Pemkot Samarinda Diminta Jangan Hanya Tertibkan, Namun Beri Solusi bagi PKL

November 5, 2025 by  
Filed under Samarinda

Share this news

SAMARINDA – Aksi penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang semakin gencar dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda menuai sorotan dari kalangan legislatif. Anggita Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menilai, langkah penegakan ketertiban tersebut seharusnya diimbangi dengan solusi nyata agar para pedagang tetap bisa mencari nafkah tanpa harus dikejar-kejar petugas.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menegaskan, pemerintah kota perlu menyiapkan tempat khusus bagi PKL sebagai bentuk kebijakan yang adil dan berkeadilan sosial. Bahkan DPRD Samarinda meminta Pemkot menyiapkan lokasi khusus. Sehingga pedagang mendapat  kepastian tempat yang diperboleh berjualan dan waktu serta aturan yang jelas.

“Jangan sampai mereka hanya disuruh pergi tanpa tahu ke mana harus pindah,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Menurut Iswandi, pelokalisiran menjadi langkah penting agar aktivitas ekonomi masyarakat kecil tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum. Ia menegaskan, para pedagang kaki lima bukanlah pihak yang harus dimusuhi.

“Mereka itu hanya mencari makan, bukan mencari kekayaan. Mereka bagian dari masyarakat kita juga. Karena itu, kebijakannya jangan hanya menertibkan, tapi juga melindungi,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti efektivitas penanganan PKL yang dinilai masih belum tuntas. Menurutnya, masalah serupa selalu berulang karena belum ada kejelasan aturan mengenai area terlarang, jam operasional, dan lokasi yang diperbolehkan.

“Masalah ini tidak akan selesai kalau aturannya sendiri belum jelas. Masyarakat butuh kepastian, sementara petugas di lapangan hanya menjalankan perintah,” katanya.

Iswandi menambahkan, komunikasi antara pemerintah dan pedagang menjadi hal krusial agar tidak terjadi benturan di lapangan. Ia menilai, sosialisasi yang minim sering kali membuat petugas menjadi sasaran kemarahan masyarakat.

“Kalau aturannya sudah jelas dan sudah disosialisasikan tapi masih dilanggar, wajar kalau ditertibkan. Tapi kalau belum ada tempat dan waktu yang pasti, bagaimana mereka mau berjualan dengan tenang? Intinya komunikasi itu penting,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, menegaskan pihaknya sudah berulang kali memberikan imbauan dan sosialisasi kepada para PKL agar tidak berjualan di zona terlarang. Penertiban, kata dia, merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya persuasif dilakukan.

“Tim kami Patroli 24 jam, jadi sudah sering diingatkan sebelum penertiban dilakukan, petugas sudah berkoordinasi dan memberi peringatan. Tapi masih ada yang tetap berjualan di trotoar dan badan jalan,” paparnya.

Ia berujar pihaknya tidak punya maksud untuk mematikan usaha kecil melainkan hanya menjalankan aturan yang ada.

“Kami hanya menjalankan aturan agar ruang publik tetap tertib,”jelasnya.

Diketahui, dua hari yang lalu memang sempat viral di media sosial tentang penertiban PKL yang dilakukan oleh Satpol PP Samarinda. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah petugas terlibat adu argumen dengan pedagang saat menertibkan lapak di kawasan pusat kota.

Kini publik juga menunggu titik terang dari permasalahan yang terus berulang ini, disatu sisi Satpol PP hanya menjalankan aturan, namun disisi lain, pedagang Kaki Lima juga hanya mencari nafkah untuk menyambung kebutuhan hidup. (ain)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1070856
    Users Today : 3273
    Users Yesterday : 4093
    This Year : 7366
    Total Users : 1070856
    Total views : 10545423
    Who's Online : 47
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-02