11 Tahun Dinanti, Ajang Ikonik Yamaha Cup Race di Padang Disaksikan Lebih Dari 5 Ribu Pengunjung

August 5, 2026 by  
Filed under Olahraga

Kembali diselenggarakan di Padang Sumatera Barat setelah 11 tahun lamanya, Yamaha Cup Race berlangsung meriah dihadiri oleh lebih dari 5 ribu pengunjung. Pada seri 2 yang digelar di Area Lanud Sutan Sjahrir 1-2 Agustus 2026, masyarakat setempat tak melewatkan kesempatan jadi bagian dari gelaran ajang racing legendaris tersebut. Ketatnya persaingan di lintasan balap dan keseruan aktivitas lainnya adalah daya tarik tingginya antusiasme ribuan penggemar.

Total lebih dari 500 starters dari Race Class dan Yamalube Turbo Matic Drag Battle (YTMDB) bertarung mengejar kemenangan. Arena pelaksanaan Yamaha Cup Race sekaligus diramaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Padang yang ke-357. Wali Kota Padang, Fadly Amran, turut hadir dalam rangkaian gebyar event akbar ini di hari Minggu. Management PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Main Dealer Tjahaja Baru juga memperkenalkan MX King 150 Prima Pramac Livery serta Gear Ultima modif racing look saat opening ceremony.

”Yamaha Cup Race sukses kembali diadakan di Kota Padang, ditandai dengan bergabungnya lebih dari 5 ribu pengunjung dan lebih dari 500 starters dalam semarak event balap ikonik ini. Terimakasih kepada pemerintah daerah Kota Padang dan segenap pihak yang turut mendukung kelancaran jalannya acara ini, juga buat semuanya yang datang ke venue dan menyaksikan secara online. Selamat Ulang Tahun Kota Padang, memori manis terekam lagi setelah 11 tahun Yamaha Cup Race datang kembali membekaskan jejak berkesan dan catatan berharga yang akan selalu diingat. Yamaha Cup Race selalu menjadi wadah yang menghadirkan kompetisi balap berkualitas, ajang pembinaan pembalap muda dan pengembangan motorsport di daerah, juga merangkul masyarakat bergembira bersama di event legendaris ini,” ungkap Johannes B.M.S, General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Race Class & Drag Battle

Tersaji total 14 Race Class yang juga meliputi MAXi Race dan Endurance GEAR Ultima. Rinciannya terdiri atas YCR 1 (MX King 150cc Tune Up Mix Expert), YCR 2 (MX King 150cc Tune Up Mix Novice), YCR 3 (MX King 150cc Mix Rookie), YCR 4 (Bebek 130cc 4 Tak Tune Up Open – ex MP4), YCR 5 (Bebek 130cc 4 Tak Tune Up Novice Open – ex MP4), YCR 6 (Bebek 125cc 2 Tak Standard Pemula Non Juara Sumbar), YCR 7 (Bebek 125cc 2 Tak Standard Open), YCR 8 (Bebek 130cc 4 Tak Tune Up Pemula Non Juara Sumbar MP4), YCR 9 (Sport 140cc Standard Open).
Dilengkapi 4 kategori teranyar yang diminati yakni YCR 10 (Endurance Gear Ultima) memakai 10 “Motor Kuat Mantap” GEAR Ultima yang disediakan Yamaha. Serta MAXi Race meliputi kelas YCR 11 (MAXi Standard 155cc), YCR 12 (MAXi Open Standard 250cc), YCR 13 (MAXi Semi Pro 155cc Open), YCR 14 (MAXi Community 250cc FFA).

Segmen race yang juga diserbu ratusan starters adalah Yamalube Turbo Matic Drag Battle (YTMDB) yang terbagi dalam 10 kelas, dimana 6 diantaranya adalah kelas MAXi Drag Combat. Mencakup YTMDB 1 (AEROX Turbo – FFA), YTMDB 2 (AEROX Alpha SMK – bracket 6 detik), YTMDB 3 (Matic Open – bracket 6 detik), YTMDB 4 (Bebek 2 Tak & 4 Tak Mix Open – bracket 4 detik), YTMDB 5 (MAXi NMAX 155cc Open – FFA), YTMDB 6 (MAXi AEROX 155cc Open – FFA), YTMDB 7 (MAXi LEXi LX 155cc Open – FFA), YTMDB 8 (Dynamic MAXi 155cc Open – FFA), YTMDB 9 (Dynamic MAXi 250cc Open – FFA), YTMDB 10 (Dynamic MAXi Class On Track KOL & Media – FFA). Selain itu dikompetisikan kelas Dyno Jet (DJ) yang melombakan horse power melalui test dyno skutik MAXi modifikasi, ada dua kelas yakni DJ 155 (NMAX, AEROX, LEXi LX) dan DJ 250 (TMAX, XMAX, MAXI Bore Up).

Di trek balap aksi sengit adu kemampuan dan kecepatan terjadi. M Aldy Musfiq Fuadi tampil doniman memenangi 3 kelas yaitu YCR 1 (MX King 150cc Tune Up Mix Expert) dan YCR 4 (Bebek 130cc 4 Tak Tune Up Open – ex MP4) dimana dia memperkuat tim PapabebKK X Bos Cino, juga YCR 7 (Bebek 125cc 2 Tak Standard Open) bersama tim Photido Bapoeka32 Happy Motor. Rider asal Subang Jawa Barat itu unggul atas rival-rivalnya dengan performa gemilang dan tunggangan mumpuni. ”Senang sekali bisa menang di 3 kelas Yamaha Cup Race Padang. Kemenangan ini sangat berarti bagi saya. Terimakasih kepada tim yang sudah support, set up motor juga mendukung saya mendapatkan hasil ini,” ungkap M Aldy Musfiq Fuadi.

Kelas YCR 10 (Endurance Gear Ultima) dimenangi oleh Bayu Saputra/Raychel Ramadhan. Denny Ardianto (ARCI Medan) pemenang YCR 11 (MAXi Standard 155cc) dan Reskho Syafria (XOS Beetechspeedshop) jawara YCR 12 (MAXi Open Standard 250cc). Di bagian Yamalube Turbo Matic Drag Battle, rider wanita Eca Sabana meraih kemenangan di 2 kelas YTMDB 3 (Matic Open – bracket 6 detik) dan YTMDB 8 (Dynamic MAXi 155cc Open – FFA). Masih bergabung dengan tim TDR AMG Alamsari AP27 ARCI Tangerang Racing, Eca Sabana mempertahankan konsistensinya merebut podium pertama kelas Yamalube Turbo Matic Drag Battle seperti yang dilakukannya pada seri 1 Yamaha Cup Race Sidrap April lalu.

Aktivitas Exhibition
Aktivitas lainnya juga menarik minat fans dan pengunjung yang mengikuti sunmori, kompetisi eskul SMA/SMK diantaranya tari tradisional, ada pula seminar SMK, safety riding, games Gear Ultima, bazaar UMKM, fashion show, kompetisi dance, senam zumba, entertainment. Mereka juga menyambangi exhibition booth yang menyajikan produk-produk unggulan Yamaha.
Kesuksesan pelaksanaan Yamaha Cup Race di Padang didukung deretan sponsor yaitu IDEMITSU, YAMALUBE, KYB, YUASA, GS ASTRA, ASPIRA PREMIO, ULTI-X, IRC Tire, NGK, YES24 (Yamaha Executive Service 24 Hours), BAF, Service di Bengkel Yamaha : Handal Teknisinya Asli Sparepartnya dan SKY (Service Kunjung Yamaha).
Selanjutnya, nantikan seri 3 Yamaha Cup Race yang akan dihelat di Jawa Tengah, 17-18 Oktober 2026 dan saksikan live di YouTube Yamaha Racing Indonesia @yamaharacingidn.

Pemkot Samarinda Luncurkan Air Minum Kemasan

August 5, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda resmi meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan Samaqua di Pusat Produksi AMDK Samaqua IPA Kalhol, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda, Rabu (5/8/2026).

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pengembangan Samaqua difokuskan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran secara bertahap terlebih dahulu.

“Kami memprioritaskan kualitas produksi sebelum mengejar pendapatan daerah melalui bisnis air minum kemasan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah sengaja memberikan kesempatan kepada Perumda Tirta Kencana memperkuat aspek produksi dan pengelolaan bisnis terlebih dahulu. Langkah tersebut dilakukan agar peningkatan pendapatan tidak mengorbankan kualitas produk yang akan diterima masyarakat nantinya.

Setelah produksi stabil dan memperoleh kepercayaan konsumen, pemerintah akan mengoptimalkan kontribusi keuntungan perusahaan terhadap pendapatan daerah. Dividen dari Perumda Tirta Kencana diharapkan menjadi salah satu sumber penerimaan daerah pada masa mendatang.

Andi Harun menjelaskan penjualan Samaqua resmi dimulai bersamaan dengan pelaksanaan launching produk kepada masyarakat Kota Samarinda. Namun, distribusi produk diperkirakan belum langsung menjangkau seluruh wilayah karena proses pemasaran masih berlangsung.

“Mulai hari ini penjualan berjalan, pekan depan produk tersedia di seluruh kecamatan Samarinda secara bertahap,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah menargetkan Samaqua menjadi produk unggulan sekaligus mendukung transformasi ekonomi daerah melalui sektor perdagangan dan jasa. Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat dalam jangka panjang.

Andi Harun memastikan keberadaan unit bisnis Samaqua tidak akan memengaruhi pelayanan distribusi air bersih kepada pelanggan. Pengelolaan bisnis air minum kemasan dipisahkan dari manajemen pelayanan air bersih sehingga operasional keduanya tetap berjalan optimal.

“Layanan air bersih tetap optimal karena pengelolaan bisnis Samaqua dilakukan manajemen terpisah sepenuhnya,” tegas Andi Harun. (lhiea)

Perumda Tirta Kencana Jamin Produk Samaqua

August 5, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana memastikan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Samaqua diproduksi menggunakan teknologi modern dengan standar keamanan pangan yang telah memenuhi seluruh persyaratan perizinan. Produk lokal Kota Samarinda itu resmi diluncurkan di Pusat Produksi AMDK Samaqua IPA Kalhol, Kecamatan Palaran, Rabu (5/8/2026).

Direktur Pelayanan Perumda Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah, mengatakan SAMAQUA dihadirkan sebagai produk lokal yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas pasar hingga luar Samarinda.

“Mari bersama mendukung produk lokal untuk memperkuat ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Samarinda bersama,” ujarnya.

Saat ini, SAMAQUA tersedia dalam tiga varian kemasan, yakni 220 mililiter, 330 mililiter, dan galon. Ke depan, perusahaan berencana menambah varian berukuran sekitar 600 mililiter mengikuti kebutuhan pasar.

Seluruh proses produksi dilakukan di kawasan IPA Kalhol menggunakan sumber air baku instalasi pengolahan air milik Perumda Tirta Kencana. Botol kemasan ukuran 220 mililiter dan 330 mililiter juga diproduksi sendiri menggunakan mesin khusus.

Kami juga sudah menyiapkan mesin untuk memproduksi kemasan 600 mililiter,” kata Widyastuti.

Selain menambah varian produk, Perumda Tirta Kencana juga menetapkan harga yang kompetitif agar mampu bersaing dengan merek lain di pasaran. Untuk kemasan galon, harga isi ulang dipatok Rp8 ribu, sedangkan galon beserta wadah dijual sekitar Rp80 ribu.

Sementara itu, kemasan 220 mililiter dijual sekitar Rp26 ribu per dus isi 24 botol, sedangkan kemasan 330 mililiter dipasarkan sekitar Rp37 ribu per dus. Menurut Widyastuti, harga tersebut disusun agar Samaqua dapat bersaing dengan produk-produk lokal yang telah lebih dahulu beredar di pasaran.

Ia memastikan seluruh dokumen perizinan telah dipenuhi sebelum produk dipasarkan kepada masyarakat.

“Seluruh dokumen perizinan telah lengkap, termasuk BPOM, SNI, sertifikasi halal, dan NIB resmi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pabrik AMDK Samaqua IPA Kalhol, Amin Ma’ruf, menjelaskan proses produksi dimulai dari pencetakan botol menggunakan mesin khusus sebelum memasuki tahapan pengolahan air dan pengemasan otomatis.

Menurutnya, penggunaan mesin pencetak botol sendiri membuat proses distribusi bahan baku lebih efisien dibandingkan membeli botol siap pakai. Selain menghemat biaya pengiriman, bentuk dan ukuran botol dapat disesuaikan menggunakan mesin yang sama.

Air baku kemudian melewati serangkaian proses penyaringan menggunakan media green sand, karbon aktif berbahan batok kelapa, filter mikron, ultra filtrasi, sinar ultraviolet, serta penambahan oksigen sebelum dikemas secara otomatis.

“Seluruh proses pengisian berlangsung otomatis tanpa sentuhan tangan sehingga kebersihan produk tetap terjaga sepenuhnya,” jelasnya.

Amin mengungkapkan setiap produk yang selesai dikemas wajib menjalani masa karantina selama 24 jam sebelum dipasarkan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan produk benar-benar bebas bakteri dan aman dikonsumsi masyarakat.

Saat ini, pabrik mempekerjakan 12 tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 2 ribu botol per jam untuk mesin pencetak botol dan 3 ribu botol per jam pada mesin pengisian. Perusahaan juga membuka layanan pemesanan melalui WhatsApp, pembayaran non tunai menggunakan QRIS, layanan antar, serta tengah menyiapkan jaringan agen di berbagai wilayah Samarinda. (lhiea)

Satu Kampung Satu PAUD di Berau

August 5, 2026 by  
Filed under Berau

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas

Tanjung  Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat pemerataan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke tingkat kampung.  Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan pentingnya memastikan setiap kampung memiliki sedikitnya satu lembaga PAUD agar seluruh anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini.

Komitmen tersebut disampaikan Sri Juniarsih saat membuka  Rapat Koordinasi  Bunda PAUD  yang berlangsung  di ruang  rapat Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Selasa (5/8/2026). Kegiatan itu diikuti para guru PAUD dari berbagai kampung dan kelurahan di Kabupaten Berau sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

Sri Juniarsih menekankan keberadaan PAUD di setiap kampung menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Karena itu, ia berharap tidak ada lagi wilayah yang belum memiliki layanan PAUD.

“Harapan kami, satu kampung memiliki minimal satu PAUD sehingga seluruh anak di Berau memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan, secara umum seluruh kampung di Berau telah memiliki lembaga PAUD. Bahkan, di beberapa kampung jumlah satuan PAUD lebih dari satu karena menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan jumlah peserta didik.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pembinaan agar seluruh lembaga PAUD memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan. Salah satunya melalui pendampingan dalam pengurusan legalitas serta pemenuhan administrasi kelembagaan.

Menurut Mardiatul, proses perizinan penyelenggaraan PAUD kini telah dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) sehingga lebih mudah dan terintegrasi. Dinas Pendidikan juga secara rutin melakukan monitoring bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk memastikan setiap lembaga memenuhi persyaratan administrasi maupun standar pelayanan pendidikan.

“Seluruh proses perizinan sudah melalui OSS. Kami juga terus melakukan monitoring ke kecamatan dan kelurahan. Baik administrasi maupun penyelenggaraan PAUD menjadi perhatian kami agar kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Berau terus meningkat,” jelasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap sinergi antara Bunda PAUD, tenaga pendidik, pemerintah kampung, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih siap, cerdas, dan berkarakter sejak usia dini. (Dy/Ok/Adv)

Ribuan Pelajar Berau Nikmati Program Seragam Gratis

August 5, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau mulai mendistribusikan bantuan seragam sekolah gratis kepada ribuan siswa baru jenjang SD dan SMP negeri pada tahun ajaran 2026.  Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan seluruh peserta didik dapat memulai kegiatan belajar tanpa terbebani biaya perlengkapan sekolah.

Penyaluran seragam tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat menghadiri Rapat Koordinasi Bunda PAUD di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Selasa (5/8/2026). Meski dilakukan secara simbolis, seluruh paket bantuan telah lebih dahulu didistribusikan ke sekolah-sekolah dan akan diserahkan langsung kepada para siswa oleh masing-masing satuan pendidikan.

Sri Juniarsih menegaskan, program seragam gratis tetap dipertahankan di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang sehingga pemerintah berkewajiban membantu meringankan pengeluaran keluarga, khususnya saat memasuki tahun ajaran baru.

“Seragam gratis sudah kami salurkan ke seluruh SD dan SMP. Untuk pembagiannya dilakukan langsung oleh sekolah kepada para siswa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 33 ribu potong seragam untuk memenuhi kebutuhan siswa baru di Kabupaten Berau. Dari jumlah tersebut, sebanyak sekitar 6.217 siswa SD menerima tiga jenis seragam, yakni merah putih, batik, dan pramuka, serta tas sekolah berikut perlengkapan alat tulis.

Sementara itu, sekitar 4 ribu siswa SMP juga mendapatkan tiga jenis seragam yang sama, namun tanpa paket tas sekolah. Seluruh bantuan, kata Mardiatul, telah dikirim ke sekolah masing-masing sehingga proses pembagian kepada siswa dapat segera dilakukan.

“Kami memastikan seluruh kebutuhan seragam sudah tersedia dan jumlahnya mencukupi. Tinggal diserahkan oleh sekolah kepada peserta didik yang telah terdata sebagai penerima,” jelasnya.

Melalui program tersebut, Pemkab Berau berharap tidak ada lagi siswa yang mengalami hambatan mengikuti proses belajar akibat keterbatasan perlengkapan sekolah.

Selain membantu mengurangi beban ekonomi orang tua, kebijakan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan yang berkualitas hingga ke seluruh wilayah Kabupaten Berau. (Dy/Ok/Adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb