Healing ke Swiss van Java Jadi Semakin Syahdu Bareng Warna Terbaru Classy Yamaha

February 21, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BANDUNG – Gaya hidup anak muda kini tak bisa lepas dari gaya dan kreativitas yang seringkali diekspresikan melalui warna-warna ikonik yang tampil berbeda atau sering disebut menjadi bagian dari tren skena dan kalcer. Penampilan menjadi salah satu aspek penting bagi generasi muda seperti outfit atau aksesoris yang dikenakan hingga kendaraan juga perlu mendukung gayanya. Merespon semangat tersebut, Yamaha Indonesia tentu saja ingin memperkenalkan lebih dekat warna terbaru skutik Classy Yamaha lewat acara Classy Fun Day 2026 (14-16/2) di Bandung dan Garut yang mengajak rekan-rekan media dan komunitas Classy.

Bandung dipilih sebagai titik awal perjalanan karena dapat menjadi latar sempurna untuk menggambarkan karakter pengendara Classy Yamaha yang senang hangout dan aura urban. Dari kota Bandung, peserta diajak riding menuju kota Garut untuk menghadirkan pengalaman healing sekaligus eksplorasi gaya dalam satu perjalanan. Acara yang berjalan selama 3 hari ini pastinya punya berbagai aktivitas seru ala kawula muda kekinian dan ditemani oleh ragam skutik Classy modifikasi milik komunitas.

“Skutik Classy Yamaha kini terus berkembang dan bahkan saat ini menjadi salah satu skutik idaman anak muda, ditunjukkan dengan pertumbuhan komunitas Classy yang semakin solid seperti di daerah Jawa Barat ini yang sukses menciptakan ekosistem yang positif atau menjadi wadah berbagi inspirasi dan kreativitas lewat modifikasi. Maka dari itu, kehadiran warna-warna terbaru yang spesial semakin memperkuat karakter dan memperluas ruang ekspresi untuk mendukung setiap gaya generasi muda yang selalu outstanding,” ujar Rifki Maulana, Manager PR, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Explore Swiss Van Java & Bandung Urban Lifestyle
Perjalanan bersama warna terbaru skutik Classy ini menghadirkan pengalaman lengkap di Garut mulai dari mengelilingi dan menikmati dinginnya kota saat Glamour Camping (Glamping) berkelas di tengah daerah kawah Kamojang. Tidak terlewatkan juga, syahdu dan gaya hidup urban di kota Bandung juga terasa dengan main bowling bareng dan mengunjungi beberapa destinasi hits seperti CoMa Cafe yang punya konsep kalcer.

Classy Workshop: Ekspresi Kreatif Khas Garut
Tak hanya riding, peserta juga mengikuti Classy Workshop dengan membuat kerajinan tangan khas Garut berupa creative statue yang terbuat dari resin dan telah dikenal luas hingga mancanegara, yaitu Skillo Saparapart. Statue tersebut dikreasikan secara khusus sesuai warna terbaru Classy Yamaha, yaitu Go Purple pada Fazzio Hybrid dan Royal Iron pada Grand Filano Hybrid.

Modifikasi Unik & Performa Andal
Kemudahan untuk dimodifikasi menjadi salah satu daya tarik utama Classy Yamaha yang diperlihatkan melalui berbagai skutik milik komunitas dengan gaya dan karakter berbeda seperti ala Vintage Rally, Classic, Cargo, dan beberapa lainnya yang mencuri perhatian. Tak hanya unggul dari sisi tampilan, performanya pun terbukti andal selama perjalanan dari Bandung menuju Garut yang dipenuhi tanjakan curam dan tikungan tajam. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa selain desainnya yang sudah ikonik, mesin Blue Core Hybrid 125cc juga sangat mendukung selama perjalanan

Skutik Classy Yamaha yang sudah dimodifikasi milik teman-teman komunitas juga turut mendukung keseruan acara ini karena punya gaya dan karakter yang berbeda-beda seperti ala Vintage Rally, Classic, hingga Picnic Kalcer sehingga sukses mencuri perhatian. Tak hanya unggul soal penampilan, teman-teman komunitas juga sangat membanggakan beberapa fitur unggulan milik Classy Yamaha terutama performanya karena mesinnya sudah berteknologi Blue Core Hybrid 125cc dan fitur praktis seperti dek kaki dan bagasinya yang luas sehingga mampu melibas setiap perjalanan dengan mudah.

“Bagi saya, skutik Classy Yamaha ini punya paket yang lengkap, karena dari desainnya saja sudah ikonik dengan konsep retro modern sehingga tanpa banyak ubahan sudah menarik perhatian dan mudah untuk dimodifikasi karena part-nya mudah ditemukan. Selama perjalanan dari Bandung ke Garut yang dipenuhi tanjakan dan tikungan, performanya selalu terasa lincah, nyaman karena dek kakinya cukup lebar dan tentu saja konsumsi bahan bakarnya tergolong irit. Dan dengan beberapa warna terbaru juga sangat menggoda khususnya Go Purple karena keren banget looknya,” ungkap Arya Brahmantya, pemilik Fazzio Hybrid modifikasi ala Picnic Kalcer

Acara yang berkolaborasi dengan beberapa local brand apparel seperti Maisonmoto Supply dan Screamous, Yamaha menegaskan bahwa warna terbaru Fazzio Hybrid seperti Greenish Gray, Go Purple, Black Red, dan Blue White dan grafis F-Bar terbaru pada varian Neo siap mendukung generasi muda untuk semakin Go Crazee. Sementara Grand Filano Hybrid dengan warna spesial Royal Iron, Prime Gray, Greenish Gray dan perubahan warna dasi depan pada varian Essential White dan Pink Mauve menghadirkan sentuhan kalcer dan perjalanan terasa lebih berkelas.

Classy Yamaha
Line-up skutik Classy Yamaha yang terdiri dari Yamaha Fazzio Hybrid bergaya Skena dan Yamaha Grand Filano Hybrid punya gaya Kalcer merupakan skutik retro modern berteknologi Blue Core Hybrid 125cc yang responsif dan efisien. Dilengkapi digital speedometer serta fitur Y-Connect yang terhubung ke smartphone (pada tipe tertentu), Classy Yamaha juga unggul secara fungsional. (*)

Pasar Ramadan Momentum Adaptasi Pembayaran Non Tunai

February 21, 2026 by  
Filed under Samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mulai mendorong percepatan penggunaan sistem pembayaran non-tunai di kawasan Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di GOR Segiri. Langkah ini ditegaskan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebagai bagian dari adaptasi menuju sistem ekonomi yang lebih modern dan terintegrasi.

Dalam pembukaan Wisata Belanja Ramadan, Andi Harun menekankan pentingnya pedagang mulai membiasakan diri dengan transaksi elektronik, termasuk pemanfaatan QRIS. Menurutnya, pergeseran menuju sistem pembayaran digital merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari.

“Ke depan kita akan memasuki era cashless. Transaksi tunai akan semakin berkurang. Karena itu pedagang perlu mulai terbiasa dengan sistem non-tunai,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menilai pembayaran digital menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari transparansi hingga kepraktisan. Pengalaman di berbagai daerah, bahkan di luar negeri, menunjukkan transaksi non-tunai telah menjadi pilihan utama masyarakat, termasuk pada usaha berskala kecil seperti kafe dan gerai UMKM.

Meski demikian, Andi Harun mengakui perubahan kebiasaan tidak dapat dilakukan secara instan. Sebagian masyarakat masih merasa lebih nyaman menggunakan uang tunai karena dapat melihat dan menghitung nominal secara langsung. (intan)

Wali Kota Samarinda Buka Wisata Belanja Ramadan

February 21, 2026 by  
Filed under Berita

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat membuka wisata belanja Ramadan

SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun rmembuka Wisata Belanja Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di kawasan GOR Segiri, Jumat (20/2/2026) sore. Agenda tahunan ini kembali digelar sebagai bagian dari tradisi Ramadan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Andi Harun menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberi kesempatan bertemu Ramadan tahun ini. Ia mengingatkan bahwa momentum bulan suci bukan hanya tentang aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang memperbanyak amal dan mempererat silaturahmi.

“Paling utama kita syukuri adalah masih diberi umur untuk kembali bertemu Ramadan. Ini kesempatan untuk memperbanyak kebaikan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, mulai dari jajaran pemerintah, perbankan, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Pasar Ramadan di GOR Segiri telah menjadi tradisi yang melekat di Samarinda selama puluhan tahun. Bahkan ia menyebut pasar tersebut sebagai salah satu yang legendaris karena konsisten hadir dari tahun ke tahun.

“Setiap tahun, Samarinda selalu memiliki Pasar Ramadan. Sudah berpuluh-puluh tahun, tempatnya pun tetap di sini, di GOR Segiri. Tidak berlebihan jika kita menyebutnya sebagai Pasar Ramadan yang legendaris,” katanya.

Lokasi tersebut dinilai memiliki nilai historis dan emosional bagi warga. “Kalau Ramadan di Samarinda tanpa Pasar Ramadan di GOR Segiri, rasanya ada yang kurang,” tambahnya.

Andi Harun turut menyinggung selesainya sejumlah penataan kawasan GOR Segiri pada 2025, termasuk fasilitas olahraga dan sarana pendukung. Beberapa pekerjaan lanjutan direncanakan berlanjut pada 2026 untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan pedagang.

Ia berharap Wisata Belanja Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi pusat kuliner, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi kerakyatan. (intan)

Jumatan Pertama di IKN

February 21, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ALHAMDULILLAH, niat saya salat di Masjid Nusantara IKN terkabul. Saya ikut Jumatan kemarin. Dari Balikpapan, saya datang bersama Pak Ir Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan. Ikut juga anggota KKSS lainnya, Pak Makkulau dan Pak Tonny.

“Alhamdulillah ini sejarah dan berkah, karena kita bisa ikut Jumatan pertama di Masjid IKN. Apalagi pada bulan Ramadan yang penuh berkah, semoga kelak pintu surga terbuka untuk kita,” kata Pak Adam bersemangat.

Yang istimewa bertindak sebagai khatib adalah Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA. Saat ini beliau juga dipercaya menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid Istiqlal adalah Masjid Negara, yang pada 2028 nanti statusnya akan beralih ke Masjid Nusantara.

Suasana Masjid Negara IKN di waktu malam. Sangat menakjubkan

Mungkin sebagai transisi, bertindak sebagai imam dan muazin utama di Masjid Nusantara kemarin juga diboyong langsung dari Istiqlal. Imamnya, Ustaz H Martomo Malaing, S.Th.I, MA dan muazin Ustaz  Muhammad Rasky Raehan.

Menag bermalam di IKN. Karena itu, melanjutkan buka puasa, salat magrib, isya dan tarawih. Lalu ditutup dengan salah subuh. Suasananya sangat semarak. Ribuan jamaah datang. Para pekerja dan staf Otorita IKN mengaku sangat terkesan karena mereka orang pertama berbuka puasa di Masjid Nusantara.

Tata cara ibadah di Masjid Nusantara memang persis sama dengan Istiqlal. Ada muazin yang mengulangi ucapan “komando” atau takbir imam. Tak ada kotak amal. Tapi tiap saf diedarkan stiker barcode QRIS untuk jamaah yang ingin berinfaq.

Ini yang kedua kali Menag ke Masjid Nusantara. Dalam kunjungan pertamanya ke IKN, Minggu, 11 Januari lalu, dia juga menjadi imam salat subuh pertama di masjid tersebut. Kunjungan itu dalam rangka mengecek kesiapan Masjid Nusantara yang akan berfungsi pada bulan Ramadan ini.

Sesuai dengan rencana, Masjid Nusantara akhirnya sudah bisa menggelar salat tarawih sejak Rabu malam. Jamaahnya membludak ribuan orang. Tidak saja dari staf Otorita IKN dan pekerja proyek, tapi juga masyarakat di sekitar IKN, PPU, Samarinda dan Balikpapan.

Pak Adam, Pak Makkalau, saya dan Pak Tony di depan nama Masjid Negara IKN

Insyaallah Masjid Nusantara juga akan menggelar salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Tentu ini salat Id pertama yang sangat bersejarah. Tadinya rencana ini akan dilaksanakan tahun lalu pada Idul Fitri 1446 Hijriah, tapi ternyata kondisi masjid belum siap karena pelaksanaan proyek baru mencapai 53,1 persen.

Sebelum pelaksanaan salat tarawih pertama, kegiatan di Masjid Nusantara juga ditandai dengan peristiwa menarik. Yaitu untuk pertama kalinya ditetapkan secara resmi masuk dalam daftar titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) nasional guna menetukan 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Otorita IKN mengaku bahagia Masjid Nusantara sudah berfungsi. “Ini momen amat bersejarah, karena IKN sudah bisa memainkan perannya  sebagai Ibu Kota Negara dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional,”  ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, peran IKN sebagai episentrum kegiataan keagamaan akan dipusatkan pada Masjid Nusantara. “Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi keagamaan,” kata Nasaruddin.

Menag dalam khotbahnya banyak meyinggung peran masjid. Dikatakannya, fungsi utama masjid untuk bersujud kepada Allah. Tapi Nabi Muhammad juga mengajarkan kepada umatnya, masjid menjalankan berbagai fungsi dalam membangun peradaban. Tempat belajar, tempat bertemu, tempat bersosialisasi bahkan juga terbuka untuk umat lainnya.

Bersamaan dengan pembangunan Masjid Nusantara, Pemerintah juga membangun Gereja Katolik Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius, yang berdiri sebagai  reprensentasi pluralisme. Lokasi Basilika persis berseberangan dengan Masjid Nusantara, seperti pada Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.

Kementerian Agama menargetkan Basilika Nusantara yang berkapasitas 1.300 jemaat, dapat berfungsi pada Mei 2026.

Momentum ini dipersiapkan secara khusus untuk menyambut Sidang Tahunan  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), sebuah ajang prestisius yang akan mempertemukan seluruh uskup se Indonesia di ibu kota baru tersebut.

SEJAK NOVEMBER 2023

Masjid Nusantara IKN mulai dikerjakan sejak November 2023. Dua bulan kemudian atau tepatnya pada 18 Januari 2024 dilakukan ground breaking oleh Presiden Jokowi.

Masjid IKN dibangun di atas lahan 32.125 meter persegi. Luas bangunan masjid dan plaza mencapai  60.173 meter persegi serta minaret seluas 427 meter persegi.

Tadinya masjid diproyeksi dengan kapasitas 29 ribu jamaah. Tapi kurator IKN Ridwan Kamil, mantan gubernur Jabar minta diperbesar lagi. Usul tersebut dipenuhi Presiden Jokwi, sehingga  daya tampung Masjid Nusantara menjadi 60 ribu orang. Masih kalah besar dibanding daya tampung Masjid Istiqlal yang mencapai 120 ribu jamaah.

Masjid Nusantara memang menarik dan unik. Dirancang oleh seniman besar non muslim  dari Bali, I Nyoman Nuarta. Dia juga yang merancang Istana Garuda Nusantara. Sedang Detail Engineering Design (DED) disempurnakan oleh Alien Desaign Consultant.

Kubahnya didesain dengan mengambil konsep lipatan sorban,  yang melambangkan kesucian dan hubungan manusia dengan Tuhan serta pusaran tawaf. Bentuk minaretnya atau menara masjid menghadirkan putaran semesta meliuk ke atas menyimbolkan keilahian. Tingginya 99 meter melambangkan asmaul husna.

Semua ini dibangun dengan dana APBN sebesar Rp940 miliar. Mendekati  1 triliun. Hampir sama dengan biaya pembangunan masjid pribadi milik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Makassar.

Masjid Nusantara dikerjakan oleh BUMN PT Adi Karya dan PT Hutama Karya KSO sejak November 2023 dengan masa waktu pelaksanaan 400 hari kerja.

Lokasi Masjid Nusantara berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tak jauh dari Istana Negara. Di sekitar masjid masih banyak tanaman kelapa sawit. Arsitektur lanskap-nya belum selesai. Karena itu masih terasa gersang.

Saya dengan Pak Adam, Pak Makullau dan Pak Tony benar-benar bahagia bisa salat Jumat pertama di Masjid Negara IKN. Kami sengaja mengambil saf tak jauh dari mimbar khatif. Biar bisa melihat dan menikmati Menag menyampikan khotbahnya. Teduh dan tak panjang. Tak ada rasa ngantuk sekalipun. Setan sepertinya tak berani mengusik kami yang penuh kekhusuan. Maha besar Allah dengan segala firmanNya.(*)

Area Parkir GOR Segiri Kewalahan

February 20, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA — Persoalan lahan parkir kembali menjadi catatan pada hari pertama pelaksanaan Wisata Belanja Ramadan di kawasan parkir GOR Segiri, Kamis (19/2/2026). Antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi sejak awal Ramadan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan area parkir yang memadai.

Kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah titik sekitar kawasan, bahkan hingga ke luar area utama. Beberapa pengunjung mengaku kesulitan menemukan tempat parkir resmi dan harus memarkir kendaraan di luar lokasi yang telah disediakan.

Erna, warga Sambutan yang baru pertama kali datang, mengaku sempat kebingungan mencari parkir. Ia bahkan didatangi juru parkir tidak resmi saat hendak masuk ke area putaran depan.

“Saya langsung disambut tukang parkir di depan putaran. Karena enggak enakan, akhirnya parkir di situ. Mobil diminta Rp10 ribu,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pengelolaan parkir bisa lebih tertata dan tidak lagi memberi ruang bagi praktik parkir liar. “Kalau bisa lebih diarahkan ke tempat yang jelas dan nyaman,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari Siti, pengunjung asal MT. Haryono yang kebingungan untuk mencari tempat parkir.

“Tadi saya bingung mau parkir dimana karena penuh, jadi terpaksa parkir di luar, di mintai 5 ribu untuk motor,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, Muslimin, mengakui keterbatasan parkir masih menjadi pekerjaan rumah dalam penyelenggaraan agenda tahunan ini.

Menurutnya, jumlah pengunjung pada hari pertama diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang, sementara kapasitas parkir yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan.

“Memang parkir ini masih menjadi kelemahan kami. Ditambah lagi masih ada proyek revitalisasi di sekitar GOR yang belum selesai,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengunjung memilih memarkir kendaraan di luar kawasan utama. Pemerintah, kata Muslimin, akan segera melakukan penertiban dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar pengelolaan parkir lebih tertib pada hari-hari berikutnya.

“Semua sudah kita koordinasikan. Tinggal masing-masing OPD menjalankan perannya,” ujarnya.

Ia memastikan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh sebagai bahan perbaikan pada penyelenggaraan tahun mendatang. Pihaknya juga mendorong UPTD terkait untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1381100
    Users Today : 2201
    Users Yesterday : 6369
    This Year : 317610
    Total Users : 1381100
    Total views : 12420957
    Who's Online : 62
    Your IP Address : 216.73.216.50
    Server Time : 2026-02-25