Berprestasi di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Buktikan Talenta Masa Depan

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

Kualitas rider muda belia Yamaha Racing Indonesia teruji positif mampu merebut podium home race seri 3 R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship yang diadakan di sirkuit internasional Mandalika 17-19 Juli 2026. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan 1 dekade Yamaha Sunday Race. Tiga pembalap Sabian Fathul Ilmi, Reynaldi Junior dan M. Abid Ashar Musyafa menunjukkan kinerja unggulan saat race weekend R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship.

Beradu kecepatan dengan rival-rival dari negara lain, mereka tampil dengan spirit tinggi kendati M. Abid Ashar Musyafa mengalami trouble yang menghambat lajunya di trek. Sesi kualifikasi Sabtu dikuasai M. Abid Ashar Musyafa yang mengambil pole position. Awal yang bagus itu tidak berlanjut karena terhambat DNF race 1, lalu kondisi tubuh tidak fit sehingga urung mengikuti race 2.

Dua rekannya berhasil naik podium bergantian, pencapaian membanggakan di hadapan supporter Indonesia. Reynaldi Junior yang start dari grid 7 sukses finish ke-2 race 1 dan ada di urutan 6 race 2. Sabian Fathul Ilmi yang tampil semusim penuh di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, mampu memperbaiki performanya setelah memulai balapan dari grid 10. Dia menyabet podium 3 race 2 setelah sebelumnya menyentuh garis finish ke-4 race 1. Hasil ini mengatrol posisinya ke peringkat 5 klasemen sementara mengumpulkan 58 poin.

”Keikutsertaan di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship menjadi bagian dari pembinaan berjenjang kami untuk masa depan para pembalap muda. Hasil di Mandalika yang menuai podium merupakan pembuktian skill dan potensi berkelas internasional. Pengalaman ini sangat berharga untuk jadi pembelajaran agar terus maju mengejar prestasi,” ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Tiga pembalap mengungkapkan kesan tak terlupakan ada di barisan starter R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship yang memberikan experience berbeda.

Sabian Fathul Ilmi
Saya menikmati race di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship Mandalika, bisa naik podium di Indonesia. Terimakasih atas dukungan dari supporter Indonesia. Saya akan berjuang pada 3 seri berikutnya di Motegi dan Buriram untuk meraih hasil lebih baik lagi.

Reynaldi Junior
Senang sekali bisa merasakan balapan di R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship. Ini sangat berarti bagi saya buat tambah pengalaman di kejuaraan Asia. Mendapatkan podium sudah mewujudkan target saya, ini prestasi tak terlupakan.

M. Abid Ashar Musyafa
Start sudah bagus, tapi selanjutnya berjalan kurang baik bagi saya. Saya mengambil hasil ini dengan positif. Juga jadi pelajaran untuk tetap semangat dan optimis ke depannya.

PP IBCA MMA Optimistis Kaltim Jadi Kekuatan Nasional

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Pengurus Pusat Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) menilai Kalimantan Timur memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan nasional cabang olahraga mixed martial arts (MMA). Penilaian itu didasarkan pada kualitas atlet bela diri yang dimiliki daerah ini serta besarnya ekosistem combat sport yang terus berkembang.

Maraden Lumbantoruan

Sekretaris Jenderal PP IBCA MMA, Maraden Lumbantoruan mengatakan, perkembangan IBCA MMA di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, kehadiran kepengurusan baru menjadi momentum untuk mempercepat pembinaan atlet secara lebih terstruktur.

“Saya melihat perkembangan MMA untuk IBCA di Kalimantan Timur sangat luar biasa. Organisasinya sudah berjalan, sudah menjadi anggota KONI, tinggal bagaimana kepengurusan yang baru membawa organisasi ini semakin maju,” kata Maraden, Rabu (22/7/2026).

Sebagai bentuk dukungan, PP IBCA MMA siap membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk menghadirkan pelatih-pelatih yang dibutuhkan untuk memperkuat pembinaan atlet di Kalimantan Timur.

“Kami dari pusat juga akan membantu, termasuk terkait SDM pelatih yang akan kami kirimkan ke Kalimantan Timur. Untuk kualitas atlet bertarungnya saya tidak meragukan karena memang basic-nya sudah ada di sini,” ujarnya.

Maraden optimistis pembinaan yang baik akan membuka peluang bagi atlet-atlet Kalimantan Timur tampil di berbagai ajang bergengsi, mulai dari Pekan Olahraga Bela Diri, Asian Championship hingga World Championship.

Ia juga menilai target tinggi yang dipasang KONI Kaltim untuk menjadi juara umum pada PON Bela Diri bukan sesuatu yang berlebihan. Menurutnya, Kalimantan Timur selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekuatan olahraga bela diri yang cukup dominan.

“Kalimantan Timur ini bisa dikatakan pabriknya combat sport. Potensinya besar. Tinggal bagaimana pengurus yang baru mampu merangkul semua potensi itu dan memperkuat pembinaan secara lebih intensif,” katanya.

Maraden mengakui sejumlah provinsi lain juga menunjukkan perkembangan yang pesat. Namun ia tetap meyakini Kalimantan Timur memiliki peluang besar untuk bersaing di papan atas.

“Daerah lain juga berkembang, tetapi saya percaya Kalimantan Timur memiliki kesempatan untuk menjadi yang terbaik apabila pembinaannya dilakukan secara serius,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Kaltim Dandri Dauri menyambut optimisme yang disampaikan pengurus pusat. Menurutnya, dukungan PP IBCA MMA menjadi modal penting bagi Kalimantan Timur dalam menyiapkan atlet menghadapi berbagai agenda nasional.

“KONI tentu menyambut baik dukungan dari pengurus pusat. Sinergi seperti ini yang dibutuhkan agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan target prestasi bisa tercapai,” kata Dandri.

Ia menegaskan KONI Kaltim akan terus mengawal proses pembinaan, termasuk mengarahkan cabang olahraga agar fokus pada nomor-nomor yang memiliki peluang besar menyumbangkan medali.

Di sisi lain, Ketua IBCA MMA Kaltim Agusriansyah Ridwan memastikan kepengurusan baru akan memanfaatkan dukungan dari pengurus pusat untuk mempercepat peningkatan kualitas atlet dan perangkat pendukung.

Ia berharap sinergi antara pengurus daerah, KONI Kaltim, pemerintah daerah dan PP IBCA MMA mampu melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

“Kami tentu sangat terbantu dengan komitmen pengurus pusat. Ke depan kami akan memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan atlet agar mampu bersaing di setiap kejuaraan yang diikuti,” ujar Agusriansyah.

Kejurprov Slalom Hadirkan Kelas Komunitas dan Pembalap Terbaik Kaltim

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Slalom KALTIMKHANA 2026 siap digelar di Apron Eks Bandara Temindung, Samarinda, pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Ajang yang akan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pesta otomotif terbesar di Kalimantan Timur tahun ini.

Kejuaraan ini diselenggarakan Astha Motorsport bekerja sama dengan 368 Motorsport sebagai upaya mendorong perkembangan olahraga otomotif, khususnya nomor slalom, sekaligus menjadi wadah kompetisi bagi para pembalap daerah.

Nama KALTIMKHANA diambil dari semangat kompetisi slalom nasional yang dikenal melalui ajang Autokhana, dengan harapan mampu melahirkan pembalap-pembalap potensial dari Kalimantan Timur.

Dukungan 368 Motorsport tidak terlepas dari kiprah pemiliknya, Sandi Wijaya atau yang akrab disapa Asang, yang selama ini aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional, mulai dari Rally, Sprint Rally hingga Slalom bersama dua pembalap andalannya, Fadil Wijaya dan Tommy Widjaja.

Pada KALTIMKHANA 2026, panitia membuka enam kelas lomba, yakni A1, A2, A3, A4, B, dan F. Selain itu, sejumlah kategori kejuaraan juga diperebutkan, meliputi Kejuaraan Umum Group A, Kejuaraan Umum Group F, Kejuaraan Kelas, Kejuaraan Team, serta Kejuaraan Wanita.

Salah satu inovasi pada penyelenggaraan tahun ini adalah hadirnya Kejuaraan Komunitas, yang diperuntukkan bagi komunitas otomotif roda empat di Kalimantan Timur, khususnya dari Samarinda. Melalui kategori ini, setiap komunitas dapat mengirimkan wakilnya untuk berkompetisi tanpa dikenakan biaya pendaftaran.

Meski mengikuti jalur undangan, seluruh peserta tetap wajib memenuhi ketentuan teknis yang berlaku, termasuk menggunakan ban produksi dalam negeri GT Radial sesuai regulasi penyelenggara.

Untuk peserta umum, biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp500 ribu per kelas. Sebagai bentuk apresiasi, setiap peserta akan memperoleh voucher GT Radial senilai Rp100 ribu yang dapat dikumpulkan untuk pembelian ban GT Radial.

Panitia berharap KALTIMKHANA 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi antarpembalap, komunitas otomotif, serta menjadi momentum pengembangan prestasi olahraga otomotif di Kalimantan Timur.

Informasi mengenai pendaftaran dan perkembangan pelaksanaan kejuaraan dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @Asthamotorsport. (*)

Agusriansyah Ridwan Pimpin IBCA MMA Kaltim

July 23, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBCA MMA) Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub). Dalam forum tersebut, Agusriansyah Ridwan tampil sebagai calon tunggal dan dipercaya memimpin IBCA MMA Kaltim dengan membawa komitmen memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet menuju level nasional hingga internasional.

Agusriansyah mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan setelah menerima surat keputusan kepengurusan adalah melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

“Kita akan mencoba melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus cabang, termasuk melengkapi struktur kepengurusan di Provinsi Kalimantan Timur. Setelah SK dari pusat keluar, kami akan segera bergerak agar amanat dan arahan dari pengurus pusat bisa direalisasikan,” katanya, Rabu (22/7/2026).

Menurut Agusriansyah, pembenahan organisasi menjadi fondasi penting agar IBCA MMA Kaltim mampu mengejar berbagai agenda kejuaraan yang telah menanti, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Selain penguatan organisasi, ia juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui penyediaan wasit dan perangkat pertandingan yang memiliki sertifikasi resmi.

“Kita ingin memiliki wasit-wasit yang profesional dan bersertifikasi. Dengan begitu, setiap event maupun turnamen yang kita selenggarakan akan memiliki kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, pembinaan atlet juga menjadi prioritas utama. Agusriansyah menyebut proses pencarian bibit atlet akan dilakukan lebih masif melalui berbagai jalur, mulai dari komunitas olahraga hingga sekolah-sekolah.

“IBCA MMA merupakan gabungan dari berbagai disiplin bela diri. Karena itu kita tidak cukup hanya memiliki atlet yang menguasai satu cabang saja, tetapi harus mampu mengombinasikan berbagai teknik bela diri sehingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Ia juga menilai kebutuhan sarana dan prasarana latihan menjadi bagian penting yang harus dipenuhi. Untuk itu, pihaknya akan membangun komunikasi yang intensif dengan KONI Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Kita ingin semua pihak terlibat agar cita-cita melahirkan atlet-atlet berprestasi bisa diwujudkan bersama,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Kalimantan Timur Dandri Dauri mengapresiasi terselenggaranya Musprovlub yang dinilai telah melalui mekanisme organisasi sesuai ketentuan.

“Kami melihat seluruh tahapan sudah dilalui dengan baik. Mudah-mudahan melalui Musprovlub ini lahir kepengurusan yang mampu membawa prestasi besar bagi IBCA MMA Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurut Dandri, kepengurusan baru tidak memiliki banyak waktu karena dalam waktu dekat sudah dihadapkan pada agenda besar, yakni Pekan Olahraga Bela Diri yang akan digelar di Manado.

“Pengurus yang baru tentu harus bergerak cepat melakukan penyesuaian. Ada momentum besar di depan mata yang harus disambut dengan persiapan maksimal,” katanya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IBCA MMA, Maraden Lumbantoruan, menilai perkembangan IBCA MMA di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang sangat positif. Menurutnya, Musprovlub kali ini pada dasarnya merupakan momentum pergantian kepemimpinan untuk membawa organisasi bergerak lebih cepat.

“Organisasinya sudah berjalan, sudah menjadi anggota KONI, tinggal bagaimana ketua yang baru membawa IBCA MMA Kalimantan Timur menjadi lebih maju lagi,” ujarnya.

Maraden juga memastikan pengurus pusat siap memberikan dukungan terhadap pembinaan di Kalimantan Timur, termasuk melalui penguatan sumber daya manusia di bidang kepelatihan.

Ia optimistis, dengan pembinaan yang terarah dan dukungan semua pihak, atlet-atlet Kalimantan Timur memiliki peluang untuk bersaing tidak hanya pada level nasional, tetapi juga di kejuaraan Asia hingga dunia.

“Kami dari pusat akan membantu pembinaan, termasuk mengirimkan SDM pelatih ke Kalimantan Timur. Kami melihat semangat pengurus baru sangat besar untuk memajukan MMA di daerah ini,” tutupnya. (ain)

Kolaborasi BPVP dan Roda Seni Anthaqa Cetak Penjahit UMKM Berdaya Saing

July 22, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan melalui pelatihan keterampilan menjahit yang digelar Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) bersama Roda Seni Anthaqa di Temindung Creative Hub, Samarinda. Rabu (21/7/26)

Program yang berlangsung selama 10 hari itu membekali 16 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dengan kemampuan menjahit berstandar kompetensi nasional.

Founder Roda Seni Anthaqa, Emelda Andayani, mengatakan pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan BPVP yang difokuskan agar meningkatkan kemampuan para penjahit, baik dari sisi teknik maupun kualitas produk.

“Pelatihan ini berlangsung selama 10 hari dengan 16 peserta yang mayoritas merupakan pelaku UMKM. Tujuannya agar meningkatkan keterampilan mereka, khususnya dalam membuat rompi atau vest dengan teknik jahit yang lebih rapi menggunakan metode clean sewing tanpa obras,” ujarnya.

Peserta berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Samarinda, Anggana, Handil, hingga Tenggarong. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan BPVP selama dua hari sebelum memperoleh sertifikat profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sertifikat BNSP ini menjadi pengakuan kompetensi secara nasional. Jadi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki bukti profesional bahwa mereka memiliki kemampuan di bidang menjahit,” jelas Emelda.

Ia mengungkapkan, program tersebut merupakan pelatihan ketiga yang dilaksanakan Roda Seni Anthaqa bersama BPVP. Pelatihan serupa dijadwalkan kembali berlangsung pada Agustus mendatang dengan sasaran peserta pemula yang ingin belajar menjahit dari dasar.

Menurutnya, setiap pelatihan memiliki materi yang berbeda sesuai tingkat kemampuan peserta. Pada kelas mahir, peserta diajarkan membuat produk fesyen dengan teknik yang lebih kompleks, sedangkan kelas pemula difokuskan pada pengenalan mesin jahit hingga teknik dasar menjahit.

“Untuk kelas pemula, kami mengajarkan mulai dari cara mengoperasikan mesin jahit, menjahit lurus, hingga membuat produk sederhana. Sementara kelas mahir lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas hasil jahitan agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal agar meningkatkan kualitas usaha sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

“Harapan kami, keterampilan yang mereka dapatkan bisa diterapkan dalam usaha masing-masing sehingga mampu meningkatkan pendapatan. Selain itu, pelatihan ini juga melatih kedisiplinan karena seluruh peserta harus mengikuti kegiatan secara serius dan tepat waktu,” tambahnya.

Salah seorang peserta asal Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sari Liana, mengaku mengikuti pelatihan setelah mendapat informasi dari penyelenggara. Meski sebelumnya tidak memiliki latar belakang di bidang tata busana, ia tertarik mengembangkan keterampilan menjahit yang selama ini hanya dijadikan kegiatan mengisi waktu luang.

“Awalnya saya justru memiliki latar belakang di bidang kecantikan. Saya diajak ikut pelatihan menjahit dan ternyata saya menikmati prosesnya. Sekarang saya ingin terus belajar supaya kemampuan menjahit saya semakin berkembang,” katanya.

Sari mengaku saat ini telah menerima jasa permak pakaian dan pemasangan atribut seragam sekolah di rumah. Namun, melalui pelatihan tersebut ia berharap mampu meningkatkan kemampuan hingga dapat menerima pesanan pembuatan pakaian secara utuh.

“Selama ini saya baru menerima jasa permak dan pemasangan atribut baju sekolah. Harapan saya setelah mengikuti pelatihan ini, saya bisa membuat pakaian untuk pelanggan dan usaha jahit yang saya jalankan semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, BPVP bersama Roda Seni Anthaqa berharap semakin banyak pelaku UMKM di Kalimantan Timur yang memiliki keterampilan bersertifikat sehingga mampu menghasilkan produk fesyen berkualitas serta lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb