Kopi Jadi Pelarian Gen Z di Tengah Tekanan

January 4, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Share this news

Generasi Z atau Gen Z (lahir pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an) kini semakin sering dikaitkan dengan isu stres dan perilaku konsumsi kopi sebagai pelarian sehari-hari. Tekanan akademik, pekerjaan awal, serta tuntutan sosial media disebut menjadi faktor yang memperparah kondisi mental generasi ini.

Menurut hasil survei Jakpat Insight, sekitar 78% Gen Z mengonsumsi kopi, dengan puncak waktu minum kopi banyak terjadi pada sore hingga malam hari, yakni antara 18.00–21.00 waktu yang erat dengan stres kerja atau tugas kampus selesai hari itu.

Data lain menunjukkan, Gen Z kini menjadi salah satu kelompok konsumen yang berkontribusi besar dalam tren kopi global. Survei oleh GlobalData mencatat bahwa 31% generasi ini termasuk pengeluaran kopi yang “cukup tinggi/ sangat tinggi”, sebuah indikasi bahwa kopi kini bukan sekadar minuman biasa, namun sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup mereka.

Fenomena ini juga tampak dalam tren pilihan minuman kopi yang berkembang. Laporan tren minuman global menyebut, Gen Z kini mencari kopi yang bisa memberikan fungsi lebih dari sekadar energi, termasuk dorongan suasana hati dan relaksasi indikasi bahwa kopi dipakai sebagai alat bantu mengatasi tekanan pikiran.

Namun, fenomena ini tidak semata tentang selera. Stres menjadi salah satu alasan kuat di balik konsumsi kopi di kalangan Gen Z. Sebuah laporan oleh American Psychological Association menyebut, sebagian besar Gen Z melaporkan tanda-tanda stres emosional dan fisik yang intens dibandingkan generasi lain walaupun fokus utamanya bukan data Indonesia, tetapi menggambarkan tren global generasi ini.

Hal itu dibenarkan oleh seorang Gen Z bernama Farhan, ia menyampaikan, kopi menjadi hal yang wajib dikonsumsi setiap hari.

“Kadang kalau tugas kuliah numpuk atau deadline kerjaan mepet, kopi itu kayak penenang dulu sebelum mulai ngerjain. Aku minumnya bukan cuma buat begadang, tapi buat tenangin pikiran juga,” ujar Farhan.

Farhan menambahkan, rutinitas kopi baginya kini lebih dari sekadar kebiasaan.

“Kalau hari itu aku belum ngopi, rasanya belum lengkap. Kaya harus ada ritual ngopi dulu biar bisa fokus dan kurangi rasa panik karena banyak kerjaan,” tambahnya.

Tak bisa dipungkiri, kebiasaan ini membawa sisi positif dan negatif. Kopi agak membantu fokus, tetapi juga bisa memicu gangguan tidur atau masalah pencernaan bila dikonsumsi berlebihan, terutama di malam hari.

Sementara sebagian Gen Z menggunakannya sebagai alat bantu konsentrasi, ada pula penelitian yang menunjukkan risiko kesehatan seperti gastritis atau masalah pencernaan ketika kopi diminum secara terus-menerus tanpa memperhatikan batas wajar. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1094484
    Users Today : 3065
    Users Yesterday : 4297
    This Year : 30994
    Total Users : 1094484
    Total views : 10722664
    Who's Online : 43
    Your IP Address : 216.73.216.135
    Server Time : 2026-01-07