Maybank Indonesia Hadirkan Solusi Keuangan Syariah Terpadu

April 16, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Di tengah geliat ekonomi syariah yang kian menguat, Indonesia berdiri sebagai salah satu pasar halal terbesar di dunia. Permintaan masyarakat terhadap produk dan layanan berbasis syariah terus meningkat, mendorong berkembangnya ekosistem halal yang semakin  pesat hingga tidak lagi terbatas pada sektor makanan dan gaya hidup. Perkembangan ekosistem halal kini merambah ke sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, hingga layanan berbasis komunitas.

Namun, di balik pertumbuhan yang menjanjikan itu, masih tersimpan tantangan mendasar: keterhubungan antar sektor yang belum optimal serta akses pembiayaan yang belum merata. Tantangan inilah yang coba dijembatani oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) dengan menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam membangun ekosistem halal.

Alih-alih sekadar menawarkan produk keuangan, Maybank Indonesia memosisikan diri sebagai penghubung, mengaitkan berbagai elemen dalam rantai nilai ekonomi syariah.

Langkah konkret Itu, salah satunya terlihat di sektor kesehatan. Di sini, Maybank Indonesia tidak hanya menyediakan pembiayaan bagi institusi, tetapi juga menghadirkan solusi yang mendukung pengembangan ekosistem secara lebih menyeluruh, termasuk pengadaan dan pengembangan sarana prasarana kesehatan, serta dukungan kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

Layanan yang dihadirkan mencakup pengelolaan payroll karyawan, pemenuhan kebutuhan transaksi operasional harian, layanan investasi, serta pembiayaan bagi karyawan dan keluarganya, maupun individu yang menjadi bagian dari suatu komunitas atau ekosistem. Dengan demikian, institusi kesehatan tidak hanya mendapatkan akses pendanaan, tetapi juga sistem keuangan yang terintegrasi untuk menopang keberlanjutan operasional mereka.

Pendekatan ini mencerminkan pergeseran peran perbankan syariah, dari sekadar penyedia produk menjadi enabler yang memungkinkan aktivitas ekonomi halal berjalan lebih efektif dan saling terhubung.

Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Romy Buchari menegaskan, strategi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Bank. “Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling terhubung. Melalui pendekatan ini, kami menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Romy.

Menyambung Sektor, Memperluas Dampak

Upaya Integrasi Ini tidak berhenti di sektor kesehatan. Maybank Indonesia tengah memperluas pendekatan serupa ke sektor lain seperti pendidikan, food & beverage (F&B), hingga layanan berbasis komunitas, guna menciptakan konektivitas yang lebih kuat antar sektor dalam ekonomi syariah.

Dengan mengintegrasikan layanan keuangan ke dalam berbagai aktivitas ekonomi riil, Romy menuturkan, dampaknya tidak hanya pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada kemampuan ekosistem untuk beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Inisiatif ini juga sejalan dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance), khususnya dalam mendorong dampak sosial melalui penguatan sektor-sektor esensial. DI saat yang sama, pengembangan ekosistem halal turut membuka peluang bagi pertumbuhan UMKM sebagai bagian penting dalam rantai nilai ekonomi syariah.

Bagi Maybank Indonesia, langkah ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan komitmen jangka panjang. “Penguatan ekosistem halal merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi pemimpin global dalam perbankan syariah serta menjalankan misi Humanising Financial Services,” tutup Romy. (*)

Aksi Cepat PHM Jadi Penyelamat 7 Nelayan di Selat Makassar

April 16, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

TENGGARONG – Tim keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan tinggi dengan berhasil menyelamatkan tujuh nelayan yang terdampar selama dua hari di perairan Selat Makassar.

Lokasi nelayan dan kapal saat diselamatkan pada, Kamis (9/4), berada sekitar dua mil atau dari daratan pesisir kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mesin kapal patah di area laut GTS-Q ketika dalam perjalanan dari Samarinda menuju Sepatin.

Selama dua hari terombang-ambing di tengah laut, para nelayan berupaya keras mencari sinyal telepon genggam untuk meminta pertolongan. Namun, segala usaha tersebut sia-sia. Akhirnya informasi keberadaan mereka sampai ke tim patroli keamanan PHM.

Meskipun lokasi kejadian berada di luar jalur patroli rutin perusahaan, tim PHM langsung bergerak cepat. Melalui koordinasi intensif dengan Unit Maritim dan Marine, izin penyisiran pun segera dikeluarkan dengan alasan misi kemanusiaan.

Menggunakan Kapal Patroli Ruhen 27, personel keamanan PHM menyisir wilayah seluas dua kilometer persegi. Hanya dalam waktu satu jam, kapal nelayan yang terombang-ambing berhasil ditemukan. Seluruh tujuh nelayan kemudian dievakuasi dengan selamat dan dibawa menuju Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi tersebut.

“Alhamdulillah, ketujuh nelayan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat meskipun mereka terombang-ambing di laut dengan bekal makanan dan minuman yang terbatas,” ungkap Setyo.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelamatan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kepedulian sosial.

“Bagi kami, keselamatan adalah nilai mutlak yang tidak mengenal batas wilayah operasional. Apa yang dilakukan oleh tim di lapangan adalah cerminan dari komitmen yang tinggi terhadap keselamatan operasi, masyarakat, dan lingkungan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 8, PHM terus mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKK Migas, PHM bersama afiliasi PHI lainnya senantiasa berinovasi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, dan ramah lingkungan guna mendukung ketahanan energi nasional. (*)

Wakil Bupati Kutai Timur Soroti Dampak Rencana Penghapusan Bankeu Provinsi

April 16, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan kekhawatirannya atas rencana penghapusan skema Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) ke daerah. Kebijakan ini dinilai berisiko menciptakan kebuntuan pembangunan pada sektor-sektor yang secara regulasi merupakan otoritas provinsi, namun berada di wilayah kabupaten.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menjelaskan, Bankeu selama ini berfungsi sebagai instrumen krusial untuk menjembatani keterbatasan wewenang daerah. Mengacu pada regulasi pembagian urusan pemerintahan, terdapat sektor-sektor tertentu yang tidak dapat didanai oleh APBD kabupaten karena merupakan domain provinsi.

“Misalnya bantuan untuk sektor kelautan dan nelayan. Itu sepenuhnya wewenang provinsi. Jika Bankeu ditiadakan, kami di daerah tidak memiliki dasar hukum untuk memberikan bantuan tersebut meski masyarakat sangat membutuhkan,” ujar Mahyunadi di Sangatta, Kamis (16/4/2026).

Mantan Ketua DPRD Kutim tersebut menekankan bahwa tanpa dukungan pendanaan provinsi melalui Bankeu, pemerintah kabupaten hanya akan menjadi “penonton” terhadap aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan kewenangan provinsi. Hal ini mencakup infrastruktur jalan provinsi maupun bantuan pertanian skala luas yang bersifat lintas wilayah.

Ia mendorong Pemprov Kaltim untuk mencari formulasi kreatif jika memang bermaksud melakukan restrukturisasi anggaran. Menurutnya, esensi dari dukungan dana tersebut harus tetap ada, apa pun nomenklaturnya.

“Pemerintah provinsi harus memikirkan bagaimana mengubah Bankeu ini menjadi format baru tanpa menghilangkan substansinya. Apakah dialihkan menjadi belanja langsung atau bentuk lain, yang terpenting program pembangunan di daerah tetap berjalan,” ucap Mahyunadi.

Selain persoalan teknis anggaran, Mahyunadi menyoroti implikasi politis terhadap fungsi reses anggota DPRD. Selama ini, aspirasi konstituen yang diserap melalui reses kerap diakomodasi melalui skema Bankeu.

Jika skema ini dihapus tanpa mekanisme pengganti yang melibatkan usulan legislatif, dikhawatirkan akan terjadi krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan wakil rakyat.

“Aspirasi diserap tiga kali dalam setahun melalui reses. Jika usulan tersebut tidak bisa direalisasikan dalam bentuk program nyata karena ketiadaan pos anggaran, stabilitas kepercayaan publik bisa terganggu,” tambahnya.

Pemkab Kutim berharap skema pendanaan dari provinsi tetap mengalir ke daerah agar pembangunan pada sektor-sektor wajib provinsi di wilayah Kutim tidak terbengkalai. Koordinasi intensif antara pemerintah kabupaten dan provinsi diharapkan dapat menghasilkan solusi yang menjamin keberlanjutan layanan publik.(kopi13)

Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” Angkat Kisah Nyata Perjuangan Dyslexia Kenneth Trevi

April 16, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Vivaborneo.com, Bandung — Kisah inspiratif kembali hadir melalui YouTube series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” yang mengangkat perjalanan hidup Kenneth Trevi sebagai anak dengan dyslexia. Kenneth dikenal sebagai penyanyi dan aktor yang berasal dari Kota Bandung.

Kenneth Trevi kepada awak media pada Senin (13/4/2026) mengatakan, series tersebut menghadirkan cerita yang jujur, emosional, sekaligus penuh harapan melalui pendekatan sinematik yang hangat dan dekat dengan realitas. Proyek tersebut menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami bahwa setiap perjalanan hidup memiliki ritme dan makna tersendiri.

Dalam proses produksi, Kenneth menghadapi tantangan emosional yang tidak ringan, terutama saat harus menyampaikan dialog panjang di depan kamera. Ia mengaku kesulitan merangkai kata menjadi kalimat utuh, sering terbalik dalam menyusun struktur, hingga kehilangan makna dari dialog yang diucapkan. Dengan dukungan sang ibu, dialog dipecah menjadi bagian kecil agar lebih mudah dipahami, sehingga perlahan Kenneth mampu membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan perannya.

Selain tantangan teknis, tekanan emosional muncul saat Kenneth harus beradu akting dengan ibunya sendiri, Yuly (Li Ling). Ia merasakan kesedihan dan rasa bersalah ketika melihat ibunya menangis dalam adegan, meskipun telah memahami bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari akting. Kondisi tersebut menjadi ujian emosional yang memperkaya pengalaman personal sekaligus performanya sebagai pemeran utama.

Kolaborasi antara Kenneth dan Yuly menghadirkan dinamika yang kuat di layar. Kenneth merasakan kenyamanan, keamanan, dan kebahagiaan saat bekerja bersama ibunya, yang juga berperan sebagai pembimbing dalam proses pendalaman karakter.

Yuly membantu Kenneth memahami emosi melalui pengalaman nyata, mengingat keterbatasannya dalam memahami konsep abstrak, sekaligus mendorongnya untuk tetap menjadi diri sendiri dalam setiap adegan.

Melalui series tersebut, Kenneth menyampaikan pesan kuat kepada anak-anak dengan dyslexia bahwa perbedaan bukanlah kekurangan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki cara belajar dan berkembang yang unik, serta perjalanan yang tidak harus terburu-buru. Dengan penuh keyakinan, ia mengajak penonton untuk terus melangkah tanpa menyerah, karena setiap proses membawa mereka lebih dekat menuju “suatu hari” yang diimpikan.

Sebagai pemeran yang menghidupkan kisahnya sendiri, Kenneth menjaga kejujuran cerita dengan berakting secara natural berdasarkan pengalaman pribadi. Ia mengakui tantangan terbesar terletak pada menghidupkan kembali emosi negatif di saat kondisi emosional sedang stabil. Meski demikian, ia berkomitmen untuk menyampaikan cerita secara autentik tanpa mengubah esensi perjalanan hidupnya.

Dari sisi Yuly, proses menghidupkan kembali perjalanan membesarkan Kenneth menghadirkan gelombang emosi yang kompleks. Ia kembali mengingat fase kebingungan, kelelahan, hingga ketidakpastian dalam memahami kondisi anaknya. Namun, pengalaman tersebut juga membuka ruang syukur karena perjalanan panjang yang telah dilalui bersama ternyata membuahkan pertumbuhan dan kekuatan yang luar biasa.

Dalam proses produksi, Yuly melihat perkembangan Kenneth bukan hanya secara kemampuan, tetapi juga dari sisi kepercayaan diri dan pemahaman diri. Ia menekankan pentingnya menjaga proses agar tetap aman, nyaman, dan membahagiakan, sehingga pertumbuhan terjadi secara alami. Pengalaman tersebut memperlihatkan perubahan yang terasa, di mana Kenneth mulai menemukan potensi baru dalam dirinya sebagai kreator.

Sebagai produser, Rulli Aryanto memiliki visi untuk menghadirkan cerita yang autentik sekaligus berdampak luas. Ia melibatkan Yuly dalam penulisan naskah serta orang-orang yang memiliki peran dalam kehidupan Kenneth, termasuk guru musiknya sejak kecil. Proses produksi juga dilakukan di lokasi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan Kenneth, seperti tempat terapi sejak usia dini.

Pendekatan sinematik series tersebut diperkaya dengan pengambilan gambar di Bandung dan Cirebon, serta menghadirkan unsur edukasi melalui berbagai lokasi budaya dan kuliner. Dengan sentuhan penyutradaraan dari Bayu Lesmana, cerita disajikan secara emosional sekaligus informatif, sehingga mampu menjangkau penonton dari berbagai latar belakang.

Untuk pengembangan jangka panjang, Rulli merancang “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” sebagai series berkelanjutan yang akan dirilis dua sesi setiap tahun. Setiap sesi akan terdiri dari tiga episode yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan TemanHebat Records dan SENADA Digital Records, dengan Kenneth sebagai pusat cerita.

Produksi “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” didukung oleh TemanHebat Records dan Senada Digital Records sebagai eksekutif produser yang mengawal keseluruhan proses. Peran produser dijalankan oleh Rulli Aryanto bersama Yuly (Li Ling) yang turut menghadirkan sentuhan personal dalam cerita.

Naskah ditulis oleh Rulli Aryanto bersama Tety Widiasuti, sementara penyutradaraan dipercayakan kepada Bayu Lesmana. Di depan layar, Kenneth Trevi tampil bersama Yuly, Prilia Susy Agusty, dan Om Bagus sebagai pemeran utama.

Series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bisa langsung kita tonton di sini: https://youtube.com/playlist?list=PLoajZXAvFJHolsh3WUYTT70baKntYuWQS&si=OSI9nKih11q9hl0o

 

Masyarakat Gembira, Pasar Segar Sepaku Sudah Dibuka

April 16, 2026 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Masyarakat di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur gembira karena Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah membuka pasar segar.

Sejumlah pedagang tampak menata barang dagangan di kios dan los yang baru beberapa hari ditempati. Bangunan pasar bersih dan tertata rapi menghadirkan suasana berbeda dibandingkan pasar tradisional yang selama ini dikenal warga.

Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara sekaligus Staff Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw menjelaskan, jika pasar yang berdiri di atas lahan seluas 5.880 meter persegi ini terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan pertama memiliki luas 980,72 meter persegi dengan dua lantai.

“Sementara bangunan kedua seluas 970 meter persegi juga terdiri dari dua lantai. Bangunan modern Pasar ini mencerminkan komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak, modern, dan berkelanjutan bagi pedagang dan Masyarakat,” jelasnya.

“Pembangunan dan penataan Pasar Segar Sepaku bertujuan melakukan beautifikasi kawasan serta peremajaan pasar, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat sekaligus menjadikan kawasan lebih indah, tertata, dan nyaman untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” tegas Troy.

Pasar ini mulai dioperasikan setelah proses serah terima kunci dan penandatanganan perjanjian pada 15 Maret 2026. Operasional pasar dimulai sejak 30 Maret 2026 dengan jam layanan pukul 06.00 hingga 20.00 WITA. Hingga saat ini, sebanyak 135 pedagang telah terdaftar dan menempati lapak yang tersedia, dengan proses pengisian yang masih berlangsung secara bertahap.

Secara keseluruhan, pasar ini memiliki 43 kios kering, 10 kios basah, 36 los kering, dan 35 los basah, serta dilengkapi dengan 11 unit foodcourt.

Plt. Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, menegaskan, pembagian dan penataan los dan kios dilakukan secara fair melalui undian yang disaksikan banyak pihak termasuk pemerintah daerah setempat sehingga semua pedagang mendapatkan kesempatan yang sama.

Sementara itu, Staf Direktorat Pelayanan Sosial Otorita IKN, Steven mengatakan, pasar ini dibuka setiap hari, sehingga kebutuhan bisa dipenuhi kapan saja.

Pasar ini dilengkapi fasilitas yang mendukung kenyamanan dan keamanan, seperti area parkir dengan kapasitas 25 mobil dan 20 sepeda motor, toilet, mushola, layanan kebersihan oleh petugas cleaning service, serta sistem keamanan dengan CCTV yang beroperasi selama 24 jam dan petugas keamanan yang berjaga.

Jenis dagangan yang tersedia juga beragam. Pada kios basah dan los basah, pedagang menjual ikan, daging sapi, daging kambing, ayam potong, dan sayur mayur. Kios kering diisi berbagai usaha seperti konter telepon seluler dan aksesoris, pakaian, elektronik, barang pecah belah, sepatu dan tas, kerajinan, kosmetik, sembako, bahan kue, alat pancing, bawang goreng, toko buku, emas, perabot rumah tangga, perlengkapan bayi, merchandise IKN, air isi ulang, jamu, hingga perlengkapan dan alat pertanian.

Sedangkan los kering menyediakan aksesoris telepon seluler, mainan anak, pakaian, sembako, buah, serta aneka makanan dan minuman termasuk jajanan tradisional. Area foodcourt menghadirkan pilihan seperti kedai kopi, warmindo, serta berbagai makanan dan minuman.

Suasana pasar yang bersih dan rapi dirasakan langsung oleh para pedagang. Ilmi Nafia, yang membuka usaha oleh-oleh khas IKN, mengaku terkesan dengan kondisi pasar yang dinilainya lebih modern.

Harapan agar pasar segera ramai juga disampaikan Burhan, pedagang konter telepon seluler yang baru tiga hari membuka usaha di lokasi tersebut. Ia menilai kondisi pasar sudah tertata dengan baik.

Pasar Segar Sepaku sebagai ruang ekonomi sekaligus ruang sosial. Tidak hanya menjadi tempat transaksi, pasar ini diharapkan menjadi titik temu warga dan pengunjung di kawasan IKN.(vb/iokn)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1742873
    Users Today : 2006
    Users Yesterday : 3914
    This Year : 679383
    Total Users : 1742873
    Total views : 14708699
    Who's Online : 24
    Your IP Address : 216.73.216.36
    Server Time : 2026-05-03