Gen Z dan Work-Life Balance, Menyeimbangkan Hidup di Era Baru Kerja

January 10, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Share this news

Bagi generasi Z, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan bukan sekadar istilah manis di brosur perusahaan melainkan prioritas utama dalam memilih dan menjalani pekerjaan. Studi akademik di berbagai lembaga menunjukkan, generasi yang kini berusia 18–28 tahun memiliki pandangan dan kebutuhan yang berbeda dari generasi sebelumnya terkait dunia kerja.

Menurut penelitian di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, work-life balance berpengaruh positif dan signifikan sebesar 44,3% terhadap kepuasan kerja di kalangan Gen Z yang bekerja di perusahaan startup di Bekasi.

Hasil ini menunjukkan semakin baik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan Gen Z  yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan mental karyawan.

Kajian lain yang dikumpulkan melalui tinjauan pustaka juga menegaskan, Gen Z jauh lebih menghargai keseimbangan tersebut daripada sekadar gaji besar: kemampuan untuk bersantai, berinteraksi dengan keluarga, dan mengejar hobi terbukti membantu mengurangi stres serta meningkatkan motivasi.

Selain itu, survei global oleh Randstad menempatkan work-life balance sebagai prioritas teratas di atas gaji dalam keputusan memilih pekerjaan sebuah tren yang lebih kuat dirasakan di kalangan Gen Z dibandingkan dengan generasi yang lebih tua.

Harapan dan narasi Gen Z tentang work-life balance juga tampak dalam suara langsung dari angkatan kerja ini.

“Saya ingin kerja yang fleksibel agar punya waktu berkualitas dengan keluarga dan teman, bukan hanya mengejar angka di laporan kerja,” ujar Laras, 24 tahun pekerja creative di Samarinda.

“Banyak teman saya rela mengambil pekerjaan dengan gaji lebih kecil asal jamnya bisa diatur fleksibel. Saya percaya hidup itu lebih dari sekadar bekerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore,” tambah nya.

Narasi ini mencerminkan nilai yang berkembang, Gen Z bekerja untuk hidup bukan hidup hanya untuk bekerja.

Dalam praktiknya, perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang menghargai keseimbangan hidup pribadi dan profesional umumnya melihat keuntungan berupa peningkatan kepuasan kerja dan loyalitas pekerja muda. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1110485
    Users Today : 2545
    Users Yesterday : 4305
    This Year : 46995
    Total Users : 1110485
    Total views : 10852126
    Who's Online : 86
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-11