Jasa Raharja Samarinda Dukung Penurunan Angka Kecelakaan melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas

March 13, 2026 by  
Filed under Artikel

SAMARINDA – Sebagai upaya mendukung penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Samarinda, Jasa Raharja turut berpartisipasi dalam Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL) yang diselenggarakan, Kamis, (12/3/2026). 12 Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Cabang Jasa Raharja Samarinda, Bapak Patria Adiwibawa.

Rapat FKLL ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan dan peningkatan keselamatan berlalu lintas.

Patria Adiwibawa menegaskan, sinergi dan kolaborasi antar instansi merupakan kunci utama dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di sejumlah titik rawan yang masih ditemukan di wilayah Samarinda.

“Diperlukan koordinasi yang solid dan berkesinambungan agar setiap langkah pencegahan yang dirumuskan dapat diimplementasikan secara optimal dan berdampak langsung di lapangan, Jasa Raharja terus berupaya menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan tepat kepada korban kecelakaan lalu lintas sebagai bentuk nyata pelayanan dengan prinsip Melayani Sepenuh Hati,”  ungkapnya.

Melalui forum ini, para peserta melakukan diskusi dan pertukaran pandangan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan lalu lintas yang ada serta merumuskan solusi bersama. Adapun sejumlah hal yang menjadi fokus pembahasan meliputi evaluasi titik-titik rawan kecelakaan, peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat terkait keselamatan berlalu lintas, serta rencana penertiban dan pembenahan sarana prasarana seperti rambu dan marka jalan di beberapa lokasi strategis.

Jasa Raharja berharap, melalui kerja sama lintas sektor yang terbangun dalam Forum FKLL ini, upaya pencegahan kecelakaan dapat berjalan lebih efektif. Dengan demikian, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Samarinda dapat ditekan secara signifikan serta tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (*)

Jamintel Kejaksaan Agung RI, Beri Pengarahan kepada Badan Permusyawaratan Desa

March 13, 2026 by  
Filed under Hukum & Kriminal

Suasana acara Safari Ramadhan dalam rangka optimalisasi Program Jaga Desa bersama DPC ABPEDNAS Kabupaten Karawang, Rabu, 11 Maret 2026 di Karawang, Jawa Barat.

Vivaborneo.com, Karawang – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Reda Manthovani mendorong penguatan pengawasan pengelolaan dana desa kepada ribuan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Karawang melalui program Jaga Garda Desa.

Pesan tersebut disampaikan dalam agenda Safari Ramadan bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) pada Rabu (11/3/2026) di Karawang, Jawa Barat.

Prof Reda menegaskan program Jaga Desa dirancang untuk memberdayakan Badan Permusyawaratan Desa agar berkolaborasi dengan Kejaksaan dalam memonitor kinerja perangkat desa. Fokus utama pengawasan diarahkan pada tata kelola keuangan desa agar penggunaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.

Ia menjelaskan pengawalan pengelolaan keuangan desa dilakukan melalui integrasi sistem Siskeudes dengan aplikasi Jaga Desa. Integrasi sistem tersebut memungkinkan pemantauan laporan pertanggungjawaban kepala desa secara langsung oleh jajaran Kejaksaan.

Data yang berasal dari Siskeudes terhubung dengan aplikasi Jaga Desa yang dipantau oleh Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri. Namun, Prof Reda menilai pemantauan berbasis data masih menyisakan celah karena sistem hanya menampilkan angka, sementara realisasi kegiatan di lapangan belum tentu tergambar secara utuh.

Karena alasan tersebut, Kejaksaan menggandeng BPD untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan. Kolaborasi tersebut bertujuan memastikan program pembangunan desa yang dilaporkan dalam sistem benar-benar terlaksana sesuai rencana.

Prof Reda menegaskan peran BPD berfokus pada pengecekan realisasi program pembangunan yang tercatat dalam Siskeudes. Proses verifikasi tersebut bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan mendorong perbaikan apabila ditemukan pekerjaan yang belum selesai atau ketidaksesuaian laporan.

Menurutnya, pendekatan pengawasan kolaboratif diharapkan mampu menjaga pembangunan desa tetap berada pada jalur perencanaan dan aturan yang berlaku. Sinergi antara Kejaksaan dan BPD juga diyakini mampu menciptakan pengawasan yang lebih konkret dan efektif.

Prof Reda mengungkapkan secara nasional terdapat sekitar 535 kepala desa yang terjerat kasus tindak pidana korupsi. Di wilayah Karawang, jumlah kasus tergolong relatif kecil karena baru tercatat satu perkara.

Kondisi tersebut menurutnya harus dijaga agar tidak terjadi peningkatan kasus serupa. Upaya pencegahan melalui pengawasan kolaboratif menjadi langkah penting untuk menutup peluang penyalahgunaan dana desa.

Prof Reda juga menyoroti pola umum kasus korupsi di tingkat desa yang sering dipicu oleh anggapan keliru terhadap dana desa. Sejumlah oknum kepala desa menganggap anggaran tersebut sebagai uang pribadi sehingga membuka peluang terjadinya penyimpangan.

Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyambut positif kegiatan Safari Ramadan yang digelar Kejaksaan Agung. Pemerintah Kabupaten Karawang menilai kegiatan tersebut memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BPD, dan Kejaksaan dalam mengawal pembangunan desa. (Muhammad Fadhli)

Jaga Stabilitas Harga, Otorita IKN Gelar Gerakan Pangan Murah

March 13, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, Nusantara — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah di empat kecamatan wilayah sekitar IKN pada 4–11 Maret 2026. Kegiatan ini juga untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kecamatan Samboja Barat, Kecamatan Muara Jawa, Kecamatan Samboja dan Kecamatan Sepaku.

Melalui program ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar, antara lain beras, gas elpiji, minyak goreng, sayur-mayur, ikan, ayam, dan telur.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, mengajak warga untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, khususnya dalam menghadapi momentum Idulfitri.

“Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ini kesempatan untuk bapak ibu dapat harga murah, sehingga kita bisa merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman,” ujar Lenggono.

Kehadiran pasar murah ini juga diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Antusiasme masyarakat terlihat di setiap lokasi kegiatan. Salah satu warga Kecamatan Samboja Barat, Sri, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

“Gasnya lebih murah, lumayan jauh kalau beli di eceran. Biasanya saya beli gas paling murah Rp30 ribu di luar untuk gas 3kg. Di sini cuma Rp20 ribu, lumayan sekali,” ucap Sri.

Pada kesempatan di lokasi yang berbeda, Meri, salah satu warga di Kecamatan Muara Jawa, mengungkapkan harapannya untuk Gerakan Pangan Murah.

“Kalau bisa setiap saat itu ada pasar murah seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat di Muara Jawa karena beda harga, harganya lebih murah,” ujar Meri.

Melalui Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik ibu kota baru, tetapi juga dalam memastikan kesejahteraan dan ketahanan pangan warga di sekitar kawasan IKN.

Sinergi bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan pangan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan.(vb/yul/hmsoikn)

 

Fragmen Risiko Global dan Ilusi Ketahanan: Ujian Baru bagi Stabilitas Rupiah dan Pasar Modal

March 13, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Dr. Kemal Sandi, SE., M.AB *)

Ekonomi global memasuki tahun 2026 dengan lanskap keuangan yang semakin kompleks. Lembaga keuangan di Amerika Serikat dan Inggris menghadapi tekanan kualitas aset, pengetatan likuiditas, serta peningkatan risiko kredit pada sektor private credit dan leveraged finance. Perkembangan tersebut memunculkan pertanyaan strategis: apakah fragmen risiko di pusat keuangan global dapat menimbulkan efek financial contagion terhadap perekonomian Indonesia?

Tekanan Private Credit dan Siklus Leverage Global

Pasar private credit Amerika Serikat mencatat ekspansi signifikan sejak periode suku bunga rendah 2015–2021. Bank of America Global Research memproyeksikan tingkat default rate kredit korporasi berada di kisaran 4,5% pada 2026. Angka tersebut berada di atas rata-rata historis pra-pandemi yang berkisar 2–3 persen. Segmen leveraged loans menunjukkan peningkatan risiko akibat tingginya rasio debt-to-EBITDA dan pembiayaan berbasis floating rate yang sensitif terhadap suku bunga. Bank-bank besar AS memperketat eksposur terhadap private credit funds guna mengurangi konsentrasi risiko pada illiquid assets. Kebijakan tersebut menekan valuasi sejumlah asset management firms global dan mempersempit likuiditas pada pasar kredit alternatif. Kondisi tersebut mencerminkan fase balance sheet repair setelah periode ekspansi leverage yang panjang.

Oleh: Dr. Kemal Sandi, SE., M.AB *)

Claudio Borio dari Bank for International Settlements (BIS) menjelaskan dalam teori financial cycle bahwa ekspansi kredit yang berkepanjangan meningkatkan akumulasi risiko sistemik yang baru terlihat ketika cost of funding meningkat. Kenaikan suku bunga kebijakan Federal Reserve sejak 2022 telah meningkatkan tekanan terhadap struktur pembiayaan berbasis utang berimbal hasil tinggi (high-yield debt). Sistem keuangan global kini berada pada fase penyesuaian leverage. Sebagai dosen keuangan bisnis dan pengamat kebijakan moneter, saya memandang fase deleveraging ini sebagai konsekuensi logis dari periode akumulasi risiko berbasis likuiditas longgar, sehingga otoritas fiskal dan moneter di negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu memperkuat buffer makroprudensial dan menjaga kredibilitas kebijakan untuk meredam transmisi tekanan eksternal terhadap stabilitas domestik.

Risiko Shadow Banking dan Regulatory Arbitrage

Kegagalan lembaga pemberi pinjaman properti di Inggris dengan total kewajiban sekitar £95 juta memperlihatkan kerentanan pada sektor non-bank financial institutions (NBFIs). Penurunan harga saham perusahaan manajer aset global yang memiliki eksposur terhadap entitas tersebut menunjukkan transmisi risiko kredit ke pasar modal. Kerangka regulasi Basel III telah memperketat capital adequacy ratio (CAR), liquidity coverage ratio (LCR), dan net stable funding ratio (NSFR) pada bank konvensional. Namun regulasi yang ketat pada perbankan formal mendorong perpindahan aktivitas pembiayaan ke sektor shadow banking. Fenomena tersebut dikenal sebagai regulatory arbitrage. Risiko sistemik tidak berkurang, tetapi bergeser ke institusi dengan pengawasan yang relatif lebih longgar.

Sebagai dosen keuangan bisnis yang meneliti stabilitas sistem keuangan, analisis tersebut menunjukkan bahwa fragmentasi risiko global bukan sekadar isu sektoral, tetapi merupakan persoalan arsitektur keuangan internasional. Dalam perspektif kebijakan moneter dan makroprudensial, kondisi ini menuntut penguatan pengawasan terintegrasi terhadap non-bank financial institutions (NBFIs) serta harmonisasi regulasi lintas yurisdiksi agar transmisi risiko dari sektor bayangan tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan domestik melalui kanal likuiditas dan pasar modal.

 Geopolitik, Risk Repricing, dan Capital Flow Dynamics

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan risk premium pada pasar energi dan mendorong investor global melakukan portfolio rebalancing menuju aset aman seperti US Treasury dan dolar AS. Teori portfolio balance menjelaskan bahwa peningkatan persepsi risiko global mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang menuju instrumen berisiko rendah. International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook 2025 mencatat bahwa volatilitas arus modal meningkat signifikan pada periode pengetatan moneter global. Peningkatan volatilitas tersebut memperbesar potensi tekanan nilai tukar dan likuiditas di negara dengan keterbukaan finansial tinggi.

Jeffrey Frankel dan Andrew Rose (1996) dalam kajian tentang financial contagion menegaskan bahwa integrasi pasar modal mempercepat transmisi shock melalui kanal arus modal dan perubahan investor risk appetite. Indonesia sebagai bagian dari sistem keuangan global berada dalam jaringan transmisi tersebut. Sebagai pengamat kebijakan moneter, saya menilai bahwa tingkat keterbukaan finansial Indonesia menuntut respon kebijakan yang pre-emptive melalui penguatan stabilisasi nilai tukar, pengelolaan likuiditas yang adaptif, serta koordinasi erat antara otoritas fiskal dan moneter guna memitigasi potensi tekanan eksternal terhadap stabilitas makroekonomi.

 Ketahanan Domestik dan Eksposur Eksternal Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05% pada 2025. Struktur pertumbuhan masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi domestik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan nasional berada di atas 20%, jauh di atas ambang minimum 8%. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto berada di kisaran 2–3 persen. Pertumbuhan kredit investasi mencapai sekitar 22,38% secara tahunan pada awal 2026. Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa berada di atas 140 miliar dolar AS pada akhir 2025, cukup untuk membiayai lebih dari enam bulan impor. Indikator tersebut menunjukkan fundamental domestik yang relatif kuat.

Namun struktur pasar keuangan Indonesia tetap memiliki eksposur eksternal melalui kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN), volatilitas pasar saham, dan kewajiban valuta asing sektor korporasi. Episode taper tantrum 2013 dan gejolak pasar 2020 menunjukkan bahwa perubahan kebijakan moneter global dapat memicu capital outflow dan depresiasi rupiah secara cepat. Sebagai pengamat kebijakan fiskal dan moneter, analisis tersebut mengarah pada satu analisis strategis bahwa stabilitas domestik memerlukan koordinasi kebijakan yang konsisten antara disiplin fiskal dan kredibilitas moneter. Pemerintah perlu menjaga defisit anggaran dalam batas aman sesuai Undang-Undang Keuangan Negara, sementara Bank Indonesia perlu mempertahankan stabilitas inflasi dan nilai tukar melalui kebijakan suku bunga dan intervensi pasar yang terukur.

 

Implikasi bagi Korporasi dan Manajemen Keuangan

Perusahaan Indonesia menghadapi lanskap pembiayaan global yang lebih selektif. Kenaikan global risk premium meningkatkan cost of capital dan memperketat akses pendanaan eksternal. Chief Financial Officer (CFO) perlu memperkuat manajemen likuiditas, melakukan lindung nilai (hedging) terhadap eksposur valuta asing, serta mengoptimalkan struktur utang jangka panjang untuk mengurangi risiko refinancing. Dalam praktik bisnis, strategi defensif berbasis penguatan neraca (balance sheet strengthening) menjadi prioritas dibandingkan ekspansi agresif berbasis leverage tinggi.

Fragmen risiko pada sektor keuangan global mencerminkan fase koreksi setelah periode ekspansi likuiditas yang panjang. Sistem perbankan Indonesia menunjukkan ketahanan struktural berdasarkan indikator modal, likuiditas, dan kualitas aset. Namun integrasi finansial global membuka kanal transmisi risiko melalui arus modal, nilai tukar, dan sentimen investor. Stabilitas ekonomi Indonesia tidak ditentukan oleh absennya gejolak global, tetapi oleh kekuatan kebijakan dalam merespons tekanan eksternal. Penguatan kerangka makroprudensial, disiplin fiskal, serta koordinasi kebijakan moneter menjadi fondasi utama menjaga kepercayaan pasar. Sebagai akademisi dan praktisi keuangan bisnis, analisis ini menegaskan bahwa kewaspadaan strategis merupakan instrumen kebijakan yang paling rasional dalam menghadapi dinamika sistem keuangan global 2026.

*) Dosen Keuangan Bisnis dan Pengamat Kebijakan Moneter Universitas Mulawarman

Ratusan Anak Muda Ramaikan Morning Kalcer Run, Lifestyle Aktif dan Style Jadi Satu di Run The City by Grand Filano

March 13, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

BALI – Tren gaya hidup aktif semakin digemari generasi muda di berbagai kota, termasuk di Bali. Aktivitas seperti lari santai bersama komunitas kini tidak lagi sekadar olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang memadukan unsur kebugaran, pertemanan, hingga fashion. Semangat tersebut tergambarkan pada kegiatan Run The City by Grand Filano yang digelar pada hari Minggu (1/3/2026) lalu di Bali dengan melibatkan lebih dari 200 peserta yang didominasi oleh generasi muda dan punya gaya kalcer. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari rangkaian aktivitas serupa yang sebelumnya juga telah sukses digelar di Bone, Sulawesi Selatan pada Februari lalu.

Bagi banyak anak muda saat ini, aktivitas lari telah berkembang menjadi bagian dari urban lifestyle karena selain menjaga kebugaran, olahraga ini sekarang juga sudah menjadi ruang untuk berkumpul bareng teman-teman sejawat, menikmati suasana, hingga mengekspresikan gaya melalui outfit yang mereka kenakan. Hal tersebut terlihat dari antusiasme para peserta yang hadir dengan tampilan stylish hasil kolaborasi dengan beberapa lokal brand apparel Bali yang populer di kalangan anak muda.

”Perubahan tren lifestyle di kalangan anak muda sangat dinamis karena saat ini memiliki cara tersendiri dalam menikmati gaya hidup mereka masing-masing, salah satunya adalah aktivitas olahraga yang saat ini bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk anak muda bisa bersosialisasi, mengekspresikan gaya, dan hangout bareng teman-temannya sehingga lewat acara Run The City by Grand Filano di Bali ini menyediakan pengalaman yang relevan dengan lifestyle anak muda yang aktif, kreatif, dan penuh energi,” ujar Hendra Wijaya, Chief Yamaha Area DDS Bali.

Acara yang menjadi cerminan gaya hidup anak muda ini juga menghadirkan pengalaman unik bagi para peserta yang merupakan komunitas lari dan didominasi oleh anak muda. Skutik idaman anak muda kalcer, Grand Filano Hybrid, turut hadir sebagai pacer yang memandu jalannya fun run sekaligus mewarnai suasana jalanan kota selama kegiatan berlangsung melalui beragam warna stylish Grand Filano Hybrid.

Kepraktisan dari skutik kekinian ini juga dapat mendukung para pelari kalcer untuk membawa segala kebutuhannya, mulai dari minuman, handuk, hingga perlengkapan lainnya yang biasa dibawa oleh para pelari karena memiliki kapasitas bagasi sebesar 27 Liter dan pada aktivitas ini bagasinya muat menampung puluhan refreshment bagi para peserta.

Pengalaman mengikuti kegiatan ini juga dirasakan oleh Putri Maharani, salah satu peserta asal Denpasar.

“Menurut aku acara seperti ini seru banget karena bukan cuma lari, tapi juga bisa ketemu banyak orang baru dan menikmati suasana kota bareng komunitas. Banyak juga peserta yang tampil dengan style yang keren. Selama kegiatan juga Grand Filano Hybrid kelihatan terus memandu di depan, jadi terasa ikut meramaikan suasana. Motornya stylish banget dan kelihatannya cocok dipakai buat aktivitas anak muda yang sering mobile ke berbagai tempat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Yamaha ingin terus menghadirkan aktivitas yang dekat dengan gaya hidup generasi muda masa kini, sekaligus menunjukkan bahwa Grand Filano Hybrid tidak hanya mendukung mobilitas sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi bagian dari lifestyle anak muda yang aktif, stylish, dan dinamis.

Grand Filano Hybrid

Yamaha Grand Filano Hybrid dikenal sebagai skuter matik yang Fashionable dan Functional. Hal itu dikarenakan Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dengan desain klasik yang timeless dan elegan, tapi tetap modern karena memiliki beragam fitur canggih seperti sudah menggunakan teknologi Blue Core Hybrid 125 cc yang irit dan powerful, TFT Sub Display pada speedometer dan lampunya sudah Full LED serta Smart Key System. Skutik yang punya beragam warna menarik ini tidak hanya stylish tapi juga praktis karena memiliki fitur Smart Front Refuel sehingga pengisian bahan bakar lebih praktis dan punya kapasitas bagasi terbesar di kelasnya yaitu 27 Liter serta fitur Electric Power Socket dengan USB Type A guna mendukung para pengendaranya bisa tetap online terkoneksi selama berkendara. Yamaha Grand Filano Hybrid hadir dalam dua varian, yaitu tipe Hybrid Lux dan tipe Hybrid Neo. Untuk tipe Hybrid Lux punya 2 pilihan warna, yaitu Magma Black dan Royal Iron. Sementara tipe Standard punya 4 pilihan warna menarik yang meliputi Greenish Gray, Pink Mauve, Prime Gray, dan White.

« Previous PageNext Page »

  • vb