Merawat Empati Jurnalisme di Tengah Gempuran AI

January 19, 2026 by  
Filed under Opini

Refleksi HPN 2026
Oleh: Dr. Bagus Sudarmanto, S.Sos., M.Si.

Perubahan dunia jurnalistik Indonesia datang bersamaan dengan krisis yang belum sepenuhnya pulih. Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja, penutupan media lokal, dan melemahnya daya tawar redaksi, kecerdasan buatan (AI) hadir sebagai teknologi yang menjanjikan efisiensi sekaligus memicu kecemasan. Mesin AI kini tidak lagi sekadar membantu kerja jurnalistik, tetapi mulai ikut memproduksi berita dengan skala dan kecepatan yang sulit disaingi manusia.

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru di tingkat global. Sejak awal 2010-an, kantor berita seperti Associated Press telah menggunakan sistem otomatis untuk menulis laporan keuangan dan olahraga berbasis data.

Matt Carlson (2015) menyebut praktik ini sebagai automated journalism, fase awal ketika algoritma mulai mengambil alih sebagian fungsi penulisan berita. Namun dalam konteks Indonesia jauh lebih kompleks. AI masuk ketika ekosistem media sedang rapuh secara ekonomi, tertekan secara politik, dan terdisrupsi oleh platform digital.

Krisis tersebut memiliki akar panjang. Runtuhnya model bisnis media cetak dan migrasi iklan ke platform digital membuat redaksi kehilangan posisi dominan sebagai penjaga gerbang informasi. Jay Rosen (2008) menandai runtuhnya gatekeeping tradisional, sementara Axel Bruns (2018) menggambarkan era gatewatching, ketika jurnalis lebih sering memantau dan mengikuti arus informasi yang telah dibentuk algoritma.

Dalam praktik media Indonesia, pergeseran ini tampak jelas di linimasa media sosial, tempat isu viral kerap lebih menentukan agenda pemberitaan dibandingkan pertimbangan editorial.

Masalahnya, algoritma tidak bekerja atas dasar kepentingan publik, melainkan atas dasar keterlibatan dan klik. Nick Davies (2008) sejak lama memperingatkan bahaya churnalism, yaitu jurnalisme instan yang miskin verifikasi akibat tekanan ekonomi redaksi. Dalam praktik media Indonesia, gejala ini muncul melalui berita salin-tempel, judul sensasional, dan produksi konten berbasis tren tanpa pendalaman.

Kehadiran AI berpotensi mempercepat pola tersebut—bukan selalu karena niat buruk, melainkan karena tuntutan kecepatan dan efisiensi.

Di sisi lain, AI juga menawarkan solusi pragmatis. Redaksi yang kekurangan sumber daya dapat memanfaatkan AI untuk analisis data, penelusuran dokumen, hingga peringkasan isu kompleks. Namun Nicholas Diakopoulos (2019) mengingatkan bahwa algoritma tidak pernah netral. Setiap sistem AI membawa bias dari data, desain, dan kepentingan yang membentuknya. Dalam konteks Indonesia, bias semacam ini menjadi berbahaya ketika bersinggungan dengan isu politik, identitas, dan konflik sosial.

Risiko lain yang kian nyata adalah disinformasi visual dan audio. Chesney dan Citron (2019) memperingatkan bahwa teknologi deepfake berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap bukti digital. Dalam konteks Indonesia, dengan literasi media yang belum merata dan polarisasi politik yang kuat, manipulasi berbasis AI dapat memperdalam krisis kepercayaan terhadap media arus utama.

Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan jurnalisme Indonesia bukan sekadar soal adaptasi teknologi, melainkan soal orientasi dan bentuk praktik jurnalistik. Genre jurnalistik lama —sebutlah straight news, feature, maupun liputan seremonial — tidak lagi cukup untuk menghadapi banjir konten otomatis. Indonesia saat ini berada pada titik negosiasi yang krusial.

Karena itu, gagasan tentang genre baru yang tidak menyerahkan kerja jurnalistik kepada mesin, tetapi menempatkan AI sebagai alat bantu dalam jurnalisme data, investigasi, dan verifikasi mendalam. Lewis, Guzman, dan Schmidt (2019) menegaskan bahwa kolaborasi manusia dan mesin paling efektif ketika AI menangani pengolahan data, sementara jurnalis bertanggung jawab atas interpretasi, konteks, dan implikasi sosial berita.

Genre baru ini juga berarti menjadikan verifikasi sebagai identitas utama media. Lucas Graves dan Rasmus Kleis Nielsen (2016) menekankan bahwa jurnalisme verifikasi bukan sekadar teknik, melainkan posisi moral di tengah ekosistem informasi yang rapuh. Dalam situasi maraknya hoaks, manipulasi politik, dan konten AI generatif, verifikasi perlu diperlakukan sebagai produk jurnalistik itu sendiri.

Karena itu, jurnalisme Indonesia perlu kembali menegaskan sisi yang tidak dapat direplikasi mesin, yakni empati terhadap warga, keberpihakan pada kelompok rentan, dan keberanian mengawasi kekuasaan. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel (2014) mengingatkan bahwa loyalitas utama jurnalisme adalah kepada warga negara, bukan kepada teknologi, pasar, atau algoritma.

AI dapat menulis berita. Namun teknologi tersebut tidak memahami ketimpangan sosial, tidak merasakan dampak kebijakan publik, dan tidak memikul tanggung jawab etis. Jika jurnalisme Indonesia hanya mengejar efisiensi teknologi, praktik jurnalistik berisiko berubah menjadi pabrik konten yang hidup secara teknis, tetapi mati secara substantif.

Di titik inilah Hari Pers Nasional 2026 seharusnya mengambil peran lebih dari sekadar perayaan. HPN 2026 perlu menjadi momentum refleksi kolektif untuk merumuskan arah jurnalisme Indonesia di era kecerdasan buatan. Jika jurnalisme Indonesia mampu merumuskan genre baru yang sadar teknologi, kuat secara etika, dan peka terhadap konteks sosial, maka AI tidak akan menjadi ancaman eksistensial.

Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi alat untuk memperkuat fungsi jurnalisme sebagai ruang kritik, refleksi, dan pembentuk nalar publik di tengah demokrasi yang terus diuji.

Penulis adalah Dosen Kriminologi FISIP UI, Dewan Redaksi keadilan.id, dan Pengurus PWI Jaya

Yamaha Luncurkan Promo “It’s a New Year” Cara Mudah Miliki Gear Ultima 125 Hybrid di Kaltim

January 19, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BALIKPAPAN – Mengawali tahun baru, PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha untuk wilayah Kalimantan Timur menghadirkan program menarik bertajuk “It’s a New Year – Mulai Tahun yang Baru dengan Motor Hebat, No Debat” melalui promo khusus untuk Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid.
Dalam program ini, konsumen dapat memiliki Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid cukup dengan bayar Rp 1 juta, angsuran mulai Rp 900 ribuan, serta fasilitas gratis angsuran hingga 4 kali. Tidak hanya itu, setiap pembelian motor ini juga dilengkapi Garansi 5 Tahun
Garansi 5 Tahun/50.000 Km meliputi rangka (Frame), komponen FI, DiASil Cylinder & Forged Piston*. *Hanya berlaku untuk sepeda motor matic Yamaha. **Syarat dan ketentuan berlaku, lihat pada Buku Service dan Garansi.
.
Asisten Manajer promosi Kalimantan STSJ Yamaha Kaltimtara, Efendy Ariadi, menjelaskan bahwa promo ini dirancang untuk mempermudah masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan utara dalam memiliki sepeda motor Yamaha yang modern, irit bahan bakar, dan ramah lingkungan berkat teknologi hybrid.
“Program ini kami hadirkan agar masyarakat lebih mudah memiliki Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid. Dengan skema pembayaran yang ringan dan berbagai keuntungan tambahan, kami berharap semakin banyak konsumen yang bisa menikmati motor berkualitas dari Yamaha,” ujar Efendy.
Sebagai nilai tambah, setiap pembelian motor Yamaha di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan utara otomatis terdaftar dalam program Miliarder Yamaha, yang memberi kesempatan kepada konsumen untuk memenangkan hadiah utama sebesar Rp 1 miliar.
Promo “It’s a New Year” ini ditargetkan menarik minat anak muda dan pekerja urban yang menginginkan kendaraan yang tidak hanya hemat dan nyaman, tetapi juga stylish dan berkarakter.
Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid sendiri dikenal sebagai skutik tangguh yang cocok untuk mobilitas harian di perkotaan maupun medan jalan yang lebih menantang.
Mesin Blue Core Hybrid 125cc
Mesin Hybrid 125cc, bertenaga, ramah lingkungan, dan handal! Electric Power Assist Start bikin akselerasi lebih halus dan mantap, terutama pas ditanjakan
Tangki Bensin 5.1L
Tangki bensin 5.1L, makin jarang isi bensin, perjalanan makin panjang tanpa ganggu aktivitas
Bagasi Luas 18.6L
Bagasi 18.6 liter, muat helm dan barang lainnya, paling besar di kelasnya, super praktis
Handle Belakang Multiguna
Handle belakang multiguna, bisa taruh box tambahan, jadi makin praktis buat bawa barang
Jok Luas dan Lega
Jok motor luas dan lega, anti sesak! Berboncengan sambil bawa barang jadi lebih mudah dan asik
Ruang Kaki Lega
Ruang pijakan kaki lega, anti sesak! Pas untuk berkendara bahkan saat dengan barang bawaan
Gantungan Ganda
Gantungan ganda praktis banget, jadi gampang bawa banyak barang tanpa ribet
Pijakan Kaki Anak
Pijakan kaki anak membuat perjalanan bersama si kecil menjadi lebih praktis, mudah dan seru
Terkoneksi Smartphone*
Makin praktis dengan aplikasi Y-Connect, bisa cek kondisi motor, lokasi parkir, dan dapat notifikasi pesan atau telepon. *Hanya tersedia di GEAR ULTIMA 125 Hybrid S
Soket Pengisi Daya Hp
Selalu siap isi daya gadgetmu dimanapun, kapanpun, nggak perlu khawatir kehabisan baterai lagi.
Digital Speedometer*
Digital speedometer besar, keren, dan super informatif, bikin perjalanan lebih seru dengan tampilan yang jelas dan modern. *Hanya tersedia di GEAR ULTIMA 125 Hybrid S
(*)

Perumdam Jadwalkan Pengurasan IPA Bengkuring

January 18, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA –Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda akan melakukan pemeliharaan dan pengurasan bak sedimentasi, bak WTP dan reservoar di IPA Bengkuring mulai pukul 08.00 – 17.00 Wita, Selasa (20/1/2026)

Asisten Manajer Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda Khaidir Fadly menyampaikan, agenda rutin pemeliharaan dan pengurasan di IPA Bengkuring dimaksudkan agar hasil produksi selalu terjaga kejernihannya.

Selama pekerjaan pengurasan berlangsung aliran distribusi dari IPA Bengkuring 1 dan 2 mengalami gangguan dan berdampak pada pelanggan yang berada di wilayah perumahan Bengkuring, Perumahan Puspita Bengkuring, Jalan Durian Tunggal, Jalan Wanyi dan sekitarnya serta Jalan Padat Karya dan sekitarnya.

Fadly mengimbau kepada masyarakat pelanggan yang berada di jalur tersebut untuk bisa menampung air sebagai persediaan. Selama pekerjaan berlangsung aliran distribusi alami gangguan,” harapnya.

“Atas nama Manajemen dirinya menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya layanan ini,” kata Fadly.

Untuk informasi dan pelaporan bisa disampaikan ke hotline 0541 -2088100 atau Chat WA ke 0811553536. Informasi juga bisa dilihat melalui media sosial FB dan IG Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda. (*)

Perumdam Kuras Bak Sedimentasi IPA Tirta Kencana

January 18, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda menjadwalkan pengurasan bak sedimentasi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tirta Kencana, Selasa-Kamis 20– 22 Januari 2026 mulai pukul 08.00 Wita sampai selesai .

Asisten Manajer Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda Khaidir Fadly menyampaikan, selama pengurasan tersebut berdampak pada proses produksi dan layanan aliran distribusi dari IPA Tirta Kencana kepada pelanggan dihentikan. Pemeliharaan rutin pengurasan bak sedimentasi sudah menjadi agenda rutin di IPA Tirta Kencana.

Saat pengurasan gangguan aliran distribusi jalur IPA Tirta Kencana yang terdampak wilayah Kota, Wilayah Kelurahan Kampung Jawa, Kelurahan Dadi Mulya, Kelurahan Bugis, Kelurahan Bandara, Kelurahan Sidodadi, Kelurahan Pelita, Kelurahan Pasar Pagi, Kelurahan Pelabuhan, Kelurahan Karang Mumus, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kelurahan Sungai Pinang Dalam dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur IPA tersebut untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi terganggu,” terang Khaidir Fadly.

Untuk Informasi dan pelaporan hubungi Call Center Hotline 0541 2088100 atau Chat WA 0811553536 (*)

Astra Agro Gelar Gathering Mitra Sawit

January 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

Yogyakarta — Proporsi masyarakat petani dalam industri sawit nasional menempati urutan pertama setelah perkebunan sawit negara dan swasta. Itu sebabnya kemitraan antara perusahaan dan masyarakat pekebun sawit menjadi penting. Kerja sama yang kuat akan mendorong potensi komoditas strategis ini memberi manfaat besar pada banyak pihak.

“Bukan sekadar transaksi bisnis, hubungan dengan mitra adalah ikatan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan, transparansi untuk tumbuh bersama,” kata Chief Operation Officer Astra Agro, Arief Catur Irawan saat menggelar Partnership Gathering 2026 di Yogyakarta, 12-15 Januari 2026.

Kegiatan bersama antara Astra Agro dan mitra yang diberi tema “Mempererat Kemitraan untuk Bisnis Berkelanjutan” ini diikuti oleh para mitra dari berbagai wilayah. Ada yang berasal dari Aceh, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, hingga Sulawesi Tengah.

Arief Catur Irawan menegaskan bahwa kemitraan merupakan pilar strategis dalam menjaga keberlangsungan rantai pasok perusahaan sekaligus memastikan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

“Saya sangat menantikan momen tahunan seperti ini. Di sinilah kita memperkuat silaturahmi, membangun kepercayaan, dan memastikan bahwa hubungan Astra Agro dengan para mitra tetap berada dalam satu frekuensi. Kami ingin Bapak dan Ibu semakin bangga menjadi mitra Astra Agro,” ujar Arief.

Kerja sama perusahaan dengan para petani mitra semakin menunjukkan peran signifikan. Tandan buah segar (TBS) yang masuk ke perusahaan dari mitra menjadi semakin lancar berkat adanya kolaborasi yang solid.

Untuk mendukung kemitraan, Astra Agro melanjutkan pengembangan SISKA (Sistem Informasi Kemitraan) yang dapat digunakan para mitra untuk mengatur jadwal pengiriman TBS dan pelayanan. Aplikasi ini memungkinkan mitra bekerja lebih efektif dan efisien. Selain SISKA, Astra Agro juga memperluas penerapan Mill Grader, mekanisme quality control berbasis teknologi. Penerapan Mill Grader memungkinkan hasil grading yang lebih objektif dan konsisten.

Bagi para mitra, kehadiran teknologi ini menjadi bukti keseriusan Astra Agro dalam membangun kemitraan berbasis keadilan dan keterbukaan.

Miswandi, mitra Astra Agro dari Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang telah bermitra sejak 2020, menilai penerapan berbagai teknologi di Astra Agro menciptakan iklim bisnis yang transparan dan berkeadilan bagi petani.

Selain itu, menurut Miswandi, kemitraan dengan Astra Agro juga memberikan manfaat di luar jual beli TBS, mulai dari akses bibit, pelatihan hingga pendampingan teknis langsung ke kebun.

“Dari perusahaan-perusahaan yang ada di daerah kami, menurut saya memang Astra yang paling bagus. Kerja samanya bukan sekadar jual beli. Ada perhatian,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan Wayan Agus Setiawan, perwakilan Kelompok Tani Jaya Mandiri di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang telah bermitra sejak 2017. Ia menuturkan, kemitraan dengan Astra Agro berperan penting dalam transformasi kebun kelompoknya dari kakao ke kelapa sawit.

“Kami dibantu dari hulu ke hilir. Bibit, pupuk, hingga unit angkutan difasilitasi. Bahkan pembayaran unit bisa melalui TBS. Kerja sama ini bukan sekadar jual beli, tapi saling melengkapi,” katanya.

Sementara itu, Brian Akbar Kurnia, mitra generasi kedua dari Kuamang Kuning, Jambi, menyebut kemitraan dengan Astra Agro telah terjalin selama lebih dari dua dekade.

“Ini bukan hubungan bisnis biasa. Dari awal berdiri di daerah kami, Astra sudah membangun jalan, menyediakan bibit, dan mendampingi petani. Hubungan ini sudah dari hati ke hati. Kami loyal, dan Astra juga menunjukkan loyalitas yang sama,” ujarnya.

Chief Commercial Officer Astra Agro, Veronica Lusi Herdiyanti mengingatkan bahwa kemitraan yang kuat harus dijaga dengan integritas dan komitmen bersama, termasuk dalam aspek keselamatan kerja.

“Kami sangat bangga memiliki Bapak dan Ibu sebagai mitra Astra Agro. Kami berharap Bapak dan Ibu juga bangga menjadi bagian dari Astra. Kami menyediakan hotline kemitraan dan pengaduan sebagai bentuk keterbukaan, serta mengingatkan bahwa keselamatan adalah komitmen utama Astra,” katanya.

Melalui Partnership Gathering 2026, Astra Agro menegaskan bahwa keberlanjutan industri sawit hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang setara antara perusahaan dan mitra. Dengan mengedepankan transparansi, inovasi teknologi, serta pendampingan berkelanjutan, Astra Agro optimistis kemitraan ini akan terus tumbuh dan semakin kuat.

Dengan semangat tagline “Bangga Menjadi Mitra Astra,” perusahaan dan mitra diharapkan dapat terus melangkah bersama, menghadapi tantangan industri, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1184522
    Users Today : 221
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 121032
    Total Users : 1184522
    Total views : 11276806
    Who's Online : 48
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23