Redy Borong Seribu Tiket Kuyank

January 27, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

JANGAN lupa dua hari lagi. Yaitu, Kamis, 29 Januari 2026. Ada pemutaran film menarik di seluruh bioskop di Indonesia terutama di Kalimantan. Mau tahu? Judulnya “Kuyank,” yang disutradarai anak Banjar yang mempunyai ngaran  Johansyah Jumberan.

H Redy Asmara bersama sutradara Johansyah Jumberan dan Jolene Marie serta bubuhan Banua Balikpapan setelah nonton bareng film Kuyank

Johan asli urang Banjar. Kalau bapander R-nya “betagar.” Tapi dia hebat. Memulai karier dari penulis skenario. Film pertamanya meledak dan heboh. Judulnya “Saranjana,” kota gaib di kawasan Pulat Laut, Kota Baru, Kalsel. Jumlah yang menonton di atas satu juta orang.

Kuyank dibaca kuyang sepertinya bakal menyamai Saranjana. Bahkan bisa lebih. Karena sudah viral di jagad media sosial. Ini cerita memang menarik dan penuh mistis. Hampir semua orang tahu, kuyang adalah sejenis hantu yang melegenda terutama di Kalimantan Selatan. Dia suka menghisap darah wanita hamil, orang yang tengah melahirkan atau anak-anak balita.

Dalam film Kuyank, Rusmiati yang diperankan Putri Intan Kasela terpaksa mempelajari ajian kuyang demi kecantikan dan keabadian. Ini gara-gara mertuanya mendorong sang suami, Badri (diperankan Rio Dewanto) disuruh poligami  alias babini dua untuk mendapatkan keturunan. Rusmiati gaer kehilangan Badri, sehingga dia nekat menjadi kuyang. Ceritanya menjadi seru karena Rusmiati “Kuyank” akhirnya diburu masyarakat, sementara Badri berusaha melindungi istrinya yang sangat dia cintai.

Adegan penyiraman air kembang ke Rusmiati di dalam guci untuk menjadi kuyang

Meski bergenre film horor, tapi Kuyank juga menghibur. Banyak adegan dan dialog yang mengundang tawa khususnya bagi mereka yang mengerti bahasa Banjar. Ada istilah bungas, yang menggambarkan wanita cantik. Ada lelaki baung yang menggambarkan lelaki kijil atau lanji.

Sutradara Kuyank, Johansyah Jumberan, Senin kemarin ada di Balikpapan. Dia datang bersama dua pemain yaitu Jolene Marie dan Dayu Wijanto. “Tadinya Rio Dewanto mau datang. Tapi terhalang jadwal syuting sinetron yang padat,” ujarnya.

Jolene Marie adalah ratu kecantikan, penyanyi dan runner-up kontes Puteri Indonesia 2019. Dia dilahirkan di Santa Ana, California. Dalam Kuyank, dia berperan sebagai Husnah, yang mengantarkan  Rusmiati menjadi kuyang. Dia juga kuyang. Sedang Dayu Wijanto adalah orang Jawa yang menyukai bidang seni dan olahraga. Pernah tinggal di New York dan pernah bekerja dengan BJ Habibie. Dia banyak ikut membintangi film nasional. Dalam Kuyank dia berperan sebagai Hj Saidah, mamanya Badri. Tampil nora dengan tangan dan leher penuh perhiasan emas. Maklum ceritanya mereka keluarga pedagang emas.

Johan sempat singgah di rumah tokoh senior Banjar Balikpapan, pengusaha H Redy Asmara di Balikpapan Baru. Di situ ada juga saya dan beberapa tokoh Banjar lainnya. Ada Bu Titis, Bu Erna, Rudi, H Syukur, Yatim dan lainnya. Sambil menikmati beberapa wadai Banjar, Johan bekesah sekitar film Kuyank, yang segera tayang di seluruh bioskop di Tanah Air.

Johan sempat membagi kaus dan pin Kuyank kepada H Redy. Ada juga parfum Kuyank. “Biar taingat terus dengan film Kuyank dan semua mau menonton,” ajaknya.

Menurut Johan, penggarapan film Kuyank benar-benar penuh perjuangan. Para pemain dia angkut dari Jakarta dan berdiam sebulan di Banjar. Biar mengerti budaya dan Bahasa Banjar. Propertinya tidak tanggung-tanggung. Beratnya sekitar satu setengah ton. “Semua kita bawa agar film Kuyank benar-benar bisa ditonton dan menarik,” ujarnya.

H Redy meyakini film Kuyank bakal sukses. Tidak saja disukai orang Banjar, tapi juga masyarakat Indonesia lain. Kuyang itu mirip parakang di Sulawesi Selatan atau leak di Bali.

Untuk memberikan dukungan, H Redy memborong seribu tiket Kuyank. Nanti akan dia bagi gratis kepada semua anak buah dan pekerjanya. “Biar semua bisa menonton dan film Kuyank sukses di Tanah Air terutama Kalimantan,” katanya bersemangat.

Tadi malam Johansyah mengajak H Redy dan bubuhan Banua Balikpapan menonton pemutaran perdana film Kuyank di XXI Balcony. Ratusan orang datang dan memuji film Kuyank memang menarik dan menunjukkan ada anak Banjar yang jago maulah film berlatar belakang kisah budaya daerah.

Dari Balikpapan, hari ini Johan bersama dua artisnya meneruskan kunjungan promosinya ke Samarinda. Dia tahu orang Samarinda juga tak sabar untuk menonton Kuyank. “Ajak bubuhan kita semua menonton Kuyank.  Sudah waktunya film Kalimantan juga berjaya di layar nasional,” kata Johan bahimat.

USUL FILM “BUAYA KUNING”

Sebagai urang Kalua, H Redy tertarik mengajak Johansyah menggarap film Buaya Kuning.  Dia siap bekerjasama karena cerita buaya kuning juga melegenda di Kalimantan Selatan termasuk di wilayah Kalimantan lainnya.

Kabarnya masih ada masyarakat tradisional Banjar yang maharagu buaya kuning. Adat ini masih dilestarikan di sepanjang Sungai Tabalong oleh masyarakat Kalua dan Amuntai. Sebagian orang percaya bahwa buaya kuning adalah jelmaan  para datu yang telah hidup sejak zaman Putri Junjung Buih. Ada juga yang mendapatkan buaya kuning melalui kembaran saat lahir.

Bagi orang Banjar, buaya kuning dipercaya sebagai mahluk gaib yang melakukan perjanjian dengan manusia berkaitan dengan ilmu kesaktian, kemakmuran atau kekayaan hingga panjang umur. Sebagai gantinya manusia dan anak cucunya kelak harus merawat dan memelihara buaya kuning tersebut melalui ritual Malabuh.

Upacara Malabuh itu ditandai dengan melarungkan sejumlah makanan di antara lakatan (ketan), hintalu bejarang (telur rebus), pisang, bubur habang dan bubur putih serta sejumlah makanan lainnya. Kalau ini tidak dilakukan, maka bakal ada anggota keluarga yang mengalami sakit atau bahkan kematian.

Menurut H Redy, jika legenda buaya kuning difilmkan, dia optimistis juga meledak di pasaran. Karena ceritanya sangat menarik dan penuh aroma mistis.

Johan sendiri mengaku tertarik memfilmkan buaya kuning, apalagi mendapatkan dukungan dari pengusaha H Redy. “Kita perlu mengangkat berbagai cerita dan budaya Banjar, biar orang tahu bahwa suku Banjar di Kalimantan juga kaya dengan budayanya termasuk cerita mistisnya,” kata Johansyah dengan wajah bahagia.

Sepulang nonton film Kuyank malam tadi, saya tidur dengan lampu yang terang. Saya takut tengah malam kuyang masuk ke kamar saya. Soalnya sejak dulu saya takut hantu. Ada kawal begayaan. “Kada usah takut, kuyang kada mau mahisap darah orang tuha. Darahnya pahit, kuyangnya bisa keracunan” katanya tertawa.(*)

PDC Buka Bulan K3 2026 Secara Daring, Tekankan Akuntabilitas Kepemimpinan dan Kepatuhan Pekerja

January 27, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Patra Drilling Contractor (PDC) secara resmi membuka rangkaian Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 yang digelar secara daring dan diikuti seluruh pekerja PDC dari berbagai wilayah operasi, Selasa (20/1/2026).

Pembukaan ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh aktivitas operasional perusahaan.

Peringatan Bulan K3 Nasional berlangsung pada 12 Januari hingga 12 Februari 2026 dan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Pada tahun ini, PDC mengusung tema yang sejalan dengan Bulan K3 Pertamina (Persero) 2026, yakni “Wujudkan Akuntabilitas Pimpinan & Kepatuhan Pekerja dalam Membangun Budaya HSSE Pertamina yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan”.

Plt. Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, menegaskan bahwa Bulan K3 merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh insan perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

“Bulan K3 bukan hanya agenda rutin, tetapi pengingat bahwa keselamatan adalah fondasi utama dalam setiap kegiatan operasional. Akuntabilitas kepemimpinan dan kepatuhan pekerja harus berjalan beriringan agar budaya HSSE benar-benar terinternalisasi,” ujar Fitra Adriza.

Selama pelaksanaan Bulan K3, PDC melaksanakan berbagai program diantaranya Defensive Driving Training, Basic Safety Training, First Aid Training, hingga Advanced Fire Fighting.

Selain itu, PDC juga menggelar Clash of Champions (COC) HSSE dan Lomba Inspeksi Housekeeping untuk mendorong peningkatan pengetahuan serta kepedulian pekerja terhadap lingkungan kerja yang aman dan tertib.

Sementara itu, HSSE Manager PDC, Bagus Uji Widihartono, menyampaikan bahwa rangkaian Bulan K3 2026 dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan kesadaran, kompetensi, dan kepatuhan pekerja terhadap aspek HSSE.

“Kami menyiapkan berbagai kegiatan seperti refresh knowledge dan training HSSE, Health Talk, konsultasi post trauma, hingga talkshow ESG. Seluruh program ini bertujuan membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” jelas Bagus .

Ia menambahkan, pendekatan HSSE PDC tidak hanya berfokus pada keselamatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental pekerja serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.

 

“HSSE harus dipahami secara menyeluruh, mulai dari perlindungan pekerja, kesejahteraan mental, hingga penerapan praktik kerja ramah lingkungan,” ungkapnya.

Melalui peringatan Bulan K3 2026 ini, PDC menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan HSSE sebagai budaya kerja dan pilar utama dalam mendukung operasional perusahaan yang andal, aman, dan berkelanjutan.*

Pengukuhan Kepala Perwakilan BI Kaltim, Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

January 27, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengukuhkan Jajang Hermawan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/1/2026). Pengukuhan ini merupakan bagian dari proses suksesi kepemimpinan Bank Indonesia dalam rangka memastikan kesinambungan kepemimpinan serta penguatan organisasi guna menghadapi tantangan perekonomian ke depan.

Deputi Gubernur Filianingsih menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan seluruh mitra atas sinergi dan dukungan yang telah terjalin erat dalam membantu pelaksanaan tugas Bank Indonesia di daerah. Apresiasi juga disampaikan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya, Budi Widihartanto, atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, khususnya dalam menjaga stabilitas inflasi daerah, memperkuat sistem pembayaran, serta mendorong pengembangan ekonomi daerah. Deputi Gubernur Filianingsih menambahkan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dan strategic advisor bagi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk melalui penguatan ekonomi kerakyatan dengan pengembangan UMKM sektor unggulan, serta akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Hal ini dibuktikan dengan capaian yang membanggakan, antara lain dengan keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Kalimantan Timur sebagai yang terbaik tahun 2025 di wilayah Kalimantan.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Jajang Hermawan sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, serta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Budi Widihartanto atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas. Ia menegaskan bahwa peran Bank Indonesia tidak hanya tercermin pada indikator makroekonomi, tetapi juga hadir nyata di lapangan, khususnya dalam pengendalian inflasi daerah, penguatan TPID, pengembangan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Wakil Gubernur Seno menambahkan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur untuk semakin memperkuat perannya dalam mengawal stabilitas ekonomi dan mendorong transformasi ekonomi daerah. Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Kegiatan pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pimpinan instansi vertikal, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, perbankan, akademisi, pelaku usaha, serta mitra strategis Bank Indonesia lainnya. (**)

Wakil Bupati Kukar Ikuti Upacara Parade Peringatan Merah Putih Sangasanga

January 27, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Wakil Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Rendi Solihin mengikuti upacara parade peringatan peristiwa merah putih Sangasanga ke-79 tahun dengan tema “Semangat Juangmu Sebagai Teladan Terbaikku” bertempat di Lapangan Taman Palagan Sangasanga, Selasa (27/1/2026).

‎‎Kegiatan yang juga dihadiri diantaranya perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kaltim dan Kukar, anggota DPRD Kukar, para veteran, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Kukar itu dimeriahkan dengan penampilan operet merah putih dalam rangka peringatan peristiwa perjuangan merah putih Sangasanga ke -79 tahun.

‎‎Adapun peserta upacara terdiri dari pasukan TNI/Polri, Satpol PP, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kukar, serta siswa-siswi yang ada di Kecamatan Sangasanga itu diawali dengan pengibaran bendera merah putih oleh pasukan Paskibra, mengheningkan cipta, pembacaan UUD 1945. Dilanjutkan pembacaan Pancasila oleh Pemimpin Upacara Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji.

‎‎H. Seno Aji dalam amanatnya mengatakan perjuangan peristiwa merah putih merupakan mozaik penting sejarah perjuangan bangsa Indonesia khususnya di Kalimantan Timur.

‎‎Menurutnya, perjuangan peristiwa merah putih yang dilakukan masyarakat Sangasanga menunjukkan keberanian yang luar biasa, dalam menantang penjajah untuk kembali menguasai Sangasanga.

‎‎”Sejarah ini menegaskan kemerdekaan Indonesia berdiri diatas semangat kolektif rakyat, termasuk dari pelosok daerah. Sangasanga membuktikan bahwa perjuangan tidak mengenal pusat dan pinggiran, semua anak bangsa memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam menjalankan dan menjaga republika Indonesia, ” ujar Seno Aji.

‎‎Seno Aji mengatakan pengorbanan yang dilakukan oleh pejuang Sangasanga mengajarkan tentang keteguhan sikap, keberanian dalam mengambil resiko dan kesetiaan terhadap cita-cita kemerdekaan. Dimana nilai-nilai tersebut dikatakannya akan selalu dirawat dan diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‎‎”Oleh karena itu, semangat juang Sangasanga harus diterjemahkan dalam kerja nyata menjaga persatuan, memperkuat toleransi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun daerah dengan prinsip keadilan yang berkelanjutan, ” ujarnya.

‎‎Diakhir amanatnya, atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kukar dirinya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pejuang kemerdekaan peristiwa perjuangan merah putih Sangasanga, Semoga jasa dan pengorbanan yang telah dilakukan senantiasa dikenang dan menjadi cahaya penuntun perjalanan bangsa Indonesia.

‎‎Sebagai informasi, kegiatan dirangkai dengan penandatanganan berita acara hibah lahan oleh PT. Adimitra Baratama kepada Perumda Tirta Mahakam yang disaksikan oleh Wakil Bupati Kukar H Rendi Solihin. (kk07).

Pemkab Kutai Kartanegara Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

January 27, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono menerima audiensi jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar di Ruang Rapat Sekda, Senin (26/1/2026). Audiensi tersebut membahas persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Kukar.

Rombongan BPS Kukar dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kukar, Gandi Wilyanto, yang menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 15 Agustus 2026. Sensus ini bertujuan untuk memperoleh data komprehensif mengenai kondisi dan struktur perekonomian daerah sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan.

Gandi berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, baik pelibatan aparatur pemerintah khususnya aparatur desa maupun penggunaan fasilitas umum seperti Balai Pertemuan Umum (BPU) pelaksanaan di lapangan.

“Apabila dukungan anggaran belum memungkinkan, kami akan memanfaatkan fasilitas publik milik pemerintah daerah untuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan calon petugas sensus, serta melibatkan aparatur pemerintah dalam pelaksanaannya,” ujar Gandi.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Kukar Sunggono menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari agenda nasional yang sangat strategis.

“Dalam rangka mendukung agenda nasional, khususnya Sensus Ekonomi Tahun 2026, saya menginstruksikan dan mengajak seluruh ASN, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa di seluruh wilayah Kutai Kartanegara untuk turut berperan aktif mendukung pelaksanaan sensus ini,” tegas Sunggono.

Ia menekankan pendataan akan berlangsung pada 1 Mei sampai 15 Agustus 2026, dan hasil sensus nantinya menjadi rujukan utama pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi yang berbasis data akurat dan berkelanjutan.

“Kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat, kami mengimbau agar memberikan jawaban yang jujur, lengkap, dan benar, serta menerima kehadiran petugas sensus dengan baik. Data yang diberikan dijamin kerahasiaannya sesuai dengan Undang-Undang,” tambahnya.

Sunggono juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal suksesnya Sensus Ekonomi 2026 demi mewujudkan pembangunan ekonomi yang lebih baik, sejahtera, dan mandiri.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 untuk mencatat kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.(kk01).

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1459587
    Users Today : 1193
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 396097
    Total Users : 1459587
    Total views : 12856165
    Who's Online : 80
    Your IP Address : 216.73.216.84
    Server Time : 2026-03-11