Saatnya Akui Sultan Kutai

January 16, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Sultan Arifin memberi hormat ketika dicari Presiden Prabowo.

TEGURAN Presiden Prabowo Subianto soal posisi duduknya Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura Adji Mohammad Arifin, SH jadi viral. Berbagai komentar ramai muncul di jagat media sosial, yang ikut membela kehormatan Sultan.

Presiden menyinggung soal Sultan Kutai itu pada saat menyampaikan pidato pada peresmian Proyek Perluasan Kilang Minyak Pertamina (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1) lalu.

Selain mengomentari soal “kakak beradik” Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dia juga mengecek kehadiran dan posisi duduk Sultan Adji Mohammad Arifin.

“Hadir ya Yang Mulia,” tanyanya. Sultan Adji Arifin langsung berdiri memberi hormat. “Sultan kok ditaruh di belakang, taruh di depan,” kata Presiden.

Ini peristiwa kedua soal geger Sultan dalam acara kepresidenan. Pada Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 di Istana Ibu Kota Nusantara (IKN), Sultan tak hadir karena undangannya tidak sampai. Padahal pada saat itu Presiden Jokowi yang bertindak sebagai inspektur upacara mengenakan busana Kesultanan Kutai. Tak jelas siapa yang salah.

Dari peristiwa yang sangat disayangkan itu, terutama di kilang Pertamina, ada beberapa hal yang perlu kita catat dan garis bawahi.

Pertama, muncul pertanyaan siapa yang menaruh posisi duduk Sultan yang berada di belakang barisan Gubernur. Sepengetahuan saya, soal posisi duduk dalam acara kepresidenan, maka yang bertanggung jawab atau yang sangat menentukan adalah Protokol Istana. Mereka ini yang menentukan siapa-siapa saja yang duduk di samping atau di barisan kursi Presiden. Jadi bukan pejabat atau protokol daerah. Surat dari Pemprov Kaltim juga sudah menjelaskan hal itu.

Kedua, teguran itu juga menunjukkan bahwa Presiden Prabowo sangat perhatian terhadap kedudukan Sultan. Bahkan dia menyebut “Yang Mulia.” Banyak warganet memuji sikap Presiden yang dinilai sangat beradab dan sangat menghargai kedudukan Sultan. Meski Sultan dalam sistem pemerintahan sekarang hanya dikenal sebagai pemimpin informal, pemimpin adat dan budaya saja. Kecuali Sultan Yogya, yang mempunyai keistimewaan merangkap jadi gubernur.

Surat terbuka Ustaz Pink Al Kutai, yang juga praktisi hukum menilai kasus duduk Sultan Kutai itu, bukan sekadar kekhilafan teknis, melainkan bentuk degradasi adab dan pelanggaran terhadap amanat konstitusi.

Ketiga, dengan adanya kepedulian dan atensi Presiden Prabowo, sepertinya menggugah kita semua untuk memosisikan kembali soal keberadaan Sultan Kutai dalam kegiatan pemerintahan dan masyarakat di Kaltim terutama dalam berbagai acara seremonial.

Perlu diketahui, dalam sejarah perminyakan di Kaltim, masuknya perusahaan minyak dari Belanda, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) yang menjadi cikal bakal Pertamina tidak begitu saja. Tapi mereka dapat beroperasi berkat izin yang dikeluarkan Kesultanan Kutai.

Dalam sejarah kemerdekaan, Sultan Kutai ke-19, Sultan Aji Muhammad Parikesit dengan sukarela mengintegrasikan wilayah Kesultanan Kutai ke dalam kedaulatan Republik Indonesia pada tahun 1950.

Meskipun dalam tekanan NICA Belanda, pasca Proklamasi 1945, pihak Kesultanan Kutai dan rakyatnya tetap berperan aktif dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa 27 Januari 1947 di Sangasanga didukung secara moral oleh Kesultanan Kutai dalam melawan penjajahan Belanda.

GERAKAN KEBUDAYAAN KUTAI
Tempo hari saya pernah menulis dan mengusulkan dilakukannya Gerakan Pemasalan Kebudayaan Kutai (GPKK). Tulisan itu saya buat setelah bertemu Sultan Arifin pada saat acara beluluh di Pesta Budaya Erau di akhir September 2025. Acara itu dirangkai dengan perayaan HUT ke-234 Kota Tenggarong.

Ketika membuka Pesta Erau tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud mengatakan, Erau adalah ruang berkumpulnya budaya adat yang menyimpan sejarah Kesultanan Kutai, karena itu harus dijaga dan dirawat.

Sultan Arifin teman seangkatan saya waktu kuliah di Universitas Mulawarman (Unmul). Penampilannya sangat bersahaja. Dia ditabalkan menjadi Sultan Kutai ke-21 pada 15 Desember 2018 setelah ayahnya, Sultan Adji Muhammad Salehuddin II meninggal dunia 5 Agustus 2018.

Yang menarik, Sultan Arifin yang berusia 74 tahun itu dilahirkan tidak di kampung halaman. Tapi di kota Wassenaar, Provinsi Zuid-Holland Belanda ketika Sultan Salehuddin II dan Permaisuri Aji Ratu Aida berkunjung ke sana.

Dari Sultan Salehuddin II, saya sempat mendapat gelar Raden Nata Praja Anum. Itu waktu saya masih menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan.

Kepada Sultan Arifin, saya mengusulkan agar dilakukan GPKK yang masif. Saya melihat Kebudayaan Kutai mulai menurun di tengah perkembangan zaman dan perkembangan berbagai budaya yang masuk ke wilayah Kaltim. Padahal budaya Kutai sangat tinggi dan membawa sejarah yang panjang dalam kebudayaan Indonesia

Saya berharap Museum Mulawarman yang dikelola Kementerian Kebudayaan dikembalikan ke daerah. Biar ditangani Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan. Sehingga aroma kesultanannya lebih terasa. Museum tidak lagi diisi dengan sejumlah koleksi yang tak ada hubungannya dengan Kesultanan Kutai.

Sekali lagi saya mengusulkan, sebaiknya Kesultanan Kutai diberikan hak pengelolaan tambang, sehingga punya dana yang memadai untuk melaksanakan berbagai aktivitas budaya. Sangat ironis, hampir semua lokasi tambang ada di wilayah Kutai, tapi secara resmi Kesultanan Kutai tak punya wilayah tambang.

Bahasa Kutai harus diajarkan lebih intensif di sekolah-sekolah. Lakukan kerjasama dengan Unmul dan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menjadi laboratorium Bahasa Kutai. Cetak guru-guru yang mahir mengajarkan bahasa dan budaya Kutai.

Dalam menyambut tamu-tamu penting seyogianya seni budaya Kutai lebih ditonjolkan tanpa mengesampingkan budaya lain. Kutai kaya dengan seni budaya tari, arsitektur, busana, dan kuliner serta cenderamata.

Acara tepung tawar untuk tamu kehormatan sebaiknya menggunakan adat Kesultanan Kutai sekaligus pemberian gelar kehormatan.

Makanan Kutai juga tak kalah maknyusnya. Ada nasi bakepor, gence ruan, rabo ruang, sate payau, telor ikan biawan, sambal raja sampai baung masak durian. Ada juga kue serabai, jenderal mabok, roti pisang dan putu labu.

Otorita IKN perlu memberi apresiasi khusus terhadap budaya dan adat Kesultanan Kutai. Sebagian wilayah IKN adalah wilayah Kutai. Sebaiknya nama jalan, gedung dan ornamen di IKN, ada yang bercorak Kutai. Nama “Etam” sudah sangat populer di Kaltim. Ada “Lamin Etam, Bumi Etam dan Bubuhan Etam.” Etam dalam Bahasa Kutai berarti kita.

Sultan Arifin sempat menyinggung perlunya rumah singgah di beberapa kota di Kaltim termasuk di Balikpapan. Menurut dia, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud pernah menjanjikan. Sangat baik kalau gagasan itu bisa direalisir.

Saya setuju selain di Balikpapan, ada juga rumah singgah Sultan di Samarinda dan Bontang. Rumah singgah berfungsi selain tempat singgah Sultan dan kerabatnya, juga menjadi rumah budaya Kutai yang memberikan informasi dan promosi kebudayaan Kutai.

Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan tokoh Kutai yang ada di perusahaan tambang PT Gunung Bayan. Dia adalah H Syahbudin Noor.

Kami sepakat menjajaki kemungkinan lokasi Rumah Budaya Kutai di Balikpapan. Apa di kompleks perumahan Pertamina depan Lapangan Merdeka atau di Km 23 berdampingan dengan lokasi enklosur Beruang Madu. Sebab di situ ada sejumlah bangunan berbahan kayu ulin, tempat pertemuan waktu digelar Jambore Pramuka di sana.

Sudah waktunya kita mengakui dan memuliakan keberadaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Kesultanan ini bermula dari Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman. Tokoh terkenalnya Raja Mulawarman, putra Aswawarman (putra raja pertama Kudungga) yang terkenal dengan upacara sedekah emas dan 20 ribu sapi untuk para brahmana.

Kerajaan ini akhirnya ditaklukkan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara yang bercorak Islam. Lalu kedua wilayah disatukan, yang akhirnya bernama Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang berpusat di Tenggarong.(*)

Pilkada Melalui DPRD, Tidak Melanggar Konstitusi

January 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

Jakarta — Wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah kembali menguat menjelang Pilkada 2026. Menyikapi dinamika tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar Simposium Nasional bertema “Pilkada dalam Bingkai Demokrasi Pancasila”, di Press Club Indonesia, Kantor SMSI Pusat, Jalan Veteran II No. 7C, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 14/1/2026)

Simposium nasional yang dipandu Sekretaris Jenderal SMSI, Makali Kumar menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar kebijakan untuk mendiskusikan kemungkinan pemilihan kepala daerah melalui DPRD sebagai alternatif, di tengah meningkatnya biaya politik dan praktik transaksional dalam Pilkada langsung.

Ketua Dewan Pakar SMSI, Yuddy Crisnandi, menegaskan demokrasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai prosedur pemungutan suara langsung. Menurutnya, dalam Demokrasi Pancasila, substansi kepemimpinan, stabilitas pemerintahan, dan efektivitas pembangunan daerah juga menjadi ukuran penting.

Yuddy menilai, pada masa sebelum reformasi—termasuk era pemerintahan Presiden Soeharto—mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan kesinambungan kebijakan, meski tetap perlu dikritisi agar tidak mengulang praktik sentralisasi kekuasaan. “Model tersebut dapat menjadi referensi historis untuk dirumuskan ulang secara lebih demokratis dan transparan,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Guru Besar Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Albertus Wahyurudhanto, menilai persoalan utama Pilkada hari ini bukan sekadar langsung atau tidak langsung, melainkan lemahnya sistem kaderisasi dan rekrutmen elite politik.

Menurut Albertus, pada masa pemilihan melalui DPRD, seleksi kepala daerah lebih menekankan aspek kapasitas administratif dan loyalitas terhadap sistem pemerintahan. “Memang ada keterbatasan demokratis di masa lalu, tetapi ada pelajaran penting tentang kontrol politik dan efisiensi biaya. Jika dirancang ulang dengan prinsip akuntabilitas dan keterbukaan, pemilihan lewat DPRD bisa menjadi alternatif rasional,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Taufiqurokhman menyampaikan pandangan penyeimbang. Ia mengingatkan Pilkada langsung tetap memberikan legitimasi kuat kepada kepala daerah karena bersumber langsung dari rakyat.

Namun demikian, Taufiqurokhman mengakui diskursus pemilihan melalui DPRD patut dibahas secara objektif, terutama jika diarahkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan daerah dan menekan politik uang. “Yang terpenting adalah memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga, apa pun model yang dipilih,” ujarnya.

Simposium Nasional SMSI ini menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD dapat menjadi salah satu alternatif kebijakan, dengan syarat dirancang secara demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. (*)

Sekda Kukar Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Muara Badak

January 15, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Tenggarong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Sunggono melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kecamatan Muara Badak, Rabu (14/1/26).

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Camat Muara Badak Arpan, Plt Kepala Dinas Sosial Kukar Yuliandris, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Lokasi yang ditinjau berada di belakang eks Kantor Camat Muara Badak dan direncanakan menjadi pusat layanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Kukar.

Dalam keterangannya, Sekda H Sunggono mengatakan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus mempercepat proses administrasi sebagai syarat pembangunan Sekolah Rakyat.

“Peninjauan ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan lokasi yang direncanakan menjadi Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu se-Kukar. Kami juga telah mengomunikasikan hal ini dengan instansi terkait sesuai tugas masing-masing,” ujar Sunggono.

Ia menjelaskan, beberapa OPD telah dilibatkan untuk menyiapkan dokumen prasyarat pembangunan, mulai dari sertifikasi lahan, pengumpulan data pendukung, hingga koordinasi lintas sektor.

“Seperti pengurusan sertifikasi tanah, penghimpunan data, serta komunikasi teknis lainnya agar seluruh dokumen prasyarat pembangunan SR ini dapat segera terpenuhi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekda berharap Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kukar bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dapat mempercepat pengumpulan dokumen yang dibutuhkan serta berkoordinasi intensif dengan pihak kecamatan.

“Kami harap Dispertaru dan BPKAD bisa secepatnya menyelesaikan seluruh dokumen dan memastikan status serta batas lahan yang berada di belakang eks Kantor Camat Muara Badak tersebut,” tegasnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap program pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan inklusif, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.

Dengan adanya Sekolah Rakyat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini serta membuka peluang pendidikan yang lebih merata di wilayah Kukar.(kk06)

Yamaha Luncurkan Varian Warna Baru Skutik Premium XMAX Connected

January 15, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Jakarta – Menjawab kebutuhan mobilitas para pecinta skutik premium di tanah air yang terus berkembang dinamis, Yamaha pun selalu berkomitmen untuk melakukan pembaruan pada jajaran line up skutik Maxi Yamaha. Seperti halnya yang dilakukan pada bulan Januari ini, untuk merespon tren gaya hidup konsumen MAXI Yamaha yang ingin tampil lebih sporty dan maskulin, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. pun meluncurkan varian warna baru untuk model XMAX Connected yang menggantikan beberapa warna-warna sebelumnya.

Varian warna baru tersebut meliputi Metallic Blue dan juga Ceramic Grey. Untuk Metallic Blue ini merupakan warna biru autentik khas Yamaha yang merupakan global color baru XMAX untuk pasar Eropa. Sementara Ceramic Grey adalah varian warna sama yang digunakan pada tipe tertinggi XMAX TECHMAX model 2025, yang pada IMOS tahun lalu baru saja diperkenalkan kepada konsumen Indonesia. Kedua warna ini sama-sama memiliki stripping garis dengan paduan logo XMAX di ke dua sisi boomerang motor serta menggunakan cast wheel berkelir hitam.

Sementara untuk varian Metallic Black, sentuhan pembaruan hadir pada bagian cast wheel dan juga embos logo XMAX yang terletak di bagian body belakang motor. Jika sebelumnya kedua part tersebut menggunakan kelir biru, kini menjadi warna hitam (all black) sehingga memberi kesan yang lebih garang dan tangguh pada motor. Untuk varian Elixir Dark Silver, masih tetap dipertahankan tanpa adanya perubahan warna apapun.

Warna dan grafis baru pada XMAX Connected varian Premium Black tentunya akan menemani varian warna-warna yang sudah ada sebelumnya seperti Prestige Grey dan juga Luxury Red, sehingga semakin memperkaya pilihan konsumen dalam menentukan warna favorit sepeda motornya yang selaras dengan karakter dan prefensi gaya berkendara mereka.

“Sebagai upaya menjawab kebutuhan gaya hidup para pecinta skutik premium di Indonesia, Yamaha terus melakukan inovasi produk tidak hanya dari segi fitur teknologi, desain, dan performa mesin, namun juga melalui kehadiran warna-warna baru ikonik yang kerap menjadi trend setter di market sepeda motor nasional. Kali ini Yamaha kembali ingin memperkenalkan inovasi warna baru melalui peluncuran varian Metallic Blue dan juga Ceramic Grey pada model XMAX Connected, menemani pilihan warna yang sudah ada sebelumnya, yaitu Metallic Black dan juga Elixir Dark Silver. Kami percaya warna-warna baru ini tidak hanya memperkaya pilihan konsumen, tetapi pasti akan mendapatkan sambutan yang positif. Karena karakter warna baru ini sangat mampu merefleksikan aura sporty dan juga premium yang memang diinginkan oleh banyak pengguna XMAX Connected,” terang Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Ultimate Performance
XMAX Connected dibekali dengan mesin Blue Core 250cc, 4-katup, berpendingin cairan yang memiliki performa paling besar dikelasnya. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 16,8 Kw/7000rpm dan torsi maksimum sebesar 24,3 Nm/5500rpm. Selain itu, motor ini juga mengadopsi teknologi one-piece forged crankshaft yang memiliki rigidity sangat baik dan lebih ringan sehingga motor menjadi semakin bertenaga.

Untuk meningkatkan performa berkendara, fitur Traction Control System (TCS) juga disematkan pada motor guna meminimalisir terjadinya slip pada ban belakang saat sedang berakselerasi di permukaan jalan yang licin.

Ultimate Comfort
XMAX Connected didesain memiliki posisi riding tegak sehingga meningkatkan kontrol serta pandangan yang baik bagi sang pengendara. Motor ini juga menghadirkan dua posisi riding yang rileks dan jok lebar dengan kontur ganda, membuatnya nyaman saat sedang digunakan baik untuk mobilisasi jarak dekat maupun jauh. Agar sistem pengereman menjadi lebih optimal, XMAX Connected turut pula dilengkapi dengan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) dan cakram ganda dengan cengkraman yang kuat serta kokoh.

Guna meningkatkan kestabilan saat berkendara, XMAX Connected dibekali ban tubeless bertapak lebar dengan ukuran 127/70-15 di bagian depan dan 140/70-14 di bagian belakang. Suspensi depan motor ini juga mengadopsi gaya motorsport dengan tabung yang besar (33mm) sehingga memberikan kestabilan yang maksimal dan mendukung kemampuan maneuver motor menjadi lebih baik.

Ultimate Style
XMAX Connected telah mengusung sistem pencahayaan berteknologi LED pada lampu depan dan belakang yang dilengkapi dengan hazard lamp serta day time running light (DRL). Motor ini juga dibekali dengan fitur unggulan lainnya seperti Smart Key System dengan Immobilizer yang menunjang keamanan motor dan Answer Back System sehingga mudah mencari posisi parkir motor. Electric Power Socket untuk mengisi daya batrai smartphone juga telah dimiliki oleh XMAX Connected.

Posisi Windshield serta handlebar pada XMAX Connected juga dapat disetel sesuai dengan prefensi kenyamanan sang pengendara. Selain itu, speedometer analog yang dikombinasikan dengan LCD berukuran besar dengan MID (Multi Information Display) yang snagat informatif bagi pengendara juga dihadirkan pada motor. Untuk menampung barang bawaan dengan jumlah banyak, XMAX Connected memiliki bagasi ekstra luas yang dapat emnampung dua helmet full face berukuran XL*.

YES24
Sebagai salah satu line up motor premium dari Yamaha. Konsumen XMAX memiliki keistimewaan layanan Yamaha Executive Service 24 Jam (YES 24) dengan cara menghubungi Call Center di nomor 1-500-522. Adapaun bentuk layanan bantuan yang tersedia pada YES24 meliputi derek (towing), pengantaran bensin (fuel delivery), pengecasan aki (battery charger), penanganan ban kempes (handling flat tire), serta rescue kendaraan bermotor saat kondisi darurat yang perlu membawa unit motor ke Yamaha Premium Shop terdekat pasca mendapatkan konfirmasi.

XMAX Connected saat ini dipasarkan seharga Rp 68.215.000, dan untuk varian XMAX TechMAX seharga Rp 75.610.000. Seluruh harga tersebut merupakan rekomendasi On The Road Jakarta. (*)

*Dengan bentuk dan jenis tertentu

Satreskrim Polres Kubar Jalin Silaturahmi Bersama Wartawan Melalui Coffe Morning

January 14, 2026 by  
Filed under Daerah, Kutai Barat

SENDAWAR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Barat (Kubar) menggelar acara coffee morning di Cafe Persisi Polres Kubar, Rabu (14/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi dan sinergi antara jajaran kepolisian dengan para wartawan di Bumi Sendawar Tanaa Purai Ngeriman.

Acara yang dikemas dalam suasana informal dan santai ini dihadiri oleh Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP Khairul Umam, Kasat Lantas AKP Muhammad Syafi’i, dan beberapa pejabat lainnya. Sementara itu, dari pihak wartawan hadir Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Barat, Alfian Nur, beserta beberapa pengurus dan anggota PWI.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Khairul Umam menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan media massa dalam mengawal stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kutai Barat. Ia juga mengajak wartawan untuk selalu berkoordinasi terkait kejadian di lapangan dan berharap hubungan sinergitas dapat terus terjalin dengan baik.

Sementara itu, Ketua PWI Kutai Barat, Alfian Nur, berpendapat bahwa penyampaian informasi yang tepat dan proporsional dari pihak media sangat krusial untuk memberikan edukasi sekaligus menjamin rasa aman bagi publik di tengah pesatnya arus informasi digital saat ini. Ia juga berharap agar rekan-rekan jurnalis dapat terus memberikan dukungan dalam menyebarluaskan informasi yang tepat dan menjunjung tinggi kredibilitas wartawan sebagai pilar demokrasi publik.

Acara coffee morning ini diakhiri dengan harapan agar hubungan antara kepolisian dan media massa dapat terus terjalin dengan baik dan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kutai Barat dapat terus meningkat.

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1186791
    Users Today : 2490
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 123301
    Total Users : 1186791
    Total views : 11289322
    Who's Online : 58
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23