Raudhah, Ruang Sempit yang Mengajarkan Luasnya Kesabaran

February 2, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Madinah – Raudhah bukan sekadar ruang kecil di dalam Masjid Nabawi. Lebih dari itu, ia adalah harapan panjang, doa yang terulang, dan pelajaran kesabaran di tengah sistem yang terus berubah. Terletak di antara rumah Rasulullah SAW. dan mimbar beliau, Raudhah disebut dalam hadis sahih sebagai “taman di antara taman-taman surga”, sebuah sebutan yang hidup dalam tradisi umat Islam lintas generasi dan menjadi magnet bagi jutaan jamaah dunia.⁣

Secara fisik, Raudhah memang sempit. Karpetnya berwarna hijau, berbeda dari dominasi karpet merah di sebagian besar area Masjid Nabawi. Namun di ruang kecil itu, doa-doa beragam bahasa dan kisah hidup berkumpul, naik bersama dalam hening yang terasa sakral. Ruang ini seperti botol kecil yang menampung gelombang kerinduan umat dari penjuru dunia.

Akses ke Raudhah telah berubah tajam dalam beberapa tahun terakhir. Dahulu jamaah hanya bisa memasuki Raudhah melalui tasreh, izin ziarah yang dikeluarkan oleh otoritas haji masing-masing negara, seperti yang kini sering terjadi dalam proses haji reguler. Namun transformasi digital di Arab Saudi memperkenalkan aplikasi Nusuk sebagai platform resmi untuk memesan izin kunjungan ke Raudhah, umrah, dan layanan ibadah lain di dua Masjid Suci. Sistem ini menggantikan sebagian besar metode manual sebelumnya dan menjadi standar global bagi jamaah yang datang dari luar negeri.

Pemerintah Arab Saudi melaporkan, transformasi digital berhasil meningkatkan kapasitas harian pemesanan ziarah Raudhah melalui aplikasi Nusuk menjadi sekitar 54.000 pemesanan per hari, sebuah lonjakan signifikan dari angka sekitar 7.000 sebelumnya. Hal ini menunjukkan upaya serius Kerajaan dalam menghadirkan layanan ibadah yang lebih tertata dan terukur.

Lebih jauh, pemerintah akhirnya menyelesaikan perluasan fisik di area Raudhah sehingga kapasitas harian dapat mencapai lebih dari 52 ribu jamaah per hari, melalui penambahan pintu masuk, manajemen kerumunan yang lebih canggih, dan pengaturan zonasi yang modern. Perubahan ini menjadi respons langsung atas lonjakan kunjungan jamaah global.

Data resmi terbaru menunjukkan lonjakan jumlah jamaah yang datang ke Masjid Nabawi dan sekitarnya. Pada paruh pertama Ramadan 1446 H / 2025, lebih dari 14 juta orang tercatat mengunjungi Masjid Nabawi, termasuk lebih dari 223 ribu jamaah laki-laki dan 155 ribu jamaah perempuan yang mendapat izin masuk Raudhah dalam periode itu.

Namun, data yang luar biasa itu sekaligus mencerminkan kenyataan yang tak terhindarkan, permintaan jauh melampaui kapasitas. Slot kunjungan Raudhah sering penuh beberapa minggu bahkan beberapa bulan sebelumnya, terutama pada musim ibadah utama. Civitas muslim di media sosial melaporkan, pemesanan untuk awal 2026 sudah sering terisi jauh sebelum tahun berjalan, memaksa jamaah untuk terus memantau aplikasi Nusuk setiap hari demi mendapatkan slot yang terbuka.

Saya mengalami ini sendiri. Saat mencoba memesan melalui aplikasi Nusuk, banyak slot yang tampak “fully booked” untuk pekan depan atau bahkan bulan berikutnya. Saya sempat berkata dalam hati, “Mungkin belum rezeki.” Itu bukan sekadar kata penenang, tetapi bentuk awal menerima akses ke tempat yang sangat diidamkan ini tak selalu bisa diraih dengan mudah oleh siapa pun.

Namun takdir bekerja dalam cara-caranya sendiri. Suatu malam, tanpa jadwal resmi yang tertera sebagai konfirmasi di aplikasi, akses ke Raudhah akhirnya dibuka bagi rombongan kami. Saat kaki pertama saya menginjak karpet hijau itu, seluruh dunia terasa menyempit, bukan karena ruangnya sempit, tetapi karena semua perhatian tertumpah pada satu titik, doa, sujud, dan hening yang panjang.

Saya shalat di sana dengan air mata yang jatuh tanpa komando, mengalir sebagai kata yang tidak sempat diucapkan. Tidak ada doa panjang yang direncanakan rapi hanya kata-kata pendek, patah, dan jujur. Di tempat yang disebut sebagai taman surga itu, saya tidak merasa seperti tamu istimewa. Saya merasa seperti manusia yang akhirnya diizinkan berhenti sejenak untuk bicara jujur kepada Tuhan.


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1250304
    Users Today : 6130
    Users Yesterday : 6111
    This Year : 186814
    Total Users : 1250304
    Total views : 11636238
    Who's Online : 56
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-02-02