Inflasi Kalimantan Timur Januari 2026 Terkendali, Aktivitas Ekonomi Terjaga

February 2, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

SAMARINDA – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode Januari tahun 2026 tercatat tetap terkendali dan relatif rendah secara bulanan, seiring normalisasi harga komoditas pangan dan transportasi pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kaltim pada Januari 2026 mencatat inflasi sebesar 0,04% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,71% (mtm). Perkembangan tersebut mendorong inflasi tahunan Kaltim berada pada level 3,76% (yoy) dan inflasi tahun berjalan sebesar 0,04% (ytd). Meski tekanan inflasi bulanan menurun, inflasi tahunan Kaltim tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 3,55% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan, inflasi Kaltim pada Januari 2026 utamanya disumbangkan oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, sejalan dengan kenaikan harga emas yang masih berlanjut di awal tahun. Rata-rata harga emas tercatat mencapai Rp2.860.000 per gram atau meningkat sekitar 12% dibandingkan Desember 2025. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 3,17% (mtm) dengan andil 0,23% (mtm).

”Selanjutnya, tekanan inflasi juga bersumber dari kelompok pakaian dan alas kaki (inflasi 0,44% mtm; andil 0,02% mtm), serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang dipengaruhi meningkatnya permintaan komoditas pakaian serta penyesuaian tarif air minum PAM sebagai dampak kenaikan biaya operasional,” kata Jajang di Samarinda, Senin (2/2/2026)

Pedagang lombok di Pasar Pandan Sari

Dijelaskan Jajang, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada kelompok bahan makanan dan transportasi. Penurunan harga pangan didukung panen raya di sejumlah sentra produksi, termasuk komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah di wilayah Jawa dan Sulawesi. Selain itu, terjadi normalisasi tarif angkutan udara pasca tingginya permintaan pada periode Nataru, serta penurunan harga BBM nonsubsidi pada awal Januari yang tercatat menurun sekitar 3–4%.

Langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga, selama Januari 2026 TPID di wilayah Kaltim terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif). Pada aspek keterjangkauan harga, pada periode Januari 2026, TPID melaksanakan kurang lebih 21 kegiatan gerakan pangan murah, operasi pasar, dan kegiatan serupa lainnya di beberapa kabupaten/kota. Pada aspek komunikasi efektif, TPID terus melakukan rapat koordinasi rutin untuk merumuskan langkah konkret pengendalian inflasi, diantaranya rapat koordinasi mingguan TPID Provinsi Kaltim sebagai tindak lanjut rapat koordinasi dengan Mendagri, serta rapat koordinasi mingguan di Kota Bontang yang membahas perkembangan harga, progres program di OPD teknis, dan evaluasi kebijakan. Selain itu, sebagai penguatan kapasitas kelembagaan, telah dilaksanakan capacity building TPID Provinsi Kaltim pada 14–15 Januari 2026 yang bertujuan untuk mempertahankan prestasi kinerja pengendalian inflasi daerah melalui pembekalan dan refreshment penyusunan laporan TPID. (*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1249659
    Users Today : 5485
    Users Yesterday : 6111
    This Year : 186169
    Total Users : 1249659
    Total views : 11628986
    Who's Online : 73
    Your IP Address : 216.73.216.157
    Server Time : 2026-02-02