Mekkah dan Madinah, Kota Ramai Tanpa Deru Motor

February 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

Arab Saudi – Selama berada di Mekkah dan Madinah, saya tidak pernah merasa kota ini “kosong kendaraan”. Mobil pribadi, taksi, dan bus jamaah justru lalu-lalang hampir tanpa henti, terutama di jalan-jalan utama, area hotel, dan jalur antar kawasan. Namun ada satu hal yang mencolok, hampir tidak ada sepeda motor.

Di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terutama di area pelataran, plaza, dan jalur pejalan kaki yang mendominasi bukan kendaraan kecil, melainkan bus besar, mobil operasional, dan arus manusia yang berjalan kaki. Tidak terdengar raungan knalpot motor, tidak ada pengendara yang menyelip di antara jamaah.

Fenomena ini bukan kebetulan. Pemerintah Arab Saudi memang membatasi keras penggunaan kendaraan roda dua di kawasan inti ibadah. Sepeda motor, skuter, dan kendaraan ringan tidak diizinkan masuk ke zona pedestrian Masjidil Haram dan Masjid Nabawi demi alasan keselamatan dan pengendalian massa. Kebijakan ini tercantum dalam pedoman keamanan dan transportasi jamaah yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, terutama pada musim padat umrah dan haji.

Sementara itu, mobil dan bus tetap menjadi tulang punggung transportasi kota. Bus-bus besar pengangkut jamaah berhenti di titik-titik tertentu yang telah diatur, lalu jamaah melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Taksi dan kendaraan hotel juga tetap beroperasi, namun tidak masuk ke area pelataran masjid.

Bagi saya pribadi, perbedaan ini terasa unik. Di banyak kota besar, kendaraan roda dua justru paling gesit dan mendominasi jalan. Namun di Tanah Suci, ritmenya dibalik, kendaraan besar diatur rapi, kendaraan kecil disingkirkan dari pusat ibadah, dan manusia diberi ruang untuk berjalan.

Berjalan kaki menjadi pengalaman yang tak terpisahkan dari ibadah. Dari hotel menuju masjid, dari satu gerbang ke gerbang lain, langkah kaki terasa menyatu dengan doa. Tanpa motor yang menyelip atau klakson yang memotong konsentrasi, suasana menjadi lebih tenang, meski tetap ramai.

Di Madinah, suasana ini bahkan terasa lebih lembut. Bus dan mobil tetap ada, tetapi bergerak perlahan dan tertib. Jamaah berjalan beriringan menuju Masjid Nabawi, seolah kota ini memang dirancang untuk membuat orang melambat, bukan mempercepat.

Ketiadaan motor di area inti bukan sekadar kebijakan lalu lintas. Ia membentuk pengalaman spiritual yang berbeda. Di kota yang biasanya identik dengan kecepatan, Mekkah dan Madinah justru mengajarkan satu hal sederhana: ibadah tidak butuh tergesa, dan kedekatan tidak selalu ditempuh dengan kendaraan tercepat. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1419198
    Users Today : 5376
    Users Yesterday : 4812
    This Year : 355708
    Total Users : 1419198
    Total views : 12615044
    Who's Online : 28
    Your IP Address : 216.73.216.136
    Server Time : 2026-03-03