Aksi Pemkab Kukar Budayakan Gerakan ASRI

February 19, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi gotong royong serentak di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, serta kawasan umum.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang bersama jajaran pegawai membersihkan lingkungan perkantoran hingga rumah ibadah. Salah satu titik kegiatan berlangsung di Masjid At Taqwa, kawasan Perkantoran Bupati Kukar, Rabu (18/2/2026).

“Hari ini kita semua melakukan gotong royong di instansi pemerintah, BUMD, kawasan umum termasuk masjid. Tujuannya adalah untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan untuk menggerakkan serta membudayakan Gerakan ASRI yang dicanangkan oleh Bapak Presiden,” ujar Aulia Rahman Basri di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, gerakan ini memiliki dampak besar terhadap kualitas pelayanan publik. Lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah akan meningkatkan kenyamanan pegawai dalam beraktivitas sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat yang datang mengurus pelayanan.

Ia menegaskan, kegiatan gotong royong tidak boleh hanya bergantung pada petugas kebersihan atau cleaning service. Partisipasi aktif seluruh pegawai dinilai penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan kerja.

“Kami menghimbau seluruh instansi pemerintahan maupun BUMD agar kegiatan gotong royong ini terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin, minimal setiap minggu,” tegasnya.

Gerakan Nasional Indonesia ASRI sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat di seluruh daerah. Selain menciptakan lingkungan yang tertata, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif aparatur negara dan masyarakat terhadap pentingnya kebersihan sebagai bagian dari pelayanan prima.

Di Kabupaten Kukar, program ini direncanakan tidak hanya menyasar lingkungan perkantoran, tetapi juga fasilitas umum seperti taman kota, pasar, sekolah, dan rumah ibadah. Pemerintah daerah juga berencana menggandeng organisasi masyarakat, pelajar, serta komunitas lingkungan untuk memperluas dampak gerakan tersebut.

Dengan keterlibatan langsung kepala daerah, diharapkan semangat gotong royong dapat terus tumbuh dan menjadi budaya kerja yang berkelanjutan di lingkungan Pemkab Kukar, sekaligus mendukung terciptanya daerah yang lebih tertib, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.(KK06)

Kejati Kaltim Bongkar Dugaan Korupsi Tambang Ratusan Miliar Rupiah

February 19, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menetapkan dua mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tersangka pada perkara dugaan tindak pidana korupsi sektor pertambangan, Rabu (18/2/26) malam.

Penetapan tersangka bertepatan dengan malam pertama Ramadan 1447 Hijriah. Kedua tersangka masing-masing berinisial BH, yang menjabat Kadistamben Kukar periode 2009-2010, serta ADR yang menjabat pada periode 2011-2013.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti sebagaimana diatur dalam ketentuan KUHAP.

“Kami melakukan penetapan tersangka dan penahanan terhadap dua orang tersangka dalam kasus dugaan melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan sehingga PT JM, PT ABE dan PT KRA dapat melakukan penambangan secara tidak benar di tanah ataupun lahan di HPL nomor 1 milik Departemen Tenaga Kerja dan transmigrasi sehingga negara dirugikan,” ujarnya.

Kedua tersangka ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Samarinda. Penahanan dilakukan dengan pertimbangan ancaman pidana di atas lima tahun serta kekhawatiran tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi tindak pidana.

Kepala Seksi Penyidikan Pidsus Kejati Kaltim, Danang Prasetyo Dwiharjo, mengungkapkan kasus bermula dari penerbitan izin operasi produksi (OP) yang memungkinkan aktivitas penambangan di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) Nomor 01 milik Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Jabatannya sama selaku Kepala Dinas Pertambangan dan Energi. Dari dua orang inilah terjadi ketidakbenaran di penambangan. Itu kan ada tanah ataupun lahan punya transmigrasi. Yang sejak tahun 80 itu sudah ditetapkan sebagai area transmigrasi,” jelas Danang.

Ia menambahkan, sebagian lahan tersebut telah bersertifikat atas nama transmigran, sementara sisanya masih berstatus HPL milik negara. Namun, izin operasi produksi tetap diterbitkan tanpa penyelesaian hak atas tanah dengan pemilik lahan.

“Terbitlah izin OP operasi produksi sehingga dia melakukan penambangan di situ tanpa dia menyelesaikan haknya dulu dari pemilik lahan. Jadi tidak ada izin dari pemilik lahan,” katanya.

Menurutnya, aktivitas penambangan tetap berlangsung meski telah mendapat teguran dan diduga menyebabkan berkurangnya cadangan batubara yang kemudian diperjualbelikan.

 

Dari hasil penyidikan sementara, kerugian negara ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.

“Total kerugian, lumayan itu. Yang jelas itu hitungan ratusan miliar. Dari penjual batu bara kan kita tahu sendiri kan,” ungkapnya.

Periode dugaan tindak pidana berlangsung sejak 2009 hingga 2012. Penyidik juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab, termasuk dari unsur perusahaan, mengingat perkara masih dalam tahap pengembangan.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 603 atau Pasal 604 KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Dengan penahanan tersebut, kedua mantan pejabat daerah itu menjalani awal Ramadan di balik jeruji besi Rutan Samarinda, sembari menunggu proses hukum lebih lanjut. (yud)

Ratusan Bikers dan Modifikasi AEROX Kepung Jalanan Kota Bandung dan Surabaya

February 19, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Hadir sebagai skutiknya para youngster masa kini, AEROX ALPHA terus konsisten menunjukkan berbagai keunggulannya di aneka lanskap lifestyle anak muda yang terus bergerak dinamis dan stand out. Setelah meluncurkan varian warna dan grafis baru pada momen pembukaan Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS) lalu, AEROX ALPHA kini kembali memberikan kejutan spesial dengan menghelat Gathering Team AEROX (GTA) 2026.

Membuka keseruan perdananya di Bandung (7/2), dan lanjut full gaspol ke kota pahlawan Surabaya (14/2), sebanyak ratusan peserta yang terdiri dari para modifikator dan seluruh pengguna setia AEROX dari lintas generasi, kembali berkumpul untuk menyalurkan hobi berkendara mereka dalam aneka kegiatan seru, hingga menikmati berbagai suguhan modifikasi masa kini yang anti-mainstream.

“Sejak resmi dihelat pada tahun lalu, event Gathering Team AEROX (GTA) berhasil mendapatkan respon yang sangat positif. Selain menjadi bentuk konsistensi kami dalam memperkuat eksistensi AEROX ALPHA, event ini pun hadir menjadi wadah aspirasi yang merefleksikan passion para pengguna yang tidak hanya melihat AEROX sebagai sekadar sepeda motor, namun juga sebagai lifestyle item yang dapat menjadi media ekspresi para youngster untuk penuhi excitement mereka dalam berkendara maupun berkreasi bersama AEROX. Atas itu, kami pun senang sekali dapat kembali menghadirkan event GTA di tahun ini, yang kami harap dapat semakin mendukung perjalanan anak muda Indonesia untuk tampil semakin stand out,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community.

GTA Bandung
Berlokasi di area rooftop di bilangan Pasar Baru Trade Center (7/2), Bandung berhasil terpilih menjadi tuan rumah pembukaan event Gathering Team AEROX pada tahun ini.
Menggandeng kolaborasi dengan komunitas Matic Undercover, event GTA Bandung menyuguhkan kontes modifikasi yang terbagi ke dalam 30 kategori dan kelas kompetisi. Total sebanyak 75 modifikator dan ratusan peserta dari berbagai komunitas di sekitar wilayah Bandung Raya, antusias berkumpul dan memeriahkan gelaran acara perdana ini.

Berbagai model dan konsep modifikasi, mulai dari genere Thailand Look, Vietnam Style, dan Sunmori sukses mencuri perhatian para pengunjung. Selain modifikasi AEROX, event GTA Bandung pun juga dimeriahkan dengan deretan modifikasi dari berbagai line-up lainnya, mulai dari NMAX, XMAX, LEXI, hingga Yamaha Mio. Event GTA Bandung pun ditutup dan dimeriahkan dengan aktivitas night ride menyusuri kota Bandung bersama dengan ratusan peserta dari berbagai komunitas pengguna setia Yamaha.

GTA Surabaya
Terbaru, kemeriahaan event Gathering Team AEROX kini singgah di kota pahlawan Surabaya (14/2). Bekerja sama dengan komunitas Starlight AEROX ALPHA, event GTA Surabaya menyuguhkan konsep yang anti-mainstream, dengan mengkombinasikan keseruan pool party sekaligus kompetisi modifikasi. Mengangkat tema Party Night Splash, event GTA Surabaya berhasil menghadirkan animo dan keunikan yang berbeda bagi para peserta, sekaligus meng-highlight karakter BADASS lifestyle dari AEROX ALPHA.

Sebanyak 50 modifikator dari berbagai wilayah di Surabaya, tampil pede dengan karya modifikasi AEROX mereka masing-masing. Menonjolkan genre Indo Proper yang kental, nuansa modifikasi AEROX dalam perhelatan GTA Surabaya pun semakin menyala dengan sentuhan air brush yang kreatif, sekaligus lengkap dengan perombakan pada sektor suspensi, velg, penggunaan parts premium, hingga aura futuristik pada motor dengan adanya penggunaan lapisan serat karbon dan aksen grafis yang mencolok.

Tidak hanya soal modifikasi, event GTA Surabaya pun berjalan semakin menarik dengan turut dimeriahkan berbagai fun games berhadiah dan penampilan musik edm dari disc jockey. Bertepatan dengan momen perayaan Valentine, para peserta pun juga mendapatkan special gift berupa chocolate bar yang dapat dibagikan kepada orang-orang tersayang yang ikut berkumpul saat event berlangsung.

Kemeriahaan acara kemudian di tutup dengan aktivitas night ride yang diikuti oleh berbagai komunitas AEROX dari berbagai wilayah di Surabaya. Sebanyak ratusan peserta antusias mengikuti night ride dan melewati berbagai spot ikonik seperti Tugu Suro dan Boyo yang telah menjadi identitas khas Surabaya. Para peserta pun akhirnya tiba di Yamaha Land, dan menandai berakhirnya event GTA Surabaya.

“Gathering Team AEROX Surabaya hari ini menurut saya punya ambience yang seru dan unik Senang sekali bisa jadi bagian dari keseruan acara hari ini. Menurut saya, setiap karya modifikasi yang tampil dalam event kali ini keren-keren banget, dan semakin menonjolkan karakter anti-mainstream dari motor ini. Dan yang spesial menurut saya pribadi adalah ini dihelat pas Valentine, jadi bisa bawa pasangan juga untuk malam mingguan, sambil Night Ride bareng teman-teman komunitas lainnya. Terima kasih Yamaha, semoga evet GTA bisa mampir lagi ke Surabaya,” ujar Amir salah seorang peserta GTA Surabaya. (*)

PT TCM Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis

February 18, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – PT Trubaindo Coal Mining (TCM), melaksanakan kegiatan sosialisasi Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan gratis, serta menjalankan program  Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan, di wilayah kampung binaannya.

Kegiatan ini untuk memperingati bulan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Nasional dan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan melibatkan tiga kampung binaannya, yaitu Kampung Damai Kota, Damai Sebrang dan Mendika, Rabu (18/2/2026).

ER East Kalimantan Coordinator Area PT TCM, Wahyu Ferianto mengatakan, perusahaan akan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan, Pemeriksaan dan Pengobatan gratis dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 2026, sekaligus pelaksanaan Program PPM Pilar Kesehatan PT Trubaindo Coal Mining.

“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan merupakan nilai inti perusahaan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam operasional pertambangan, aspek K3 adalah prioritas utama, namun komitmen tersebut tidak berhenti di area kerja, melainkan perusahaan wujudkan juga dalam bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan tahun 2026, perusahaan berupaya memberikan kontribusi nyata yang terukur dan berkelanjutan.

“Kegiatan kami hari ini merupakan bagian dari komitmen tersebut,”katanya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit. Selain itu juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini. Perusahaan juga menyediakan pengobatan yang dapat membantu meringankan beban masyarakat, dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

“Kami memahami kesehatan adalah fondasi utama kesejahteraan, tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan sosial dan ekonomi tidak akan berjalan optimal. Karena itu, perusahaan memandang program kesehatan sebagai investasi sosial jangka panjang,” bebernya.

Ia menyebut, perusahaan juga menyadari keberlanjutan operasional perusahaan sangat bergantung pada hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Oleh sebab itu, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program PPM yang relevan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, dan menjadi awal dari penguatan budaya hidup sehat di lingkungan kita bersama,”tandasnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Damai dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga upaya kecil hari ini menjadi bagian dari langkah besar menuju masyarakat yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera.

Sementara itu CD Head Jones Silas menambahkan, kegiatan ini dalam rangka peringatan K3, dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang meliputi cek hipertensi, tes gula darah, kolesterol dan asam urat, sekaligus membagikan obat obatan sesuai dengan penyakit yang di deritanya.

“Kami melibatkan tiga kampung binaan, dengan katagori hanya bisa diikuti kaum lansia umur 45 tahun keatas,”ujarnya.

Ia menyebut, perusahaan secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini setiap tahun, di hari hari seperti bulan K3 nasional, dan sekaligus melaksanakan program PPM kesehatan, dan Kegiatan ini berpusat di Kantor Camat.

“Kegiatan serupa akan kami laksanakan juga dengan melibatkan external dan para subcont yang ada di perusahaan kami, akan di laksanakan di empat kecamatan binaan dengan program PPM pilar kesehatan perusahaan,”bebernya.

Ia berharap kepada semua masyarakat perduli akan kesehatan nya, terutama yang mengalami hipertensi atau darah tinggi, dan masyarakat kadang malas untuk memeriksakan nya, padahal kalau mereka rutin ke puskesmas untuk memeriksakan itu gratis, tidak di pungut biaya kalau hanya di tensi tekanannya saja. Akan tetapi kebayakan masyarakat abai terhadap hal itu.

“Saya sarankan, periksakan kesehatan secara rutin agar penyakit lebih enak di kontrolnya. Kegiatan ini juga didukung  Deabetasol, Entrasol dan O’live Milk,”ungkapnya.

Camat Damai Iman Setiadi menyampaikan apresiasi kepada PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) atas kepedulian dan komitmennya melalui program PPM bidang kesehatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat tepat sasaran karena menyentuh kelompok lansia dan orang tua yang merupakan kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus,”katanya.

Ia menyebut, penyakit tidak menular seperti hipertensi sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi, pemeriksaan, dan pengobatan seperti ini sangat penting sebagai langkah preventif dan deteksi dini.

 

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan beberapa arahan dan harapan. Pertama, saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja, tetapi dapat menjadi program yang berkelanjutan dengan monitoring terhadap peserta yang terindikasi memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit lainnya,” ungkapnya.

Ia mendorong masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam berlebihan, rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kedepan saya berharap program serupa dapat dilaksanakan setiap tahunnya dan penanganannya juga bisa lebih variative/luas, bukan cuma penyakit kardiovaskular dan metabolik hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung koroner, dan diabetes melitus sering terjadi karena penurunan fungsi organ tubuh,”tandasnya. (arf).

Ketika Karyawan “Resign” Tanpa Meninggalkan Kantor

February 18, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh : Juni Tristanto Laksana Putra, S.AB., M.AB *)

Dunia kerja diguncang oleh fenomena Quiet Quitting (QQ). Quiet Quitting bukanlah tentang karyawan yang benar-benar mengundurkan diri, melainkan sebuah aksi “pengunduran diri secara psikologis”. Karyawan memilih untuk bekerja persis sesuai job description dan jam kerja, tanpa sedikitpun ada inisiatif dalam menyelesaikan pekerjaannya. Mereka hadir secara fisik, namun jiwa dan passion mereka sebenarnya telah jauh meninggalkan tempat kerja. fenomena ini adalah krisis kinerja yang tidak bisa dipandang remeh, karena secara fundamental mengancam produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan budaya kerja perusahaan di masa depan. Survei Gallup (2023) yang melibatkan lebih dari 122.416 karyawan di lebih dari 160 negara di seluruh dunia (termasuk Asia Tenggara), mencatat bahwa secara global 59% karyawan melakukan quiet quitting.

Akar Permasalahan: Kegagalan Budaya Hustle

Mengapa para pekerja, terutama talenta muda, memilih jalan minimalis ini? Jawabannya terletak pada kegagalan budaya korporat yang telah lama mendominasi yaitu budaya hustle. Budaya hustle adalah sebuah keyakinan bahwa satu-satunya jalan menuju kesuksesan, kekayaan, atau pemenuhan diri adalah melalui kerja keras yang ekstrem, berlebihan, dan terus-menerus, sering kali dengan mengorbankan waktu istirahat, kesehatan mental, dan kehidupan pribadi. Budaya ini menuntut dedikasi penuh ketika bekerja, mengkultuskan lembur tanpa bayaran, dan mengagungkan pekerjaan sebagai identitas utama. Namun, setelah pandemi, komitmen ekstrem ini tidak lagi sejalan dengan realita.

Juni Tristanto Laksana Putra, S.AB., M.AB

Faktor penyebabnya yaitu pertama burnout massal, karyawan mengalami kelelahan ekstrem, yang membuat mereka kehilangan afeksi dan sense of belonging pada organisasi, sehingga Quiet Quitting menjadi mekanisme pertahanan diri yang rasional, mereka membatasi kinerja agar tidak mengorbankan kesehatan mental dan fisik. Kedua, disparitas reward, karyawan merasa sudah bekerja keras tapi tidak sebanding dengan reward yang mereka terima. Ketika penghargaan tidak sebanding dengan pengorbanan, semangat untuk berinisiatif pun sirna. Hasil Survei Deloitte (2023) terhadap 22.856 responden  terdiri dari 14.483 Gen Z dan 8.373 Milenial yang tersebar di 44 negara. Hasilnya 46% Gen Z dan 39% Milenial merasa stres atau cemas hampir sepanjang waktu, karena biaya hidup dan work life balance menjadi pemicu utama.

Dampak Negatif Perusahaan

Quiet Quitting mungkin terlihat seolah-olah masalah personal karyawan. Namun, faktanya hal tersebut menciptakan kerugian bisnis yang masif dan tersembunyi (hidden cost). Quiet Quitting akan menyebabkan beberapa dampak negatif, yaitu pertama hilangnya inovasi, karena inisiatif dan kreativitas lahir dari karyawan yang memiliki koneksi emosional kuat antara dirinya dengan pekerjaannya. Ketika karyawan hanya menyelesaikan pekerjaan ala kadarnya maka inovasi pun akan berhenti di tempat. Kedua, penurunan kualitas output atau hasil kerja, karena karyawan yang ‘hanya asal menyelesaikan tugas’ cenderung menghasilkan kualitas yang ‘cukup’ dan bukan ‘sangat baik atau luar biasa’. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menggerus citra merek dan daya saing perusahaan. Ketiga, inefisiensi tim karena karyawan yang engaged terpaksa menanggung beban kerja lebih berat untuk menutupi keengganan rekan-rekan mereka yang sedang Quiet Quitting. Hal ini menciptakan ketidakadilan, yang akhirnya meningkatkan turnover (pergantian karyawan). Di Indonesia, Quiet Quitting sering kali muncul dalam bentuk yang lebih pasif dibandingkan di Negara-Negara Eropa atau Benua Amerika karena adanya budaya high power distance (segan terhadap atasan). Contoh perilakunya: Hadir tepat waktu, pulang tepat waktu (jam pulang langsung pergi), menonaktifkan notifikasi pesan grup yang berkaitan dengan pekerjaan (WhatsApp, Telegram dll) tepat setelah jam kantor berakhir, tidak lagi memberikan ide-ide inovatif dalam rapat atau diskusi (hanya pendengar pasif).

Intervensi MSDM: Tiga Langkah Fundamental Mengakhiri Quiet Quitting

Tantangan utama organisasi saat ini adalah memulihkan kontrak psikologis (psychological contract) yang mengalami erosi antara karyawan dan perusahaan. Fenomena quiet quitting tidak semata disebabkan oleh faktor kompensasi finansial, melainkan oleh ketidakseimbangan ekspektasi, kurangnya apresiasi, serta menurunnya makna kerja yang dirasakan karyawan. Oleh karena itu, intervensi yang dibutuhkan bukan hanya menaikkan gaji, tetapi merombak secara fundamental cara organisasi mengelola, melibatkan, dan mengembangkan talenta.

Langkah 1: Transformasi dari Time-Based ke Outcome-Based Management

Organisasi perlu menghentikan praktik pengukuran kinerja yang semata hanya didasarkan pada kehadiran fisik di kantor atau lamanya jam kerja. Karena pendekatan tersebut tidak lagi relevan dalam konteks kerja modern yang menuntut fleksibilitas, efektivitas, dan orientasi hasil. Oleh karena itu, perusahaan harus berani bertransformasi menuju sistem manajemen kinerja berbasis hasil (outcome-based management) melalui beberapa langkah berikut:

 

  •  Fokus pada Dampak

Kinerja karyawan harus diukur berdasarkan hasil kerja serta dampak nyata (outcome and impact) yang mereka kontribusikan terhadap pencapaian tujuan strategis organisasi. Dengan pendekatan ini, penilaian tidak lagi berorientasi pada proses semata, melainkan pada nilai tambah, kualitas output, serta kontribusi riil terhadap kinerja unit maupun perusahaan secara keseluruhan.

  • KPI Transparan

Setiap tugas dan peran perlu memiliki Key Performance Indicator (KPI) yang jelas, terukur, dan disepakati bersama. KPI yang transparan akan membantu menghubungkan pekerjaan harian karyawan dengan tujuan organisasi yang lebih besar (sense of purpose), sekaligus meningkatkan akuntabilitas, kejelasan ekspektasi, dan motivasi kerja.

Langkah 2: Desain Ulang Sistem Apresiasi dan Pengakuan

Uang memang penting, tetapi di sisi lain kompensasi non-finansial sering kali memiliki daya ikat psikologis yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu mendesain ulang sistem apresiasi yang tidak semata bertumpu pada imbalan finansial, melainkan juga pada pengakuan, makna kerja, dan kualitas pengalaman kerja. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Apresiasi Instan:

Ciptakan budaya kerja di mana manajer secara aktif memberikan umpan balik positif dan pengakuan segera setelah karyawan menunjukkan kinerja atau kontribusi yang baik. Pengakuan yang cepat dan tulus terbukti lebih efektif meningkatkan motivasi dibandingkan penghargaan yang hanya diberikan saat evaluasi tahunan.

  • Investasi pada Well-Being:

Program work-life integration seperti wellness programs, tambahan cuti, fleksibilitas kerja, hingga fasilitas kesehatan mental menunjukkan bahwa organisasi peduli terhadap kesejahteraan karyawan secara utuh, bukan semata terhadap output kerja mereka. Investasi ini pada akhirnya berdampak pada peningkatan loyalitas, produktivitas, dan retensi talenta.

Langkah 3: Kepemimpinan Empatik dan Transparan

Pemimpin adalah garda terdepan dalam mengatasi Quiet Quitting. Jika pemimpin gagal, seluruh inisiatif MSDM akan sia-sia.

  • Pelatihan Kepemimpinan Inklusif: memberi pelatihan pada jajaran pimpinan untuk menjadi pemimpin yang mendengarkan dan berempati. Mereka harus mampu mendeteksi tanda-tanda burnout dan konflik tim sejak dini.
  • Jalur Karier yang Jelas: Keterlibatan karyawan akan meningkat jika mereka tahu bahwa usaha mereka akan berujung pada masa depan yang cerah. MSDM wajib menyediakan jalur karier yang transparan dan peluang upskilling yang didanai perusahaan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berinvestasi pada potensi jangka panjang karyawan.
  1. Penutup: Membangun Kontrak Kerja yang Lebih Sehat

Fenomena Quiet Quitting adalah sebuah koreksi alami terhadap eksploitasi kerja berlebihan yang selama ini kerap dinormalisasi dalam budaya organisasi modern. Ia bukan sekadar gejala penurunan loyalitas, melainkan sinyal kuat adanya ketidakseimbangan relasi kerja antara organisasi dan karyawan. Perusahaan yang bijak seharusnya memandang fenomena ini sebagai kesempatan emas untuk mereformasi budaya kerja mereka, bukan sekadar masalah tanpa solusi. Tantangan bagi praktisi MSDM adalah menjadikan keterlibatan karyawan (employee engagement) bukan hanya jargon normatif, tetapi benar-benar diintegrasikan sebagai metrik bisnis utama yang terukur dan strategis.

Hanya dengan menerapkan sistem reward yang adil dan transparan, pengukuran kinerja berbasis hasil (output based performance), serta kepemimpinan yang suportif dan empatik, perusahaan dapat membangun kembali kontrak psikologis baru yang lebih sehat. Kontrak ini tidak lagi bertumpu pada loyalitas semu, melainkan pada kepercayaan timbal balik, rasa memiliki, dan makna kerja yang dirasakan karyawan. Lingkungan kerja yang menghargai batas professional dan personal, menyediakan ruang tumbuh, serta mengakui kontribusi secara proporsional akan melahirkan tenaga kerja yang bukan hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan secara mental dan emosional.

Pada akhirnya, masa depan organisasi sangat ditentukan oleh kemampuannya membaca perubahan ekspektasi generasi kerja saat ini. Dunia kerja telah bergeser: karyawan tidak lagi sekadar mencari penghasilan, tetapi juga kesejahteraan psikologis, fleksibilitas, dan tujuan kerja yang bermakna. Oleh karena itu, pilihan kini berada di tangan manajemen perusahaan: terus menuntut loyalitas tanpa batas yang berujung burnout dan Quiet Quitting, atau beradaptasi secara progresif untuk menciptakan ekosistem kerja yang manusiawi, adaptif, inklusif, dan produktif dalam jangka panjang. Organisasi yang mampu mengambil pilihan kedua bukan hanya akan mempertahankan talenta terbaiknya, tetapi juga memenangkan daya saing di era kerja masa depan. (*)

*) Dosen Prodi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1384768
    Users Today : 5869
    Users Yesterday : 6369
    This Year : 321278
    Total Users : 1384768
    Total views : 12442805
    Who's Online : 75
    Your IP Address : 216.73.216.50
    Server Time : 2026-02-25