ITM Group Rayakan Natal Persekutuan Oikumene Dengan Karyawan Site Melak Group

January 16, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SENDAWAR – Perayaan Natal Persekutuan Oikumene yang di gelar oleh PT. Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) group Melak, PT. TCM, BEK, TIS, GPK dan NPR beserta seluruh karyawannya. Perayaan Natal dihadiri Pdt. Yandi Manobe dan dihibur artis rohaniawan Maria Priscilla, di GOR Desnan, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kamis malam (15/1/2026).

Pendeta Yandi Manobe saat ditemui usai acara menyampaikan,sangat terkesan setelah keliling Indonesia akhirnya bisa tiba di Kutai Barat, dan diberi kesempatan untuk melayani. Menurutnya, berbicara natal itu, secara kasat mata bagus untuk ditonton, tapi sebenarnya natal itu bukan tontonan, tapi tuntunan. Siapapun yang merayakan natal dia mesti dituntun berjumpa dengan Yesus sang bayi natal itu.

“Kalau kita merayakan natal tapi tidak berjumpa dengan Yesus, itu kita hanya merayakan perayaan tontonan atau keramaian. Tapi dia bukan sekadar tuntunan biasa, dia sekaligus adalah tantangan.

Tantangan kita adalah bagaimana kita menghadirkan Kristus di tengah-tengah keluarga, itu tantangannya,” ujarnya.
Ia menyebut, apakah setelah merayakan natal semua orang bisa menghadirkan Kristus dalam keluarga, dan keluarga semua orang bisa diselamatkan oleh Kristus. Keselamatan memperoleh hidup yang kekal maupun kehidupan sehari-hari dan bisa menikmati kasih karunia, pekerjaan atau apapun yang Tuhan izinkan kepada semua orang.

“Secara pribadi saya berterima kasih sekali kepada panitia dan perusahaan, pemerintah dan masyarakat di sini yang saya kira sangat antusias mengikuti acara ini,” ucapnya.

Dikatakannya, ini luar biasa sekali, pasti tempat ini diberkati, semua orang percaya bahwa Tuhan telah memakai orang-orang untuk memakai perusahaan ini untuk menjadi berkah bagi semua orang. Dan bisa di lihat malam ini suasananya penuh persaudaraan, ini luar biasa.

“Kami percaya, perusahaan ini sangat bagus kepada karyawannya, dan perusahaan ini memberi berkat bagi banyak orang. Pesan saya Bagi semua pekerja, bahwa Tuhan memberi makan kepada burung Pipit tetapi tidak melemparkan gandum ke dalam sangkar, justru burung itu mesti keluar dan mencari. Karena itu ketika kita diberi pekerjaan, bersyukurlah, bekerja dengan baik, seperti untuk Tuhan dan manusia.

Sebab melalui pekerjaan itulah Tuhan memelihara kehidupan kita bahkan keluarga kita. Tetap jaga keselamatan kerja, ikuti peraturan yang berlaku, dan semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan sekaligus berkat bagi kita,” bebernya.

Ia berpsan, yang suka mabuk-mabukan di perusahaan itu berhenti sudah, yang suka tipu itu stop sudah, kerja saja dengan sukacita dan sepenuh hati, mari terus belajar dari berbagai perbedaan yang ada, mulai dari suku Timor, Jawa, Sulawesi, Sumatra dan lain-lain.

“Tapi yang bekerja di sini pasti bukan kebetulan, itu satu kesempatan dimana kita belajar untuk bekerja bersama-sama dan belajar juga untuk menikmati kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita,”tandasnya.

Sementara itu, ketua panitia Natal Persekutuan Oikumene perusahaan, Agustinus ER Head Melak Cluster menyampaikan, yang diharapkan manajemen, adalah antusias dan kehadiran, dengan harapan natal perusahaan ini bisa memberi dampak bagi masyarakat, baik desa desa di sekitar tambang maupun warga dan gereja gereja yang ada di Kutai Barat.

“Dengan Natal ini kami ingin memperkuat silaturahmi dan kerja sama antara perusahaan dengan karyawan maupun masyarakat sekitar terjalin lebih baik lagi ke depannya,”kata dia.
Sehingga ketika ada isu atau hal-hal kontribusi perusahaan dianggap kurang biarlah masyarakat melihat sendiri. Ia menyebut bahwa perusahaan sudah begitu banyak berkontribusi terhadap warga maupun masyarakat Kutai Barat, ke depannya perusahaan akan lebih meningkat lagi untuk tahun 2026.

“Kami juga bersyukur acara ini disambut antusias karena perkiraan kami kehadiran karyawan maupun warga sekitar 2500 tapi yang datang hampir 5000 orang. Dan yang spesial kita kehadiran pak pendeta Yandi Manobe dan penyanyi rohani Maria Priscilla,”ungkapnya.

Management Perusahaan Hirung, AMM Melak Cluster menyampaikan, satu hal yang menjadi catatan dari management, bahwa di tahun 2026 ini. Setiap ada ibadah Oikumene di hari Jumat oleh perusahaan, ia selalau menekankan siapapun yang rajin ibadah akan selalu di catat di buku harian nya, dan siapapun yang tidak rajin ibadah ia pastikan karyawan tersebut tidak akan mendapatkan promosi dari perusahaan.

“Saya pastikan siapapun karyawan yang tidak rajin ibadah Oikumene di hari Jum’at saya akan catat di buku saya, tidak akan ada promosi buat dia,”tegasnya.

Ia menyebut, memang ini kedengarannya agak sadis, agar supaya umat Kristen yang ada di perusahaan rajin ibadah. Karena kalau dia rajin ibadah dia pasti akan takut dengan Tuhan dan juga akan takut kehilangan pekerjaan kalau dia berbuat kesalahan.
“Kalau dia tidak rajin ke gereja gimana dia bisa takut sama pimpinannya,”katanya.
Apabila mereka rajin ibadah ke gereja perusahaan akan kasih bonus dan apresiasi terhadap kinerjanya. Tahun 2025 kemarin kinerja karyawan sudah di apresiasi oleh management ada yang di promosi dan ada yang tidak di promosi.

“Pdt Yandri sudah menjelaskan, jangan sampai hidup kita ini antara perasaan dan hati kita tidak konek, kalau hati kita bermasalah, hidup kita juga pasti bermasalah,”ujarnya.

Ia berharap, sepulang dari ibadah dan mendengar khatbah ini, khusus bagi karyawan ITM group tidak ada yang bermasalah dengan jiwanya, tapi jiwanya terkoneksi dengan Tuhan.
“Saya berjanji untuk tahun yang akan datang, perayaan natal Persekutuan Oikumene akan di gelar lebih meriah dari tahun ini,”janjinya.
Ia berjanji bahwa management akan mensupport masalah bajet dan dana untuk kegiatan kerohanian. Ia sebagai penaggung jawab berjanji akan mendorong teman teman yang Kristen untuk aktif dalam setiap kegiatan yang ada.

Bupati Kutai Barat, Frederik Edwin dalam sambutannya yang di bacakan Asisten I Nopandel menyampaikan, perayaan Natal Oikumene adalah komitmen perusahaan beserta karyawan dan keluarga nya, serta seluruh undangan. Perayaan natal ini adalah merupakan agenda manajemen dan external yang di laksanakan secara rutin setiap tahun. Ini manjadi wujud nyata perusahaan dalam membangun kebersamaan yang harmonis dengan karyawan dan keluarga karyawan, serta seluruh pihak terkait, tidak hanya dalam konteks pekerjaan tetapi dalam kontek kehidupan iman dan sosial.

“Natal malam ini mengusung tema ‘Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga’ Matius I : 21 – 24, tema ini mengingatkan kita akan kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus terbukti kasih Allah yang nyata bagi umat manusia,”ujarnya.

Ia menyebut, keluarga sebagai dasar utama kehidupan, keluarga yang hidup dalam kasih Kristus akan melahirkan pribadi pribadi yang beriman, berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Melalui perayaan natal bersama ini kita diajak untuk memuliakan Tuhan, beribadah dan merayakan Natal dalam kebersamaan, sekaligus mempererat tali persaudaraan diantara seluruh karyawan dan keluarga nya,”ungkapnya.
Kegiatan ini memberikan manfaat dan kontribusi yang sangat besar, khususnya dalam mempererat kebersamaan kasih Tuhan serta loyalitas dan kebersamaan semua karyawan. Suasana kerja yang harmonis di landasi oleh nilai nilai kasih dan saling menghargai akan tercipta nya kinerja yang lebih baik kedepannya.
“Saya berharap kedepan, nilai nilai natal dapat terus menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kinerja, menjaga integritas serta menumbuhkan Kepedulian sosial di tengah masayarakat. ,”bebernya.
Dengan demikian keberadaan perusahaan dapat memberikan kontribusi nyata tidak secara ekonomi, tetapi juga secara sosial dan spiritual. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. (arf).

Setingan “KECE” Biar Makin Pede, Cara Mudah Bawa Pulang Yamaha Classy Fazzio dan Filano

January 16, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Kaltimtara — PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menghadirkan promo menarik bertajuk “Setingan KECE Biar Makin Pede” untuk memudahkan masyarakat memiliki skutik stylish Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Ultima.

Melalui program ini, konsumen hanya dengan membayar Rp1 juta untuk bisa membawa pulang motor idaman tersebut. Menurut Asisten Manajer promosi STSJ Yamaha Kalimantan, Efendy Ariadi, promo ini dirancang khusus agar semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati produk unggulan Yamaha dengan skema pembayaran yang ringan.

“Dengan promo Setingan Kece Biar Makin Pede, kalian cukup siapkan uang muka Rp1 juta sudah bisa kece dan pede bawa pulang motor keren Yamaha Fazzio atau Filano,” ujar Efendy.

Tidak hanya DP ringan, Yamaha juga memberikan berbagai keuntungan tambahan bagi pembeli, di antaranya:
Gratis angsuran 4 kali*
Potongan angsuran 1 kali*

Garansi resmi 5 tahun /50.000 Km meliputi rangka (Frame), komponen FI, DiASil Cylinder & Forged Piston*. *Hanya berlaku untuk sepeda motor matic Yamaha. **Syarat dan ketentuan berlaku, lihat pada Buku Service dan Garansi)
Selain itu, konsumen juga bisa menghemat hingga Rp4,4 juta, dengan cicilan bulanan hanya Rp1 juta per bulan.

“Ayo buruan datang ke diler Yamaha terdekat siapkan administrasinya, biar kalian bisa kece dengan motor keren menyambut puasa Ramadan,” seru Efendy yang hobi olahraga lari ini.

Sebagai nilai tambah, setiap pembelian motor Yamaha di wilayah Kaltimtara juga otomatis terdaftar dalam program Miliarder Yamaha, di mana konsumen berkesempatan memenangkan hadiah utama sebesar Rp1 miliar.

Promo ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara , terutama anak muda dan pekerja urban yang menginginkan kendaraan yang tidak hanya irit dan nyaman, tetapi juga stylish dan berkarakter.

Blue Core Hybrid
Mesin Blue Core 125cc generasi terbaru yang memberikan pengalaman berkendara lebih bertenaga, ramah lingkungan dan handal. Dilengkapi dengan Electric Power Assist Start yang membuat akselerasi awal lebih bertenaga dan halus khususnya di tanjakan dan saat berboncengan.

Yamaha Motorcycle Connect
Connection always on dengan teknologi Comunication Control Unit (CCU), menghubungkan sepeda motor dengan smartphone melalui aplikasi Y-Connect.

Bagasi luas 27L Untuk Grand Filano Dan 17,8 L Untuk Fazzio

Smart Key System
Berkendara semakin praktis dengan sistem kunci canggih tanpa anak kunci (keyless), dilengkapi dengan fitur Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari lokasi parkir motor.

USB Power Socket
Semakin praktis untuk mengisi daya gadget pengendara sehingga connection always on!

Spacious Front Pocket
Semakin praktis membawa barang dengan pilihan ruang penyimpanan besar (Grand Filano) Dan Semakin praktis membawa barang dengan pilihan ruang penyimpanan tertutup dan terbuka (Fazzio)

Fresh, Simple & Modern Design (Fazzio)
Ekspresikan dirimu dengan keunikan desain FAZZIO yang menjadikan style-mu semakin berkelas!

Luxury & Premium Design (Grand Filano)
Tampil semakin berkelas dengan desain mewah dan elegan!

Jasa Raharja Gelar Kegiatan MUKL di BPK Samarinda

January 16, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) Jasa Raharja kembali menggelar Program Pelayanan Kesehatan Gratis bagi masyarakat umum. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur, Selasa, (14/1/ 2026).

Program MUKL ini merupakan wujud nyata kepedulian Jasa Raharja terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan promotif dan preventif. Dengan kondisi kesehatan yang baik, diharapkan masyarakat, khususnya pengguna jalan, dapat lebih fokus dan aman dalam beraktivitas di jalan raya.

Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan dalam Rangka Memeriahkan Hari Ulang Tahun BPK ke 79.
Petugas Jasa Raharja yaitu Rivaldy Arvelsa Landarto dan Ikhsan Nur Abadi, turut memberikan pendampingan dan edukasi kepada peserta, Adapun layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi kesehatan, serta imbauan keselamatan berlalu lintas.

Arvel menyampaikan bahwa kegiatan MUKL merupakan program rutin Jasa Raharja yang bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Melalui Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas, kami ingin berkontribusi langsung dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.

Pihak BPK Provinsi Kalimantan Timur menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengapresiasi kehadiran Jasa Raharja yang telah memberikan manfaat langsung bagi pegawai maupun masyarakat sekitar. Diharapkan sinergi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan MUKL ini, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung keselamatan berlalu lintas serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program pelayanan yang bermanfaat.

Saatnya Akui Sultan Kutai

January 16, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Sultan Arifin memberi hormat ketika dicari Presiden Prabowo.

TEGURAN Presiden Prabowo Subianto soal posisi duduknya Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura Adji Mohammad Arifin, SH jadi viral. Berbagai komentar ramai muncul di jagat media sosial, yang ikut membela kehormatan Sultan.

Presiden menyinggung soal Sultan Kutai itu pada saat menyampaikan pidato pada peresmian Proyek Perluasan Kilang Minyak Pertamina (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1) lalu.

Selain mengomentari soal “kakak beradik” Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dia juga mengecek kehadiran dan posisi duduk Sultan Adji Mohammad Arifin.

“Hadir ya Yang Mulia,” tanyanya. Sultan Adji Arifin langsung berdiri memberi hormat. “Sultan kok ditaruh di belakang, taruh di depan,” kata Presiden.

Ini peristiwa kedua soal geger Sultan dalam acara kepresidenan. Pada Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 di Istana Ibu Kota Nusantara (IKN), Sultan tak hadir karena undangannya tidak sampai. Padahal pada saat itu Presiden Jokowi yang bertindak sebagai inspektur upacara mengenakan busana Kesultanan Kutai. Tak jelas siapa yang salah.

Dari peristiwa yang sangat disayangkan itu, terutama di kilang Pertamina, ada beberapa hal yang perlu kita catat dan garis bawahi.

Pertama, muncul pertanyaan siapa yang menaruh posisi duduk Sultan yang berada di belakang barisan Gubernur. Sepengetahuan saya, soal posisi duduk dalam acara kepresidenan, maka yang bertanggung jawab atau yang sangat menentukan adalah Protokol Istana. Mereka ini yang menentukan siapa-siapa saja yang duduk di samping atau di barisan kursi Presiden. Jadi bukan pejabat atau protokol daerah. Surat dari Pemprov Kaltim juga sudah menjelaskan hal itu.

Kedua, teguran itu juga menunjukkan bahwa Presiden Prabowo sangat perhatian terhadap kedudukan Sultan. Bahkan dia menyebut “Yang Mulia.” Banyak warganet memuji sikap Presiden yang dinilai sangat beradab dan sangat menghargai kedudukan Sultan. Meski Sultan dalam sistem pemerintahan sekarang hanya dikenal sebagai pemimpin informal, pemimpin adat dan budaya saja. Kecuali Sultan Yogya, yang mempunyai keistimewaan merangkap jadi gubernur.

Surat terbuka Ustaz Pink Al Kutai, yang juga praktisi hukum menilai kasus duduk Sultan Kutai itu, bukan sekadar kekhilafan teknis, melainkan bentuk degradasi adab dan pelanggaran terhadap amanat konstitusi.

Ketiga, dengan adanya kepedulian dan atensi Presiden Prabowo, sepertinya menggugah kita semua untuk memosisikan kembali soal keberadaan Sultan Kutai dalam kegiatan pemerintahan dan masyarakat di Kaltim terutama dalam berbagai acara seremonial.

Perlu diketahui, dalam sejarah perminyakan di Kaltim, masuknya perusahaan minyak dari Belanda, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) yang menjadi cikal bakal Pertamina tidak begitu saja. Tapi mereka dapat beroperasi berkat izin yang dikeluarkan Kesultanan Kutai.

Dalam sejarah kemerdekaan, Sultan Kutai ke-19, Sultan Aji Muhammad Parikesit dengan sukarela mengintegrasikan wilayah Kesultanan Kutai ke dalam kedaulatan Republik Indonesia pada tahun 1950.

Meskipun dalam tekanan NICA Belanda, pasca Proklamasi 1945, pihak Kesultanan Kutai dan rakyatnya tetap berperan aktif dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa 27 Januari 1947 di Sangasanga didukung secara moral oleh Kesultanan Kutai dalam melawan penjajahan Belanda.

GERAKAN KEBUDAYAAN KUTAI
Tempo hari saya pernah menulis dan mengusulkan dilakukannya Gerakan Pemasalan Kebudayaan Kutai (GPKK). Tulisan itu saya buat setelah bertemu Sultan Arifin pada saat acara beluluh di Pesta Budaya Erau di akhir September 2025. Acara itu dirangkai dengan perayaan HUT ke-234 Kota Tenggarong.

Ketika membuka Pesta Erau tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud mengatakan, Erau adalah ruang berkumpulnya budaya adat yang menyimpan sejarah Kesultanan Kutai, karena itu harus dijaga dan dirawat.

Sultan Arifin teman seangkatan saya waktu kuliah di Universitas Mulawarman (Unmul). Penampilannya sangat bersahaja. Dia ditabalkan menjadi Sultan Kutai ke-21 pada 15 Desember 2018 setelah ayahnya, Sultan Adji Muhammad Salehuddin II meninggal dunia 5 Agustus 2018.

Yang menarik, Sultan Arifin yang berusia 74 tahun itu dilahirkan tidak di kampung halaman. Tapi di kota Wassenaar, Provinsi Zuid-Holland Belanda ketika Sultan Salehuddin II dan Permaisuri Aji Ratu Aida berkunjung ke sana.

Dari Sultan Salehuddin II, saya sempat mendapat gelar Raden Nata Praja Anum. Itu waktu saya masih menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan.

Kepada Sultan Arifin, saya mengusulkan agar dilakukan GPKK yang masif. Saya melihat Kebudayaan Kutai mulai menurun di tengah perkembangan zaman dan perkembangan berbagai budaya yang masuk ke wilayah Kaltim. Padahal budaya Kutai sangat tinggi dan membawa sejarah yang panjang dalam kebudayaan Indonesia

Saya berharap Museum Mulawarman yang dikelola Kementerian Kebudayaan dikembalikan ke daerah. Biar ditangani Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan. Sehingga aroma kesultanannya lebih terasa. Museum tidak lagi diisi dengan sejumlah koleksi yang tak ada hubungannya dengan Kesultanan Kutai.

Sekali lagi saya mengusulkan, sebaiknya Kesultanan Kutai diberikan hak pengelolaan tambang, sehingga punya dana yang memadai untuk melaksanakan berbagai aktivitas budaya. Sangat ironis, hampir semua lokasi tambang ada di wilayah Kutai, tapi secara resmi Kesultanan Kutai tak punya wilayah tambang.

Bahasa Kutai harus diajarkan lebih intensif di sekolah-sekolah. Lakukan kerjasama dengan Unmul dan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menjadi laboratorium Bahasa Kutai. Cetak guru-guru yang mahir mengajarkan bahasa dan budaya Kutai.

Dalam menyambut tamu-tamu penting seyogianya seni budaya Kutai lebih ditonjolkan tanpa mengesampingkan budaya lain. Kutai kaya dengan seni budaya tari, arsitektur, busana, dan kuliner serta cenderamata.

Acara tepung tawar untuk tamu kehormatan sebaiknya menggunakan adat Kesultanan Kutai sekaligus pemberian gelar kehormatan.

Makanan Kutai juga tak kalah maknyusnya. Ada nasi bakepor, gence ruan, rabo ruang, sate payau, telor ikan biawan, sambal raja sampai baung masak durian. Ada juga kue serabai, jenderal mabok, roti pisang dan putu labu.

Otorita IKN perlu memberi apresiasi khusus terhadap budaya dan adat Kesultanan Kutai. Sebagian wilayah IKN adalah wilayah Kutai. Sebaiknya nama jalan, gedung dan ornamen di IKN, ada yang bercorak Kutai. Nama “Etam” sudah sangat populer di Kaltim. Ada “Lamin Etam, Bumi Etam dan Bubuhan Etam.” Etam dalam Bahasa Kutai berarti kita.

Sultan Arifin sempat menyinggung perlunya rumah singgah di beberapa kota di Kaltim termasuk di Balikpapan. Menurut dia, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud pernah menjanjikan. Sangat baik kalau gagasan itu bisa direalisir.

Saya setuju selain di Balikpapan, ada juga rumah singgah Sultan di Samarinda dan Bontang. Rumah singgah berfungsi selain tempat singgah Sultan dan kerabatnya, juga menjadi rumah budaya Kutai yang memberikan informasi dan promosi kebudayaan Kutai.

Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan tokoh Kutai yang ada di perusahaan tambang PT Gunung Bayan. Dia adalah H Syahbudin Noor.

Kami sepakat menjajaki kemungkinan lokasi Rumah Budaya Kutai di Balikpapan. Apa di kompleks perumahan Pertamina depan Lapangan Merdeka atau di Km 23 berdampingan dengan lokasi enklosur Beruang Madu. Sebab di situ ada sejumlah bangunan berbahan kayu ulin, tempat pertemuan waktu digelar Jambore Pramuka di sana.

Sudah waktunya kita mengakui dan memuliakan keberadaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Kesultanan ini bermula dari Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman. Tokoh terkenalnya Raja Mulawarman, putra Aswawarman (putra raja pertama Kudungga) yang terkenal dengan upacara sedekah emas dan 20 ribu sapi untuk para brahmana.

Kerajaan ini akhirnya ditaklukkan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara yang bercorak Islam. Lalu kedua wilayah disatukan, yang akhirnya bernama Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang berpusat di Tenggarong.(*)

Pilkada Melalui DPRD, Tidak Melanggar Konstitusi

January 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

Jakarta — Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah kembali menguat menjelang Pilkada 2026. Menyikapi dinamika tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila”, di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 14/1/2026)

Simposium nasional yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan untuk mendiskusikan kemungkinan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai alternatif, di tengah meningkatnya biaya politik dan praktik transaksional dalam Pilkada langsung.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Yuddy Crisnandi, menegaskan demokrasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai prosedur pemungutan suara langsung. Menurutnya, dalam Demokrasi Pancasila, substansi kepemimpinan, stabilitas pemerintahan, dan efektivitas pembangunan daerah juga menjadi ukuran penting.

Yuddy menilai, pada masa sebelum reformasi—termasuk era pemerintahan Presiden Soeharto—mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan kesinambungan kebijakan, meski tetap perlu dikritisi agar tidak mengulang praktik sentralisasi kekuasaan. “Model tersebut dapat menjadi referensi historis untuk dirumuskan ulang secara lebih demokratis dan transparan,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Albertus Wahyurudhanto, menilai persoalan utama Pilkada hari ini bukan sekadar langsung atau tidak langsung, melainkan lemahnya sistem kaderisasi dan rekrutmen elite politik.

Menurut Albertus, pada masa pemilihan melalui DPRD, seleksi kepala daerah lebih menekankan aspek kapasitas administratif dan loyalitas terhadap sistem pemerintahan. “Memang ada keterbatasan demokratis di masa lalu, tetapi ada pelajaran penting tentang kontrol politik dan efisiensi biaya. Jika dirancang ulang dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan, pemilihan lewat DPRD bisa menjadi alternatif rasional,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Taufiqurokhman menyampaikan pandangan penyeimbang. Ia mengingatkan Pilkada langsung tetap memberikan legitimasi kuat kepada kepala daerah karena bersumber langsung dari rakyat.

Namun demikian, Taufiqurokhman mengakui diskursus pemilihan melalui DPRD patut dibahas secara objektif, terutama jika diarahkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan daerah dan menekan politik uang. “Yang terpenting adalah memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga, apa pun model yang dipilih,” ujarnya.

Simposium Nasional SMSI ini menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan, dengan syarat dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1185304
    Users Today : 1003
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 121814
    Total Users : 1185304
    Total views : 11281194
    Who's Online : 78
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23