miliki Gear Ultima 125 Hybrid di Kaltim

January 19, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BALIKPAPAN – Mengawali tahun baru, PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha untuk wilayah Kalimantan Timur menghadirkan program menarik bertajuk “It’s a New Year – Mulai Tahun yang Baru dengan Motor Hebat, No Debat” melalui promo khusus untuk Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid.
Dalam program ini, konsumen dapat memiliki Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid cukup dengan bayar Rp 1 juta, angsuran mulai Rp 900 ribuan, serta fasilitas gratis angsuran hingga 4 kali. Tidak hanya itu, setiap pembelian motor ini juga dilengkapi Garansi 5 Tahun
Garansi 5 Tahun/50.000 Km meliputi rangka (Frame), komponen FI, DiASil Cylinder & Forged Piston*. *Hanya berlaku untuk sepeda motor matic Yamaha. **Syarat dan ketentuan berlaku, lihat pada Buku Service dan Garansi.
.
Asisten Manajer promosi Kalimantan STSJ Yamaha Kaltimtara, Efendy Ariadi, menjelaskan bahwa promo ini dirancang untuk mempermudah masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan utara dalam memiliki sepeda motor Yamaha yang modern, irit bahan bakar, dan ramah lingkungan berkat teknologi hybrid.
“Program ini kami hadirkan agar masyarakat lebih mudah memiliki Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid. Dengan skema pembayaran yang ringan dan berbagai keuntungan tambahan, kami berharap semakin banyak konsumen yang bisa menikmati motor berkualitas dari Yamaha,” ujar Efendy.
Sebagai nilai tambah, setiap pembelian motor Yamaha di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan utara otomatis terdaftar dalam program Miliarder Yamaha, yang memberi kesempatan kepada konsumen untuk memenangkan hadiah utama sebesar Rp 1 miliar.
Promo “It’s a New Year” ini ditargetkan menarik minat anak muda dan pekerja urban yang menginginkan kendaraan yang tidak hanya hemat dan nyaman, tetapi juga stylish dan berkarakter.
Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid sendiri dikenal sebagai skutik tangguh yang cocok untuk mobilitas harian di perkotaan maupun medan jalan yang lebih menantang.
Mesin Blue Core Hybrid 125cc
Mesin Hybrid 125cc, bertenaga, ramah lingkungan, dan handal! Electric Power Assist Start bikin akselerasi lebih halus dan mantap, terutama pas ditanjakan
Tangki Bensin 5.1L
Tangki bensin 5.1L, makin jarang isi bensin, perjalanan makin panjang tanpa ganggu aktivitas
Bagasi Luas 18.6L
Bagasi 18.6 liter, muat helm dan barang lainnya, paling besar di kelasnya, super praktis
Handle Belakang Multiguna
Handle belakang multiguna, bisa taruh box tambahan, jadi makin praktis buat bawa barang
Jok Luas dan Lega
Jok motor luas dan lega, anti sesak! Berboncengan sambil bawa barang jadi lebih mudah dan asik
Ruang Kaki Lega
Ruang pijakan kaki lega, anti sesak! Pas untuk berkendara bahkan saat dengan barang bawaan
Gantungan Ganda
Gantungan ganda praktis banget, jadi gampang bawa banyak barang tanpa ribet
Pijakan Kaki Anak
Pijakan kaki anak membuat perjalanan bersama si kecil menjadi lebih praktis, mudah dan seru
Terkoneksi Smartphone*
Makin praktis dengan aplikasi Y-Connect, bisa cek kondisi motor, lokasi parkir, dan dapat notifikasi pesan atau telepon. *Hanya tersedia di GEAR ULTIMA 125 Hybrid S
Soket Pengisi Daya Hp
Selalu siap isi daya gadgetmu dimanapun, kapanpun, nggak perlu khawatir kehabisan baterai lagi.
Digital Speedometer*
Digital speedometer besar, keren, dan super informatif, bikin perjalanan lebih seru dengan tampilan yang jelas dan modern. *Hanya tersedia di GEAR ULTIMA 125 Hybrid S
(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1490120
    Users Today : 5194
    Users Yesterday : 4417
    This Year : 426630
    Total Users : 1490120
    Total views : 13125243
    Who's Online : 39
    Your IP Address : 216.73.216.33
    Server Time : 2026-03-17