Gen Z dan Tren Soft Saving, Menabung Santai di Era Modern

January 10, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Share this news

Generasi Z kini tengah mengubah cara pandang terhadap tabungan dan pengelolaan keuangan dengan mengadopsi tren baru yang dikenal sebagai soft saving. Berbeda dengan menabung secara konvensional yang kerap menekankan target besar di masa depan, soft saving menekankan keseimbangan antara kebutuhan finansial saat ini dan pemenuhan kualitas hidup.

Menurut studi yang dimuat dalam Prosperity Index oleh Intuit, tiga dari empat Gen Z memilih kualitas hidup yang lebih baik sekarang dibandingkan uang ekstra di bank. Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam cara generasi ini memandang uang dan masa depan.

Apa Itu Soft Saving?

Istilah soft saving merujuk pada cara menabung yang lebih fleksibel dan tanpa tekanan target besar. Gen Z menyisihkan uang dalam jumlah kecil secara konsisten, lalu menggunakan sebagian pendapatannya untuk pengalaman hidup, kesehatan mental, atau pengembangan diri bukan hanya menimbun tabungan untuk masa pensiun atau tujuan jangka panjang semata.

Pengertian ini sejalan dengan fenomena soft life, gaya hidup yang fokus pada kenyamanan, kesejahteraan emosional, dan mengurangi stres finansial sikap yang kerap menjadi perbincangan di media sosial.

Hasil Prosperity Index Study menunjukkan mayoritas Gen Z lebih memilih pengalaman hidup dan keseimbangan ketimbang menyimpan dana besar untuk masa depan.  Data dari survei lain juga menunjukkan tingkat menabung untuk pensiun di kalangan Gen Z lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya, meskipun mereka tetap menyisihkan sebagian pendapatan mereka.

Menurut Intuit, 73% Gen Z lebih memilih kualitas hidup kini daripada menambah uang di rekening bank mereka. Selain itu, 66% dari generasi ini mengatakan mereka ragu akan memiliki cukup uang untuk pensiun di masa mendatang.

Pandangan serupa juga datang dari kalangan Gen Z yang menjalani fase transisi menuju kemandirian finansial. Di tengah tuntutan ekonomi dan keinginan untuk tetap mengembangkan diri, sebagian anak muda memilih cara menabung yang lebih lentur dan realistis. Salah satunya disampaikan Ruri, seorang Gen Z yang kini mulai menata keuangan pribadinya dengan pendekatan soft saving.

“Bagi saya, menabung bukan berarti harus besar sejak awal. Saya ingin bisa ikut kursus, traveling minimal sekali setahun, dan juga tetap punya tabungan darurat. Soft saving membantu saya merasa tidak tertekan secara finansial sekaligus tetap menikmati hidup,” ujar Ruri.

Menurut Ruri, soft saving membantunya menetapkan prioritas yang realistis, “Kalau terlalu memaksa diri menyetop semua keinginan demi target tabungan yang tinggi, justru saya stres dan kehabisan motivasi,” pungkasnya. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1110486
    Users Today : 2545
    Users Yesterday : 4305
    This Year : 46995
    Total Users : 1110486
    Total views : 10852130
    Who's Online : 85
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-11