PLN Indonesia Power UBP Mahakam Raih Best Synergy 2025, Tunjukkan Kinerja Unggul dan Kolaborasi Nyata

February 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penyerahan penghargaan Best Synergy 2025 kepada PLN Indonesia Power UBP Mahakam sebagai strategis dan kinerja unggul sepanjang tahun 2025

BANDUNG – PLN Indonesia Power UBP Mahakam meraih penghargaan Best Synergy 2025 atas keberhasilan membangun kolaborasi strategis selama tahun 2025. Penghargaan ini menegaskan posisi UBP Mahakam sebagai pelopor sinergi kinerja, yang meningkatkan keandalan pembangkit sekaligus mendorong efisiensi dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Penghargaan ini diumumkan dalam Workshop Strategi Pencapaian Kinerja & Sinergi Unit Periode Tahun 2026, yang digelar oleh PT PLN Indonesia Power Services. Acara ini dihadiri oleh Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power Bapak Purnomo, Direktur Utama PLN Indonesia Power Services Bapak Hari Cahyono serta para perwakilan divisi dan unit dari seluruh wilayah operasional di Indonesia.

Workshop ini menekankan bahwa sinergi bukan sekadar koordinasi, melainkan integrasi strategi, proses, dan sumber daya untuk menghasilkan kinerja yang nyata dan terukur. Para tim unit dan divisi berkolaborasi, membagikan pengalaman terbaik, dan merancang langkah nyata agar setiap program mendukung pencapaian target kinerja tahunan secara optimal.

Pada kesempatan tersebut, penghargaan Best Synergy 2025 diterima sebagai bukti keberhasilan UBP Mahakam mengeksekusi kolaborasi strategis secara konsisten. Penghargaan ini menegaskan pencapaian kinerja unggul unit dalam mendorong efisiensi operasional, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan menghadirkan sinergi yang berdampak nyata bagi peningkatan performa serta keandalan pembangkitan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Firman Ramdan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh tim. “Penghargaan Best Synergy 2025 ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan UBP Mahakam yang terus mengedepankan kolaborasi dan profesionalisme. Kami berkomitmen menjaga keandalan pembangkit serta memastikan setiap program strategis dijalankan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Firman, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih kuat di tahun 2026. UBP Mahakam akan terus memperkuat budaya sinergi, meningkatkan kompetensi SDM, serta mengoptimalkan seluruh potensi unit guna mencapai target kinerja yang lebih agresif dan adaptif.

Melalui momentum workshop strategis ini, UBP Mahakam menegaskan kesiapan untuk menghadapi dinamika operasional dan tantangan bisnis di tahun 2026 dengan semangat kolaborasi dan fokus pada kinerja unggul. Sinergi akan terus menjadi fondasi utama dalam memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan sistem kelistrikan nasional. (*)

Memperkuat Peran Nusantara, Lokasi IKN Sebagai Titik Pemantauan Hilal

February 18, 2026 by  
Filed under Nusantara

IKN menjadi salah satu titik pengamatan hilal untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 H. Pemantauan dilakukan menggunakan teleskop dari Rusun ASN 1 Tower D dan diawali dengan pembukaan di Masjid Negara.

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu titik pengamatan hilal (rukyatul hilal) untuk penentuan 1 Ramadan 1447 H yang dilaksanakan di Rusun ASN 1 Tower D, Selasa (17/02/2026). Pemantauan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya hilal diamati dari kawasan IKN.

Lokasi IKN dipilih karena memiliki titik pengamatan yang tinggi dan terbuka, sehingga dinilai mendukung proses rukyatul hilal. Ke depan, keberadaan masjid raya di kawasan IKN juga diharapkan dapat memperkuat peran Nusantara sebagai lokasi kegiatan keagamaan nasional.

Kegiatan pemantauan dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Kalimantan Timur atas permintaan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa terpilihnya IKN sebagai titik pemantauan hilal merupakan sebuah kehormatan sekaligus penanda awal peran IKN dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional.

“Kami dari Otorita IKN sangat mendukung pemantauan hilal dilakukan di IKN. Ini merupakan kehormatan bagi Otorita IKN sekaligus kesempatan bagi IKN sebagai Ibu Kota Negara menjadi salah satu titik pengamatan dari 96 titik yang tersebar di Indonesia,” ujar Basuki.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan hari ini, hilal belum dapat terlihat.

“Hari ini kita lakukan pemantauan hilal. Berdasarkan BMKG, posisi hilal masih berada di bawah ufuk, sehingga bulan belum terlihat,” jelasnya.

Meski hilal belum dapat terlihat, pelaksanaan rukyatul hilal di IKN menandai babak baru, menegaskan peran Nusantara tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk kegiatan keagamaan dan kebangsaan.(yul/hms-oikn)

 

Jelang Ramadan, Bakso Pradah Gelar Family Gathering

February 17, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan family gathering karyawan Bakso Pradah di Mahkota Pemancingan & Resto, Senin (16/2/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi momen silaturahmi sekaligus refleksi bagi para karyawan sebelum sebagian dari mereka pulang kampung ke Jawa menjelang Ramadan.

Owner Bakso Pradah, Ani, menyampaikan kegiatan ini rutin dilaksanakan sebagai bentuk kebersamaan antara manajemen, karyawan, dan keluarga mereka, khususnya anak-anak karyawan yang selama ini jarang memiliki waktu berkumpul.

“Kegiatan ini sudah berjalan sekitar lima tahun terakhir. Ini menjadi momen refleksi bagi anak-anak karyawan yang sehari-hari sibuk membantu di warung. Tidak hanya makan bersama, tapi juga ada games dan pembagian hadiah,” ujarnya.

Ani menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan sebelum para karyawan pulang kampung. Menurutnya, momen kebersamaan seperti ini penting karena belum tentu semua karyawan bisa kembali bekerja setelah libur lebaran.

“Kita ingin silaturahmi dulu, kumpul-kumpul, makan bareng, dan berbagi doorprize. Intinya membangun keakraban sebelum mereka pulang ke Jawa dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang selama ini telah berkontribusi dalam perkembangan usaha.

“Terima kasih atas dukungan, kerja sama, dan partisipasi semua karyawan dalam kesuksesan Bakso Pradah. Semoga mereka dan keluarga selalu sehat,” tambahnya.

Ani berharap ke depan Bakso Pradah terus berkembang dan menjadi pilihan favorit masyarakat Samarinda.

Dalam kegiatan tersebut, hadiah utama berupa smartphone berhasil dimenangkan oleh salah satu karyawan, Nandi yang akrab disapa Mas Black. Ia mengaku senang atas hadiah yang diterimanya.

“Alhamdulillah saya senang sekali mendapatkan HP ini. Semoga Bakso Pradah semakin jaya, semakin maju, dan selalu ramai,” ungkapnya. (*)

Stephen June, Kolaborasi Stephen WARNA dan Irma June Lahirkan Single “Terima Kasih Jiwa”

February 17, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta — Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”. Lagu tersebut dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026 di seluruh platform musik digital, menandai babak baru perjalanan musikal dua nama besar di industri musik Tanah Air.

Stephen Tamadji dikenal sebagai personel dari grup vokal legendaris Warna yang telah mewarnai industri musik Indonesia dengan harmonisasi khasnya. Sementara itu, Irma June adalah diva pop Indonesia yang telah memasuki dekade kelima kiprahnya, tetap konsisten dengan kualitas vokal dan interpretasi yang matang serta emosional.

Dalam sesi wawancara bersama awak media pada Senin, 16 Februari 2026, Stephen Tamadji mengungkapkan ketika pertama kali membaca lirik yang ditulis Irma June, ia langsung merasakan nuansa kontemplatif yang sangat personal. Menurutnya, terdapat kerapuhan sekaligus kekuatan di dalam lirik tersebut, sebuah refleksi tentang jiwa yang tetap bertahan melewati berbagai beban kehidupan.

Melodi lagu tersebut, lanjut Stephen, hadir seperti dialog batin yang perlahan bergerak menuju refrain penuh rasa syukur dan terima kasih. Ia sengaja merancang bagian refrain agar dapat dinyanyikan secara “ke dalam” dengan nuansa introvert yang intim, maupun “ke luar” dengan energi megah yang mencerminkan kekuatan; sebuah ajakan untuk merayakan jiwa yang sering terlupakan namun sesungguhnya menopang setiap langkah kehidupan.

Secara musikal, progresi akord dalam lagu tersebut dibuat sederhana namun selaras dengan dinamika lirik. Pada bagian bridge, terselip optimisme yang mengantar pendengar menuju klimaks penuh keagungan, menjadikan lagu tersebut tidak hanya menyentuh secara emosional tetapi juga kuat secara struktur komposisi.

Stephen menjelaskan dalam proyek Stephen June, proses penciptaan lagu berjalan sangat fleksibel dan terbuka terhadap eksplorasi artistik. Pada single pertama mereka, “Pencarian”, ia lebih dahulu menciptakan melodi sebelum Irma menulis lirik; sementara pada “Terima Kasih Jiwa” prosesnya dibalik, Irma lebih dulu menuangkan kisahnya dalam lirik, lalu Stephen menggubah komposisinya.

Dalam proses produksinya, Stephen dan Irma kembali bekerja sama dengan Agus Hendrajaya yang dikenal memiliki sensitivitas tinggi dalam menerjemahkan emosi ke dalam aransemen. Kolaborasi tersebut berjalan mulus karena ketiganya telah beberapa kali bekerja bersama sebelumnya, sehingga komunikasi kreatif terjalin dengan sangat efektif.

Stephen mengungkapkan sejak pertama kali mendengar draft aransemen, ia merasa esensi lagu sudah tertangkap dengan tepat. Ia bahkan diberi ruang untuk mengisi part piano sendiri, sementara ide-ide instrumentasi dari Agus memperkaya nuansa megah sekaligus intim yang menjadi roh utama lagu tersebut.

Bagi Stephen, “jiwa” dalam lagu tersebut memiliki makna yang luas dan personal. Ia mendedikasikan lagu tersebut kepada sang istri tercinta yang selalu menjadi penopang di masa-masa terendah hidupnya, serta kepada siapa pun yang menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan dan melanjutkan hidup.

Ia berharap, sebagaimana single pertama mereka mendapat respons hangat dari pendengar yang merasa “relate”, lagu tersebut pun mampu menjangkau lebih banyak hati dan menjadi pengingat bahwa setiap orang pantas merayakan ketangguhan jiwanya sendiri.

Irma June mengungkapkan lirik “Terima Kasih Jiwa” ditulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang ia gambarkan seperti roller coaster. Di balik citra ceria dan ekstrovert yang selama ini dikenal publik, ia menyimpan sisi introvert dan luka yang jarang terlihat oleh orang lain.

Track gitar dalam lagu “Terima Kasih Jiwa” diisi oleh seorang musisi muda berbakat bernama Jethro. Permainan gitarnya menghadirkan warna yang khas dan membuat keseluruhan lagu terasa lebih menyentuh serta emosional. Sentuhan nada yang ia mainkan memberi nuansa hangat dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.

Menariknya, Jethro mengerjakan part gitarnya langsung dari Tiongkok, tempat ia sedang menempuh pendidikan. File rekaman gitar tersebut kemudian ia kirimkan ke Indonesia untuk proses produksi lebih lanjut. Meskipun terpisah jarak, kolaborasi tersebut tetap berjalan lancar dan menghasilkan harmonisasi yang kuat dalam lagu.

Stephen June turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hendi Ahmad dari label AFE Records. Ia mengapresiasi kesempatan dan dukungan yang diberikan sehingga lagu “Terima Kasih Jiwa” dapat resmi dirilis di bawah naungan label tersebut. Menurutnya, kepercayaan dari pihak label menjadi langkah penting dalam perjalanan karier musiknya.

Saat ini, Stephen June juga tengah mempersiapkan perilisan video musik untuk lagu tersebut, diproduksi oleh AFE Pictures dan disutradarai oleh Farid Zafran. Konsep yang diusung berbentuk short movie music video, sehingga menghadirkan alur cerita yang lebih mendalam dan sinematik.

Untuk pemilihan pemeran, AFE Pictures mengadakan open casting secara online yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Dari proses tersebut, terpilih satu pria dan satu wanita sebagai pemenang yang kemudian dipercaya menjadi talent dalam video musik tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat visualisasi cerita dan emosi yang ingin disampaikan melalui lagu “Terima Kasih Jiwa.”

Single “Terima Kasih Jiwa” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Stephen June berharap karya tersebut dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat musik Indonesia dan menjadi soundtrack refleksi bagi siapa pun yang sedang belajar mencintai serta mengapresiasi jiwanya sendiri.(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

 

DPP ABPEDNAS Indonesia Hibahkan 7 Unit Kendaraan Operasional untuk Kejaksaan di Aceh dan Sumatera Utara

February 17, 2026 by  
Filed under Nasional

Vivaborneo.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) kembali menegaskan komitmen sosial dan kelembagaan melalui penyerahan hibah tujuh unit kendaraan operasional bagi jajaran Kejaksaan Republik Indonesia di Aceh dan Sumatera Utara pada Sabtu (14/2/2026).

Langkah strategis tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap daerah terdampak musibah bencana sekaligus dukungan konkret terhadap tugas dan fungsi aparat penegak hukum di wilayah setempat.

Penyerahan hibah dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan sosialisasi Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) serta pengukuhan pengurus DPD ABPEDNAS dan 20 DPC kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Momentum tersebut memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan institusi penegak hukum dalam menjaga tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan transparan.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, bersama Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama. Kehadiran pimpinan organisasi pada prosesi penyerahan mencerminkan keseriusan ABPEDNAS dalam membangun kolaborasi yang produktif bersama Kejaksaan RI.

Adhitya Yusma Perdana menegaskan bahwa hibah tujuh unit kendaraan merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi kemasyarakatan terhadap kebutuhan institusi negara. Organisasi masyarakat, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menghadirkan kontribusi nyata sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing demi kepentingan publik.

Lebih lanjut, Adhitya menyampaikan langkah tersebut menjadi bagian dari sinergisitas ABPEDNAS bersama Kejaksaan Agung RI. Komitmen tersebut selaras dengan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada penguatan desa, pemerataan ekonomi, dan percepatan pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pembangunan dari tingkat akar rumput.

Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Indra Utama, menambahkan bahwa hibah kendaraan operasional merupakan simbol kepedulian sekaligus penguatan kerja sama kelembagaan. Dukungan tersebut diharapkan mampu menunjang optimalisasi pelaksanaan Program Jaga Desa sebagai instrumen pencegahan penyimpangan serta penguatan tata kelola pemerintahan desa.

Adapun rincian hibah kendaraan operasional meliputi lima unit untuk wilayah Sumatera Utara dan dua unit untuk Aceh. Untuk Sumatera Utara, bantuan diberikan kepada Kejaksaan Negeri Langkat berupa satu unit Zenix dan satu unit Avanza, Cabang Kejaksaan Negeri Pangkalan Brandan satu unit Avanza, Cabang Kejaksaan Negeri Labuhan Deli satu unit Avanza, serta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Asisten Intelijen satu unit Zenix. Sementara untuk Aceh, bantuan disalurkan kepada Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang berupa satu unit Zenix dan satu unit Avanza.

DPP ABPEDNAS memaknai hibah kendaraan operasional sebagai representasi penguatan kolaborasi jangka panjang antara organisasi dan Kejaksaan RI. Kemitraan strategis tersebut diarahkan pada penguatan fungsi pengawasan desa melalui BPD, pencegahan potensi penyimpangan Dana Desa, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan desa.

Ke depan, ABPEDNAS berkomitmen memperluas sinergi dengan aparat penegak hukum guna memastikan pembangunan desa berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Melalui Program Jaga Desa, kolaborasi antara BPD ABPEDNAS dan Kejaksaan menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas tata kelola desa serta mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata.

“Desa merupakan masa depan Indonesia. Melalui Program Jaga Desa, sinergi antara BPD ABPEDNAS dan Kejaksaan menjadi kunci dalam menjaga tata kelola desa yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Adhitya Yusma Perdana.(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

« Previous PageNext Page »

  • vb