PT HPU Dukung Edukasi Kesehatan Mental Siswa di Tenggarong Seberang

June 16, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG SEBERANG – Upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan mental terus dilakukan. Hal itu diwujudkan melalui Seminar dan Sosialisasi Kesehatan Mental yang digelar di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Kenali Diri, Kelola Emosi, Raih Masa Depan yang Lebih Sehat” ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur bersama PT Harmoni Panca Utama (HPU) dan sejumlah pihak terkait.

Kepala SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang, Siti Koribah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan mental penting diberikan kepada siswa sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan itu, Adar Darajat selaku External Relation PT HPU menyampaikan, perusahaan mendukung berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk kesehatan mental generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mengikuti sejumlah permainan interaktif yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai dampak perundungan (bullying). Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak merasakan pentingnya sikap saling menghargai, empati, dan dukungan terhadap sesama.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada para pelajar untuk menjadi agen perubahan demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan positif. Semangat itu diwujudkan melalui deklarasi bersama yang diucapkan para peserta.

“Aku siap, aku semangat, aku bisa karena aku berharga,” seru para siswa. (*)

Samarinda U21 Raih Runner-up Nasional di BBOT 2026

June 15, 2026 by  
Filed under Olahraga

im bridge Samarinda U21 (baju biru) usai menerima medali dan penghargaan yang diserahkan Harry Sekretaris Jenderal Gabsi Pusat pada Kejuaraan Internasional BBOT 2026 di hotel Jatra Balikpapan.

SAMARINDA – Tim bridge Samarinda U21 berhasil mengharumkan nama Kalimantan Timur setelah meraih posisi runner-up nasional pada nomor Junior U-21 Team dalam ajang Balikpapan Bridge Open Tournament (BBOT) 2026. Capaian tersebut menjadi bukti perkembangan positif pembinaan atlet muda cabang olahraga bridge di Kota Tepian.

Kategori Junior U-21 diikuti oleh 12 tim dari berbagai daerah di Indonesia dan berlangsung dalam persaingan yang ketat. Setelah melewati serangkaian pertandingan, tim Isradi Youthcamp U21 keluar sebagai juara dengan perolehan 108,21 Victory Point (VP).

Tim juara diperkuat oleh M. Gathan Khairy, Duncan D. Dumanauw, Jonathan Wahyu, Jaedon Kairupan, M. Rafi Putra Iswara, dan Rachel Abiyu S.

Sementara itu, Samarinda U21 yang diperkuat Adzlian Tri Pranata, Diva Rizki Natasya, Jasmine Syabilla Khairunissa, dan Refly Vidi Zelany berhasil mengamankan posisi kedua dengan raihan 96,28 VP. Mereka unggul tipis atas Kabupaten Pasuruan U21 yang menempati peringkat ketiga dengan 96,12 VP.

Posisi selanjutnya ditempati oleh Paser Balikpapan Junior U21, Tanah Laut U21, dan PPU Junior U18.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para atlet muda, panitia BBOT 2026 menyediakan hadiah pembinaan. Tim juara pertama menerima Rp5 juta, sedangkan peringkat kedua dan ketiga masing-masing memperoleh Rp4 juta. Adapun tim di posisi berikutnya mendapatkan hadiah pembinaan sebesar Rp3 juta dan Rp2 juta.

Ketua GABSI Samarinda, Prihananto, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para atlet muda tersebut. Menurutnya, hasil yang diraih Samarinda U21 menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi bridge Kota Samarinda di tingkat nasional.

“Kami sangat bangga atas perjuangan dan semangat juang tim Samarinda U21 yang berhasil menjadi juara kedua nasional di BBOT 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet muda di Samarinda berjalan ke arah yang positif,” ujarnya.

Ia menegaskan, GABSI Samarinda akan terus memperkuat program pembinaan guna meningkatkan kemampuan atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat program pembinaan agar mereka mampu bersaing dan meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk menjadi juara di ajang-ajang nasional maupun internasional,” tambahnya.

Prihananto berharap keberhasilan Samarinda U21 dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk menekuni olahraga bridge serta mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Samarinda dan Kalimantan Timur di kancah nasional. (*)

PHI Monitoring Program CSR UMKM Binaan

June 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

Tabalong – Manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan kunjungan lapangan langsung untuk meninjau efektivitas program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Agenda monitoring dan evaluasi berkala yang digelar pada Kamis lalu ini bertujuan memastikan keberlanjutan dampak ekonomi positif yang dirasakan langsung oleh kelompok binaan serta masyarakat sekitar.

Rombongan manajemen menyambangi dua lokasi program unggulan milik PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field, yaitu Program Bank Sampah Masukau (BASMA) Kelompok Madani dan program SEKARA JIRAK.

Kunjungan interaktif ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi strategis antara jajaran manajemen korporasi dengan kelompok pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan setempat.

Manager Communication & CID Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, mendorong para pelaku usaha lokal untuk terus melahirkan inovasi produk demi memperluas pangsa pasar kedepannya.

Untuk mendukung peningkatan nilai jual kerajinan tangan warga, manajemen PHI turut menyerahkan bantuan sarana operasional berupa satu unit mesin bordir modern kepada Kelompok Madani.

Tambahan fasilitas baru tersebut menggenapi kepemilikan aset Kelompok Madani di Desa Masukau yang kini telah sukses mengoperasikan lebih dari tujuh unit mesin jahit modern.

Dony memaparkan program Community Involvement and Development (CID) perusahaan sengaja dirancang secara spesifik mengikuti potensi riil serta kearifan lokal di masing-masing wilayah operasi.

Keberhasilan Sekara Jirak Menembus Panggung Penghargaan Global

Salah satu program ikonik yang mencuri perhatian adalah Program SEKARA JIRAK, sebuah inisiatif pemberdayaan perempuan berbasis hilirisasi potensi perikanan lokal di Desa Jirak.

Inovasi sosial ini sukses menyabet predikat Platinum sebagai penghargaan tertinggi kategori Best Empowerment Woman dalam ajang bergengsi The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026.

Desa Jirak yang terletak sekitar 30 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Tabalong ini dikenal memiliki kelimpahan sumber daya ikan air tawar, khususnya jenis ikan haruan atau gabus.

Melalui program yang awalnya bernama Kuas Jirak ini, kaum perempuan setempat digandeng untuk mengolah komoditas ikan menjadi produk pangan fungsional bernilai gizi dan ekonomi tinggi.

Beberapa produk makanan yang sukses dipasarkan meliputi abon lele (bonile), abon gabus (boniga), abon nila (bonila), hingga varian camilan seperti basreng dan kerupuk tulang ikan. Kelompok ini juga berhasil memproduksi ekstrak albumin dari sari ikan gabus yang teruji memiliki kandungan protein tinggi berkisar antara 5,0 persen hingga di atas 20 persen.

Ketua Kelompok SEKARA JIRAK, Sri Hartini, menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan konsisten dan kemitraan sehat yang diberikan oleh pihak Pertamina selama ini.

Berkat kesuksesan tata kelola UMKM tersebut, Sri bersama anggotanya kini terpilih menjadi perwakilan Kabupaten Tabalong untuk mengikuti pelatihan UMKM tingkat nasional di Bali pada 23 Juni 2026.

Inovasi Sirkular Ekonomi Melalui Daur Ulang Seragam Bekas

Selain sektor perikanan, PEP Tanjung Field juga menginisiasi program sirkular ekonomi berbasis kelestarian lingkungan melalui Program BASMA Kelompok Madani di Desa Masukau.

Inisiatif ini lahir sebagai solusi hijau untuk mereduksi volume limbah kain perca serta pakaian kerja lapangan (coverall) karyawan operasional perusahaan yang sudah tidak terpakai secara optimal.

Melalui program Pelatihan Cetak Jahit Sasirangan (CETAR), ibu-ibu rumah tangga setempat dilatih mengolah material sisa tersebut menjadi aneka produk fashion komersial. Kreativitas warga berhasil mengubah seragam bekas menjadi komoditas bernilai jual seperti tas etnik, sarung bantal hias, hingga berbagai produk dekorasi interior rumah.

Sekretaris Desa Masukau, Salatifa, mengakui kehadiran industri kreatif binaan Pertamina ini sangat efektif menjadi katup penyelamat ekonomi keluarga, termasuk saat situasi sulit era pandemi lalu.

Penutupan agenda peninjauan ini mempertegas komitmen penuh PEP Tanjung Field dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi mendukung target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (*)

WLB, Rita dan Pandji

June 15, 2026 by  
Filed under Artikel

Catatan Rizal Effendi

KOMPLEKS GOR Kadrie Oening di Sempaja Samarinda, Sabtu (13/6) malam penuh sesak. Ada dua acara menarik di sana. Ada pertunjukan stand-up Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo di Plenary Hall. Satu lagi ada acara Wartawan Legend Bedapatan (WLB) 4 di Claro Hotel. Ini bekas hotel atlet yang sekarang difungsikan lagi dengan manajemen baru.

Syafruddin Pernyata bergaya menunjuk bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Deputi OIKN Dr Myrna Safitri.

Sebagai wartawan saya perlu hadir di dua acara tersebut. Itu sebabnya saya harus membagi waktu. Hadir dulu di WLB, lalu bergeser ke Pandji. Saya tak sempat bilang ke teman-teman wartawan, karena langsung menghilang ketika Pandji sudah di atas panggung sekitar pukul 21.30 Wita. Saya jalan kaki dari Claro Hotel ke Plenary. Lumayan sekitar 500 meter.

WLB 4 sangat berarti terutama dengan kehadiran mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari yang baru saja menghidup udara bebas setelah cukup lama menjalani hukuman. Saya sempat menyapanya. “Lawas leh kita ndi bedapat yo,” kata saya dengan Bahasa Kutai.

Ketua panitia pelaksana WLB, Charles Siahaan sengaja mengundang Rita. “Pasti teman-teman wartawan senang karena mendapat objek pemberitaan yang menarik,” katanya.

Waktu saya masih Wali Kota Balikpapan, Rita juga masih menjadi Bupati Kukar. Kami sering bertemu. Baik di acara provinsi maupun di acara pusat. Dalam acara Rapat Nasional Kepala Daerah se Indonesia, saya sering lihat Rita menjadi salah satu kepala daerah yang banyak menarik perhatian.

Dalam aksi panggungnya di Plenary Hall, Pandji sempat menyinggung soal kepulangan Rita ke Tenggarong yang disambut luar biasa oleh warga Kutai pada hari Jumat (12/6) lalu. “Saya pikir saya datang disambut seperti Bu Rita, ada arak-arakan keliling,” katanya membuat gerr penonton.

Selain Rita, hadir juga Wali Kota Samarinda Andi Harun dan wakilnya Saefuddin Zuhri. Sayang Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji urung datang. Padahal saya lihat ada spanduk terbentang. Gubernur yang sepenuhnya menjadi sponsor utama acara tersebut. Sambutan Gubernur dibacakan oleh Kadis Kominfo yang memang akrab dengan wartawan yaitu H Muhammad Faisal, S.Sos, M.Si.

Saya juga sempat bertemu Dr Myrna Asnawati Safitri, SH, M.Si, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Dia adalah putri dari wartawan dan politikus terkenal Samarinda, HM Fuad Arieph. Pak Fuad dan Pak Saleh Djaya mendirikan koran harian Suara Kaltim. Pak Fuad juga pernah menjadi anggota DPRD dan Ketua Golkar Samarinda.

Acara WLB 4 cukup semarak. Ada monolog menarik tentang wartawan legend alm Hiefnie Effendy, pemilik koran Mingguan Meranti Samarinda yang pernah menjadi Ketua PWI Kaltim selama 15 tahun. Dia dikenal sebagai wartawan yang berani dalam menyampaikan kritik. Karena itu dia pernah masuk penjara dan dipukul kepalanya dengan kayu ulin.

Sejumlah wartawan legend hadir. Ada Pak Ibrahim Konong atau Iko yang hampir bersuai 86 tahun. Ada Syafruddin Pernyata, Abdul Rahim Hasibuan, Eddy Aliuddin, Syafril Teha Noer, “Jenderal” Shs, Haris Syamtah, Intoniswan, Sa’adillah Hasbullah, Silaban, Rusdiansyah Aras, Hamdani, Maturidi dan lainnya.

Sayang Pak Alwy AS tak bisa datang karena kondisinya. Usia Pak Alwy juga di atas 80 tahun. Dulu dia pemilik koran mingguan Mimbar Masyarakat. Di koran itu ada Suhaimi Zakaria, Pak Dahlan Iskan, Ibrahimsyah Rahman, Aan Reamur Gustam dan lainnya. Istri beliau Prof Suwinnah Alwy adalah dosen saya. Malah saya pernah dipercaya beliau jadi asistennya.

WLB 4 juga diwarnai acara Konvensi Media Siber. Ada 4 pembicara penting. Yaitu Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers Abdul Manan, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Kemenkumham RI Dr Agung Darmasasongko, CEO KGI Network sekaligus Wakil Ketua Umum AMSI Upi Asmaradhana dan Kadis Kominfo Kaltim HM Faisal.

Malamnya ada juga bincang bersama Wali Kota Andi Harun dan Dr Myrna Safitri. Yang memandu Bung Syafruddin Pernyata. Myrna mengungkapkan anting-antingnya pernah dipinjam untuk dijual sang ayah. Ternyata anting-anting itu dijual Pak Fuad untuk membiayai penerbitan Suara Kaltim yang lagi oleng.

SUDARNO JADI BINTANG

Ketika saya masuk ke Plenary Hall, Pandji sudah di atas panggung. Dia baru saja bilang cukup melelahkan diperiksa di Polda Metro Jaya gara-gara pertunjukan “Mens Rea”. “Sayang saya tak punya kursi pijat seperti dimiliki Gubernur Rudy Mas’ud,” katanya menyindir dan membuat penonton tertawa.

Kursi pijat di rumah dinas Gubernur Rudy Mas’ud sempat disorot warga. Karena dibeli dengan dana APBD sekitar Rp125 juta. Belakangan diklarifikasi. Katanya hanya Rp47 juta. Karena terus disorot, Gubernur sempat ingin mengganti dengan uang pribadi.

Show Pandji di Samarinda berjudul “Kaltim Paradoks.” “Selain soal politik Indonesia, gua akan ngomongin Yang Mulia Gubernur Rudy Mas’ud,” katanya di video sebelum pertunjukan.

Sayangnya dalam penampilannya dia tak begitu banyak bicara soal Rudy Mas’ud. Kabarnya dia harus menyampaikan materi yang akan dibawanya ke pihak berwajib. Jadi  agak hati-hati untuk menjaga kondusivitas Kaltim.

Rudy Mas’ud sendiri tak kelihatan datang menonton. Yang ada di tengah-tengah penonton adalah Sudarno, anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP). Nama Sudarno disebut-sebut di atas panggung. Dia tokoh dipuji sekaligus dimaki-maki netizen, karena dianggap bermain di dua kaki. Dulu sempat habis-habisan mengkritik Gubernur Rudy Mas’ud, tapi belakangan sekarang berani pasang badan demi sang gubernur. “Kalau saya ketemu Darno, saya mau sumpal mulutnya dengan sendal saya,” kata seorang warga mengumpat.

Wawan Irawan dari Aliansi Rakyat Kaltim (ARK) sempat bertemu Pandji. Dia minta pandangan Pandji karena sudah berjuang mati-matian lewat aksi demo meminta Hak Angket tapi belum dikabulkan DPRD Kaltim. “Berhenti  mengasihani diri, ada salah lu juga dulu memilih dia karena ada amplopnya Rp250 ribu. Ke depan jangan pilih lagi yang ada nama belakangnya ‘Mas’ud.’ Galang kekuatan, terus buat konten yang mendidik,” begitu pesan Pandji.

Ikut mewarnai penampilan Pandji, tampil dua komika dari Kaltim. Yaitu Gamayel dari Polresta Balikpapan dan Damlie dari Paser Penajam Utara (PPU). Ada ucapan Pandji yang menohok Gubernur Rudy Mas’ud di awal penampilan. “Katanya mau jaga marwah Kaltim, tapi kok malah bikin marah,” katanya langsung disambar aplaus panjang dari penonton.(*)

HPU Dukung Penguatan SDM Kaltim Melalui Edukasi Kesehatan Mental

June 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Masa depan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya. Dari rumah-rumah sederhana, dari pelukan seorang ibu, dan dari keluarga yang sehat secara mental, lahirlah generasi yang kelak menjadi penentu arah bangsa.

Berangkat dari semangat tersebut, Harmoni Panca Utama (HPU) berkolaborasi dengan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur melalui program sosialisasi kesehatan mental sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur.

Adar Darajat

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memahami pentingnya kesehatan mental dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Perwakilan HPU, Adar Darajat selaku External Relations menyampaikan, investasi terbaik bagi masa depan tidak selalu berbentuk bangunan atau infrastruktur, tetapi juga perhatian terhadap kualitas manusia sejak dari lingkungan keluarga.

“SDM yang berkualitas lahir dari keluarga yang sehat dan kuat,” ujarnya. Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Dari sosok ibu, anak belajar mengenal kasih sayang, nilai kehidupan, cara menghadapi masalah, hingga membangun rasa percaya diri yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Sementara itu, Ria Atia Dewi, Founder dari Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur menilai, kesehatan mental merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari proses tumbuh kembang generasi muda.

“Menjaga kesehatan mental anak berarti menjaga masa depan bangsa,” katanya.

Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah tenaga profesional dan tokoh yang berkompeten di bidangnya, mulai dari praktisi hipnoterapi, psikolog, tokoh keagamaan, hingga figur masyarakat yang memberikan perspektif dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya membangun kualitas SDM Kalimantan Timur.

Melalui kolaborasi ini, HPU dan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur berharap semakin banyak keluarga yang menyadari, kesehatan mental bukan sekadar isu individu, melainkan bagian penting dalam membangun generasi penerus yang berkualitas. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb