Yamaha Anniversary 70 Tahun, Livery Ikonik Edisi Spesial Resmi Mengaspal 

January 26, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Spirit ulang tahun ke-70 terus menyemangati Yamaha untuk konsisten menghadirkan produk-produk unggulan dan inovatif yang digemari konsumen. Kualitas Yamaha sudah terbukti dalam 7 dekade perjalanan yang penuh dinamika dan pencapaian positif. Eksistensi panjang dan bersejarah ini turut diabadikan pada line up pilihan dengan menyematkan 70th Anniversary special livery.

Untuk edisi historis yang dipasarkan di Indonesia itu diaplikasikan pada MX King 150, Aerox Alpha Turbo, R15M Connected/ABS dan XSR 155. Deretan motor populer Yamaha tersebut hadir dengan livery legendaris yang terinspirasi dari warna ikonik merah dan putih yang digunakan pada YZF-R7 tahun 1999. Ini pun merupakan tribut bagi Yamaha Racing heritage dan legacy supersport, menampilkan elemen grafis klasik seperti speed blocks dan logo garpu tala warna emas yang merepresentasikan identitas kuat Yamaha.

”Perayaan ulang tahun ke-70 Yamaha masih berlangsung, yang terbaru adalah ditandai dengan peluncuran livery spesial untuk MX King 150, Aerox Alpha Turbo, R15M Connected/ABS dan XSR 155 di Indonesia. Empat motor itu memiliki karakter kuat sporty yang layak menandai momen spesial memperingati berdirinya Yamaha Motor Company 1 Juli 1955. Livery dengan desain, warna dan emblem prestisius ini juga kami dedikasikan buat konsumen agar menjadi bagian dari kegembiraan anniversary 7 dekade Yamaha yang bernilai historis. Juga merupakan kebanggaan bisa berada dalam atmosfer mengesankan ini dengan menggunakan MX King 150, Aerox Alpha Turbo, R15M Connected/ABS dan XSR 155 livery melegenda,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Gebyar selebrasi ulang tahun ke-70 Yamaha dengan menghadirkan livery spesial itu sebelumnya juga ditampilkan pada motor M1 tim pabrikan dan satelit Yamaha di MotoGP Belanda 2025. Juga terlihat pada motor R1 tim racing Yamaha di World Superbike ketika balapan di seri penutup di Jerez musim 2025. Selain itu jajaran R Series Yamaha juga memakai livery istimewa 70 tahun Yamaha yang dipamerkan di EICMA 2025.

Di Indonesia, konsumen bisa menjadi bagian dari momen berkelas ini dengan memiliki versi khusus livery yang digunakan pada MX King 150, Aerox Alpha Turbo, R15M Connected/ABS dan XSR 155. Yamaha memasarkan rilisan khusus 70th Anniversary livery MX King 150 seharga Rp 28.325.000*, R15M Connected/ABS Rp 46.600.000*, Aerox Alpha Turbo Rp 39.950.000* dan XSR 155 Rp 39.665.000*.

MX King 150

Karakter “The King of Street” selalu melekat pada motor bebek unggulan MX King 150. Penampilannya yang gagah dan sporty menjadikannya atraktif, disematkan desain grafis pada body kanan dan kiri yang simetris dengan garis tebal dan terinspirasi dari konsep downforce. Gaya sporty pun terlihat dari desain 3 LED (2 Low Beam, 1 High Beam) Head Light yang memberikan penerangan maksimal saat berkendara. Lincah dikendarai karena memiliki light frame design, juga posisi berkendara sporty dilengkapi suspensi mono shock di bagian belakang dan pijakan kaki pengendara yang bisa dilipat membuat semakin nyaman dalam bermanuver dan cornering. Performa maksimal ikut menempatkannya sebagai motor pilihan utama di segmen bebek, berkat mesin 4 valve 150cc Fuel Injection dilengkapi Forged Piston, DiAsil Cylinder serta Liquid Cooled System.

R15M Connected/ABS

R15M Connected/ABS kental dengan R-DNA (Racing DNA) R Series. Ciri khas R Series terlihat pada tampilan depan yang dilengkapi M-Shaped Intake Duct yakni saluran udara berbentuk “M” bergaya YZR-M1. Performanya memuaskan bagi pecinta motor berkarakter racing, karena dibekali 155cc engine, Liquid Cooled, SOHC, 4 -Valves, Fuel Injection, dan Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata di setiap putaran mesin. Fitur-fitur modern telah disematkan diantaranya Traction Control System (TCS) yang berfungsi mencegah ban belakang kehilangan traksi (selip) ketika motor berakselerasi di jalanan licin. Juga terdapat Quick Shifter yang memudahkan pengendara melakukan perpindahan gigi ke atas, tanpa menarik tuas kopling. Dual Channel Anti-lock Braking System (ABS) mencegah roda terkunci saat melakukan rem mendadak. Makin lengkap dengan teknologi Y-Connect yang dapat menghubungkan sepeda motor dengan smartphone pengendara melalui koneksi bluetooth, sehingga berkendara semakin mudah dan praktis.

Aerox Alpha Turbo

Aerox Alpha Turbo memiliki performa mumpuni karena dibekali mesin Blue Core 155cc VVA berteknologi Yamaha Electric CVT (YECVT) yang bisa memberikan sensasi berkendara Turbo. Teknologi YECVT mampu meningkatkan performa berkendara, dengan dua fitur yaitu “Turbo” Riding Mode dan “Turbo” Y-Shift. “Turbo” Riding Mode memiliki 2 pilihan berkendara, yaitu T-Mode dan S-Mode. Lalu “Turbo” Y-Shift membantu pengendara mendapatkan akselerasi ataupun deselerasi secara lebih cepat dalam 3 tingkatan (1-low, 2-medium, 3-high). Suspensinya kokoh meningkatkan stabilitas berkendara. Pada bagian depan, inner tube suspensi dibuat lebih besar dari sebelumnya berdiameter 26 mm menjadi 30 mm. Suspensi belakang menggunakan rear sub-tank atau tabung peredam. Sistem pengereman Aerox Alpha Turbo dilengkapi Double Disc. Terdapat pula Antilock-Braking System (ABS) yang mencegah roda terkunci saat melakukan rem secara mendadak serta Traction Control System (TCS) mencegah ban selip saat berakselerasi di jalan licin. Dari segi desain, kesan motorsport yang agresif semakin kuat dengan desain lampu depan baru yang terlihat tajam dan intimidatif, dilengkapi Dual Projector LED untuk meningkatkan kualitas pencahayaan yang lebih terang dan fokus. Aura Super Sport juga ada pada speedometer dengan TFT Infotainment Display yang terhubung dengan aplikasi Y-Connect.

XSR 155

XSR 155 tampil dengan desain sport heritage yang tampak pada tanki model drip shaped, jok single seat dengan desain timeless, lampu depan dan belakang LED, hingga full LCD digital speedometer bergaya retro. Di bagian kaki-kaki, XSR 155 sudah mengadopsi suspensi Up Side Down (USD) yang tidak hanya memberikan kesan gagah pada motor namun turut meningkatkan handling saat berkendara. Di sektor jantung pacu, XSR 155 hadir dengan mesin Fuel Injection berkapasitas 155cc, SOHC, 4 langkah berpendingin cairan yang telah dilengkapi dengan teknologi VVA sehingga mampu menghasilkan tenaga sebesar 14,2 kw/10.000 rpm dan torsi 14,7 Nm/8.500 rpm. Motor ini juga telah memiliki fitur Assist & Slipper Clutch yang membuat kopling menjadi lebih ringan dan perpindahan gigi lebih halus.

*harga rekomendasi On The Road (OTR) Jakarta

Jaksa Agung Undang Bu Mei

January 26, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

JAKSA AGUNG ST Burhanuddin berkunjung ke Kaltim, pekan lalu. Ada mantan pejabat Pemprov Kaltim mendapat undangan khusus bertemu dengannya. Semua yang melihat kaget. Siapa dia dan ada perkara apa?

Mantan pejabat yang dimaksud adalah Dr Hj Meiliana, yang akrab dipanggil Bu Mei. Dia sudah purnatugas. Jabatan terakhir Bu Mei sebagai Pj Sekdaprov Kaltim. Tapi dia juga pernah menjadi Plt Wali Kota Samarinda, Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Kaltim, Kepala LAN Samarinda dan Asisten III Sekprov.

Bu Mei bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Ibu Suparmi, jaksa yang diperbantukan menjadi kepala Biro Hukum Sekdaprov Kaltim.

Bu Mei sekarang ini aktif dalam beberapa organisasi sosial di antaranya  wakil ketua 3 BKOW Kaltim, ketua PPUMI, ketua LK2S, Lembaga Kesejahteraan Sosial Kaltim, ketua LASQI dan wakil ketua IKA Unmul. Selain itu juga menjadi penasihat Tim Pengembangan Pulau Maratua.

“Ya saya yang diundang beliau. Kami bertemu di kantor Kejaksaan Negeri Samarinda hari Kamis (22/1),” kata Bu Mei tersenyum.

Menurut Bu Mei, sebelum Jaksa Agung datang ke Samarinda, dia sudah diberitahu melalui pesan WhatsApp (WA). “Saya akan berkunjung ke Kaltim, kalau ada kesempatan nanti kita bertemu,” begitu pesan  Jaksa Agung kepada Bu Mei.

Kenapa Bu Mei mendapat perhatian khusus  Jaksa Agung? “He..he.. Pak Jaksa Agung itu teman lama saya ketika kami sama-sama mengikuti Diklatpim 2 dan 1 di LAN RI Pejompongan Jakarta tahun 2003 dan 2008,” jelasnya.

Waktu itu, lanjut Bu Mei, Pak ST Burhanuddin masih muda. Ketika Dilatpim 2, ST Burhanuddin  memangku jabatan kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilacap. Sedang pada Dilatpim 1, dia memangku jabatan wakil kajati Aceh.

“Kami akrab, sama-sama berjuang dengan teman-teman lainnya termasuk dengan Pak Burhanuddin. Beliau memang hebat dan cerdas, sampai akhirnya jadi Jaksa Agung seperti sekarang ini,” jelasnya.

Bu Mei mengaku mengapresiasi dan merasa terhormat bisa bertemu dengan Jaksa Agung. Meski dalam keadaan sibuk dan sudah menjadi pejabat tinggi negara masih ingat dengan teman-teman lama. “Saya tersanjung atas perhatian beliau dan beliau masih ingat dengan teman seperjuangan,” tambahnya.

Ketika bertemu di Kejari Samarinda, Jaksa Agung ST Burhanuddin didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Dr Supardi, SH, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda Firmansyah Subhanm SH, MH  dan Ibu Hj Suparmi, SH, kepala Biro Hukum Kantor Gubernur, yang masih berstatus aparat Kejaksaan.

Dr Supardi terbilang Kajati baru. Dia dilantik Jaksa Agung sekitar September 2025 menggantikan pejabat lama, Dr Iman Wijaya, SH, M.Hum. Sebelumnya dia pernah menjadi direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).

Sementara Kajari Samarinda baru saja mendapat apresiasi masyarakat atas keberhasilannya memulihkan keuangan negara senilai Rp2,51 miliar lewat Perusda Pertambangan Bara milik Pemprov Kaltim setelah adanya putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Samarinda.

Menurut Firmansyah, keberhasilan pengembalian dana ini merupakan wujud nyata komitmen Kejaksaan dalam memulihkan keuangan negara maupun daerah.

Kajari juga menerima penghargaan dari Kapolresta Samarinda sebagai bentuk apresiasi atas sinergitas dan dalam penegakan hukum di wilayah Kota Samarinda, yang berlangsung lancar dan efektif.

Sekitar satu jam bertemu Jaksa Agung, aku Bu Mei, tidak ada pembicaraan serius berkaitan masalah hukum di daerah. Mereka hanya bicara hal-hal ringan dan nostalgia masa lalu. “Saya ke Kaltim untuk melihat dan menyemangati aparat Kejaksaan di sini dalam menjalankan tugasnya terutama berkaitan dengan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi,” kata ST Burhanuddin.

Dalam kunjungan 2 hari itu, Jaksa Agung sempat menikmati buah durian dan lai. Buah lai adalah jenis buah durian asli Kalimantan. Nama botanisnya Durio kutejensis. Artinya durian dari Kutai. Selain itu, dia juga sempat bernyanyi saat menginap di Hotel Fugo Samarinda sambil melihat ratusan tongkang batu bara melintas di bawah Jembatan Mahakam.

ATENSI KORUPSI SDA

Kedatangan Jaksa Agung ST Burhanuddin ke Kaltim mendapat perhatian khusus  para awak media. Ada yang menyebut itu kunjungan mendadak, sehingga ada kemungkinan besar ada kasus atau peristiwa hukum yang disasar.

Kepada para wartawan, Jaksa Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriana menjelaskan, kedatangannya ke Kaltim dalam rangka memantau langsung kesiapan personel serta mengukur capaian kinerja Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri di wilayahnya masing-masing.

“Jaksa Agung menegaskan agar jajaran di daerah memberikan perhatian khusus pada perkara yang menyangkut hajat hidup orang banyak, lingkungan serta sektor energi,” kata Anang.

Berkaitan dengan hal itu, Jaksa Agung menuntut penegakan hukum yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga mampu menuntaskan berbagai tunggakan perkara lama.

Ia juga mengatakan bahwa tindak pidana korupsi di wilayah Kalimantan Timur tergolong cukup besar dengan nilai kerugian negara yang signifikan.

Kejaksaan Agung, kata Anang, memberikan dukungan atas penertiban kasus-kasus krusial, seperti tambang ilegal melalui sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya. Selain itu pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap kasus dugaan penyelewengan dana hibah Desain Besar Olahraga Nasional, yang melibatkan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.

Dalam pengarahannya, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras jajaran Kajati Kaltim dalam meningkatkan citra Kejaksaan sebagai Lembaga penegak hukum yang profesional dan terpercaya.

Jaksa Agung dan rombongan datang dan pulang melalui Bandara APT Pranoto Samarinda. Dia sempat disambut Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kajati Kaltim Dr Supardi dan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Selain ke Samarinda, dia Sempat melakukan kunjungan kerja ke Kejari Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Dia menekankan agar aparat Kejaksaan bisa menjaga diri dari perbuatan tercela dan mampu melaksanakan tugasnya sebagai aparat penegak hukum terutama dalam pemberantasan korupsi dan penyelamatan aset negara.(*)

Planga-Plongo

January 25, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Jaya Suprana

ASKARA – Dua debat termashur sepanjang sejarah iptek adalah antara Niels Bohr lawan Albert Einstein tentang kuantum serta Noam Chomsky versus B.F Skinner tentang proses belajar. Saya pribadi lebih berpihak ke Bohr dan Chomsky meski saya tetap menghormati dan menghargai Einstein dan Skinner.

Sebagai warga awam yang dibesarkan di lingkungan kebudayaan Jawa, wajar saya berikhtiar memelajari psikolinguistik Jawa tanpa berani dumeh  merasa diri pasti benar. Di ranah protopsikologi Jawa dikenal beberapa istilah terkait karakter manusia yang menggunakan kata-ulang saling mirip meski tidak sama (lazimnya beda satu huruf) yaitu morat-marit, petakal-petakil, mencla-mencle, cengangas-cengenges, cekat-ceket, sat-set, gasrak-gusruk, compang-camping, gedebak-gedebuk atau plonga-plongo.

Akhir-akhir ini berkat jasa atau dosa seorang pejabat tinggi Indonesia yang tidak perlu saya sebut namanya di sini namun semua pasti tahu siapa beliau, istilah plonga-plongo menjadi popular. Wajar di alam kebebasan berpendapat semesta demokratis, hadir pula para antisimpatisan dan simpatisan sang pejabat tinggi sehingga muncul dualisme dalam tafsir terhadap plonga-plongo.

Para antisimpatisan menganggap plonga-plongo adalah sikap kepribadian buruk citra kedunguan, kegoblokan, kebodohan, kebebalan, kepandiran yang ditampilkan oleh para “bolo  dupak” semisal Buto Cakil dan Burisrawa pada mitologi pewayangan. Pendek kata, plonga-plongo tidak pantas bagi seorang pejabat tinggi yang seharusnya menjadi panutan rakyat.

Sebaliknya, para simpatisan meyakini plonga-plongo adalah sikap kepribadian jati diri citra kejujuran, ketulusan, indera humor tinggi, kerendahan hati, kearifan seperti yang ditampilkan oleh para Punakawan pada mitologi pewayangan yang sangat dihormati oleh para kesatria bahkan dewata. Gejala sikap plonga-plonga juga tampak pada diri Batara Narada yang senantiasa setia mendampingi Batara Guru. Pendek kata, plonga-plongo pada saat-saat tertentu dianggap pantas bagi seorang pejabat tinggi yang seharusnya menjadi panutan rakyat jelata seperti halnya para Punakawan terutama pada diri Bagong yang mewarisi sikap arif bijaksana Ki Semar Badranaya, di balik tabir citra keplonga-plongoannya. Menurut versi wayang purwa,  Ki Semar Badranaya dalam hal kesaktian flatulisme alias angin perut atau  kentut tiada tanding di jagad raya ini.

Sungguh di luar niatan naskah sederhana ini untuk berani melibatkan diri ke dalam kemelut polemik plonga-plonga secara politis. Sungguh tidak ada mens rea menyelinap di lubuk sanubari saya. Naskah sederhana ini sekadar secara subyektif ingin mengungkap rasa hormat, kagum dan takjub saya pribadi terhadap daya kreatifitas kakek-nenek moyang Nusantara dalam menggunakan tutur-kata kaya makna dan matra.

Dinas Pariwisata Kaltim Dorong Kreativitas Jadi Peluang Ekonomi

January 25, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) mendorong peran aktif generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif melalui gelar wicara interaktif bertajuk “Ekraf Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” yang digelar di Temindung Creative Hub, kawasan Bandara Temindung, Kecamatan Sungai Pinang, Sabtu (24/1/26).

Gelar wicara tersebut menghadirkan dua narasumber inspiratif dari kalangan kreatif dan digital, yakni Aldi Yamin, musisi sekaligus pentolan grup band Murphy Radio, serta Nadya Pradita, Duta Wisata Digital Indonesia 2024 yang juga dikenal sebagai pelaku kreatif muda. Diskusi dipandu oleh moderator Clara Claudya dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme dari peserta, yang didominasi pelajar, mahasiswa, serta komunitas ekonomi kreatif.

Diskusi membahas perjalanan karier di industri kreatif, tantangan menembus pasar nasional hingga internasional, serta pentingnya konsistensi dan kolaborasi dalam membangun karya yang bernilai ekonomi. Para narasumber juga berbagi pengalaman tentang bagaimana kreativitas dapat dikembangkan menjadi profesi yang berkelanjutan di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah menyiapkan generasi emas melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.

“Anak-anak muda Kalimantan Timur memiliki potensi luar biasa. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membuka ruang dialog, berbagi inspirasi, sekaligus memotivasi mereka agar berani berkarya, berinovasi, dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai masa depan yang menjanjikan,” ujar Ririn.

Menurutnya, ekonomi kreatif tidak hanya berbicara soal kreativitas, tetapi juga tentang nilai tambah ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan identitas daerah. Oleh karena itu, Dispar Kaltim secara konsisten menghadirkan program yang mendekatkan pelaku kreatif dengan akses pengetahuan, jejaring, dan pasar.

“Kami ingin Temindung Creative Hub menjadi ruang tumbuh bagi ide-ide segar anak muda. Di sinilah mereka bisa berdiskusi, berkolaborasi, hingga berproses menghasilkan karya yang berkualitas dan berdaya saing,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi penting menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045, khususnya di Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kreativitas anak muda harus diarahkan dan difasilitasi. Jika dikelola dengan baik, sektor ini tidak hanya membangun karakter generasi emas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” pungkasnya. (yud)

Dispar Kaltim Hadirkan Wadah Ekspresi dan Kolaborasi Anak Muda

January 25, 2026 by  
Filed under Wisata

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik

SAMARINDA – Upaya mendorong kreativitas dan kolaborasi generasi muda terus diperkuat Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur melalui gelaran Ruang Akhir Pekan, sebuah ruang ekspresi lintas komunitas yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Januari 2026, di Temindung Creative Hub, kawasan Bandara Temindung, Kecamatan Sungai Pinang. Kegiatan ini dibuka, Jumat (23/1/26) malam.

Ruang Akhir Pekan dirancang sebagai ajang kolaborasi lintas komunitas dengan memadukan unsur tradisional, modern, dan seni kontemporer. Beragam aktivitas disuguhkan, mulai dari kompetisi gim Mobile Legends, pemutaran film, pertunjukan tari kontemporer, bazar tematik, lomba mewarnai, hingga penampilan musik, baca puisi, gelar wicara, senam zumba, line dance, dan monolog.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, menjelaskan, kegiatan ini diinisiasi sebagai ruang berkelanjutan bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya komunitas seni dan anak muda.

“Sebenarnya Ruang Akhir Pekan ini kita inisiasi untuk teman-teman pelaku ekonomi kreatif. Waktu akhir tahun kemarin kami berkumpul dengan komunitas ‘Seraung’, yang isinya lintas sektor, mulai dari seni pertunjukan, film, musik, game developer, wastra, hingga kriya. Harapannya, setiap bulan kegiatan mereka tidak terputus,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Dispar Kaltim memberikan ruang seluas-luasnya kepada komunitas agar berkegiatan, termasuk dukungan fasilitas tanpa pungutan biaya, namun tetap melalui proses kurasi. Pada hari pembukaan, agenda difokuskan pada seni pertunjukan dan pemutaran film yang melibatkan sejumlah komunitas dan seniman lokal.

“Ini ruang apresiasi untuk mereka. Audiens yang kita bidik memang anak-anak muda, pelajar SMA, SMK, hingga mahasiswa. Harapannya, mereka tidak hanya berkumpul, tapi berdiskusi, berproses, lalu melahirkan karya dan produksi baru,” jelasnya.

Menurutnya, Ruang Akhir Pekan juga dirancang sebagai wadah penguatan jejaring dan inkubasi ide kreatif. Para pelaku yang sudah mapan diharapkan dapat berbagi pengalaman dengan komunitas yang masih berkembang, termasuk membuka peluang pasar yang lebih luas.

“Ke depan, karya-karya ini diharapkan punya kualitas dan nilai ekonomi. Dari hobi bisa menghasilkan cuan. Ini salah satu ruangnya,” tambahnya.

Ia menegaskan, Ruang Akhir Pekan akan menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan. Bahkan, pada Februari hingga Maret mendatang, Dispar Kaltim berencana menghadirkan Pasar Raya Kreatif Ramadan yang juga melibatkan komunitas ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

“Ini yang pertama, sebagai pembuka awal tahun. Ke depan akan terus berlanjut. Temindung Creative Hub kami dorong menjadi wahana baru untuk transformasi karya dan produksi kreatif anak-anak muda Kaltim,” pungkasnya. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1460461
    Users Today : 2067
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 396971
    Total Users : 1460461
    Total views : 12862380
    Who's Online : 80
    Your IP Address : 216.73.216.84
    Server Time : 2026-03-11