“Harmoni” HUT Kota Ke-129

January 23, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan istri, Hj Nurlena Rahmad bersama Wakil Wali Kota Bagus Susetyo dan istri, Hj Siti Kotijah.

KOTA BALIKPAPAN merayakan hari jadinya ke-129. Tepatnya Selasa, 10 Februari 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncak perayaan ditandai dengan upacara.

Hanya saja tahun ini upacara kembali digelar di halaman Balai Kota tidak di BSCC Dome karena alasan efisiensi. Jadi tidak besar-besaran. Sangat sederhana.

Ada suasana berbeda di hari jadi tahun ini. Wali Kota Rahmad Mas’ud (RM) tidak sendirian lagi.

Sudah ada Wakil Wali Kota yaitu Bagus Susetyo. Bagus sekarang jadi Ketua DPC Gerindra Balikpapan. Partainya Presiden Prabowo Subianto.

Meski Wawali sudah ada, tapi sekretaris daerah kota (Sekdakot) definitif masih kosong menyusul “digesernya” Muhaimin menjadi Ketua Bappeda Kaltim, akhir Desember 2025. Sebagai pengganti sementara ditunjuk Agus Budi Prasetyo, yang sebelumnya adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Status Agus sebagai penjabat (Pj). Setingkat di atas pelaksana tugas (Plt). Biasanya Pj waktu tugasnya bisa lebih panjang dan punya kewenangan seperti pejabat definitif. Dia bertugas sampai menunggu terpilihnya Sekdakot definitif. Saya dengar belum ada tanda-tanda seleksi dilaksanakan. Sayang Agus tahun depan sudah pensiun. Padahal kapasitasnya cukup. Punya pengalaman jadi Kepala Bappeda.

Walau hampir setahun menjadi Wawali, Bagus masih belum bisa menempati rumah dinas. Dia masih disewakan di kompleks The Hils. Rumah dinas Wawali di Jl ARS Muhammad baru tahun ini direnovasi.
Ketua panitia HUT tahun ini adalah Asisten III dr Andi Sri Juliarty atau akrab dipanggil dr Dio. Tahun lalu dia juga. Mungkin supaya efisien. Kabarnya anggaran HUT hanya ratusan juta saja. Dulu sampai di atas Rp5 miliar. Jadi undangan terbatas dan tidak ada cinderamata atau buah tangan.

Tema yang ditetapkan “Harmoni Menuju Kota Global.” Ini sejalan dengan visi “Balikpapan Kota Global, Nyaman untuk Semua dalam Bingkai Madinatul Iman.”

Karena alasan efisiensi, maka kegiatan HUT dipusatkan di kecamatan termasuk syukuran. Tapi sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, DPRD tetap menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pidato wali kota. Sekaligus pemberian penghargaan kepada warga yang berjasa dan berprestasi. Kabarnya jumlah penerima penghargaan dikurangi. Hanya 20 orang saja. Mereka hanya diberi dana tanpa pin emas.

Sementara itu dalam rangkaian upacara, Wali Kota menyerahkan panji keberhasilan pembangunan kepada para kepala dinas/badan yang diperoleh dari Pemprov Kaltim.

Pada upacara HUT ke-69 Pemprov Kaltim, 10 Januari 2026, Balikpapan memperoleh 7 panji terbaik I ditambah 1 Arindama Utama, 2 penghargaan Terbaik II dan 4 Terbaik III. Selain itu Camat Balikpapan Barat Erwin, SE meraih penghargaan sebagai Camat Berprestasi III.

Ke-7 penghargaan terbaik I itu adalah Bidang Pendidikan, Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat, Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Bidang Lingkungan Hidup, Bidang Pembangunan Investasi Daerah, Bidang Perhubungan serta Bidang Pembangunan Komunikasi & Informatika. Sedang Arindama Utama diraih oleh Bidang Pelayanan Publik.

Dibanding tahun 2025, sepertinya panji yang diperoleh Balikpapan menyusut. Katanya karena ada beberapa bidang tidak dilombakan lagi. Tahun 2025 Balikpapan memperoleh 17 Arindama. Tapi Balikpapan masih menjadi kota terbanyak meraih penghargaan.

MAKIN DIPERCANTIK
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud punya semangat mempercantik kota. Sejumlah taman dibenahi melalui program CSR beberapa perusahaan. Trotoar di tata ada kursinya. Ada tugu atau monumen. Yang unik tugu perahu pinisi di mulut jalan Stadion Batakan.

Sementara jembatan dan jalan dipasangi lampu PJU atau lampu hias yang cantik. Jembatan Manggar misalnya, jadi seperti jembatan seribu lampu. Sayang ada yang tewas tersengat listrik gara-gara memancing di sana, akhir tahun lalu.

Sekarang ini di sepanjang Jl A Yani juga dipasangi PJU hias. Tapi di lokasi itu banyak kabel telepon dan optik yang tergantung semrawut. Jadi kalau siang sangat tak nyaman dipandang mata. Mudah-mudahan kesemrawutan kabel itu bisa dibenahi. Biar lebih cantik lampunya.

Ada yang menyorot soal PJU ini. Terkesan berlebihan. Jaraknya sangat rapat. Kabarnya dananya cukup besar. Selain PJU hias, ada juga yang menyoroti pemasangan PJUTS (Tenaga Surya).

Jalan MT Haryono juga makin cantik dan lebar. Kawasan sekitar jembatan PDAM sampai depan Telkom kalau malam hari luar biasa. Hanya saja kalau hujan lebat, laut pasang, maka banjirnya dari beler melebar. Di situ pernah ada proyek DAS Ampal yang menghabiskan biaya Rp136 miliar. Sempat heboh karena pekerjaannya tidak begitu lancar.
Hampir tiap sudut kota sekarang juga dipasangi fasilitas videotron. Maksudnya baik untuk mengirim pesan pembangunan lebih efektif. Tapi biaya pemeliharaannya cukup besar.

Saya dengar Wawali Bagus Susetyo sangat memperhatikan masalah ini. Tapi dia terlihat dia lebih kalem. Bagus juga sifatnya.
Saya belum tahu apa ada proyek pembangunan yang diresmikan pada HUT ke-129. Tapi catatan saya ada PR berat yang harus diselesaikan Pemkot yaitu proyek pembangunan kembali Rumah Sakit Sayang Ibu, Balikpapan Barat yang mangkrak. Di lapangan ada sejumlah material teronggok.

Proyek senilai Rp106 miliar itu terseok-seok, mulai urusan pembebasan lahan sampai kualitas kontraktornya. Nama kontraktor pelaksana adalah PT Ardi Tekindo Perkasa. Kabarnya dari Surabaya.

Proyek ini mulai dikerjakan tahun 2025. Tapi sampai akhir tahun progresnya hanya 20 persen. Menurut Baharuddin Daeng Lala, anggota Dewan dari Fraksi Nasdem, Pemkot sudah memutus kontraknya. Jadi akan ditender ulang.

Tapi ada juga rencana Dewan membentuk Panitia Khusus (Pansus). Wakil Ketua Komisi III, Halili Adinegara minta dilakukan audit dulu sebelum dilelang ulang. “Penjelasan dari Inspektorat dan BPK menjadi hal yang sangat krusial,” katanya seperti diberitakan Seputarfakta.com. Ada pihak yang melaporkan kasus RSUD Balikpapan Barat ini ke Kejaksaan Tinggi Kaltim.

Sepertinya gara-gara mangkraknya RSUD Sayang Ibu, rencana pembangunan RSUD Type C di Balikpapan Timur dengan biaya Rp273,27 miliar juga ditunda. Selain juga ada kaitan dengan keuangan Pemkot yang seret karena adanya kebijakan efisiensi dan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD).

Masalah lain yang dihadapi warga kota sampai saat ini adalah keterbatasan air PDAM, kemacetan lalu lintas di berbagai titik, banjir dan antre BBM serta gas subsidi.

Meski terbilang masih lama, banyak juga warga kota sudah bicara siapa calon wali kota Balikpapan selanjutnya. Soalnya RM sudah dua kali. Jadi pasti ganti pada tahun 2029 atau 2030.

Dari isu yang beredar, ada 3 skenario yang mungkin dilakukan RM. Pertama, RM akan mengajukan istrinya, Hj Nurlena Rahmad sebagai calon penggantinya. Kedua, RM tukar tempat dengan kakak kandungnya, Hasanuddin Mas’ud (HAMAS) yang sekarang jadi Ketua DPRD Kaltim. Ketiga, RM merekomendasi Abdulloh, mantan Ketua DPRD Balikpapan yang sekarang jadi Ketua Komisi 3 DPRD Kaltim. Abdulloh juga dari Golkar dan besar pendukungnya.

Sementara di luar lingkaran RM, Wakil Wali Kota Bagus Susetyo sangat diperhitungkan. Soalnya dia dari Partai Gerindra. Sepanjang Prabowo masih bercokol, Bagus sangat berpeluang naik kelas menjadi calon Wali Kota Balikpapan yang kuat dan bagus.
Ada dua nama lain yang juga berembus. Yaitu H Karmin Laonggeng dan H Abdul Hakim Rauf. Karmin adalah pengusaha yang juga Ketua MPW Partai Berkarya Kaltim. Tapi kabarnya dia didorong-dorong untuk menjadi Ketua DPC Demokrat Balikpapan untuk memuluskan pencalonannya di Pilwali. Hanya saja kursi Demokrat di Dewan hanya satu.

Sedang H Hakim saat ini Ketua DPC Partai Nasdem. Istrinya Hj Yusdiana Hakim menjadi Ketua Fraksi Nasdem DPRD Balikpapan. Anggota fraksi ada 7. No 2 terbanyak setelah Golkar. Hakim pernah menjadi calon wakil wali kota ketika berpasangan dengan Andi Burhanuddin Solong (ABS) pada Pilwali Balikpapan 2015.

Hampir tidak ada even khusus memeriahkan HUT ke-129 Kota Balikpapan. Tapi kabarnya pertandingan Golf Wali Kota Cup tetap digelar. Tadinya lapangan yang dipakai sesuai brosur awal di lapangan Royal Mahligai Golf & Country Kariangau. Sekalian acara soft launching.
Ada yang menyebut Royal Mahligai disingkat RM, yang juga berarti Rahmad Mas’ud. Lapangan itu kabarnya memang milik RM pribadi. RM Golf juga membuka fasilitas latihan atau driving di Grand City.

Kabar terakhir saya dengar turnamen Golf Wali Kota Cup dipindahkan lagi ke Pertamina Gunung Bakaran. Mungkin karena pertimbangan fasilitas lapangan RM Golf baru bisa bermain untuk 9 hole. Padahal peserta cukup banyak. Hadiah hole in one-nya mobil Pajero Sport.

Tiap peserta dipungut Rp1,8 juta. Khusus junior Rp1 juta.
Selain golf, ada juga Paddle Wali Kota Cup. Diselenggarakan oleh HIPMI Balikpapan yang diketuai Adam Dustin Bhakti.  Di saat ultah kota, saya terpikir nasib Persiba. Saat ini terancam turun lagi ke Liga 3. Sembilan kali berlaga di Liga 2 Pegadaian Championship, tak satu pun meraih kemenangan. Nasibnya di ujung tanduk. Mudah-mudahan ada dewa penyelamat. Supaya bisa memberi kado manis untuk HUT Kota.

Sekarang kita ucapkan Dirgahayu Kota Balikpapan ke-129. Saya lahir di kota ini dan sempat memimpin selama 15 tahun. Karena itu saya tak pernah berhenti mencintai Balikpapan.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1188718
    Users Today : 4417
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 125228
    Total Users : 1188718
    Total views : 11299040
    Who's Online : 39
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23